Astaga! Nenek 51 Tahun Ini Opname Karena Dipukul Oknum Anggota TNI

Advertisement

Advertisement

Astaga! Nenek 51 Tahun Ini Opname Karena Dipukul Oknum Anggota TNI

Senin, 13 April 2020


MEDAN - Parida Hepni br Harahap (51) warga asal Bagan Batu, Riau babak belur dihajar oknum anggota TNI AD, Pratu IP saat menagih hutang di rumah kakak pelaku, MH (36). Akibatnya, ia harus menjalani scanning kepala di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dikarenakan pukulan pelaku, Jumat (10/4/2020).

Menurut informasi, aksi brutal pelaku bermula saat korban warga asal Bagan Batu mencoba menagih hutang kepada MH di Jalan Pasar 5, Kelurahan Terjun, Marelan. Karena belum dibayarkan, korban pun meminta tinggal di rumah MH dikarenakan MH berjanji akan membayar Minggu depan. Akhirnya keduanya pun sepakat. Namun keesokan harinya, tiba-tiba pelaku datang langsung meludahi dan mencakar tangan korban. Tidak itu saja, pelaku juga memukul belakang kepala korban hingga beberapa kali sambil menyeret korban keluar dari rumah MH. Masih tersulut emosi, pelaku pun mengeluarkan parang sambil mengejar korban. Beruntung teriakan korban mengundang warga dan melerai aksi brutal tersebut. Tak terima, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mako DENPOM dengan NO LP/10/III/2020.

"Awal kejadiannya saat itu saya datang kerumah Kakak pelaku di Marelan untuk menagih uang jual beli sawit, oleh kakak pelaku minta tempo 1 Minggu. Karena saya datang dari jauh, ya saya minta tinggal dirumah itu, karena pemilik rumah setuju, ya saya tidur disitu. Besoknya datang pelaku langsung marah langsung meludah dan menarik saya, lalu memukul belakang kepala saya hingga sakit," ujar korban, Parida Hepni br Harahap kepada wartawan saat ditemui di RS Columbia Asia Medan.

Parida menjelaskan, saat kejadian ia sedang tidur di kursi. Tiba-tiba datang pelaku langsung memaki dan meludah korban.

"Terkejut saya langsung bangun dan menjelaskan sama pelaku. Langsung saya diludahinya lagi dan  memukul pundak saya. Lalu ditarik tangan saya sampai robek baju saya. Lalu diseretnya saya keluar dan dibuangkannya saya ke halamannya," terangnya.

Lalu Parida menambahkan, aksi pelaku tidak sampai di situ, pelaku juga langsung mengambil parang panjang dan langsung mengejarnya.

"Untung saat kejadian ada warga menarik pelaku, dia (Pratu IP) mengancam saya "Kau mau pulang tinggal nama?," katanya.

Akibat kejadian, kepala korban sakit  menjadi oyong sehingga harus opname di Rumah Sakit. 

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Komandan DENPOM I/5, Letkol Cpm Anggun Hendryantoro, SH mengatakan telah menerima laporan pengaduan korban.

"Laporan yang bersangkutan sudah kita tangani. Minggu ini kita panggil saksi-saksinya," tegasnya singkat. (Tim)