pewartaonline.com | JAKARTA- Artis FTV, Aulia Farhan ditangkap polisi terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.
Ia (Aulia Farhan) ditangkap polisi bersama teman prianya inisial G disebuah hotel di jakarta  selatan.
"Sekitar pukul 02.00wib, subdit II Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua pelaku yang sekarang ini kami tangani," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Yusri mengungkapkan, bahwa penangkapan itu diawali adanya informasi yang masuk tentang adanya penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di hotel yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Polisi kemudian mengecek ke lokasi tersebut dan mendapati Aulia Farhan bersama temannya. “Pada saat kami amankan memang ada sisa sabu bekas pakai,” jelas Yusri.
Lanjut dikatakannya, pelaku berinisial G ditangkap ketika hendak mengantarkan satu paket sabu kepada Aulia Farhan. Dari tangan keduanya, ditemukan sebuah klip plastik yang diduga satu paket sabu dan alat isapnya. Hasil tes urine juga membuktikan kalau keduanya positif menggunakan sabu," ujarnya. (Red)
Share Berita

pewartaonline.com | MEDAN- KPU Kota Medan diduga kecolongan. Pengumuman hasil perekrutan Komisioner tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang tersebar di beberapa media sosial hari ini, mendapat tanggapan miring dari masyarakat. Khususnya warga Medan Marelan.

" Coba abang cek atas nama Rubianto Ramli. Dia itu anggota Kosgoro, Ormasnya Partai Golkar. ia juga Timsesnya Tengku Eswin ST, anggota DPRD Kota Medan dari Partai Golkar periode 2017 yang lalu. Kemana Tengku Eswin beraktifitas, ya ke situ si Rubianto Ramli ini," kata sumber warga yang meminta agar namanya tidak usah dicantumkan di media sembari menunjukkan beberapa foto dan status facebook Rubianto Ramli dengan akun (AR Ase) yang mencatut tentang kegiatan-kegiatan Golkar, Kosgoro dan para Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar pada periode sebelumnya.

Pengumuman yang beredar menyebutkan, KPU Kota Medan telah mengumumkan Hasil Seleksi Wawancara dan Penetapan Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpilih serta pengganti antar waktu untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2020 dengan nomor 138/PP.04-2-Pu/1271/KPU-Kot/II/2020 berdasarkan Rapat Pleno Nomor 37/PP.04-2-BA/1271/KPU-Kot/II/2020.

" Untungnya memang kita masyarakat ini diberi waktu untuk memberikan tanggapan terhadap calon anggota PPK terpilih dan pengganti antar waktu itu. tolong sampaikan sama pimpinan KPU Kota Medan, jangan mereka meloloskan orang yang terindikasi Partai. itukan melanggar peraturan perundang-undangan. kuat dugaan pasti oknumnya nanti berpihak,” kata sumber tadi.

Dia juga berharap, agar mereka yang terpilih di Kecamatan lain juga diperhatikan benar-benar. Jangan sampai penyelenggara Pilkada Kota. 

" Medan ini terindikasi memihak nantinya. Masih ada juga satu orang yang terpilih itu terindikasi partai Golkar. Tapi kami masih pastikan kebenarannya lagi," ujarnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Komisioner KPU Kota Medan ( Divisi Teknis Penyelenggaraan) M Rinaldi Khair mengatakan, Silahkan memberikan tanggapan ke KPU Kota Medan.

" Silahkan bg memberikan tanggapan masyarakat ke KPU Kota Medan masih terbuka peluang untuk klarifikasi, dan terimakasih atas informasinya," ujarnya melalui pesan singkat Whatsapp. (Tim)
Share Berita

pewartaonline.com | BELAWAN- Polsek Belawan berhasil tangkap satu pelaku perampokan di Jalan kampung Kurnia pinggir rel, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (19/2/2020) malam.

Diketahui, pelaku bernama Safrizal Siregar (27) warga Jalan Gudang Kapur, Linkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan yang merampok korban Gabriel Haposan Sihombing (17) warga jalan Langkat No 1, Lingkungan II, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan dan Romaida Siregar.

Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka berusaha untuk melarikan diri dengan melakukan perlawanan, sehingga dilepaskan tembakan peringatan ke udara. Akan tetapi, pelaku tetap berusaha untuk melarikan diri dan dilakukan tindakan tegas dan terukur tembakan ke arah kaki sebelah kiri.

