Foto: Eldi Semasa Masih Hidup
pewartaonline.com | MEDAN LABUHAN- Atas peristiwa yang terjadi kepada dua bocah berusia lima tahun jatuh dari sela tangga rumah susun (rusun) lantai 5 jalan Seruwei, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan pada Kamis (27/2/2020) kemarin, membuat satu korban meninggal dunia dan temannya mengalami kritis.

Tepat hari ini Sabtu (29/2/2020), korban yang mengalami luka serius atau kritis itu bernama Eldi (5) menghembuskan nafas terakhirnya dan menghadap sang kuasa. Hal itu dibenarkan oleh ibu kandungnya bernama Alia Boru simamora, warga Rumah Susun blok A, No.8 Seruwei, Medan Labuhan.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Mungkin Allah lebih sayang sama Eldi bang, sehingga dia dipanggil untuk menghadapnya. Mungkin ini sudah ajalnya dan harus ikhlas untuk kepergian anak saya. Moga saja ia (Eldi) ditempatkan di surga, Amin, insya Allah dikebumikan setelah salat Dzuhur di kampung halaman kami di tebing" ucap Alia dengan deraian air mata.

Isak tangis yang menyelimuti rumah duka membuat para kerabat,Sanak saudaranya ikut prihatin atas peristiwa tersebut. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | MEDAN LABUHAN- Dua orang bocah berusia lima tahun terjatuh dari sela teras tangga lantai 5, rumah susun nawa Seruwei, Jalan Seruwei, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (27/2/2020) siang.

Akibat peristiwa itu, bocah yang bernama Muhammad Pratama Al Kahfi (5) warga blok A, No.12 Rusunawa Seruwei, Kelurahan Sei mati, Kecamatan Medan Labuhan meninggal dunia ditempat. Sedangkan Eldi (5) warga blok A No.8 mengalami luka serius mengakibatkan kritis.
Sebelum kejadian, ibu korban bernama Desi Anggraeni (33) warga Blok A No. 12 Rusun Nawa Seruwei menjelaskan." Almarhum baru usai makan dan mengerjakan PR dirumah, lalu meminta ijin ke saya untuk bermain, aku pun mengijinkannya, sambil ku bilang, mainnya di Aula yang berada di lantai 5 aja," kata Desi sembari menghapus air matanya.

Lanjut di ceritakanya, gak lama kemudian, aku mendengar suara jeritan dan teriakan dari tetangga sebelah sambil mengatakan " anak siapa yang jatuh itu". Dengan cepat aku langsung membangunkan suamiku bernama Hasansudin untuk melihat siapa yang jatuh ke bawah dari atas, karena aku menjaga adik-adiknya almarhum yang masih kecil. Terus suamiku langsung kebawah untuk melihatnya, ternyata salah satunya anak ku sendiri yang sudah meninggal dunia," ucapnya sambil menangis.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari membenarkan peristiwa tersebut.

"Ia benar, kejadiannya pukul 14.30 WIB, kedua korban langsung dibawa kerumah sakit Prima Husada Cipta (PHC) dijalan Stasiun, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan. Dikarenakan peralatan medis yang ada dirumah sakit tersebut tidak lengkap, maka satu korban bernama Eldin yang kritis langsung dirujuk ke rumah sakit Royal Prima medan," jelasnya.

Lanjut di katakannya, mendapat informasi tersebut, Personil Polsek Medan labuhan dipimpin langsung oleh Pawas Iptu R. Ompusunggu dan Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Deni Indrawan Lubis beserta piket fungsi melakukan cek TKP dan memasang Police Line," katanya.

Saat dihubungi pewartaonline.com melalui via seluler, Muhammad Hasansudin (ayah M. Al Kahfi) mengatakan, Sehabis Salat isya ini, almarhum dikebumikan bang," kata Hasansudin dengan singkatnya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | JAKARTA- Lapak pakaian atau stand terbakar yang berada di lantai dasar Thamrin City Jakarta pusat, Kamis (27/2/2020) pagi.

Kebakaran tersebut diduga dari arus pendek yang menyebabkan tempat lapak pakaian tersebut ludes terbakar.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Raden Muhammad Jauhari mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi pada pukul 08.45 WIB.

"Api diduga berasal dari stop kontak yang korslet dilapak pakaian muslim Grand Hall Thamrin City itu. Dan dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa," ucap Kapolsek Tanah Abang AKBP Raden Muhammad Jauhari saat dihubungi.

Dari pantauan di lapangan, lapak pakaian yang terbakar merupakan stand bazar corner UMKM yang kebanyakan model busana muslim dan kebaya.

Pihak dari pengelola gedung serta security masih memeriksa sisa stand.

Terlihat disekeliling stand juga terpasang garis police line agar tidak ada yang memasuki area kebakaran. (*Red)
Share Berita

pewartaonline.com | HAMPARAN PERAK- Kapolsek Hamparan Perak Kompol Azharuddin, SH langsung pimpin penangkapan seorang pria pelaku pengedar narkotika jenis sabu-sabu pada hari Senin (24/2/2020).

Diketahui, Pria yang menjadi target polisi itu bernama Andika Prasetia alias Andi bilok (39) warga jalan Klambir V, Gang Sidorukun, Kecamatan Hamparan Perak.

Berawal dari informasi masyarakat, bahwasanya ada peredaran atau transaksi nerkotika jenis sabu-sabu di jalan Klambir V Kebun, Gang Sidorukun, Kecamatan Hamparan Perak. Dengan sigap Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak Iptu Bonar H Pohan, SH langsung memberikan laporan ke Kapolsek Hamparan Perak Kompol Azharuddin, SH. Kemudian Kapolsek Hamparan Perak langsung memberikan perintah untuk membuat rangkaian penangkapan kepada pelaku tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kapolsek Hamparan Perak Kompol Azharuddin, SH membenarkan dan menjelaskan penangkapan tersebut.

"Ia benar, satu orang pria kita tangkap, karena memiliki narkotika jenis sabu-sabu. Bermula informasi dari masyarakat, kemuadian Tim yang melakukan Lidik sebelumnya, langsung menuju ke TKP, setelah sampai ditempat yang dituju, personil melihat adanya seorang pria tiba-tiba mengunci pintu, tim langsung menggedor pintu rumah tersebut. Dan setelah dibuka, personil langsung mengarah ke kamar mandi dan menemukan tersangka yang sering disapa Bilok," ucap Azharuddin.

