BELAWAN, POC- Kapolres Pelabuhan Belawan menghimbau semua pihak masyarakat menghormati apapun putusan sengketa pilpres, meminta agar publik percaya hakim MK mampu memutus perkara dengan cermat dan adil.

Himbauan itu disampaikan setelah TIM gabungan personil POLRI dan TNI berpatroli bersama dengan mengendarai sepeda motor Trail yang dikomandoi langsung oleh Kapolres Belawan AKBP Ikhwan dari mako Polres Pelabuhan Belawan, Rabu (26/06/2019).

Kegiatan patroli bersama ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas jelang putusan MK.

"Apapun putusannya nanti, semua pihak dan publik harus menerima dan menghormati," tegas Kapolres Belawan.

Lanjut dikatakan kapolres, semoga setelah adanya putusan MK ini, masyarakat dapat menerima dengan lapang dada dan diharapkan masyarakat turut menjaga situasi Kamtibmas," tandas AKBP Ikhwan. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Normalisasi drainase terus dilakukan Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya genangan air. Rabu (26/6), giliran drainase di Jalan Pintu Air II, Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Selain mengalami pendangkalan, drainase juga menyempit sehingga tak mampu menampun debit air ketika hujan turun. Alhasil, jalan dan halaman warga sekitar menjadi sasaran limpahan air.

Kehadiran petugas Dinas PU beserta satu unit alat berat mendapat apresiasi dari warga sekitar. Sebab, sudah lama warga sekitar mengeluh karena selalu menjadi langganan genangan air. Selain halaman dan rumah digenangi air, aktiftas mereka pun terganggu. Oleh karenanya mereka pun berharap agar Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH segera menyahuti keluhan warga.

Harapan warga langsung disikapi Wali Kota, Dinas PU langsung diturunkan untuk melakukan normalisasi sehingga aktifitas maupun kenyamanan warga tidak terganggu sekalipun hujan deras turun.  Kadis PU Kota Medan Isa Ansari mengerahkan pekerjanya beserta 1 unit backhoe loader guna mendukung kelancaran normalisasi.

Begitu tiba di lokasi, belasan petugas Dinas PU pun langsung melakukan normalisasi. Dengan menggunakan cangkul dan sekop, mereka pun mengorek drainase yang telah mengalami penyempitan dan pendangkalan tersebut. Perlahan-lahan tanah yang menjadi pemicu pendangkalan dan penyempitan pun diangkat. 

Kemudian tanah hasil pengorekan ditempatkan dalam truk untuk selanjutnya dibawa menuju lokasi pembuangan. Sebab, Wali Kota tidak mau tanah hasil pengorekan diletakkan di pinggiran drainase karena rentan akan masuk kembali. Apalagi saat ini hujan rentan turun sehingga tidak tertutup kemungkinan drainase yang telah dikorek akan tersumbat kembali.

Di bagian yang sulit dikerjakan dengan menggunakan peralatan manual, Isa menurunkan alat berat, terutama untuk memecahkan permukaan drainase yang telah dibeton warga guna memudahkan pengorekan, termasuk mesin bor sehingga ‘tangan’ backhoe loader bisa menjangkau hingga ke dalam. “Semoga dengan normalisasi yang kita lakukan hari ini, apa yang menjadi keluhan warga dapat diatasi,” kata Isa.

Usai melakukan normalisasi, Isa pun mengajak warga sekitar menjaga drainase dengan tidak membuang sampah ke dalamnya. Di samping itu mantan Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan itu berpesan kepada warga agar rutin melakukan pengorekan. “Apabila ada kendala yang ditemukan dalam pengorekan, sampaikan kepada Dinas PU, kita langsung turun untuk membantu, termasuk menurunkan alat berat,” ungkapnya.

Selain drainase di Jalan Pintu Air, Dinas PU juga melakukan pengorekan drainase di Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal. Kali ini Kadis PU menurunkan petugas dari Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah Selatan. Pengorekan dilakukan untuk mengatasi drainase yang juga mengalami penyumbatan sehingga memicu terjadinya genangan air.

Disamping Dinas PU, pengorekan drainase juga dilakukan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umun (P3SU) Kecamatan Medan Perjuangan. Adapun drainase yang dikorek berada di Jalan Rakyat simpang Jalan Pelita 6, Kelurahan Sidorame Barat, Kecamatan Medan Perjuangan karena mengalami pendangkalan sehingga rentan terjadinya genangan air. (Rel/rom)
Share Berita

BELAWAN, POC - Kantor Wilayah DJBC Sumut paparkan penggagalan ekspor rotan selundupan. Acara tersebut digelar dihalaman dermaga Jalan Karo Belawan, Selasa (25/06/2019).

Dalam pres realise tersebut dijelaskan, kalau kapal bermuatan rotan sebanyak 40 ton itu diketahui berasal dari Sungai Iyu Kecamatan Bemdahara, Aceh Tamiang, diperkirakan bernilai Rp680 juta .

Dalam operasi patroli laut terpadu jaring Sriwijaya 2019, petugas Bea Cukai Aceh dan Sumut berhasil menggagalkan sebanyak 40 ton rotan komoditas ekspor yang dimuat dalam kapal KM Bintang Kejora tujuan pelabuhan Pulau Penang Malaysia yang dikemas dalam 83 bunale.

Dijelaskan, bermula kapal patroli BC 10002 melakukan pengejaran terhadap KM Bintang Kejora berdasarkan adanya informasi dari masyarakat.

Selanjutnya petugas melakukan pencegahan dan pemeriksaan awal terhadap para awak kapal hingga diketahui ada muatan rotan yang tak tercantum dalam dokumen kepabeanan yang sah diantaranya Pemberiatahuan Ekspor Barang (PEB) maupun surat dari karantina tumbuhan sehingga petugas dengan surat bukti penindakkan melakukan penyegelan selanjutnya para awak kapal beserta muatannya digiring ke dermaga Pangkalan DJBC di Belawan untuk dilakukan proses pemeriksaan dan penyidikan.

Menurut petugas kegiatan ekspor rotan dalam bentuk utuh atau tanpa diolah, dilarang ekspor sesuai adanya peraturan menteri perdagangan RI No 44/M-DAG/PER/7/2012 tertanggal 18 Juli 2012 tentang barang dilarang ekspor.

Atas perbuatan melanggar peraturan itu, para pelaku dijerat dengan pasal 102 A huruf (a) UU RI nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan sanksi hukum penjara 1 tahun dan paling lama 10 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp50 miliar.

Keenam tersangka awak kapal KM Bintang Kejora diamankan dan selanjutnya nahkoda kapal berinisial R (54 thn) dan 5 awak kapal ditahan di Rutan Kelas II-B Labuhan Deli Medan. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto ikut serta membersihkan Sungai Kera yang permukaannya dipenuhi sampah, terutama di bawah jembatan Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (25/6). Pembersihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya mendukung keinginan Wali Kota untuk mengatasi genangan air maupun banjir sekaligus menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara bersih sampah.

Guna mewujudkan keinginan tersebut, Wali Kota pun minta dukungan penuh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut. Memanfaatkan momen menyambut Hari Jadi Kota Medan ke-429 dan Hari  Bhayangkara ke-72 yang diperingati secara bersamaan pada 1 Juli mendatang, maka digelarlah Gotong Royong dan Pencanangan Medan Bersih dengan menjadikan Sungai Kera sebagai fokus pembersihan.

Dengan menggunakan cangkul, Wali Kota dan Kapolda Sumut selanjutnya mengorek sampah bercampur lumpur yang mengendap dipinggiran sungai. Sampah dan lumpur hasil pengorekan selanjutnya dimasukkan dalam goni plastik. Setelah penuh, goni plastik diangkat dan isinya dibuang dalam bak truk milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan untuk selanjutnya dibawa menuju lokasi pembuangan.

Sebelum gotong royong massal digelar seluruh petugas yang terdiri dari unsur Brimob Polda Sumut, Polrestabes Medan, Dinas PU, Dinas DKP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat se-Kota Medan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, personel Petugas Penanganan Prasana dan Sarana Umum (P3SU) dari seluruh kecamatan lebih dahulu mengikuti apel di Lapangan Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Sampali yang berjarak sekitar 110 meter dari Sungai Kera dipimpin Kapolda Sumut.

