8 Dewan Teken Interplasi ke Walikota Medan, Sisanya Kuatir 'Masuk Angin'

MEDAN, POC - Usulan untuk menggunakan hak interpelasi kepada Walikota Medan terkait persoalan tidak dibagikannya 12 ribu Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) semakin menguat.

Dari informasi yang diperoleh wartawan, setidaknya sudah ada 8 anggota DPRD Medan yang menandatangani untuk menggunakan hak interpelasi tersebut.

Diantaranya, HT Bahrumsyah (PAN), Kuat Surbakti (PAN), Surianto (Gerindra) dan Dame Duma Sari Hutagalung (Gerindra), Jumadi, Rajuddin Sagala dan Salman Alfarisi (PKS) serta Maruli Tua Tarigan (NasDem).

"Sudah, lagi dijalankan (tandatangan) untuk usulan interpelasi Walikota Medan terkait KIS PBI itu, "kata Ketua Komisi II DPRD Medan, HT Bahrumsyah saat ditemui di gedung DPRD Medan.

Disebutkan, untuk usulan interpelasi minimal 7 anggota DPRD dari lintas fraksi sudah bisa mengusulkan.

Kemudian, lanjut Ketua Fraksi PAN itu akan mengajukan surat permohonan interpelasi tersebut ke pimpinan DPRD agar dilakukan penjadwalan di Badan Musyawarah (Bamus).

"Terus, ini akan kita gulirkan (interpelasi-red), "pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Fraksi Hanura, Hendra DS saat dikonfirmasi terkait usulan hak interpelasi yang bakal digulirkan oleh Komisi II DPRD Medan menyebutkan bahwa Hanura masih melihat keseriusan dari fraksi lainnya terlebih dahulu. Jangan sampai, hak interpelasi ini hanya jadi 'mainan' saja.

"Kita lihat dulu lah, kalo serius kita akan ikut, soalnya sudah ada pengalaman sebelumnya usulan itu baling di tengah jalan. Dan soal KIS PBI ini kan kepentingan masyarakat jadi jangan main main, "harapnya.

Senada juga disampaikan Sabar Syamsuria Sitepu dari fraksi Golkar DPRD Medan. Dia menyebutkan, belajar dari pengalaman lalu, wacana interplasi terkadang 'masuk angin'. "Interplasi ini harus tegas dan jelas. Jangan seperti yang lalu, malah mundur. Makanya kami lihat dulu keseriusan kawan-kawan, nanti sudah kita setujui eh malah mundur pulak,''ujar Ketua Komisi I DPRD Medan ini, Senin (1/7/2019).

Dia juga tak menginginkan adanya permainan di balik interplasi. "Karena intinya pengajuan interplasi ini untuk kepentingan masyarakat banyak, mengenai PBI BPJS yang sampai sekarang penambahannya belum disalurkan. Wacana interplasi ini bagus, kita dukung. Tapi dilihat dulu, sampai dimana tingkat keseriusan kawan-kawan, kuatirnya malah 'masuk angin',''ujar Sabar. (mar)