Lanjut dijelaskannya, tersangka bersembunyi didalam kamar mandi, kemudian tim melakukan penggeledahan rumah dan menemukan barang bukti di dalam plastik yang berisikan sabu-sabu sebanyak 47 gram didalam selokan pembuangan air kamar mandi. Dan menemukan bong alat isap sabu dibalik TV milik tersangka," jelasnya.

"Pada saat diintrogasi, pelaku mengakui bahwa sabu-sabu tersebut miliknya yang diperoleh dari seorang berinisial "R", beralamat Kampung Lalang. Setelah pengembangan, tersangka "R" tidak berada di kediamannya," imbuhnya.

"Tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) Sub dan pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 ancaman hukuman 20 Tahun penjara," tegasnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti 3 bungkus sabu seberat bruto  47 (empat puluh tujuh) gram. Uang senilai Rp.150.000,- uang diduga haail jual sabu, 1 buah bong alat isap sabu, 2 bungkus llastik kosong. 2 timbangan digital, 1 alat scop sabu, 1 buku catatan dan 1 buah handphone (HP). (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | BELAWAN- Patkor Malindo 147/20 (Patroli Koordinasi Malaysia-Indonesia) antara TNI AL Indonesia dan TLDM Malaysia secara resmi dibuka oleh Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M. di Gedung R. Mulyadi Mako Lantamal l Belawan, Sumatera Utara, Rabu (26/02/20).

Pada pembukaan acara tersebut, Pangkoarmada I mengatakan. "Posisi strategis Selat Malaka yang merupakan salah satu choke point dari 9 choke points di dunia dimana Selat Malaka merupakan jalur pelayaran, disamping itu juga menjadi jalur perdagangan international yang memiliki lalu lintas terpadat. Dan kerja sama Patroli Koordinasi antara unsur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dengan Tentara Laut Diraja Malaysia diharapkan dapat menciptakan keamanan di Selat Malaka. Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi yakni menjamin keamanan perairan Selat Malaka," kata Pangkoarmada I.

Lanjut di katakannya, Seiring dengan perkembangan lingkungan strategis dan kompleksitas permasalahan di laut serta arti penting Selat Malaka, diperlukan peningkatan kerjasama dan koordinasi serta manajemen penanganan yang harus semakin meningkat dari waktu ke waktu" jelasnya.

"Unsur laut Patkor Malindo akan tetap berpedoman pada protap dan saling berkoordinasi selama pelaksanaan operasi serta mengutamakan keselamatan didalam melaksanakan tugas," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Panglima Armada Barat TLDM Laksamana Madya Dato' Aris Adi Tan Bin Abdullah mengatakan Patkor Malindo yang sudah dilakukan sejak lama dan melibatkan banyak Kapal Perang antara kedua Negara diharapkan mampu menangani segala ancaman di Wilayah Selat Malaka. Panglima berharap Patkor Malindo Akan mengakrabkan dan meningkatkan hubungan baik antara kedua Negara serta mengakrabkan seluruh personel Kapal Perang yang terlibat langsung pada Patkor Malindo 147/20.

Pada pelaksanaan Patkor Malindo 147/20 ini pihak TLDM mengirimkan 2 kapal perang antara lain KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135  dan KD Handalan-3511 yang saat tiba didermaga Lantamal l Belawan yang  disambut oleh Pejabat Lantamal l, Komandan KRI Lepu-861, Mayor Laut (P) Dono Istiarto yang juga menjabat sebagai Dansatgas Patkor Malindo 147/20 dengan Upacara Militer. Patkor Malindo 147/20 akan dilaksanakan selama 15 hari kedepan dan akan ditutup pada 10 Maret 2020 di Mawilla 3 Malaysia. TNI AL melibatkan 2 Kapal Perangnya yakni KRI Lepu - 861 dan KRI Bubara - 868.

Hadir pada pembukaan tersebut, Danlantamal I Laksma TNI Abdul Rasyid K., S.E., M.M., Asops Pangkogabwilhan I Brigjen TNI Suhardi, Asintel Danguskamla, KGT TLDM Kdr Mohammed Khairun Bin Zakaria, Wadan Lantamal I Kol. Laut (PM) Samista, S.E. serta Pejabat Utama Lantamal I Belawan. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Terduga Pelaku Penganiayaan IRT di Mabar
pewartaonline.com | MEDAN LABUHAN- Polisi Sektor (Polsek) Medan Labuhan berhasil tangkap pelaku penganiayaan dalam waktu 24 jam, Selasa (25/2/2020).

Kasus penganiyaan itu yang dilakukan pelaku berinisial WA (16) terhadap korbannya Juwita Nasution yang mengakibatkan korban luka serius dibagian kepala dan tangan di jalan rumah potong hewan, Gang camat, Lingkungan VII, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli pada hari Senin (24/2/2020) sore.

Informasi dilapangan, pelaku tidak berkutik saat polisi menangkapny ketika tersangka ingin menyerahkan diri ke kepala lingkungan VII, Kelurahan Mabar, dijalan rumah potong hewan pada Selasa (25/2/2020) sore.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar, pelaku sudah kita amankan dan saat ini berada di sel tahanan Polsek Medan labuhan," kata Kompol Edy Safari. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | MEDAN- Setelah lima tahun tak beroperasi, kini Pabrik Gula Sei Semayang bisa kembali berjalan memproduksi gula lagi. Akhirnya kita bisa merasakan kembali manisnya gula gula asli dari Sumatra Utara.

"Hari ini, saya bersama rombongan langsung meninjau ke pabrik gula, melihat bagaimana keadaan di sini, sekaligus meresmikan penggilingan gula perdana. Kami melihat ada semangat baru, keoptimisan kita dengan beroperasinya pabrik ini," ucap wakil gubernur Sumut Musa Rajekshah kepada wartawan, Selasa (25/2/2020).

