foto: Orang Tua Korban menangis Melihat Kepergian Anaknya
BELAWAN, POC- Seorang pengendara sepeda motor Honda CBR BK 3728 AIB tewas ditempat akibat lepas kendali dengan kecepatan tinggi.

Dengan kejadian tersebut, pemuda yang diketahui bernama Fahmi Idris (18) warga Jalan Bliton Barat, Lingkungan V, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan tewas setelah menabrak dinding trotoar pembatas jalan. Tepatnya dijalan Stasiun depan Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Selasa (29/10/2019) malam.

Mendapat informasi dari warga, orang tua korban bernama Usmayadi (52) langsung datang ketempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat apakah benar kecelakaan tersebut anaknya. Setelah dilihat ternyata benar itu anaknya.

Isak tangis pun mewarnai kepergian anak kandungnya yang masih muda.

Menurut keterangan saksi dilapangan. Korban yang melaju kencang dari arah kampung salam belawan menuju simpang pompa belawan menabrak trotoar dan terjatuh sehingga mengalami luka parah dan pendarahan yang cukup banyak dikepala.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Kasat Lantas Polres Belawan AKP MH Sitorus membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

"Ia benar, bahwa korban meninggal dunia ditempat kejadian. Dan orang tuanya langsung membawa jasad anaknya pulang kerumah. Korban telah dikebumikan," ucap Kasat Lantas Polres Belawan, Rabu (30/10/2019). (Kinoi)
Share Berita

Foto: Jasad Sugeng Saat di Temukan Warga di Sungai
HAMPARAN PERAK, POC- Sesosok mayat pria atas nama Agung Prayoga (19) yang disapa Sugeng ditemukan oleh warga Hamparan Perak yang sudah dua hari menghilang.

Menurut data informasi yang didapat, mayat yang hanyut dari pantai Anto, Kecamatan Sunggal pada hari Jumat 25 0ktober 2019, kemudian ditemukan pada hari Minggu 27 Oktober 2019 sekitar Pukul 08.00 wib dialiran sungai belawan Dusun II, Desa Sialang Muda, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Atas laporan dari masyarakat, Tim Opsnal dari Polsek Hamparan Perak yang dipimpin oleh Kapolsek Hamparan Perak AKP Azharuddin,  Kanit Reskrim Iptu Bonar H Pohan, Pawas  Ipda G Situmorang, Padal Piket Reskrim Ipda J Siagian dan beserta dengan anggota Aiptu Muhyar, Aiptu Hendrik,  Bripka Boni fasius, Bripka Candra Pinem dengan sigap langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Tidak hanya itu, tim kesehatan dari Puskesmas pembantu Selemak ibu Aisyah AM keb juga turut membantu untuk memeriksa kematian korban. Namun hasil dari pemeriksaan, dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan disekujur tubuh korban.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak Iptu Bonar H Pohan membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

"Ia benar, mayat tersebut telah ditemukan oleh warga, kami dari pihak kepolisian telah mendapat info tersebut langsung turun ke lokasi kejadian dimana mayat tersebut ditemukan warga. Ternyata almarhum ini warga Jalan TB Simatupang, Gang Abadi, Kecamatan Sunggal. Pihak keluarga korban juga meminta agar jasadnya tidak di Outopsi. Dan jenajah langsung kami serahkan kepada anggota keluarga korban," tandas Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak Iptu Bonar H Pohan. (Kinoi)
Share Berita

Foto: Para Pengendara Duduk di Taman Menunggu Selesai Razia
BELAWAN, POC- Sejak tiga hari diadakan Operasi Zebra Toba 2019, Masyarakat lebih memilih menghindar dari pada kena razia.

Hal tersebut diucapkan oleh salah satu pengendara sepeda motor yang bernama Tiwi (40) warga Belawan, Jum'at (25/10/2019) sore.