Kepada seluruh peserta gotong royong, Kapolda sangat mengapresiasi digelarnya Gotong Royong dan Pencanangan Medan Bersih. Dikatakan Kapolda, kegiatan tersebut merupakan jawaban atas segala keluhan warga mengenai sejumlah genangan air maupun banjir yang  acap terjadi di sejumlah titik di Kota Medan setiap hujan deras turun.

“Kami sadar bahwa tanggung jawab ini bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata tapi juga tanggungjawab kita semua, termasuk Polda Sumut,’’ kata Kapolda.

Khusus kepada masyarakat, Kapolda mengajak untuk menggelorakan budaya hidup bersih dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing serta tidak membuang sampah sembarangan baik ke dalam parit maupun sungai. “Dengan demikian upaya pembersihan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Usai apel, Kapolda kemudian menyerahkan secara simbolis alat kebersihan seperti cangkul, dan garpu sampah kepada tiga orang petugas sebagai tanda dimulainya gotong royong massal disaksikan Wali Kota, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM dan sejumlah pimpinan OPD.

Setelah itu Wali Kota , Kapolda, Bupati Deli Serdang, Kapolrestabes Medan bergerak menuju Sungai Kera. Kemudian Wali Kota dan Kapolda menuruni pinggiran sungai dan bergabung dengan seluruh peserta gotong royong. Keduanya langsung ikut membersihkan Sungai Kera dari sampah, persis di bawah jembatan dengan menggunakan cangkul dan penggaruk.

Peserta gotong royong pun  tampak bahu membahu mengangkati sampah dari permukaan sungai. Pembersihan ini didukung dengan perahu milik BPBD Kota Medan serta dua alat berat jenis long arm milik Dinas DKP. Perahu digunakan menjadi tempat menampung sampah hasil pengorekan, sedangkan dua unit long arm, selain mengorek  parit dan mengatasi aliran parit yang tersumbat menuju Sungai Kera, juga dioperasikan untuk membersihkan semak belukar  di pinggiran sungai.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengatakan, gotong royong massal ini dilakukan untuk mengatasi genangan air maupun banjir sekaligus mendukung pencanangan Medan bersih sampah. Diakui Wali Kota,  upaya tersebut tidak bisa dilakukan Pemko Medan sendiri tetapi harus didukung penuh semua pihak.

“Untuk itulah kita minta dukungan penuh unsur Forkopimda Sumut, sehingga upaya kita untuk mengatasi genangan air maupun banjir serta pecanangan Medan bersih sampah dapat terwujud. Semoga sinergitas yang kita lakukan pagi ini dapat memberikan hasil dan masayarakat merasakan langsung manfaatnya,” kata Wali Kota.

Selain unsur Forkopimda Sumut, Wali Kota juga  sangat mengharapkan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat. Diharapkannya, hidup bersih harus menjadi budaya di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak ada lagi yang buang sampah sembarangan, terutama dalam parit maupun sungai.

“Jadi melalui gotong royong massal ini, kita ingin mengedukasi masyarakat sehingga mereka senantiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, khususnya yang bermukim di pinggiran Sungai Kera agar mereka tidak menjadikan sungai ini sebagai tempat pembuangan sampah,” harapnya seraya mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik  dalam kehidupan sehari-hari karena sulit terurai.

Sementara itu menurut Sekda Ir Wiriya Alrahman, Pemko Medan saat ini tengah gencar membersihkan dan menormalisasi drainase secara bertahap guna meminimalisir terjadinya genangan air. Guna mendukung upaya tersebut, Sekda juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan sehingga Kota Medan menjadi bersih, nyaman dan bebas dari banjir.

‘’Kegiatan (gotong royong massal) ini akan kita lakukan di semua sungai di Kota Medan. Jika lingkungan dan drainase kita bersih dari sampah dan air mengalir, banjir tidak akan terjadi. Kita percaya bahwa jika semua bersinergi, Kota Medan dapat menjadi kota yang bersih dan nyaman,’’ paparnya.

Selanjutnya  Sekda menyampaikan tentang koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Apabila BBPJN membangun drainase di pinggir jalan nasional, Sekda berharap agar  dapat memperhatikan lingkungan sekitarnya. Artinya, pembangunan yang dilakukan tidak hanya mengamankan jalan supaya tidak tergenang air tetapi juga untuk wilayah sekitar agar tidak tergenang air juga.

Gotong royong massal yang dilaksanakan  mulai pukul 07.30 WIB ini mendapat apresiasi penuh warga sekitar. Mereka mengaku sangat senang dan mengucapkan terima kasih dengan dilakukannya pembersihan Sungai Kera. Dengan pembersihan yang dilakukan, Sungai Kera diharapkan tidak meluap karena air lancar mengalir.

Rosida (39), salah seorang warga yang mengaku tinggal di pinggir Sungai Kera tampak gembira. Selain mengatasi Sungai Kera meluap, pembersihan yang dilakukan juga akan membuat kawasan tinggal mereka semakin bersih sehingga mengurangi nyamuk yang selama ini dirasakan cukup banyak.

‘’Semoga gotong royong seperti ini rutin dilakukan sehingga kawasan tempat tinggal kami semakin bersih, bebas sampah dan nyamuk. Dengan demikian kami merasa lebih nyaman dan terhindar dari penyakit. Untuk itu atas nama warga, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota atas inisiasi menggelar gotong royong massal bersama Bapak Kapolda Sumut,” ucap Rosida. (Rom/rel)
Share Berita

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi- Fraksi DPRD Kota Medan terhadap Nota Pengantar Kepala Daerah atas Ranperda Kota Medan tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (24/6). 

Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli, para anggota DPRD Medan, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. Dalam rapat paripurna ini, masing-masing Fraksi DPRD Kota Medan menyampaikan pemandangan umumnya terkait Ranperda Kota Medan tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2018.

Penyampaian pemandangan fraksi pertama disampaikan Fraksi PDI-Perjuangan melalui Boydo Panjaiatan. Ada sejumlah materi yang disampaikan dalam pandangan fraksi tersebut salah satunya terkait penanganan banjir yang dilakukan Pemko Medan melalui normalisasi drainase yang dilakukan dinas terkait. Pihaknya menyarankan agar Pemko Medan terus melakukan koordinasi dan perencanaan masalah banjir secara bersama-sama baik dengan Pemprov Sumut maupun pusat sehingga masalah banjir Kota Medan dapat diatasi dengan tuntas.

‘’Melalui kesempatan ini, kami juga mengimbau masyarakat Kota Medan agar ikut berpartisipasi membantu Pemko Medan untuk mengatasi banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai ataupun parit. Dengan demikian, masalah banjir dapat diminimalisir. Atas kesadaran seluruh warga kami ucapkan terima kasih,’’ kata Boydo.

Selanjutnya, terkait realisasi transfer bantuan keuangan Pemko Medan, ungkap Boydo, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi tinggi kepada karena secara akumulatif realisasi transfer bantuan keuangan tahun 2018 sebesar Rp. 1,52 Milyar lebih artinya telah mencapai 100% dari target anggaran yang ditetapkan

‘’Untuk hal ini, faksi kami memberikan apresiasi atas realisasi bantuan keuangan Pemko Medan yang telah mencapai 100%. Kami berharap dan mohon agar hal ini tetap dapat dipertahankan dan nilainya dapat ditingkatkan setiap tahun anggaran,’’ harapnya.

Selanjutnya, Ilhamsyah dari Fraksi Partai Golkar mengatakan tujuan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD T.A 2018 diharapkan dapat mengkoreksi dan memastikan bahwa pengelolaan keuangan daerah selama T.A 2018 telah dilaksanakan secara berdaya guna, berhasil guna sekaligus transparan dan akuntabel.

