MEDAN - Ratusan warga yang menamankan diri Aliansi Masyarakat Peduli Proses Hukum Sumatera Utara (AMPPH) Sumut mendemo Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut. Adapun kedatangannya adalah meminta Gakumdu untuk segera memproses laporan terhadap politisi Gerindra, Raden Romo Syafii ke tingkat penyidikan.

Hal ini disampaikan oleh orator aksi, Hendri Adi SH. Ia mengatakan bahwa penegakkan hukum harus segera dilaksanakan mengingat apa yang dilakukan oleh politisi Gerindra tersebut mencoreng marwah penyelenggara pemilu  dan institusi penegak hukum.

"Bahwa yang dilakukan oleh politisi Gerindra pada saat apel siaga di depan mesjid Raya Al Mashun, Jumat (22/2/2019) lalu adalah bentuk pidana pemilu dimana yang bersangkutan telah melakukan kampanye terselubung yang menguntungkan salah satu paslon. Selain itu, kegiatan itu juga diduga menghadirkan masyarakat untuk mendiskreditkan lembaga negara dan institusi negara," ujarnya dalam orasi.

Hendri meminta Bawaslu agar tidak takut intervensi dari pihak manapun yang saat ini mencoba melakukan tekanan terhadap tindak lanjut kasus hukum yang melibatkan politisi Gerindra tersebut.

"Kami menilai bahwa beliau diduga telah melakukan upaya-upaya memprovokasi terhadap masyarakat Sumut dengan menghasut masyarakat untuk tidak mempercayai penyelenggara pemilu dan pihak kepolisian terkait adanya pelanggaran-pelanggaran yang dituduhkan kepada pihak Kepolisian dan penyelenggara pemilu lainnya," tegasnya.

Adapun aksi ini merupakan dukungan kepada Bawaslu, selaku Gakumdu untuk segera memproses Romo Syafii yang merupakan anggota DPR RI Komisi 3.

"Kami meminta masyarakat Sumut untuk menghormati proses pemilu saat ini yang dilaksanakan secara damai dan secara kondusifitas, tidak memecah belah ditengah-tengah masyarakat Sumut khususnya dengan menggunakan nama agama, seolah-olah didukung ulama. Pada prinsipnya, kami menganggap pemilu adalah pesta demokrasi rakyat yang dilaksanakan secara gembira," terang Hendri didampingi massa lainnya.

Dalam orasinya, Hendri mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan hasutan yang mencederai dan memecah belah masyarakat.

"Kami menghimbau kepada masyarakat Sumut jangan mau terprovokasi dengan hasutan yang mencederai dan akan memecah belah. Mari laksanakan pemilu 2019 dengan santun dan bermartabat," harapnya mengakhiri.

Setelah sejam berorasi, terlihat perwakilan massa diterima oleh Humas Bawaslu. Dan akhirnya, aksi pun bubar dengan aman. (Rel/red)
Share Berita

MEDAN, POC - Anggota DPRD Medan, Zulkifli Lubis meminta Pemerintah Kota Medan segera menerbitkan peraturan walikota (perwal) sebagai payung hukum untuk Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 05 Tahun 2014 Tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

"Saat ini generasi kita sudah krisis akhlak, kita harus sama-sama meminta pada Pemko Medan agar segera menerbitkan perwal untuk menerapkan perda wajib belajar MDTA," ujar Zulkifli Lubis pada sosialisasi perda No 5 Tahun 2014 Tentang Wajib Belajar Madrasah Dininiyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), di Jalan Teratai, Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Senin (25/3/2019).

Zulkifli juga meminta, agar Pemko Medan terus memfasilitasi penerapan perda MDTA. Hal ini tergambar dari banyaknya pengurus MDTA dan orang tua santri yang tidak memahami pelaksanaan MDTA.

“Apalagi Perda MDTA ini telah disahkan 4 tahun lebih dan belum diberlakukan sampai sekarang. Warga sangat membutuhkan agar perda ini segera diterapkan, karena saat ini di sekolah pelajaran Agama Islam hanya 90 menit seminggu yang dirasa tidak cukup. Jadi butuh sarana untuk mendapatkan jam pendidikan agama yang khusus mempelajari agama dan Al-Quran,” ungkap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Dijelaskannya, pengertian Perda MDTA ini adalah pendidikan agama Islam non formal yang menjadi pelengkap pendidikan agama anak. “Salah satu tujuannya adalah agar MDTA ini menjadi penambah pengetahuan agama anak-anak di Sekolah Dasar,” jelas Zulkifli Lubis yang kembali maju pada Pileg 2019 dari Dapil I meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah.

