MEDAN, POC - Melengkapi ibadah di bulan Ramadhan 1440 H, 500-an umat Islam ikut khusyuk ambil bagian dalam kegiatan Iktikaf perdana malam 21 Ramadhan 1440 H di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Sabtu hingga Minggu pagi (25 - 26/5 /19).

Iktikaf khasanah ini merupakan kegiatan perdana bermalam di masjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sebagaimana tahun sebelumnya, Iktikaf tahun ini dilakukan tidak hanya pada malam ganjil, melainkan setiap malam sejak malam 21 Ramadhan.

“Kegiatan ibadah iktikaf ini merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan di Masjid Agung yang telah diprogramkan oleh BKM Masjid Agung Medan dibantu sejumlah donatur untuk penyediaan nasi bungkus untuk makan sahur para jamaah iktikaf. Dalam hal ini, alhamdulillah makan sahur seluruh jamaah dapat disediakan,” kata Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Ramadhan 1440 Hijriah BKM Masjid Agung Medan Drs H Hendra DS didampingi Sekretaris Edi Mulyono Srg.

H Dzulmi Eldin, Walikota Medan bersama Fungsionaris BKM Masjid Agung Medan H Yuslin Siregar dan H Indra Utama serta pemilik Restoran Garuda Medan Zulhelfi merupakan donatur yang telah menyiapkan infak mereka untuk menyediakan nasi bungkus sahur maupun minuman bagi jemaah selama iktikaf.

"Alhamdulillah, baik jumlah donatur maupun jamaah senantiasa meningkat dari tahun ke tahun sehingga kegiatan ini Insya Allah dapat kami lakukan secara rutin" ujar Hendra DS yang juga anggota DPRD Medan.

Hendra DS menyampaikan, Iktikaf merupakan salah satu implementasi kegiatan BKM Masjid Agung yakni jamaah bersama-sama berzikir dan mengingat Allah SWT.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menguatkan dan memperat persaudaraan umat sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang amanah sehingga dapat terus memberikan kemaslahatan bagi umat," ujarnya.

Itikaf diawali dengan tausiyah menjelang berbuka, kemudian buka puasa bersama segenap pengurus BKM, para donatur dan jamaah. Selanjutnya Shalat Maghrib berjamaah, Shalat Isya dan Shalat Tarawih. Dinihari dilakukan zikir dan doa berjamaah dipandu oleh para Ustadz dan Qari ditutup dengan Sholat Tahajud berjamaah dan muhasabah atau renungan untuk mengevaluasi diri setelah makan sahur dan Shalat Shubuh.

Kegiatan Itikaf bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas umat sehingga diharapkan dapat mendorong transformasi/perubahan ke arah yang lebih baik.

Secara garis besar Ustadz yang tampil menyampaikan tausiah menuturkan, Ramadhan merupakan bulan mulia bagi umat Islam, dengan adanya iktikaf hasanah dapat menjadi momentum untuk saling introspeksi diri umat Islam, semoga tetap menjadi pribadi yang amanah dalam menjalankan ibadahnya. Mudah - mudahan kegiatan ini terus dilakukan di bulan - bulan yang lain, tidak berhenti hanya di Bulan Ramadhan.

Selain itu, Ustadz yang mengisi tausiyah menuturkan dukungan yang sama bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, dan melalui kegiatan positif ini seluruh umat bergerak bersama untuk berbuat kebaikan salah satunya dorongan untuk mendonasikan wakaf. Mudah-mudahan Masjid Agung terus memberikan kemanfaatan lebih bagi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan ibadah dan syiar Islam. (mar)
Share Berita

Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi menyambangi kaum duafa di Kabupaten Deliserdang.
DELISERDANG, POC - Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumut Nurlela menyambangi beberapa keluarga kaum duafa di Desa Kelambir V, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (25/5/2019).

"Hari ini, pada Bulan Ramadan yang penuh berkah dan suci ini, kita ingin berbagi sekaligus bersilaturahmi dengan mengunjungi saudara-saudari kita yang kurang beruntung. Dengan harapan, kedatangan kita bisa membawa sukacita dan membantu meringankan kebutuhan - kebutuha mereka, khususnya dalam beribadah puasa di Bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri yang akan tiba sebentar lagi," ujar Nawal.

Kunjugan pertama, Nawal beserta rombongan mengunjungi keluarga Nenek Jamnah (75) yang saat ini mengalami kesulitan untuk berjalan karena patah tulang pinggul. Tinggal di rumah yang sederhana bersama kakaknya yang berusia 90 tahun dan anak-anaknya, Jamnah menyambut kedatangan Nawal dengan haru.

 "Terima kasih Bu sudah berkunjung," ucapnya saat bertukar salam dan memeluk Nawal. Sembari berbincang-bincang, Nawal pun memberikan pesan-pesan semangat kepada keluarga Nek Jamnah.

Kunjugan berikutnya, Nawal menjenguk seorang balita yang terlahir dengan infeksi virus toksoplasma dan penyandang disabilitas. Sembari menghibur orang tua anak, dirinya pun menegaskan siap membantu apabila ada hal-hal yang dibutuhkan untuk pengobatan.

"Saya sungguh prihatin dan berempati dengan kondisi saudara-saudara kita yang dikunjungi hari ini. Kita doakan semoga Allah senantiasa membantu mereka melewati dan menjalani kehidupan yang mereka alami saat ini, dan kita sebagai saudara mereka tunjukkan kepedulian baik melalui perhatian atau bantuan, Insya Allah membantu meringankan beban mereka," ucap Nawal.

Nawal pun mengajak masyarakat untuk melihat momentum tersebut sebagai bahan evaluasi dan introspeksi diri agar lebih banyak bersyukur. "Rasa syukur ini kita tunjukkan dengan lebih banyak berbagi dengan saudara-saudari kita di sekitar kita, yang ternyata keadaannya masih banyak yang kurang beruntung dibandingkan keadaan kita," katanya.

Di setiap akhir kunjungannya, Nawal kemudian menyerahkan tali asih berupa sembako, peralatan salat, pakaian, uang dan lainnya. Turut hadir dalam kunjugan tersebut para anggota PKK Provinsi Sumut . (mar/rel)
Share Berita

Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi berbincang dengan warga di Langkat.
LANGKAT, POC - Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nawal Edy Rahmayadi berharap jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja ke Luar Negeri (LN), khususnya para kaum ibu bisa berkurang. Selain berisiko, masih banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian keluarga di dalam negeri.

