Ket Foto: 5 Tersangka Yang Berhasil di Tangkap Timsus Gagak Polres Belawan
BELAWAN, POC- Atas laporan korban pencurian dengan kekerasan Putri Purnama Sari (28) wrga Jalan Pari, No 75 Blok A Griya Martubung II, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan pada Jum'at (13/09/2019) lalu, akhirnya dalam waktu tujuh Puluh dua jam ke lima tersangka berhasil ditangkap Timsus Gagak Polres Pelabuhan Belawan yang dipimpin Katimsus Ipda Herikson Siahaan, Senin (16/09/2019).

Dari lima tersangka masing-masing bernama Indra Syahputra Sinambela (pemetik) (14) warga Jalan Almunium IV, Gang Mansyur Tanjung Mulia, Lambok Roy Martin Sipahutar (otak pelaku) (23) warga Gang Padi Tol 1 Tanjung Mulia, Eskiel Fernando Sinaga (20) warga Jalan Tol Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Roni Rikardo Zebua (21) warga Jalan Tol Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli dan Manson Manalu (Penadah) (26) warga Jalan Kawat III, Gang Padi Tol tanjung Mulia III.

Dalam kronologis kejadian pada jum'at lalu, dimana pada saat itu Putri Purnama Sari berangkat dari bandara dengan menggunakan taksi online menuju kerumah, setiba di pintu tol Tanjung Mulia, supir taksi online tersebut bernama Raffles berhenti dan keluar mengisi saldo E-tol, tanpa diduga datang tersangka Indra Syahputra menghampiri mobil yang di naiki korban dan langsung membuka pintu mobil sebelah kiri bagian depan langsung mengambil tas milik korban. Tersangja langsung melarikan diri ke arah rumah-rumah warga yang berada di dekat pintu tol tersebut.

Atas kejadian itu korban merasa keberatan dan membuat laporan pengaduan ke Polres Pelabuhan Belawan, agar pelaku di tuntut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Belawan AKP Jerico Lavian Chandra membenarkan adanya penangkapan lima tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang dialami korban bernama putri purnama sari. Dari hasil penangkapan tersebut, personil berhasil menyita barang bukti milik korban. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC – Pembangunan beberapa rumah dinas untuk Pejabat Jajaran Utama (PJU) di areal Polres Pelabuhan Belawan secara keseluruhan telah rampung dan siap ditempati.

Kapolres Belawan AKBP Ikhwan secara simbolis melaksanakan peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita serta peletakan batu pertama, Sabtu (14/9/2019).

Dalam kata sambutannya, Kapolres mengatakan. Ia (Kapolres) mengaku bersyukur telah dibangunnya sejumlah rumah dinas bagi PJU Polres Pelabuhan Belawan dan sekaligus peletakkan batu pertama kantor Sat Reskrim dan Intelkam dimana nantinya diharapkan kondisi bangunan ini lebih asri dan kokoh serta lebih baik menjadi motivasi semangat kerja bagi personil Polri kedepannya," kata AKBP ikhwan selaku Kapolres Belawan.

Lebih lanjut dikatakan Ikhwan, pembangunan kantor Satreskrim dan intelkam ini kedepannya akan dibangun dua lantai, tetapu bertahap. Tahun ini dibangun satu lantai dulu dengan anggaran dana dibantu Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang. Sedangkan anggaran pembangunan rumah dinas berasal dari Polri. Dan disampaikan bahwa pembangunan rumah dinas ini sebagai salah satu wujud nyata program Kapolri," jelasnya.

Menurut undang -undang No 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan pemukiman serta perhatian dari pimpinan Polri dalam rangka meningkatkan kesejahteraan personil Polri dimana upaya ini sesuai dengan komitmen Pemerintah terus berupaya melahirkan kesejahteraan personil Polri. Danselain rumah dinas dalam waktu dekat ini dibangun kantor Satreskrim dan Sat Intelkam.

Acara tersebut turut mendampingi Kapolres ketua Bhayangkari Hj Heny Ikhwan serta Ustad Abbas selaku tokoh ulama dan disaksikan sejumlah PJU Polres Pelabuhan Belawan. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Mayat Pria Tanpa Identitas Diri Saat di Evakuasi
BELAWAN, POC- Sesosok mayat pria tanpa identitas mengambang di aliran Sungai Deli tepatnya di Jalan Pulau Rupat Lingkungan IX, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan di tangkahan Pukat Teri ibu Dame Boru Sinaga, Jumat (13/9/2019).

Sontak penemuan mayat ini membuat geger warga sekitar yang langsung berbondong-bondong melihat.

Kapolsek Belawan melalui Kanit reskrim Iptu AR Riza yang menyebutkan. Jenazah pria yang tanpa identitas diri ini ditemukan mengapung di Sungai Deli dan yang menemukan pertama kali adalah warga sekitar yang hendak ke kapal.

"Yang pertama warga sekitar bernama M. Aldo yang hendak ke kapal mengambil makanan, saksi melihat mayat sudah menyangkut di tali belakang yang ada dibelakang kapal," ucap Reza.

Lanjut dikatakan Reza. Dugaan sementara, korban terpeleset dan hanyut terbawah arus sungai yang memang lagi banjir. Dan jasad kita bawak ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum, bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat melihat langsung ke RS Bhayangkara atau mendatangin pihak kepolisian," tandasnya. (Kinoi)
Share Berita


MEDAN - Seratusan massa yang menamakan diri Lingkar Millenial Peduli Demokrasi (LMPD) melakukan aksi damai mendukung DPR-RI merevisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (11/9/2019).

