BELAWAN, POC - Sebanyak 20 ribu barang kosmetik dan obat suplemen dari luar negeri yang merupakan Barang Milik Negara (BMN) dikirim melalui kantor pos disita dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pemusnahan tersebut dilakukan oleh Kantor pengawasan dan pelayanan Bea Cukai tipe madya pabean B medan di Jalan Karo Belawan, Selasa  (30/4/2019).

Menurut Eka Mustika Galih selaku Kasi P2 BC Sumut didampingi Edy Saputra Kepala Penindakan penyidikan Kantor Pelayanan BC Medan memaparkan bahwa Barang Milik Negara ini merupakan barang yang di larang atau di batasi oleh kementrian/Lembaga terkait barang yang tidak diselesaikan oleh pemilik dalam jangka waktu tertentu.

Pemasukan barang dibatasi ke wilayah Indonesia wajib disertai dengan dokumen yang di persyaratkan oleh kementrian/Intansi terkait.

Atas pemasukan barang yang dibatasi, Bea Cukai Medan telah menerbitkan Nota Perminta Data (NPD) kepada pemilik barang agar melengkapi dokumen yang di persyaratkan.

Barang yang tidak diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari maka akan ditetapkan sebagai milik negara.

Ketentuan ini tertulis dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.04/2011 tentang Penyelesain terhadap Barang yang di tanyakan Tidak Dikuasai, barang yang Dikuasai negara, dan Barang yang Menjadi Milik Negara.

Berdasarkan surat Persetujuan Permusnahan Mentri Keuangan Republik Indonesia Nomor S- 147/MK.6.WKN.02/KNL.01/2018 tanggal 3 Desember 2018, barang yang dimusnakan antara lain.

Kosmetik sebanyak 5671, Obat sebanyak 11895, Pakaian, makanan, alat kesehatan, Aksesoris sebanyak 2914.

Total barang sebanyak 20484 dan jumlah nilai barang yang dimusnakan sebesar Rp.75.038.013,00 ( tujuh puluh lima juta tiga puluh delapan ribu seratus tiga puluh rupiah).

Kerugian yang ditimbulkan merupakan kerugian materil dari barang berupa obat dan kosmetik yang berbahaya bagi masyarakat dikarenakan belum terpuji dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC – Untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan menjelang Ramadan, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengimbau agar tidak ada pihak yang melakukan kecurangan dengan menahan stok komoditi, sehingga mempengaruhi satbilitas harga di pasaran.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi usai memimpin Rapat Kesediaan Pangan Menjelang Ramadan Bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Satuan Tugas (Satgas), di ruang Rapat Tengku Erry lantai 10, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (30/4/2019).  “Kepada Satgas Pangan ini saya minta diawasi, kalau memang ada kecurangan di pasar harus kita tindak lanjut,” ujar Gubernur.

Dalam rapat, Gubernur juga menyampaikan, persediaan stok pangan aman menjelang bulan Ramadan. Sehingga diharapkan harganya tetap terkendali menjelang Ramadan hingga Lebaran. “Jelang Ramadan mudah-mudahan stok kita aman. Hanya mungkin ada kenaikan harga untuk beberapa komoditi karena masalah distribusi seperti di Nias. Di Nias itu, saat ini gelombang laut antara Sibolga dan Nias sedang tinggi, jadi ada kesulitan untuk mendistribusikan barang, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga,” jelasnya.

Di Medan, kata Gubernur, juga ada beberapa kenaikan harga untuk cabai, kedelai, bawang merah, dan bawang putih. “Meski stok kita masih aman untuk Ramadan, tetapi perlu kita buat rencana jangka panjang. Sehingga nantinya harga di pasar juga tetap stabil,” katanya.

Menurut Edy Rahmayadi yang juga didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina, salah satu langkah yang akan dilakukan untuk menjamin ketersediaan pangan dan harga yang stabil yakni akan dilakukan kajian komprehensif dan mapping yang jelas untuk memudahkan proses distribusi bahan pangan antar daerah, yang menjadi pemasok dan daerah lain yang membutuhkan.