"Untuk para Ibu, dari pada harus meninggalkan keluarga, khususnya anak Bu, lebih baik bekerja di sini. Lewat industri rumahan misalnya. Para Ibu ayo aktif ikuti program-program yang digelar PKK atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Ada itu banyak program pelatihan yang bisa menambah keahlian para Ibu," ujar Nawal pada Acara Pembinaan dan Fasilitasi Kelompok Bina Keluarga (BK) TKI, di Aula Kantor Camat, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sabtu (25/5/2019).

Nawal tidak memungkiri bahwa rata-rata penghasilan bekerja di LN memang menggiurkan. Namun, ada banyak risiko pula yang harus ditanggung. Di antaranya keselamatan diri saat memiliki tuan rumah yang kasar, serta harus mengorbankan keluarga.

"Memang tidak sedikit yang pulang dan berhasil saat menjadi TKI, tetapi untuk para ibu, tolonglah lihat anak kita. Anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa kita, jangan sampai mereka kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua sejak kecil. Keluarga yang kokoh itu didasari cinta, perhatian, dan kasih sayang," kata Nawal, yang didampingi Kepala Dinas PPPA Sumut Nurlela.

Para ibu, kata Nawal, memiliki peran yang sangat besar untuk mewujudkan keluarga yang kokoh dan berkualitas. Menurutnya, apabila kondisi tiap-tiap keluarga berkualitas, maka akan lebih mudah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Untuk itu, Nawal menitipkan harapan besar kepada TP PKK dan Dinas PPPA di setiap daerah Sumut untuk aktif mengawal keberadaan dan menjawab kebutuhan para Ibu. "Untuk ibu-ibu di Kecamatan Sawit Seberang ini, Ketua PKK Kecamatan dan Kabupaten ini adalah ibu kalian. Apa saja permasalahan dan kebutuhan kalian, silahkan sampaikan, mudah-mudahan pasti dibantu. Kepada ibu-ibu Ketua PKK ini juga, tolong proaktif menjangkau dan lebih dekat dengan masyarakat kita," ucapnya.

Nawal percaya bahwa kekuatan suatu daerah itu terletak pada desa. Saat desa bisa ditata dengan baik, maka tidak perlu ada masyarakat yang harus pindah ke kota atau bahkan mengadu nasib ke LN. "Kuncinya ya kita peduli terhadap satu sama lain, aparat desa pemerintah daerah peduli dengan masyarakatnya, dan masyarakat juga berkomunikasi dengan aparat desa," tuturnya.

Kepala Dinas PPPA Sumut Nurlela mengatakan, pihaknya selalu aktif menggelar kegiatan pembinaan dan sosialisasi bagi kelompok keluarga TKI. "Kita aktif lakukan pembinaan pada kabupaten/kota, khususnya untuk kaum perempuan, agar menyadarkan mereka terkait dampak-dampak saat memilih menjadi TKI. Kemudian, kita juga lakukan pelatihan-pelatihan yang berpotensi meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan perempuan," jelas Nurlela.

Terkait keinginan masyarakat Sawit Seberang yang banyak memilih untuk menjadi TKI, Camat Sawit Seberang M Suhaimi menjelaskan bahwa hal ini erat kaitannya dengan lahan di wilayah tersebut yang didominasi oleh perkebunan sawit. "Selain berkebun, banyak yang merasa tidak punya pilihan lagi dan memilih jadi TKI, Bu," katanya.

Saat ini, kata Suhaimi, terdapat 75 orang purna TKI di kecamatan tersebut, 20 yang sedang menjadi TKI, dan 15 yang akan berangkat. "Mudah-mudahan Bu, dengan arahan yang telah Ibu sampaikan tadi, kami akan berusaha untuk bersinergi, membantu mencari solusi untuk masalah ini. Sehingga, khususnya para Ibu tidak perlu harus mengadu nasib ke LN," ujarnya.

Dalam acara Pembinaan dan Fasilitasi Kelompok BK TKI, Nawal mengajak para purna TKI, calon TKI, dan keluarga TKI berdialog. Salah satunya tentang alasan memilih menjadi TKI, dimana dominan masyarakat menyebutkan karena penghasilan bekerja di LN menggiurkan. Di penghujung acara, Nawal membagikan bingkisan dan bantuan kepada para keluarga TKI di Kecamatan Sawit Seberang.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Langkat Tiorita Terbit Rencana, OPD Kabupaten Langkat, anggota PKK Sumut dan Langkat, serta masyarakat kecamatan Sawit Seberang. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Toba 2019 di Mapolda Sumut, Jumat (24/5/2019). Rapat yang digelar jajaran Polda Sumut ini dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H di Sumut. Selain faktor keamanan, masalah ketersediaan bahan kebutuhan pokok juga menjadi pembahasan dalam rapat tersebut.

Rapat dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto dan Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) III Medan Marsma TNI Djohn Amarul. Selain Wali Kota, rapat juga dihadiri unsur TNI-Polri serta instansi dan pimpinan BUMN terkait.

Wakapolda Sumut dalam sambutannya mengatakan, tujuan rapat digelar untuk menguatkan sinergitas, persepsi serta tindakan dalam melakukan pengamanan serta memastikan ketersediaan  bahan kebutuhan pokok terjamin saat Hari Raya Idul Fitri maupun pasca lebaran. Untuk itu, perlu adanya persiapan diberbagai sektor sehingga seluruh masyarakat, khususnya umat Muslim dapat merayakan Hari Raya dengan tenang dan nyaman.

‘’Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H, kita harus memastikan bahwa situasi dan kondisi serta kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat selama lebaran harus dipastikan aman dan mencukupi. Untuk itu, melalui rapat koordinasi ini, kiranya kita lebih meningkatkan sinergitas agar kenyamanan dapat dirasakan seluruh masyarakat, khususnya umat Muslim dalam merayakan Idul Fitri,’’ kata Wakapolda Sumut.

Menyikapi kondisi Sumut, termasuk Kota Medan yang banyak diwarnai aksi demo, terlebih pasca pengumuman Pemilu 2019, Wakapolda juga mengimbau dan mengajak seluruh pihak untuk reaktif serta berperan serta dalam menciptakan kondisi yang aman dan nyaman. Terlebih, dengan tidak mudah terprovokasi berbagai isu maupun berita yang banyak beredar dan belum tentu kebenarannya.

‘’Saat ini wilayah kita masih diwarnai sejumlah aksi pasca Pemilu 2019. Kami mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi menciptakan kekondusifan di Sumut. Tujuannya agar kita semua dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan aman dan lancar, terlebih bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dan akan merayakan Idul Fitri mendatang,’’ harapnya.

Sementara itu Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengapresiasi digelarnya rapat koordinasi tersebut. Sebab, melalui rapat dapat diketahui sejauh mana persiapan seluruh stakeholderterkait dalam mempersiapkan pengamanan serta kebutuhan bagi masyarakat Sumut, khususnya warga Kota Medan sehingga merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H dengan penuh kegembiraan.

