MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Toba 2019 di Mapolda Sumut, Jumat (24/5/2019). Rapat yang digelar jajaran Polda Sumut ini dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H di Sumut. Selain faktor keamanan, masalah ketersediaan bahan kebutuhan pokok juga menjadi pembahasan dalam rapat tersebut.

Rapat dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto dan Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) III Medan Marsma TNI Djohn Amarul. Selain Wali Kota, rapat juga dihadiri unsur TNI-Polri serta instansi dan pimpinan BUMN terkait.

Wakapolda Sumut dalam sambutannya mengatakan, tujuan rapat digelar untuk menguatkan sinergitas, persepsi serta tindakan dalam melakukan pengamanan serta memastikan ketersediaan  bahan kebutuhan pokok terjamin saat Hari Raya Idul Fitri maupun pasca lebaran. Untuk itu, perlu adanya persiapan diberbagai sektor sehingga seluruh masyarakat, khususnya umat Muslim dapat merayakan Hari Raya dengan tenang dan nyaman.

‘’Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H, kita harus memastikan bahwa situasi dan kondisi serta kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat selama lebaran harus dipastikan aman dan mencukupi. Untuk itu, melalui rapat koordinasi ini, kiranya kita lebih meningkatkan sinergitas agar kenyamanan dapat dirasakan seluruh masyarakat, khususnya umat Muslim dalam merayakan Idul Fitri,’’ kata Wakapolda Sumut.

Menyikapi kondisi Sumut, termasuk Kota Medan yang banyak diwarnai aksi demo, terlebih pasca pengumuman Pemilu 2019, Wakapolda juga mengimbau dan mengajak seluruh pihak untuk reaktif serta berperan serta dalam menciptakan kondisi yang aman dan nyaman. Terlebih, dengan tidak mudah terprovokasi berbagai isu maupun berita yang banyak beredar dan belum tentu kebenarannya.

‘’Saat ini wilayah kita masih diwarnai sejumlah aksi pasca Pemilu 2019. Kami mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi menciptakan kekondusifan di Sumut. Tujuannya agar kita semua dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan aman dan lancar, terlebih bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dan akan merayakan Idul Fitri mendatang,’’ harapnya.

Sementara itu Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengapresiasi digelarnya rapat koordinasi tersebut. Sebab, melalui rapat dapat diketahui sejauh mana persiapan seluruh stakeholderterkait dalam mempersiapkan pengamanan serta kebutuhan bagi masyarakat Sumut, khususnya warga Kota Medan sehingga merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H dengan penuh kegembiraan.

‘’Melalui rapat koordinasi ini, kita dapat sama-sama mengetahui sekaligus meningkatkan sinergi guna memastikan kondisi dan kebutuhan masyarakat terjamin  aman dan mencukupi saat merayakan lebaran. Oleh karenanya, saya mengimbau seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan untuk bekerja sesuai tupoksi masing-masing dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, khususnya ketersediaan bahan pokok,’’ papar Wali Kota.

Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini diisi dengan sejumlah pemaparan dari berbagi BUMN terkait, diantaranya PT Pelindo, PT KAI, PT Pertamina, PT PLN Wilayah Sumut dan instansi pemerintahan terkait lainnya. Turut hadir mendampingi Wali Kota Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan dan Kadishub Iswar Lubis. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menjadikan bulan suci Ramadhan 1440 H  sebagai momentum membangun jembatan hati dan meningkatkan tali silaturahmi dengan masyarakat melalui Safari Ramadhan.  Kehadiran Wali Kota bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan itu diharapkan dapat melahirkan rasa kebersamaan sehingga seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemko Medan mendapat dukungan penuh masyarakat.

Kamis (23/5/2019), Wali Kota melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Al Ikhlas  di Jalan Pasar Lama Lk 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Dihadapan ratusan masyarakat dan jamaah yang hadir, Wali Kota kembali mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen mendukung pembangunan.

Dikatakan Wali Kota, pembangunan yang telah diprogram dan dilaksanakan Pemko Medan saat ini tidak dapat berjalan dengan baik  dan sesuai harapan tanpa dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. “Sekecil apapun dukungan dan partisipasi yang diberikan masyarakat tentunya sangat berarti dalam mendukung keberhasilan pembangunan,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, dukungan itu dapat diwujudkan warga dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing dan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian mengaktifkan kembali  sistem keamanan lingkungan (siskamling). Wali Kota menegaskan, siskamling harus ada di setiap lingkungan.