Dari pantauan awak media, ratusan pengendara sedang berkumpul di pinggir jalan pelabuhan raya Belawan dan di taman untuk menunggu Polisi Satuan Lalulintas (satlantas) pergi.
"Kami tunggu sampai pak polisi itu selesai razianya, kami orang sini, sampai malam pun kami tidak apa-apa bang. Dari pada kena razia," tandas Tiwi sembari tersenyum.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP MH Sitorus mengatakan. Berarti mereka tidak lengkap dokumennya dan kita himbau untuk melengkapinya agar tidak menghindar dari razia," tandas Perwira Berpangkat Balok Kuning Tiga tersebut. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Setelah melewati proses panjang, areal HGU PTPN III (Persero) seluas +/- 10 Ha terletak di Desa Tambak Cekur Kecamatan Serba Jadi Serdang Bedagai yang selama ini dikuasai oleh masyarakat penggarap akhirnya di eksekusi oleh Pengadilan Negeri Sei Rampah, Kamis (24/10/2019).

Upaya ini diambil setelah PTPN III (Persero) Kebun Sarang Giting memenangkan gugatan di tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.

Ali Imran Lubis, Kasubag Humas PTPN III (Persero) dalam rilisnya menyampaikan bahwa puluhan personil keamanan beserta pengamanan internal PTPN III (Persero) dibantu  Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun) mengamankan proses eksekusi ini, dengan harapan eksekusi ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dan halangan dari pihak manapun.

"Eksekusi ini merupakan pelaksanaan atas putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht)  sehingga  harus dihormati oleh semua pihak” tegas Ali.

Proses eksekusi ini dilakukan merujuk pada penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri Sei Rampah nomor : 01/Del.Eks/2019/PN.Srh Jo. Nomor : 12/Pdt.G/2012/PN TTD yang didasarkan surat penetapan dari Pengadilan Negeri Tebing Tinggi nomor 01/EKS/2019/PN Tbt Jo. Nomor 12/Pdt.G/2012/PN. TTD.

Seperti diketahui bahwa pada tahun 1992 areal seluas +/- 10 Ha yang terletak di Desa Tambak Cekur tersebut mulanya menjadi sengketa antara PTPN III (Persero) dengan Marudut Cs, dimana areal tersebut termasuk kedalam HGU PTPN III (Persero) Kebun Sarang Giting dan Marudut Cs mengkalim areal tersebut merupakan tanah leluhur mereka.

Tahun 2012 Marudut Cs menggungat areal +/- 10 Ha tersebut ke PN Tebing Tinggi dan PN Tebing Tinggi mengeluarkan amar putusan bahwa gugatan Marudut Cs ditolak karena surat kepemilikan lahan tidak sah selanjutnya menghukum Marudut Cs untuk menyerahkan lahan tersebut kepada PTPN III (Persero).

Tahun 2013 Upaya hukum banding juga dilakukan oleh Marudut Cs ke Pengadilan Tinggi Medan dengan amar putusan menguatkan putusan PN Tebing Tinggi bahwa areal tersebut merupakan areal HGU PTPN III Kebun sarang Giting. Kemudian di tingkat Kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) PTPN III (Persero) kembali memenangkan gugatan terhadap areal di Desa Tambak Cekur tersebut. (Rel)
Share Berita

BELAWAN, POC- Para pengendara kendaraan bermotor diminta segera lengkapi surat-surat kendaraan dan patuhi rambu-rambu lalu lintas.

Karena satu hari lagi, pihak Satlantas Polres Pelabuhan Belawan akan menggelar Operasi Zebra Toba 2019.

Hal itu dibenarkan Kasat Lantas Polres Belawan, AKP MH Sitorus. Dan menegaskan bahwa operasi tersebut akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai dari tanggal 23 Oktober sampai  5 November 2019  mendatang.

Dan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dengan cara memberikan himbauan melalui media online, Radio dan lain-lain kepada pengendera bermotor.