Beroperasinya pabrik gula ini memberi kontribusi yang sangat penting untuk Sumatra Utara. Mengapa? Pertama, tentu kita berharap kebutuhan gula di Indonesia khususnya di Sumatra Utara bisa dipenuhi dan bisa mengurangi impor gula. Lalu yang kedua, yang tak kalah pentingnya, harga gula di pasaran bisa menjadi lebih murah. Mudah-mudahan, kapasitas pabrik gula ini terus meningkat, sehingga bisa memenuhi kebutuhan gula di Sumut dan kita doakan agar usaha dan bisnis di PTPN 2 bisa berkembang dengan baik. (Kinoi)
Share Berita

Foto: terduga pelaku penganiayaan 
pewartaonline.com | MABAR - Polisi hingga saat ini masih terus melakukan pengejaran oleh tersangka kasus tindak pidana penganiayaan.
Diketahui, terduga pelaku berinisial WA (16) warga jalan rumah potong hewan (RPH), lingkungan VII, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.
"Saat ini kita masih terus memburu pelaku yang melarikan diri usai menganiaya seorang ibu rumah tangga. Dan motifnya kita belum tau, tapi masih kita selediki. Korban luka serius dibagian kepala dan tangan," kata Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2020) pagi.
Lanjut dijelaskannya, Tempat kejadian itu di jalan rumah potong hewan (RPH), Gang camat, Lingkungan VII, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli," ucapnya.
Informasi dari lapangan yang diperoleh, korban baru satu bulan tinggal di lingkungan tersebut. Usai kejadian, ia (korban) langsung dibawa ke rumah sakit mitra medika medan untuk mendapatkan perawatan medis.
Sampai berita ini di terbitkan, pihak dari keluarga korban tidak mau memberitahukan nama korban kepada awak media. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - PTPN III (Persero) menerima penghargaan berupa sertifikat ISCC untuk PKS Sei Silau, PKS Sei Baruhur dan PKS Sei Mangkei pada tanggal 17 Februari di kantor PTPN III Jalan Sei Batanghari, Medan.

Penyerahan sertifikasi diberikan Dian Soesanti Soeminta perwakilan dari PT TUV Rheinland Indonesia kepada Adi Fitria selaku SEVP Produksi PTPN III (persero) yang disaksikan oleh Kepala Bagian, General Manajer, Manajer kebun/unit, pengawas wilayah DAMR, dan seluruh undangan dalam acara closing meeting surveillance untuk beberapa PKS dan kebun terkait penerima penghargaan.

Dalam paparannya sebelum menyerahkan sertifikat, Dian Soesanti Soeminta memberikan paparan mengenai standar pemahaman tentang ISCC (International Sustainability and Carbon Certification).  ISCC merupakan sebuah organisasi multi-stakeholder independen yang menyediakan sistem sertifikasi yang berlaku secara global untuk keberlanjutan bahan baku dan produk, keterlacakan melalui rantai pasokan dan penentuan emisi dan penghematan gas rumah kaca yang berlaku untuk industri kimia, makanan, peternakan dan energi.

Sementara itu, Adi Fitria dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada PKS Sei Mangkei, PKS Sei Baruhur dan PKS Sei Silau atas pencapaian keberhasilannya memperoleh sertifikasi ISCC.

“Sertifikasi ini didapat karena upaya dan kerjasama yang baik di antara seluruh tim yang ada, saya mewakili manajemen mengucapkan selamat. Dan kepada PT TUV Rheinland Indonesia kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya yang telah berjalan dengan baik,” ucapnya sebelum menerima penghargaan di depan para undangan yang hadir. (Jhonsen)
Share Berita

pewartaonline.com | JAKARTA- Gedung DPR mengeluarkan asap tebal membuat panik pegawai. Petugas langsung menyuruh orang untuk keluar yang berada di dalamnya.
Diketahui, asap pekat itu muncul dari gedung Nusantara III DPR, Senin (24/2/2020) siang di jakarta.
Pantauan di lokasi, gedung Nusantara III itu tempat ruang pimpinan MPR, DPR dan DPD.
Setelah alarm tanda kebakaran berbunyi, petugas pamdal langsung meminta seluruh pegawai termasuk wartawan untuk keluar dari ruangan gedung tersebut.
Tampak Ketua DPR Puan Maharani dievakuasi ke gedung Nusantara I, sementara Wakil Ketua DPR Ahmad Basarah ke gedung kura-kura.
Hingga kini, asap sudah memenuhi Nusantara II bahkan mencapai pintu keluar. Tampak sudah ada dua mobil pemadam kebakaran di lokasi. (*Red)
Share Berita

pewartaonline.com | MARELAN- Destinasi wisata Medan semakin meningkat pesat, terbukti Wisata Danau Siombak yang berada di Kelurahan Payapasir, Kecamatan Medan Marelan. Kini ramai dikunjungi masyarakat dan anak milenial

Pengelola tempat Wisata Danau Siombak Erlianto yang juga petugas kepolisian yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Payapasir Polsek Medan Labuhan, melakukan kegiatan event GEBYAR MUSIK DAN MAGICIAN DANAU SIOMBAK Minggu (23-02-2020) dengan Special Performance, Julio And Frends dan Joul Puma. ini dilaksanakan bertujuan untuk menarik Wisata lokal dan Mancanegara. agar Danau Siombak dapat terus bersaing dan memberikan ide-ide baru untuk pengunjung Milenial.

Wisata Danau Siombak tersebut banyak menyediakan spot - spot foto yang keren, cocok untuk anak milenial dan Instagram nebel.

" Kedepan nantinya danau Siombak akan terus berbenah agar para pengunjung merasa puas dan nyaman. Saya selaku pemilik tempat wisata ini, menjadi destinasi Pariwisata Kota Medan," katanya

Jika kita berkeliling di Danau Siombak disini bisa melihat sekolah pecinta Mangrove gawean Wibi Nugraha yaitu Medan Mangrove Education School, dan mata kita dimanjakan dengan tanaman mangrove serta Danau Siombak. 

Jika membawa keluarga memesan menu Ikan nila Bakar khas Danau Siombak, yang tidak berbau lumpur. Terpantau dilapangan, para pengunjung terus memadati tempat Wisata Danau Siombak tersebut.

Dulunya pada Tahun 1980 tempat ini adalah lahan bekas Proyek galian yang tanahnya diambil untuk penimbunan Tol Belmera. 

Kawasan wisata Danau Siombak sudah cukup baik. untuk kedepannya wisatawan lokal maupun Mancanegara akan melirik kawasan Wisata Danau Siombak ini, dan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi jika ke Medan. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | BINJAI- Satu unit mobil dumb truk bermuatan batu krikil menabrak dan menimpa sebuah Odong-odong.

Diketahui, odong-odong tersebut yang mengangkut penumpang di Pasar II Tandem, Sumatera Uatara membuat para pengguna jalan lainnya menangis histeris melihat kejadian itu, Sabtu (22/2/2020) malam.