"Kami dari Lingkar Millenial Peduli Demokrasi, meminta DPR-RI untuk segera merevisi UU KPK terlebih lagi persoalan proses penyadapan yang bentuknya illegal. Sesuai yang diatur UU 19/2016 tentang ITE dan Pasal 40 UU Telekomunikasi yang diperkuat pasal 56 UU Telekomunikasi dengan ancaman 15 tahun penjara ujar orator, Wira Syahputra.

Wira menambahkan bahwa langkah DPR-RI merevisi UU KPK adalah langkah solutif untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Selain itu, terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK adalah tindakan yang belum sempurna sehingga menimbulkan perdebatan. Beberapa kali KPK digugat diperadilan, ada beberapa tersangka koruptor lepas. Makanya kami dari LMPD memberikan masukan perlu adanya lembaga pengawas KPK," tegasnya.

Lalu Wira menerangkan, saat ini banyak kinerja KPK yang menyalahgunakan wewenang jabatan sehingga terjadi korupsi.

"Kami mendukung penuh revisi UU KPK dengan harapan kinerja KPK menjadi baik kedepannya. Disini kami bukan melemahkan KPK, atau membatasi KPK. Tetapi adanya pengawasan lembaga, mampu memberikan efek yang baik bagi kinerja KPK kedepannya sehingga langkah-langkah yang dibuatnya sangat konstitusional dan tidak ada muatan politisi," jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap untuk pemilihan calon Pimpinan KPK, tidak ada Capim KPK yang track recordnya pernah bermasalah di hukum.

"Dan juga kami meminta pimpinan KPK tidak ada track record kriminal. Sehingga betul-betul lembaga ini independen," jelasnya mengakhiri.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat Seratusan massa yang menamakan diri Lingkar Millenial Peduli Demokrasi menyatakan sikap mendukung DPR-RI secepatnya merevisi UU KPK, memandang perlu adanya lembaga pengawas KPK dan meminta DPR-RI untuk melakukan pemilihan ulang pimpinan KPK.  Aksi damai tersebut diakhiri dengan pemberian bunga kepada pengendara kendaraan di Jalan. (Rel/red)

Share Berita

MEDAN - Carut marutnya permasalahan Pasar Timah yang tak kunjung selesai selama 5 tahun oleh Direksi PD Pasar sebelumnya, akhirnya terselesaikan dengan baik oleh Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya. Hal ini terlihat dari kesepakatan kedua belah pihak antara pedagang dan PD Pasar untuk merevitalisasi Pasar Timah.

"Alhamdulillah, hari ini kita sudah dapat kesepakatan dengan ditanda tanganinya kesepakatan bahwa hari ini kita bongkar, kita relokasi pedagang Pasar Timah dengan baik-baik. Namun tadi minta tunda hingga usai berjualan hingga pukuk 12.00 WIB. Kita akan pindahkan ketempat penampungan sementara yang sudah  disiapkan," ujar Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya, Selasa (10/9/2019).

Rusdi menjelaskan bahwa dengan ditandatangani kesepakatan ini, ia berharap kondisi Pasar Timah dapat berjalan baik sesuai dengan rencana.

"Saya harap pasar timah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana. Dan saya jaminkan, bahwa seluruh 332 pedagang 226 kios dan 106 stand wajib mendapat haknya. Nanti harga untuk sementara ditentukan oleh Pemko Medan dengan harga standard dari Pemko bukan dari developer, jadi Pedagang jangan khawatir," jelasnya.

Kemudian, Rusdi menjelaskan penertiban ataupun relokasi akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan tempatnya. "Secara legal standingnya sudah cukup. Dan sesuai perhitungan pengembang, Pasar Timah akan selesai dalam 6 bulan. Dan untuk relokasi pedagang kita beri tempo dalam waktu 14 hari, terhitung sejak hari ini," terangnya.

Dilokasi yang sama, Kuasa Hukum Pedagang, Asril Siregar mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya, yang dapat menjamin hak dan kepentingan pedagang.

"Kita sudah sampai pada titik temu dari ini. Penolakan ini sudah bertahun-tahun. Pedagang mana yang tidak senang pasarnya dibuat bagus. Hanya saja pada waktu sebelum-belumnya, tidak pernah ada kesepakatan dari PD Pasar yang menjamin hak dan kepentingan pedagang seperti yang disampikan pak Dirut. Selama ini hanya omongan saja, lisan jadi tidak ada tertulis," bebernya.

Ia berharap, para pedagang nantinya akan dapat berjualan dengan aman dan nyaman tanpa adanya penggusuran. "Kita harap agar setiap pedagang nantinya pindah ke relokasi, tidak akan takut diusir lagi oleh PT KAI. Jadi nanti selesai pembangunan, pedagang dapat lngsung pindah ke bangunan baru," harapnya mengakhiri. (Rel/red)
Share Berita

BELAWAN, POC- Wujud kebersamaan serta kekompakan antara TNI dan Pemerintahan setempat dan masyarakat bukan hanya berupa slogan ataupun ucapan semata.

