BELAWAN, POC- Terkait dampak pembangunan Terminal Petikemas BICT Pelindo I sudah dilaporkan ke Menteri BUMN Erick Thohir melalui Surat Laporan dengan jasa Pos, namun persoalan reklamasi pelabuhan Belawan belum juga terselesaikan.

Belakangan ini Pelindo I buang masalah tersebut ke anak perusahaannya. Akan tetapi para nelayan gelar jejak pendapat di acara stasiun televisi swasta ILC  TV One.

"Aliansi Wartawan Medan Udara (Awan Mera) siap dukung Aliansi nelayan gelar jejak pendapat di acara ILC  TV One. "Berdasarkan investigasi Awan Mera, masih banyak keluhan nelayan akibat pembangunan reklamasi Pelabuhan Belawan, bahkan nelayan melayangkan surat laporan tertulis ke Menteri BUMN Erick Thohir, namun keluhan nelayan itu belum juga tersahuti. Kita menduga banyaknya kepentingan oknum oknum di Pelabuhan hingga persoalan keluhan nelayan dikaburkan. Dengan digelarnya rekam jejak pendapat di ILC  menghadirkan Menteri BUMN, Dirut Pelindo1, Kadistanla Medan, Anak Perusahaan Pelindo1 (PTP-red), Otoritas Pelabuhan, Navigasi, Kesyahbandar Utama Belawan, pengamat BUMN, Perwakilan nelayan, dan pengamat Politik maka akan diketahui pihak mana yang harus bertanggung jawab atas keluhan nelayan tersebut, dan akan terbongkar masalah di balik tirai pembangunan reklamasi Pelabuhan Belawan. Dan Awan Mera dukung rencana nelayan tersebut," Tegas Nursidin. 

 Lanjut dikatakan Nursidin. Pada perinsipnya Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera) dukung pembangunan di Pelabuhan Belawan demi pengembangan dan kemajuan perekonomian di Sumatera Utara. Namun, Awan Mera tidak bisa membiarkan adanya golongan yang terzolimi atas pembangunan tersebut," ujar ketua Aliansi Wartawan Medan Utara saat ditemui wartawan, Kamis (12/12/2019).

Sekitar dua bulan yang lalu, ribuan nelayan Medan Utara adukan nasibnya terkait reklamasi Pelabuhan Belawan ke Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Medan. Selanjutnya pihak Distanla bersama perwakilan nelayan Nazaruddin serahkan data nelayan ke Pelindo1 Medan, namun Pelindo1 Medan lempar bola ke Pelindo1 Cabang Belawan yang kemuadian data nelayan tersebut diterima staf bagian umum Pelindo1 Cabang Belawan, hingga sampai sekarang harapan nelayan itu punah.

GM Pelindo1 Cabang Belawan Yarham melalui Humas Mufti Rachman ketika dikonfirmasi wartawan terkesan menghindar. Humas yang akrab disapa Along itu sebut soal reklamasi Pelabuhan Belawan bukan wewenangnya menjawab. "Sori, itu bukan wewenang saya menjawabnya, silahkan aja langsung ke PTP (Prima Terminal Petikemas)". Kata Mufti Rachman. (Tim)
Share Berita

Foto: Tersangka Jambret Saat di Tangkap Warga
MEDAN LABUHAN, POC- Suasana di Jalan Khaidir Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan mendadak riuh pada Rabu (11/12/2019) sore.

Pasalnya remaja yang diketahui bernama Andre (20) warga jalan Rawe martubung, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan itu menjadi amukan massa, karena gagal menjambret Handphone milik seorang pelajar siswi Harapan Mekar bernama Nurul (18) penduduk Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan.

Informasi yang didapat di lapangan. Saat itu korban yang dibonceng oleh orangtuanya dengan mengendarai sepeda motor yang mau berangkat ke sekolah. Dalam perjalanan, Handphone milik korban berdering karena dihubungi oleh temannya. Saat itu juga dengan cepat tersangka yang berboncengan dengan temennya merampas handphone milik korban.

