Hutang Indonesia Bengkak Mencapai Rp6.361 Triliun Per Februari 2021 -->

KADIS LH SUMUT

KADIS LH SUMUT
Dr TENGKU AMRI FADLI, MKES

Advertisement

Advertisement

Hutang Indonesia Bengkak Mencapai Rp6.361 Triliun Per Februari 2021

Selasa, 23 Maret 2021

Gambar ilustrasi.


PEWARTAONLINE.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang Indonesia mencapai Rp6.361 triliun per Februari 2021. Peningkatan utang terjadi seiring dengan gencarnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dalam setahun terakhir.


"Utang mencapai Rp6.361 triliun, ini sesuai dengan rumusan di APBN bersama dengan DPR," ungkap Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2021 secara virtual, Selasa (23/3).


Bila dibandingkan dengan jumlah utang pada bulan sebelumnya yang masih Rp6.233 triliun, nilainya naik Rp128 triliun atau 2,05 persen.


Sementara secara tahunan, jumlah utang bertambah Rp1.412,82 triliun atau 28,55 persen dibanding Februari 2020 yang masih Rp4.948,18 triliun.


Luky mengatakan pertambahan utang sejalan dengan tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan belanja negara. Khususnya untuk penanganan covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


Pada tahun ini saja, pagu anggaran sementara PEN 2021 sudah mencapai Rp699 triliun. Jumlahnya lebih tinggi dari realisasi PEN 2020 senilai Rp579,79 triliun atau 83,39 persen dari pagu Rp695,2 triliun.


Tak cuma PEN, pemerintah juga harus 'merogoh kocek' untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi covid-19. Totalnya ada 181 juta orang yang perlu mendapat vaksin.


Tingginya kebutuhan belanja membuat defisit melebar. Maklum, pada saat bersamaan penerimaan pajak justru seret karena tertekan dampak pandemi.


Oleh karena itu, perlu suntikan dari pembiayaan utang untuk menutup defisit tersebut.


"APBN 2021 mempunyai (target) defisit 5,7 persen dari PDB atau setara Rp1.006,4 triliun dan tadi disampaikan akhir Februari (2021), pembiayaan sudah berhasil ditutup Rp273,1 triliun, jadi ini sesuai rencana kita untuk menutup defisit," jelasnya.


Sebagai informasi, total defisit APBN sudah mencapai Rp63,6 triliun atau 0,36 persen dari PDB per Februari 2021. Defisit terjadi karena pendapatan negara baru mencapai Rp219,2 triliun, sedangkan belanja negara sudah tembus Rp282,7 triliun. (cnn)