Hal tersebut tampak nyata pada saat HUT TNI AL yang ke 74 di kejutkan oleh Camat Belawan Ahmad Sp dan seluruh para kepling Belawan serta ratusan rombongan para masyarakat nelayan sebrang yang datang ramai-ramai menggunakan lima boat mesin, Selasa (10/09/2019).

Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid K. S.E., M.M selaku Komandan Lantamal I AL Belawan beserta Prajurit dan PNS terkejut saat ratusan nelayan dan warga Belawan serta camat dan pegawai kecamatan tanpa diduga dari arah laut mendatangi dermaga Mako Lantamal I tempat  dilaksanakannya  Upacara HUT Ke 74 TNI Angkatan Laut yang baru saja selesai dilaksanakan.

Dengan spontanitas seluruh peserta Upacara menuju ketempat dimana puluhan perahu yang digunakan oleh Nelayan tersebut bersandar, tak disangka ternyata Ratusan nelayan dan warga Belawan yang tidak hanya terdiri dari kaum laki-laki namun Ibu-Ibu dan anak-anak tersebut ingin memberikan ucapan Selamat Ulang Tahun Kepada TNI Angkatan Laut dalam Hal ini Lantamal I yang Berulang Tahun Ke 74 Tahun.

Disambut dengan tepuk tangan dan Nyanyian Ulang Tahun para Nelayan berjalan menuju podium sambil membawa Kue Ulang Tahun yang akan diserahkan Kepada Komandan Lantamal I. Dengan rasa Kaget dan senang Danlantamal I menerima sekaligus mengucapkan terima kasih atas Surprise yg diberikan Masyarakat dan Camat Belawan kepada Lantamal I sebagai bentuk kebahagiaan selanjutnya warga diperkenankan untuk mengunjungi Kapal Perang yang Sandar didermaga Mako Lantamal I. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto:Supir Truck Yang Menggelar Aksi Demo di Depan Gedung Pelindo I
BELAWAN, POC- Puluhan supir truck yang tergabung dalam Persatuan Supir Truck Pelabuhan (PSTP) gelar unjuk rasa didepan gedung Pelindo I jalan Pelabuhan Raya, Kecamatan Medan Belawan untuk meminta membersihkan praktik pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Belawan, Senin (09/9/2019).

Dalam aksinya, seluruh supir dan kernet juga meminta Pelindo I menyediakan tempat makan (kantin) yang layak bagi sopir dan kernet di areal pelabuhan.

Tidak hanya itu, para sopir juga memprotes tidak dibenarkannya kernet masuk ke dermaga untuk memuat barang, padahal sopir dan kernet ibarat suami istri yang menyatu," kata Johnson P Butarbutar selaku kordinator aksi.

"Kami ini orang terdepan dalam memperlancar arus barang, tolonglah diperhatikan nasib kami. Dan jadikan kami secara manusiawi, karena kami juga mau makan bersama para manajer Pelindo, bukan makan di pinggir jalan yang bercampur debu-debu," ucap Hotman Silitonga.

Munif junaidi (40) selaku supir truck yang juga ikut aksi demo itu juga mengatakan. Saya pribadi sangat kecewa dengan kegiatasn pungli sebesar lima ribu rupiah sampai dua puluh ribu rupiah yang dilakukan oknum teli barang yang bekerja sama dengan operator kran, termasuk sistem kerja yang diterapkan di Pelabuhan Belawan untuk closing yang kadang dibebankan kepada sopir. Upah kami cuma sedikit dan sistemnya kami per trip. Jadi kalau kami satu hari cuma satu trip, mau makan apa anak kami. Butuh biaya sekolah mahal, biaya makan mahal," kata Munif.

Lanjut dikatakan munif, "Bila terjadi kecelakaan terhadap kontainer yang diangkut dari pelabuhan sebelum tiba di timbangan, atau keterlambatan, maka sopir dibebani biaya Rp 750 ribu untuk satu kontainer ukuraan 20 feat dan Rp 1,2 juta ukuran 40 feat," ucap Munif junaidi dengan wajah jengkel.

Dari pantauan awak media dilapangan, terlihat Humas Pelindo 1 Fiona Sari Utami yang menerima para sopir dan kernet yang melakuan aksi tersebut, ia (fiona) akan menindaklanjuti tuntutan para pendemo. "Tolong sampaikan secara tertulis tuntutannya, karena sampai saat ini kami belum menerima isi tuntutan aksi," ucap Fiona sambil tersenyum. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Menjamurnya warung internet (warnet) di wilayah hukum Polsek Medan Area membuat warga resah. Terlebih lagi kehadiran para pelajar yang kerap bermain warnet di jam-jam belajar, Senin (9/9/2019).

Hal ini mendapat reaksi dari Presidium Garuda Merah Putih Community, Dedi Harvisyahari. Ia berharap pihak Polsek Medan Area memberikan sangsi tegas kepada para pengelola warnet yang memberikan akses kepada pelajar bermain internet di jam belajar.

"Saya mewakili masyarakat berharap pihak Kepolisian Polsek Medan Area segera mengeluarkan peraturan keberadaan warnet-warnet yang banyak digunakan untuk hal negatif seperti judi online dan lainnya dengan mengeluarkan surat himbauan atau teguran agar pengelola warnet tidak memberikan akses kepada pelajar di jam-jam tertentu atau jam malam hari dibatasi," harapnya.

Dedi juga sangat mengapresiasi kinerja Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara Siregar dalam memberantas adanya gangguan Kamtibmas.

