Balita Penderita Hydrosefalus Dapat Biaya Pengobatan Dari Kapolres Belawan

Ket Foto: Dea Aisyah Balita Penderita Hydrosefalus
MARELAN, POC- Penyakit dimana ada penumpukan cairan serebrospinal pada rongga otak yang mengakibatkan ventrikel membesar dan menekan rongga tersebut sehingga dapat melemahkan dan merusak jaringan otak.

Seperti yang dialamai Dea Aisyah yang berusia satu tahun terbaring lemah tak berdaya. Sejak lahir buah hati dari pasangan Hendra Yadi (35) dan Jumiati (32) ini divonis menderita hydrosefalus.

Sejak usia empat bulan, bocah warga Jalan Andansari, Durung II, Lingkungan XVIII, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan itu hanya bisa berobat kampung ( Tradisional  ) karena tidak adanya biaya berobat namun kepala Dea Asyah terus membesar.

"Kami saja hidup pas-pasan, kami kesulitan biaya sehari-hari selama masa pengobatan berlangsung," ucap Jumiati sembari mengusap air mata.

Jumiati mengungkapkan kepada awak media, sebelum berat badannya merosot drastis, Dea Aisyah sempat memiliki tubuh yang sehat. "Besar tubuhnya dan berat badannya tidak seperti sekarang," ungkapnya.

Mendengar adanya balita pengidap penyakit Hydrosefalus diwilayah hukumnya, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan langsung Menyambangi kediaman rumah keluarga balita tersebut, Selasa (24/9/2019).

Dari pantauan awak media, Kapolres memberikan Tali Asih berupa sembako dan biaya pengobatan untuk balita tersebut. Dan menyarankan kepada pihak keluarga agar segera membawa berobat  Dea Aisyah ke Rumah Sakit Pemerintah agar Penyakit Hydrosepalus tersebut segera sembuh.

Dengan kehadiran Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan ditengah-tengah masyarakat, maka kedua orang tua Dea Aisyah merasa terharu dan mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Pelabuhan Belawan. (Kinoi)