“Infrastruktur menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi proses distribusi pangan kita antar kabupaten dan kota di Sumut. Untuk Nias, solusinya itu adalah mandiri. Kita upayakan nanti untuk majukan pertanian di sana, sehingga produksi mereka bisa memenuhi kebutuhan di sana. Jadi kalau gelombang laut naik, tidak mempengaruhi lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan bahwa daerah kabupaten/kota yang paling banyak mempengaruhi inflasi di Sumut adalah Medan, Padangsidimpuan, Siantar dan Sibolga. “Memang tentu kita berharap ada kestabilan harga di semua daerah, tetapi mungkin sebagai kajian ke empat daerah ini perlu menjadi prioritas,” katanya.

Wiwiek setuju bahwa Sumut sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan produksi provinsi, hanya saja distribusi saja yang belum merata. “Untuk itu, jangka panjang perlu kita buat kajian yang memetakan daerah-daerah mana yang kelebihan komoditas dan daerah mana yang paling kekurangan, kemudian bagaimana dan siapa yang distribusikan,” paparnya.*

Turut hadir dalam rapat tersebut, OPD Pemprov Sumut, mewakili Pemko Medan, Bank Sumut, dan Dirreskrimsus Polda Sumut. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Dilandasi semangat perjuangan mengangkat harkat dan martabat perempuan yang dilakukan Raden Ajeng Kartini, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani mengajak seluruh kaum wanita milenial di Kota Medan untuk terus melanjutkan semangat perjuangan tersebut. Salah satunya dapat diwujudkan dengan  menciptakan generasi emas yang tangguh dan berakhlakul karimah dalam keluarga.
Menurut Hj Rita, perjuangan RA Kartini telah membawa dampak yang sangat luar biasa. Saat ini paparnya, banyak kaum wanita berada di posisi kepemimpinan bukan hal yang tabu lagi, namun adat ketimuran bangsa  masih tetap di junjung tinggi. Oleh karena itu, sebagai kaum wanita hendaknya tetap menjaga kodrat sebagai istri dan seorang ibu, sekalipun wanita karier yang berkarya dan berprofesi di bidang apapun.
“Tugas utama sebagai pendamping suami dan ibu dari anak-anak kita, merupakan tugas yang jauh lebih berat jika dibandingkan dengan profesi apapun. Karena dimulai dari keluarga akan lahir generasi-generasi penerus harapan bangsa’, kata Hj Rita Maharani ketika menghadiri Perayaan Hari Kartini yang digelar Pemko Medan di Gedung Dharmawanita Medan, Jalan Sri Rotan, Selasa (30/4/2019).
Atas dasar itulah melalui momentum peringatan Hari Kartini, Hj Rita mengajak Kartini- Kartini di masa kini untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik  sebagai pendamping suami, sebagai ibu dari anak-anak tercinta maupun sebagai  wanita karier di bidang profesinya masing-masing.
“Dengan semangat Kartini, mari kita jalin persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membedakan agama, suku dan ras karena perbedaan itu justru akan memberikan warna dalam kehidupan yang kita jalani. Setidaknya momentum ini dapat membuat rasa nasionalisme kita semakin tumbuh, untuk menyegarkan semangat kita maupun  meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam membangun masyarakat yang berdaya dan sejahtera” ajaknya.

Kemudian Hj Rita berharap  agar peringatan Hari Kartini tidak sekedar mengenakan busana nasional maupun kegiatan yang bersifat sementara, tetapi merupakan sesuatu yang bersifat perjuangan  karena itu lebih berguna bagi diri pribadi, keluarga, orang lain bahkan untuk negara.

“Hari Hartini kita peringati sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum wanita, simbol persamaan gender dan emansipasi wanita. Saat ini tidak sedikit kaum wanita yang mampu mencitrakan diri sebagai sosok wanita yang dicita-citakan Kartini, wanita yang cerdas, berprestasi, berdedikasi bagi keluarganya dan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi wanita lainnya,” paparnya.
            