“Saya minta  siskamling yang diaktifkan itu itu bukan hanya sekadar jaga malam bergiliran. Lebih dari itu adalah bagaimana menumbuhkan soliditas masyarakat dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan di wilayah tempat tinggalnya. Di samping itu, kepala lingkungan juga harus mengenal warga dan lingkungannya serta dinamika yang terjadi di masyarakat," kata Wali Kota.

Selanjutnya Wali Kota mengajak dan mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga dan mengawasi anggota keluarganya dengan ketat agar tidak terjerumus dengan narkoba. "Mari kita jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum  untuk bentengi keluarga kita dengan iman yang kuat sehingga tidak terlibat dengan narkoba,” pesannya.

Memungkasi sambutannya, Wali Kota tak lupa berpesan agar umat Muslim Kota Medan, terutama di Kecamatan Medan Labuhan  agar memanfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Di samping itu meningkatkan rasa peduli terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam kekurangan serta belomba-lomba dalam berbuat amal baik. "Semoga di akhir Ramadan nanti kita sekalian menjadi pemenang," harapnya.

Acara Safari Ramadhan dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Sebelum berbuka, Wali Kota memberikan santunan kepada anak yatim serta bantuan sebesar Rp.40 juta untuk kemakmuran Masjid Al Ikhlas. Setelah itu dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Al Ustadz Dr H Ahmad Zuhri LC MA, Shalat Maghrib berjamaah dan makan malam bersama.

Sementara itu di waktu yang sama, Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi juga melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Nurul Muslimin Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun. Di saksikan ratusan warga dan jamaah, Wakil Wali Kota juga menyerahkan bantuan sebesar Rp.40 juta kepada BKM Masjid Nurul Muslimin serta memberikan santunan anak yatim.

Sedangkan Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM melaksanakan Safari Ramadhan di Kantor Camat Medan Polonia. Selain buka puasa bersama, Safari Ramadhan juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sebesar Rp.40 juta untuk membantu biaya pembangunan Masjid Summanul Huda serta memberikan santuan kepada anak yatim. (mar) 
Share Berita

Gubsu Edy Rahmayadi berbuka puasa bersama insan pers.
MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi percaya bahwa insan pers memiliki peran yang sangat penting untuk membantu pembangunan Sumut. Untuk itu, dirinya miliki harapan besar kepada para wartawan untuk berpartisipasi dalam pembangunan lewat peran masing-masing, khususnya yang menyangkut kesejahteraan rakyat.

“Banyak itu masyarakat kita di daerah yang kritis karena sakit tapi banyak yang tidak tahu. Bagaimana kita mau bantu kalau tidak tahu, coba kalian beritakan itu. Beritakan kesulitan-kesulitan yang dirasakan rakyat kita, biar lebih sejahtera masyarakat kita,” ujar Gubernur saat silaturahmi buka puasa bersama  insan pers, di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (24/5/2019).

Gubernur kemudian meyakinkan para wartawan bahwa dirinya akan selalu terbuka dan jujur apabila diminta untuk memberikan informasi, selama informasi tersebut tidak bersifat sensitif dan mengganggu usaha-usaha pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Hanya saja, saya berharap agar kalian bisa memahami gaya bahasa dan komunikasi saya, begini lah saya, terima saya apa adanya,” katanya.

Edy Rahmayadi mengaku, ada banyak hal yang ingin dirinya bagi dengan wartawan terkait hal-hal yang berhubungan dengan Sumut. Dengan harapan, wartawan akan membantu membagikan informasi tersebut secara benar ke tengah masyarakat dan pada akhirnya bisa memberikan solusi dan membantu percepatan pembangunan Sumut.

Edy Rahmayadi kemudian mengingatkan bahwa Rumah Dinas Gubernur merupakan Istana Masyarakat Sumut. Siapapun bebas masuk atau datang untuk bersilaturahmi, termasuk para wartawan. “Selama dengan cara yang benar, pasti kita terima,” tuturnya.

Acara Buka Puasa Bersama diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan mendengarkan tausiyah menunggu berbuka. Usai berbuka, dilanjutkan dengan Salat Magrib berjamaah dan makan malam bersama.

Sebelum memasuki waktu Salat Isya, para wartawan menyempatkan beramah tamah dengan Gubernur. Sembari berbincang-bincang, sesekali para wartawan juga menyempatkan untuk melakukan wawancara terkait hal-hal berkembang yang terjadi di Sumut.

