DRD Kota Medan Berikan Solusi Penanganan Banjir Kepada Wali Kota

DRD Kota Medan Berikan Solusi Penanganan Banjir Kepada Wali Kota
MEDAN, POC - Pelebaran dan pedalaman drainase merupakan salah satu solusi mengatasi  genangan air maupun banjir di Kota Medan. Di samping itu diikuti pembangunan situ/waduk atau kolam retensi guna menampung debit air ketika hujan deras turun, termasuk limpahan dari drainase maupun aliran sungai. Serta pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30% dari luas kota sebagai daerah resapan air.

Demikian hasil rapat bulanan Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Medan yang digelar di Balai Kota Medan, Senin (25/10/2018). Hasil rapat ini selanjutnya akan disampaikan kepada Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi sebagai masukan guna mengatasi masalah genangan air maupun banjir di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Rapat bulanan DRD dipimpin langsung Kepala Balitbang Kota Medan Drs H  Marasutan MPd yang dihadiri Prof Dr Syawal Gultom selaku Ketua DRD Kota Medan sekaligus Rektor Unimed, Dr Agussani MAP (Wakil Ketua DRD/Rektor UMSU), Ir Bhakti Alamsyah MT PhD (Rektor II Universitas Panca Budi), Lesson Sihotang SH MH (Dosen FH Universitas HKBP Nomensen) Prof Dr Hj Sri Sulistywati SH MSi (Wakil Rektor Universitas Al Wasliyah), Dr Murianto Amin (Dekan FISIP USU) dan Prof Dr R Hamdani Harahap (Fakultas Teknik USU).

Dalam rapat itu, Lesson Sihotang memberikan solusi mengatasi banjir dengan membuat sistem drainase yang representatif dan terpadu sehingga mampu mengatasi luapan curah hujan. Kemudian dibutuhkan pembangunan waduk, minimal 4 waduk untuk wilayah timur, barat, utara dan selatan Kota Medan.

Senada juga disampaikan Agussani. Rektor UMSU itu mengusulkan dilakukan perbaikan dan penataan drainase menyeluruh disertai dengan perawatan. Selanjutnya Murianto Amin menawarkan solusi penyusunan blue print penanggulangan banjir dalam program revitalisasi infrastruktur dan budaya pengelolaan sampah masyarakat. Kemudian melakukan revitalisasi dan pengembangan infrastruktur tertier  seperti parit, inletdan mainhole secara massif.  Serta melakukan percepatan relokasi penduduk di sekitar pinggiran sungai untuk menjagakebersihan aliran sungai.

Sementara menurut Hamdani Harahap, solusi banjir di Kota Medan dapat diatasi dengan  melakukan pencegahan meluapnya banjir dengan tanggul. Sedangkan  Sri Sulistyawati, menilai perlu upaya terpadu dalam pencegahan terjadinya banjir di Kota Medan antara instansi terkait. Seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dengan melibatkan masyarakat dan aparat penegak hukum.

Menurut Marasutan, seluruh masukan yang disampaikan dalam rapat bulanan DRD Kota Medan itu selanjutnya akan dirangkum dan disampaikan kepada Wali Kota. “Semoga masukan yang diberikan DRD Kota Medan kepada Bapak Wali Kota dapat menyelesaikan masalah banjir di Kota Medan selama ini,” harapnya. (mar/rel)