Generasi Muda Berpotensi Rubah Tatanan Politik di Indonesia

MEDAN, POC - Generasi muda diminta 'melek' politik dan memiliki andil di pesta demokrasi. Sebab kalangan ini sangat berpotensi merubah tatanan politik di Indonesia.

Hal ini disampaikan H Dadang Hermawan Pasaribu, calon DPD RI asal Sumut dalam seminar diskusi publik yang digelar Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Medan Kota, Sabtu (15/12/2018).

Dalam seminar bertema " Peran Milenial dalam Pesta Demokrasi di Indonesia" itu, tak hanya Dadang sebagai narasumber. Turut hadir pengamat politik dan tokoh pemuda, M Faisal Bahar.

Dalam pemaparannya, Dadang menjelaskan, generasi milenial ini memiliki beberapa ciri-ciri. Yaitu cerdas di segala bidang, kemudian memiliki jiwa optimis, kompetitif, toleran dan haus perhatian.

Dalam hal politik, generasi milenial menurut Calon DPD RI Asal Sumut itu, memiliki potensi yang sangat luar biasa, baik di Indonesia maupun di dunia.

"Kita bisa lihat revolusi pemimpin muda. Seperti Perdana Menteri Kanada berusia 26 tahun, Menpora Malaysia berusia 25 tahun dan pemimpin muda lainnya," ungkapnya.

Untuk di Indonesia, peranan generasi milenial juga sangat berpengaruh. Karena selain jumlahnya yang sangat besar, bahkan bukan tak mungkin dapat merubah tatanan politik di Indonesia.

"Bisa kita lihat, Saat ini kaum milenial sangat banyak menjadi caleg untuk bertarung di Pilkada," bilang mantan Ketua BADKO HMI Sumut itu.

Namun dia juga menyayangkan, generasi milenial sering kali terpapar berita-berita hoax yang dapat menyesatkan. "Oleh karenanya penting bagi generasi milenial untuk meningkatkan literasi agar tidak terjebak dalam berita-berita yang menyesatkan,"katanya mengingatkan.

Sementara itu, M Faishal Bahar menjelaskan, peran milenial harus bisa mewarnai semua lini yang ada, karena sudah saatnya pemuda bangkit untuk melakukan perubahan.

"Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan terjun ke dunia politik,"ujarnya.

Dikatakan Faishal yang juga merupakan Caleg PAN Dapil 1 Sumut ini, pemuda tidak boleh menutup diri dari politik. Sebab politik berkaitan dengan kekuasaan, sehingga jika tidak dikawal dengan baik maka dapat menjadi bumerang bagi bangsa Indonesia.

" Oleh karenanya, pemuda harus melek politik untuk menjaga keutuhan bangsa, dan momen pilkada ini dapat dimanfaatkan untuk menunjukan kekuatan pemuda dengan memilih calon muda yang memiliki kompetensi untuk membangun bangsa," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPK KNPI Kota Medan Kota Riki Ardiansyah mengatakan, tujuan dari digelarnya diskusi publik ini adalah, memberikan pemahaman tentang demokrasi secara mendalam kepada generasi milenial di Kota Medan.

" Kita berharap kegiatan ini dapat menggali peran generasi milenial dalam berdemokrasi," jelasnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir pula perwakilan pemuda seperti DPK KNPI Sekawasan Kota Medan, AMPI Medan Kota, BM PAN Medan Kota, Pemuda Pancasila dan berbagai elemen Pemuda Kota Medan lainnya. (maria)