MEDAN - Dikeluarkannya rekomendasi  Komisi 3 DPRD Kota Medan Nomor 7/KOM-3-DPRD-MDN-08/2019 yang melarang pembongkaran 75 kios di lantai 3 Pusat Pasar sangat diapresiasi para pedagang. Untuk itu, para pedagang sangat berterima kasih kepada Direksi PD Pasar, Walikota Medan dan Komisi 3 DPRD Medan.

"Kita sangat berterima kasih kepada bapak Walikota Medan, Direksi PD Pasar, yang telah memperjuangkan hak-hak pedagang. Dengan adanya 75 kios tambahan itu, kondisi pasar menjadi ramai dan pendapatan pun meningkat," ujar Humas APPSINDO Kota Medan, Dedi Harvisyahari, Kamis (21/8/2019).

Saat ini, Dedi menyayangkan adanya isu-isu yang sengaja dikeluarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang sangat menginginkan dibongkarnya 75 kios di Pusat Pasar.

"Mereka harus memahami, bukan hanya menuduh dan menuding adanya 75 kios ini. Kita pun tahu siapa-siapa saja "pemainnya" yang memperkeruh suasana. Saya berharap hal ini jangan dijadikan politisi untuk mendeskriditkan PD Pasar dan Direksi. Apapun yang terjadi, PD Pasar telah melakukan langkah-langkah yang menguntungkan perusahaan," tambahnya.

Dedi menjelaskan bahwa lantai 3 Pusat Pasar dulunya merupakan tempat yang dipergunakan dan difungsikan oleh PD Pasar sebelumnya. Lokasi ini kerap dijadikan tempat menyabu, berzinah, tempat buang hajat dan lainnya.

"Selama ini, lantai 3 Pusat Pasar ini terbengkalai dan tidak dipergunakan oleh Direksi PD Pasar sebelumnya. Namun oleh keinginan pedagang dan diakomodir PD Pasar, aset Pemko Medan ini dapat diselamatkan.

"Dulu tempat ini tempat menyabu, berzinah, buang hajat dan lainnya. Lalu pedagang mencari solusi untuk menyelamatkan aset Pemko medan yang selama ini tidak dijaga Direksi PD Pasar sebelumnya. Lalu keinginan para pedagang  diakomodir oleh Direksi PD Pasar. Dan hal itu tetap melalui tahapan dan proses mekanisme. Terlebih lagi, pada saat RDP di DPRD Medan dijelaskan bahwa PD Pasar juga mendapat  legal opinion yang berarti tempat tersebut tidak menjadi permainan yang menguntungkan seseorang atau kelompok," tegasnya.

Dedi berharap Pemko Medan dan Badan Pengawas untuk mentaati rekomendasi Komisi 3 DPRD Medan. "Kita berharap Pemko Medan dan badan pengawas mentaati rekomendasi yang dikeluarkan Komisi 3 DPRD Kota Medan  yang sudah ditanda tangani Ketua DPRD Medan terkait tidak dibongkarnya 75 kios di Pusat Pasar,"  harapnya.

Adapun poin-poin rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komisi 3 DPRD Medan adalah tidak membongkar 75 kios yang ada di lantai 3 Pusat Pasar karena dianggap tidak ada aturan yang dilanggar, Komisi 3 melihat lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya, Komisi 3 menghimbau Badan Pengawas untuk merelokasi kios makanan dilantai 3 yang dianggap mengganggu, lebih ketat dan kreatif terkait penzoningan barang-barang dijual disetiap lantai dan PD Pasar diminta untuk segera memanfaatkan areal-areal kosong yang ada dilantai 3. (Rel)
Share Berita

MEDAN - Dalam rangka memperingati HUT RI Ke- 74, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melaksanakan upacara bendera pada tanggal 17 Agustus 2019 yang dimulai pada pukul 08.00 WIB di halaman kantor Direksi PTPN III Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan.

Kegiatan diikuti langsung oleh Direktur Produksi dan Pengembangan, Direktur Keuangan, Senior Executive Vice President, Kepala Divisi/Biro/Bagian beserta istri, seluruh karyawan/ti serta para undangan penerima penghargaan masa pengabdian yang didampingi oleh istri/suami.  Upacara Bendera dilaksanakan serentak diseluruh wilayah Distrik/Kebun/Unit Perusahaan.

Sebagai wujud apresiasi Perusahaan kepada karyawan yang telah mengabdi selama puluhan tahun dan memanfaatkan momentum semarak kemerdekaan Republik Indonesia, dilaksanakan pemberian Penghargaan Masa Pengabdian (PMP) yang dikenal dengan istilah “jubilaris” kepada 1355 orang karyawan, dengan rincian PMP 25 Tahun sebanyak 447 orang, PMP 30 tahun sebanyak 775 orang dan PMP 35 tahun sebanyak 133 orang.

Dalam sambutannya, Ahmad Haslan Saragih, Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara yang sekaligus sebagai inspektur upacara menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian para karyawan yang telah bekerja sekian lama di PTPN III.  Ia berharap dengan sisa masa kerja yang masih ada dapat dipergunakan dengan bekerja lebih maksimal lagi sehingga bisa menyongsong masa pensiun dengan baik.

“Saya berharap kepada semua karyawan untuk meningkatkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam hubungan kerja yang harmonis, kompak dan dinamis sesuai dengan values perusahaan yang baru, SIPro: Sinergi, Integritas dan Profesional agar kita senantiasa mampu meningkatkan kinerja dan menjadikan PT. Perkebunan Nusantara khususnya PTPN III sebagai perusahaan yang terus tumbuh, berkembang dan lestari”. tegasnya 

Sambutan Gubernur Sumatera Utara yang dibacakan Inspektur Upacara mengungkapkan bahwa untuk mengisi kemerdekaan melalui program pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diisi oleh SDM yang unggul agar Sumatera Utara khususnya dan Indonesia pada umumnya sebagai bangsa yang besar tetap maju bersama dengan negara-negara lain di dunia.

Hari sebelumnya, Semarak Kemerdekaan RI ke 74 juga dihiasi dengan berbagai macam perlombaan, diantaranya yaitu Sepak Bola Old Track, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Trup Gembira, Panjat Pinang, Lari Goni, Joget Balon, Lari Terompa, Mewarnai dan Melukis juga dimeriahkan pembagian lucky draw dengan hadiah yang menarik, yakni 2 unit sepeda motor, televisi, kulkas, sepeda gunung, mesin cuci, kipas angin dan hadiah hiburan lainnya. (Rom)
Share Berita

MEDAN - PT. Ori Ginalnest Indonesia, perusahaan yang bergerak dibidang eksport sarang burung walet terbesar di Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan ke KPID Sumut di Jalan Adinegoro No. 7 Gaharu, Kecamatan Medan Timur pada, Jum'at (16/8/2019) .

Dalam kunjungannya, PT. Ori Ginalnest Indonesia yang diwakilkan oleh Iwan didampingi penasehat Hukum, N. Butar - butar, SH disambut langsung oleh Ketua KPID Sumut, Parulian Tampubolon, S.Sn.

Dalam pertemuan, Ketua KPID Sumut, Parulian Tampubolon, S.Sn mengapresiasi dan mendukung  PT.Ori  Ginalnest Indonesia berhasil meraih penghargaan Primaniyarta.

"Kita sangat mendukung PT. Ori Ginalnest  untuk dapat meraih penghargaan ini karena memang kita tahu perusahaan ini merupakan salah satu eksportir terbesar sarang burung walet di Sumatera utara dan ini akan memperkenalkan salah satu komoditi  Sumut dikancah nasional dan dunia. Jadi saya pikir sudah selayaknyalah penghargaan tersebut diberikan kepada PT. Ori Ginalnest Indonesia yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumut," ujarnya.

Disaat bersamaan, perwakilan PT. Ori Ginalnest, Iwan menjelaskan bahwa PT. Ori Ginalnest Indonesia merupakan perusahaan yang tergabung dalam Perkumpulan Eksportir Komoditas lndonesia Tiongkok (PEKIT) yang mendapat penghargaan Primaniyarta, yaitu penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah Indonesia,  kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi tauladan bagi eksportir lain .

"Alhamdulillah, terima kasih yang sebesar- besarnya juga kami sampaikan kepada KPID Sumut khususnya kepada bapak Parulian atas dukungan yang diberikan. Semoga Penghargaan Primaniyarta yang kita raih dapat menunjang pembangunan dan kemajuan ekonomi  masyarakat di Sumut," harapnya.

Diberitahukan, Penghargaan Primaniyarta, yaitu penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah Indonesia,  kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi tauladan bagi eksportir lain. Penyelenggaraan Penghargaan Primaniyarta merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan cq Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. (Rel)
Share Berita

Ket Foto: Api Menghanguskan Lima Unit Ruko
MEDAN LABUHAN, POC- Kebakaran melanda kawasan pasar pekong labuhan yang menghanguskan lima unit rumah toko (Ruko) di sekitar Jalan Syahbuddin Yatim, Lingkungan VIII, Pekan Labuhan, Kecanatan Medan Labuhan, Rabu (14/8/2019) malam.

Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah merambat begitu cepat menyambar bangunan-bangunan lama di pajak pagi tersebut yang membuat sontak warga sekitar menjadi panik. Dan Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Belasan pemadam kebakaran milik pemko medan diturunkan ke lokasi kebakaran dan berusaha memadamkan kobaran api yang terus membesar. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Dari pantauan awak media, terlihat Wakapolsek Medan Labuhan AKP Ponijo turun langsung ke tempat kejadian perkara bersama personil Polsek Medan Labuhan dan personil Sat Lantas yang mengatur kendaraan yang melintas di Jalan Yos Sudarso. (Kinoi)
Share Berita

Ket foto: ksyahbandar belawan Qurban dan memberikan tali asih ke anak yatim piatu
BELAWAN, POC- Di Hari Raya Idul Adha tahun 1440 Hijriah, Ksyahbandar Utama Belawan di jalan Veteran No 84 Belawan sembelih hewan Qurban, Senin (12/8/2019).