Setelah tersangka berhasil dilumpuhkan, polisi membawanya ke rumah sakit angkatan laut guna dilakukan perawatan medis.

Barang bukti yang berhasil diamankan satu buah senjata tajam stainless gagang warna coklat dan satu unit Handphone Mito warna Biru.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Belawan Kompol Safaruddin Tama Siregar melalui Kanit Reskrim Iptu Reza membenarkan atas penangkapan tersebut. 

"Ia benar, pelaku perampok dua unit handphone sudah kita tangkap beserta barang buktinya. Dan korban mengalami kerugian ," tegas Reza. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Kedua Pelaku Saat di Tangkap Warga
pewartaonline.com | MARELAN- Dua orang pelaku pencuri mobil Avanza BK 1127 OA warna silver dimarelan ketangkap warga di jalan pasar IV timur, lingkungan 28, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Pasalnya, pelaku yang sempat ingin mencuri mobil tersebut diketahui oleh pemiliknya dan warga sempat mengejarnya.

Informasi dilapangan menyebutkan. Kedua pelaku yang hampir berhasil melakukan aksinya itu diketahui oleh pemiliknya yang bernama Doni syahputra, warga Marelan pasar IV Timur, Gang Tapsel, Lingkungan 28, KelurahanR Pulau, Kecamatan Medan Marelan yang sambil meneriaki para pelaku, sehingga kedua tersangka gugup dan menabrak sebuah tembok pembatas rumah.

Puluhan warga yang sempat emosi dengan kedua pelaku, memukuli dan memberikan Bogeman mentah ke wajah kedua tersangka. Selang beberapa menit, personil Polsek Medan labuhan dan Koramil 10/ML untuk mengamankan kedua pelaku yang sudah tidak berdaya habis di hajar massa.

"Mobil itukan ada GPS nya bang, karena jalan yang kecil dan mereka (pelaku) menabrak tembok pembatas rumah. Kan bisa dilihat dari Handphone, langsung dari HP kami matikan," kata putra selaku pemilik mobil.

Dari pantauan awak media, mobil korban dan kedua pelaku dibawa ke Polsek Medan labuhan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari membenarkan kejadian tersebut.

"Ia benar, kedua pelaku sudah kita amankan, saat ini masih dalam pemerikssaan. Dan masing-masing nama pelaku, Indra Syahputra (36) Warga pasar V, Gang Permai, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan dan Daniel Simanjuntak (21) warga Lorong VII, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan  Medan Belawan," tandasnya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaoine.com | BELAWAN- KRI Kerambit-627 tangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Berbendera Malaysia KHF 1960 yang melakukan aktivitas illegal fishing di wilayah Perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia pada Minggu lalu.

Penangkapan tersebut, saat KRI Kerambit-627 melaksanakan patroli terbatas di wilayah Perairan ZEE Indonesia, mendapatkan kontak radar yang dicurigai melakukan aktifitas ilegal, untuk menindaklanjuti hal tersebut, dengan sigap Tim melakukan Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, dokumen dan ABK kapal.

Dari hasil pemeriksaan, Kapal berbendera Malaysia bernama KIA KHF 1960 Tonage 65 GT itu berjumlah 5 orang ABK berkewarganegaraan Thailand yang sedang memuat ikan campur sekitar 100 kg. Dan melakukan aktifitas pengambilan ikan di Perairan Zona Economy Ekslusif (ZEE) Indonesia, sekitar Timur Laut Belawan.

Komandan Lantamal I Laksamana Pertama Abdul Rasyid K, S.E., M.M., yang memberikan keterangan di Mako Lantamal I Belawan, Rabu (19/02/2020) mengatakan "Koarmada I saat ini sedang melaksanakan Operasi Benteng Samudera-20 dan Operasi Pamtas RI-Singapura, mendapati aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Kapal Berbendera Asing di Wilayah Perairan Indonesia. KRI Kerambit-627 yang saat itu sedang berpatroli, melakukan penangkapan terhadap Kapal KIA KHF 1960" Papar Danlatamal I.

"TNI AL khususnya Lantamal I yang berada di jajaran Koarmada I berkomitmen untuk memberantas tindak pidana di laut, salah satunya pencurian Ikan. Dengan melakukan patroli baik melalui operasi intelijen maupun operasi laut dengan menggunakan KRI ataupun kapal patroli, Lantamal I akan selalu melakukan pengawasan di wilayah Selat Malaka yang disinyalir sampai saat ini masih banyak illegal fishing dan juga digunakan untuk penyelundupan narkoba dan komoditi luar ke Indonesia melewati jalur perairan,” lanjutnya.