Turut hadir tokoh pers Sumut HM Yazid, Ketua PWI Sumut Hermansjah SE, para pemimpin redaksi,  sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut dan ratusan wartawan. **

FOTO

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi buka puasa bersama dengan Insan Pers di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Jalan Sudirman Medan, Jumat (24/5/2019). Gubernur percaya bahwa insan pers memiliki peran yang sangat penting untuk membantu pembangunan Sumut. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)
Share Berita





MEDAN, POC - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menemui belasan pendemo yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (24/5/2019). Menjawab tuntutan terkait kebijakan mutasi pejabat, Gubernur menjelaskan bahwa proses assessment berjalan selektif.

















Dalam tuntutannya, mahasiswa mempertanyakan pengambilan keputusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terkait pelantikan pejabat Eselon II, sekaligus mutasi dan evaluasi posisi jabatan yang mereka sebut ‘non job’. Menurut mereka, beberapa nama yang diangkat sebagai pimpinan OPD di jajaran Pemprov Sumut diduga bermasalah, meskipun tidak dijelaskan secara rinci oleh mahasiswa.

Begitu juga soal assessment yang dijalankan dengan mendatangkan para ahli (profesor) guna menyeleksi para pejabat agar sesuai antara kemampuan dengan jabatan yang akan diemban. Mahasiswa juga mempertanyakan prosesnya, mengingat hal itu dilakukan melibatkan pihak akademisi.

Menjawab itu, Gubernur menegaskan bahwa tuntutan mahasiswa terkait pejabat yang diduga bermasalah, dirinya meminta kepastian dan bukti. Sebab jika tidak, maka tuduhan yang tidak mendasar bisa juga berimplikasi hukum sebagai pencemaran nama baik.

“Ini kita pakai hukum positif. Tidak bisa kita menuduh begitu saja. Kalau memang ada bukti, laporkan ke saya, langsung kita proses, penjarakan dia. Tetapi jangan asal tuduh dan katanya saja,” sebut Gubernur, saat menerima pengunjukrasa di Ruang Wartawan (Press Room), Kantor Gubernur Sumut.

Sementara, soal assessment atau proses seleksi para pejabat sebelum diambil keputusan mutasi atau promosi jabatan, Gubernur juga menegaskan bahwa hal itu berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Dicontohkannya seperti membentuk panitia seleksi (pansel), melibatkan para guru besar (akademisi) dari berbagai kampus dengan disiplin ilmu masing-masing.

“Yang seleksi itu bukan saya, ada guru besar/profesor yang menilai dan menyeleksi. Jadi bukan saya yang seleksi. Tetapi memang assessment itu untuk saya (Gubernur),” tegas Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah.

Dari pansel tersebut lanjut Gubernur, dipilih beberapa nama sesuai peringkat masing-masing. Adapun hasilnya mengeluarkan peringkat untuk satu jabatan tertentu. Pun begitu, dirinya menjelaskan bahwa sebagian besar yang terpilih adalah yang menempati peringkat pertama. Sebab ada kriteria yang dipilihnya.

“Yang pertama itu intelektual, kemudian psikologis. Jadi kalaupun intelek (cerdas), kita lihat tabiatnya. Yang jelas, hampir semua yang peringkat satu itu saya pilih,” jelas Edy.

Sementara selain tuntutan tersebut, perwakilan mahasiswa yang disampaikan Fauzi (ITM) bahwa mereka mendukung upaya Gubernur-Wakil Gubernur menjadikan Sumut Bermartabat. Sehingga seluruh jajaran OPD harus diisi oleh orang yang berkompeten dan bersih.

“Kami mendukung pemerintahan ini melalui pengumpulan seribu tandatangan, agar bisa terwujud Sumut bermartabat,” ujar Fauzi, yang selanjutnya membubarkan diri bersama belasan rekannya yang lain.

Turut hadir pada kesempatan itu Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kaiman Turnip, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Anthony Siahaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zonny Waldi, dan Plt Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Mhd Fitriyus. (mar)
Share Berita


MEDAN - Beredarnya video running teks yang menghina Presiden Republik Indonesia Ir. H.Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarno Putri di SPBU Pasar 3, Rengas Pulau, Medan Marelan mendapat kecaman keras dari Ketua Seknas Jokowi, Alamsyah Hamdani, SH.
"Kita menyesali dan mengutuk keras perbuatan tersebut. Kami minta pihak Kepolisian untuk segera mengusut dan menangkap pelaku agar segera diadili," ujar Ketua Seknas Jokowi, Alamsyah Hamdani yang juga Ketua BBH Sumut PDI Perjuangan.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Alam menghimbau kepada kader-kader PDI Perjuangan untuk menyerahkan penuh persoalan ini kepada aparat Kepolisian.