Peringatan Hari Kartini yang dimeriahkan dengan berbagai perlombaan seperti lomba menyanyi Lagu Ahoi, lomba berbalas pantun serta lomba menari Ahoi turut dihadiri Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Sekda Kota Medan Ir Wirya Alrahman MM. Dalam sambutannya, Sekda berharap  agar perayaan Hari Kartini dapat dijadikan sebagai motivasi untuk melakukan gerakan - gerakan pembaharuan dalam mendukung program -program pembangunan Kota Medan, khususnya dalam upaya mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat.
            
“Melalui peringatan Hari Kartini ini, mari jadikan sebagai motivasi dalam melakukan gerakan pembaharauan dalam mendukung program pembangunan di Kota Medan, terutama dalam mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat,” imbau Sekda.
            
Selanjutnya Sekda mengatakan, ibu-ibu TP PKK Kota Medan merupakan Kartini masa kini, sebab peran mereka sangat besar dalam mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat selama ini. Apalagi seiring perkembangan zaman, wanita saat ini semakin berkembang dan banyak berpartisipasi di berbagai bidang kehidupan, baik bidang sosial, ekonomi maupun politik..
            
Untuk itu atas nama Pemko Medan, Sekda mengucapkan selamat Hari Kartini bagi seluruh kaum wanita di Kota Medan. Kemudian Sekda mengajak untuk terus melanjutkan perjuangan Kartini dan menghayati serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Kartini ditutup dengan pengumuman pemenang sejumlah perlombaan dan penyerahan hadiah oleh Sekda dan Ketua TP PKK. Untuk lomba berbasal pantun, juara pertama diraih Kecamatan Medan  Deli, juara 2 diraih Kecamatan Medan Barat dan  juara 3 diraih Kecamatan Medan Tembung.

Selanjutnya untuk lomba menyanyi Lagu Ahoi, Kecamatan Medan Marelan keluar sebagai juara pertama, Kecamatan Medan Selayang juara kjedua dan Kecamatan Medan Deli sebagai juara ketiga. Kemudian untuk lomba Tarian Ahoi, juara pertama diraih Kecamatan Medan Barat, juara 2 ditempati Kecamatan Medan Sunggal dan Juara 3 diraih Kecamatan Medan Tembung. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Pasca peninjauan harga yang dilakukan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH bersama unsur Forkopimda Kota Medan di Pasar Tradisionil Sei Sikambing dan Pasar Modern Brastagi Supermarket,  Pemko Medan melalui Dinas Ketahanan Pangan menurunkan Tim Monitoring Satgas Ketahanan Pangan, Selasa (30/4/2019). Selain sejumlah pasar tradisionil, distributor  bahan kebutuhan pokok juga menjadi fokus pengawasan sekaligus pemantauan tim monitoring.

Langkah ini dilakukan dalam rangka untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1440 H. Jika pun terjadi kenaikan harga, Pemko Medan segera melakukan langkah-langkah antisipatif bersama instansi terkait seperti menggelar operasi pasar sehingga kenaikan harga dapat diatasi.

Dalam melakukan pengawasan baik itu harga bahan kebutuhan pokok maupun ketersediaannya di pasaran, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) membentuk tim monitoring menjadi dua tim. Tim pertama bertugas melakukan pemantauan harga di Pusat Pasar dan distributor  pengadaan beras, sedangkan tim kedua melakukan pemantauan harga di Pasar Tradisionil Kemiri dan Halat.

Tim pertama dipimpin langsung Kadis Ketapang Emilia Lubis melibatkan unsur Kajari Medan, Polrestabes Medan, Bulog, Dandim 0201/BS, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Perhubungan, PD Pasar, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), serta Dinas Pertanian dan Perikanan.

Distributor beras di Jalan Sibayak menjadi lokasi pertama yang disambangi tim pertama, salah satunya UD Harapan Baru. Dari pengakuan Johan (40), pengusana UD Harapan Baru,  ketersediaan stok beras aman dan cukup hingga 3 bulan ke depan. “Sejauh ini harga beras relatif stabil,” kata Johan kepada tim monitoring.
            
Setelah memastikan ketersediaan beras aman, tim monitoring selanjutnya bergerak menuju Pusat Pasar. Dari hasil pengecekan yang dilakukan, harga  minyak goreng curah masih stabil dan tetap bertahan Rp.10.000/liter. Begitu juga dengan harga daging sapi, masih tetap Rp.110.000/kg.