‘’Penyampaian pandangan umum yang dilakukan melalui rapat paripurna hari ini kiranya mampu memberikan masukan yang berguna batgi Pemko Medan untuk merumuskan arah dan kebijakan pengelolaan keuangan di masa yang akan datang, sehingga diharapkan akan mampu memberikan umpan balik untuk menangani berbagai masalah pemerintahan dan pembangunan Kota Medan secara sistematis dan berkesinambungan,’’ ungkap Ilhamsyah.

Setelah masing-masing fraksi menyampaikan pemandangan umumnya, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung selanjutnya menyerahkan dokumen pemandangan 9 fraksi yang telah disampaikan. Rapat paripurna akan dilanjutkan kembali, Jumat (28/6) dengan agenda mendengar Nota Jawaban Kepala Daerah di Gedung DPRD Medan.

Usai mengikuti rapat paripurna, Wakil Wali Kota bersama Sekda Kota Medan selanjutnya mengahadiri Halal Bi Halal keluarga besar DPRD Medan. Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban sebagai wujud kebersamaan dengan harapan agar hubungan baik dan sinergitas antara Pemko Medan dengan seluruh stakeholder dapat senantiasa terjaga dan terjalin baik. (Rom/rel)
Share Berita

MEDAN - Guna meminimalisir terjadinya banjir di beberapa titik Kota Medan, Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan kembali melakukan pengorekan drainase, Senin (24/6). Kali ini drainase di Jalan Amal, Kelurahan Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal tepatnya di samping Gedung Medan Internasional Convention Center (MICC) yang menjadi fokus pengorekan.

Pengorekan drainse dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH. Sebab, orang nomor satu di Pemko Medan ingin menyahuti keluhan warga selama ini yang terganggu aktifitasnya karena terjadinya genangan air ketika hujan deras turun. Oleh karenanya Wali Kota pun merespon dnegan Dinas PU Kota Medan guna melakukan pengorekan.

Untuk mendukung kelancaran pengorekan parit, Kadis PU Kota Medan Isa Ansyari menurunkan sejumlah petugas dari kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah Selatan dibantu 1 unit mobil backhoe loader mini. Kondisi parit sangat memprihatikan, sebab mengalami pendangkalan sehingga tidak mampu menampung debit air sehingga meluap menggenangi permukaan jalan maupun rumah warga ketika hujan.

Proses pengorekan berjalan lancar, tanpa kesulitan baik petugas maupun backhoe loader berhasil mengorek lumpur bercampur sampah dari dasar drainase yang mengalami pendangkalan. Hasil pengorekan selanjutnya diangkut dengan menggunakan truk  ke tempat pembuangan. Berkat kerja keras yang dilakukan, pendangkalan parit pun berhasil diatasi.

"Insya Allah pengorekan seperti ini akan terus kita lakukan sesaui dengan keinginan Bapak Wali Kota agar persoalan genangan air di Kota Medan harus diminimalisir. Oleh karenanya satu persatu parit yang tersumbat akan kita korek bersama dengan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PGSU) kecamatan,” jelas Isya.

Di samping itu Isya pun sangat mengharapkan dukungan masyarakat sekitar. Pasca dilakukannya pengorekan, Isya berharap agar masyarakat dapat menjaganya dengan tidak buang sampah sembarangan, terutama dalam  drainase. Dipastikannya, upaya pengorekan akan sia-sia apabila kesadaran masyarakat masih kurang dan masih buang sampah ke dalam drainase. “Jika masyarakat mendukung, drainase pasti tetap berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

            Sebelumnya, Sabtu (22/4), Dinas PU Kota juga telah melakukan pengorekan drainase di Jalan Sisingamangaraja. Pengorekan dilakukan guna mengatasi penyumbatan dan pendangkalan yang telah lama terjadi sehingga dikeluhkan warga karena acap menyebabkan terjadinya genangan air.

            Selain excavator mini, pengorekan juga didukung dengan 1 unit mobil penyedot lumpur serta personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana  Umum (P3SU) Kecamatan Medan Amplas. Sebelum pengorekan dilakukan, petugas Dinas PU dan P3SU lebih dulu mengangkat beton yang menutup permukaan drainase.

            Setelah itu satu persatu petugas masuk dalam drainase dan melakukan pengorekan secara manual dengan menggunakan caungkul maupu penggaruk. Kemudian  1 unit excavator mini dan mobil penyedot lumpur diturunkan guna menyedot lumpur. Pengorekan baru dihentikan setelah air dalam drainase mengalir  dengan baik.

Selain drainase Jalan Amal dan Jalan Sisingamangaraja juga telah melakukan pengorekan Sungai Sulang Saling di Jalan Garu III, Kecamatan Medan Amplas. Sejalan dengan normalisasi yang telah dilakukan, diharapkan dapat memberikan dampak signifikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat. (Rel/rom)
Share Berita

MEDAN - Pemko Medan akan menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Medan ke-429 Tahun 2019.  Direncanakan, kegiatan akan dimulai 30 Juni hingga 2 Agustus mendatang.  Kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih dan apresiasi Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi kepada seluruh warga Kota Medan yang selama ini telah mendukung penuh seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemko Medan. Itu sebabnya sebagian besar kegiatan yang digelar langsung melibatkan masyarakat.

“Sejumlah organisasi pimpinan daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan telah menyiapkan sejumlah kegiatan yang akan digelar untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kota Medan.        Bapak Wali Kota mempersempahkan  seluruh kegiatan untuk seluruh warga Kota Medan,” kata  Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan Musaddad Nasution di Balai Kota Medan kemarin.

Dikatakan Musaddad, masing-masing OPD telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan dengan matang. Dia berharap  seluruh kegiatan yang  digelar dapat memuaskan masyarakat dan memberikan manfaat. Untuk itulah bilang Musaddad, Wali Kota telah mewanti-wanti agar seluruh rangkaian kegiatan harus berjalan sukses, lancar serta menyenangkan masyarakat Kota Medan.

Mantan Kasatpol PP Kota Medan itu menjelaskan, kegiatan akan dimulai di Lapangan Merdeka dengan menggelar Car Free Day, Minggu (30/6).  Selain senam jantung sehat, bagi warga telah disediakan sejumlah hadiah yang menarik melalui lucky draw. Kemudian 2-15 Juli akan dilaksanakan kompetisi sepakbola antar OPD Kota Medan di Stadion Teladan dan Lapangan Kebun Bunga.

Dilanjutkan perlombanaan dayung sampan tradisional masyarakat Kota Medan di Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan pada 7 Juli mendatang. Lalu, kompetisi futsal antar SKPD Kota Medan di Lapangan Futsal Jalan Bunga Medan (22-24 Juli) serta perlombaan gerak jalan beregu antar pelajar, instansi dan umum di Lapangan Merdeka pada 28 Juli. “Keseluruhan kegiatan ini digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan,” jelas Musaddad.

Kemudian Musaddad melanjutkan, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan akan menggelar Bazar UMKM dan Koperasi di Manhattan Square (22-28 Juli). Sedangkan Bagian Agama Setdako Medan akan melaksanakan Dzikir dan Doa Bersama  serta halal bi halal dalam rangka pemberangkatan calon jemaah haji asal Kota Medan (2-3 Juli).

Selanjutnya Dinas Pariwisata Kota Medan, jelas Musaddad,  akan mengadakan Festival Band Millenial 2019 memperebutkan Piala Wali kota Medan bekerjasama dengan Komunitas Kreatif Anak bangsa di Centrepiece Merdeka Walk (22-23 Juni). Medan Tourism Video Contest di Hotel Santika Dyandra Medan (28 Juni-9 Juli), Colorful Medan Carnival di Lapangan Merdeka (30 Juni-1 Juli), Pemilihan Jaka dan Dara Kota Medan pada 1-19 Juli (Grand Final di Grand Aston Hotel), Medan Great Sale Anniversary (1-14 Juli) serta Festival kuliner 5-7 Juli di Lapangan Merdeka.

Disusul Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sambung Musaddad, akan menggelar Gebyar Generasi Berencana  Peduli Remaja: No Narkoba! No Seks Bebas! No Nikah Dini! Bekerjasama dengan BNN, PMI dan Dinas Kesehatan pada  4 Juli. “Untuk lokasi kegiatan, masih tentative,” ungkapnya.