"Kita juga memberikan masukan kepada Kapolsek Medan Area untuk melibatkan Kepala Lingkungan (Kepling) dalam menjaga wilayahnya dari peredaran narkoba maupun warnet-warnet yang di sinyalir tempat transaksi narkoba maupun tempat berkumpulnya Genk motor di wilkum Polsek Medan Area," terangnya.

Lalu Dedi menjelaskan, adanya penyalahgunaan warnet seperti judi online, pornografi dan lainnya akan berdampak buruk dengan tindakan remaja.

"Adanya permainan judi online, pornografi dan lainnya di warnet dapat mengganggu kamtibmas. Pasalnya jika mereka kalah bermain pasti akan bertindak nekat. Jadi kita mengapresiasi apa yang menjadi atensi Kapolsek Medan Area," jelasnya mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara berjanji berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk mendata warnet-warnet yang buka 24 jam.

"Kita lagi koordinasi dengan pihak Kecamatan, Kelurahan dan Kepling untuk pendataan dan monitor warnet-warnet yang buka 24 jam," tegasnya singkat. (Rel/red)
Share Berita

MEDAN - Setelah bertahun-tahun permasalahan Pasar Timah tak kunjung terselesaikan, akhirnya Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya mensosialisasikan relokasi Pasar Timah kepada para pedagang. Kegiatan ini pun disambut antusias dan ucap rasa syukur, Jumat (6/9/2019).

Hadir dari PD Pasar Kota Medan, Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs. Rusdi Sinuraya, Direktur Keuangan Oesman Manalu, Direktur SDM, Arifin  Rambe, Kepala Cabang 1, Syafrizal Lubis, Kepala Pasar Timah, Bonar Pasaribu dan ratusan pedagang. 

Dalam sosialisasi ini, Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs. Rusdi Sinuraya mengatakan bahwa relokasi pedagang Pasar Timah adalah program pemerintah kota dalam penataan pasar-pasar tradisional termasuk Pasar Timah.

Sebanyak 332 pedagang yang resmi terdaftar di Pasar Timah akan di relokasi sementara sampai Pembangunan pasar timah selesai 6 bulan kedepan.

"Jangan ada kekhawatiran dari pedagang tentang nilai harga kios/stand karena semua telah di atur oleh bapak Walikota Medan. Surat pedagang pasar Timah banyak yang sudah kadaluarsa dan di harapkan nantinya setelah relokasi, seluruh pedagang mengurus surat izin tempat berjualan ke PD Pasar Kota Medan. Saya tunggu, tidak ada dipersulit, saya tunggu kedatangannya," tegasnya.

Rusdi berjanji, ia selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah yang menangani pasar tradisional sebagai respresentasi Walikota Medan akan menjalankan tugas menyelesaikan permasalahan Direksi yang lama, sehingga tetap focus menyelesaikan permasalahan pedagang dan tetap focus dalam membantu pedagang.

"Pedagang adalah mitra PD Pasar Kota Medan dan saya harus mendahulukan pedagang karena itu komitmen saya ketika saya menjabat pada tahun 2017, jujur saya tidak menerima iming-iming apapun dari pihak manapun, karena santer selama ini saya bermain dengan pengembang.  Saya tidak mau pasar Timah  ini hancur," jelasnya.

Lalu, Rusdi menambahkan, untuk pertama ia akan mendahulukan memberikan legalitas pedagang agar pedagang tidak lagi menjadi kuatir dengan adanya isu-isu miring yang di lontarkan oleh oknum oknum yang selama ini menjadi provokator dalam penanganan Pasar Timah.

"Diharapkan, Selasa (10/9/2019) para pedagang dengan sukarela pindah ke penampungan sementara dan segala tekhnisnya nanti  akan dilihat apa yang terbaik bagi masyarakat pedagang. 

Dari hasil pantauan, terlihat kegiatan sosialisasi Pasar Timah yang di mulai sejak Pukul 11.00 WIB ini berlangsung dengan akrab. (Rel/red)
Share Berita

MEDAN - Sidak Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya terus mendapat apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat dan pedagang. Hal ini di anggap bukanlah pencitraan, namun sebagai rasa tanggung jawab dan amanah selaku pimpinan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan.

"Kami selaku pedagang sangat berterima kasih kepada Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs. Rusdi Sinuraya yang saat ini tengah membenahi dan menata pedagang di pasar tradisional yang ada di kota Medan khususnya Pasar Marelan Medan," ujar salah seorang pedagang Marelan, Irwansyah, Kamis (5/9/2019).

Adapun maksud tujuan sidak yang dilakukan oleh Dirut PD Pasar Kota Medan ke pasar-pasar milik Pemko Medan adalah untuk melihat langsung kinerja pegawai PD Pasar dalam melayani masyarakat pedagang. Karena dengan melihat secara langsung maka, Rusdi Sinuraya dapat melakukan evaluasi terhadap bawahannya bila tidak menjalankan program kerja Direksi yang ada.

Dilokasi yang sama, tindakan tegas yang dilakukan Dirut PD Pasar mendapat pujian dari tokoh  pedagang Pasar Marelan, H. Soekirman. Ia mengatakan bahwa Rusdi Sinuraya merupakan sosok yang tegas terhadap bawahannya.