Dalam peristiwa ini, para penumpang Odong-odong kebanyakan bocah (anak kecil) tersebut belum diketahui pasti apakah ada yang meninggal dilokasi kejadian.

Kronologis kejadian & Data Korban tewas untuk saat ini Belum Diketahui dengan pasti dikarenakan masih dalam pendataan Unit Lakalantas Polres Binjai.

Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting saat dihubungi melalui via telfon membenarkan kejadian dan mengatakan saat ini petugas Unit Lakalantas Polres Binjai sedang bekerja di lokasi kejadian.

"Ia benar, petugas Unit Lakalantas Polres Binjai sedang bekerja mencatat dan pendataan serta kronologis kejadian," ucapnya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | RIAU- Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M. memberikan keterangan dalam pers releasenya.

Keterangan tersebut mengenai keberhasilan tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai, Lantamal I, Koarmada I yang melakukan penangkapan oleh sebuah Kapal Jaring Nelayan tanpa nama GT. 3.

Diketahui, kapal jaring nelayan tanpa nama tersebut membawa muatan 11 bungkus teh kemasan merk China berisi Narkotika jenis Sabu seberat 11.616 gram dan 7 bungkus besar berisi ± 63.000 butir pil ekstasi beserta dua orang ABK (diduga pelaku), di Markas Komando (Mako) Lanal Dumai, Provinsi Riau, Jumat, (21/02/2020).

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M. menjelaskan,
Berawal dari informasi yang diterima oleh  tim F1QR Lanal Dumai di lapangan, Selasa kemarin, Tim F1QR  Lanal Dumai langsung melaksanakan patroli dan merencanakan penyergapan dengan melakukan penyisiran dan penyekatan di Perairan Tanjung Sekodi Selat Padang yang merupakan wilayah kerja Lanal Dumai yang berada di jajaran Lantamal I, Koarmada I. Saat itu, F1QR Lanal Dumai mendeteksi sebuah siluet kapal jaring nelayan yang mencurigakan berkecepatan tinggi melintas pada jarak sekitar 200 meter di lambung kanan Sea Rider 85 PK. Berdasarkan pengamatan, gerak gerik Kapal Jaring Nelayan sangat mencurigakan,  Tim memutuskan untuk melakukan pengejaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kapal Jaring Nelayan yang sebelumnya telah dilakukan pengintaian,  di Perairan Tanjung Sekodi. Melalui pengejaran yang melibatkan Sea Rider, Kapal Jaring Nelayan akhirnya bisa dihentikan. 2 Orang ABK didapati dalam Kapal Nelayan Jaring tersebut” papar Pangkoarmada I.

“Dikarenakan cuaca yang buruk dan gelombang tinggi, Sea Rider 85 PK tidak dapat merapat ke kapal jaring nelayan tersebut, sehingga 2 orang dari Tim 1 F1QR melompat ke atas kapal untuk melaksanakan penggeledahan namun di karenakan cuaca yang tidak mendukung serta gelombang tinggi tidak memungkinkan untuk dilaksanakan penggeledahan. Kemudian kapal jaring digiring oleh Sea Rider 85 PK dan dan Kapal (Patroli Keamanan Laut) Patkamla Jemur 200 PK menuju Tg. Sekodi perairan Selat Padang” ucapnya.

Lanjut dikatakannya, “Ketika keadaan laut berangsur lebih tenang, Tim F1QR melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan, dan didapati Kapal Jaring Nelayan tanpa nama GT. 3 dengan 2 orang ABK berinisial AP (28 th) dan ZA (46 th) keduanya warga Kab. Kepulauan Meranti Provinsi Riau, membawa muatan 11 bungkus kemasan teh merk China yang diduga berisi narkoba jenis Sabu dan 7 bungkus besar pil Ekstasi” sambung Panglima.

Tim F1QR melaporkan penangkapan tersebut kepada Danlanal (Komandan Pangkalan TNI AL) Dumai, Kolonel Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto dan diperintahkan Danlanal Kapal Jaring Nelayan dengan 2 orang ABK serta barang bukti untuk ditarik ke Dermaga Lanal Dumai dengan pengawalan ketat guna penyelidikan lebih lanjut. 

Selanjutnya Tim F1QR membawa barang yang diduga Narkoba ke Laboratorium Bea dan Cukai Dumai untuk dilaksanakan pengujian dan identifikasi dan diperoleh hasil bahwa barang bukti tangkapan F1QR Lanal Dumai dipastikan Narkoba, mengandung zat jenis Methamphetamin (Sabu) berbentuk kristal bening seberat 11.616 gram yang dikemas dalam 11 bungkus teh kemasan merk China dan Narkotika jenis Sabu dan 7 bungkus besar berisi ± 63.000 butir pil ekstasi.

Pangkoarmada I yang pada saat memberikan keterangan didampingi Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut I (Danlantamal I), Laksma TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., Walikota Dumai, Kapolres Dumai Dan Forkopimda Dumai mengatakan “Keberhasilan ini berkat kerjasama semua pihak aparat yang bersinergi di kota Dumai  sehingga bisa menggagalkan penyelundupan Narkoba yang terjadi di Dumai dan atas perbuatan melanggar Undang Undang Narkotika, tersangka terancam Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati yang nantinya akan dilimpahkan kepada BNN untuk proses lanjutan” pungkas Pangkoarmada I. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Ilustrasi
pewartaonline.com | BELAWAN - Polisi mengamankan barang bukti sabu golongan satu seberat 1 kilogram dan menangkap dua pelaku, satu di antaranya tewas akibat melawan saat diringkus.

Diketahui, tersangka masing-masing bernama Untung Wahyudi (40) warga jalan Marelan XII, Lingkungan V, Kelurahan tanah 600, Kecamatan Medan Marelan Kota Medan. Dan Muhammad Musa Afriansyah (16) warga jalan Marelan Pasar 2 barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Saat dikonfirmasi dalam ruang kerja kasat narkoba polres pelabuhan Belawan AKP Juriadi SH. MH menjelaskan. Berawal atas informasi dari masyarakat pada hari Kamis (20/2/2020) semalam, bahwa adanya pengedar narkotika jaringan provinsi NAD-Sumut, sehingga dilakukan pemantauan serta pembuntutan yang dipimpin langsung oleh dirinya terhadap target operasi (TO) yang ciri-cirinya sudah diketahui dijalan Marelan V, Pasar 2 barat, Kelurahan terjun, kecamatan Medan Marelan," ucap Juriadi saat ditemui wartawan, Jum'at (21/2/2020).