Untuk tahun ini penyembelihan hewan Qurban sebanyak dua ekor sapi yang akan dibagikan kepada masyarakat dan anak yatim.

Dalam kegiatan yang digelar dihalaman Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan itu turut juga diadakan acara pemberian tali asih para Anak Yatim dan Piatu.

Sugeng Wibowo selaku Kepala Ksyahbandar Belawan memberikan kata sambutannya yang mengatakan. Kegiatan pelaksanaan Qurban ini memang mendadak. Hewan Qurban ini dari sumbangan seluruh staf dan para pegawai yang ada di Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan ini bentuk saling berbagi kepada sesama," kata Sugeng Wibowo di halaman kantir ksyahbandar.

Sambungnya, kedepan pihaknya akan mengkondinir perayaan Idul Adha dan dirinya akan menyampaikan kepada seluruh staf dan karyawan Kesyahbandaran Utama Belawan untuk menyisihkan gajinya untuk berqurban," ucap Kepala Ksyahbandar.

Saya akan meminta bendahara untuk memotong gaji staf dan karyawan Rp 100 ribu sebulan, agar tahun depan hewan yang dikurbankam bisa bertambah," tandasnya. (Kinoi)
Share Berita


KOTABARU - Sambut Hari Raya Idul Adha 1440 H yang jatuh pada Minggu (11/8)2019), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru menyembelih 1 ekor lembu yang berencana akan diberikan ke pondok pesantren atau panti asuhan di Kotabaru. Kegiatan dilaksanakan di halaman kantor Kejari Kotabaru, Senin (12/08/19).

Kejaksaan Negeri Kotabaru, Haryoko Ari Prabowo mengajak masyarakat untuk  meneladani dan mencontoh hikmah dari berqurban, antara lain bahwa harus mementingkan atau berani berkorban untuk sesuatu yang lebih baik.

"Untuk menjadi dasar pemikiran atau dasar, supaya kita senantiasa bisa dapat mengambil hikmah dari berqurban ini. dan sekaligus saya sampaikan, bahwa pada tahun ini ada satu qurban sapi yang nantinya akan kita distribusikan kepada pegawai kejaksaan, honor kejaksaan, dan masyarakat sekitar kantor, teman-teman wartawan," ucap Haryoko.

"Rencananya, akan  kita bagikan ke pondok pesantren dan panti asuhan yang ada di kotabaru. mudah-mudahan, tahun depan kita akan lebih meningkatkan lagi, untuk hewan qurban. yang nantinya akan kita distribusikan lagi. dan semoga ini bisa bermanfaat bagi semuanya, dalam momen hari raya qurban ini. dan kita harus meneladani, untuk mengambil hikmah yang ada dalam acara hari raya qurban ini." tutup, Haryoko.(Zai)

Share Berita

Ket Foto: Kunjungan ke Kediaman Nek Bidan Berusia 102 Tahun
BELAWAN, POC- Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan beserta ketua Bhayangkari cabang belawan dan Pejabat Utama serta jajaran Polsek mengunjungi kediaman Nek Arbaiyah atau yang dijuluki Nek Bidan wanita yang berusia 102 tahun dan tinggal sebatang kara di kampung Nelayan Sebrang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Senin (12/8/2019).

Kunjungan itu tergerak setelah mendengar kabar bahwa ada warga di wilayah hukumnya hidup di bawah garis kemiskinan.

Orang nomor satu di Polres Belawan itu ingin melihat langsung kondisi Nek Arbaiyah di kediamannya yang hidup sebatangkara sudah puluhan tahun tanpa sanak saudara. “Tak terbayangkan betapa mirisnya hati melihat situasi hidup nenek Bidan ini. Dia tinggal sebatangkara di rumah yang berdindingkan tepas yang menyeberangi lautan,” kata Kapolres Belawan AKBP Ikhwan.

Sambungnya, di hari ulang tahun Bhayangkari ini kami mengunjungi tiga tempat sekali gus yang hidupnya masih dibawah garis kemiskinan. Yakni di Martubung, Nelayan Seberang dan yang terakhir di Pekan Labuhan," ucap mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

“Kami masyarakat sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih dan bangga kepada kepolisian, khususnya Kapolres Belawan atas kepeduliannya kepada masyarakat yang susah,” ucap Salwiyah salah satu warga Nelayan Seberang.

Dari pantauan awak media. Sebagai tanda keprihatinan yang mendalam, mantan Kasubdit Imdag di Poldasu itu terlihat memberikan bantuan berupa tali asih dan motivasi kepada Nek Bidan tersebut. (Kinoi)
Share Berita

SUNGGAL - Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah yang jatuh pada Minggu (11/9/2019) disambut dengan penuh suka cinta oleh umat muslim di seluruh dunia. Begitu juga dengan umat muslim di Perumahan Rorinata Tahap 9 dan 9 Pengembangan. Perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini merupakan pertama sekali dilaksanakan di Mesjid Al Mukmin.

Warga terlihat bekerja saling bahu membahu untuk menyukseskan Hari Raya Qurban dimulai dengan membagi tugas seperti membersihkan lokasi untuk hewan qurban, memasang tenda untuk tempat mengikat hewan dan lainnya. Pastinya kegiatan ini menambah keakraban antar warga dan bermanfaat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Ketua Panitia, Suwardi mengatakan bahwa kegiatan Perayaan Idul Adha tahun ini, warga Perumahan Rorinata Tahap 9 dan Pengembangan menyembelih 5 ekor lembu dan 3 ekor kambing.

"Alhamdulillah, perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H tahun ini pertama sekali dilaksanakan di Mesjid Al Mukmin dengan menyembelih 5 ekor lembu dan 3 ekor kambing," ujarnya.

Suwardi berharap, untuk tahun kedepannya semakin banyak warga yang berqurban. "Insya Allah mendapat ridho dan rahmad dari Allah SWT. Amin," harapnya mengakhiri.

Dilokasi yang sama, salah seorang warga, Joko berharap kedepannya semakin banyak warga yang berqurban.

"Semoga untuk tahun kedepannya lebih banyak lagi yang berqurban. Dan semakin ramai dan semakin kompak kebersamaan dan silahturahmi antar sesama umat muslim yang ada di komplek tahap 9 dan sekitarnya," harapnya.

Dari hasil pantauan, terlihat ratusan bungkus daging qurban diserahkan kepada warga sekitar. (Rel/red)
Share Berita

KOTABARU - Dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-74, Danlanal Kotabaru, Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto mengajak Jalasenastri Cabang 5 Korcab XIII melaksanakan lomba senam aerobic di halaman Mako Lanal Kotabaru, Jumat (09/8/2019).

Danlanal Kotabaru, Letkol Laut (P), Guruh Dwi Yudhanto mengajak peserta untuk  melaksanakan kegiatan senam aerobik dan lomba lainnya dengan penuh sportifitas dan semangat.

"Acara ini diselenggarakan agar kita semua bisa saling mengenal lebih dekat diantara sesama keluarga besar Lanal Kotabaru," ucapnya.

Kegiatan ini, dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Kotabaru Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto S, S.T. di dampingi Ketua Jalasenastri Cabang 5 Korcab XIII DJA II Ny. Rike Sri Komala Dewi Guruh, dan para Perwira staf dan, Prajurit serta Jalasenastri Cabang 5 Korcab XIII DJA II Lanal Kotabaru.

Dalam pelaksanaan kegiatan perlombaan, dilaksanakan mulai hari Jum'at (9/8/2019) yang kemudian dilanjutkan dengan perlombaan seperti tenis meja, catur, bakiak estafet, makan krupuk dan estafet holahop beregu. (Zai)
Share Berita

Kotabaru - Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1440, Bupati Kotabaru, Sayed Jafar melepas peserta Pawai Takbir di halaman Pemkab Kotabaru, Sabtu (10/8/2019).

Dalam sambutannya, Bupati Kotabaru, Sayed Jafar mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, peserta pawai dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pawai takbir.

"Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun adalah merupakan refleksi nilai-nilai ibadah untuk menjalankan syiar Islam.  Pada momentum ini kita mengambil hikmah, makna dan hakekat dari ucapan takbir, tasbih dan tahmid bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam masyarakat," ujarnya.

Kegiatan ini diikuti 12 Peserta, untuk pelajar 8 peserta, dan 4 peserta dari Kecamatan. Adapun rute yang dilalui, yaitu Jalan H. Agus Salim, Jalan Diponegoro, Jalan Pangeran Hidayat, Jalan Suryagandamana, Jalan Putri Cipta Sari, dan Jalan Pangeran Indra Kesuma Negara.

Turut hadir dalam Pawai Takbir,  Dandim 1004/Kotabaru Letkol Inf Rony Fitryanto, Danlanal Kotabaru Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto, Pimpinan SKPD, dan tamu undangan lainnya. (Zai)
Share Berita

Ket Foto: Karyawan PT growth Asia Saat di Rumah Sakit
MABAR, POC- Peristiwa terjadinya ledakan di PT Growth Asia Mabar membuat sontak warga menjadi heboh, Jum'at (09/8/2019) malam.

Pasalnya Tanur tempat peleburan besi baja itu meledak terdengar sampai jarak radius kurang lebih 17 Kilo Meter.

Pantauan dari awak media dilokasi, terlihat para buruh pekerja tersebut berhamburan keluar pabrik yang berada di Kawasan Industeri Medan (KIM) I, Jalan Jawa Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Api sempat dipadamkan dengan cara menggunakan tabung pemadam kebakaran atau yang lebih dikenal dengan fire extinguisher   Racun Api milik perusahaan tersebut.