Sedangkan Perindustrian Kota Medan, terang Musaddad, menggelar serangkaian kegiatan di Balai Sembada pada 1 Juli, diantaranya pelatihan tenun songket Melayu dan mesin tenun, pelatihan pembuatan produk dari bahan kulit, pelatihan pembuatan mie, pelatihan pembuatan meubel dan pelatihan pembuatan sabun.

Sementara itu RSU Dr Pirngadi bilang Musaddad juga tidak mau kalah guna memeriahkan Hari Jadi Kota Medan tersebut. Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan seperti bakti sosial yang akan diisi dengan oemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan mata dan pemeriksaan THT yang akan dilaksanakan di RSUD Dr Pirngadi,  Kamis (27/6). Diikuti penilaian kinerja pegawai terbaik tenaga medis dengan hadiah umroh dan wisata religi Yerusalem   15-25 Juni.

Masih dengan RSUD Dr Pirngadi, papar Musaddad,  menggelar seminar mengenai deteksi dini dan pencegahan kanker serviks serta sejumlah penyakit lainnya.  Pelatihan BTCLS pada 29 Juli-2 Agustus serta pemberian kartu identitas anak (KIA) untuk 3 orang kategori SD, SMP dan SMA yang berulangtahun pada 1 Juli. “Seluruh kegiatan digelar di RSUD Dr Pirngadi,”  jelasnya.

Yang terakhir pungkas Musaddad, Kecamatan Medan Johor pada 27 Juni akan  menggelar lomba kebersihan/penghijauan antar lingkungan, lomba pos kamling terbaik pada 28 Juni dan lomba kebersihan dan kerapain kantor kelurahan. (H)
Share Berita

LANGKAT, POC - Longsor menerjang pemandian alam air terjun di pulau VII, Pantai Salak, Dusun Kwala Gemuk, Desa Namosialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Minggu (23/6/2019).

Saat peristiwa tersebut terjadi, tiga orang meninggal dunia tertimpa material batu dari atas dinding air terjun.

Identitas korban masing-masing diketahui adalah, Iham Efendi lubis (38 thn) warga jalan Baut, Medan Marelan.
Ridah (37 thn) ibu rumah tangga warga jalan Istiqomah Helvetia Medan dan Rahel Qori (9 thn) warga jalan Baut Medan Marelan.

Informasi yang berhasil didapat menyebutkan, Bermula pada saat korban sedang mandi di bawah air terjun pulau VII Pantai salak kemudian tiba - tiba batu dari atas dinding air terjun longsor ke bawah sehingga menimpa para korban yang sedang mandi.

Saat ini para korban dibawa ke rumah sakit Tanjung Selamat untuk dilakukan Visum Mayat. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan  Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak semua, terutama keluarga besar Muhammadiyah  untuk terus mengembangkan syiar Islam serta senantiasa menjaga kerukunan di semua lapisan masyarakat.

Ajakan ini disampaikan Wakil Wali Kota ketika menghadiri Silaturrahim Syawal 1440 H yang digelar Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Medan di Sekretariat PD Muhamadiyah Jalan Mandala By Pass,  Minggu (23/6).

“Mari kita kembangkan syiar Islam serta menjaga kerukunan di semua lapisan masyarakat,” kata Wakil Wali Kota. Kemudian Wakil Wali Kota mengajak seluruh keluarga besar Muhammadiyah memanfaatkan momen Silaturahmi Syawal sebagai alat pemersatu bangsa.

Selanjutnya Wakil Wali Kota berharap agar masyarakat terus mempertahankan silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Kemudian senantiasa saling mengingatkan dan saling menasihati jika ada yang tidak lagi mampu menjaga sikap dan perilaku sehari-hari dengan baik.

“Jadi marilah kita manfaatkan penghapusan dosa di antara kita pada hari ini dengan menguatkan niat dan tekad agar selalu berusaha menjaga baik hubungan di antara kita sebagai sesama hamba Allah,” harapnya.

Dihadiri  Ketua LDK PP Muhammadiyah M Ziyad MA, Ketua PD Muhammadiyah Medan Drs Anwar Sembiring MPd., Sekretaris PD Muhammadiyah Medan Dr Hasrat Efendi Samosir dan ratusan anggota keluarga besar Muhammadiyah, Wakil Wali Kota selanjutnya menyinggung masalah  genangan air yang terjadi di  beberapa titik di Medan beberapa hari lalu.

Mantan anggota DPRD Medan itu menerangkan, persoalan genangan air tidak berdiri sendiri. Ada berbagai faktor, jelasnya, sebagai penyebabnya seperti  terbentuknya sendimentasi di parit akibat belum tumbuhnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Sendimentasi tersebut membuat air tidak mengalir  sehingga air meluap ke jalan ketika hujan deras.

Selain sendimentasi akibat kurangnya kesadaran masyarakat, Wakil Wali Kota mengungkapkan, genangan air yang terjadi juga tidak terlepas dari naiknya air Sungai Deli akibat mengalami pendangkalan  karena sudah lama tidak pernah dilakukan pengerukan. Kemudian ditambah lagi dengan terjadinya pasang di Belawan.

“Semua (genangan air) ini tidak ada yang  berdiri sendiri. Ketika hujan air Sungai Deli naik. Kebetulan, saya dapat laporan di Belawan sedang pasang. Tertahanlah air tidak masuk ke laut. Kalau air Sungai Deli naik, maka air Sungai Babura, Sungai Sikambing, dan sungai lain yang termasuk dalam alurnya, tidak bisa masuk. Sehingga tertahanlah air itu. Mohon maaf, ini bukan berapologi,” tegasnya.

Silaturrahmi Syawal PD Muhammadiyah Medan berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan. Selain diisi dengan ceramah oleh Ketua LDK PP Muhammadiyah M Ziyad MA, acara juga dirangkaikan dengan pemasangan kacu oleh Wakil Wali Kota kepada calon jemaah haji dari Keluarga  Besar Muhammadiyah yang akan  menunaikan Rukun Islam kelima tersebut. (Rel/rom)
Share Berita

MEDAN - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH melepas ratusan peserta jalan sehat yang digelar harian Tribun Medan di Jalan Pengadilan, Minggu (23/6). Jalan sehat ini merupakan kegiatan rutin yang digelar Tribun Medan setiap tahunnya dengan tujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Kota Medan agar rajin berolahraga, serta senantiasa menjaga pola hidup sehat. 

Didampingi Kadispora Sumut Baharudin Siagian, Pimpinan Perusahaan Setiawan serta Pemred Harian Tribun Medan Syarief Dayan, Wali Kota sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan tersebut. Sebab, Harian Tribun turut mendukung Pemko Medan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dnegan berolahraga.

Selain melakukan pelepasan peserta jalan sehat, Wali Kota juga memanfaatkan kesempatan itu untuk berolahraga sekaligus menyapa dan bertatap muka langsung dengan para warga. Dengan demikian, hubungan baik antara pemerintah dengan semua stakeholder khususnya masyarakat dapat senantiasa terjalin dengan baik.   

"Senang sekali rasanya pagi ini kita semua dapat berkumpul dan berolahraga bersama dalam rangakaian acara yang digelar oleh Tribun Medan. Kegiatan seperti ini tentunya sangat positif serta menjadi wadah silaturahmi bagi kita semua usai melakoni kesibukan dan pekerjaan selama sepekan," kata Wali Kota.   

Di samping itu Wali Kota juga menyampaikan apresiasinya kepada Tribun Medan yang telah menginisiasi terselenggaranya acara tersebut. Sebab, jalan sehat yang digelar mampu membuat warga Kota Medan berbaur dan saling beramahtamah antara satu dan lainnya. Dengan demikian semakin terbangun rasa kebersamaan sehingga menjadi energi untuk berkontribusi melakukan serta memberikan yang terbaik bagi Kota Medan.

