Pasca 100 Hari Deklarasi Timsus Divisi Seni Budaya, DPD FKPPAI Sumut Gelar Baksos Pengobatan Alternatif -->

Advertisement

Advertisement

Pasca 100 Hari Deklarasi Timsus Divisi Seni Budaya, DPD FKPPAI Sumut Gelar Baksos Pengobatan Alternatif

Senin, 08 Maret 2021

 


MEDAN - Dalam rangka 100 hari pasca deklarasi Timsus atau tim kerja DPD Forum Keluarga Paranormal dan pengobatan alternatif Indonesia (FKPPAI) Sumut melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan gratis di Jalan Helvetia Veteran Pasar 8 Lingkungan 26, Gang Sepakat Medan, Minggu (7/3/2021). 

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan tenaga ahli Muhammad Rasyid Pinem, Jefri Efraim Sembiring Pandia dan Opung Selendang Merah.

Dalam sambutannya, Ketua DPD FKPPAI Sumut, Ilyas Nasution mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pasca deklarasi 100 hari tim khusus Divisi Seni Budaya DPD FKPPAI Sumut.


“Kita menghadirkan beberapa paranormal atau pengobatan alternatif/tradisional yang berada dalam FKPPAI pasca deklarasi timsus (tim kerja) 100 hari Divisi Seni Budaya DPD FKPPAI Sumut. Program ini, mereka mengisi 100 hari mengadakan kegiatan yang berarti dan berguna bagi organisasi khususnya untuk timsus dan masyarakat luas,” ujarnya.


Ilyas menambahkan bahwa FKPPAI memiliki visi msi luas terutama khusus dibidang pengobatan alternatif dan keparanormalan.


“Maka kita menginventarisasi di seluruh sumut tentang keberadaan atau kegiatan dari pengobat alternatif atau tradisionalyang berada di Sumut. Sekarang untuk informasi meluas ke masyarakat, maka kita membentuk tim-tim khusus supaya kerja kita lebih lagi,” tambahnya Ketua Ilyas.


Lalu, Ilyas menghimbau kepada masyarakat agar datang dan tidak ragu menyampaikan keluhannya kepada tenaga alhi tim medis DPD FKPPAI Sumut. “Jangan takut, datang kemudian sampaikan keluhannya, sampaikan apa saja yang dirasa memang perlu bantuan FKPPAI atau praktisi. Kegiatan ini akan selalu kita adakan setiap bulan beberapa kali di setiap titik. Informasi bisa dilihat di FB FKPPAI Sumut kemudian FB anggota yang berada di Sumut,” ajaknya.


Dilokasi yang sama, tenaga ahli DPD FKPPAI Sumut, Opung Selendang Merah mengatakan bahwa pengobatan dapat diatasi baik medis maupun non medis.


“Pengobatan yang kita lakukan medis maupun non medis, medis seperti medis lainnya, insyaallah kita bisa menanganinya dan disamping itu penyakit non medis, penyakit medis menggunakan pengobatan herbal dari tumbuh-tumbuhan,” tegasnya mengakhiri.


Adapun pengobatan alternatif menggunakan tenaga dalam dan pernafasan terapi pijat saraf dan bekam untuk pernyembuhan berbagai keluhan penyakit lama maupun baru kronis dan komplikasi. Dan pengobatan juga bisa dilakukan dengan menggunakan ramuan herbal alami. (Hetty)