Operasi Zebra ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan dan tertib administrasi pengemudi dan kendaraan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Saat dikonfirmasi awak media pewartaonline.com melalui pesan singkat WhatsApp, Kapolres Belawan AKBP Ikhwan melalui Kasat Lantas Polres Belawan AKP MH Sitorus menjelaskan." Dioperasi ini kami akan memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Surat kendaraan yang dimaksud berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Surat Izin Mengemudi (SIM) serta pengesahan kendaraan,” terang Kasat Lantas Polres Belawan, Selasa (22/10/2019).

Selain itu kata dia (AKP MH Sitorus), kami juga mengincar pelanggaran yang berpotensi fatalitas kecelakaan lalu lintas.

"Misalnya, tidak gunakan seatbelt, tidak pakai helm dan lain-lain.Tujuan operasi ini dalam rangka membangun budaya tertib lalu lintas ," ucap Perwira berpangkat Balok Kuning tiga itu.

Oleh sebab itu, menjelang operasi ini dihimbau seluruh pengendara untuk segara melengkapi surat-surat kendaraan dalam berkendara nantinya.

“Cek kelengkapan surat kendaraan dan jangan lupa bayar pajak kendaraan ketika menunggak,” imbuh MH Sitorus.

Untuk diketahui, dasar hukum Operasi Zebra ini, terdapat di UU Nomor 8 Tahun 1981, UU Nomor 2 Tahun 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Lalu, UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Sepeda Motor Kawasaki Ninja Warna Merah Saat Berada di Bawah Kolong Truck Trailer
MEDAN LABUHAN, POC- Peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan K.L Yos Sudarso Km.17,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan tepatnya didepan gudang Bulog, Senin (21/10/2019) malam.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Kawasaki Ninja BK 4506 ACU dengan Mobil Truck Trailer Tanpa Plat.

Saat itu, pengendara sepeda motor, Zulham Azmi (34) warga Lingkungan VI KNI, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan melaju dari arah medan ke arah Belawan. Sesampainya di tempat kejadian terlihat Mobil truck trailer yang dikendarai oleh Rudi Manalu (37) warga Kampung Salam Belawan itu mengalami kerusakan mendadak dan berhenti di jalur cepat tanpa memasang tanda-tanda mobil tersebut dalam keadaan darurat sehingga pengendara sepeda motor ninja menabrak bagian belakang mobil tersebut, sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas. Setelah kejadian itu pengemudi mobil truck langsung melarikan diri.

Saat dikonfirmasi awak media, Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan Iptu Lily Tapiv membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

"Ia benar, tadi malam kejadiannya. Saat ini korban mengalami luka patah pada kaki kiri, robek pada dagu dan kening, patah pada bahu kiri dan kanan. Langsung dibawa ke Rumah Sakit Delima Medan. Dan meninggal dunia dirumah sakit," jelas Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Payu Dara Sumarni Bolong Akibat Penyakit Kanker Payudara.
MARELAN, POC- Kanker payudara salah satu penyakit yang ditakuti para kaum Hawa (perempuan).

Dan saat ini penyakit kanker masih menjadi permasalahan yang serius di seluruh dunia, baik di negara-negara yang sudah maju, terlebih lagi pada negara-negara yang masih berkembang.

Seperti halnya yang dialami Ibu sumarni (62) warga Pasar V, lingkungan 35, Kelurahan Rengas pulau, Kecamatan medan marelan. Ia (Sumarni) terbaring lemas dan setiap hari selalu merintih kesakitan rasa denyutan yang tidak henti-hentinya.

Penyakit ganas yang dideritanya itu sudah hampir enam bulan. Tapi karena keterbatasan dana untuk biaya pengobatan menghilangkan rasa denyutnya, Dasuki (82) sebagai suaminya rela mencari rumput-rumput liar untuk ramuan yang bisa menghilangkan rasa denyut penyakit isterinya.

Saat awak media pewrtaonline.com menemui pada hari Senin (21/10/2019) di kediamannya, terlihat Dasuki juga terbaring sakit karena kelelahan.