Lanjut dijelaskannya, hasil dari pemantauan dan pembuntutan itu dari yang ditargetkan berada ditempat dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah yang berhenti di depan rumah. Dengan sigap polisi langsung melakukan penindakan terhadap Untung Wahyudi, hasilnya ditemukan dalam bagasi Honda tersebut ditemukan satu bungkus plastik teh warna hijau yang dilakban, yang berisikan satu kilo gram sabu-sabu. Dari hasil pemeriksaan terhadap Muhammad Musa Afriansyah ditemukan dua blok plastik kosong, satu buah tas warna merah yang berisikan uang pecahan Rp.10.000,- sebanyak lima lembar. Sementara itu, dari keterangan tersangka Untung mengatakan, bahwa sabu tersebut akan dipaketkan per ons dan per ½ ons. Dan barang haram tersebut diperoleh dari Junaidi alias Ade Botak yang saat ini masih DPO. Mereka sudah bekerja sama selama dua bulan," jelas perwira berpangkat balok kuning tiga itu.

Saat ditanya soal tersangka Untung Wahyudi ditembak, ia (AKP Juriadi) menjelaskan. "Pada hari Jumat tanggal 21 Februari 2020 sekira pukul 02.00 wib, ketika dilakukan pengembangan dengan cara membawa Untung Wahyudi untuk menunjukan keberadaan Junaidi, pas sewaktu keluar dari pintu mobil, tersangkat Untung melakukan perlawanan dan menendang Petugas Kepolisian untukberupaya melarikan diri, dengan sigap, tim memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 2 kali, namun tidak dihiraukan sehingga Petugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap dirinya. Kemudian tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan pertolongan medis, pada saat diperjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara, tersangka Untung menghembuskan nafas terakhirnya atau meninggal dunia," jelasnya.

"Tersangka kini dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Sub. Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidan mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, denda paling sedikit Rp.1.000.000.000,00,- (satu miliyar rupiah) dan paling banyak Rp.10.000.000.000,00,- (sepuluh miliyar rupiah)," tambahnya. 

Lanjut dikatakannya, Narkotika golongan satu jenis sabu seberat lebih kurang satu kilo gram, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak sepuluh ribu orang dengan asumai satu gram sabu untuk sepuluh orang pengguna," tandasnya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | MEDAN- Kebakaran terjadi di gedung Fakultas Ekonomi Bisnis Univeristas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/2/2020) malam.

Saat peristiwa tersebut, terlihat lima mobil pemadam kebakaran berusaha untuk memadamkan api yang terus membesar di dalam gedung. Beruntung saat terjadi kebakaran tidak ada mahasiswa dan mahasiswi menjadi korban.

Dari pantauan dilapangan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang menghanguskan salah satu ruangan di lantai dua itu. Sumber menyebutkan api berasal dari ruang kantin yang di dalam gedung Fakultas Ekonomi.

Manager Pusdalops BPBD Kota Medan, Nurly mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.05 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Ada lima unit armada pemadam kebakaran turun ke lokasi," kata Nurly.

Lanjut dikatakannya, korban jiwa sejauh ini tidak ada. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," jelasnya.

Menurut salah seorang mahasiswa yang berada di kampus USU, Fadli mengatakan, api diketahuinya sudah sempat besar. "Mungkin ruangan yang terbakar itu sudah enggak difungsikan lagi. Seperti gudang tempat penyimpanan barang-barang. Api enggak sempat merambat ke ruangan lain karena pemadam cepat tiba di lokasi," terangnya. 

Wakil Rektor Bidang pengelolaan Aset, Luhut Sihombinh mengatakan. "Belum dapat dipastikan penyebab kebakaran tersebut, namun itu merupakan ruangan yang tidak terpakai, hanya untuk menyimpan barang-barang saja," ucapnya. Ia

Ia (Luhut) belum dapat memastikan kerugian yang dialami. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | JAKARTA- Artis FTV, Aulia Farhan ditangkap polisi terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.
Ia (Aulia Farhan) ditangkap polisi bersama teman prianya inisial G disebuah hotel di jakarta  selatan.
"Sekitar pukul 02.00wib, subdit II Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua pelaku yang sekarang ini kami tangani," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Yusri mengungkapkan, bahwa penangkapan itu diawali adanya informasi yang masuk tentang adanya penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di hotel yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Polisi kemudian mengecek ke lokasi tersebut dan mendapati Aulia Farhan bersama temannya. “Pada saat kami amankan memang ada sisa sabu bekas pakai,” jelas Yusri.
Lanjut dikatakannya, pelaku berinisial G ditangkap ketika hendak mengantarkan satu paket sabu kepada Aulia Farhan. Dari tangan keduanya, ditemukan sebuah klip plastik yang diduga satu paket sabu dan alat isapnya. Hasil tes urine juga membuktikan kalau keduanya positif menggunakan sabu," ujarnya. (Red)
Share Berita

pewartaonline.com | MEDAN- KPU Kota Medan diduga kecolongan. Pengumuman hasil perekrutan Komisioner tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang tersebar di beberapa media sosial hari ini, mendapat tanggapan miring dari masyarakat. Khususnya warga Medan Marelan.

" Coba abang cek atas nama Rubianto Ramli. Dia itu anggota Kosgoro, Ormasnya Partai Golkar. ia juga Timsesnya Tengku Eswin ST, anggota DPRD Kota Medan dari Partai Golkar periode 2017 yang lalu. Kemana Tengku Eswin beraktifitas, ya ke situ si Rubianto Ramli ini," kata sumber warga yang meminta agar namanya tidak usah dicantumkan di media sembari menunjukkan beberapa foto dan status facebook Rubianto Ramli dengan akun (AR Ase) yang mencatut tentang kegiatan-kegiatan Golkar, Kosgoro dan para Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar pada periode sebelumnya.

Pengumuman yang beredar menyebutkan, KPU Kota Medan telah mengumumkan Hasil Seleksi Wawancara dan Penetapan Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpilih serta pengganti antar waktu untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2020 dengan nomor 138/PP.04-2-Pu/1271/KPU-Kot/II/2020 berdasarkan Rapat Pleno Nomor 37/PP.04-2-BA/1271/KPU-Kot/II/2020.