"Daerah perbatasan sangat rawan dari berbagai macam pencurian dan penyelundupan. Keberhasilan KRI Kerambit-627 dalam menangkap Kapal Berbendera Asing merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam hal ini Koarmada I melalui Lantamal I dalam menegakkan hukum di laut,” kata Danlantamal I.

"Saat ini Kapal sudah merapat di Dermaga Lantamal I sesuai arahan Panglima Koarmada I, KIA KHF 1960 Berbendera Malaysia akan kita dalami dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Komitmen Pimpinan TNI AL sudah jelas, melalui Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., untuk menindak tegas segala bentuk kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah Koarmada I khususnya di Wilayah Kerja Lantamal I Belawan" pungkas Danlantamal I.

Nakhoda dan ABK KIA KHF 1960 yang terbukti tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal/illegal fishing dengan menggunakan jaring di Wilayah Perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah telah melanggar Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) dan Pasal 93 Jo Pasal 27 Ayat (2) UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 selanjutnya diperiksa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut di Lantamal I Belawan. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Ilutrasi
pewartaonline.com | MEDAN- Emosi gara-gara anaknya kalah berkelahi, seorang tukang becak pukul bocah hingga terjatuh ke tanah.
Diketahui, pelaku bernama Dedi (35) yang berprofesi sebagai tukang becak itu tak terima anaknya kalah berkelahi dengan korban bernama Putra (8).
Menurut informasi, aksi pelaku yang tak pantas di lakukan itu bermula saat anaknya yang juga berusia 8 tahun berkelahi dengan korban. Tak terima, Dedi (pelaku) yang melihat buah hatinya menangis, ia (terlapor) menjadi emosi dan langsung mengejar korban. Dengan ketakutan, putra (korban) pun mencoba menyelamatkan diri dari kejaran pelaku. Tapi naas, putra tertangkap dan langsung ditendang hingga terjatuh. Korban juga di tampar, dengan rasa kesakitan, bocah tersebut menangis. Tak terima, orang tua korbanpun melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Medan, Rabu (19/2/2020).
"Saat itu, anak saya dan anak pelaku bermain-main seperti biasanya, tiba-tiba keduanya ribut. Gak tau saya, apa permasalahannya sampai saling lempar batu sehingga anak pelaku terkena batu kecil sampai menangis," kata Riki kepada wartawan.
Lanjut dikatakannya, mengetahui hal itu, pelaku menjadi emosi dan langsung mengejar anak saya. Didepan Gang rumah kami, anak saya ketangkap dan ditendangnya sampai tersungkur dijalan, lalu ditamparnya. Untung ada istri pelaku dan warga yang melerai kejadian. Tak terima kami bang, makanya kami melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan,” ucapnya.
Riki berharap, pihak Kepolisian segera memproses laporan pengaduannya. “Kami harap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” harapnya mengakhiri.
Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan masih memproses laporan tersebut.
“Masih diproses,” ujarnya singkat. (Noi)
Share Berita

pewartaonline.com | JAKARTA- Serangan jantung adalah, kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang mengangkut oksigen ke otot jantung tiba-tiba terhambat.

Hal seperti itu yang dialami suami Bunga Citra Lestari (BCL) Ashraf Sinclair (40) yang mengakibatkan meninggal dunia diduga akibat serangan jantung, Selasa (18/2/2020) sekitar pukul 04.00wib di MMC Kuningan, Jakarta Selatan.

Kabar meninggalnya itu berawal dari pesan singkat yang diterima awak media. Hal tersebut dibenarkan oleh manejer bunga citra lestari, Dody.

"Ia benar, suami Bunga Citra Lestari meninggal dunia," katanya saat dihubungi.

Saat berita ini di unggah, jenazah Ashraf Sinclair masih berada dirumah sakit MMC Kuningan. Keluarga akan memberikan update terkini mengenai pemakaman Ashraf.

Pasangan artis ini menikah pada 8 November 2008. Dari pernikahannya itu, keduanya telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Noah yang lahir pada 22 September 2020. (Red)
Share Berita

pewartaonline.com | MEDAN- Rahmat (55) rela melakukan segala cara demi buah hatinya. Ia (Rahmat) berniat menjual ginjalnya untuk membiayai anaknya yang tinggal satu-satunya itu agar bisa mendapatkan layanan kesehatan, Minggu (16/2/2020).