Kenaikan terjadi untuk gula pasir, sekarang harga jual Rp.12.000/kg, sebelumnya hanya Rp.11.000/kg. Kemudian ayam potong, kenaikan mencapai Rp.5.000, sebelumnya harganya hanya Rp.26.000/kg tapi kini naik menjadi Rp.31.000/kg. Kenaikan yang cukup tinggi adalah cabai merah, sebelumnya Rp.30.000/kg tapi sekarang menjadi Rp.40.000/kg. Diikuti  bawang merah, semula Rp.35.000/kg, kini Rp.45.000/kg. Menyusul bawang putih, kini harganya mencapai Rp.42.000/kg, sebelumnya Rp.32.000/kg.

Menyikapi terjadinya kenaikan harga terhadap sejumlah komiditi tersebut, Kadis Ketapang Emilia Lubis mengatakan, Pemko Medan bersama instansi terkait saat ini tengah melakukan operasi pasar guna menekan terjadinya kenaikan harga. Di samping itu juga distribusi diperlancar sehingga ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga.
            
‘’Alhamdulillah, lewat peninjauan yang kita lakukan hari ini, semua ketersediaan bahan pokok sejauh ini masih relatif aman dan tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan. Hanya saja, untuk bawang merah, bawang putih serta cabai merah memang mengalami kenaikan harga. Tapi kita harapkan ini hanya berlangsung sebentar mengingat banyaknya permintaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menyambut awal Ramadhan,’’ kata Emilia.
           
Di samping itu di sela-sela peninjauan, Emilia juga mengingatkan sekaligus mengimbau kepada para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang, terutama bahan kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi dan kebutuhan masyarakat sehari-hari. “Jangan manfaatkan momen datangnya bulan puasa ini untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Untuk itu jika menemukan ada piihak yang melakukan penimbunan, kita bersama pihak berwajib segera melakukan tindakan tegas,” tegasnya.
            