"Kita sangat mengapresiasi acara yang digelar hari ini. Kegiatan ini menjadi wujud bahwa Kota Medan yang multikultural dapat berbaur menjadi satu dalam suasana yang penuh dengan semangat dan kegembiraan. Kiranya harmonisasi hidup bermasyarakat dapat terus kita jaga dan pelihara bersama," harapnya.       

Sejak pukul 06.00 WIB tampak ratusan warga memadati lokasi acara. Selain jalan sehat, panitia acara juga menyiapkan sejumlah bingkisan menarik bagi para peserta. Di sela-sela acara, Wali Kota terlihat berbincang-bincang dan tak jarang para warga juga mengajak Wali Kota untuk foto bersama. Selanjutnya orang nomor satu di Pemko Medan tersebut melayani permintaan warga untuk berswafoto dengannya. (Rel/rom)
Share Berita

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan Ir  H.Akhyar Nasution MSi menepungtawari calon jamaah (calhaj) haji asal Kota Medan di Hotel Emerald Garden, Sabtu (22/6). Tepug  tawar ini merupakan kegiatan rutin yang digelkar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa restu kepada para calhaj sehingga nantinya dapat melaksanakan seluruh rukun ibadah haji dengan baik dan menjadi haji maupun hajjah yang mabrur.

Tepung tawar haji  ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Medan setiap tahunnya. Tahun ini jumlah calhaj asal Kota Medan sebanyak 2.600-an orang. Namun calhaj yang ditepungtawari merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Medan. Selain tepung tawar, acara juga dirangkaikan dengan halal bi halal.

Dihadapan  unsur Forkopimda Kota Medan, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Medan Drs H Impun Siregar MA,  alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat seta pengurus IPHI Kota Medan, Wakil Wali Kota mengatakan, para calhaj merupakan insan yang beruntung karena sebentar lagi akan menjadi tamu Allah SWT untuk melaksanakan kewajiban rukun Islam yang kelima tersebut.

“Bersyukur dan berbahagialah, sebab bapak dan ibu telah telah mendapat rahmat dari Allah SWT sehingga insya Allah sebentar lagi dapat melaksanakan ibadah haji. Sebab, tidak sedikit orang yang sampai saat ini masih menunggu giliran untuk berangkat ke Tanah Suci,” kata Wakil Wali Kota.  Mantan anggota DPRD Medan itu selanjutnya mendoakan agar seluruh calhaj nantinya senantiasa diberi kesehatan dan kemudahan  sehingga dapat melaksanakan seluruh rukun ibadah haji dengan baik.  “Semoga nanti menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta senantiasa menjadi hamba Allah yang lebih baik dan selalu melaksanakan segala perintah-Nya,” pesannya.

Kemudian Wakil Wali kota berharap agar seluruh calhaj selama melaksanakan ibadah haji untuk mendoakan Kota Medan agar selalu aman dan kondusif serta senantiasa dijauhi dari segala bentuk bencana. Dengan demikian Kota Medan menjadi rumah yang lebih aman, nyaman, sejahtera dan religius.

Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota tak lupa mengajak seluruh calhaj dan masyarakat luas agar selalu menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing, minimal tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya ke dalam parit maupun saluran drainase karenan tindakan itu akan menyebabkan terjadinya pendangkalan dan penyumbatan sehingga memicu terjadinya banjir.

“Buanglah sampah pada tempatnya dan warga senantiasa mewadahi sampah sehingga tidak tercecer. Di samping itu mari terus kita bangun jiwa kegotongroyongan untuk bersama-sama peduli dan mau membersihkan lingkungan tempat tinggal, termasuk rutin mengorek parit yang ada di depan rumahnya masing-masing,” pesannya. (rel/rom)
Share Berita

MEDAN - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya kembali Malam Anugrah Medan Most Inspiring Award (MMIA) yang diselenggarakan Kover Magazine. Sebab, acara yang akan digelar  di Merdeka Walk, Sabtu (29/6) malam, dinilai memiliki nilai pembelajaran sekaligus  dapat menjadi inspirasi bagi warga Kota Medan untuk berbuat yang terbaik sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Dukungan ini disampaikan Wali Kota didampingi Kabag Humas Ridho Nasution saat menerima pihak CEO Kover Magizine CEO Boydo Panjaitan beserta sejumlah jajaran redaksi di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan, Jumat (21/6).

“Saya sangat mengapresiasi digelarnya Malam Anugrah MMIA. Semoga acara ini dapat  terus melahirkan insan-insan yang dapat menjadi inspirasi bagi warga Kota Medan untuk mendedikasikan kemampuan ataupun keahliannya untuk banyak orang,” kata Wali Kota. 

Selain rutin menggelar MMIA, Wali kota pun menilai, Kover Magazine sebagai majalah life style dari Kota Medan juga telah memberikan berbagai informasi menarik kepada masyarakat. Meski demikian Wali Kota berpesan agar hal itu tidak cepat membuat puas seluruh jajaran redaksi tetapi semakin memotivasi untuk bekerja lebih baik dan profesional, sehingga kehadiran Kover Magazine dapat diterima oleh masyarakat.

Sedangkan CEO Kover Magazine, Boydo Panjaitan menerangkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya sebelum menggelar Malam Anugrah MMIA telah melakukan survei sehingga akhirnya 10 orang figur yang dinilai sangat memberikan inspirasi positif bagi warga Kota Medan.

“Dari 10 figur itu, kita nantinya minta kepada Bapak Wali Kota untuk memilih yang terbaik. Oleh karenanya kita sangat mengharapkan kehadiran Bapak Wali kota pada Malam Anugrah MMIA sekaligus menyerahkan award bagi figur yang dinilai paling inspiratif,” jelas Boydo.

Selanjutnya Boydo menjelaskan lebih jauh tentang Kover Magazine. Dikatakannya, majalh life style  itu selama ini selalu menyajikan berita tentang life style anak-anak muda Kota Medan mulai dari profile, food, traveling, fashion, komunitas, dan lainnya.

Boydo ingin Kover Magzine  dapat memberikan pembelajaran yang baik bagi masyarakat melalui perhelatan. “Diharapkan melalui acara ini semakin banyak orang yang terinspirasi untuk hidup dengan baik tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang lain,” harapnya. (Rel/rom)
Share Berita

Walikota Medan bersama Gubsu rapat LRT Mebidangro.
MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH bersama Wakil Wali Kota Medan ikut rapat persiapan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro) di Ruang Kerja Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (20/6/2019). Rapat ini juga melibatkan perusahaan dari Korea Selatan, Korea Rail Network Authority (KRNA) yang dulu membangun LRT Jakarta.

Gubsu Edy Rahmayadi yang memimpin langsung rapat, sangat mengapresiasi niatan perwakilan KRNA yang mau membantu pembangunan LRT di Sumut. Sebab. kehadiran LRT Mebidangro tentunya sangat membantu aktifitas warga yang jumlahnya mencapau sekitar 7 juta jiwa.

"Terima kasih niat baik dari bapak bapak, saya Ingin membangun LRT di Mebidangro. Untuk itu  saya ingin Pemerintah Korea Selatan bisa memberikan kepastian secara pasti. Jangan sempai pihak Pemprovsu atau Korea Selatan merasa ada yang dirugikan nantinya," Kata Gubsu.
            
Dikatakan Gubsu, sepulang dari Korea Selatan nanti, dia berharap tim KRNA bisa melebur dengan tim yang sudah ada di Sumut. "Nantinya tim dari Korea Selatan bisa bergabung dengan tim yang ada di Indonesia. Setelah balik nanti, mari kita lihat langsung lokasi pembangunannya. Intinya mari kita sama sama bekerja, sembari mencari win win solution,"  ungkapnya.
            
Selanjutnya Gubsu berharap agar hubungan persaudaraan Korea Selatan dengan Sumut bisa semakin erat lewat kerja sama ini. "Kedepanya mari kita jadikan pekerjaan ini sebagai alat mempererat persaudaraan kita, kalian belajar bahasa Indonesia kami pun akan mengenal budaya dari korea Selatan," harapnya.
            