“Terkujut kami, terdengar suara ledakannya cukup keras sampai terdengar jauh. Rumah kami pun sampai bergetar," kata warga sekitar saat dilokasi kejadian.

Terlihat dilokasi kejadian, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan yang didampingi Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari serta Wakapolsek Medan Labuhan AKP Ponijo dan Kasat Intelkam Polres Belawan turun langsung ke tempat kejadian perkara.

"Pabrik yang ada harus mengutamakan keselamatan pekerja. Terlebih kepada seluruh karyawan yang bekerja di industri ini, saya meminta agar sefti pekerja seperti perlengkapan tubuh dan perlengkapan industri harus la diutamakan agar terhindar dari resiko yang tidak kita inginkan," imbuh Kapolres Belawan.

Akibat ledakan yang menimbulkan uap panas, Manto Jasner (42) sebagai mandor Scrub operator cren warga Belawan harus dirawat dirumah sakit Mitra Medika Medan.

Untuk estimasi kerugian belum dapat dipastikan. Saat ini tempat pemasakan besi (Tanur) di police line oleh pihak Polsek Medan Labuhan. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Korban Penganiayaan Oleh Suaminya Sendiri
MARTUBUNG, POC- Sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), seorang ibu rumah tangga Mila (32) warga Jalan Teluk Haru Cinguan, Lingkunga II, kampung besar Martubung, Nomor 51, Kecamatan Medan Labuhan melaporkan suaminya Awaluddin (35) ke Polsek Medan Labuhan, Jum'at (09/8/2019).

Berdasarkan keterangan korban pada saat hendak melaporkan kejadian tersebut, korban mengaku dipukuli atau diperlakukan seperti binatang, memar di wajah dan sekujur tubuhnya terlihat jelas.

Kejadian penganiayaan itu pada jum'at dini hari sekitar pukul 21.30Wib yang membuat sontak warga sekitar menjadi heboh.

"Aku diperlakukan seperti binatang sama suamiku bang, dulu dia pernah janji tidak berbuat kasar lagi, tapi nyatanya semua itu hanya janji palsu. Disaat aku ada uang suamiku baik sekali, uang aku habis mulailah dia mengamuk samaku. Padahal usia pernikahan kami sudah 15 tahun, anak sudah dua, yang satu kelas IV SD dan yang paling kecil berusia 5 tahun. Itupun suamiku malas kerja," kata Mila sembari menghapus air matanya.

Sambungnya, dia (suami) malah menuduh aku main dindong atau judi jackpot. Padahal aku menjemput anakku yang sedang main di warnet supaya pulang karena sudah malam," jelas korban dengan wajah menahan sakitnya di sekujur tubuh.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami memar dan lebam pada muka dan pada tubuh belakang. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Warga Membantu Pemadaman Api
MARELAN, POC -  Kebakaran yang terjadi dijalan Kapten Rahmadbuddin, Komplek KPUM, Blok VIII, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan menghanguskan satu unit rumah permanen dan memakan korban seorang bocah berusia tiga tahun, Rabu (07/8/2019).

Korban yang diketahui bernama Juanda Ariga yang berjenis kelamin laki-laki itu tinggal bersama Kakek dan Neneknya setelah orang tuanya berpisah.

Saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp Camat Medan Marelan Muhammad Yunus menjelaskan. "Ayahnya kabarnya di Siantar, ibunya ke Malaysia. Kakeknya sendiri sudah shock, sulit untuk berkomunikasi, dan belum bisa ditanyai. Benar bocah itu tinggal bersama kakek dan neneknya setelah orang tuanya berpisah," kata Muhammad Yunus.

Sambungnya, Pihak Kecamatan Medan Marelan siap membantu korban kebakaran ini. "Kita menunggu orang tua korban untuk keputusan pemakaman anaknya," tandas Camat Medan Marelan. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Tersangka Saat Diamankan Oleh Petugas Polisi
MARELAN, POC- Remaja yang bernama Jais Kurniadi (20) warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang harus merasakan dinginnya kamar jeruji besi di Mapolsek Medan Labuhan.

Pasalnya pria yang berkulit kuning langsat itu nekat mencuri Henphone merek Oppo A7 dan dompet yang berisi uang senilai Rp.250.000.- serta surat-surat penting.

Korban yang diketahui bernama Aji Pramono (29) ngekos di Pasar II, Lingkungan 19, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, warga Kuala Simpang, Aceh mengatakan. "Bermula tersangka berpura-pura menjadi pemulung yang memakai sebo atau penutup wajah, karena saya manusiawi, saya beri dia ini (tersangka) makan, minum dan rokok dan tidur bareng kami," kata Aji Pramono kepada wartawan, Selasa (06/8/2019).

Sambungnya, kami tidak menaruh curiga kalau pelaku ada niat buruk, pelaku mengambil barang - barang saya saat sedang mandi karena hendak bekerja. Baru dua hari dia tinggal sama kami, dia mencuri henphone dan dompet ku saat aku sedang mandi, niat baik kami rupanya dimanfaatkannya untuk mencuri," cetus korban.

Warga yang melihat ada pelaku pencurian tertangkap, langsung ikut memukuli pelaku hingga babak belur. Kemudian petugas Polsek Medan Labuhan yang mengetahui peristiwa tersebut turun ke tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku ke Polsek Medan Labuhan. (Kinoi)
Share Berita

Ket Foto: Kunjungan Wartawan ke Rumah Nek Bidan
BELAWAN, POC- Untuk menjadi seorang Bidan bukanlah hal yang mudah. Apalagi tinggal di seberang lautan yang terpencil.

Fasilitas sering kali menjadi tantangan utama, belum lagi kondisi alam yang jauh dari keramaian.

Seperti itulah hal yang dialami oleh Arbaiyah nenek yang berusia 91 tahun. Dia tinggal di kampung Nelayan Sebrang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.

Dengan kondisi yang mengharuskan bekerja ikhlas dan menjadi tantangan tersendiri. Tingkat pendidikan masyarakat yang hari-harinya dihadapi harus dia pahami sebagai orang pesisir.

Tidak hanya itu, terkadang Nek Bidan harus melewati gelombang laut pada malam hari dengan menggunakan sampan milik nelayan jika ada para nelayan yang sedang darurat.

"Inilah seninya dan inilah tantangannya yang sudah hampir 74 tahun menjadi bidan seberang lautan. "Hanya ini yang mampu saya berikan ke warga khususnya nelayan," kata nek bidan menuturkan kepada wartawan dengan wajah sedih, Senin (05/8/2019).

Dari pantauan awak media, nenek tersebut tinggal seorang diri.

"Kami disini berharap agar pemerintahan bisa memperhatikan dan sedikit membantu kehidupan di hari tuanya. Dan kami masyarakat yang ada saling bergantian untuk memberikan nafkah sehari-hari kepada nek bidan," ucap hendra selaku warga setempat. (Kinoi)
Share Berita


MARELAN - Aksi penahanan sertifikat Surat Ijin Pemakaian Tempat Berjualan (SIPTB) pedagang Pasar Marelan oleh pihak P3TM membuat para pedagang semakin resah. Terlebih lagi adanya ancaman akan menjual kembali lapak jualan pedagang jika tidak membayarkan harga sesuai yang ditentukan oleh P3TM. 

Ironisnya, harga yang dimaksud dirasa mencekik leher para pedagang yang harganya jauh dari harga yang telah ditetapkan surat edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Nomor 511.3/2579 perihal Penetapan Harga Kios, Stand Meja di Pasar Marelan pertanggal 15 Maret 2018.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Appsindo Marelan, Timor Sitorus didampingi oleh Ketua Appsindo Marelan, Sukirman dan Ketua Bidang Organisasi, Irwansyah.

"Harga yang tidak ditetapkan Sekda itu tidak digubris P3TM. Mereka menentukan harga tersendiri. Jadi kalaupun sertifikatnya sudah keluar, namun belum membayar harga lapak sesuai yang mereka (P3TM) tentukan, sertifikatnya tidak akan dikasih. Jadi ia (P3TM) mengangkangi keputusan yang diputuskan sekda sebagai badan pengawas," ujarnya.

Sitorus menambahkan, saat ini para pedagang yang banyak melapor kepada Appsindo, menjelaskan bahwa saat ini P3TM datang kerumah-rumah sambil menunjukkan sertifikat kiosnya, dan para pedagang harus membayar sesuai harga P3TM, jika tidak lapak jualan tersebut akan dijual kembali.

"SIPTB anda sudah keluar, tapi anda harus membayar harga sesuai yang kami terapkan. Jika masih menggunakan harga Sekda, maka kios akan dijual kembali," ucap Timor menirukan ucapan pihak P3TM.
Lalu, Timor menambahkan, bahwa sekda adalah orang ke-3 Pemko Medan. Namun mengapa Sekda hanya diam saja melihat kejadian ini.

"Kami juga pertanyakan kepada Walikota Medan, sebagai atasan Sekda, bagaimana tanggapan Walikota Medan soal surat edaran Sekda yang dikeluarkan sekda dan dikangkangi oleh P3TM," tegasnya.

Kemudian,Timor menerangkan bahwa surat edaran yang dikeluarkan Sekda mengatas namakan Walikota Medan.
"Kita sebagai Appsindo pasti akan membawa ini ke ranah hukum. Kami berharap Walikota Medan harus menindak lanjuti ini, bahwa surat yang dikeluarkan Sekda telah dikangkangi 0leh P3TM.   Walikota juga harus bertanggung jawab dengan surat yang ditandai tangani sekda karena surat ini mengatasnamakan Walikota Medan," harapnya.

