DPRD Minta Beri Lapak Pengganti Pedagang Warkop Elisabeth

Penertiban Warkop Elisabeth.
MEDAN, POC - Penggusuran pedagang Warkop Elisabeth menarik perhatian dua anggota DPRD Medan yang meninjau langsung ke lokasi di Jalan H Misbah, Medan, Kamis (1/8/2019).  Parlaungan Simangunsong dan Boydo HK Simanjuntak menyaksikan pembongkaran lapak pedagang yang dilakukan Satpol PP.

Kehadiran kedua anggota dewan ini langsung disambut histeris para pedagang yang mencoba mencari pembelaan. Parlaungan juga mencoba menenangkan para pedagang yang kecewa tempatnya berjualan dibongkar habis.

Parlaungan menyayangkan aksi penertiban PKL. Sebab, tidak dibarengi dengan solusi dari Pemko Medan. Menurutnya, sebelum dilakukan penertiban, Pemko Medan harusnya menyiapkan tempat relokasi bagi para pedagang.

"Mereka ini kan mau mencari nafkah untuk keluarganya, harus dipikirkan juga, kalau mau digusur harusnya dicarikan lebih dahulu tempat pengganti atau relokasi yang layak," tuturnya.

Anggota Komisi IV ini menilai keberadaan pedagang di depan RS Elisabeth sudah lama, bertahun-tahun. "Lokasinya tidak terlalu mengganggu," cetus politisi Demokrat ini.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI-P, Boydo Panjaitan sangat menyayangkan terjadinya penggusuran. Dia bahkan menilai, penggusuran tersebut sama dengan penindasan terhadap rakyat yang mencari penghidupan dengan berjualan di warkop.

Menurutnya, masih banyak tempat-tempat yang tidak beres justru tidak ditertibkan. Dia mencontohkan, ada kafe remang-remang di Jalan Juanda, tapi tidak ditertibkan. Sedangkan Warkop Elisabeth, tempatnya terang benderang dan indah, menjadi data tarik wisata kuliner, malah digusur.

"Keluarga pasien rumah sakit yang jaga, bisa makan di sini. Jadi, tempat yang banyak manfaat dirusak. Yang banyak mudharat malah dibiarkan. Kita berharap Pemko Medan ambil sikap atas penggusuran ini,"katanya. (mar)