Dengan spontan, korban berteriak untuk mengundang perhatian dari warga dan pengendara lainnya di lokasi kejadian. Dan pengendara lainnya yang mendengar teriakan tersebut langsung mengejar para penjambret. Aksi kejar-kejaran pun membuahkan hasil sehingga para pelaku ditangkap.

Setelah ditangkap, warga yang geram melihat aksinya langsung memberikan Bogeman mentah terhadap Andre. Sementara rekannya berhasil melarikan diri.

Beruntung bagi pelaku, nyawanya dapat terselamat dari amukan massa setelah Petugas Polsek Medan Labuhan yang tiba di lokasi langsung mengamankan dan membawahnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku jambret di wilayah hukumnya. 

"Iya benar. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan. Kasusnya dalam pemeriksaan lanjut," tandas AKP Edy Safari. (Kinoi)
Share Berita

MARTUBUNG, POC- Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Medan Sabam Parulian Manalu adakan acara ulang tahunnya yang ke 42 tahun.

Acara tersebut digelar di basechamp tinju griya martubung, blok II, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (11/12/2019).

Disela-sela acara tersebut, Sabam Manalu mengatakan. "Saya sebenarnya tidak tau kalau acara ini dibuat dengan isteri saya. Tadi pagi saya pergi mau menghadiri acara undangan di Medan, tetapi ada sedikit halangan sampai perjalanan tiba-tiba kaki saya sakit sekali, maka saya memutuskan untuk balik ke rumah. Sesampainya dirumah, saya melihat tempat sudah di dekor seperti ini. Terutama saya sangat berterimakasih kepada isteri saya yang cantik, sudah memberikan Suprise kepada saya. Dan para tamu undangan sudah mau hadir di acara saya ini," ucap Sabam Manalu selaku ketua Pertina Kota Medan dan juga sebagai pembina aliansi wartawan Medan Utara (Awan Mera).

Acara terus dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun dengan ukuran persegi 60x60.

Dari pantauan awak media. Dalam acara itu, turut hadir Ketua Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera) M. Nursidin beserta anggota, Kasat Intel Polres Belawan, Kanit Intel Polres Belawan, Pelatih Tinju serta Para petinju dari Langkat dan puluhan tamu undangan. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Aldi Syahputra Setelah Mendapatkan Perawatan Akhirnya Meninggal Dunia
MARELAN, POC- Kecelakaan tragis melibatkan bus karyawan dengan sepeda motor diruas jalan Jalan Titi Pahlawan, Lingkungan III, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan tepatnya didepan Gang Pinang, Selasa (10/12/2019) malam.

Dalam tragedi tersebut, pengendara sepeda motor tewas bernama Aldi Syahputra (17) yang merupakan masih pelajar warga Gang Amal, Marelan Pasar V, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Informasi diperoleh pewarta online.com menyebutkan, kecelakaan terjadi sekira pukul 20.25 wib. Malam itu, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR BK 6403 ABR melaju dari arah simpang kantor ke arah simpang pasar lima Marelan, sedangkan mobil bus tersebut melaju dari arah simpang pasar lima Marelan ke simpang kantor. Dan sesampainya dilokasi kejadian, datang dari arah belakang, sepeda motor lain tanpa plat polisi mendahului mobil bus BK 7485 DK dari sebalah kanan. Naas tidak diketahui oleh korban, maka terjadi tabrakan dilokasi. Langsung korban terjatuh dan membentur body sebelah kanan mobil bus yang dikemudikan oleh Dedi Susianto (38) warga Dusun II Pendidikan, Desa Kelumpang Besar, Kecamatan Hamparan Perak.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan Iptu Lily Tapiv saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp membenarkan kejadian tersebut. 

" Ia benar, adanya kejadian lakalantas didepan gang pinang, akibatnya pengendara sepeda motor yamaha BK 6403 ABR yang dikendarai Aldi Syahputra mengalami luka-luka lecet lutut kaki kanan, luka lecet diperut bagian bawah sebelah kanan, luka lecet pada paha kanan dan kiri, luka lecet pada tangan kanan dan kiri dan luka lecet dikepala sebelah kanan. Langsung dibawa ke Rumah sakit umum wulan windi marelan. Dan beberapa saat setelah mendapat perawatan, korban meninggal dunia," jelas Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan Iptu Lily Tapiv. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC- Azzhara Septiana, bocah yang berusia lima tahun penderita penyakit kelenjar paru-paru kini mendapat perhatian khusus oleh Kapolres Pelabuhan Belawan.