‘’Melalui rapat koordinasi ini, kita dapat sama-sama mengetahui sekaligus meningkatkan sinergi guna memastikan kondisi dan kebutuhan masyarakat terjamin  aman dan mencukupi saat merayakan lebaran. Oleh karenanya, saya mengimbau seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan untuk bekerja sesuai tupoksi masing-masing dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, khususnya ketersediaan bahan pokok,’’ papar Wali Kota.

Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini diisi dengan sejumlah pemaparan dari berbagi BUMN terkait, diantaranya PT Pelindo, PT KAI, PT Pertamina, PT PLN Wilayah Sumut dan instansi pemerintahan terkait lainnya. Turut hadir mendampingi Wali Kota Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan dan Kadishub Iswar Lubis. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menjadikan bulan suci Ramadhan 1440 H  sebagai momentum membangun jembatan hati dan meningkatkan tali silaturahmi dengan masyarakat melalui Safari Ramadhan.  Kehadiran Wali Kota bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan itu diharapkan dapat melahirkan rasa kebersamaan sehingga seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemko Medan mendapat dukungan penuh masyarakat.

Kamis (23/5/2019), Wali Kota melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Al Ikhlas  di Jalan Pasar Lama Lk 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Dihadapan ratusan masyarakat dan jamaah yang hadir, Wali Kota kembali mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen mendukung pembangunan.

Dikatakan Wali Kota, pembangunan yang telah diprogram dan dilaksanakan Pemko Medan saat ini tidak dapat berjalan dengan baik  dan sesuai harapan tanpa dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. “Sekecil apapun dukungan dan partisipasi yang diberikan masyarakat tentunya sangat berarti dalam mendukung keberhasilan pembangunan,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, dukungan itu dapat diwujudkan warga dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing dan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian mengaktifkan kembali  sistem keamanan lingkungan (siskamling). Wali Kota menegaskan, siskamling harus ada di setiap lingkungan.

“Saya minta  siskamling yang diaktifkan itu itu bukan hanya sekadar jaga malam bergiliran. Lebih dari itu adalah bagaimana menumbuhkan soliditas masyarakat dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan di wilayah tempat tinggalnya. Di samping itu, kepala lingkungan juga harus mengenal warga dan lingkungannya serta dinamika yang terjadi di masyarakat," kata Wali Kota.

Selanjutnya Wali Kota mengajak dan mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga dan mengawasi anggota keluarganya dengan ketat agar tidak terjerumus dengan narkoba. "Mari kita jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum  untuk bentengi keluarga kita dengan iman yang kuat sehingga tidak terlibat dengan narkoba,” pesannya.

Memungkasi sambutannya, Wali Kota tak lupa berpesan agar umat Muslim Kota Medan, terutama di Kecamatan Medan Labuhan  agar memanfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Di samping itu meningkatkan rasa peduli terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam kekurangan serta belomba-lomba dalam berbuat amal baik. "Semoga di akhir Ramadan nanti kita sekalian menjadi pemenang," harapnya.

Acara Safari Ramadhan dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Sebelum berbuka, Wali Kota memberikan santunan kepada anak yatim serta bantuan sebesar Rp.40 juta untuk kemakmuran Masjid Al Ikhlas. Setelah itu dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Al Ustadz Dr H Ahmad Zuhri LC MA, Shalat Maghrib berjamaah dan makan malam bersama.

Sementara itu di waktu yang sama, Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi juga melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Nurul Muslimin Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun. Di saksikan ratusan warga dan jamaah, Wakil Wali Kota juga menyerahkan bantuan sebesar Rp.40 juta kepada BKM Masjid Nurul Muslimin serta memberikan santunan anak yatim.

Sedangkan Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM melaksanakan Safari Ramadhan di Kantor Camat Medan Polonia. Selain buka puasa bersama, Safari Ramadhan juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sebesar Rp.40 juta untuk membantu biaya pembangunan Masjid Summanul Huda serta memberikan santuan kepada anak yatim. (mar) 
Share Berita

Gubsu Edy Rahmayadi berbuka puasa bersama insan pers.
MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi percaya bahwa insan pers memiliki peran yang sangat penting untuk membantu pembangunan Sumut. Untuk itu, dirinya miliki harapan besar kepada para wartawan untuk berpartisipasi dalam pembangunan lewat peran masing-masing, khususnya yang menyangkut kesejahteraan rakyat.

“Banyak itu masyarakat kita di daerah yang kritis karena sakit tapi banyak yang tidak tahu. Bagaimana kita mau bantu kalau tidak tahu, coba kalian beritakan itu. Beritakan kesulitan-kesulitan yang dirasakan rakyat kita, biar lebih sejahtera masyarakat kita,” ujar Gubernur saat silaturahmi buka puasa bersama  insan pers, di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (24/5/2019).

Gubernur kemudian meyakinkan para wartawan bahwa dirinya akan selalu terbuka dan jujur apabila diminta untuk memberikan informasi, selama informasi tersebut tidak bersifat sensitif dan mengganggu usaha-usaha pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Hanya saja, saya berharap agar kalian bisa memahami gaya bahasa dan komunikasi saya, begini lah saya, terima saya apa adanya,” katanya.

Edy Rahmayadi mengaku, ada banyak hal yang ingin dirinya bagi dengan wartawan terkait hal-hal yang berhubungan dengan Sumut. Dengan harapan, wartawan akan membantu membagikan informasi tersebut secara benar ke tengah masyarakat dan pada akhirnya bisa memberikan solusi dan membantu percepatan pembangunan Sumut.

Edy Rahmayadi kemudian mengingatkan bahwa Rumah Dinas Gubernur merupakan Istana Masyarakat Sumut. Siapapun bebas masuk atau datang untuk bersilaturahmi, termasuk para wartawan. “Selama dengan cara yang benar, pasti kita terima,” tuturnya.

Acara Buka Puasa Bersama diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan mendengarkan tausiyah menunggu berbuka. Usai berbuka, dilanjutkan dengan Salat Magrib berjamaah dan makan malam bersama.

Sebelum memasuki waktu Salat Isya, para wartawan menyempatkan beramah tamah dengan Gubernur. Sembari berbincang-bincang, sesekali para wartawan juga menyempatkan untuk melakukan wawancara terkait hal-hal berkembang yang terjadi di Sumut.

