Anggota DPD RI Kunjungi Pelanggan PDAM Tirtanadi di Prumnas Mandala

Anggota DPD RI Kunjungi Pelanggan PDAM Tirtanadi di Prumnas Mandala
MEDAN, POC - Anggota DPD RI Parlindungan Purba melakukan kunjungan ke Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai, menyusul adanya laporan pelanggan yang mengalami gangguan layanan selama tiga bulan tidak mendapatkan air.

Kedatangan Parlindungan Purba ke lokasi langsung disambut Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi, Delviyandri didampingi Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Medan Denai, Ahmad Askari dan Kepala Sekretaris PDAM Tirtanadi, Jumirin, Sabtu (8/9/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Parlindungan Purba menerima keluhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air minum, sebab air mengalir hanya ada pada jam-jam tertentu saja. Itupun debit airnya terbatas.

Seperti yang disampaikan Armayani, warga Jalan Enggang 22 No.50 B, ia bercerita harus menampung air yang di kran air dekat meteran depan rumahnya, dari pukul 07.00 wib hingga pukul 09.00 wib. "Itu pun airnya kecil, sedangkan air mulai lancar bisa masuk ke dalam bak kamar mandi dari pukul 00.00 hingga pukul 04.30 jelang subuh,"kata Armani.

Tak hanya itu, Armani juga mengeluhkan masalah tagihan rekening yang terlalu mahal mencapai Rp 100 hingga Rp 200 ribu tak sebanding dengan pelayanan air yang didapat.

Keluhan sama juga disampaikan Ilham warga sekitar. Saking sulitnya mendapatkan air, terpaksa dia harus membeli pompa air. "Kalau mau lancar harus pakai pompa air kalau tidak ya seperti ini kami harus menampung air di kran yang dibuat dekat meteran air,"ucapnya.

Menyikapi keluhan pelanggan, Parlindungan Purba, menyatakan dari hasil kunjungan ini bisa menjadi masukan bagi dirinya untuk mengingatkan pihak PDAM Tirtanadi melakukan pembenahan sekaligus untuk membuktikan informasi yang menyatakan sudah tiga bulan air tidak mengalir ke pelanggan. "Itulah tujuan kita kemari untuk mengecek ternyata tidak benar kalau air tersebut terhenti akan tetapi ada jam-jam tertentu air dapat mengalir,"ucap Parlindungan sembari memberikan apresiasi kepada pihak PDAM yang akan membangun instalasi air di areal Kantor Cabang PDAM Tirtanadi dan mudah-mudaham bila proyek selesai pada Agustus 2019, tanpa menggunakan pompa air para pelanggan bisa mendapatkan air selama 24 jam.

Masih dalam kunjungan tersebut, Parlindungan juga mengingatkan terhadap pelayanan di bidang administrasi terutama dalam menerima keluhan pelanggan harus disikapi oleh para pegawai secara bijaksana dan tidak mengecewakan.
"Jadi kita berharap ini masukan bagi jajaran direksi agar melakukan pembenahan, kalau adanya keluhan seperti air tidak jalan ataupun ada keluhan yang double tagihan supaya cepat direspon. Khusus untuk tagihan yang kini mengunakan sistem online ini harus di cek dan diharapkan adanya ketelitian sehingga pelanggan tidak dirugikan, akibat dari kelalaian tersebut,"ucap Parlindungan Purba sembari melirik jajaran Direksi PDAM Tirtanadi yang hadir mendampingi dirinya.

Delviyandri yang mendampingi Parlindungan, menyatakan terimakasih atas kunjungan kerja anggota DPD RI. Mengenai pelayanan saat ini pihak PDAM tengah merencanakan membangun instalasi pengelolaan Air disamping kantor PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai, dengan memanfaatkan aliran Sungai Denai.
"Kini tahapannya masih dalam proses lelang dan untuk itu pihak PDAM Tirtanadi telah berkordinasi dengan BPKP untuk melakukan evaluasi agar tidak ada masalah dikemudian hari didalam proyek tersebut,"ucapnya.

Bukan hanya itu, lanjut Delviyandri pihak PDAM tentunya bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Utara telah menyampaikan kepada Kementerian PU agar mempercepat pembangunan SPAM Regional di Binjai dan Bendungan Lau Simeme dan bila selesai bisa menghasilkan 3000 liter per detik.

Sehingga ini dapat menjawab permasalahan kebutuhan air minum. "Kita harapkan itu terwujud sehingga ini memudahkan pelayanan, dimana untuk instalasi air PDAM telah memiliki, IPA Sunggal, IPA Limau manis, IPA Sibolangit, IPA Hamparan perak, IPA Martubung, IPA Delitua dan Tirta Liones di kawasan Tanjung Morawa,"ucapnya.
Hal itu langsung direspon Parlindungan Purba yang akan mengusulkan agar pembahasan ini masuk dalam rapat di DPD dan tentunya menghadirkan PDAM Tirtanadi, Pemprovsu dan Kementrian PU.

Kembali kepada pembangunan IPA di Medan Denai, Delvi menyatakan bila pembangunan selesai maka nantinya akan menghasilkan debit air 240 liter perdetik. Sehingga permasalahan air minum untuk pelanggan di Medan Denai ini bisa terpenuhi  "Tadi saya sudah cek sama kepala cabang bahwa jumlah pelanggan ada 45.600 pelanggan ini mendapatkan air dengan mudah,"ucapnya.

Begitu pula soal tagihan double yang dialami pelanggan di Cabang Medan Denai, Delviyandri menyatakan bahwa saat ini pembayaran dilakukan secara online itu oleh Payment Point, baik itu di loket yang menjalin kerjasama maupun di sejumlah minimarket di Medan.

Sehubungan terjadinya double atau dua kali pembayaran, Delvi mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan dulu apakah ada masalah di Payment Point atau programnya. "Bisa saja pada saat pembayaran rekening jaringannya lemot, sehingga yang sudah membayar harus membayar kembali tagihan. Tapi kami berjanji akan mengembalikan kelebihan bayar tersebut,"kata Delviyandri.(maria)