Anak asuh dari Novi Hasnita (31) yang tinggal menumpang diperumahan eks komplek PTPN IV Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan itu kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani rawat inap yang ditangani oleh dokter khusus spesialis anak.

Sebelum dirawat di rumah sakit Bhayangkara Medan, ia (Azzhara) sempat dirawat dirumah sakit Mitra Medika Jalan Kol. Yos Sudarso Tanjung Mulia Medan.

Menurut keterangan dari ibu asuhnya, bocah malang itu sudah menderita penyakit kelenjar paru-paru sudah satu tahun terakhir ini.

"Operasi pertama tiga minggu yang lalu. Azzahara sempat dirawat selama satu minggu di rumah sakit Mitra Medika, namun belum ada kesembuhan, hingga akhirnya atas petunjuk dari Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan, anak ini dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut, dengan biaya pengobatan dan perawatan pasien ditanggung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan," jelas Novi Hasnita sebagai ibu asuh Azzhara sembari menghapus air mata. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC- Dua jenis kapal ikan di gabion Belawan yang diduga dinilai penghancur dan perusak nelayan kecil bebas beroperasi di laut pantai Barat dan Timur wilayah Sumatera Utara.

Kapal itu disebut fhisser dan pukat teri gabion Belawan. Menanggapi persoalan masalah tentang kapal tersebut, Ketua Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera) Nursidin melalui bidang SDM Hans Marpaung mendesak Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) copot jabatan dua lembaga yang terkait.

"Dinas Kelautan Dan Perikanan Sumut yang mengeluarkan izin kapal ikan Fhisser dan pukat teri Gabion Belawan harus bertanggung jawab dengan izin yang dikeluarkan. Sementara Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Belawan harusnya mengawasi kapal ikan Gabion Belawan agar pengusaha ikan di Gabion Belawan tidak melakukan markdown (Penyimpangan Growtston-red) kapal dan kecurangan alat tangkap," tegas Hans Marpaung saat ditemui wartawan, Senin (9/12/2019).

Lanjut dikatakan Hans Marpaung, kapal ikan Fhisser menggunakan daya lampu sorot dengan kapasitas tinggi hingga terlalu terang, bisa mematikan bibit-bibit anak ikan dan memakai alat tangkap pukat lingkar, serta growthstonsnya diyakini bermasalah. Begitu juga dengan kapal ikan teri, izin operasionalnya serta ukuran kapalnya  diyakini tidak sesuai dengan izin yang dikeluarkan Diskanla Sumut. Oleh karena itu, kita mendesak KKP RI segera mencopot kepala PSDKP Belawan Donny dan mencopot jabatan Kadiskanla Sumut," ucapnya.

Hal senada juga dikatakan nelayan pukat teri Gabion Belawan berinisial IL. Menurut ia (IL) hatinya nolak dengan sistem operasi pukat teri, namun karena keadaan dirinya ia terpaksa melaut ikut pukat teri.

"Sebenarnya pak yang meresahkan nelayan kecil itu jaring pukat teri, karena operasinya di pinggir tak jauh dari daerah nelayan jaring. Mata pukatnya kecil hingga semua jenis ikan masuk. Ukuran kapalnya juga diduga masalah, selain itu, banyak anak di bawah umur juga ikut melaut," jelas 'IL' yang minta namanya disembunyikan. 