Turut hadir tokoh pers Sumut HM Yazid, Ketua PWI Sumut Hermansjah SE, para pemimpin redaksi,  sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut dan ratusan wartawan. **

FOTO

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi buka puasa bersama dengan Insan Pers di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Jalan Sudirman Medan, Jumat (24/5/2019). Gubernur percaya bahwa insan pers memiliki peran yang sangat penting untuk membantu pembangunan Sumut. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)
Share Berita





MEDAN, POC - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menemui belasan pendemo yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (24/5/2019). Menjawab tuntutan terkait kebijakan mutasi pejabat, Gubernur menjelaskan bahwa proses assessment berjalan selektif.

















Dalam tuntutannya, mahasiswa mempertanyakan pengambilan keputusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terkait pelantikan pejabat Eselon II, sekaligus mutasi dan evaluasi posisi jabatan yang mereka sebut ‘non job’. Menurut mereka, beberapa nama yang diangkat sebagai pimpinan OPD di jajaran Pemprov Sumut diduga bermasalah, meskipun tidak dijelaskan secara rinci oleh mahasiswa.

Begitu juga soal assessment yang dijalankan dengan mendatangkan para ahli (profesor) guna menyeleksi para pejabat agar sesuai antara kemampuan dengan jabatan yang akan diemban. Mahasiswa juga mempertanyakan prosesnya, mengingat hal itu dilakukan melibatkan pihak akademisi.

Menjawab itu, Gubernur menegaskan bahwa tuntutan mahasiswa terkait pejabat yang diduga bermasalah, dirinya meminta kepastian dan bukti. Sebab jika tidak, maka tuduhan yang tidak mendasar bisa juga berimplikasi hukum sebagai pencemaran nama baik.

“Ini kita pakai hukum positif. Tidak bisa kita menuduh begitu saja. Kalau memang ada bukti, laporkan ke saya, langsung kita proses, penjarakan dia. Tetapi jangan asal tuduh dan katanya saja,” sebut Gubernur, saat menerima pengunjukrasa di Ruang Wartawan (Press Room), Kantor Gubernur Sumut.

Sementara, soal assessment atau proses seleksi para pejabat sebelum diambil keputusan mutasi atau promosi jabatan, Gubernur juga menegaskan bahwa hal itu berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Dicontohkannya seperti membentuk panitia seleksi (pansel), melibatkan para guru besar (akademisi) dari berbagai kampus dengan disiplin ilmu masing-masing.

“Yang seleksi itu bukan saya, ada guru besar/profesor yang menilai dan menyeleksi. Jadi bukan saya yang seleksi. Tetapi memang assessment itu untuk saya (Gubernur),” tegas Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah.

Dari pansel tersebut lanjut Gubernur, dipilih beberapa nama sesuai peringkat masing-masing. Adapun hasilnya mengeluarkan peringkat untuk satu jabatan tertentu. Pun begitu, dirinya menjelaskan bahwa sebagian besar yang terpilih adalah yang menempati peringkat pertama. Sebab ada kriteria yang dipilihnya.

“Yang pertama itu intelektual, kemudian psikologis. Jadi kalaupun intelek (cerdas), kita lihat tabiatnya. Yang jelas, hampir semua yang peringkat satu itu saya pilih,” jelas Edy.

Sementara selain tuntutan tersebut, perwakilan mahasiswa yang disampaikan Fauzi (ITM) bahwa mereka mendukung upaya Gubernur-Wakil Gubernur menjadikan Sumut Bermartabat. Sehingga seluruh jajaran OPD harus diisi oleh orang yang berkompeten dan bersih.

“Kami mendukung pemerintahan ini melalui pengumpulan seribu tandatangan, agar bisa terwujud Sumut bermartabat,” ujar Fauzi, yang selanjutnya membubarkan diri bersama belasan rekannya yang lain.

Turut hadir pada kesempatan itu Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kaiman Turnip, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Anthony Siahaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zonny Waldi, dan Plt Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Mhd Fitriyus. (mar)
Share Berita


MEDAN - Beredarnya video running teks yang menghina Presiden Republik Indonesia Ir. H.Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarno Putri di SPBU Pasar 3, Rengas Pulau, Medan Marelan mendapat kecaman keras dari Ketua Seknas Jokowi, Alamsyah Hamdani, SH.
"Kita menyesali dan mengutuk keras perbuatan tersebut. Kami minta pihak Kepolisian untuk segera mengusut dan menangkap pelaku agar segera diadili," ujar Ketua Seknas Jokowi, Alamsyah Hamdani yang juga Ketua BBH Sumut PDI Perjuangan.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Alam menghimbau kepada kader-kader PDI Perjuangan untuk menyerahkan penuh persoalan ini kepada aparat Kepolisian.

"Kepada kader PDI Perjuangan dan masyarakat yang "panas hati" melihat kejadian ini, diharap menyerahkan penuh persoalan ini kepada aparat kepolisian. Kita tidak boleh main hakim sendiri. Percayalah, aparat kepolisian pasti bisa mengungkap kasus ini," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Medan Marelan mendadak heboh, pasalnya beredar video running teks yang menghina Presiden Republik Indonesia Ir. H.Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarno Putri.

Hinaan tersebut di sebuah To Time Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Pasar 3, Rengas Pulau, Medan Marelan, Jumat (24/05/2019). Akibat kejadian itu, warga yang sempat merasa resah dengan Runing Teks tersebut yang dinilai dapat memicu konflik.

Robi Selaku kepala MOR 1 Pertamina UPMS 1 Medan yang ditemui dilokasi membenarkan kejadian tersebut kalau vidio yang meresahkan tersebut berasal dari SPBU 14.202.1141.

"Iya benar memang benar kejadian tersebut, saat ini tim IT Pertamina juga sedang melakukan pengecekan atas kejadian tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut diucapkan Robi, kejadian tersebut diketahui berawal saat,Kamis (23/5/2019) malam sekitar pukul 9.30 Wib petugas security dan petugas SPBU melakukan pergantian shif.

"Karyawan pas waktu kejadian lagi didalam kantor melakukan serah terima, saat rapat tersebut tim sekurity mendengar suara rame- rame dan melihat keluar. Saat dilihat, di To Time yang semestinya bertuliskan harga BBM berubah menjadi tulisan kalimat- kalimat ujaran kebencian," cetus pria berkaca mata ini.

Melihat kejadian tersebut, tim keamanan langsung berkordinasi dengan pengawas SPBU dan langsung mematikan To Tim tersebut.

"Tim langsung mematikan To Tim tersebut, dan melaporkan kejadian tersebut ke Pertamina. Kalau kontrol To Tim ini tidak berada di sini melainkan di Medan, karena pihaknya bekerja sama dengan provider lain. Saat ini, pihak pertamina telah menyerahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan yang ditemui diruangnya mengatakan, masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. "Masih kita lidik, belum kita simpulkan," ucapnya singkat. (Rom)

Share Berita


MARELAN - Warga Medan Marelan mendadak heboh, pasalnya beredar video runnig teks yang menghina Presiden Republik Indonesia Ir. H.Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarno Putri.
Hinaan tersebut di sebuah To Time Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Pasar 3, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, jumat (24/05/2019).

