Keinginan Anak Untuk Menyenangkan Sang Ibu Berwisata ke Yerusalem Pupus, Korban Lapor Polisi -->

KADIS LH SUMUT

KADIS LH SUMUT
Dr TENGKU AMRI FADLI, MKES

Advertisement

Advertisement

Keinginan Anak Untuk Menyenangkan Sang Ibu Berwisata ke Yerusalem Pupus, Korban Lapor Polisi

Selasa, 24 November 2020


pewartaonline.com 
| MEDAN- Ingin menyenangkan ibunda berwisata ke Yerusalem, kesenangan itu malah pupus di tengah jalan. Pasalnya, korban merasa ditipu oleh seorang berinisial "ES" yang sejak dari tahun 2019.

Merasa tertipu, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan STTLP/926/V/2020/SUMUT/SPKT III dengan terlapor ES warga Medan.

Korban diketahui bernama Naga Raya Sinaga (29 tahun) warga jalan HM Puna Sembiring, Perumahan Griya Permata, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur batu, Sumatera itu memenuhi panggilan kepolisian (Polrestabes Medan) Selasa (24/11/2020) siang.

“Kami mendapat panggilan oleh penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan untuk datang, terkait dengan laporan saya atas kasus penipuan dengan modus wisata rohani ke Yerusalem,” kata korban kepada wartawan.

Akibat kejadian tersebut, pihaknya mengalami kerugian sebesar Rp69,3 juta, lebih mengecewakan lagi impiannya untuk membawa ibundanya wisata rohani ke Yerusalem juga pupus.

Ia (korban) menjelaskan, kasus penipuan yang dialami-nya ini terjadi pada bulan Oktober 2019. Saat itu, kakak korban memberitahukan bahwa pendeta di gereja dekat rumahnya di Jalan Bunga Raya Medan hendak berangkat ke Yerusalem.Tergiur ingin memberangkatkan ibundanya, pihak keluarga korban lalu berembuk, hingga akhirnya memutuskan untuk berangkat lewat terlapor seorang wanita berinisial ES yang disebut-sebut sebagai orang atau agen yang menghubungkan pemberangkatan. Dan sejumlah uang juga telah ditransferkan ke ES.

Sebelumnya, Uang ditransfer korban sejak bulan November 2019 dan dicicil oleh korban selama 4 kali. “Di bulan November saya mendengar berita bahwasanya keberangkatan kakak dan mamak saya ditunda ke 7 Januari 2020,” ujarnya.

Tak berhenti sampai disitu, pihak keluarga korban lalu kembali mendapatkan kabar kalau keberangkatan kembali diundur ke tanggal 10 Januari 2020.

“Kami sampai disuruh datang ke Jakarta sebelum tanggal 10 Januari, sudah sampai sana (Jakarta) keberangkatan juga tidak ada. Dengan alasan Amerika dengan Irak lagi perang,” ucap naga raya dengan wajah kesalnya.

Setelah gagal berangkat, pihak korban lalu menanyakan kepada terlapor ES namun mereka disarankan untuk merelakannya dengan alasan sudah kehendak Tuhan.

“Sudah kami somasi lewat pendamping hukum tapi mereka mengatakan kalau mereka juga korban penipuan, mengenai uang juga tidak diganti, kami hanya disuruh menunggu (jadwal berangkat-red). Dan Harapan kami, ditegakkan hukum itu supaya tidak ada lagi korban berikutnya,” tandasnya. (Red)