Dilokasi terpisah, Humas Appsindo Medan, Dedi Harvisahari meminta dan mendorong permasalahan ini agar selesai dengan baik. "Yang artinya bila ada pedagang yang merasa dirugikan oleh P3TM dalam pengurusan surat izin tempat berjualan agar melaporkannya ke pihak yang berwajib, karena hal ini sangat merugikan pedagang ketika hari ini nilai yang di bayarkan pedagang di luar nilai yang di regulasikan oleh sekda medan pada saat itu," ujarnya singkat.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi terkait permasalahan ini, Ketua Badan Pengawas yaitu Sekda Kota Medan, Wirya Al Rahman tidak membalas konfirmasi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan pedagang Pasar Marelan resah. Pasalnya, sertifikat surat ijin pemakaian tempat berjualan (SIPTB) tidak juga diserahkan oleh pihak P3TM yang merupakan rekanan PD Pasar. Hal ini membuat para pedagang resah dan melaporkan kasus tersebut ke APPSINDO. Kemudian, APPSINDO bersama 0ara pedagang akan melaporkan kasus tersebut ke Poldasu, Selasa (30/7/2019).

"Kita sudah membantu para pedagang menguruskan surat SIPTB menjumpai Dirut PD Pasar, dan dari keterangan Dirut, sertifikat SIPTB telah dikeluarkan dan diberikan kepada Kepala Pasar, namun oleh Kepala Pasar diserahkan kepada P3TM, sampai saat ini tidak juga diserahkan kepada pedagang," ujar Wakil Ketua APPSINDO Marelan, Timor Sitorus didampingi Ketua APPSINDO Marelan, Sukirman saat ditemui di Pasar Marelan.

Ironisnya, para pedagang yang telah membayarkan uang pengurusan SIPTB ternyata ada juga yang tidak dibayarkan P3TM ke PD Pasar.

"Ada juga pedagang yang sudah membayarkan uang pengurusan SIPTB tapi tidak disetorkan ke PD Pasar. Maka kita akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum dengan melaporkan pihak P3TM," terang Sitorus.

Saat ini, APPSINDO telah menampung beberapa pedagang yang tidak mendapati sertifikat SIPTB. "Tidak ada hubungan P3TM dengan pedagang, yang mengkelola pasar ini adalah PD Pasar, jadi pedagang berhubungan langsung dengan PD Pasar jadi tidak ada hubungan P3TM dengan pedagang," tegasnya.

Sitorus menyesalkan sikap P3TM yang terus memaksa para pedagang untuk membayar uang lapak hingga Rp 12 Juta lebih.

"Pembayaran meja yang diputuskan sekda untuk 1 meja adalah Rp 6 juta dengan harga meja Rp 3 juta dan biaya adminisrasi Rp 2.001.600 dengan total Rp 5.001.600. Tapi Ali menjual Rp12 Juta keatas. Ada juga yang bayar Rp 17 Juta. Jadi jika pedagang tidak membayar sesuai yang mereka inginkan, SIPTB tidak akan diberikan dan akan dijual kembali," terangnya.

Kemudian, Sitorus memastikan, tidak ada kutipan liar di Pasar Marelan dikarenakan uang yang dikeluarkan pedagang merupakan uang retribusi ke PD Pasar.

"Tidak ada kutipan liar disini, karena uang yang dikeluarkan untuk retribusi adalah Rp 2 Ribu untuk jaga malam, Rp 2 Ribu untuk sampah, Rp 2 Ribu untuk kebersihan dan Rp 2 Ribu untuk lampu jadi total Rp 10 Ribu dan hal ini tidak ada yang protes itu. Kita juga mau tahu, pedagang mana yang protes," tegasnya.

Dilokasi terpisah, Ketua P3TM, Ali yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya (WA) perihal petugas P3TM yang menahan sertifikat SIPTB membantah menahan sertifikat yang dimaksud para pedagang. "Uang dari pedagang itu bukan untuk sertifikat tapi fee untuk hak sewa pedagang," ujarnya.

Ali menambahkan, pengutipan fee tersebut sudah dihentikan sementara. Pihaknya sudah menyurati PD Pasar. Penghentian tersebut karena ada pihak-pihak yang keberatan. "Kalau sertifikat pasti akan kami berikan kepada yang berhak karena memang hak pedagang," jelasnya mengakhiri. (Red)

Share Berita

MEDAN - Sebagai wujud apresiasi Perusahaan terhadap kinerja karyawan khususnya karyawan yang berjasa dalam penggalian produksi, PTPN III (Persero) selaku BUMN Perkebunan memberikan penghargaan kepada karyawan pemanen kelapa sawit dan penderes karet terbaik tahun 2018.

Penghargaan kepada pemanen dan penderes ini diserahkan langsung oleh Suhendri selaku  SEP Koordinator yang didampingi oleh Adi Fitria (SEP Produksi), Ahmad Gusmar Harahap (SEP SDM & Umum) dan Kepala Biro/Bagian pada Jumat, 2/08/2019 bertempat di Aula Elaeis Guineensis Kantor Direksi Medan. Penghargaan diberikan kepada 30 orang karyawan yang terdiri dari 18 orang pemanen dan 12 orang penderes. Pemilihan pemanen dan penderes terbaik ini berdasarkan penilaian dari masing masing Distrik melalui pencapaian kinerja selama tahun 2018.

Bentuk penghargaan yang diberikan adalah berupa uang tunai dengan juara terbaik I mendapat uang tunai sebesar Rp. 3.000.000, terbaik II sebesar Rp. 2.500.000, terbaik III sebesar Rp. 2.000.000. Selain uang tunai para pemanen dan penderes juga mendapatkan sertifikat penghargaan dan bantuan seperangkat alat kerja panen dan deres.

Suhendri dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para pemanen dan penderes yang telah meraih penghargaan dari Perusahaan atas kinerja tahun 2018 dan berharap kepada para juara ini agar tetap terus semangat dalam menggali produksi. “Mudah-mudahan dengan adanya penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi karyawan lain sehingga bisa meningkatkan kontribusi dalam penggalian produksi di lapangan” tambah Suhendri.

Para peraih penghargaan juga diberi kesempatan untuk melaksanakan office tour ke Kantor Senior Executive Vice President, Divisi, Biro dan Bagian. Selain itu para peraih penghargaan juga diberangkatkan mengikuti Wisata Keluarga ke Parapat Danau Toba dengan mengikutsertakan istri dan mengikuti kegiatan character building, fun games dan outbond yang dipandu oleh Medan Outbond Training. Semoga setelah kegiatan ini dapat memberikan semangat baru bagi karyawan dalam menggali produksi kedepannya. (Rel/rom)
Share Berita

ket Foto: Korban Pembegalan Oleh Penumpanya Sendiri
MABAR, POC- Seorang driver ojek online di Kawasan Industri Medan (KIM) 2 Mabar dibegal penumpangnya sendiri. Pelaku melukai korban Budiyamin (48) warga Jalan Purwosari, Gang Sederhana No.45 Medan yang mengalami luka tusukan dibagian kepala, Minggu (04/8/2019) malam pukul 22.00wib.

Korban yang mendapatkan orderan penumpang itu tidak mencurigai gerak gerik dari tersangka yang ingin membegalnya.

Setelah sampai ditempat kejadian perkara. Tersangka langsung memukul kepala korban dan menusuk dengan sebilah pisau.

"Saya terkejut bang tiba-tiba dipukul dari belakang dan ditusuk dengan pisau kepala saya, yang tak lain penumpang saya sendiri. Barang yang berhasil dibawa oleh begal, Sepeda Motor, Hendphone, Dompet dan habis semua di garab," kata Budiyamin sembari mengelap darah yang keluar dari kepalanya.

"Supir Grab tersebut juga kita temukan di area tempat pembuangan sampah sambil meminta minta tolong. Dan saya introgasi, korban kelihatannya masih trauma dan setengah sadar" ucap Irvan, warga yang melintas kerja masuk malam.

Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari saat dikonfirmasi pada hari senin (05/8/2019) mengatakan, Korban Belum ada melaporkan ke Polsek Medan Labuhan, tetap jadi atensi dan diupayakan terungkap. (Kinoi)
Share Berita

Pemko Medan -USU akan mengubah image Kampung Kubur menjadi Kampung Sejahtera.
MEDAN, POC -  Pemko Medan bersama Universitas Sumatera Utara (USU) bekerjasama untuk melakukan perubahan kepada masyarakat Kampung Kubur, Jumat (2/8/2019). Perubahan yang dilakukan nantinya diharapkan dapat mengubah image Kampung Kubur yang selama ini terkenal negatif di tengah masyarakat menjadi positif. Apalagi pintu masuk Kampung Kubur akan diperindah dan dinding sisi kiri dan kanan akan dijadikan mural yang cantik dan menawan.

Demikian terungkap ketika Arifin Nasution SSos MSP selaku Ketua Pengabdian Masyarakat dari USU ketika menyerahkan sejumlah peralatan kepada masyarakat yang akan digunakan untuk mengubah Kampung Kubur. Di samping peralatan, Arifin juga menyerahkan tanaman hidroponik, steling kaca, ember kompos, bibit buah mangga dan alpokat, seller untuk plastik, mixer pembuat kue, oven pembakar kue, alat sblon, cat sablon serta  kotak kue.

"Kami ingin mengubah image Kampung Kubur yang selama ini negatif  akan menjadi positif. Dengan perubahan yang dilakukan, kita berharap Kampung Kubur nantinya berubah menjadi Kampung Sejahtera. Semoga langkah yang kita lakukan ini dapat memotivasi pihak lainnya untuk turun bersama-sama merubah Kampung Kubur sehingga menjadi tempat hunian yang baik di mata masyarakat,” kata Arifin.