Akibat kejadian itu, warga yang sempat merasa resah dengan Runing Teks tersebut yang dinilai memicu konflik.
Pengamatan wartawan dilokasi, sejumlah petugas Pertamina dan pihak kepolisian telah melakukan peninjauan dilokasi.

Robi Selaku kepala MOR 1 Pertamina UPMS 1 Medan yang ditemui dilokasi membenarkan kejadian tersebut kalau vidio yang meresahkan tersebut berasal dari SPBU 14.202.1141.

"Iya benar memang benar kejadian tersebut, saat ini tim IT Pertamina juga sedang melakukan pengecekan atas kejadian tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut diucapkan Robi, kejadian tersebut diketahui berawal saat,Kamis (23/5/2019) malam sekitar pukul 9.30 Wib petugas security dan petugas SPBU melakukan pergantian shif.

"Karyawan pas waktu kejadian lagi didalam kantor melakuka serah terimah, saat rapat tersebut tim sekurity mendengar suara rame- rame dan melihat keluar. Saat dilihat, di To Time yang semestinya bertuliskan harga BBM berubah menjadi tulisan kalimat- kalimat ujaran kebencian," cetus pria berkaca mata ini.

Melihat kejadian tersebut, tim keamanan langsung berkordinasi dengan pengawas SPBU dan langsung mematikan To Tim tersebut.

"Tim langsung mematikan To Tim tersebut, dan melaporkan kejadian tersebut ke Pertamina. Kalau kontrol To Tim ini tidak berada di sini melainkan di Medan, karena pihaknya bekerja sama dengan provider lain," ujarnya.

"Saat ini, pihak pertamina telah menyerahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib," tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan yang ditemui diruangnya mengatakan, masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. "Masih kita lidik, belum kita simpulkan," ucapnya singkat. (Kinoi)

Share Berita

HAMPARAN PERAK, POC - Warga hamparan perak, Dusun VIII, Pasar III, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak dihebohkan dengan penemuan sesosok orok bayi yang sudah membusuk berjenis kelamin laki-laki, Jumat (24/5/2019).

Menurut keterangan Saksi, Salma (44) mengatakan, mereka hendak bekerja melakukan perawatan tanaman Tebu di areal Perkebunan Tebu PTPN 2 bersama dengan rekan rekannya," kata Salma.

Sambungnya, karena mencium bau aroma yang tidak enak dan mencari tau dari mana asal bau  tersebut, Emy (39) bersama Salma menemukan mayat bayi yang sudah membusuk terletak di areal perkebunan tersebut tempat lokasi saksi dan rekan rekannya bekerja," ucap rekan-rekan saksi.

Mengetahui hal tersebut, para saksi melaporkan kepada Danton Securiti Perkebunan PTPN 2. Dan selanjutnya pihak securiti kebun PTPN 2 melaporkan peristiwa penemuan Mayat tersebut ke Polsek Hamparan Perak.

Atas laporan tersebut Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak yang dipimpin Oleh Kanit Reskrim IPTU Karya Tarigan dan Panit Reskrim IPDA J Siagian bersama Piket Fungsi bergerak cepat untuk Cek TKP dan Olah TKP.

Kapolsek Hamparan Perak Kompol Azuar saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya laporan dari warga perihal penemuan sesosok orok bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. (Kinoi)
Share Berita

POLDASU -  Belasan massa yang menamakan diri dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independent Peduli Aset Negara (DPP LIPAN) melakukan aksi demo di Mako Poldasu, Kamis (23/5/2019).

Adapun maksud kedatangan mereka adalah meminta kepada Polda Sumatera Utara agar segera memproses secara hukum perusahaan PT. PJLU yang diduga melakukan penggelapan pajak.

"Kami meminta Polda Sumatera Utara untuk segera menangkap aktor intelektual dalam dugaan penggelapan pajak PT. PJLU," ujar orator yang juga koordinator aksi Andre Syahputra.

Andre menambahkan, ada dugaan penggelapan pajak oleh perusahaan PT. PJLU di Kabupaten Labura, Kecamatan NA IX-X yaitu dugaan penggelapan pajak perusahaan dari hasil penjualan CPO Inti dan Cangkang.

"Kuat dugaan kami bahwa pihak PT. PPJLU tidak bekerja sendirian. Adanya dugaan keterlibatan oknum pemungut pajak dalam dugaan penggelapan pajak oleh PT. PJLU. Dikhawatirkan akan berdampak yang signifikan terhadap pembangunan serta PAD," tegasnya.

Andre juga berharap Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara agar segera memanggil dan memeriksa Pimpinan PT. PJLU, Kabupaten Labura, Kecamatan NA IX-X terkait dugaan penggelapan pajak perusahaan dari hasil penjualan CPO Inti dan Cangkang.

Kita juga meminta Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatera Utara agar segera mengevaluasi kinerja instansi perbajakan yang ada di Labuhan Batu Utara karena kami duga ada main mata antara oknum pemungut pajak dengan PT. PJLU," harapnya mengakhiri.

Dari pantauan wartawan, terlihat aksi berjalan damai dan setelah beberapa waktu melakukan aksi, akhirnya massa membubarkan diri. (Red)
Share Berita

MEDAN - "Selamat Datang di Museum Pasar Tradisional Pasar Sukaramai", itulah sepenggal isi spanduk bentuk kekesalan pedagang terhadap Pemko Medan. Saat ini, Pasar Sukaramai  kondisinya kian memprihatinkan. Satu persatu pedagang mulai gulung tikar lantaran sepinya pegunjung. Diperparah lagi dengan berdirinya pasar liar di Jalan Akik, Sukaramai 2, Medan Area yang berada tepat disamping gedung pasar Sukaramai, Kamis (23/5/2019).

Ironisnya, Pasar Sukaramai yang telah berjalan selama 5 tahun ini nyaris tanpa perhatian dari pihak Pemerintah Kota Medan. Terlebih lagi, dari berdirinya pasar ini belum pernah diresmikan oleh Walikota Medan.