"Maklumla nak, kakek sudah tua, kerja pun tidak. Tapi kakek tetap berusaha mencari ramuan untuk menghilangkan rasa denyut penyakit isteri kakek. Apa lagi terlihat payudaranya sudah busuk atau berlobang. Kalau seperti ini kakek juga sakit, ya mau gimana lagi, berserah aja sama allah sang pencipta," ucap Dasuki dengan wajah sedih.

"Untuk beli obat penghilang rasa denyut saja satu hari harus menyediakan dana sebesar Rp. 30000,- jadi kalau satu bulan Rp.900.000,- tapi karena keterbatasan dana kami, terpaksa pakai rumput liar untuk ramuan-ramuan anti denyut. Saya bang cuma kerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT)," ucap fika (38) dengan nada menangis anak dari Dasuki dan Sumarni.

(Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Ketiga Tersangka Saat di Paparkan di Halaman Polres Belawan
BELAWAN, POC - Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan berhasil membekuk tiga kawanan bajing loncat, Rabu (16/10/2019).

Polisi tidak terlalu sulit melacak mereka, lantaran aksi kawanan tersebut direkam seorang pengguna jalan hingga viral di media sosial saat beraksi di jalan Raya Pelabuhan Belawan,Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan tepatnya di depan PT SMART beberapa jam yang lalu.

Ketiga tersangka yakni, Imanuddin Nasution (39) warga jalan Kapten Rahmadbuddin, Kecamatan Medan Marelan, Yunus Bangun (21) warga pasar V martubung, Muhammad Ihsan (25) warga gang Selebes paluh perta Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan mengatakan dalam press releasenya. Sebenar tersangka ada ampat, yang satu lagi sedang buron dan mereka adalah residevis. Penangkapan tiga tersangka ini cuma makan waktu hanya tiga jam," kata perwira berpangkat melati dua itu.

Sisa barang bukti yang berhasil disita pihak kepolisian dua batang besi WNP yang sudah dipotong pendek.

Tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 Subs 362 KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Ketua Dewan Pembina Perguruan Asy-syafi'iyah Internasional Medan, Dr. H. Mhd. Syafi'i, SH., MH., M.Si mendaftarkan diri  Bakal Calon Walikota Medan Periode 2020-2024 ke DPD Partai Nasdem KOta Medan Jalan HT Amir Hamzah, Kompleks roku Griya Riatur, Medan, Selasa (15/10/2019).

Ia didampingi oleh tim sukses mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Daerah Partai Nasional Demokrat (DPD) Partai Nasdem Kota Medan guna menyerahkan kembali formulir pendaftaran balon Walikota Medan.

Kedatangan Dr. H. Mhd. Syafi'i diterima langsung oleh Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Medan, Zainal Abidin beserta Tim Penjaringan Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota.

Menurut Mhd. Syafi'i kedatangannya untuk mengantarkan formulir pendaftaran ke Partai Nasdem. Ia menjelaskan bahwa ia merupakan bagian dari partai dikarenakan pernah dicalonkan oleh Partai Nasdem di Pilkada Kabupaten Batu Bara 2018 lalu.

“Saya dan Partai Nasdem memiliki hubungan yang sangat baik. Hubungan saya bermula kala Partai Nasdem mengusung saya di Pemilihan Bupati Kabupaten Batu Bara 2018 yang lalu. Artinya saya dan Partai Nasdem sudah punya daya ikat. Pun bagi saya Partai Nasdem punya daya pikat karena semangat perubahannya,” ujarnya.

M. Syafi'i juga mengaku memiliki visi, misi dan program yang besar untuk Kota Medan. Terutama terkait perbaikan tata kelola birokrasi yang bersih, transparan dan akuntabel. Tidak hanya itu saja,ia juga menjelaskan persoalan pendidikan yang ada di Kota Medan saaat ini.

“Saya memiliki memiliki visi, misi dan program yang besar untuk Kota Medan. Terutama terkait perbaikan tata kelola birokrasi yang bersih, transparan dan akuntabel. Terutama soal penyelesaian persoalan pendidikan untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kewenangannya ada di Pemko Medan," jelasnya mengakhiri. (rel)
Share Berita

MEDAN - Ketua Dewan Pembina Perguruan Asy-syafi'iyah Internasional Medan, Dr. H. Mhd. Syafi'i, SH., MH., M.Si mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Walikota Medan Periode 2020-2024 ke kantor DPD Partai Nasdem Kota Medan, selasa (15/10/2019).