Lebih jauh Arifin pun memaparkan rencana yang akan dilakukan untuk merubah image Kampung Kubur tersebut. Selain membuat mural indah di dinding, kami juga akan mengedukasi masyarakat agar menanam tanaman hidroponik di dinding-dinding rumah warga. Selain mendukung  penghijauan, hasil tanaman hidroponik dapat membantu penghasilan warga.

"Kami siap melakukan pendampingan dan pengabdian kepada masyarakat Kampung Kubur. Di samping itu kami juga akan memberikan pelatihan memasak sehingga warga bisa menghasilkan aneka kuliner. Semoga upaya ini dapat menjadikan Kampung Kubur sebagai lokasi wisata kuliner, sejarah dan asri serta rindang,”  ungkapnya.

 Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Camat Medan Petisah Agha Novrian sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak USU, sebab mau bekerjasama dengan Pemko Medan untuk memajukan Kampung Kubur  dan menjadikannya sebagai Kampung Sejahtera.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak USU karena ingin bersama-sama memajukan Kampung Kubur serta mengubah imagenya yang tadinya buruk menjadi baik. Dengan kerjasama ini keinginan menjadikan Kampung  Kubur sebagai kampung Sejahtera dapat terwujud,” harap Agha.

Disamping itu Agha pun berharap dengan niak baik yang dilakukan ini, nantinya dapat berjalan baik dan sesuai dengan yang diharapkan sehingga nantinya Kampung Kubur dikenal baik oleh masyarakat luas. “Kita siap mendukung upaya tersebut,” ujarnya.

Usai penyerahan peralatan, proses perubahan wajah Kampung Kubur pun mulai dilakukan. Diawali dengan  mempercantik  jalan masuk menuju Kampung Kubur. Jalan masuk yang terbuat dari semen dipercantik dengan membuat tulisan Kampung Sejahtera dengan bantuan kecil bewarna. Setelah pengerjaan jalan selesai, rencananya akan dilanjutkan  dengan pembuatan mural. (rel)
Share Berita

Akhyar membuka kompetisi sepakbola antar OPD.
MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi membuka Kompetisi Sepakbola Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) 2019 di Stadion Teladan Medan, Jumat (2/8/2019). Sebanyak 17 tim mengikuti kompetisi yang dapat gelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-429 Kota Medan sekaligus memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Medan.

Kompetisi direncanakan berlangsung selama sepekan penuh dan seluruh tim  selanjutnya dibagi dalam 4 grup. Selain penendangan bola yang dilakukan Wali Kota, kompetisi juga dibuka dengan pertandingan perdana yang mempertemukan Dinas Pendidikan Kota Medan dengan PD Pasar. Pertandingan partai pembuka ini disaksikan ratusan suporter dari kedua OPD yang menangani masalah pendidikan dan pasar di Kota Medan tersebut.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota mengatakan, sangat mengapresiasi digelarnya Kompetisi Sepakbola Antar OPD tersebut. Sebab, kegiatan  itu dinilai sangat positif bagi para Apratur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan untuk mengisi waktu luang dengan menyalurkan kegemaran bermain sepakbola.

Selain itu ungkap Wakil Wali Kota, kompetisi ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya sebagai ajang mengolahragakan birokrasi. Dikatakannya, pekerjaan sebagai penyelenggara pemerintahan merupakan kerja yang tanpa batas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjalankan pembangunan sehingga menuntut fisik, kekuatan dan pemikiran yang mumpuni.

Untuk itulah melalui kompetisi ini, kata Wakil Wali Kota, dapat memberikan motivasi kepada semua untuk meluangkan waktu dalam berolahraga. Selain untuk kesegaran jasmani, juga memberikan daya tahan tubuh yang baik serta memupuk jiwa sportifitas.

"Disamping itu yang tidak kalah pentingnya, kompetisi ini kita harapkan dapat menumbuhkembangkan semangat jiwa kebersamaan, kekompakan serta silaturahmi antar OPD di Kota Medan yang kita cintai ini," harapnya.

Wakil Wali Kota selanjutnya mengajak seleuruh OPD untuk menjadikan kompetisi ini sebagai semangat baru dalam menambah motivasi kerja dan membiasakan diri untuk berpola hidup sehat, mengingat tanggung jawab sebagai motor penggerak pembangunan cukup berat sehingga dibutuhkan fisik dan stamina yang benar-benat fit.

Di kesempatan itu Wakil Wali kota juga mengingatkan, seluruh tim yang mengikuti kompetisi harus menunjukkan untuk menunjukkan sportivitas olahraga sejati dengan cara menghargai keunggulan lawan dan menghormati kekalahan lawan. “Saya yakin seluruh OPD yang bertanding dalam kompetisi ini mampu menujukkan pertandingan sejati dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas,”  ungkapnya.

Selain Wakil Wali Kota, pembukaan kompetisi juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan sekaligus Ketua Askot PSSI Kota Medan H Iswanda Nanda Ramli, Kadispora Kota Medan Syahrul Rambe, Ketua KONI Kota Medan Edi H Sibarani, pimpinan OPD serta camat dan lurah se-Kota Medan. (rel)
Share Berita

Gubsu melantik 13 pejabat Eselon III di lingkungan OPD Pemprovsu.
MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik 13 Pejabat Administrator (Eselon III) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai II, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro No 30 Medan, Jumat (2/8/2019). Para pejabat yang dilantik diingatkan bahwa jabatan merupakan kewajiban untuk mengabdi dan kesempatan untuk berbuat untuk Sumut, negara, dan bangsa.

“Selama 10 bulan saya menjabat, sudah ada tujuh atau delapan kali saya melantik. Silih berganti tidak bosan saya terus mengingatkan, kalau jabatan ini jangan pernah dipandang sebagai hak. Melainkan, sebagai kewajiban kita untuk mengabdi untuk daerah yang kita cintai ini, Sumut dan untuk negara kita Indonesia secara umum,” ucapnya usai Upacara Pengambilan Sumpah/Janji Pelantikan Pejabat Administrator di Lingkungan Pemprov Sumut.

Kemudian, ada tiga hal yang diharapkan Gubernur tertanam dalam setiap pribadi aparatur khususnya para pejabat yang baru dilantik. Ketiga hal tersebut yaitu loyalitas, kecintaan mendalam pada Sumut, dan kemampuan untuk bisa bekerja sama dengan seluruh kapabilitas yang dimiliki.

“Kita semua ini ibarat suatu perahu yang berlayar menuju satu tujuan. Untuk sampai pada tujuan itu, kita yang ada di dalam perahu harus kompak, berusaha bersama saling bahu membahu mencapai tujuan kita itu, yakni mensejahterakan rakyat Sumut,” kata Edy Rahmayadi.

Di akhir, Edy Rahmayadi menyampaikan harapan besarnya kepada para pejabat yang baru dilantik. Katanya, dengan dilantiknya para pejabat tersebut diharapkan memberikan perubahan yang lebih baik kepada Sumut. Pelantikan diakhiri dengan ucapan selamat dan jabat tangan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina kepada para pejabat yang baru dilantik.

Rencananya ada 22 pejabat eselon III yang dilantik, namun karena berhalangan hadir, acara pelantikan hanya diikuti 13 pejabat eselon III. Adapun nama-nama 13 pejabat yang dilantik yakni Erwin Hidayah Hasibuan sebagai Sekretaris Inspektorat Provsu, Arief Indra Siregar sebagai Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Lubuk Pakam Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provsu, Syahbudi Siregar sebagai Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu, Zainuddin sebagai Kepala Bagian Pengkajian dan Pengembangan pada Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem Provsu, Ichsanul Arifin Siregar sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Stabat Dinas Pendidikan Provsu, Zuhar Elysah sebagai Kepala Bidang Akademik dan Pendidikan pada Rumah Sakit Umum Haji Medan Provsu.

Muna Lubis sebagai Sekretaris pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu, Moden sebagai Kepala UPT Workshop dan Peralatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu, Dirwansyah sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Binjai Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu, Ahmad Ridwan Nasution sebagai Kepala Bidang Kelembagaan pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provsu, Surya Damli Nasution sebagai Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan pada Biro Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Setdaprovsu, Fa’atulo Zaluchu sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Siantar Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu, Oktavianus Tambunan sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Dolok Sanggul Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu.

Sedangkan nama-nama pejabat yang berhalangan hadir adalah Hartati sebagai Wakil Direktur Administrasi dan Umum Rumah Sakit Haji Medan Provsu, Lisni Elysah sebagai Wakil Direktur Penunjang Medis dan Akademik Rumah Sakit Umum Haji Medan Provsu, Zamaan Tarigan sebagai Kepala Bidang Pelayanan Media pada Rumah Sakit Umum Haji Medan Provsu, Yulinda Elvi Nasution sebagai Kepala Bidang Penunjang Medis pada Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Ildrem Provsu, M Husin sebagai Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu.

Kemudian, Marton Batu Bara sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Tebingtinggi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu, Lamhot Pasaribu  sebagai Kepala UPT Pelayanan Sosial Eks Kusta Belidahan-Sicanang Medan Dinas Sosial Provsu dan Robbi Rezeki sebagai Fungsional Umum pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provsu. Bagi para pejabat eselon III  yang belum dilantik, akan dijadwalkan mengikuti pelantikan berikutnya. (rel)
Share Berita

Gubsu terima audensi PT Hanlim Power Indonesia.
MEDAN, POC - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan persetujuannya atas tawaran kerja sama rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Sumut. Hal itu diungkapkan saat menerima audiensi dari PT Hanlim Power Indonesia (HPI) di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30 Medan, Jumat (2/8/2019).