"Semuanya ada 460 kios bang, namun hanya berisi 114 kios. Untuk mengambil kios disini, biayanya mencekik leher, harga basement Rp 60 Juta, lantai I Rp 80 Juta dan lantai 2 Rp 75 Juta. Terpaksa untuk mengambil kios tersebut para pedagang mengambil pinjaman di Bank BRI. Namun dikarenakan omset penjualanannya sudah tidak bisa menafkahi keluarga, banyak para pedagang  terpaksa harus menutup kios dan mencari pekerjaan lain untuk menutupi hutang," ujar Komisariat Pasar Sukaramai, Kamal Tanjung didampingi Humas Appsindo.
Kondisi Pasar Sukaramai yang Kumuh
Permasalahan ini sudah kami sampaikan kepada PD Pasar, Pemko Medan, namun tidak pernah ada tindakan dari instansi terkait. "Permasalahan ini juga sudah kita RDP kan namun tidak mendapat jalan keluarnya," terang Kamal.

Lanjutnya, Kamal berharap Walikota Medan untuk segera meresmikan pasar Sukaramai dan meminta pertanggung jawaban Walikota Medan dimana pasar ini sudah menjadi "museum".

Dilokasi yang sama, ketika dikonfirmasi, Kacab I PD Pasar, Rizal Lubis yang mengkelola Pusat Pasar, Pasar Bakti, Sukaramai dan Pasar Halat membenarkan bahwa belum pernah ada peresmian untuk pasar Sukaramai.

"Kami dari PD Pasar sudah melaporkan permasalahan ke Pemko Medan namun belom ada tindakan. Semuanya keputusan disana. Memang kalo peresmian belum pernah," ujarnya.
Rizal Lubis, Kacab I PD Pasar bersama para pedagang dan Humas Appsindo
Humas Appsindo, Dedi Harvisyahari yang berada dilokasi menambahkan bahwa penyebab utama hancurnya penjualanan di Pasar Sukaramai adalah berdirinya Pasar Liar di Jalan Akik yang berada tepat disamping Pasar Sukaramai.

"Itu pasar liar, menggunakan fasilitas umum, itu dulunya Jalan Akik namun dijadikan pasar oleh oknum tertentu, akibatnya tidak ada masyarakat yang belanja di pasar Sukaramai. Dimana tindakan dari Pemko Medan?," tanyanya terlihat kesal.

Dedi menambahkan, ia berencana akan  menggugat Pemko Medan terkait Pasar liar di Jalan Akik yang statusnya tidk jelas.

"Ini fasilitas umum kok dijadikan pasar. Bertahun-tahun tidak menghasilkan PAD untuk Pemko Medan mengapa dibiarkan. Inspektorat harus turun kemari. Aset Pemko sendiri kok terbengkalai. Jangan sibuk mengurus 75 kios di Pusat Pasar," tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini lokasi pasar Sukaramai sangat-sangat memprihatinkan dikarenakan Pasar Sukaramai saat ini dijadikan tempat maksiat.

"Lihatlah lokasi ini kondisinya memprihatinkan, pasar ini dijadikan tempat mesum, nyabu, buang hajat," jelas Dedi.

Sebagai bentuk kekesalan pedagang, kita menganggap lokasi Pasar Sukaramai layak disebut sebagai Museum Pasar. "Saya harap Walikota Medan bertanggung jawab atas penderitaan para pedagang," tegasnya.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat para pedagang memasang spanduk sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kinerja Pemko Medan yang menyengsarakan pedagang.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp, Sekda Pemko Medan, Wirya tidak membalas konfirmasi wartawan. (Jh)
Share Berita

BELAWAN, POC- Jadikan Ramadhan sebagai sarana peningkatan amal ibadah, sedekah serta silaturahmi hingga nantinya di hari yang fitri kita benar-benar menjadi manusia yang bersih dan suci.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan serta staf dan bhayangkari Polres Belawan menyita perhatian pengendara saat membagikan takjil yang melintasi.

Pembagian dilakukan di simpang tiga Pos Kota Belawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (21/5/2019).

Dengan adanya aksi bagi-bagi takjil tersebut, pengendara bisa lebih mengingat estimasi rencana perjalanan selama bulan puasa ini.

"Diharapkan dengan adanya pembagian takjil, pengendara yang tidak sempat membawa persiapan berbuka puasa tetap bisa menunaikan ibadah dengan tenang dan tepat waktu," harap Kapolres.

Sambungnya, “Alhamdulillah melihat senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat yang menerima takjil dari kita, memperlihatkan bahwa kegiatan kita ini dapat diterima oleh masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat yang ada di lokasi pembagian takjil untuk bersama ciptakan situasi agar selalu kondusif, hormati sesama pengguna jalan " tandas Ikhwan. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN - Beredarnya surat pengosongan kios oleh Badan Pengawas Perusahaan Daerah Pemko Medan terhadap 75 pemilik kios di lantai 3 pusat pasar sangat meresahkan para pedagang. Tak terima, pedagang berencana akan mem-PTUN kan BPDP Kota Medan dan PD Pasar, Senin (21/5/2019).

Hal tersebut disampaikan Humas APPSINDO Kota Medan, Dedi Harvey Sahari yang mewakili 75 pedagang lantai 3 Pusat Pasar usai menghadiri pemanggilan inspektorat Pemko Medan.

"Kami dari APPSINDO atas kuasa yang diberikan pedagang akan melakukan Langkah - langkah hukum akan mem-PTUN kan Badan Pengawas dan PD Pasar. Biar jelas ini permasalahannya bang, apakah kami bersalah setelah menyumbang PAD. Seharusnya Pemko Medan berterima kasih, aset bertambah, pendapatan pun bertambah," ujar Humas APPSINDO Kota Medan, Dedi Harvey Sahari kepada wartawan.

Dedi menjelaskan, bahwa surat edaran pengosongan kios ini bermula saat para pedagang  membuat permohonan ke Dinas PD Pasar untuk membangun kios tambahan dilantai 3 yang selama ini tidak ada aktifitas jual beli dikarenakan kondisi yang sepi, jorok dan kumuh.

"Setelah melalui pemeriksaan oleh PD Pasar, akhirnya disetujui dan turunlah surat pengerjaan ke-75 kios tersebut. Oleh pedagang dibangun dengan nilai Rp 45 Juta/kios. Itu belum fee untuk PD Pasar sebesar Rp 10 Juta/kios. Jadi Rp 750 Juta yang masuk ke kas pengelola pasar (PD Pasar). Dan setiap bulannya, para pedagang membayar Rp 50 Juta untuk retribusi. Lalu sekarang datang surat dari Badan Pengawas ke-75 kios ini harus dikosongkan. Kita bingung apa mau Badan Pengawas ini, tidak ada yang kita langgar. Kita membangun kios yang sudah disetujui dan melalui proses yang dilakukan oleh PD Pasar," jelasnya.

Lalu, Dedi menambahkan, hingga saat ini, para pedagang masih melakukan perlawanan dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Medan. "Jadi waktu itu, hasil RDP menunda pengosongan. Namun itukan artinya sewaktu-waktu dapat dibongkar. Jadi kita nanti akan melakukan Langkah - langkah hukum," tambahnya.