Di waktu bersamaan, tim kedua juga melakukan pengecekan dan pemantauan harga di Pasar Tradisionil Kemiri Simpang Limun dan Pasar Halat dipimpin Sekretaris Dinas Ketapang Kota Medan Retno Indriani. Di Pasar Kemiri dan Pasar Halat, kenaikan terjadi untuk komiditi cabai merah dari Rp.40.000/kg kini menjadi Rp.50.00/kg. Kemudin tomat dari Rp.10.000/kg menjadi 14.000/kg, cabai rawit dari Rp.30.000 menjadi Rp.40.000/kg, bawang merah dari Rp.30.000/kg kini Rp.40.000/kg, serta bawang puting dari Rp.30.000/kg menjadi Rp.60.000/kg. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi sangat mengapresiasi digelarnya Kenduri Pariwisata di halaman Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan Jalan Prof HM Yamin Medan, Senin (29/4/2019) malam. Sebab, kegiatan dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan sinergitas antara Pemko Medan dengan berbagai asosiasi serta pelaku industri pariwisata yang ada di Kota Medan.
Dengan  terjalinnya hubungan baik dan sinergitas dengan para pelaku industri pariwisata, Wakil Wali Kota optimis dapat meningkatkan kualitas pariwisata, sehingga menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara tertarik untuk datangi mengunjungi Kota Medan.
Di hadapan para pelaku industri pariwisata, Wakil Wali Kota selanjutnya berharap agar mereka dapat menjadi jembatan penyampai bagi para wisatawan untuk memperkenalkan ciri khas yang menjadi identitas Kota Medan, baik itu wisata sejarah maupun kulinernya melalui dialek khas Kota Medan.
Diungkapkan Akhyar, Kota Medan selama ini dikenal dengan dialeknya yang khas. Hal itu tentunya dapat menjadi nilai jual bagi sekaligus menunjukkan bahwa ibukota Provinsi Sumatera Utara ini memiliki perbedaan dari kota-kota lainnya yang ada di Indonesia.
“Untuk itu, saya berharap agar para pelaku industri pariwisata dapat menggunakan dialek khas Kota Medan ketika menjamu para tamu, termasuk memperkenalkan seluruh destinasi wisata yang ada di kota yang kita cintai ini. Misalnya, jangan mengucapkan kata 'enak banget', itu bukan identitas kita. Kota Medan itu kenal dengan istilah 'enak kali' atau 'mantab kali'," kata Wakil Wali Kota.
Selain itu, bagi pelaku usaha di bidang jasa perhotelan, Wakil Wali Kota mengimbau agar menyajikan hidangan yang menjadi ciri khas Kota Medan. Sebab, lewat makanan juga bisa menjadi cara untuk memperkenalkan Kota Medan kepada para tamu yang menginap di hotel tersebut. Karenanya, Akhyar berharap agar saran tersebut dapat disikapi untuk kemudian direalisasikan.
"Memperkenalkan Kota Medan ini butuh dukungan dari semua pihak, termasuk para pengusaha hotel yang menerima kedatangan para tamu baik dari dalam dalam maupun luar negeri. Lewat makanan yang disajikan, para tamu akan lebih mengenal seluk beluk Kota Medan hingga membuat mereka berkeinginan untuk kembali lagi mengunjungi Kota Medan," harapnya.
Di samping itu tambah Wakil Wali Kota lagi, para pelaku industri pariwisata juga harus terus berinovasi dan berkreasi sebagai upaya menarik minat para wisatawan datang mengunjungi Kota Medan. "Ingat, kita punya banyak keunggulan yang bisa dijadikan magnet untuk menarik para wisatawan. Sekarang tinggal bagaimana kita mengemas dan mengelolanya menjadi sesuatu yang menarik perhatian bagi para wisatawan. Jadi, mari kita jaga keaslian dan ciri khas yang dimiliki Kota Medan karena itu lah  nilai jual kita," pesannya.
Kenduri Pariwisata berlangsung meriah dan penuh kekaraban. Acara diawali dengan makan malam bersama. Seluruh yang hadir menikmati hidangan makan malam dengan saling duduk bersila beralasakan karpet. Menurut Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono, duduk bersila itu sengaja dilakukan sebagai upaya untuk melanjutkan sekaligus mengenalkan kebiasaan yang menjadi warisan budaya.
‘’Kenduri dan duduk bersila ini merupakan upaya kita untuk kembali mengingatkan dan membiasakan diri menggunakan dan menjaga tradisi budaya kita, khususnya bagi para generasi muda. Sebab, mereka nantinya akan menjadi penghubung dan penyampai warisan budaya bagi generasi selanjutnya,’’ jelas Agus.
Kenduri Pariwisata berlangsung mulai pukul 20.00 WIB, selain makan malam bersama, acara juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran serta tausyiah yang disampaikan Ustad Bambang Irawan. Kenduri Pariwisata digelar Dinas Pariwisata sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1430 H.(mar)
Share Berita

MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan semua pihak mendukung dan berpartisipasi dalam upaya optimalisasi pengumpulan zakat. Khususnya Perguruan Tinggi (PT) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di daerah ini.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat menghadiri acara Sosialisasi Optimalisasi Pengumpulan Zakat Melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di Perguruan Tinggi dan BUMD Provinsi Sumut, Selasa (30/4/2019) di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.

Menurut Gubernur, Perguruan Tinggi dan BUMD dapat menggerakkan dan membangkitkan zakat di lingkungannya masing-masing. "Sehingga kegunaannya lebih dapat dirasakan masyarakat dan mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat," ujar Gubernur.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumut Armansyah Nasution mengatakan, untuk melaksanakan amanah peraturan perundang-undangan, diharapkan Perguruan Tinggi  menentukan nama pengurus atas dasar kesepakatan semua pihak untuk bersedia membentuk pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

"Diharapkan setelah selesai Ramadan sudah terbentuk dan sudah aktif, maka diharapkan setiap Perguruan Tinggi bisa menghimpun dana yang bisa digunakan bagi mahasiwa yang membutuhkannya," ungkap Armansyah.

Armansyah menyampaikan, sosialisasi optimalisasi zakat melalui UPZ Perguruan Tinggi dan BUMD ini diadakan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Baznas Nomor 2 tahun 2016 dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011.