Dipaparkan, Perda No 5 Tahun 2014 Tentang MDTA terdiri XIII BAB dan 28 Pasal. Dalam Pasal 28 disebutkan Perda ini dimulai berlaku pada 1 Juni 2018. Dalam Pasal 3 disebutkan MDTA sebagai satuan pendidikan agama Islam non formal. Sedangkan Pasal 4 dikatakan Wajib Belajar MDTA berfungsi untuk memenuhi kebutuhan tambahan pendidikan agama Islam di SD sederajat kecuali SD Islam terpadu. Perda bertujuan memberikan bekal kemampuan beragama kepada peserta didik mengembangkan kehidupan berahklak mulia. MDTA diselenggarakan dengan masa belajar 4 tahun.

Dalam Pasal 9 disebutkan, tenaga pendidik MDTA adalah anggota masyarakat yang mempunyai kompetensi mengajar peserta didik yang diangkat penyelenggara pendidikan. Sedangkan pengangkatan tenaga pendidik harus memiliki kompetensi dan ilmu mendidik.

Sedangkan Pasal 10 disebutkan beberapa kewajiban bagi tenaga pendidik. Begitu juga tenaga pendidik mempunyai hak seperti memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial, menggunakan sarana, prasarana dan fasilitas pendidikan dalam melaksanakan tugasnya.

“Makanya, saya berharap Wali Kota Medan segera menerbitkan perwal dimaksud agar anak-anak bisa belajar Al-Quran. Saya juga berharap masyarakat mau mendesak perda ini segera diberlakukan,” tandas Zulkifli yang duduk di Komisi C DPRD Medan.

Di akhir acara, Zulkifli Lubis didampingi istri berkesempatan menyerahkan cinderamata kepada warga yang menghadiri acara sosialisasi perda tersebut. (maria)
Share Berita

BELAWAN, POC -Polisi menggerebek arena judi adu ikan cupang di Jalan Mangaan IV Timur, Gang Rahayu, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli.

26 pejudi ikan cupang berhasil ditangkap Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, Senin (25/3/2019).

Tak hanya itu, para pemain ini terpaksa dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Pelabuhan Belawan karena terbukti melanggar pasal 303 KUHPIdana dengan ancaman 10 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Belawan AKP Jerico Lavian Chandra dalam siaran persnya menjelaskan, penangkapan terhadap pejudi tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat.

"Seluruh tersangka beserta barang bukti berupa sebuah spanduk kontes adu ikan, jam dinding, uang senilai Rp. 8.193.000, 15 ekor ikan cupang dan empat buah toples diamankan di Jalan Mangaan IV Timur Gang Rahayu Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli tanpa perlawanan," jelas orang nomor satu di Satreskrim Polres Belawan ini.

Selain itu, lanjut Jerico menyebutkan, berdasarkan penjelasan pelaku, kegiatan yang melanggar hukum tersebut telah berlangsung selama enam bulan. Bahkan, omzet adu ikan Cupang mencapai puluhan juta rupiah.

"Dari keterangan pelaku diketahui, taruhan judi ikan cupang ini hasilnya mencapai Rp. 8.193.000 rupiah," sebut Alumnus Akpol Tahun 2008 ini.

Salah seorang tersangka, ZK (33) mengatakan, judi ikan laga ini tak ubahnya seperti judi sabung ayam.

"Jadi permaiananya, ada salah satu dari ikan tersebut yang menyerah atau lari berarti ia yang kalah," ucap tersangka.

Pejudi ikan Cupang yang ditangkap masing-masing berinisial, KD (40), ZK (33), AK (34), SP (42),  MR (62), EH (44), RU (39), DG (29), DK (55), KH (53), KO (55), WS (53), BS (38), MA (25), SU (51), JS (24), LI (34), MR (30), BU (28), SU (41), DS (31), AH (65), TH (40), SU (36), PR (34), dan IS (29). (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC -Satreskrim Polres Belawan berhasil menciduk 32 tersangka dari 3 kasus kriminalitas  dalam tiga pekan terkahir di wilayah hukumnya.