Saat dipertanyakan pemeriksaan yang dilakukan oleh inspektorat Pemko Medan, Dedi mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut tidak profesional dikarenakan apa yang dipertanyakan tim-tim inspektorat bekerja sesuai arahan badan pengawas bukan melihat fakta yang ada.

"Mereka (tim inspektorat) sudah melakukan kunjungan dan wawancara, mereka sudah tahu tidak ada yang terganggu dilantai 3 Pusat Pasar itu, tapi mengapa pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan itu sifatnya menjebak dan mencari-cari kesalahan PD Pasar dan para pedagang. Ini yang saya sesalkan," bebernya.

Dedi mewakili ke-75 pedagang lantai 3 Pusat Pasar berharap Walikota Medan, Zulmi Eldin selaku pengambil kebijakan untuk bijak memutuskan permasalahan ini.

"Kita juga sudah sampaikan permintaan ini kepada Walikota Medan agar kios-kios tersebit tidak dibongkar," harapnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, Ketika dikonfirmasi, Ketua Badan Pengawas Perusahaan Daerah Pemko Medan, Wirya yang menjabat sebagai Sekda Pemko Medan tidak membalas konfirmasi wartawan. (Reza)
Share Berita

BELAWAN, POC- PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan Utara berharap bulan Ramadhan menjadi momentum untuk bersyukur. Oleh karena itu  mengajak masyarakat dan kaum dhuafa buka puasa bersama, Senin (20/5/2019).

Bertempat dihalaman kantor ULP belawan, sebanyak 150 orang yang hadir pada acara bertajuk "Bersama Sambut Bulan Penuh Kebaikan dan Optimisme'.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Rendi Ananda Lubis dan pembacaan saritilawah oleh Ika Ermasytah.

Maneger UP3 Medan Utara Rijal Azhari mengatakan dalam kata sambutannya, sebelumnya saya berterimakasih kepada para undangan yang hadir pada hari ini, sekaligus pada kesempatan ini juga kami memberikan berupa sembako dan uang santunan kepada kaum dhuafa," ucap Maneger UP3 Medan Utara.

Sambungnya, kami sampaikan juga bahwa dana bantuan untuk kaum dhuafa sebesar 67,5 juta rupiah,  disalurkan untuk 150 paket seluruh kaum dhuafa dan dana santunan secara menyeluruh di sumatera utara, sampai ke nias juga," kata Rijal Azhari didhadapan wartawan.

Lebih lanjut dikatakan, kami juga mohon maaf pada bulan ramadhan ini ketidaknyamanan atas padamnya listrik. Kami akan semaksimal mungkin untuk menjaga kenyamanan pelanggan PLN," tandasnya.

Terpisah, Menejer PLN ULP Belawan, pak Topan mengatakan, "dengan bersyukur membuat hati selalu peka akan nikmat Allah, mengikat rejeki yang diberikan kepada kita untuk terus ditambah oleh-Nya. “Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk menjadi pandai bersyukur," ujarnya.

Acara tersebut diisi dengan tausyah Ustadz Marwan Jamal yang menyampaikan ceramah Ramadhan dan menuntun Do'a.

Dan dilanjutkan buka bersama, sholat maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Dari pantauan awak media, turut hadir dalam acara tersebut, Menejer PLN UP3 Medan utara Rijal Azhari, Menejer PLN ULP Belawan Topan, perwakilan Polres Belawan, perwakilan Koramil Belawan dan stake holder di wilayah kerja UP3 Medan Utara, Ustadz Marwan Jamal, para kaum dhuafa. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahyamadi bersama rombongan Forkopimda Sumut dan tokoh masyarakat mengadakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan  (TMP) Jalan SM Raja Medan, Senin (20/5/2019), dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 tahun 2019.

Gubernur mengatakan, negara yang besar adalah negara yang menghargai para pahlawannya. Untuk itu dalam waktu dekat Taman Makam Pahlawan akan dipugar dan direnovasi sedemikian rupa, untuk menghormati para pahlawan.

“Akan kita pugar dan renovasi. Ini untuk anak cucu kita. Bukan untuk bermewah-mewah di dalam kuburan. Anak cucu kita agar tahu bahwa inilah tempat para pahlawan yang ikut serta memerdekakan Republik Indonesia,” kata Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi juga mengajak generasi muda untuk terus mengenang dan mendoakan para pahlawan yang terlah berjasa bagi bangsa dan negara ini. “Semoga Allah memberikan rahmat dan menempatkan di sisi-Nya,” ujarnya.

Ketua LVRI Cabang Medan Deli Tukiyono mengharapkan dengan peringatan Harkitnas tahun ini, para generasi muda dapat meneruskan perjuangan para pejuang terdahulu. “Mudah-mudahan generasi muda bisa meneruskan apa yang dicita-citakan para leluhur,” ujarnya.

Turut serta dalam ziarah tersebut Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Wakapolda Sumut Mardiaz Kusin Dwihananto, Kasdam I/BB Hassanudin, Wakil Kepala Kejati Sumut Yudhi Sutoto, Pangkosekhanudnas III Medan Djohn Amarul, Danlantamal I Belawan Ali Triswanto, Kepala BNN Sumut Atrial, Danlanud Soewondo Dirk Poltje Lengkey, Wakil Walikota Akhyar Nasution, OPD Pemprov Sumut dan Pemko Medan,  jajaran TNI/Polri.

Ziarah diawali dengan upacara penghormatan dan dilanjutkan dengan penaburan bunga ke makam para pahlawan yang dipimpin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Dimulai dari makam A Rachman Ishaq yang merupakan orang tua dari Gubernur Edy Rahmayadi dilanjutkan ke makam mantan Gubernur Sumut Marahalim Harahap, Rajal Inal Siregar dan para pahlawan lainnya. (mar)
Share Berita