Dalam rapat terungkap, tahun 2020, rencana pembangunan LRT Mebidagro sudah berjalan. LRT nantinya akan  beroperasi langsung ke stasiun pusat yaitu di Lapangan Merdeka Medan, sedangkan pembangunan jalur baru yang diaktifkan misalnya jalur Pancur Batu hingga Tanah Karo.
            
Sementara itu menurut Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin SH MH, proyek pembangunan LRT Mebidangro akan dibiayai oleh Pemerintah Pusat dengan bantuan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota.  Diungkapkan Wali Kota, gagasan ini sudah lama adanya. “
            
“Kita juga sudah merumuskan pola pendanaanya dengan Bapenas dan Kementerian Keuangan, semua biaya pembanguan LRT akan didanai oleh Pemerintah Pusat, namun ada biaya rolling stock yang menjadi kendala, dibutuhkan dana sekitar Rp.2,2 T, mungkin pihak KRNA yang mewakili pemerintah Korea Selatan bersedia menjadi investornya," jelas Wali Kota.
            
Sementara itu  Jinbeck Lee Managing selaku Director Korea Raiload Technical Corporation mengatakan, kerja sama ini telah lama ia nantikan, "Sudah bertahun tahun kami memeriksa proyek ini, kami ke sini untuk memastikan pelaksanaan pembangunan proyek ini, Usul apa pun dari pemerintah kami siap mendengarkan karena Indonesia sudah seperti saudara sendiri,” terang Jinbeck.
            
Guna mendukung kelancaran pembangunan LRT Mebidangro, jelas Jinbeck, nanti setelah pulang ke Korea Selatan, mereka akan menyampaikan kepada pemerintah Korea Selatan untuk dapat membantu proyek pembangunan ini.” Kita harus tukar pikiran agar pandangan kita sama sehingga proyek ini bisa terwujud menjadi nyata," pungkasnya. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Anggota DPRD Medan, Sabar Samsurya Sitepu meminta agar Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin tegas terhadap reklame liar yang ada di Kota Medan.

"Apalagi yang mau ditunggu, sudah ada lampu hijau dari kapolda yang mendukung upaya penertiban reklame. Tinggal merealisasikannya saja. Wali Kota harus tegas," ujarnya di Medan, Kamis (20/6/2019).

Sabar mengakui selama ini masih ada tebang pilih penertiban reklame. Berdasarkan penglihatannya, tidak sedikit reklame yang dibiarkan berdiri tegak, padahal menyalahi izin, ada juga yang berdiri di 13 ruas jalan atau zona terlarang.

"Harusnya di zero (habiskan) semua. Setelah itu buat aturan, buat zonasi, mana wilayah yang boleh mana yang tidak, bukan malah dibiarkan begitu saja," cetus Ketua Komisi I ini.

Politikus Partai Golkar ini menambahkan selama ini reklame merupakan primadoma penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, sejak beberapa tahun terakhir penerimaannya selalu menurun.

"Pansus Reklame waktu itu bersama Wakil Wali Kota, Akhyar sudah belajar ke Surabaya tentang penataan reklame. Bagaimana reklame ditata, PAD didapat. Tapi, tidak juga direalisasikan, ini ada apa," tuturnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto sempat menyentil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin perihal penataan reklame. Selain itu, ada juga persoalan sampah dan banjir yang harus dituntaskan. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC –  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memimpin rapat penanggulangan banjir di Kota Medan bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera  II, Ditjen Sumber Daya Air, dan Kementerian PUPR, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30, Medan, Rabu (19/6/2019).

Dalam rapat tersebut, Gubernur menyampaikan program Medan Menuju Bebas Banjir 2022 harus terwujud. "Harus bisa diwujudkan program Medan Menuju Bebas Banjir 2022. Mari kita kerja sama untuk merperbaikinya. Maaf bila saya memaksakan kehendak, tapi ini bukan untuk saya, untuk kepentingan rakyat Sumut. Kasihan rakyat kita, sudah bertahun-tahun merasakan banjir," ucap Gubernur memulai rapat.

Gubernur berpesan, agar BWS dan Pemko Medan jangan bekerja sendiri-sendiri. "Kalian jangan main sendiri sendiri. BWS dikirim dari jakarta untuk mengkoordinir ini, kalau Pemko Medan main sendiri, BWS main sendiri, tak akan selesai masalah banjir ini. Apa pun alasanya, ini harus kita kerjakan dengan serius," tegas Edy Rahmayadi.

Nantinya bila diperlukan pembebasan lahan, Edy menegaskan, pemerintah harus membayar sesuai harga. "Kurangi dampak yang membuat rakyat rugi, besok saya mau bertemu camat atau lurah di daerah sekitaran sungai yang akan dinormalisasi. Kalau memang harus dilakukan pembebasan lahan, kita harus bayarkan sesuai harganya," tambah Edy.

Secara terpisah, Kepala Seksi Perencanaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Herbet Sihite menjelaskan, saat ini ada empat sungai yang menjadi prioritas utama. "Ada empat sungai yang akan ditangani terlebih dahulu, seperti Sungai Sei Kambing, Sungai Selayang, Sungai Sei Putih dan Sungai Badera. Sungai Badera ini belum pernah kita tangani sebelumnya. Empat sungai ini menjadi prioritas karena ketika banjir airnya meluap mempengaruhi lokasi lokasi penting seperti Kampus USU, simpang Simalingkar," tutur Herbet.

Herbet juga menjelaskan, bahwa besar debit banjir tersebut dapat diperkirakan menurut periode ulangnya, yang sekaligus menggambarkan tingkat pengendalian banjir.  "Sebenarnya banjir itu ada periodenya, ada periode 2 tahunan, ada periode 10 tahunan dan ada juga periode 25 tahunan. Di negara maju sekali pun tidak mungkin tidak terjadi banjir, tapi periode terjadinya banjir bisa kita kendalikan. Untuk Medan harusnya bisa dikendalikan hingga Q-25 (periode 25 tahunan)," ungkap Herbet.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumut Irman dan Kepala Dinas PU Kota Medan Isya Anshari. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH bertakziah ke rumah duka salah satu anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PPP Zulkifli Lubis Jalan Kanal Raya, Rabu (19/6/2019). Kedatangan Wali Kota untuk menyampaikan ungkapan duka dan belasungkawa atas kepergian almarhum.

Zulkifli Lubis meninggal dunia saat berada di basement gedung DPRD Medan setelah melakukan kunjungan kerja di Langkat. Didalam perjalanan dari langkat menuju gedung DPRD Kota Medan, Zulkifli tengah tertidur di dalam mobil, namun saat tiba di basement gedung DPRD Medan stafnya hendak membangunkan almarhum tetapi badan almarhum sudah dingin kemudian almarhum langsung di bawa ke Rumah Sakit Malahayati untuk memastikan kondisi beliau. Namun, saat tiba di rumah sakit, beliau dinyatakan telah meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa (18/6/2019). Almarhum dikebumikan di TPU Jalan Karya.

Kedatangan Wali Kota ke rumah duka pukul 09.00 wib menggunakan kemeja putih didampingi Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Medan Drs H Abdul Aziz, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga, Kabag Agama Setda Kota Medan Adlan, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono, dan Kepala BPKAD Kota Medan Irwan Ritonga.

Satu persatu para pelayat mulai berdatangan memenuhi rumah duka. Suasana sendu mulai menyelimuti rumah duka tersebut. Keluarga yang ditinggalkan juga menguraikan air mata kesedihan karena telah kehilangan sosok suami, ayah, abang maupun adik.

Wali Kota Medan atas nama Pemerintah Kota Medan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Zulkifli Lubis, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT serta di lapangkan kuburnya.

"Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Medan mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum yang begitu mendadak dan mengagetkan kita semua," ucap Eldin.

Wali Kota juga mengingatkan kepada keluarga yang ditinggalkan jangan bersedih yang berlarut-larut dan tetap semangat menghadapi hidup, bagaimanapun kita semua harus menjalankan hidup kedepannya.

"Kepada keluarga yang ditinggal jangan sedih yang berkepanjangan, harus tegar untuk menghadapi hidup dan semoga Allah memberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," ujarnya.