Keberhasilan dalam mengungkap kasus kejahatan tersebut merupakan kerja keras Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dibawa pimpinan Kasat Reskrim AKP Jerico Lavian Chandra.

Sedangkan kasus yang dipaparkan tersebut terdiri dari perjudian Ikan Laga Cupang/ perjudian dindong, pencabulan dan terakhir pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Sementara para tersangka yang terlibat tindak pidana diantaranya dua puluh enam pelaku perjudian ikan cupang, lima orang pemain jackpot, dan satu pelaku pencabulan.

"Pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penyidikan dan dilakukan penangkapan terhadap para tersangka," ujar Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol Taryono Raharja didampingi Kasat Reskrim AKP Jerico Lavian Chandra dalam siaran persnya di Mapolres Pelabuhan Belawan, Senin (25/3/2019).

Selain itu, Alumnus Akpol Tahun 2003 ini menegaskan, pengungkapan itu juga merupakan atensi dari bapak Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis SH MH untuk mewujudkan kondusiftas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

"Ini merupakan instruksi dari Kapolres Belawan dalam menciptakan keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif," tegasnya.

Berkaitan dengan itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra menerangkan, para tersangka yang diciduk pihaknya merupakan hasil operasi cipta kondisi.

"Jadi, seluruh tersangka kita amankan dari hasil operasi cipta kondisi," terang orang nomor satu di Satreskrim Polres Belawan.

Tak hanya itu, lanjut Alumnus Akpol Tahun 2008 ini mengungkapkan, selain menciduk para begundal tersebut, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan.

"Dalam perjudian ikan cupang, kita berhasil mengamankan sebuah spanduk kontes adu ikan, sebuah jam, uang senilai Rp. 8.193.000, 15 ekor ikan laga cupang dan empat buah toples. Selajutnya, perjudian jackpot, satu unit mesin dindong beserta 10 koinnya. Terkahir, Curanmor untuk barang buktinya, satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul pelat BK 3992 XE, cincin emas 22 karat, gelang emas 2,1 gram dan uang pecahan Rp. 100 ribu sebanyak 4 lembar," ungkap AKP Jerico.

Jerico menambahkan, seluruh tersangka yang terlibat pidana kasus kriminalitas langsung dimasukan ke penjara Mapolres Belawan.

"Untuk para tersangka perjudian, kita jerat pasal 303 KHUPidana dengan ancaman 10 tahun penjara. Sedangkan para pelaku Curanmor dijerat pasal 363 KUHPidan dengan ancaman 5 tahun penjara. Terkahir, untuk pelaku pencabulan dijerat dengan Pasal 81 subs Pasal 82 UU RI Nomor 35/2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara," tandas mantan Kasubbag Munjab Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) ini. (Kinoi)
Share Berita

LABUHAN DELI, POC -Sebanyak 32 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Labuhan Deli mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Senin (25/03/2019)

Kegiatan pelatihan ketrampilan ini sangat penting untuk diberikan kepada  warga binaan Lapas/Rutan.

Pelatihan tersebut atas kerjasama dengan Balai Latihan Kerja dan Kementerian Tenaga Kerja. "Kegiatan kita hari ini yaitu pembukaan pelatihan servis refrigerasi AC dan juga listrik," ucap Nimrot Sihotang sebagai Karutan kelas II B Labuhan Deli.

Pihak dari Rutan tersebut akan memberikan modal kepada warga binaan ini dengan dana koperasi, atas perintah bapak Presiden RI Joko Widodo sehingga apa yang diharapkan oleh undang-undang Nomor 12 tentang Pemasyarakatan yaitu menciptakan manusia yang mandiri.

Dilaksanakannya dengan adanya program pemberian pinjaman kepada warga binaan, tentunya pinjaman ini dari sistem koperasi dan setiap warga binaan yang meminjam akan mengembalikan kembali pinjamannya kepada koperasi.

"Nominalnya kita tidak bisa targetkan, tetapi bisa memberi contoh. Misalnya dia seorang memiliki keterampilan untuk membawa mobil tapi tidak punya SIM," ucap Nimrot.

Sambungnya, kita akan membantu untuk mengurus dirinya dan mungkin membuka kegiatan untuk jualan di pinggir jalan.
Dari koperasi dana yang dipinjamkan oleh warga Binaan Rutan Labuhan Deli sebesar 1 juta sampai 2 juta Rupiah dengan bunga 2%," tandas karutan labuhan deli.