"Beliau tidak segan-segan mencopot bawahannya yang di anggap bermain nakal mencari keuntungan pribadi. Dan beliau mengatakan kepada saya bahwa Pasar ini (Pasar Marelan) adalah rumah pedagang sehingga siapa yang menyakiti pedagang berarti menyakiti PD Pasar termasuk saya pimpinannya. Saya tidak suka orang atau bawahannya yang mencari keuntungan pribadi dari pedagang, dan saya katakan pedagang adalah mitra PD Pasar Kota Medan, sehingga semua urusan untuk pedagang di permudah jangan di persulit. Keberanian Rusdi Sinuraya memangkas birokrasi yang mempersulit pedagang agar menutup sikap-sikap yang merugikan pedagang pada umumnya dan PD Pasar Kota Medan khususnya, sehingga perusahaan bisa lebih baik dan pedagang pun merasa senang dari pelayanan yang tidak sulit," bebernya.

H. Soekirman menambahkan bahwa saat ini ia dan pedagang lainnya sangat merasa nyaman berdagang di Pasar Marelan dikarenakan kinerja jajaran Direksi PD Pasar Kota Medan yang di pimpin Rusdi Sinuraya.

"Prestasi Rusdi Sinuraya selaku Dirut PD Pasar Kota medan hendaknya di jadikan acuan, bahwa keberhasilan dalam mengelola aset milik Pemko Medan di pasar tradisional adalah kerja keras seluruh jajaran PD Pasar Kota Medan dengan konsep dan program yang merakyat terkhususnya pedagang pasar yang ada, sehingga keberhasilan ini layak untuk di apresiasi, namun apresiasi ini jangan sampai menjadikan PD Pasar berpuas diri, namun ini adalah ujian bagi jajaran PD Pasar Kota Medan agar bekerja lebih keras lagi dalam mengelola pasar pasar tradisional di medan yang selama sebelum di jabat Rusdi Sinuraya adalah pasar sakit dan tidak nyaman bagi pedagang dan saat ini sudah mulai nyaman sejak di tangani oleh bapak Rusdi Sinuraya," jelasnya mengakhiri. (Rel/red)
Share Berita

JAYAPURA, POC- Deklarasi Kesepakatan Bersama Dalam Rangka Menjaga Papua Tanah Damai. Kapolri dan Panglima TNI turut Menghadiri acara tersebut.

Acara itu digelar di Ballroom Hotel Swissbell Jayapura pada pukul 20.00 WIT Kamis (05/9/2019).

Acara yang diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pendeta Zen. Lukas Enembe selaku Gubernur Papua menyampaikan dalam kata sambutannya. "Untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak akan membiarkan konflik Papua kembali terjadi. Dan saya berkomitmen untuk menjaga keutuhan kebhinekaan dan NKRI serta menghindari perpecahan," kata Gubernur Papua.

Lanjut dikatakannya, "saya berjanji akan memberi jaminan kepada setiap orang yang hidup di Tanah Papua. Pasalnya, siapa pun dia, berasal dari golongan mana pun dia, mempunyaj hak untuk tinggal di seluruh wilayah Nusantara tak terkecuali provinsi yang dijuluki sebagai 'Bumi Cendrawasih'," tegas Lukas Enembe.

Kata sambutan yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D. mengatakan. "Puji syukur kepada Tuhan YME, karena atas Kehendak Tuhan semua para tamu undangan dapat hadir dalam kesempatan yang langka ini. Dimana yang hadir ada Panglima TNI, Ada Gubernur Papua, Ketua MRP, Ketua DPRP dan kami sendiri sebagai Kapolri," ucap Tito.

Lebih lanjut dikatakan Tito, "Papua bagi saya pribadi bukanlah sesuatu yang asing, hati saya sudah melekat di Papua. Saya dan istri sudah terlanjur cinta dengan papua baik orangnya, alamnya, budayanya dan segalanya. Papua sudah dihati Kami," jelas Tito.

Sambung Tito, "Oleh karena itu selaku pimpinan kepolisian mohon dengan kerendahan hati mari kita sama sama bangun dan kita jaga stabilitas keamanan yang ada, itu adalah modal yang penting bagi papua untuk maju, " tegas Kapolri.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengucapkan dalam sambutannya. "Untuk mengingatkan bila deklarasi yang telah dilakukan oleh 34 komponen masyarakat jangan hanya menjadi sebuah kegiatan formal belaka, melainkan harus diimplementasikan oleh semua pihak," ucap Panglima TNI.

Lanjut dikatakan Panglima TNI, "Perbedaan satu sama lain adalah untuk saling melengkapi menjadi satu kekuatan," tandas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Acara diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh para perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, seluruh pimpinan Forkopimda Plus Provinsi Papua, Walikota Jayapura dan Bupati Merauke.

Turut hadir dalam acara tersebut. Gubernur Papua dan Wakil Gubernur Papua, Ketua MRP, Ketua DPR, Walikota Jayapura, Bupati Merauke, perwakilan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. (Rel/Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Kedatangan Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya dan jajaran  ke Pasar Bakti Jalan AR Hakim Medan Denai mendapat sambutan antusias  dari para pedagang. Adapun sidak yang dilakukan oleh Dirut PD Pasar adalah untuk mendengar langsung keluhan atau aspirasi para pedagang dan mengecek persoalan di Pasar Bakti, Rabu (4/9/2019).