"Kepada kader PDI Perjuangan dan masyarakat yang "panas hati" melihat kejadian ini, diharap menyerahkan penuh persoalan ini kepada aparat kepolisian. Kita tidak boleh main hakim sendiri. Percayalah, aparat kepolisian pasti bisa mengungkap kasus ini," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Medan Marelan mendadak heboh, pasalnya beredar video running teks yang menghina Presiden Republik Indonesia Ir. H.Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarno Putri.

Hinaan tersebut di sebuah To Time Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Pasar 3, Rengas Pulau, Medan Marelan, Jumat (24/05/2019). Akibat kejadian itu, warga yang sempat merasa resah dengan Runing Teks tersebut yang dinilai dapat memicu konflik.

Robi Selaku kepala MOR 1 Pertamina UPMS 1 Medan yang ditemui dilokasi membenarkan kejadian tersebut kalau vidio yang meresahkan tersebut berasal dari SPBU 14.202.1141.

"Iya benar memang benar kejadian tersebut, saat ini tim IT Pertamina juga sedang melakukan pengecekan atas kejadian tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut diucapkan Robi, kejadian tersebut diketahui berawal saat,Kamis (23/5/2019) malam sekitar pukul 9.30 Wib petugas security dan petugas SPBU melakukan pergantian shif.

"Karyawan pas waktu kejadian lagi didalam kantor melakukan serah terima, saat rapat tersebut tim sekurity mendengar suara rame- rame dan melihat keluar. Saat dilihat, di To Time yang semestinya bertuliskan harga BBM berubah menjadi tulisan kalimat- kalimat ujaran kebencian," cetus pria berkaca mata ini.

Melihat kejadian tersebut, tim keamanan langsung berkordinasi dengan pengawas SPBU dan langsung mematikan To Tim tersebut.

"Tim langsung mematikan To Tim tersebut, dan melaporkan kejadian tersebut ke Pertamina. Kalau kontrol To Tim ini tidak berada di sini melainkan di Medan, karena pihaknya bekerja sama dengan provider lain. Saat ini, pihak pertamina telah menyerahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan yang ditemui diruangnya mengatakan, masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. "Masih kita lidik, belum kita simpulkan," ucapnya singkat. (Rom)

Share Berita


MARELAN - Warga Medan Marelan mendadak heboh, pasalnya beredar video runnig teks yang menghina Presiden Republik Indonesia Ir. H.Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarno Putri.
Hinaan tersebut di sebuah To Time Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Pasar 3, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, jumat (24/05/2019).

Akibat kejadian itu, warga yang sempat merasa resah dengan Runing Teks tersebut yang dinilai memicu konflik.
Pengamatan wartawan dilokasi, sejumlah petugas Pertamina dan pihak kepolisian telah melakukan peninjauan dilokasi.

Robi Selaku kepala MOR 1 Pertamina UPMS 1 Medan yang ditemui dilokasi membenarkan kejadian tersebut kalau vidio yang meresahkan tersebut berasal dari SPBU 14.202.1141.

"Iya benar memang benar kejadian tersebut, saat ini tim IT Pertamina juga sedang melakukan pengecekan atas kejadian tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut diucapkan Robi, kejadian tersebut diketahui berawal saat,Kamis (23/5/2019) malam sekitar pukul 9.30 Wib petugas security dan petugas SPBU melakukan pergantian shif.

"Karyawan pas waktu kejadian lagi didalam kantor melakuka serah terimah, saat rapat tersebut tim sekurity mendengar suara rame- rame dan melihat keluar. Saat dilihat, di To Time yang semestinya bertuliskan harga BBM berubah menjadi tulisan kalimat- kalimat ujaran kebencian," cetus pria berkaca mata ini.

Melihat kejadian tersebut, tim keamanan langsung berkordinasi dengan pengawas SPBU dan langsung mematikan To Tim tersebut.

"Tim langsung mematikan To Tim tersebut, dan melaporkan kejadian tersebut ke Pertamina. Kalau kontrol To Tim ini tidak berada di sini melainkan di Medan, karena pihaknya bekerja sama dengan provider lain," ujarnya.

"Saat ini, pihak pertamina telah menyerahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib," tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan yang ditemui diruangnya mengatakan, masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. "Masih kita lidik, belum kita simpulkan," ucapnya singkat. (Kinoi)

Share Berita

HAMPARAN PERAK, POC - Warga hamparan perak, Dusun VIII, Pasar III, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak dihebohkan dengan penemuan sesosok orok bayi yang sudah membusuk berjenis kelamin laki-laki, Jumat (24/5/2019).