Sebagai Tokoh Pendidikan Kota Medan, Mhd. Syafi'I mengaku miris sampai hari ini di Kota Medan masih ada anak-anak yang putus sekolah karena kendala biaya.

“Jujur saya sangat miris membaca pemberitaan di Kota Medan. Masih ada anak-anak yang putus sekolah karena kendala dana. Saya membaca data tahun 2016/2017 tercatat sebanyak 83 siswa SD dan tahun 2017/2018 tercatat sebanyak 81 siswa SD yang putus sekolah karena kendala dana. Tidak hanya itu, untuk jenjang SMP tahun 2016/2017 ada 124 siswa dan tahun 2017/2018 sebanyak 183 anak yang putus sekolah” ungkap Mhd. Syafi'i.

Lebih lanjut, Mhd. Syafi'I mengatakan bahwa kedepannya ia akan fokus pada pendidikan anak-anak di Kota Medan. Khususnya anak-anak berumur 7-15 tahun karena kewenangannya untuk siswa SD dan SMP ada di Pemerintah Kota Medan.

“Kedepan saya akan perjuangkan pendidikan anak-anak di Kota Medan.

Pemerintah Kota Medan akan hadir dalam setiap persoalan pendidikan di Kota Medan. Utamanya anak-anak berumur 7-15 tahun karena kewenangannya untuk siswa SD dan SMP ada di Pemerintah Kota Medan. Sementara, untuk SMA dan SMK kan ada di provinsi, artinya kita akan tetap berkordinasi dengan Pemprovsu kedepan jika akhirnya saya dipercaya masyarakat Kota Medan menjadi Walikota” tutup Mhd. Syafi'i. (rel)
Share Berita

BELAWAN, POC- Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pelabuhan Belawan akan menggelar Operasi Zebra Toba 2019.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan selama beberapa hari kedepan sampai November 2019.

Operasi Zebra ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan dan tertib administrasi pengemudi dan kendaraan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Saat dikonfirmasi awak media pewartaonline.com melalui pesan singkat WhatsApp, Kapolres Belawan AKBP Ikhwan melalui Kasat Lantas Polres Belawan AKP MH Sitorus menjelaskan." Dioperasi ini kami akan memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Surat kendaraan yang dimaksud berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Surat Izin Mengemudi (SIM) serta pengesahan kendaraan,” terang Kasat Lantas Polres Belawan, Senin (14/10/2019).

Selain itu kata dia (AKP MH Sitorus), kami juga mengincar pelanggaran yang berpotensi fatalitas kecelakaan lalu lintas.

"Misalnya, tidak gunakan seatbelt, tidak pakai helm dan lain-lain.Tujuan operasi ini dalam rangka membangun budaya tertib lalu lintas ," ucap Perwira berpangkat Balok Kuning tiga itu.

Oleh sebab itu, menjelang operasi ini dihimbau seluruh pengendara untuk segara melengkapi surat-surat kendaraan dalam berkendara nantinya.

“Cek kelengkapan surat kendaraan dan jangan lupa bayar pajak kendaraan ketika menunggak,” imbuh MH Sitorus.

Untuk diketahui, dasar hukum Operasi Zebra ini, terdapat di UU Nomor 8 Tahun 1981, UU Nomor 2 Tahun 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Lalu, UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Polisi Saat Berada di Kediaman Rumah Kaka Ipar Syahril Almsyah
TANJUNG MULIA, POC- Viralnya di jejaring media sosial Insiden penyerangan terhadap Menkopolhukam, Wiranto, diduga dilakukan oleh pria yang berasal dari Medan, Sumatra Utara, Syahril Alamsyah di alon-alon Menes, Pandeglang, Banten.

