Nek Zakiya, Puluhan Tahun Jual Gorengan Akhirnya Berangkat Haji

MEDAN, POC - Berkali ucapan syukur dilafazkan wanita renta 71 tahun ini. Tangannya yang penuh kerutan mengusap wajah basahnya saat memijakkan kaki di asrama Haji Medan, kemarin.

"Alhamdulillah ya Allah," ucap Nenek Zakiya saat berbincang-bincang dengan awak media, menjelang keberangkatannya ke tanah suci. Impian yang selama puluhan tahun dirajutnya kini terwujud.

Ya, Nek Zakiya merupakan salah seorang jamaah calon haji (jch) yang masuk dalam daftar kelompok terbang (kloter) 4 tahun 2018, bersama ratusan jamaah asal Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Warga Jalan Garu 10, Tanjung Morawa ini menceritakan, kisah hidupnya yang pahit sejak suaminya pergi begitu saja meninggalkan dia dan 10 anak mereka.

"Sudah lama sekali peristiwa itu, nenek sampai lupa tahun berapa suami lari dari rumah," katanya sembari tersenyum.

Awal menjalani hidup sebagai single parent terasa berat, namun semua dilewati dengan ketabahan dan tawakalnya pada Allah SWT. Nek Zakiya percaya, dibalik penderitaan hidup yang dialaminya akan berbuah kebahagiaan yang hakiki.

"Saya jualan gorengan sejak nikah dulu. Jadi setelah ditinggal suami, otomatis semua beban keluarga dan anak-anak saya tanggung sendirian,"ujarnya.

Nek Zakiya berjualan berbagai macam aneka gorengan tak jauh dari rumahnya. Seperti pisang goreng, tahu isi, tempe, bakwan, risol dan ubi.

Penghasilannya dari berjualan gorengan tidak menentu. Terkadang habis, terkadang juga bersisa.

"Saat suami nenek pergi, di situ nenek memasrahkan diri pada Allah. Semoga Allah memberi jalan yang lebih baik. Dari hasil jualan gorengan, sedikit demi sedikit nenek nabung buat bisa berhaji. Kalau Allah masih beri nenek umur dan kesempatan," kata Nek Zakiya sambil tersipu malu. Wajahnya tampak bahagia, senyumnya tak pernah lepas.

Ditengah kegigihannya menabung uang demi menjalankan rukun islam kelima ini, Nek Zakiya kembali mendapat cobaan dari Allah SWT. Tiga anaknya berpulang ke rahmatullah mendahuluinya.

Tahun 2011, Nek Zakiya bersama rombongan pengajian di kampungnya mendaftarkan diri ikut ibadah haji. Bermodalkan uang Rp10 juta yang ditabungnya berpuluh tahun, Nek Zakiya dijadwalkan berangkat di tahun 2018.

"Allah selalu memberikan kita ujian supaya kita kuat, sekarang keinginan nenek agar bisa melihat baitullah bersama jutaan umat muslim lainnya, hal yang sudah lama nenek nantikan. Allah baik sekali, kalau kita terus berusaha dan berdoa Allah pasti berikan kemudahan. Saya diberi usia yang panjang dan kesempatan menunaikan ibadah," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Nek Zakiya berharap, setibanya di Madinah, Allah memberikan dirinya kesehatan dan kesempatan mengelilingi kabah dan mencium Hajar Aswat.

"Semoga Allah memberikan nenek kesempatan melihat Kabah dan mendoakan anak-anak disana. Tidak ada yang mustahil jika kita terus berdoa dan berikhtiar,"kata Nek Zakiya. (maria)