Dalam sidak tersebut, Dirut PD Pasar,  Drs Rusdi Sinuraya langsung berdialog mendengarkan kelihatan keluh kesah para pedagang. Dialog yang berlangsung akrab ini meminta agar PD Pasar Kota Medan melakukan revitalisasi pasar Bakti karena pasar yang ada saat ini sudah tidak layak. Dan berharap pembangunan tersebut hendaknya tidak menghilangkan hak pedagang yang ada nantinya.

"Saya selaku Direktur PD Pasar Kota Medan tetap memperjuangkan pedagang yang ada di kota Medan. Namun saat ini masih dalam tahap  pembicaraan yang serius terkait revitalisai dengan walikota Medan. Saya memahami apa yang di harapkan pedagang dan itu semua udah dalam konsep kerja kami selaku perusahaan daerah yang menangani pasar pasar di kota medan. Saya juga ingin pedagang yang ada di pasar pasar tradisional khususnya Pasar Bakti ini merasa nyaman dalam melakukan transaksi dengan konsumen yang berbelanja di pasar milik Pemko Medan ini," jawab Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya kepada para pedagang.

Rusdi berjanji tidak akan mempersulit para pedagang terlebih lagi keadaan ekonomi saat ini naik turun sehingga kondisi pasar kurang memihak kepada pedagang.

"Selaku pengelola, kita harus membuat terobosan ke depan agar gairah masyarakat untuk berbelanja di pasar kita ini semakin tinggi. Saya konsisten dalam bekerja, apalagi menyangkut pedagang pasar yang saya kelola, dan saya akan menjadikan ini sebuah peringatan kepada kami selaku pengelola pasar agar lebih tegas terhadap pedagang pedagang liar yang merusak kenyamanan dan keberadaan pasar tradisional yang ada di kota medan," ungkapnya.

Lalu, Rusdi berharap kepada Muspika setempat untuk dapat membantu dalam bentuk pengawasan  terhadap Perwal dan Perda agar dapat memperkecil ruang gerak pedagang liar yang ada di seputaran pasar tradisional yang ada khususnya Pasar Bakti.

"Saya akan menjadikan pasar-pasar tradisional yang di kelola PD Pasar Kota Medan ini menjadi nyaman, sehingga keberadaan pedagang dapat di terima masyarakat kota Medan. Dan ini yang di inginkan oleh Walikota Medan, H. T.  Dzulmi Eldin yang akhirnya Medan Sebagai Rumah Kita dan Pasar adalah Rumah Pedagang dapat terwujud," terangnya.

Dilokasi yang sama, salah seorang pedagang, Buya sangat mengapresiasi sidak yang di lakukan Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs Rusdi Sinuraya. Ia menjelaskan bahwa Rusdi Sinuraya selaku Dirut PD Pasar memahami tugasnya dalam menjalankan perusahaan daerah milik pemko Medan.

"Kepekaan beliau terhadap permasalahan pedagang yang ada di pasar tradisional sangat tinggi, ini di buktikan tadi ketika Rusdi Sinuraya langsung memerintahkan kepada bawahannya agar memberikan yang terbaik bagi pedagang, karena pedagang adalah mitra pengelola dan Pasar adalah Rumah Pedagang sehingga kita selaku pengelola pasar harus memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pedagang," jelasnya.

Begitu juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, Jonggi Pasaribu, pedagang kelontong yang berada di Pasar Bakti ini sangat mengapresiasi sidak yang di lakukan Rusdi Sinuraya. Ia menilai bahwa jiwa Dirut PD Pasar bekerja sungguh-sungguh agar pasar yang ada di kota Medan semakin lebih baik kedepannya.

"Bapak Rusdi Sinuraya tidak akan mampu bekerja sendiri dalam melakukan tugasnya apabila Pemko Medan dan jajarannya tidak membantu dalam bentuk penertiban pasar pasar liar yang ada di seputaran pasar tradisional yang ada. Sehingga kami pedagang yang membayar restribusi kepada Pemko Medan melalui pengelola tidak merasa dirugikan akibat keberadaan pedagang liar yang memanfaatkan fasilitas umum ataupun beranda ruko yang ada," ucapnya mengakhiri.

Turut hadir dalam sidak Kepala Cabang 1 PD. Pasar Kota Medan, Syafrizal, sos, Kabag Perencanaan Budi, Kabag Penertiban Irwan. Dari tokoh organisasi Pedagang APPSINDO Kota Medan, Adi Warman Lubis dan Guntur Limbong. (Red/rel)
Share Berita

Ket Foto: Pelaku Saat di Introgasi di Ruangan Binmas Polsek Labuhan
MEDAN LABUHAN, POC-  Diduga akan bercumbu dalam mobil, Fahrul Syahputra (41) warga Jalan Pasar Lama, Lingkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan bersama Hamida (41) warga Jalan Pasar Nipon, Gang Bestari No.14,  Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Labuhan ditangkap oleh warga Jalan Ileng, lingkungan II,Kecamatan Medan Marelan, Rabu (04/9/2019) pagi.

Pasalnya kedua pasangan selingkuhan itu diduga akan melakukan hubungan intim di dalam mobil dinasnya bermerek Suzuki Ertiga BK 1955 QI berwarna abu-abu.

Sontak kemarahan Desmiyati (39) isteri dari fahrul syahputera pun memuncak ketika mendengar suaminya berselingkuh. Untuk pelampisannya, sang isteri pun memberikan hadiah bogeman mentah kepada sang suami yang bekerja disalah satu perusahaan swasta dibelawan.