Menurut keterangan Saksi, Salma (44) mengatakan, mereka hendak bekerja melakukan perawatan tanaman Tebu di areal Perkebunan Tebu PTPN 2 bersama dengan rekan rekannya," kata Salma.

Sambungnya, karena mencium bau aroma yang tidak enak dan mencari tau dari mana asal bau  tersebut, Emy (39) bersama Salma menemukan mayat bayi yang sudah membusuk terletak di areal perkebunan tersebut tempat lokasi saksi dan rekan rekannya bekerja," ucap rekan-rekan saksi.

Mengetahui hal tersebut, para saksi melaporkan kepada Danton Securiti Perkebunan PTPN 2. Dan selanjutnya pihak securiti kebun PTPN 2 melaporkan peristiwa penemuan Mayat tersebut ke Polsek Hamparan Perak.

Atas laporan tersebut Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak yang dipimpin Oleh Kanit Reskrim IPTU Karya Tarigan dan Panit Reskrim IPDA J Siagian bersama Piket Fungsi bergerak cepat untuk Cek TKP dan Olah TKP.

Kapolsek Hamparan Perak Kompol Azuar saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya laporan dari warga perihal penemuan sesosok orok bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. (Kinoi)
Share Berita

POLDASU -  Belasan massa yang menamakan diri dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independent Peduli Aset Negara (DPP LIPAN) melakukan aksi demo di Mako Poldasu, Kamis (23/5/2019).

Adapun maksud kedatangan mereka adalah meminta kepada Polda Sumatera Utara agar segera memproses secara hukum perusahaan PT. PJLU yang diduga melakukan penggelapan pajak.

"Kami meminta Polda Sumatera Utara untuk segera menangkap aktor intelektual dalam dugaan penggelapan pajak PT. PJLU," ujar orator yang juga koordinator aksi Andre Syahputra.

Andre menambahkan, ada dugaan penggelapan pajak oleh perusahaan PT. PJLU di Kabupaten Labura, Kecamatan NA IX-X yaitu dugaan penggelapan pajak perusahaan dari hasil penjualan CPO Inti dan Cangkang.

"Kuat dugaan kami bahwa pihak PT. PPJLU tidak bekerja sendirian. Adanya dugaan keterlibatan oknum pemungut pajak dalam dugaan penggelapan pajak oleh PT. PJLU. Dikhawatirkan akan berdampak yang signifikan terhadap pembangunan serta PAD," tegasnya.

Andre juga berharap Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara agar segera memanggil dan memeriksa Pimpinan PT. PJLU, Kabupaten Labura, Kecamatan NA IX-X terkait dugaan penggelapan pajak perusahaan dari hasil penjualan CPO Inti dan Cangkang.

Kita juga meminta Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatera Utara agar segera mengevaluasi kinerja instansi perbajakan yang ada di Labuhan Batu Utara karena kami duga ada main mata antara oknum pemungut pajak dengan PT. PJLU," harapnya mengakhiri.

Dari pantauan wartawan, terlihat aksi berjalan damai dan setelah beberapa waktu melakukan aksi, akhirnya massa membubarkan diri. (Red)
Share Berita

MEDAN - "Selamat Datang di Museum Pasar Tradisional Pasar Sukaramai", itulah sepenggal isi spanduk bentuk kekesalan pedagang terhadap Pemko Medan. Saat ini, Pasar Sukaramai  kondisinya kian memprihatinkan. Satu persatu pedagang mulai gulung tikar lantaran sepinya pegunjung. Diperparah lagi dengan berdirinya pasar liar di Jalan Akik, Sukaramai 2, Medan Area yang berada tepat disamping gedung pasar Sukaramai, Kamis (23/5/2019).

Ironisnya, Pasar Sukaramai yang telah berjalan selama 5 tahun ini nyaris tanpa perhatian dari pihak Pemerintah Kota Medan. Terlebih lagi, dari berdirinya pasar ini belum pernah diresmikan oleh Walikota Medan.