Dengan bermodalkan kertas karton besar berwarna Pink yang bertuliskan "Saya Jual Ginjal Untuk Biaya Pengobatan Anak Saya Penyandang Disabilitas. Warga miskin", Rahmat sudah tiga hari berkeliling pindah tempat, saat itu ditemui oleh awak media diseputaran di simpang pinang baris kota Medan, Sumatera utara.

Diketahui, Rahmat yang tinggal di daerah Desa Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang itu sudah bertekad untuk menjual organ tubuhnya yaitu ginjal demi sang buah hati agar bisa sembuh.

"Bukan apa-apa, saya harus berkeliling terus tanpa ada rasa lelah dan letih untuk menjual ginjal saya ini untuk pengobatan anak saya yang digendong oleh isteri saya ini," ucap Rahmat sebagai orang tua dari Situ Rahayu (7).

Rahmat enggan menyerah dengan keadaan. Namun dia berharap belas kasih sesama. Dia pun memutuskan untuk jual ginjal miliknya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | MABAR- Polisi berhasil menggagalkan dua tersangka diduga pengedar narkotika jenis daun ganja kering.

Dua orang pelaku turut diamankan petugas ke kantor Satres narkoba polres pelabuhan Belawan.

Diketahui, kedua pria tersebut masing-masing bernama Junaidi (55) warga jalan Rumah Potong Hewan, Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Dan Hendrik Susanto (39) warga jalan veteran, pasar IV, Gang Ridho, Lingkungan 9, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli.

"kita berhasil menggagalkan dua pelaku pengedar narkotika jenis daun ganja kering di jalan rumah potong hewan, Mabar Hilir, kecamatan Medan Deli. Ada 76 bungkus siap edar dan satu bal seberat 1 Kg pada hari Kamis (13/2/2020) sore," kata kasat narkoba polres Belawan AKP Juriadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (15/2/2020).

Lanjut dijelaskan, awalnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada pengedar atau penjual narkotika jenis daun ganja kering. Lalu personil melakukan penggerebekan dan penggeledahan dirumah Junaidi dan membuahkan hasil menemukan 76 bungkus ganja kering siap edar. Pelaku mengakui barang tersebut dibeli dari Hendrik Susanto. Hasil dari pengembangan, Tim memancing dengan cara membeli 1 Kg dari pelaku Hendrik, setelah diantarkan, polisi langsung menangkap pelaku. Tersangka mengakui barang tersebut dari seorang berinisial B warga Binjai," jelasnya.

"Saat mau di masukan ke dalam mobil, pelaku berusaha menendang salah satu personil kita sehingga anggota terjatuh. Tersangka berusaha melarikan diri. Petugas sudah memberikan tembakan keatas untuk peringatan, tim terpaksa melakukan tembakan terukur ke kaki sebelah kanan karena tidak mengindahkan peringatan petugas. Dan kami berhasil mengamankan  barang bukti dari tersangka Junaidi sejumlah 76 bungkus siap edar dan 2.5 ons ganja kering, dari pelaku Hendrik sejumlah 72 bungkus ganja kering, 1.5 Kg ganja kering, 1 buah hacter, 1 buah gunting, dan 1 unit sepeda motor Yamaha," ucapnya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | JAKARTA- Sesama makhluk ciptaan Tuhan, kita mempunyai naluri sosial untuk membantu orang lain saat berada dalam kesulitan.

Hal tersebut dilakukan oleh seorang anggota polisi satuan lalulintas Jakarta barat.

Diketahui, polisi tersebut berpangkat dan bernama Bripka Sigit yang terlihat membantu seorang penumpang busway bernama David yang terkena serangan jantung mendadak dengan cara di gendong menuju ke rumah sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, Jum'at (14/2/2020).

Aksi heroik polisi ini diketahui dari unggahan Vidio di akun Twitter @TMCPoldaMetro.

"10.06 Polri Sat Lantas Jakbar membantu penumpang Busway bernama bapak David yg mengalami serangan Jantung mendadak di sekitar halte busway Rs. Harapan Kita Jakbar, dan dibawa ke UGD RS. Harapan Kita Jakbar," tulis akun Twitter @TMCPoldaMetro.

Unggahan vidio inipun mendapatkan pujian yang positif dari kalangan warganet. (Kinoi)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.