Kabid Program dan evaluasi BLK Medan Wawan Heriyanto mengatakan, untuk tetap menerima mereka meningkatkan kompetensi di BLK kami. Jadi sebagai dasar dulu kami berikan disini. Dan setelah lepas dari rutan ini, mereka harus membawa bukti dasar pelatihan nanti baru kami bawa kesana dan mengisi fromulir dan biaya digratiskan," ucap Kabid Program dan Evaluasi BLK Medan Wawan Heriyanto.

Turut hadir dalam giat tersebut dihadiri oleh Kantor wilayah Kemenkumham Sumatera Utara, diwakili oleh Yama Purba, Kepala BBPLK diwakili Wawan Heriyanto SE, Kapolsek Medan Labuhan diwakili Wakapolsek AKP Ponijo. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mendampingi Jaksa Agung RI HM Prasetyo dan Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Ros Ellyana Prasetyo berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi, Medan, Minggu (24/3/2019). Kedatangan Wali Kota bersama Jaksa Agung beserta rombongan guna menjenguk pasien pasca operasi hernia massal dalam rangka bakti sosial gawean Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang dilaksanakan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut, Sabtu (23/3/2019).
Setibanya di RSUD Dr Pirngadi, Wali Kota bersama Jaksa Agung dan rombongan langsung menuju lantai 6 rumah sakit untuk melihat kondisi pasien yang dirawat usai menjalani operasi hernia. Ruangan pertama yang dikunjungi Wali Kota bersama Jaksa Agung adalah ruangan perawatan anak. Di dalam ruangan yang berisi 4 pasien anak tersebut, Wali Kota bersama Jaksa Agung menghampiri satu persatu pasien untuk menanyakan kondisi mereka pasca menjalani operasi hernia.

Selanjutnya, Wali Kota bersama Jaksa Agung melanjutkan kunjungan ke ruangan berikutnya. Di ruangan tersebut seluruhnya diisi sebanyak 4 orang pasien dewasa. Dalam kunjungannya bersama Jaksa Agung, Wali Kota tampak bahagia melihat kondisi pasien yang semakin membaik usai menjalani operasi.
           
Jaksa Agung mengatakan, bakti sosial dalam bentuk operasi hernia massal yang digelar Kejagung RI tersebut sebagai wujud kepudilan kepada masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit hernia. ‘’Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita (Kejagung) RI pada masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan medis. Dengan adanya operasi hernia massal ini, diharapkan mampu membuat masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, dapat pulih dan sehat kembali,’’ kata Jaksa Agung.
            
Selain itu, Jaksa Agung mengungkapkan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bentuk kontribusi Kejagung RI kepada masyarakat termasuk di Kota Medan. Disamping itu, dari 80 jumlah pasien yang dioperasi, umumnya didominasi anak-anak. ‘’Pemeliharaan, penjagaan dan perawatan kesehatan menjadi tanggung jawab kita bersama. Hal ini agar kita dapat menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang sehat, apabila semua masyarakatnya juga sehat dan terlayani dengan baik,” ungkapnya.

Apalagi tambah Jaksa Agung, banyak pasien anak-anak yang menjadi perhatian khusus. “Semoga dengan operasi hernia massal ini, para pasien khususnya anak-anak dapat kembali pulih dan bersemangat menggapai masa depannya,’’ harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang diinisiasi Kejagung RI tersebut. ‘’Pemko Medan mengapresiasi digelarnya kegiatan bakti sosial tersebut. Alhamdulillah, seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Medan yang telah menjalani operasi hernia kini kondisinya menjadi lebih baik. Semoga seluruh masyarakat dapat kembali melanjutkan aktifitasnya seperti sedia kala dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,’’ kata Wali Kota.

Wali Kota selanjutnya mengatakan, pihaknya segera menginstruksikan kepala dinas terkait bersama seluruh camat dan lurah agar melakukan pendataan terhadap masyarakat di wilayahnya masing-masing. Hal tersebut dilakukan agar mengetahui kemungkinan adanya masyarakat yang mengidap penyikat hernia yang membutuhkan bantuan namun tidak diketahui oleh pejabat setempat.