" Untungnya memang kita masyarakat ini diberi waktu untuk memberikan tanggapan terhadap calon anggota PPK terpilih dan pengganti antar waktu itu. tolong sampaikan sama pimpinan KPU Kota Medan, jangan mereka meloloskan orang yang terindikasi Partai. itukan melanggar peraturan perundang-undangan. kuat dugaan pasti oknumnya nanti berpihak,” kata sumber tadi.

Dia juga berharap, agar mereka yang terpilih di Kecamatan lain juga diperhatikan benar-benar. Jangan sampai penyelenggara Pilkada Kota. 

" Medan ini terindikasi memihak nantinya. Masih ada juga satu orang yang terpilih itu terindikasi partai Golkar. Tapi kami masih pastikan kebenarannya lagi," ujarnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Komisioner KPU Kota Medan ( Divisi Teknis Penyelenggaraan) M Rinaldi Khair mengatakan, Silahkan memberikan tanggapan ke KPU Kota Medan.

" Silahkan bg memberikan tanggapan masyarakat ke KPU Kota Medan masih terbuka peluang untuk klarifikasi, dan terimakasih atas informasinya," ujarnya melalui pesan singkat Whatsapp. (Tim)
Share Berita

pewartaonline.com | BELAWAN- Polsek Belawan berhasil tangkap satu pelaku perampokan di Jalan kampung Kurnia pinggir rel, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (19/2/2020) malam.

Diketahui, pelaku bernama Safrizal Siregar (27) warga Jalan Gudang Kapur, Linkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan yang merampok korban Gabriel Haposan Sihombing (17) warga jalan Langkat No 1, Lingkungan II, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan dan Romaida Siregar.

Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka berusaha untuk melarikan diri dengan melakukan perlawanan, sehingga dilepaskan tembakan peringatan ke udara. Akan tetapi, pelaku tetap berusaha untuk melarikan diri dan dilakukan tindakan tegas dan terukur tembakan ke arah kaki sebelah kiri.

Setelah tersangka berhasil dilumpuhkan, polisi membawanya ke rumah sakit angkatan laut guna dilakukan perawatan medis.

Barang bukti yang berhasil diamankan satu buah senjata tajam stainless gagang warna coklat dan satu unit Handphone Mito warna Biru.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Belawan Kompol Safaruddin Tama Siregar melalui Kanit Reskrim Iptu Reza membenarkan atas penangkapan tersebut. 

"Ia benar, pelaku perampok dua unit handphone sudah kita tangkap beserta barang buktinya. Dan korban mengalami kerugian ," tegas Reza. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Kedua Pelaku Saat di Tangkap Warga
pewartaonline.com | MARELAN- Dua orang pelaku pencuri mobil Avanza BK 1127 OA warna silver dimarelan ketangkap warga di jalan pasar IV timur, lingkungan 28, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Pasalnya, pelaku yang sempat ingin mencuri mobil tersebut diketahui oleh pemiliknya dan warga sempat mengejarnya.

Informasi dilapangan menyebutkan. Kedua pelaku yang hampir berhasil melakukan aksinya itu diketahui oleh pemiliknya yang bernama Doni syahputra, warga Marelan pasar IV Timur, Gang Tapsel, Lingkungan 28, KelurahanR Pulau, Kecamatan Medan Marelan yang sambil meneriaki para pelaku, sehingga kedua tersangka gugup dan menabrak sebuah tembok pembatas rumah.

Puluhan warga yang sempat emosi dengan kedua pelaku, memukuli dan memberikan Bogeman mentah ke wajah kedua tersangka. Selang beberapa menit, personil Polsek Medan labuhan dan Koramil 10/ML untuk mengamankan kedua pelaku yang sudah tidak berdaya habis di hajar massa.

"Mobil itukan ada GPS nya bang, karena jalan yang kecil dan mereka (pelaku) menabrak tembok pembatas rumah. Kan bisa dilihat dari Handphone, langsung dari HP kami matikan," kata putra selaku pemilik mobil.

Dari pantauan awak media, mobil korban dan kedua pelaku dibawa ke Polsek Medan labuhan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari membenarkan kejadian tersebut.

"Ia benar, kedua pelaku sudah kita amankan, saat ini masih dalam pemerikssaan. Dan masing-masing nama pelaku, Indra Syahputra (36) Warga pasar V, Gang Permai, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan dan Daniel Simanjuntak (21) warga Lorong VII, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan  Medan Belawan," tandasnya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaoine.com | BELAWAN- KRI Kerambit-627 tangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Berbendera Malaysia KHF 1960 yang melakukan aktivitas illegal fishing di wilayah Perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia pada Minggu lalu.

Penangkapan tersebut, saat KRI Kerambit-627 melaksanakan patroli terbatas di wilayah Perairan ZEE Indonesia, mendapatkan kontak radar yang dicurigai melakukan aktifitas ilegal, untuk menindaklanjuti hal tersebut, dengan sigap Tim melakukan Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, dokumen dan ABK kapal.

Dari hasil pemeriksaan, Kapal berbendera Malaysia bernama KIA KHF 1960 Tonage 65 GT itu berjumlah 5 orang ABK berkewarganegaraan Thailand yang sedang memuat ikan campur sekitar 100 kg. Dan melakukan aktifitas pengambilan ikan di Perairan Zona Economy Ekslusif (ZEE) Indonesia, sekitar Timur Laut Belawan.

Komandan Lantamal I Laksamana Pertama Abdul Rasyid K, S.E., M.M., yang memberikan keterangan di Mako Lantamal I Belawan, Rabu (19/02/2020) mengatakan "Koarmada I saat ini sedang melaksanakan Operasi Benteng Samudera-20 dan Operasi Pamtas RI-Singapura, mendapati aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Kapal Berbendera Asing di Wilayah Perairan Indonesia. KRI Kerambit-627 yang saat itu sedang berpatroli, melakukan penangkapan terhadap Kapal KIA KHF 1960" Papar Danlatamal I.

"TNI AL khususnya Lantamal I yang berada di jajaran Koarmada I berkomitmen untuk memberantas tindak pidana di laut, salah satunya pencurian Ikan. Dengan melakukan patroli baik melalui operasi intelijen maupun operasi laut dengan menggunakan KRI ataupun kapal patroli, Lantamal I akan selalu melakukan pengawasan di wilayah Selat Malaka yang disinyalir sampai saat ini masih banyak illegal fishing dan juga digunakan untuk penyelundupan narkoba dan komoditi luar ke Indonesia melewati jalur perairan,” lanjutnya.

