Jelang Ramadhan, Kemenag Sumut Ingatkan Warga Patuhi Prokes Tarawih di Masjid -->

KADIS LH SUMUT

KADIS LH SUMUT
Dr TENGKU AMRI FADLI, MKES

Advertisement

Advertisement

Jelang Ramadhan, Kemenag Sumut Ingatkan Warga Patuhi Prokes Tarawih di Masjid

Rabu, 24 Maret 2021


PEWARTAONLINE.COM, MEDAN
- Ramadhan sebentar lagi tiba. Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara (Sumut) mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan jika hendak melaksanakan salat tarawih berjemaah.


"Karena masih ada COVID-19, itu kita imbau untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Itu soal salat tarawih untuk mematuhi protokol kesehatan," kata Kakanwil Kemenag Sumut Syahrul Wirda kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).


Syahrul mengingatkan salat tarawih merupakan ibadah sunah. Menurutnya, hal yang lebih wajib adalah menjaga kesehatan diri, termasuk mencegah diri terpapar virus Corona atau COVID-19.


"Jadi jangan nanti karena ibadah sunah kita lalai dengan kewajiban untuk memelihara diri. Untuk itu, jika dilakukan salat tarawih di masjid, lihat betul-betul kondisi dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Apa imbauan dari pemerintah daerah, masyarakat harus patuh," ucapnya.


Syahrul meminta warga membersihkan rumah ibadah sebelum memasuki bulan Ramadhan. Dia mengingatkan kebersihan bisa mencegah penyebaran penyakit.


"Pertama, untuk membersihkan lingkungan dan rumah ibadah, baik masjid maupun rumah ibadah di luar Islam. Itu kita imbau masyarakat untuk membersihkannya dalam rangka kegembiraan kita kedatangan bulan Ramadhan," tutur Syahrul.


"Kedua, dalam menyemarakkan Ramadhan, kita meminta masyarakat memperbanyak ibadah, pertama tentu ibadah puasa dan kemudian ibadah malam," imbuhnya.


Dia juga bicara soal penetapan 1 Ramadhan 1442 H. Syahrul mengatakan pihaknya bakal melakukan pemantauan hilal pada 12 April 2021.


"Melihat hilal satu hari sebelum Ramadhan, di tanggal 12 April. Kita kan ada tim hisab dan rukyat itu, setelah itu kita laporkan ke Jakarta, di Jakarta sidang Isbat. Kita hanya melihat, kelihatan atau tidak di daerah kita, nanti secara daerah itu melaporkan ke Jakarta," jelas Syahrul. (dtk)