‘’Setelah ini saya akan instruksikan kepala dinas terkait sekaligus para camat dan lurah untuk melakukan pendataan warga. Sebab, saya menginginkan seluruh pihak agar dapat memperhatikan kesehatan warga kota Medan. Jangan sampai kita abai dan lalai pada mereka. Ini sudah tanggung jawab kita sebagai pelayan masyarakat untuk melihat dan memperhatikan mereka,’’ pungkas Wali Kota.

Kemudian Wali Kota dan Jaksa Agung menandatangi prasasti sebagai pertanda bahwa telah digelarnya operasi hernia massal di RSUD Dr Pirngadi tersebut. Sebelum meninggalkan RSUD Dr Pirngadi, Wali Kota bersama Jaksa Agung menyapa pasien yang berada disekitar lokasi penandatangan prasasti. Tampak Wali Kota dan Jaksa Agung bercengkarama dengan para pasien sekaligus mendengar langsung pelayanan yang diberikan petugas medis di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengahdiri Deklarasi Milenial Anti Narkoba di Lapangan benteng Medan, Minggu (24/3/2019). Acara yang dihadiri belasan ribu pengunjung, terutama kaum milenial ini ditandai pelepasan jalan santai serta pertunjukan grup band rock ternama Indonesia, Slank. Melalui acara ini diharapkan kaum milenial menjauhi dan memerangi narkotika, obat terlarang dan zat adiktif (narkoba).

Deklarasi Milenial Anti Narkoba  merupakan gawean Polda Sumut dan Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) dengan mengusung tema, “Hidup Sehat dan Terhormat Tanpa Narkoba. Pelepasan jalan santai dilakukan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Ketua DPP Granat Henry Yosodiningrat serta  Wakil Wali Kota.

Sejak pukul 06.00 WIB, warga mulai berdatangan ke Lapangan Benteng untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Seklarasi Milenial Anti Narkoba tersebut. Selain jalan santai, acara juga diisi dengan senam masal dengan lagu tradisional, deklarasi milenial dan penandatanganan lembar dinding anti narkoba oleh seluruh peserta.

Dalam sambutan singkatnya, Kapoldasu menjelaskan, Deklarasi Milenial Anti Narkoba digelar agar masyarakat, terutama kaum milenial untuk menjauhi narkoba. Sebab, generasi milenial merupakan tulang punggung masa depan bangsa Indonesia.

“Melalui acara ini, kita mengingatkan semua, terutama generasi milenial untuk menjauhi diri dari narkoba,” kata Kapoldasu.

Ditegaskan Kapoldasu, apabila generasi milenial sudah menjadi pecandu dan penyalahguna narkotika serta masuk dalam jaringannya, maka bangsa ini pelan-pelan kehilangan generasi yang diharapkan bis amembawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi ke depannya, “Jadi mari kita jauhi narkoba!” tegasnya.

Deklarasi semakin meriah lagi menyusul tampailnya grup band rock, Slank dengan membawa sejumlah lagu hitsnya. Kemudian acara juga dimeriahkan dengan aksi terjun payung yang dilakukan personel Brimob Polda Sumut. Kemudian pemutaran video “Indonesia Darurat Narkoba” serta penandatanganan Deklarasi Milenial Anti Narkoba.

Acara semakin meriah lagi karena panitia menyediakan hadiah menarik bagi pengunjung yang beruntung melalui lucky draw seperti berangkat umroh,  sepeda motor, sepeda santai, televisi, kulkas serta sejumlah hadiah menarik lainnya.

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi sangat mengrapresiasi dan mendukung penuh digelarnya Deklarasi Milenial Anti Narkoba. Dengan acara ini, Akhyar berharap dapat mengingatkan sekaligus mengedukasi generasi milenial akan bahaya narkoba.

“Melalui deklarasi ini, kita harapkan semua pihak, terutama generasi milenial mengetahui akan bahaya narkoba sehingga menjauhi dan ikut memeranginya. Semoga dengan deklarasi ini, seluruh generasi milenial, terutama di Kota Medan menjauhi narkoba dan menjadikan narkoba sebagai musuh bersama,” harap Akhyar. (rel)
Share Berita

MEDAN DELI, POC - Sebagai Pimpinan Kepolisian di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan selalu memberikan pelayanan prima dan menjaga situasi kondusif di wilayahnya melalui anggotanya dilapangan.