Menurut informasi Polres Pandeglang, Banten, Syahril kelahiran 24 Agustus 1988 di Medan. Dia (syahril alamsyah) berdomisili di Jalan Syahrial VI No 104, Lingkungan V, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Sedangkan istri Syahrial bernama Fitri Andriana binti Sunarto. Fitri kelahiran Brebes, 5 Mei 1998. Alamat Fitri di Desa Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Dengan sigap, personil kepolisian dari Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan langsung mendatangi rumah kakak iparnya Syahril Alamsyah di Jalan Alfaka V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli untuk mencari informasi mengenai Syahril Alamsyah pasca penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang Banten, Kamis (10/10/2019) siang tadi.

Menurut informasi yang didapat, rumah Syahril Alamsyah dulunya berada di Jalan Alfaka VI, namun tergusur karena kena proyek pembangunan Jalan Tol waktu lalu.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan membenarkan bahwa sejumlah personil kepolisian dari Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan mendatangi kediaman rumah kakak iparnya pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto. Dan pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam sudah lama pindah dari alamatnya, sejak Tahun 2016 lalu ," ucap Kapolres Belawan.

Polisi akan terus melakukan pengembangan, karna sebelumnya pelaku pernah tinggal di tempat orang tuanya di Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli. (Kinoi)
Share Berita

HAMPARAN PERAK, POC- Polsek Hamparan Perak berhasil melakukan penangkapan kepada dua orang laki-laki pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Penangkapan tersebut di Dusun XII, Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (10/10/2019) pada pukul 01.30 WIB dini hari langsung dipimpim Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak Iptu Bonar H Pohan bersama Panit 3 serta anggota unit.

Kedua tersangka masing-masing bernama Salamudin alias Bakri (48) warga Dusun XII, Gudang atap, Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupatan Deli Serdang. Dan Yuliadi alias Julet (38) warga Dusun XII, Gudang Atap, Desa kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Kronologis Penangkapan. Bermula adanya informasi dari masyarkat sering terjadinya transaksi narkoba diwilayah hukum Polsek Hamparan Perak. TIM kepolisian langsung sigap menuju lokasi tersebut untuk menangkap tersangka. Saat hendak ditangkap, tersangka Yuliadi dengan cepat mencabut senjata tajam berupa pisau untuk melindungi dirinya dari penangkapan tersebut. Namun dengan sigap tim unit reskrim Polsek Hamparan Perak langsung mengamankan senjata tajam milik tersangka tersebut. Pada saat itu juga tersangka Salamuddin dengan cepat melarikan diri, kemudian tim unit melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan. Polisi melakukan penggeledahan terhadap kedua tersangka dan berhasil menyita barang bukti di kantong celana tersangka berupa 4 (empat) buah palstik klip bening dan 1 (satu) buah plastik besar yang diduga  berisi Narkotika jenis Sabu-sabu. Kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Hamparan Perak untuk proses lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Kapolsek Hamparan Perak AKP Azharuddin, SH membenarkan adanya penangkapan kedua tersangka narkotika jenis sabu-sabu.

"Ia benar, kedua tersangka ditangkap tadi malam pada pukul 01.30wib dini hari. Dan kami berhasil mengamankan barang bukti jenis sabu-sabu. Saat ini kedua tersangka dimintai keterangan lebih lanjut," tandas Kapolsek Hamparan Perak. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Jasad Korban Saat di Rumah Sakit
MARELAN, POC- Satu orang menjadi korban tewas dalam laka lantas antara sepeda motor dan mobil Suzuki Pick Up BK 8756 PI di Jalan Kapten Rahmad Buddin, Lingkungan VIII, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan tepatnya didepan Indomaret, Selasa (8/10/2019).

Korban yang tewas merupakan pengendara sepeda motor Honda Beat BK 5696 ADW bernama Irwan T Simanjuntak (27) warga Komplek KPUM Blok 1, No. 12, Kelurahan  Terjun, Kecamatan Medan Marelan yang meninggal setelah mendapatkan perawatan medis.

