Seorang Calon Haji Tebing Tinggi Meninggal di Mekah

MEDAN, POC - Seorang jemaah haji asal Kota Tebing Tinggi atas nama Bainah Banua Siregar Binti Banua Siregar yang tergabung dalam Kloter 08/MES wafat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah disebabkan Respiratory Diseases.

“Bainah Banua Siregar dengan nomor manifes 033, usia 72 tahun beralamat di Jl.Bukit Suling Ling.IV Rantau Laban, Rambutan Kota Tebing Tingi, wafat pada tanggal 5 Agustus 2018 pukul 10.20 WAS dan dimakamkan di Syar’i,” kata Ketua PPIH Embarkasi Medan Drs.H.T. Darmansah MA, Senin (6/8/2018).

Ketua PPIH Embarkasi Medan mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya almarhumah Bainah Banua Siregar dan mendoakan semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan ketabahan hati.

Darmansah mengatakan, ahli waris jemaah haji yang wafat akan mendapatkan santunan dari PT Asuransi Takaful Keluarga yang menjadi penyelenggara asuransi haji pada musim haji 2018, setelah menjadi pemenang dalam lelang pengadaan jasa asuransi jiwa dan kecelakaan jemaah haji tahun 1439 H/2018 M tahun anggaran 2018.

Dia menjelaskasn, dengan kontribusi (premi) sebesar Rp 49.000 setiap jemaah haji, maka manfaat yang diperoleh yakni santunan sebesar Rp18,5 juta bila jemaah haji meninggal karena sakit dan Rp 37 juta bila jemaah haji meninggal karena kecelakaan.

“Adapun risiko cacat tetap karena kecelakaan mendapatkan santunan sebesar persentase tertentu sesuai dengan kriteria cacatnya,” ungkapnya.

Ketua PPIH Embarkasi Medan menambahkan, ahli waris jemaah haji yang wafat dapat mengajukan klaim asuransi setelah proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji berakhir.

Darmansah mengatakan, sampai dengan hari ini jemaah haji Embarkasi Medan yang wafat berjumlah dua orang. Sebelumnya jemaah haji Kloter 02/MES asal  Kabupaten Asahan an. Katio Abdul Majid Simanjuntak Bin Abdul Majid Simanjuntak usia 59 tahun manifes  234 wafat pada tanggal 25 Juli 2018 di KKHI Madinah. (mar)