Kapolres Belawan juga memberikan himbauan dan Pesan Kamtibmas kepada masyarakat yang tinggal di Rusunawa Jalan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (23/03/2019).

"Saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah hukum Polres Belawan, agar tetap tenang dan tidak terprofokasi dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tegas Kapolres Belawan.

Sambungnya, kita harus sama-sama saling menjaga kerukunan umat beragama agar tidak terpecah belah. Dan seluruh masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas yang sudah kondusif di masing-masing wilayahnya," ucap Ikhwan.

"Di saat jelang Pilpres dan Pileg 2019 pada 17 April nanti, saya harap kepada seluruh masyarakat khususnya diwilayah Polres Pelabuhan Belawan ini kami mengajak masyarakat untuk tetap aman dan kondusif," tandas Kapolres Belawan AKBP Ikhwan Lubis.

Dari pantauan awak media, turut mendampingi Kapolres Pelabuhan Belawan, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto dan PJU Polres Belawan, serta personil Polsek Medan Labuhan. (Kinoi)
Share Berita

KISARAN - Caleg dari Partai Perindo melakukan fogging di kelurahan Teladan dan kelurahan Selawan Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Jum'at (22/3/2019). Walaupun dengan teriknya sinar matahari, tidak menyurutkan semangat caleg Partai Perindo terus bergerak dan berjuang untuk meraup suara di pemilu serentak 17 April mendatang.

Kegiatan ini diinisiasi caleg DPRD Kabupaten Asahan dapil 1 untuk wilayah kecamatan Kisaran Timur dan Kecamatan Kisaran Barat Surya Wardana Tanjung dengan didamping secara langsung oleh ketua DPD Partai  Perindo Kabupaten Asahan Mizanul Akmal Sitorus.

Tujuan kegiatan fogging ini adalah untuk mengantisipasi serta menekan perkembangan serta pertumbuhan nyamuk Aedes Aegepty yang dapat menimbulkan penyakit demam berdarah. Karena jika musim hujan tiba perkembangan nyamuk ini akan semakin cepat sehingga untuk antisipasi diadakan fogging.

"Kami melakukan fogging di rumah-rumah dan sekitar rumah yang menjadi sarang nyamuk Aedes Aegepty. Nyamuk ini yang menyebabkan penyakit demam berdarah dan agar perkembangannnya bisa ditekan,kami lakukan fogging demi menjaga agar masyarakat bebas dari demam berdarah," ujar dana.

Perindo melakukan penyemprotan di lima gang pemukiman warga mulai dari gang cempedak, rambutan, pasar bakti, manggis dan melinjo. "Kita mengimbau kepada warga agar tetap menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sehingga terhindar dari DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegepty" tambahnya.

Caleg Dapil 1 wilayah kisaran timur dan kisaran barat Surya Wardana Tanjung menyarankan, agar pemerintah kabupaten melalui instansi terkait agar lebih memperhatikan daerah-daerah yang rawan menimbulkan berbagai penyakit khususnya DBD."

Dilokasi yang sama, wardana mengatakan akan lakukan hal-hal yang bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat melalui program di bidang kesehatan, ekonomi, serta
pendampingan dan pembinaan-pembinaan untuk masyarakat. Fogging dari Partai Perindo ini dilakukan secara menyeluruh di Kecamatan Kisaran Timur dan Kecamatan Kisaran Barat serta merata agar warga di setiap kelurahan tersebut tidak terkena demam berdarah ujarnya"

Di tempat yang sama, "Rasiah selaku warga yang sudah tinggal selama 25 tahun di daerah tersebut mengucapkan terima kasih kepada Partai Perindo khususnya kepada caleg Dapil 1 Wilayah Kisaran Timur dan Kisaran Barat Surya Wardana Tanjung, karena baru kali ada Caleg yang memberikan fogging gratis di lingkungan tersebut."

"Yang lain datang juga bang  tapi cuma janji saja katanya. Kami suka ada partai yang bisa ketemu langsung dengan masyarakat bahkan Calegnya bisa turun langsung untuk menyapa kami dan peduli. Semoga Partai Perindo bisa mewakili kami warga di sini," tutur Rasiah. (yudi)
Share Berita

MEDAN, POC - Pemandangan sangat miris dan memprihatinkan terpampang saat Pemko Medan bersama Kodam I/BB menggelar aksi bersih-bersih di  Sungai Bedera, Jumat (22/3/2019). Saat pembersihan yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi MH, Kasdam I/BB Brigjen TNI Hasanuddin dan Aster Kasdam I/BB  Kol Inf Parluhutan Marpaung dilakukan, tumpukan sampah ditemukan dalam gorong-gorong di Jalan Kapten Sumarsono, persisnya depan pintu masuk Jalan Tol Helvetia.