Saat ingin dikonfirmasi oleh awak media, Senin (9/12/2019) Kepala Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan Donny tidak berada di kantornya. Security mengatakan, pak Donny sudah dua Minggu di luar kota. "Saya sudah tanyakan ke dalam, tidak ada yang berwenang yang bisa dijumpai, pak Donny sudah dua Minggu di luar kota," dalih Security yang melindungi atasannya. (Noi)
Share Berita

Foto: Korban Saat Mendapat Pertolongan di Rumah Sakit PHC 
BELAWAN, POC- Seorang pengendara sepeda motor Honda Vario BK 3289 AHT tewas saat terlindas truk tronton BK 9340 FJ, Jum'at (6/12/2019) sore.

Korban diketahui bernama Harry Prastya (31) warga Jalan Sejahtera 22 Panggon Indah, Lingkungan II, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan yang bekerja sebagai karyawan swasta Belawan International Container Terminal (BICT).

Kejadian tersebut membuat sontak warga di sekitaran tempat kejadian perkara jalan kampung salam yaitu simpang buaya terkejut dan berteriak histeris melihat kejadian itu.

Kronologis Kejadian. Sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas, kedua kenderaan datang dari arah Belawan menuju arah Simpang Buaya. Setibanya di tempat kejadian, kedua kenderaan belok kekiri untuk masuk ke arah Kampung salam. Sementara itu, Sepeda motor yang dikendarai korban mendahului truk tersebut sehingga lepas kendali dan terjatuh, langsung terlindas dan terseret oleh roda depan kiri truk tersebut sehingga mengalami luka di bagian induk jari dan telunjuk tangan kanan, perut luka lecet, dari mulut keluar darah.

Korban langsung dibawa ke rumah sakit Prima Husada Cipta Medan (PHCM) yang tidak jauh dari tempat kejadian. Dan beberapa jam kemudian, akhirnya Harry Prastya meninggal dunia.

Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp. Kasat Lantas Polres Belawan AKP MH Sitorus menjelaskan dan membenarkan adanya kejadian lakalantas yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia.

"Ia benar, kejadian tersebut korban meninggal dunia. Bekerja sebagai karyawan swasta BICT Belawan. Dan supir truk bernama Herliansyah berusia 54 tahun, warga jalan Tanjung pura pelawi seberang, Desa Pelawi Selatan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Langkat," jelasnya. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Jasad Lismawati Korban Penikaman
MARELAN, POC- Seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan tewas ditikam oleh seorang  pemuda bernama Wasidik dengan menggunakan pisau, Kamis (5/12/2019) malam.

Korban diketahui bernama Lismawati (46) dan anaknya Bagus Sanjaya (18) warga jalan Pematang Siombak, Lingkungan VII, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.

Kejadian berawal dari keributan antara dua kelompok remaja. Warga yang dengar adanya keributan langsung keluar dari rumah untuk melerai perkelahian tersebut. Korban langsung datang untuk berniat melerai anaknya, tapi naas, Lismawati mendapat tusukan di bagian perut, telinga kanan dan leher bagian belakang luka robek. Dan korban atas nama Bagus Sanjaya juga mengalami luka di bagian perut akibat tusukan dari tersangka.


Setelah kejadian tersebut, kedua korban langsung dibawa oleh masyarakat ke Rumah Sakit Eshmun di Jalan Marelan Raya Tanah 600  untuk dilakukan pertolongan.

Kemudian sebagian warga mencari keberadaan tersangka Wasidik yang sempat melarikan diri dan warga menemukannya di rumah orang tuanya di Jalan Pematang Siombak ,Lingkungan VII, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Dan terhadap adik kandung tersangka bernama Satria juga ikut diamankan oleh warga karna di duga ikut melakukan penganiayaan.

Mendapat informasi adanya penganiayaan tersebut, personil Polsek Medan Labuhan yaitu tim opsnal 74  dipinpin oleh Panit Ipda Marlon Hutapea langsung ke lokasi tempat kejadian perkara. Dan membawa ke dua tersangka ke Mapolsek Medan Labuhan.

Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp. Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari membenarkan adanya kasus penikaman tersebut.

"Ia benar, kedua korban luka tusukan di bagian perut, Korban Atas nama Lismawati meninggal dunia pada pukul 03.00WIB. Dan saat ini kedua tersangka telah diamankan di Polsek Medan Labuhan," ucap mantan Kasat Narkoba Polres Belawan.