Hadir di antaranya Presiden Komisaris PT HPI Aulia Pohan, Chairman Hanlim Power Coorporation (HPC) asal Korea Selatan (Korsel) Paul Han R Lee, Direktur PT HPI Hazairin Pohan, Director HPC Hwang Hooyun, Anggota DPD RI Parlindungan Purba dan lainnya. Sementara Gubernur didampingi Wakil Gubernur Sumut  Musa Rajekshah, Kepala Dinas PMPPTSP Arief Trinugoroho, Kabiro Otda dan Kerja Sama Basarin Tanjung, Kabiro Perekonomian Ernita Bangun dan para staf.

“Intinya saya setuju. Karena kebutuhan listrik ini kita membutuhkan banyak energi. Sebentar lagi juga akan ada industri dari perusahaan di Indonesia, yang membutuhkan energi yang besar,” ujar Gubernur.

Meski begitu, Gubernur mengingatkan agar kerja sama yang dilakukan harus melalui aturan yang berlaku. Juga ingin agar prosesnya segera dijalankan, sehingga rencana yang baik bagi kebutuhan energi listrik di Sumut tidak berlarut-larut.

“Memang kita tak inginkan ada masalah, karena itu pasti ada dan harus diselesaikan. Tetapi saya juga tidak mau berlama-lama. Kalau memang bisa atau tidak, kita bisa tahu,” sebut Edy Rahmayadi.

Terkait rencana pengadaan lahan di Sumut, lanjut Edy, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan membantu urusan pengadaan tanah. Sebab angka 200 hektare yang disebutkan untuk luas lahan pembangunan PLTGU, juga disyaratkan untuk berada di tepi pantai atau dekat dengan laut. Rencananya berlokasi di Kabupaten Batubara.

“Jadi ini upaya investasi, tetapi tetap harus profesional. Yang jelas mulai hari ini, kita harus selesaikan dengan aturan yang benar, tetapi tidak diperlambat,” sebutnya yang mengatakan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai tempat pengiriman bahan bakar gas.

Sementara, Presiden Komisaris PT HPI Aulia Pohan menyampaikan bahwa pihaknya sengaja mengundang investor asing masuk ke Indonesia. Adapun khusus untuk pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 4,8 Giga Watt dengan nilai investasi mencapai US$ 6,5. Target pembangunan fisik sendiri diperkirakan pada 2021 mendatang.

“Kita akan siapkan pra feasibility study (FS). Karena sejauh ini masih proses soal izin. Jadi kita akan terlibat dalam tahapan FS (uji kelayakan investasi),” katanya.

Menanggapi persetujuan Gubernur, CEO/Chairman HPC Paul Han Lee mengatakan keputusan mereka untuk masuk ke Sumut, karena pengalaman pihaknya membangun pembangkit listrik di negaranya. “Kami membutuhkan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik. Tetapi juga kami membutuhkan sumber daya manusia. Karena setahu kami, banyak orang pintar di Indonesia berasal dari Sumut,” sebut Lee, yang mengatakan HPC juga memiliki sumur gas di Rusia yang berusia sekitar 300 tahun dan siap mensuplai energi untuk Sumut.

Usai audiensi, Gubernur pun melanjutkan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dengan PT Hanlim Power Indonesia oleh Han Lee setelah selesai Salat Jumat. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan bahwa Sumut membutuhkan banyak dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Setidaknya menjelang November 2019 dibutuhkan 15.000 unit untuk mengurangi backlog.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi pada pembukaan Rapat Koordinasi Pemenuhan Kebutuhan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Sumut melalui dukungan Electronic Mortgage Management System (e-MMS), Jumat (2/8/2019), di Hotel Karibia Jalan Timor Medan. “Paling tidak menjelang November 2019 diperlukan 15.000 unit untuk mengurangi backlog,” ujar Gubernur.

Backlog adalah kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat. Backlog rumah di Sumut mencapai 411.000 unit Tahun 2015 dan untuk Indonesia sebanyak 7,4 juta unit.

Backlog terjadi karena BPD belum maksimal menyalurkan KPR bersubsidi dan developer atau pengembang perumahan tersendat pembangunannya. Sehingga kucuran dana FLPP sedikit masuk ke Sumut.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat, Gubernur berharap, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Tata Ruang Sumut dapat segera menyelesaikan pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah. “Libatkan dan ajari saya bagaimana kita harus lakukan untuk membuat rumah masyarakat, karena saya ingin masyarakat bisa memiliki rumah yang layak dan nyaman,” katanya.

Dirjen Pembiayaan Insfrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR RI Eko Heripoerwanto mengatakan, realisasi penyaluran bantuan pembiayaan perumahan FLPP dan subsidi selisih bunga (SSB) tahun 2015 - 2018 mencapai 775.508 unit rumah dengan anggaran sebesar Rp21,06 triliun. Untuk tahun 2019, total anggaran yang telah disiapkan untuk FLPP, SSB, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp11,5 triliun.

Hingga 30 Juli 2019, kata Eko, realisasi penyaluran bantuan pembiayaan perumahan telah mencapai sebesar Rp5,04 triliun untuk 48.463 unit rumah. “Realisasi FLPP oleh BPD se-Sumatera per Juli 2019 sebanyak 15.580 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp1,42 triliun. Khusus BPD Sumatera Utara sebesar 3.691 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp332,4 miliar,” katanya.

Hingga saat ini Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pembiayaan perumahan di daerah. Namun, realisasi penyaluran bantuan pembiayaan perumahan di daerah masih kurang optimal.

Kurang optimalnya realisasi pembiayaan perumahan di daerah, katanya, dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya lemahnya koordinasi pelaku pembiayaan perumahan, tidak ada data perumahan yang valid dan terintegrasi yang didukung dengan sistem teknologi informasi, dukungan APBD bidang perumahan yang masih terbatas, kurangnya keterlibatan dan dukungan dari Pemerintah Daerah sebagai pemegang saham BPD (shareholders), maupun sebagai pemangku kepentingan utama (stakeholders) di bidang perumahan dan  kurangnya partisipasi BPD dalam penyaluran bantuan pembiayaan perumahan.

Memperhatikan kondisi dan permasalahan ini, kata  Eko, Kementrian PUPR meyakini bahwa BPD sebagai bank pelaksana KPR Bersubsidi perlu didorong dan melakukan transformasi agar dapat bersaing dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. “BPD dirasa sangat sesuai menjadi penyalur KPR Bersubsidi karena memiliki infrastruktur yang kuat hingga ke pelosok daerah dan memahami karakteristik masyarakat pada masing-masing daerah. Selain itu, sebagai perbankan lokal, BPD dapat lebih efisien dalam memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan bantuan perumahan,” jelasnya.

Hadir pada acara tersebut Direktur Pelaksanaan Pembiyaan Infrastruktur Arvi Argyantoro, Direktur Lembaga Jasa Keuangan OJK Antonius Ginting, Direktur  Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut Tengku Mahmud Jefri dan Kepala Dias Perumahan dan Tata Ruang Provsu Ida Mariana Harahap. (rel)
Share Berita



MEDAN - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi penyakit kritis terbaru, Zurich Critical Advantage (ZCA) di Kota Medan. Dengan manfaat utama perawatan medis di luar negeri, Zurich hadir melengkapi kebutuhan manfaat perlindungan kesehatan yang komprehensif bagi warga Medan.

Hadir dalam peluncuran produk ini, Head of Agency Distribution PT Zurich Topas Life - Banie Zulvansyah, Chief Planning PT Zurich Topas Life Kristianto Tutupo, dan Penyanyi, Selebriti Widi Mulia. 

Berangkat dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2014 tentang dua penyakit kritis tertinggi di Indonesia, yaitu Kanker dan Penyakit Jantung, Banie Zulvansyah memaparkan kebutuhan masyarakat untuk resiko penyakit kritis. 

"Hidup di kota besar memang cenderung sibuk dan serba cepat, sehingga kita tak bisa terhindar dari banyak resiko. Resiko ini banyak faktor mempengaruhinya, mulai dari gaya hidup yang sibuk dan instan, pola makan tak sehat, kurang gerak dan olahraga, serta jam tidur yang sempit. Semua ini beresiko untuk kesehatan," sebutnya saat memperkenalkan produk Zurich Critical Advantage, di Bel Mondo Cafe, Jalan Teuku Daud No.9 Kota Medan, Kamis (01/08/2019).

Zurich Critical Advantage, sambung Banie Zulvansyah, adalah inovasi terbaru Zurich menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat terhadap penyakit kritis. "Karena itu Zurich berkomitmen memberikan akses perawatan medis terbaik di dunia bagi masyarakat Indonesia. Melalui produk kami, masyarakat dapat menikmati fasilitas kesehatan terbaik untuk penyakit kritis terutama bagi mereka yang sibuk," jelasnya.

Senada dengannya, Chief Planning PT Zurich Topas Life Kristianto Tutupo menuturkan, produk terbaru dari asuransi Zurich ini memberikan santunannya dalam bentuk US Dollar. Mendapatkan Zurich Critical Advantage ini sangat mudah dengan fasilitas cashless di seluruh dunia. Keunggulannya, Zurich Critical Advantage bisa mengcover biaya perawatan kanker di luar negeri, bedah by pass Arteri Koroner, penggantian atau perbaikan katup jantung, pembedahan intrakranial, dan Spesifik Sumsum Tulang Belakang, Transplantasi Organ dari Donor Hidup dan Transplantasi Tulang. "Biaya yang dicover untuk 1 nasabah mencapai US$ 2.000.000 atau senilai Rp 35 Miliar," ucapnya.

Tak hanya memberikan biaya berobat untuk pasien, Zurich Critical Advantage juga memberikan pelayanan pengobatan seperti tiket untuk pendamping dan jasa penerjemah. "Untuk nasabah anak-anak bahkan boleh didampingi dua pendamping. Zurich terdepan dalam hal layanan second medical opinion untuk menentukan diagnosa terbaik," lanjut Kristianto.