"Sudah kami intip-intip bang dari kemarin, kami sangat curiga karena mobil tersebut selalu parkir dilingkungan ini pas di bawah benteng yang ada tamannya bang. Pas ketepatan hari ini baru terbukti kalau mereka selingkuh mau bercumbu didalam mobil. Langsung kami tangkap dan kami tanyakan buku nikahnya. Ternyata mereka mengaku bukan pasangan suami isteri," kata Bustam salah satu warga lingkungan II.

Karena mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Bhabinkamtibmas Rengas Pulau Bripka Adhe Ginting dan Bhabinsa Rengas Pulau T Pardede yang mendapat informasi dari Kepala Lingkungan II Budimansyah langsung turun kelokasi untuk mengamankan kedua selingkuhan tersebut ke Mapolsek Medan Labuhan untuk di introgasi.


"Dari kedua pasangan perselingkuhan tersebut, dan kedua keluarga, sudah berdamai secara kekeluargaan yang dibuat secara tulisan bermaterai enam ribu di hadapan saksi-saki," tegas Bhabinkamtibmas kepada awak media. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Ide-ide dan terobosan Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya memimpin PD Pasar dan 53 pasar yang ada di Kota Medan mendapat "Jempol" dari kalangan pedagang. Salah satunya pedagang Pusat Pasar yang berjumlah 10 ribu pedagang.

Hal ini disampaikan langsung oleh salah seorang tokoh pedagang, H Erwin Pilliang yang telah berjualan lebih kurang 41 tahun sejak tahun 1978 dan merupakan pengurus mesjid Raya Pusat Pasar.

"Saya sebagai pengurus Mesjid Raya Pusat Pasar dan juga tokoh pedagang dari tahun 1978 memberikan " Jempol" kepada Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya. Berkat ide, dorongan dan gebrakannya, kami para pedagang dan 10 ribu jemaah Mesjid sangat senang dengan kinerja beliau. kami menilai beliau sebagai contoh seorang pimpinan, utk kedepan sebagai orang Nomor satu," harapnya, Sabtu (31/8/2019).

Hal ini disampaikannya bukan tanpa alasan, berkat bantuan dari Dirut PD Pasar, Mesjid Raya Pusat Pasar dan para pedagang dapat berjualan dengan nyaman dan aman.

"Alhamdulillah, Mesjid yang selama ini kurang nyaman, dengan danya kebijakan dari Dirut PD Pasar, kami diberikan kemudahan seperti ruangan Mesjid diperluas, fasilitas Mesjid dilengkapi. Selama ini jaga malam meresahkan, dengan kinerja Pak Dirut dan jajaran, Alhamdulillah sekarang keamanan sudah bagus, kami sangat-sangat berterima kasih. Pedagang sangat bersyukur dengan hadirnya Pak Rusdi Sinuraya. Atas nama pedagang, pengurus mesjid raya dan jemaah kami ucapkan terima kasih," tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Guntur Limbong, yang juga tokoh pedagang Pusat Pasar. Ia sempat tidak percaya dengan kinerja Dirut PD Pasar. Namun setelah melihat kinerja Dirut PD Pasar, ia mengacungkan jempol.

"Awalnya belum percaya, setelah saya lihat, saya baru percaya dengan terobosan-terobosan dari Dirut PD Pasar. Saya bingung tidak pernah seaman ini. Saya heran, pak Dirut bekerja cepat, tepat, nyata dan tegas. Kami pedagang menjadi leluasa berjualan. Jika ini katakan bintang 5, bisa saya katakan ini lebih dari bintang 5. Saya berharap, jika bapak ini sehat-sehat, kita mengharapkan seorang pemimpin yang hebat, pemimpin yang peduli dengan masyarakat, pedagang sangat mengharapkan beliau. Kami bangga, kami sudah seperti keluarga," jelasnya.

Saat diminta tanggapannya, Ketua DPW APPSINDO Sumut, H Bagindo Agusmar Pilli turut mengapresiasi kinerja Dirut PD Pasar, Rusdi Sinurat. Ia sangat berterima kasih dengan Dirut PD Pasar.

"Beliau akrab dengan pedagang, dengan organisasi pedagang. Kami menyukai beliau. Kemana diundang pasti datang, walaupun sempit waktu beliau, pasti tetap datang. Beliau merakyat. Kami senang dengan beliau. Kalo gak ada yg suka, pasti bukan pedagang. Apalagi dengan 75 kios tambahan dilantai 3 itu, kami pedagang gak ada yg komplain. Dulunya tempat itu jorok, tempat buang kotoran, tempat mesum dan lainnya. Sekarang ditangan pak Dirut sudah ramai dan bersih," terangnya singkat. (Rel/red)
Share Berita

Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya blusukan di pasar-pasar
MEDAN - Keberadaan pasar-pasar Tradisional yang di kelola oleh PD Pasar Kota Medan dibawah kepemimpinan Dirut PD Pasar, Drs. Rusdi Sinuraya saat ini terlihat terus berbenah. Terlihat dari perubahan yang signifikan dari "tangan dingin" jajaran direksi PD Pasar Kota Medan.

Hal ini pun mendapat apresiasi dari tokoh pedagang yang juga merupakan Ketua Persatuan Keluarga Daerah Pariaman ( PKDP)  Kota Medan, H.Masrizal Manday. 