Sesuai hasil pemeriksaan oleh pihak kepolisian, Wasidik mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap Lismawati yang akhirnya meninggal dunia. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Pemotongan Nasi Tumpeng Atas Resminya Aliansi Wartawan Medan Utara
BELAWAN, POC- Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera) mengadakan tasyakuran atas resmi terbentuknya kelompok yang bertujuan untuk menjalankan kegiatan menjadi lebih baik lagi, karena adanya kerjasama diantara mereka.
Acara tersebut diadakan di marine seafood cafe jalan Kampar, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (5/12/2019) siang.
Berdirinya kelompok ini diprakarsai oleh tiga belas wartawan yang sering meliput di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan. Adapun hal mendasar yang menjadi pondasi terbentuknya Aliansi Wartawan Medan Utara yaitu kesamaan persepsi.
Dalam sebuah musyawarah mufakat, M. Nursidin AR dipercayakan sebagai ketua. Wakil ketua Surya Atmadja dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan sebagai penasehat I, Zauhari sebagai penasehat II, sedangkan Pembina I bernama Sabam Manalu, Pembin II Ganda Simbolon, Pembina III Ir. H. Erwin Afrizal, Penasehat Hukum Thomson A Huthean Dan sekretaris dipercayai oleh Binsar Simatupang, Abdul Rachman sebagai wakil sekretaris Dan bendahara bernama Hamdan Simamora.
Sementara anggota terdiri dari Sutrisno, Herianto, Rahmat Hidayat (ameq), Ferdianto (Anto),Chairul Amri, Hans Marpaung, Rinto Samosir.
Kata sambutan dari penasehat awan Mera AKBP Ikhwan, sebenarnya media ini yang harus terdepan, sehingga saya sampai seperti ini menjadi viral. Rekan rekan media jangan lupa bersedekah dengan anak anak yatim piatu. Dan saya sangat mendukung adanya aliansi wartawan Medan Utara atas program program yang ingin di rencanakan. Selamat atas terbentuknya organisasi ini agar lebih solid dan kompak.
Dan Yonmarhanlan I Belawan Mayor Farick, juga memberikan kata sambutannya. Ia (Farick) mengatakan. Sangat luar biasa dengan kelompok awan Mera bisa membuat program yang ingin di buatnya. Intinya saya sebagai Dan Yonmarhanlan I Belawan sangat mendukung dengan kelompok awan Mera ini.
Saya hormati Kapolres Belawan AKBP Ikhwan dan seluruh pengurus Aliansi wartawan Medan Utara. Saya hanya pesankan jadilah jurnalis sinergitas dan buatlah pemberitaan yang berimbang. Dan kedepannya kita akan kerja sama tentang lingkungan hidup," ucap Thomson A Hutahean selaku penasehat hukum Aliansi Wartawan Medan Utara.
Kata sambutan dari pembina awan Mera, Ir H. Erwin Afrizal. Terbentuknya Aliansi Awan Mera ini bagi kami suatu gerakan yang positif, kita lihat di Belawan ini sekarang sudah banyak berubah semenjak masuknya Kapolres Belawan AKBP Ikhwan. Kami tetap mendukung kinerja Kapolres Belawan.
Saya bisa sampaikan sebelumnya. Membuat berita kita renungkan dulu agar menjadi berita sinergitas dan berimbang. Dan jangan membuat berita yang hoax karena bahkan menjadi dampak yang negatif karena berita tersebut. Saya juga sangat terkesan kepada bapak Kapolres sudah membuat kesan yang positif di wilayah hukumnya, seperti bersedekah kepada anak yatim piatu setiap hari juma'at," ucap Sabam Manalu selaku Pembina.
Dari pantauan awak media di lokasi acara, para pengurus Aliansi tersebut membagikan tali asih ke puluhan anak yatim piatu dari berbagai agama.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan, Kasi Intel Kajari Belawan, Camat Medan Belawan, Mewakili Kapolsek Belawan Iptu Alexander, Perwakilan dari Syahbandar, Dan Yonmarhanlan I Belawan, Puluhan Anak Yatim Piatu dan seluruh rekan media. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC- Sebanyak 2001 kepala lingkungan (Kepling) se-Kota Medan mengikuti Pembinaan Mental, Disiplin dan Etos Kerja di Asrama Haji Medan, Senin (2/12/2019). Tujuan dari kegiatan ini untuk menciptakan Kepling yang bermental baja, tangguh dan handal di lapangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta sebagai garda terdepan yang langsung bertemu dengan guna menginformasikan program-program Pemerintahan Kota Medan.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi serta ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan 4 orang kepling serta pemberian tumbler (botol minum).