Sementara itu, Penyanyi dan Selebriti Widi Mulia membagikan tips sehatnya sebagai Ibu dan Professional yang sibuk. "Mulanya saya pikir asuransi kesehatan itu sama saja. Ternyata resiko penyakit kritis itu perlu diperhatikan, apalagi buat kita yang selalu sibuk. Jangan sampai, kita sibuk mencari uang, tapi kesehatan malah diabaikan," katanya.

Widi Mulia juga menuturkan bahwa menjaga kesehatan dan melindunginya adalah hal yang perlu disadari. "Di era millenial ini kita punya tantangan besar. Kita harus aware dan update terus dalam mencari langkah terbaik. Adanya Zurich Critical Advantage tentu baik sekali sebagai perlindungan kesehatan keluarga. Dengan fasilitasnya yang lengkap, biaya premi per bulannya ZCA juga sangat terjangkau, deh. Lebih mahal pengeluaran kita buat ngopi-ngopi ya," ujarnya sambil bercanda. (Rom)

Share Berita

MEDAN, POC – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) antara Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Sumut, di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No 30, Medan, Kamis (1/8/2019).

Usai menyaksikan penandatangan, Menteri Syafruddin menyampaikan harapan agar penandatanganan PK tersebut menjadi awal peningkatan dan penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Pemprov Sumut dan Pemerintah Daerah (Pemda) se-Sumut. Juga, menjadi awal munculnya inovasi-inovasi baru dalam hal pelayanan publik. “Saya ingin Sumut terus bergerak maju khususnya soal reformasi birokrasi ini,” ujar Syafruddin.

Untuk Indonesia secara keseluruhan, kata Syafruddin, telah banyak perubahan penting dalam postur Birokrasi Nasional. Berdasarkan Global Competitiveness Index 4.0 tahun 2018, Indonesia peringkat ke 45 dari 140, naik dua grid dari tahun 2017. Survei Bank Dunia Ease of Doing Business (EODB) skor Indonesia meningkat dari 66,47 menjadi 67,96 pada tahun 2018. Pada tahun yang sama, indeks daya saing global Indonesia juga melonjak dari peringkat 41 menjadi 36.

“Untuk Sumut, perkembangan nilai SAKIP Pemerintah Sumut meningkat sedikit demi sedikit. Pada tahun 2016 menunjukkan nilai 54,87 kemudian tahun 2017 jadi 55,33 dan tahun 2018 jadi 56,12. Meskipun tidak signifikan, yang penting ada peningkatan. Tahun 2019 saya berharap akan lebih meningkat lagi. Predikat akuntabilitasnya kalau bisa memperoleh nilai A, begitu juga dengan kabupaten/kota se-Sumut,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada MENPAN-RB, yang telah meluangkan waktu untuk datang, menyaksikan penandatangan, sekaligus berbagi dan diskusi dalam rangka penguatan SAKIP di lingkungan Pemprov Sumut.

“Bapak ini sudah lama kami tunggu-tunggu, untuk memberikan pencerahan bagi kami. Apalagi hari ini, banyak juga kepala daerah kabupaten/kota yang hadir. Karena kadang, dalam melaksanakan tugas, ada hal-hal atau aturan yang membuat kami ragu melangkah. Terima kasih untuk Bapak Menteri yang walaupun sibuk, tetap menyempatkan datang,” ujar Edy.

Perjanjian Kinerja, sebut Edy, merupakan bentuk komitmen dan kesepakatan untuk melaksanakan pelayanan publik disertai indikator kinerja, dengan prinsip dan tujuan untuk meningkatkan integritas, transparansi, akuntabilitas aparatur. Beberapa tujuan PK ini antara lain, menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi aparatur dan penilaian pencapaian keberhasilan tujuan dan sasaran organisasi.

Penandatangan PK OPD dilakukan secara simbolis yang diwakili oleh Kepala Biro Organisasi Setdaprov Sumut M Faisal Hasrimy dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut NG Hikmet. Usai penandatangan, juga dilakukan diskusi dan tanya jawab oleh para Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/kota yang hadir dengan MENPAN-RB Syafruddin. Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda Sumut, bupati/walikota se-Sumut atau yang mewakili, pimpinan OPD Provinsi Sumut, pejabat eselon III dan IV. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh bupati/walikota se-Sumut untuk serius mensejahterakan masyarakat. Karena, untuk membangun Sumut tidak bisa hanya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, tetapi dibutuhkan kerja sama yang sinergis dari seluruh daerah kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi usai rapat koordinasi dengan bupati/walikota se-Sumut, Kamis (1/8/2019), di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30 Medan. “Nasib rakyat Sumut ini ada di pundak kepala daerah, di pundak gubernur dan bupati/walikota. Karena itu, saya mengajak seluruh bupati/walikota untuk serius mensejahterakan masyarakat,” ujar Gubernur di hadapan para bupati/walikota se-Sumut yang hadir.

Hal itu, kata Gubernur, bisa dilakukan dengan membangun daerah secara serius dan menyusun program pembangunan sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan. Karena pada prinsipnya, visi dan misi tersebut berorientasi pada upaya mensejahterakan masyarakat.

Dikatakan Gubernur, salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut saat ini adalah ‘Membangun Desa Menata Kota’. Memanfaatkan dan mengembangkan seluruh potensi dan sumber daya yang ada di desa-desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Desa-desa di Sumut, kata Gubernur, banyak memiliki potensi dan sumber daya yang bisa dikembangkan, seperti pertanian, wisata, kuliner dan berbagai hasil kerajinan masyarakat. “Karena itu, saya mengajak seluruh bupati dan walikota di Sumut memanfaatkan dan mengembangkan potensi-potensi tersebut untuk membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat,” ujar Edy Rahmayadi, sembari mengatakan, jika masyarakat desa sudah sejahtera, akan lebih mudah untuk menata kota.

Ajakan Gubernur tersebut disambut baik oleh para bupati dan walikota yang hadir. Salah satunya Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Khairuddin Syah Sitorus. “Kami siap mendukung upaya Gubernur untuk membangun dan mensejahterakan daerah ini,” ujar Bupati Khairuddin Syah.

Menurut Khairuddin Syah, Labura memiliki banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan dan dikelola secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti ikan dan padi di daerah pesisir, juga ada potensi perkebunan, kuliner dan wisata yang  luar biasa. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH berharap pagelaran Festival Pesona Lokasl (FPL) 2019 berjalan lancar dan meriah, sehingga event yang mengangkat tema kebudayaan dan kearifan lokal Kota Medan semakin mengukuhkan ibukota Provinsi Sumatera Utara sebagai kota multikultural.

Apalagi FPL 2019 akan diyayangkan live salah satu stasiun tv nasional, RCTI. Melalui penayangan tersebut, Wali Kota optimis Kota Medan dapat terkenal karena aneka seni dan budaya yang dimiliki tereksplor dengan lengkap sehingga mampu menarik wisatawan datang berkunjung.

Harapan ini disampaikan Wali Kota ketika menerima kedatangan Tim Marketing Communication (Marcom) RCTI di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman Medan, Kamis (1/8). Selain bersilaturahmi, kedatangan mereka sekaligus menyampaikan progress terkait persiapan acara yang akan berlangsung di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (3/8). Tidak itu saja, tim juga meminta saran, masukan dan dukungan Wali Kota agar FPL 2019 dapat berjalan sesuai dengan sukses dan lancar seperti yang direncanakan. 

‘’Alhamdulillah, sejauh ini semua persipan telah dilakukan dengan baik dan matang. Saya berharap event ini dapat menjadikan dan membangkitkan kecintaan kita terhadap seni dan budaya Indonesia, khususnya Kota Medan. Di sma;ping itu kita ingin FPL 2019 menjadi wadah promosi yang baik bagi kita agar pariwisata Kota Medan semakin menggeliat,’’ kata Wali Kota.

Didampingi Plt Kadis Pariwisata Kota Medan Renward Parapat, Kadis Kebudayaan OK Zulfi, Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) M Husni serta Kabag Humas Arrahman Pane, Wali Kota berpesan  kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat mempersiapkan fasilitas pendukung selama acara berlangsung, misalnya toilet umum. Dengan demikian masyarakat yang hadir sejak pagi hingga malam nanti dapat merasa nyaman selama acara berlangsung.

‘’Seluruh OPD terkait kiranya dapat mempersiapkan secara rinci seluruh komponen yang dibutuhkan. Jangan sampai kita luput dan abai. Sebab, tujuan kita adalah memberi edukasi serta hiburan bagi warga agar dapat mengetahui serta merasa bangga terhadap budaya dan kearifan lokal yang dimiliki Kota Medan. Lakukan yang terbaik agar memberikan hasil yang maksimal sehingga mampu menghipnotis siapapun yang melihat nantinya,’’ pesannya.

Sementara itu, Ivan selaku perwakilan RCTI mengungkapkan kepada Wali Kota bahwa seluruh persiapan menjelang FPL 2019 telah dilakukan dengan sangat baik. Hal tersebut, jelas Ivan tidak lepas dari dukungan Wali Kota sehingga sinergitas dan koordinasi antara Pemko Medan dan RCTI dapat terbangun dan terjalin baik.

‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota atas support  yang diberikan. Semoga event yang kita gelar ini memberikan dampak yang signifikan, khususnya bagi Kota Medan. Selain itu juga kami berharap semua unsur terkait dapat menampilkan yang terbaik sehingga Kota Medan dapat menjadi kota yang paling mempesona dibandingkan kota-kota lainnya,’’ ujar Ivan.