"Semuanya ada 460 kios bang, namun hanya berisi 114 kios. Untuk mengambil kios disini, biayanya mencekik leher, harga basement Rp 60 Juta, lantai I Rp 80 Juta dan lantai 2 Rp 75 Juta. Terpaksa untuk mengambil kios tersebut para pedagang mengambil pinjaman di Bank BRI. Namun dikarenakan omset penjualanannya sudah tidak bisa menafkahi keluarga, banyak para pedagang  terpaksa harus menutup kios dan mencari pekerjaan lain untuk menutupi hutang," ujar Komisariat Pasar Sukaramai, Kamal Tanjung didampingi Humas Appsindo.
Kondisi Pasar Sukaramai yang Kumuh
Permasalahan ini sudah kami sampaikan kepada PD Pasar, Pemko Medan, namun tidak pernah ada tindakan dari instansi terkait. "Permasalahan ini juga sudah kita RDP kan namun tidak mendapat jalan keluarnya," terang Kamal.

Lanjutnya, Kamal berharap Walikota Medan untuk segera meresmikan pasar Sukaramai dan meminta pertanggung jawaban Walikota Medan dimana pasar ini sudah menjadi "museum".

Dilokasi yang sama, ketika dikonfirmasi, Kacab I PD Pasar, Rizal Lubis yang mengkelola Pusat Pasar, Pasar Bakti, Sukaramai dan Pasar Halat membenarkan bahwa belum pernah ada peresmian untuk pasar Sukaramai.

"Kami dari PD Pasar sudah melaporkan permasalahan ke Pemko Medan namun belom ada tindakan. Semuanya keputusan disana. Memang kalo peresmian belum pernah," ujarnya.
Rizal Lubis, Kacab I PD Pasar bersama para pedagang dan Humas Appsindo
Humas Appsindo, Dedi Harvisyahari yang berada dilokasi menambahkan bahwa penyebab utama hancurnya penjualanan di Pasar Sukaramai adalah berdirinya Pasar Liar di Jalan Akik yang berada tepat disamping Pasar Sukaramai.

"Itu pasar liar, menggunakan fasilitas umum, itu dulunya Jalan Akik namun dijadikan pasar oleh oknum tertentu, akibatnya tidak ada masyarakat yang belanja di pasar Sukaramai. Dimana tindakan dari Pemko Medan?," tanyanya terlihat kesal.

Dedi menambahkan, ia berencana akan  menggugat Pemko Medan terkait Pasar liar di Jalan Akik yang statusnya tidk jelas.

"Ini fasilitas umum kok dijadikan pasar. Bertahun-tahun tidak menghasilkan PAD untuk Pemko Medan mengapa dibiarkan. Inspektorat harus turun kemari. Aset Pemko sendiri kok terbengkalai. Jangan sibuk mengurus 75 kios di Pusat Pasar," tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini lokasi pasar Sukaramai sangat-sangat memprihatinkan dikarenakan Pasar Sukaramai saat ini dijadikan tempat maksiat.

"Lihatlah lokasi ini kondisinya memprihatinkan, pasar ini dijadikan tempat mesum, nyabu, buang hajat," jelas Dedi.

Sebagai bentuk kekesalan pedagang, kita menganggap lokasi Pasar Sukaramai layak disebut sebagai Museum Pasar. "Saya harap Walikota Medan bertanggung jawab atas penderitaan para pedagang," tegasnya.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat para pedagang memasang spanduk sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kinerja Pemko Medan yang menyengsarakan pedagang.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp, Sekda Pemko Medan, Wirya tidak membalas konfirmasi wartawan. (Jh)
Share Berita

BELAWAN, POC- Jadikan Ramadhan sebagai sarana peningkatan amal ibadah, sedekah serta silaturahmi hingga nantinya di hari yang fitri kita benar-benar menjadi manusia yang bersih dan suci.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan serta staf dan bhayangkari Polres Belawan menyita perhatian pengendara saat membagikan takjil yang melintasi.

Pembagian dilakukan di simpang tiga Pos Kota Belawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (21/5/2019).

Dengan adanya aksi bagi-bagi takjil tersebut, pengendara bisa lebih mengingat estimasi rencana perjalanan selama bulan puasa ini.

"Diharapkan dengan adanya pembagian takjil, pengendara yang tidak sempat membawa persiapan berbuka puasa tetap bisa menunaikan ibadah dengan tenang dan tepat waktu," harap Kapolres.

Sambungnya, “Alhamdulillah melihat senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat yang menerima takjil dari kita, memperlihatkan bahwa kegiatan kita ini dapat diterima oleh masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat yang ada di lokasi pembagian takjil untuk bersama ciptakan situasi agar selalu kondusif, hormati sesama pengguna jalan " tandas Ikhwan. (Kinoi)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.