Kemudian Wali Kota berharap kepada seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan, agar dapat tegar dan mengikhlasan melepas kepergian beliau menuju sang khaliq. Seiring dengan rangkaian doa kita mengiringi perjalanan beliau hingga peristirahatan terakhir.

"Saya harap kepada keluarga yang ditinggalkan agar mengikhlaskan kepergian beliau dan mari sama-sama kita iringi kepergian beliau dengan rangkaian doa sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir," harap Eldin.

Di akhir sambutannya, Wali Kota berpesan bahwa beliau memiliki banyak sahabat, kolega, dan kerabat. Untuk itu, kepada anak-anak beliau, agar selalu menjaga terus silaturrahmi dengan para sahabat serta kolega beliau, serta sama-sama kita meaafkan jika almarhum memiliki kesalahan baik itu disengaja maupun tidak sengaja.

"Meski almarhum sudah berpulang ke sisi Allah SWT, keluarga juga harus tetap saling menjaga tali silahturahmi dengan  teman-teman almarhum. Kita juga harus memaafkan segala kesalahan beliau baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semoga dengan ikhlasnya kita memaafkan menjadi jalan bagi beliau ke sisi allah swt, tuhan yang maha kuasa," pesannya.(mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menerima kunjungan Kapoldasu  Irjen Pol Agus Andrianto SH MH dan Kakanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut Bambang Priono SH MH di Balai Kota Medan, Rabu (19/6/2019). Selain beramahtamah sekaligus mempererat tali silaturahmi, kedatangan juga dalam rangka meningkatkan sinergitas guna mendukung pembangunan yang tengah dijalankan Pemko Medan.

Didampingi Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM dan pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Wali Kota mengaku sangat gembira atas kedatangan Kapoldasu dan Kakanwil BPN beserta rombongan. Dikatakan Wali Kota, kunjungan itu merupakan suatu kehormatan bagi Pemko Medan beserta seluruh jajarannya.

“Kita sangat menyambut baik kunjungan ini. Tentunya momen ini harus bisa kita optimalkan sebaik mungkin, sehingga dapat menghasilkan sebuah kerjasama yang bersifat simbiosis mualisme antara seluruh pihak, terutama Pemko Medan, Poldasu dan BPN Sumut,” kata Wali kota.

Di samping itu tambah Wali Kota, ramah tamah dan silaturahmi ini diharapkan semakin meningkatkan sinergitas yang selama ini sudah terbangun dengan baik, guna mendukung pembangunan yang tengah dijalankan Pemko Medan saat ini sehingga ibukota Provinsi Sumatera Utara menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Wali Kota selanjutnya dalam sambutannya mengungkapkan, dirinya menyadari akhir-akhir ini tugas kepolisian kian berat dengan banyaknya demo terkait pemilu serentak 2019 lalu. Tentunya beban fisik dan psikis yang cukup berat ditanggung oleh setiap personil kepolisian yang harus senantiasa siap siaga setiap saat menjaga situasi kamtibmas di Tanah Air.

Terkait itulah Wali Kota menyampaikan apresiasi yang tinggi, khususnya personel kepolisian yang terlibat dalam Operasi Ketupat Toba 2019 lalu.Dikatakannya, pengorbanan yang ikhlas dan ketulusan hati dari seluruh pihak telah membuat Operasi Ketupat Toba 2019 berjalan dengan lancar dan mampu mengurangi angka kematian di jalan raya maupun angka kriminalitas selama pelaksanaan Hari Idul Fitri 1440 H.

Kemudian apresiasi sama juga disampaikan Wali Kota kepada BPN Sumut. Disadarinya, tugas BPN Sumut semakin berat belakangan seiring kian tinggi dan berharganya nilai tanah di tengah masyarakat. Di  samping itu BPN Sumut pun telah bekerja keras menyelesaikan setiap persoalan masalah tanah di Sumut.

“Harus diakui bahwa di Sumut, tanah dan rakyat memiliki hubungan yang magis dan juga religius. Masalah tanah kerap menjadi pemicu berbagai konflik. Akibat fungsi tanah yang kian penting, akan selalu ada oknum yang dengan berbagai cara berusaha menyerobot tanah milik orang lain. Inilah yang kerap menimbulkan sengketa dan konflik yang berkepanjangan ,” ungkapnya. 

Sebelum menuntaskan sambutannya, Wali Kota kembali menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang telah diberikan Poldasu dan BPN Sumut selama ini kepada Pemko Medan seperti  penertiban papan reklame reklame illegal serta proses ganti untung untuk menyambung jalan tol yang  menghubungkan Binjai, Medan dan Tebing Tinggi kepada masyarakat di Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.

Sedangkan Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto SH MH mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Medan yang sudah menerima kunjungan silaturahmi ini dengan baik. Dengan kunjungan ini diharapkan akan terjalin hubungan silaturahmi yang semakin baik sehingga terbangun sinergitas lebih erat lagi ke depannya.

“Saya sudah 11 bulan bertugas sebagai Kapoldasu, artinya waktu saya tidak lama lagi, sedangkan keinginan saya untuk memajukan Sumut, termasuk Kota Medan masih banyak. Sebagai bentuk ucapan terima kasih karena dari tempat inilah  saya mendapat jabatan seperti ini, makanya saya siap mendukung  Pemko Medan dalam menjalankan program pembangunan yang dijalankan,” ungkap Kapoldasu. (mar/rel)
Share Berita

Anggota Komisi IV DPRD Medan Drs Hendra DS (kiri) dan Paul MA Simanjuntak.
MEDAN, POC - Kota Medan seolah tak pernah lepas dari banjir. DPRD Medan menilai program penanggulangan banjir belum tepat sasaran.
Ditambah lagi, proyek kanal yang dibangun di kawasan Titi Kuning dengan nilai Rp 240 miliar, seolah tak berfungsi dan menjadi sia-sia. Kenyataannya, banjir tetap melanda kota metropolitan ini. Banjir melanda di sejumlah ruas jalan, usai diguyur hujan, Rabu (19/6/2019). Diantaranya Jalan Jamin Ginting, Jalan Garu I, STM Ujung, Sunggal dan banyak lagi.

Anggota Komisi IV DPRD Medan Paul MA Simanjuntak dan Hendra DS menyoroti permasalahan banjir. Menurut dewan yang menangani bidang infrastruktur ini, hal itu tak terlepas dari pengawasan Pemko Medan, sehingga apa yang sudah dikerjakan, tak dilakukan evaluasi. Akibatnya, permasalahan banjir pun tak teratasi.

"Kita melihat program penanggulangan banjir di kota Medan masih belum tepat, terbukti  masih banyak drainase yang tidak bekerja secara maksimal, dalam menyerap dan menampung air," kata Paul. 

Artinya harus ada pekerjaan drainase yang benar-benar mampu menanggulangi persoalan banjir ini. "Karena normalisasi hanya untuk membantu kelancaran air saja, belum tentu sebagai solusi agar tidak lagi banjir. Dengan anggaran yang ada jika dikerjakan secara benar dan tepat sasaran saya pikir sudah cukup,"ungkapnya.

Lanjutnya lagi, seharusnya drainase ditinjau dan diawasi. Kemudian dipetakan wilayah mana saja banjir, kemudian dilakukan program penanggulangan banjir. "Sebab harus ada skala prioritas yang harus dikerjakan untuk mengatasi persoalan banjir,"ungkap Paul.

Sementara Hendra DS menyayangkan proyek kanal bernilai ratusan miliar ternyata kurang berfungsi.

"Kenyataannya, air tergenang tidak mengalir di kanal. Artinya proyek kanal ini jadi sia-sia," kata politisi Hanura ini.

Untuk diketahui, proyek kanal merupakan proyek besar yang dananya pinjaman dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) senilai Rp 240 miliar. Dibangunnya kanal itu bertujuan untuk mengurangi banjir yang kerap melanda Kota Medan.

Dia juga meminta agar Pemko Medan segera menerapkan perda sampah. Dengan begitu masyarakat dapat berubah dan tidak berprilaku sembarangan membuang sampah ke parit.