Pada kesempatan tersebut, Plt Wali Kota juga memberikan reward kepada Kepling yang lingkungannya berhasil mengumpulkan PBB diatas 100 persen. Lingkungan tersebut yakni  Lingkungan 8 Kelurahan Merdeka Kecamatan Medan Baru, Lingkungan 12 Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Barat, Kelurahan Bantan Kecamatan Medan tembung, Lingkungan 15 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, Lingkungan 4 Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur , Lingkungan 3 kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan.

Selanjutnya, Lingkungan 5 Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru, Lingkungan 4 Kelurahan Simpang Tanjung Kecamatan Medan Sunggal, Lingkungan 15 Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai, Lingkungan 2 Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun, Lingkungan 15 Kelurahan Sei Sikambing Kecamatan Medan Sunggal, Lingkungan 4 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan, Lingkungan 6 Kelurahan Sidorame Kecamatan Medan Perjuangan, dan Lingkungan 2 Kelurahan Harjosari Kecamatan Medan Amplas.

Dalam sambutannya, Akhyar mengatakan bahwa betapa pentingnya para Kepling mengikuti kegiatan ini. Sebab, seluruh Kepling haruslah memiliki pandangan yang sama dalam melayani masyarakat serta pengambilan keputusan yang haus memiliki garis lurus kedepan. “Kegiatan ini sangat perlu dilakukan, karena seluruh aparatur Pemko Medan harus memiliki satu pandangan yang sama dari mulai membuat keputusan, membuat kebijakan sampai ketingkat pelaksanaannya harus berada didalam satu garis pandangan dan tindakan yang sama,” kata Akhyar.

Maka dari itu, Akhyar menegaskan kepada para Kepling agar menyampaikan program yang tengah dilakukan Pemko Medan kepada masyarakat yakni untuk selalu menjaga kebersihan dilingkungan sekitar. Ia juga mengataka bahwa bersih itu dimulai dari diri sendiri tidak bergantung kepada siapapun. “Kenapa harus bersih terlebih dahulu. Karena bersih dimulai dari diri kita masing-masing, tidak bergantung kepada siapapun. Jika menjaga kebersihan saja tidak bisa kita lakukan, maka tidak mungkin kita mampu mengerjakan pekerjaan yang luar biasa lainnya,” tegas Akhyar.

“Saya minta Camat setempat untuk mengecek pekerjaan Kepling, jika masih ada sampah yang tidak diwadahi maka Surat Keputusan (SK) Kepling  jangan diperpanjang. Tugas Kepling untuk menggerakkan masyarakat supaya mewadahi sampah sehingga sampah yang ada tidak berserakan. Hal tersebut juga membantu memudahkan tugas kebersihan untuk mengangkut sampah yang ada,” ungkap AKhyar.

Sebelumnya, Asisten Pemerintaha dan Sosial Setda Kota Medan Musaddad Nasution dalam laporannya menjelaskan, peserta kegiatan ini merupaka seluruh kepling di Kota Medan yang berjumlah 2001 orang. Selanjutnya kepling dibagi dalam 4 angkatan, setiap angkatan berjumlah 500 kepling. Sedangkan yang menjadi narasumber adalah BNN Provinsi Sumut sebanyak 3 orang, Universitas Sumatera Utara sebanyak 3 orang, Polrestabes Medan berjumlah 5 orang, Kodim 0201/BS berjumlah 10 orang, profesional training berjumlah, 3 orang. (Kinoi)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.