Wakil Walikota Medan menghadiri upacara Harkitnas.
MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 Tahun 2019 di Lapangan Benteng Medan, Senin (20/5) pagi. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan yang mengusung tema, ‘’Bangkit Untuk Bersatu, Menuju Sumut Yang Maju, Aman dan Bermartabat’’ tersebut.
Dalam upacara yang dihadiri Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Derah (Forkopimda) Sumut dan Kota Medan, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  Sumut dan Kota Medan serta  sejumlah organisasi kepemudaan (OKP), Gubsu mengajak agar seluruh elemen masyarakat dapat lebih menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam diri masing-masing.
‘’Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 111 ini hendaknya kita maknai dengan lebih mendalam. Artinya, semangat persatuan dan kesatuan harus lebih kita tingkatkan. Selain itu,  rasa nasionalisme dan patriotisme harus kita gelorakan dalam berbangsa dan bernegara. Hal tersebut semata demi keutuhan NKRI yang kita cintai ini, ‘’ kata Gubsu.
Selain itu Gubsu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta membantu dan menjalankan tupoksinya masing-masing sehingga Pemilu 2019 di Sumut, termasuk Kota Medan berjalan dengan lancar dan damai. Oleh karenanya, Gubsu berharap kekondusifan Sumut dapat terus terjaga demi kepentingan bersama.
'’Pesta demokrasi lalu telah cukup menguras tenaga dan pikiran kita. Kini, saatnya kita mengakhiri segala perbedaan yang ada. Jangan sampai perbedaan justru memecah belah kita. Indonesia harus menjadi negara yang besar dan tugas kita bersama adalah menjaganya agar suasana senantiasa kondusif dan harmonis, khususnya di Sumut,’’ ajaknya.
Sementara itu usai upacara, Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengatakan, momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional diharapkan dapat menjadikan seluruh warga Kota Medan lebih bersemangat dalam menunjukkan kecintaannya terhadap Kota Medan sesuai dengan perannya masing-masing.
‘’Peringatan ini kiranya semakin meningkatkan semangat kita dalam berkontribusi untuk memberikan sekaligus melakukan yang terbaik bagi Kota Medan. Terlebih bagi para ASN yang bertugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, agar lebih meningkatkan kinerja demi memberikan mutu dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,’’ harapnya.
Usai menghadiri upacara Hari Kebangkitan Nasional, Wakil Wali Kota selanjutnya bersama Gubsu beserta seluruh unsur Forkopimda Sumut dan Kota Medan bergerak menuju Taman Makam Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja Medan untuk melaksanakan ziarah.(mar)
Share Berita

Walikota Medan safari ramadhan di Masjid Al Amin.
MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH kembali melaksanakan Safari Subuh, Senin (20/5/2019). Didampingi Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM beserta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan, Wali Kota sahur bersama dan Shalat Subuh berjamaah dengan warga di Masjid Al Amin Jalan Rumah Potong hewan (RPH) Lingkungan II, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Selain meningkatkan tali silaturahmi dan membangun kebersamaan dengan warga. Di samping itu Safari Subuh juga menjadi wadah bagi Pemko Medan untuk mendiskusikan masalah-masalah kebutuhan pembangunan, baik itu menyangkut bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun pelayanan lainnya dengan masyarakat maupun pemuka agama.

Itu sebabnya dalam Safari Subuh, Wali Kota sengaja membawa sejumlah pimpinan OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Dengan demikian ketika ada keluhan dari masyarakat, kita minta pimpinan OPD langsung menindaklanjutinya. Dengan demikian masyakarat dapat merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka,” kata Wali Kota.

Di hadapan ratusan warga dan jemaah yang mengahdiri Safari Subuh, Wali Kota selanjutnya memaparkan pembangunan apa saja yang telah dilakukan Pemko Medan, termasuk program pembangunan yang akan dilakukan ke depannya. Agar seluruh program, pembangunan dapat terwujud, Wali Kota pun sangat mengharapkan dukungan penuh seluruh lapisan  masyarakat.

Oleh karenanya melalui Safari Subuh ini, Wali Kota mengajak seluruh warga, terkhusus masyarakat Kecamatan Medan Deli untuk terus memperkuat komitmen dan meningkatkan partisipasi dalam mendukung pembangunan yang tengah dijalankan Pemko Medan saat ini seperti menjaga kebersihan.

“Selain tidak membuang sampah sembarangan, kita juga sangat mengharapkan agar seluruh masyarakat kiranya dapat mewadahi sampah rumah tangganya masing-masing sehingga tidak berserakan di jalan sebelum diangkat petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan,” harapnya.

Di samping itu Wali Kota pun   mengharapkan agar masyarakat dapat memenuhi kewajiban membayar pajak, sebab  pajak sangat [enting guna mendukung percepatan pembangunan yang dilakukan. Lalu,  menghidupkan kembali siskamling di wilayah tempat tinggal masing-masing serta peduli dan cepat tanggap terhadap sesama tetangga.

“Yang tidak kalah pentingnya lagi, saya dalam kesempatan ini juga sangat mengharapkan dukungan penuh dan peran serta sleuruh masyarakat guna mendukung pemberantasan narkoba hingga ke akar-akarnya,” ungkapnya.

Terakhir sebelum menuntaskan sambutannya, Wali kota tak lupa untuk mengajak seluruh warga Kecamatan Medan agar terus menjaga keamanan dan kekondusifan pasca Pemilu 2019. “Mari kita jaga keamanan dan kekondusifan ini yang diikuti dengan terus memupuk rasa persaudaraan di antara tetangga maupun lingkungan, khususnya jelang tanggal 22 Mei ini,” pesannya.

Selain sahur bersama dan Shalat Subuh berjemaah, Safari Subuh juga diisi dengan tausiah yang disampaikan Al Ustadz H Syamsul Bahri. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim dan pemberian bantuan sebesar Rp.40 juta kepada BKM Masjid  Al Amin oleh Wali Kota disaksikan Wakil Wali Kota dan Sekda. Wali Kota berharap bantuan yang diberikan itu dapat membantu percepatan penyelesaian pembangunan Masjid Al Amin yang saat ini  dalam tahap pembangunan. (mar)
Share Berita

Pimpinan DPRD Medan dan Walikota bersama masyarakat berbuka puasa bersama.
MEDAN, POC - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan melaksanakan buka puasa bersama yang dihadiri pimpinan dewan, Walikota dan jajarannya, segenap pegawai dan staf di lingkungan DPRD Medan, serta berbagai elemen masyarakat dan wartawan, Senin (20/5/2019).
Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli menyebutkan, pentingnya rasa toleransi dalam sesama umat beragama. Sebab, masyarakat Kota Medan memiliki ciri khas menjaga tolerasi antar umat beragama.

“Jadikan buka puasa bersama ini menjadi ajang silaturahmi. Semoga momentum Ramadan tahun ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga kerukunan antar umat beragama di Kota Medan," ujar Iswanda Ramli di hadapan, Walikota Medan T Dzulmi Eldin dan juga perwakilan OKP, Parpol, wartawan dan masyarakat.

Sementara itu, T Dzulmi Eldin dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan berbuka puasa yang mengutamakan silaturahmi bersama dengan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan itu diakhiri oleh tausyiah dan ceramah singkat oleh Ustadz H Akhyar Nasution yang menyebutkan pentingnya menjaga metabolisme tubuh saat menjalankan ibadah puasa. (mar)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.