Pemko Medan dan Pemprovsu Butuh Terobosan Baru Atasi Banjir

MEDAN, POC - Prihatin dengan kondisi Kota Medan yang kerap banjir usai diguyur hujan, Anggota komisi IV DPRD Medan Hendra DS kembali menyoroti persoalan ini.

Bahkan Hendra yang sudah duduk dua periode anggota dewan itu mendesak Pemko Medan dan Pemprovsu supaya melakukan terobosan baru.

Hendra DS yang akan duduk kembali anggota DPRD Medan periode 2019-2024 itu telah menyebut kondisi kota Medan kategori darurat banjir. Atas dasar itu Hendra DS mendorong Pemko Medan dan pemerintah Sumut serta Balai Sunga melakukan terobosan baru solusi mengatasi banjir.

Tapi sorotan itu tidak direspon Walikota Medan maupun Dinas PU Medan. Celakanya, Rabu (19/6/) beberapa lokasi kota Medan direndam banjir. Padahal anggota dewan telah berulangkali mengingatkan agar dilakukan pengelolaan tata kota drainase yang bagus yakni Medan Urban Development Project (MUDP) dan kanal (sungai).

Sehingga air hujan di Medan dan banjir kiriman dari luar Medan tidak dapat mengalir dengan bagus. Dimana drainase MUDP dan kanal dapat berfungsi sempurna. Maka perlu Kadis PU, Balai Sungai Sumatera dan Pempropsu yang baru melakukan terobosan baru.

Dikatakan lagi, konsep perbaikan banjir ini harus dimulai dari awal. "Diurut semuanya dari nol. Kalau cuma untuk perbaikan mendalami parit-parit, masalah banjir tidak akan selesai. Tapi diurut dari awal. Karena siapapun pemimpinnya sekarang ini tidak akan bisa mengatasi banjir. Lihat saja 2 jam hujan lebat, air sudah tergenang karena drainase tidak jalan," katanya kala itu.

Sementara melalui postingan akun facebooknya, Hendra DS menyebut saatnya Pemko Medan menata sungai yang melintasi kota Medan. Penataan itu sudah waktunya menjadikan sungai menjadi tempat wisata dan rekreasi seperti sungai Tukad di Kota Badung, Propinsi Bali. Pembangunan penataan sungai di Medan kiranya dapat dimulai dari dekat kantor walikota Medan hingga ke hulu. (mar)