Guna membersihkan tumpukan sampah tersebut, satu unit long amp loader pun diturunkan. Namun upaya pembersihan sempat terhalanag, sebab bagian gorong-gorong yang terbuka  (bak kontrol) ditutupi teralis besi. Setelah Wakil Wali Kota, Kasdam dan Aster Kasdam berkoordinasi, teralis besi itu pun dibuka dengan menggunakan long amp loader.

Setelah itu long amp loader pun beraksi melakukan pembersihan. Sekali keruk, tumpukan sampah pun terangkat. Selanjutnya sampah langsung diletakkan dalam bak truk milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan. Setelah beberapa kali, long amp loader melakukan pengerukan barulah ditemukan tilam serta ambal yang sengaja dibuang warga tak bertanggungjawab.

Selain itu juga ditemukan kabel tebal yang panjang dan potongan batang pohon yang selama ini memperparah terjadinya penyumbatan. Proses pembersihan gorong-gorong berjalan dengan lancar di bawah terik matahari yang sangat menyengat. Tercatat, ada lima truk sampah yang berhasil diangkat dari dalam gorong-gorong tersebut.

Usai dilakukan pengerukan, Wakil Wali kota minta kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam parit maupun sungai. Sebab, banyak parit maupun sungai ditemukan dipenuhi sampah sehingga menyebabkan terjadinya penyumbatan yang berdampak terjadinya banjir.

"Kami memohon dengan sangat kepada seluruh warga Kota Medan supaya tidak membuang sampah lagi ke dalam parit maupun sungai. Pasalnya, tindakan itu menyebabkan parit dan sungai tersumbat sehingga berdampat terjadinya banjir. Untuk itu marilah kita wadahi sampah dengan baik dan tenmpatkan di depan rumah, petugas kebersihan akan mengangkutnya,” kata Akhyar.

Sedangkan Kasdam I/BB Brigjen TNI Hasanuddin juga  menyampaikan rasa prihatinnya atas tumpukan sampah dalam gorong-gorong tersebut. Kasdam menegaskan, Kodam I/BB siap membantu Pemko Medan dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II dalam menormalisasi Sungai bedera. “Sebagai seorang prajurit yang memiliki tugas menjaga kedaulatan NKRI, TNI juga memiliki tugas membantu pemeritah daerah (Pemda) sebagai Karya Bhakti TNI,” ungkap Kasdam.

Selain Pemko Medan dan Kodam I/BB, aksi bersih Sungai Bedera juga melibatkan  para pelajar, organisasi kepemudaan, sehingga jumlah perserta mencapai 1.750 orang. Sebelum pembersihan dilakukan, lebih dulu digelar apel di halaman Gudang Paragon Jalan Asrama dipimpin Wakil Wali Kota bersama Aster Asdam. Setelah itu seluruh peserta melakukan pembersihan di aliran maupun bantaran Sungai Bedera mulai Perumahan Bumi Asri hingga pintu masuk Jalan Tol Helvetia.

Dikatakan Wakil Wali Kota, aksi bersih-bersih ini merupakan pra normalisasi Sungai Bedera, sebab dalam waktu dekat akan dilakukan normalisasi untuk melebarkan dan mendalamkan kembali sungai tersebut. “Sungai Bedera saat ini mengalami penyumbatan, penyempitan dan pendangkalan yang cukup parah. Insya Allah dalam waktu mendatang, kita akan melakukan normalisasi secara mekanis,” ungkapnya.

Aksi bersih Sungai yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB itu mendapat apresiasi dan dukungan dari warga, salah satunyaFaturahman (38). Dikatakannya, dia sangat mendukung penuh aksi bersih-bersih yang dilakukan Pemko Medan bersama Kodam I/BB tersebut. Termasuk, membongkar bangunan yang didirikan di atas badan maupun sepadan Sungai Bedera. “Saya akan sampaikan kepada pimpinan terkait kantor kita yang dibangun di bantaran Sungai Bedera,” papar Faturahman. (mar)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.