"Daerah perbatasan sangat rawan dari berbagai macam pencurian dan penyelundupan. Keberhasilan KRI Kerambit-627 dalam menangkap Kapal Berbendera Asing merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam hal ini Koarmada I melalui Lantamal I dalam menegakkan hukum di laut,” kata Danlantamal I.

"Saat ini Kapal sudah merapat di Dermaga Lantamal I sesuai arahan Panglima Koarmada I, KIA KHF 1960 Berbendera Malaysia akan kita dalami dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Komitmen Pimpinan TNI AL sudah jelas, melalui Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., untuk menindak tegas segala bentuk kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah Koarmada I khususnya di Wilayah Kerja Lantamal I Belawan" pungkas Danlantamal I.

Nakhoda dan ABK KIA KHF 1960 yang terbukti tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal/illegal fishing dengan menggunakan jaring di Wilayah Perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah telah melanggar Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) dan Pasal 93 Jo Pasal 27 Ayat (2) UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 selanjutnya diperiksa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut di Lantamal I Belawan. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Ilutrasi
pewartaonline.com | MEDAN- Emosi gara-gara anaknya kalah berkelahi, seorang tukang becak pukul bocah hingga terjatuh ke tanah.
Diketahui, pelaku bernama Dedi (35) yang berprofesi sebagai tukang becak itu tak terima anaknya kalah berkelahi dengan korban bernama Putra (8).
Menurut informasi, aksi pelaku yang tak pantas di lakukan itu bermula saat anaknya yang juga berusia 8 tahun berkelahi dengan korban. Tak terima, Dedi (pelaku) yang melihat buah hatinya menangis, ia (terlapor) menjadi emosi dan langsung mengejar korban. Dengan ketakutan, putra (korban) pun mencoba menyelamatkan diri dari kejaran pelaku. Tapi naas, putra tertangkap dan langsung ditendang hingga terjatuh. Korban juga di tampar, dengan rasa kesakitan, bocah tersebut menangis. Tak terima, orang tua korbanpun melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Medan, Rabu (19/2/2020).
"Saat itu, anak saya dan anak pelaku bermain-main seperti biasanya, tiba-tiba keduanya ribut. Gak tau saya, apa permasalahannya sampai saling lempar batu sehingga anak pelaku terkena batu kecil sampai menangis," kata Riki kepada wartawan.
Lanjut dikatakannya, mengetahui hal itu, pelaku menjadi emosi dan langsung mengejar anak saya. Didepan Gang rumah kami, anak saya ketangkap dan ditendangnya sampai tersungkur dijalan, lalu ditamparnya. Untung ada istri pelaku dan warga yang melerai kejadian. Tak terima kami bang, makanya kami melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan,” ucapnya.
Riki berharap, pihak Kepolisian segera memproses laporan pengaduannya. “Kami harap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” harapnya mengakhiri.
Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan masih memproses laporan tersebut.
“Masih diproses,” ujarnya singkat. (Noi)
Share Berita

pewartaonline.com | JAKARTA- Serangan jantung adalah, kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang mengangkut oksigen ke otot jantung tiba-tiba terhambat.

Hal seperti itu yang dialami suami Bunga Citra Lestari (BCL) Ashraf Sinclair (40) yang mengakibatkan meninggal dunia diduga akibat serangan jantung, Selasa (18/2/2020) sekitar pukul 04.00wib di MMC Kuningan, Jakarta Selatan.

Kabar meninggalnya itu berawal dari pesan singkat yang diterima awak media. Hal tersebut dibenarkan oleh manejer bunga citra lestari, Dody.

"Ia benar, suami Bunga Citra Lestari meninggal dunia," katanya saat dihubungi.

Saat berita ini di unggah, jenazah Ashraf Sinclair masih berada dirumah sakit MMC Kuningan. Keluarga akan memberikan update terkini mengenai pemakaman Ashraf.

Pasangan artis ini menikah pada 8 November 2008. Dari pernikahannya itu, keduanya telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Noah yang lahir pada 22 September 2020. (Red)
Share Berita

pewartaonline.com | MEDAN- Rahmat (55) rela melakukan segala cara demi buah hatinya. Ia (Rahmat) berniat menjual ginjalnya untuk membiayai anaknya yang tinggal satu-satunya itu agar bisa mendapatkan layanan kesehatan, Minggu (16/2/2020).

Dengan bermodalkan kertas karton besar berwarna Pink yang bertuliskan "Saya Jual Ginjal Untuk Biaya Pengobatan Anak Saya Penyandang Disabilitas. Warga miskin", Rahmat sudah tiga hari berkeliling pindah tempat, saat itu ditemui oleh awak media diseputaran di simpang pinang baris kota Medan, Sumatera utara.

Diketahui, Rahmat yang tinggal di daerah Desa Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang itu sudah bertekad untuk menjual organ tubuhnya yaitu ginjal demi sang buah hati agar bisa sembuh.

"Bukan apa-apa, saya harus berkeliling terus tanpa ada rasa lelah dan letih untuk menjual ginjal saya ini untuk pengobatan anak saya yang digendong oleh isteri saya ini," ucap Rahmat sebagai orang tua dari Situ Rahayu (7).

Rahmat enggan menyerah dengan keadaan. Namun dia berharap belas kasih sesama. Dia pun memutuskan untuk jual ginjal miliknya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | MABAR- Polisi berhasil menggagalkan dua tersangka diduga pengedar narkotika jenis daun ganja kering.

Dua orang pelaku turut diamankan petugas ke kantor Satres narkoba polres pelabuhan Belawan.

Diketahui, kedua pria tersebut masing-masing bernama Junaidi (55) warga jalan Rumah Potong Hewan, Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Dan Hendrik Susanto (39) warga jalan veteran, pasar IV, Gang Ridho, Lingkungan 9, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli.

"kita berhasil menggagalkan dua pelaku pengedar narkotika jenis daun ganja kering di jalan rumah potong hewan, Mabar Hilir, kecamatan Medan Deli. Ada 76 bungkus siap edar dan satu bal seberat 1 Kg pada hari Kamis (13/2/2020) sore," kata kasat narkoba polres Belawan AKP Juriadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (15/2/2020).

