Jemput Aku Pulang Dan Mataku Sudah Buta

pewartaonline.com | MARELAN- Sesibuk apapun, sejauh apapun pergi, keluarga merupakan untuk tempat pulang. Uang dan popularitas tidak mampu membayar kebersamaan dengan uang.

Ucapan itu yang patut didengar oleh keluarga yang memiliki seorang ayah yang tersesat dijalan dikarenakan kedua matanya buta yang menginginkan pulang ke kampung halamannya.

Diketahui, pria yang bernama Buyung Marjuki (60) warga Jalan Bambu Runcing, Tanjung pura, Kabupaten Langkat itu tersesat dijalan tepatnya di simpang titipapan, Pasar satu Marelan.

Pria yang berambut putih dan berbaju Kumal itu sudah berbulan-bulan tinggal di samping emperan toko orang yang menginginkan keluarganya untu menjemput dirinya. Ucapan itu yang dilontarkan ke pada wartawan pewarta online.com saat ditemui, Senin (23/12/2019).

Pria berambut putih itu bertahan hidup dari belaskasihan orang yang melintas untuk memberi nasi bungkus dan minuman yang diberikan untuknya.

Ia (Buyung Marjuki) mengatakan, diduga salah satu keluarga yang dikenalnya bernama Muhammad Umar dan juga Faridah asiyah.

"Jemput aku pulang, kedua mataku sudah buta, tidak sanggup lagi aku berjalan," ucap Buyung Marjuki dengan nada suara yang sedih.

Ketua Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera) M Nursidin juga mengatakan," saya juga berharap instansi yang terkait juga memperhatikan Buyung Marjuki itu. Apalagi kan ada dinas sosial dipemerintahan kita, saya benar-benar berharap khususnya dinas sosial buka mata," tegas Nursidin. (Kinoi)