"Pemerintah kota harus konsisten menjalankan perda, karena perda sudah disahkan. Sebab di perda kan sudah ada sanksi hukuman penjara bagi yang sembarangan membuang sampah. Ini juga salah satu penyebab banjir, drainase jadi tumpat akibat prilaku masyarakat,"tukasnya. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang tak membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) walikota TA 2018 terus menjadi perhatian diberbagai kalangan.
Selain mendapat pandangan berbeda dari beberapa anggota DPRD Medan sendiri, atensi juga diberikan pengamat sosial politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar.

Menurut Shohibul, DPRD Medan tak bisa begitu saja mengabaikan LKPj. Sebab, itu merupakan mekanisme chek and balancing dalam sistem politik Indonesia dan pemeriksaan daerah.

Shohibul mengatakan, sebagai representasi dari masyarakat, DPRD harus memberikan pengawasannya. "LKPj itu laporan kepada masyarakat. Wajar apa tidak itu dan bisa saja nanti ada rekomendasi dari mereka (DPRD-red), tak hanya rekomendasi administratif bisa saja ada temuan yang berkaitan dengan hukum," kata Shohibul, Rabu (19/6).

Dia menyebutkan, rakyat berkepentingan untuk mengetahui pelaksanaan program tahunan yang dicita-citakan pemerintah.

"Ada sebuah kepentingan rakyat untuk mengetahui apakah cita-cita dan program tahunan dilaksanakan sepenuhnya secara kuantitatif dan kualitatif serta bagaimana anggaran yang didayagunakan dengan program yang ada," lanjutnya.

Untuk itu, Shohibul meminta DPRD Medan untuk tetap melaksanakan pembahasan LKPj walikota. "Kita minta, kalaupun ada banyak acara silaturahmi dan halalbihalal di sana sini, singkirkanlah itu. Kumpul dan hadirilah untuk berikan pendapat dalam LKPj," pinta Shohibul.

Menurut Shohibul, salah satu faktor tak dibahasnya LKPj walikota karena sebagian besar anggota DPRD tak terpilih lagi. 

"Dalam pikiran rakyat, mereka (DPRD) adalah negarawan. Tak perlu tunjukkan semangat yang lemah meskipun tak terpilih lagi. Hal itu menunjukkan mereka negarawan atau tidak. Kita gugahlah perasaan kenegarawan mereka.  Masa bakti mereka belum habis, jangan hanya karena LKPj yang sifatnya hanya rekomendasi diabaikan," terangnya.

Sementara, Anggota DPRD Medan H.Salman Alfarisi Lc, MA menyayangkan tidak dibahasnya LKPj oleh DPRD Medan, padahal LKPj merupakan agenda rutin DPRD yang setiap tahun dilaksanakan.

"Kalau saya melihat aneh saja, agenda yang sudah menjadi rutinitas DPRD kali ini tidak dilaksanakan," ucap Salman kepada wartawan di gedung DPRD Medan, kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, LKPj dalam perjalanannya akan menghasilkan rekomendasi terhadap pelaksanaan program yang telah dilaksanakan eksekutif dalam hal ini Pemko Medan. 

"Rekomendasi yang dihasilkan dalam pembahasan LKPj sangat penting, apalagi tahun ini merupakan akhir periode DPRD Medan," jelasnya.

Menurutnya tidak ada alasan bagi DPRD Kota Medan untuk tidak membahas LKPj. Pasalnya masih memungkinkan bagi DPRD untuk menjadwalkan rapat Banmus untuk menjadwal Nota Pengantar Walikota terkait LKPj.

"Kalaupun pembahasan dilaksanakan bersamaan dengan LPj saya kira tidak ada masalah," jelasnya.

Salman mengungkapkan, jika sidang Paripurna LKPj tidak dilaksanakan maka akan ada anggapan masyarakat  DPRD tidak menjalankan fungsi pengawasannya.

"Ini sangat memalukan bagi DPRD sebagai lembaga pengawas Pemko," jelasnya.

Kepada wartawan, Salman mengungkapkan pihaknya berharap DPRD mengagendakan Sidang Paripurna terkait LKPj tersebut, sebagai bukti kesungguhan dan tanggungjawab DPRD sebagai lembaga pengawas Pemerintah Kota Medan.

Terpisah, Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, H.Jumadi S.Pd.I mengatakan pihaknya akan melayangkan surat ke pimpinan agar pembahasan LKPj tetap dilaksanakan. "Kita akan surati pimpinan agar LKPj tetap dibahas," jelas Jumadi. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengajak seluruh umat Budha di Kota Medan untuk senantiasa menjaga kerukunan hidup umat beragama dan hubungan kekeluargaan di ibukota Provinsi Sumatera Utara yang selama ini sudah terbina dengan baik, sehingga  tetap terjaga secara harmonis dan jangan sampai terkoyak.

“Alangkah indahnya kehidupan ini saat kita bisa berkumpul, bermain dan hidup bersama dengan damai tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras maupun berbagai perbedaan lain,” kata Wali Kota ketika menghadiri Perayaan Dharmasanti Waisak 2563 BE/2019 di Uniland Plaza Medan, Selasa (18/6/2019) malam.

Sekaitan itulah di momen peringatan  Hari Dharmasanti Waisak, Wali Kota mengajak umat Budha Kota Medan untuk terus mengembangkan hati Budha dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi Kota Medan terkenal sebagai kota multikultural yang menjadi cerminan Indonesia mini.

"Saya berharap, saat ini maupun hingga waktu mendatang, situasi Kota Medan akan terus terjaga dengan kondusif. Oleh karena itu, mari sama-sama kita jadikan Kota Medan sebagai contoh kehidupan kota metropolitan multikultural yang aman, damai, dan tentram," harapnya.

Di hadapan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis, Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Kota Medan Pandita Ernest Chen serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan yang turut hadir dalam perayaan tersebut, Wali Kota kemudian mengungkapkan, suasana kondusif ini juga tercipta tidak terlepas karena warga Kota Medan yang multikultural terkenal sangat toleran dan menghormati perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan yang ada.

Dalam perayaan yang mengusung tema, “Pahami Hati Tapakkan Kesejatian Diri”, Wali Kota selanjutnya memaparkan, bagi umat Budha, Hari Raya Dharmasanti Waisak tentulah merupakan hari besar yang penuh dengan makna dan berisi tentang sejarah yang tidak akan mungkin bisa dilupakan.

Oleh karenanya melalui peringatan Dharmasanti Waisak, Wali Kota berharap dapat menjadi salah satu momen bagi semua untuk menitikberatkan pentingnya menjaga kebhinekaan dalam kebersamaan. “Untuk itu umat Budha dan seluruh umat beragama di Tanah Air harus turut menjaga kebhinekaan yang saat ini sedang diuji ketahanannya sebagai akibat berbagai peristiwa politik yang digelar di Tanah Air,” harapnya.

Sebelumnya Ketua Walubi Kota Medan Pandita Ernest Chen dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan, khususnya Wali Kota atas terselenggaranya Perayaan Dharmasanti Waisak Kota Medan 2563 BE/2019. Melalui momentum ini, Pandita Ernest mengajak seluruh umat Budha agar membantu Pemko Medan menciptakan serta menjaga keamanan dan kekondusifan di Kota Medan.

"Kami (Walubi) mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan, khususnya Bapak Wali Kota atas terselenggarannya perayaan hari suci yang berlangsung meriah ini. Sebagai bentuk dukungan kami kepada pemerintah, kami siap ikut serta dan berperan untuk senantiasa menjaga khebinekaan dan keharmonisan yang selama ini telah terbina dengan baik selama ini," kata Ernest.

Perayaan Dharmasanti Waisak berjalan  dengan penuh khidmat dan ditandai dengan penyalaan lilin. Sebelum meninggalkan lokasi acara, Wali Kota menerima cinderamata dari Ketua Walubi Kota Medan sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih Walubi kepada Pemko Medan. Perayaan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB tersebut dipungkasi dengan sejumlah hiburan, termasuk tarian multi etnis dari Dinas Kebudayaan Kota Medan serta pembagian hadian melalui lucky draw. (mar)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.