Lanjut dijelaskan, awalnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada pengedar atau penjual narkotika jenis daun ganja kering. Lalu personil melakukan penggerebekan dan penggeledahan dirumah Junaidi dan membuahkan hasil menemukan 76 bungkus ganja kering siap edar. Pelaku mengakui barang tersebut dibeli dari Hendrik Susanto. Hasil dari pengembangan, Tim memancing dengan cara membeli 1 Kg dari pelaku Hendrik, setelah diantarkan, polisi langsung menangkap pelaku. Tersangka mengakui barang tersebut dari seorang berinisial B warga Binjai," jelasnya.

"Saat mau di masukan ke dalam mobil, pelaku berusaha menendang salah satu personil kita sehingga anggota terjatuh. Tersangka berusaha melarikan diri. Petugas sudah memberikan tembakan keatas untuk peringatan, tim terpaksa melakukan tembakan terukur ke kaki sebelah kanan karena tidak mengindahkan peringatan petugas. Dan kami berhasil mengamankan  barang bukti dari tersangka Junaidi sejumlah 76 bungkus siap edar dan 2.5 ons ganja kering, dari pelaku Hendrik sejumlah 72 bungkus ganja kering, 1.5 Kg ganja kering, 1 buah hacter, 1 buah gunting, dan 1 unit sepeda motor Yamaha," ucapnya. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | JAKARTA- Sesama makhluk ciptaan Tuhan, kita mempunyai naluri sosial untuk membantu orang lain saat berada dalam kesulitan.

Hal tersebut dilakukan oleh seorang anggota polisi satuan lalulintas Jakarta barat.

Diketahui, polisi tersebut berpangkat dan bernama Bripka Sigit yang terlihat membantu seorang penumpang busway bernama David yang terkena serangan jantung mendadak dengan cara di gendong menuju ke rumah sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, Jum'at (14/2/2020).

Aksi heroik polisi ini diketahui dari unggahan Vidio di akun Twitter @TMCPoldaMetro.

"10.06 Polri Sat Lantas Jakbar membantu penumpang Busway bernama bapak David yg mengalami serangan Jantung mendadak di sekitar halte busway Rs. Harapan Kita Jakbar, dan dibawa ke UGD RS. Harapan Kita Jakbar," tulis akun Twitter @TMCPoldaMetro.

Unggahan vidio inipun mendapatkan pujian yang positif dari kalangan warganet. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | MEDAN LABUHAN- Naas yang menimpa pengendara sepeda motor Maya Dayanti (16) warga lingkungan III, Blok C No. 10, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, yang mengalami luka robek pada paha sebelah kanan dan kiri, Jum'at (14/2/2020).
Diketahui, korban membonceng Aliya Selvia Mendrofa (10) warga Lingkungan III, Blok C No. 10, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan melaju dari arah Pematang Pasir menuju ke arah simpang Kantor, sesampainya di lokasi kejadian, korban berada di badan jalan yang posisi jalan sedikit rusak, langsung lepas kendali dan terjatuh kearah kanan dan mengarah kebagian tengah mobil tangki BH 8296 XU, tidak terelakan lagi langsung kaki korban tergilas ban belakang truk tangki tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media, Kasat lantas polres Belawan AKP MH Sitorus melalui Kanit lantas Polsek Medan labuhan Iptu Lily Tapiv membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut.
" Ia benar, pada pukul 06.30Wib terjadi kecelakaan antara sepeda motor Honda Vario BK 4863 AGS yang dikendarai oleh korban bernama Maya Dayanti. Ia (korban) membonceng seorang anak wanita yang berusia 10 tahun, mengalami luka lecet pada kaki sebelah kanan dan dibawa ke Rumah sakit umum Imelda. Sementara sopir truk tangki BH 8296 XU tersebut bernama Muhammad Ali (60) warga desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Slamat, Kabupaten Aceh Timur, saat ini mobil tangki dan sopirnya sudah kita amankan. Dan kedua korban sudah mendapatkan perawatan medis," jelas Kanit lantas Iptu Lily Tapiv. (Kinoi)
Share Berita

pewartaonline.com | MARELAN- Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap dua warga marelan penjual narkotika jenis sabu, Senin (10/2/2020) sekira pukul 14.30 wib di jalan pasar III Pajak Uka, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
Kedua tersangka masing-masing bernama Salan  alias Kilen (34), warga pasar  II timur, Gang Butet, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Dan rekannya bernama Roni alias kurus (36) warga pasar III barat, Kelurahan Rengas pulau, Kecamatan Medan Marelan.
Berdasarkan sesuai dengan ciri-ciri tersangka, Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Belawan langsung menyetop Salan yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah BK 5759 RAT, kemudian dilakukan penindakan dengan cara melakuka penggeledahan badan. Dan ditemukan barang bukti  berupa 2 paket sedang shabu-shabu, 1 unit hp merk samsung warna biru yang ditemukan dikantong celana sebelah kiri pelaku.
Usai penggeledahan badan di jalan, polisi membawa pelaku untuk dilakukan pengeledahan di rumahnya, ditemukan barang bukti berupa 3 paket sedang shabu-shabu, 2 unit timbangan elektrik, 2 bungkus pelastik kosong besar yang berisikan beberapa pelastik kosong kecil, 1 buah pipet sekop ditemukan didalam kantong kain atas bagian luar kulkas di dapur rumahnya. Saat di introgasi, pelaku mengakui barang haram tersebut miliknya yang diperoleh pelaku dari  Roni.
Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan pengejaran terhadapa pelaku Roni. Polisi berhasil mengamankan tersangka di Jalan Pasar II Barat, Gang Tono, Kecamatan Medan Marelan, namun petugas tidak menemukan barang bukti. Selanjutnya  dibawa ke Makopolres pelabuhan Belawan untuk diperiksa lebih lanjut.
Dari hasil interogasi pelaku, Roni mengakui bahwa barang tersebut diperoleh dari temannya berinisial H. Dan dengan sigap, tim langsung melakukan pengejaran, namun belum berhasil. Sampai saat ini masih DPO.
Barang bukti yang berhasil di amankan,  5 paket shabu ( bruto 21,23 gr ), 2 timbangan elektrik, 2 bungkus Plastik besar berisikan beberapa pelastik kosong kecil, 1 unit HP merk samsung warna biru, 1 buah pipet / sekop, 1 unit Sepeda Motor Honda Beat warna merah BK 5759 RAT, 1 unit Sepeda Motor Yamaha RX-King warna hitam BK 5918 KF, 1 HP nokia warna hitam. (Kinoi)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.