"Kami selaku pedagang dan masyarakat Minang yang hampir 80 % pedagang di kota Medan ini sangat mengapresiasi apa yang di lakukan oleh Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya dan jajarannya dalam melakukan penataan pasar-pasar yang ada di kota medan," ucapnya.
Ketua Persatuan Keluarga Daerah Pariaman ( PKDP)  Kota Medan, H.Masrizal Manday
Masrizal menambahkan, terlihat saat ini pasar- pasar yang ada di kota Medan mulai bersih, nyaman dan aman. Sehingga wajar ketika PD Pasar Kota Medan surplus pendapatan hingga mencapai Rp 2,45 Milyar yang menjadi pemasukan PAD Kota Medan.

"Pendapatan yang di dapat pengelola pasar, PD Pasar Kota Medan ini terhadap pasar-pasar yang ada di kota medan inilah yang tertinggi dan ini belum tentu di dapat oleh perusahaan daerah milik pemko yang lainnya," tambahnya.

Kemudian, Masrizal menegaskan bahwa semua ini berkat kinerja yang baik dari seluruh jajaran PD Pasar Kota Medan yang di pimpin Rusdi Sinuraya.

"Dan beliau pun mau mendengar aspirasi dari pedagang, dan ini dapat di lihat dari blusukan ke pasar pasar yang di kelola PD Pasar Kota Medan. Rusdi Sinuraya tentu ingin melihat sendiri kinerja bawahannya dalam mengelola pasar dan menekankan kepada kepala cabang maupun kepala pasar yang ada agar mempermudah masyarakat pedagang dalam mengurus sesuatu yang berkaitan dengan surat izin tempat berjualan, birokrasinya di permudah dan bukan di persulit karena pedagang adalah mitra pengelola pasar," tegasnya.

Kebijakan kebijakan yang di lakukan saat ini terhadap pedagang sangat di apresiasi, dimana segala kemudahan bisa langsung di berikan dengan mengajak masyarakat bermusyawarah dan bermufakat atas permasalahan yang ada, dan ini adalah tipe pemimpin yang baik.

"Dan ini saya rasakan sendiri. Harapan kami seluruh pedagang agar hal ini terus di tingkatkan sehingga program pasar pariwisata PD Pasar Kota Medan dapat terwujud dengan baik, sehingga pariwisata kota Medan bisa mendapatkan nilai lebih dari program program yang baik," jelas H. Masrizal Mandai mengakhiri. (Rel/red)
Share Berita


MEDAN - Dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran dan penggunaan obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, Badan POM RI melakukan pengawasan secara komprehensif, meliputi pengawasan pre-market dan post-market. Pengawasan post-market, antara lain dilakukan dengan sampling dan pengujian laboratorium untuk mendeteksi obat dan makanan tanpa izin edar, palsu, mengandung bahan berbahaya, serta obat tradisional yang mengandung bahan kimia.

Balai Besar POM (BBPOM) di Medan melakukan pemusnahan produk-produk post-market yang dilakukan langsung oleh Kepala Balai Besar POM di Medan, Drs. Yulius Sacramento Tarigan  bersama Gubernur Sumatera Utara/mewakili, Ketua DPRD Sumatera Utara, Walikota Medan, Anggota DPD Sumatera Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Aspidum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil Polda Sumatera Utara, Ketua Pengadilan Negeri Medan, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Ketua Pengadilan Negeri Kelas I B Binjai, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Kepala Kepolisian Polrestabes Medan, Ketua YLKI Sumatera Utara, Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi Sumatera Utara, Kepala Laboratorium Kesehatan Kota Medan dan Media Cetak dan Media Elektronik.

Adapun produk-produk yang dimusnahkan pada hari ini adalah sebanyak 524 jenis (35.635 kemasan) yang terdiri dari 98 jenis Obat (2.704 kemasan), 56 jenis Obat Tradisional (4.785 kemasan), 313 jenis Kosmetika (7.847 kemasan), 25 jenis Pangan (722 kemasan), 28 jenis Suplemen Kesehatan (242 kemasan), dan 6 jenis Bahan Berbahaya (48 kemasan). Semua produk yang dimusnahkan tersebut didapat dari hasil pengawasan terhadap 62 sarana. Sedangkan nilai dari produk yang dimusnahkan seluruhnya berjumlah Rp. 1.033.616.172.- (satu milyar tiga puluh tiga juta enam ratus enam belas ribu seratus tujuh puluh dua rupiah).

Terhitung sejak bulan Juli 2018 hingga bulan Juni 2019, hasil pengawasan BBPOM di Medan menunjukkan bahwa pelanggaran di bidang pengawasan obat dan makanan didominasi oleh temuan Kosmetik tanpa izin edar dan Obat tanpa izin edar. Selama periode 2018 dan 2019, BBPOM di Medan telah menangani 21 kasus yang ditindaklanjuti secara pro-justitia.

BBPOM di Medan kedepannya akan terus berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan secara berkesinambungan, dan berkoordinasi lebih intensif dengan lintas sektor terkait.
Badan POM menghimbau kepada masyarakat supaya tidak mengkonsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa izin edar, dan atau palsu. 

Apabila masyarakat menemukan hal-hal yang mencurigakan atau mempunyai informasi yang ingin disampaikan, agar menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id atau Layanan Informasi Konsumen di BBPOM/BPOM di seluruh Indonesia. Khusus untuk BBPOM di Medan dengan nomor telepon (061)-6628363 Pungkas Drs Yulius. (Jhonsen)

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.