Pertemuan berjalan dalam suasana penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota menerima cinderamata dari RCTI sebagai ungkapan terima kasih atas dukungannya. Nantinya, diharapkan seluruh warga dapat ikut serta meramaikan FPL 2019. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH  sangat mengapresiasi digelarnya pameran Medan Inovasi Smesco Vest Expo (MISVE) 2019 di Ring Road City Walk, Medan, Kamis (1/8/2019). Sebab, event ini dinilai sebagai upaya mendorong dan mendukung ekonomi kerakyatan melalui pengembangan usaha kecil dan menengah serta investasi.

Apresiasi ini disampaikan Wali Kota diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setdako Medan  Khairul Syahnan ketika membuka MISVE 2019. Di samping itu MISVE 2019 juga memberikan peluang  bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, sekaligus memberikan informasi yang mendukung pertumbuhan daya saing inovatif bagi masyarakat.

MISVE 2019 yang berlangsung mulai 1-4 Agustus dirangkaikan dengan Bazar UMKM Dinas Koperasi Kota Medan.  Puluhan stand ditampilkan untuk mempromosikan  aneka produk unggulan UMKM baik fashion,  hasil kerajinan tangan maupun kuliner. Diharapkan, semua produk yang ditawarkan dapat diterima masyarakat.

Membacakan sambutan tertulis Wali Kota, Syahnan mengungkapkan, Kota Medan memiliki potensi ekonomi kerakyatan yang cukup besar. Potensi-potensi itu secara riil ada dan bersentuhan dengan aktivitas ekonomi kerakyatan, termasuk potensi UKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kota Medan.

"Sudah ada beberapa bukti bahwa produk UKM kita mempunyai kualitas untuk bersaing di tingkat regional, nasional bahkan International seperti tekstil, makanan sampai pada kerajinan tangan."kata Khairul Syahnan.

Meskipun demikian papar Syahnan, proses promosi UKM ini belum sepenuhnya optimal sekalipun upaya itu terus dilaksanakan. Sekaitan itulah sangat diperlukan banyak event sebagai ruang aktualisasi bagi para pelaku ekonomi kemasyarakatan.  Sebab, kegiatan promosi merupakan salah satu proses yang penting bagi rangkaian alurpemasaran barang dan jasa.

“Atas dasar itulah saya atas nama Pemko Medan, sangat mengapresiasi dan menyambut baik terlaksananya MISVE dan Bazar UMKM 2019 sebagai upaya mendorong dan mendukung ekonomi kerakyatan masyarakat Kota Medan. Saya nilai kegiatan ini merupakan wujud nyata adanya tekad yang kuat dari masyarakat Kota Medan untuk mempromosikan produk-produk barang dan jasa, termasuk potensi kuliner, handcraft dan kerajinan tangan lainnya,” ungkapnya.

Selain menjadi sarana promosi produk unggulan UMKM, mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan itu juga diharapkannya dapat menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Kota Medan. “mari kita saling menginspirasi sehingga terwujud kemandirian ekonomi daerah melalui daya inovatif yang kreatif,” harapnya.

Pembukaan MISVE 2019 turut dihadiri Kepala Bidang UMKM Koperasi dan Perdagangan DKI Jakarta DR H Yanto Siregar,  Hendro Cahyo selaku Ketua Panitia Pelaksana MISVE 2019 , Kadis Koperasi & UMKM Kota Medan Edliaty serta seluruh peserta pameran. Usai pembukaan, Syahnan pun  selanjutnya meninjau seluruh stand  sekaligus melihat produk-produk unggulan yang ditawarkan. Selain pelaku UMKM dari Kota Medan, event ini juga diikuti perwakilan dari DKI Jakarta, Naggroe Aceh Darusalam (NAD) dan Labuhan Batu Utara. (mar)
Share Berita

Penertiban Warkop Elisabeth.
MEDAN, POC - Penggusuran pedagang Warkop Elisabeth menarik perhatian dua anggota DPRD Medan yang meninjau langsung ke lokasi di Jalan H Misbah, Medan, Kamis (1/8/2019).  Parlaungan Simangunsong dan Boydo HK Simanjuntak menyaksikan pembongkaran lapak pedagang yang dilakukan Satpol PP.

Kehadiran kedua anggota dewan ini langsung disambut histeris para pedagang yang mencoba mencari pembelaan. Parlaungan juga mencoba menenangkan para pedagang yang kecewa tempatnya berjualan dibongkar habis.

Parlaungan menyayangkan aksi penertiban PKL. Sebab, tidak dibarengi dengan solusi dari Pemko Medan. Menurutnya, sebelum dilakukan penertiban, Pemko Medan harusnya menyiapkan tempat relokasi bagi para pedagang.

"Mereka ini kan mau mencari nafkah untuk keluarganya, harus dipikirkan juga, kalau mau digusur harusnya dicarikan lebih dahulu tempat pengganti atau relokasi yang layak," tuturnya.

Anggota Komisi IV ini menilai keberadaan pedagang di depan RS Elisabeth sudah lama, bertahun-tahun. "Lokasinya tidak terlalu mengganggu," cetus politisi Demokrat ini.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI-P, Boydo Panjaitan sangat menyayangkan terjadinya penggusuran. Dia bahkan menilai, penggusuran tersebut sama dengan penindasan terhadap rakyat yang mencari penghidupan dengan berjualan di warkop.

Menurutnya, masih banyak tempat-tempat yang tidak beres justru tidak ditertibkan. Dia mencontohkan, ada kafe remang-remang di Jalan Juanda, tapi tidak ditertibkan. Sedangkan Warkop Elisabeth, tempatnya terang benderang dan indah, menjadi data tarik wisata kuliner, malah digusur.

"Keluarga pasien rumah sakit yang jaga, bisa makan di sini. Jadi, tempat yang banyak manfaat dirusak. Yang banyak mudharat malah dibiarkan. Kita berharap Pemko Medan ambil sikap atas penggusuran ini,"katanya. (mar)
Share Berita

Penertiban Warkop Elisabeth.
MEDAN, POC - Ratusan petugas Satpol PP Kota Medan bersama kepolisian 'meratakan ' Warkop Elisabeth di Jalan H Misbah, Medan, Kamis (1/8/2019). Aksi pembersihan ini berlangsung ricuh, lantaran pedagang menolak digusur.

Meski disertai aksi perlawanan, jerit dan tangis para pedagang, namun petugas tetap membongkar lapak-lapak warkop yang sudah ada sejak belasan tahun lalu itu. Pedagang pun akhirnya tak bisa berbuat apa-apa, hanya berupaya menyelamatkan barang-barang dagangannya.

Seperti diketahui, keberadaan warung kopi dan parkir yang semrawut kerap mengganggu akses mobil ambulance saat membawa orang sakit/pasien keluar masuk Rumah Sakit Elisabeth yang berada tepat di depan warkop.

Selain itu disebut, kios pedagang berada diatas parit yang kerap menutup saluran air.

Sebelumnya, pihak RS Elisabeth sudah sering mengeluhkan keberadaan parkir dan pedagang di depan rumah sakit. Keluarga pasien selalu mengeluh saat membawa orang sakit masuk rumah sakit.

Bahkan, pihak RS sudah pernah berdelegasi ke DPRD Medan tahun lalu dan berharap penataan parkir dan pedagang dilakukan. Pada saat itu pihak RS dan DPRD Medan disepakati dilakukan penataan.

Sebelum melakukan penertiban, Satpol PP telah melayangkan beberapa kali surat peringatan agar tidak berjualan di median jalan. Namun karena surat peringatan tak digubris, petugas akhirnya melakukan pembongkaran.

Bayar Sewa Rp 50 Juta

Para pedagang tak mampu menahan kesedihan melihat lapak warkop mereka mulai rata dengan tanah. Meski pasrah, namun mereka tetap berharap kiranya Pemko Medan dapat memfasilitasi tempat kios berjualan ke depan. Sebab, hanya dari usaha dagang mereka bisa menghidupi ekonomi keluarga. Apalagi beberapa pedagang mengaku sudah mengeluarkan biaya untuk pembayaran sewa lapak yang nilainya puluhan juta rupiah per tahunnya.

Seperti pengakuan salah satu pemilik warkop, Ani yang sehariannya berjualan nasi dan minuman. Baru pekan lalu Ani membayar sewa kios Rp 50 juta untuk 2 tahun ke depan. Tak nyana, malah sudah digusur.

Ani juga mengaku sudah 10 tahun berjualan di Warkop Elisabeth. Wanita ini berharap uang Rp 50 jutanya dapat kembali. Sedangkan, keberadaan nasib pedagang supaya diperhatikan Pemko Medan. "Kami berharap ada lokasi lain tempat kami berjualan. Kalaupun pedagang harus direlokasi hendaknya ke tempat yang lebih baik,"pintanya. (mar)
Share Berita

Ket Foto: jasad korban Beli Hui Rusli (66)
MEDAN LABUHAN, POC- Kecelakaan terjadi di Jalan Yosudarso KM 11, Kelurahan Titipapan, Medan Deli didepan gudang 77, Kamis (01/7/2019) yang mengakibatkan pengayuh sepeda angin bernama Beli Hui Rusli (66) meninggal dunia dilokasi kejadian.

Korban yang beridentitas diri warga Jalan Platina Nomor 67, Lingkugan III, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli itu meninggal dengan kepala remuk dan patah tulang.

Kanit Lantas Polsek Medan Medan Labuhan Iptu Lily Tapiv menjelaskan, kejadian yang menewaskan korban itu bermula korban datang dari arah belawan menuju medan dengan mendayung sepeda anginnya, kemudian truck trailer yang belum diketahui nomor plat nya melaju dari arah yang sama. Dan sampai di lokasi kejadian, korban diduga tergelincir sehingga terjatuh kenanan,” kata kanit lantas Polsek Medan Labuhan.

Sambungnya, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pirngadi Medan guna untuk dilakukan otopsi," tandas Iptu Lily Tapiv. (Kinoi)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.