Polsek Medan Area Diminta Tindak Warnet "Nakal"

MEDAN - Menjamurnya warung internet (warnet) di wilayah hukum Polsek Medan Area membuat warga resah. Terlebih lagi kehadiran para pelajar yang kerap bermain warnet di jam-jam belajar, Senin (9/9/2019).

Hal ini mendapat reaksi dari Presidium Garuda Merah Putih Community, Dedi Harvisyahari. Ia berharap pihak Polsek Medan Area memberikan sangsi tegas kepada para pengelola warnet yang memberikan akses kepada pelajar bermain internet di jam belajar.

"Saya mewakili masyarakat berharap pihak Kepolisian Polsek Medan Area segera mengeluarkan peraturan keberadaan warnet-warnet yang banyak digunakan untuk hal negatif seperti judi online dan lainnya dengan mengeluarkan surat himbauan atau teguran agar pengelola warnet tidak memberikan akses kepada pelajar di jam-jam tertentu atau jam malam hari dibatasi," harapnya.

Dedi juga sangat mengapresiasi kinerja Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara Siregar dalam memberantas adanya gangguan Kamtibmas.

"Kita juga memberikan masukan kepada Kapolsek Medan Area untuk melibatkan Kepala Lingkungan (Kepling) dalam menjaga wilayahnya dari peredaran narkoba maupun warnet-warnet yang di sinyalir tempat transaksi narkoba maupun tempat berkumpulnya Genk motor di wilkum Polsek Medan Area," terangnya.

Lalu Dedi menjelaskan, adanya penyalahgunaan warnet seperti judi online, pornografi dan lainnya akan berdampak buruk dengan tindakan remaja.

"Adanya permainan judi online, pornografi dan lainnya di warnet dapat mengganggu kamtibmas. Pasalnya jika mereka kalah bermain pasti akan bertindak nekat. Jadi kita mengapresiasi apa yang menjadi atensi Kapolsek Medan Area," jelasnya mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara berjanji berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk mendata warnet-warnet yang buka 24 jam.

"Kita lagi koordinasi dengan pihak Kecamatan, Kelurahan dan Kepling untuk pendataan dan monitor warnet-warnet yang buka 24 jam," tegasnya singkat. (Rel/red)