Kronologis Kejadian. Semula sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas. Sepeda motor honda Beat BK 5696 ADW yang dikendarai oleh Irwan T Simanjutak yang berboncengan dengan Taufik H Sinaga (22) warga jalan Kampung Nelayan Seberang, Lingkungan XII, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan berjalan dari arah simpang pasar V Marelan menuju ke arah simpang terjun. Dan sesampainya dilokasi kejadian, datang dari arah arah berlawanan mobil pick up dengan nomor polisi BK 8756 PI yang dikemudikan oleh Bobby Desvianda (22) warga lingkungan V, Sei Dendang, Kecamatan Stabat. Yang melaju terlalu kekanan sehingga makan badan jalan yang mengakibatkan menabrak korban hingga tewas. Langsung warga setempat membantu untuk membawa korban ke Rumah Sakit Eshmun Marelan. Sesampai dirumah sakit, nyawa korban tidak tertolong lagi.

Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP MH Sitorus membenarkan adanya kecelakaan lalulintas di jalan Kapten Rahmad Buddin Marelan.

"Ia benar telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Dan sempat mendapatkan perawatan medis, tetapi tidak dapat tertolong," tandas Perwira berpangkat balok kuning tiga tersebut. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC- Polres Pelabuhan Belawan meluncurkan program Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Door to Door. Layanan ini ditujukan pada warga tidak bisa datang ke Polres karena sibuk, sehingga Polres akan mengirimkan personel khusus langsung ke tempat warga.

Launching program ini digelar dihalaman Polres Pelabuhan Belawan yang langsung dipimpin Kapolres Belawan AKBP Ikhwan yang didampingi Wakapolres Kompol Taryono Raharja serta para PJU Polres Belawan, Selasa (8/10/2019).

Program tersebut guna meningkatakan pelayanan bagi masyarakat dan mendukung zona intergitas Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

"Program SPKT Door To Door ini meningkatkan pelayanan secara maksimal bagi masyarakat dan tanpa dipungut biaya apapun," ucap Kapolres Belawan.

Masyarakat bisa menghubungi nomor call center Polres Belawan 110 (bebas pulsa). Dan untuk nomor kontak Polres Pelabuhan Belawan serta polsek jajaran yakni:
-Polres Belawan 061- 6943-636.
- Polsek Belawan 0823-6059-6545.
-Polsek Medan Labuhan 0813-6158-6705.
-Polsek Hamparan Perak 0812-6515-2844.

(Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Api Membesar
BELAWAN, POC- Permukiman penduduk di Perumahan PJKA di Jalan Bliton Barat, Lingkungan V, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan mendadak kaget.

Pasalnya rumah milik warga hangus terbakar, Selasa (1/10/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Saat munculnya api, warga sekitar langsung heboh berteriak 'kebakaran' seraya minta tolong kepada warga lain agar dipadamkan api yang sempat membesar.

Dari keterangan warga, pertama kali terlihat api dari rumah milik warga bernama Amri Pohan. Warga sekitar langsung berusaha memadamkan api, namun lantaran dengan alat seadanya, api cepat membesar dan menyambar kerumah yang lainnya.

Api baru dapat dipadamkan setengah jam kemudian setelah delapan unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Medan, Pelindo dan Lantamal 1 Belawan turun kelokasi kejadian.

Setelah didata, kebakaran tersebut mengakibatkan lima unit bangunan rumah ludes terbakar.

Camat Medan Belawan Ahmad SP, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan. Dilokasi kejadian sebanyak lima rumah yang terbakar dan ada 8 kepala keluarga.

"Untuk saat ini para korban mengungsi dirumah keluarga dan tetangga, korban jiwa tidak ada tetapi kerugian ditafsir hingga ratusan juta rupiah," kata Camat Belawan.

Kapolsek Medan Belawan Kompol Syafaruddin Tama Siregar saat dikonfirmasi mengatakan. "Masih dilidik, kita belum bisa pastikan asal api dari mana," ucap Kapolsek. (Kinoi)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.