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Dian Armanto menyambut baik upaya optimalisasi pengumpulan zakat melalui UPZ. Bahkan, menurutnya, seluruh Perguruan Tinggi Swasta siap untuk mengikutsertakan dosen dan pegawainya dalam pengumpulan zakat.

“Nanti, akan ada tim pengumpul zakat di Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara. "Sehingga ke depan akan membantu mahasiswa untuk berkuliah di Perguruan Tinggi masing-masing melalui zakat yang dikumpulkan dari dosen dan pegawai," ujar Armanto.

Dikatakan Armanto, dari jumlah keseluruhan Perguruan Tinggi di Sumatera Utara sekitar 269 Perguruan Tinggi Swasta ditargetkan 60 persen akan memiliki badan zakat yang bisa membantu. “Dan Sumut memiliki sekitar 10 ribu orang dosen yang sekitar 70 persennya beragama Islam, akan dikumpulkan zakatnya di masing-masing Perguruan Tinggi. Sehingga berharap ke depan mahasiswa dapat difasilitasi di perguruan tingginya masing-masing," sebutnya

Kegiatan tersebut turut dihadiri dari perwakilan Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara, perwakilan dari BUMD, para pengurus Baznas Provinsi Sumut  dan undangan lainnya.(mar)
Share Berita

BELAWAN, POC - Dalam rangka Ops Keselamatan Toba 2019 yang dilaksanakan dari tanggal 29 April 2019 sampai dengan 12 Mei 2019, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP MH Sitorus, SH  memberikan himbauan.

Himbauan itu disampaikan kepada para pengguna jalan atau masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas saat mengendarai kendaraan.

"masyarakat untuk melengkapi surat-surat kendaraan serta mematuhi peraturan lalu lintas,
baik pengendara sepeda motor dan mobil harus membawa SIM dan STNK kendaraannya," tegas AKP MH Sitorus saat ditemui diprogram Talk Show di Radio 96,3 Medan FM, Selasa (30/4/2019).

Sambungnya, keselamatan dalam berkendara bukan tergantung orang lain, melainkan dari diri kita sendiri. Parkir dibadan jalan juga menyebabkan kemacetan lalu lintas dan menyebabkan kecelakaan, demi keselamatan bersama, patuhilah peraturan lalu lintas dijalan raya," ucap Kasat Lantas Polres Belawan.

“Hormati para pengguna jalan dan jangan saling menyalip serta patuhi peraturan berlalu lintas, seperti berhenti di belakang garis lampu merah,” pungkasnya.

Dalam Operasi Keselamatan Toba 2019  ini mengutamakan Preemtif dan Preventif yaitu berupa Binluh dan Dikmas Lantas.

AKP MH Sitorus mengungkapkan, untuk sepeda motor diwajibkan sebelum berkendara harus mengenakan helm dan kaca spion. Sedangkan untuk pengendara mobil harus gunakan safety belt (sabuk pengaman) sebelum berkendara.

Adapun target dalam Operasi Keselamatan Tahun ini yaitu, Pengguna Jalan yang menggunakan HP, Melawan Arus/arah jalan, Anak dibawah umur yang mengendarai kenderaan, Mengendarai kenderaan berbonceng 3 (tiga), Mengendarai kenderaan sepeda motor dan betor yang tidak menggunakan Helm dan Serta pelanggaran lalu lintas lainnya. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Pemko Medan menggelar pasar murah di 151 titik di Kota Medan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. 

Pembukaan pasar murah dipusatkan di halaman Kampus  Perguruan Tinggi Kimia Industri (PTKI) Jalan Menteng Medan, Selasa (30/4/2019). Dibuka langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi, pasar murah menyediakan sejumlah  bahan kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi Pemko Medan melalui Dinas Perdagangan Kota Medan sebesar 20-30 persen.

Selain membantu warga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa hingga lebaran, Wali Kota pun berharap kehadiran pasar murah juga dapat menjdi salah satu upaya dalam menanggulangi inflasi. Pasalnya, setiap kali  jelang hari besar keagamaan tiba, salah satunya bulan puasa, harga bahan kebutuhan pokok cenderung merangkak naik.

Oleh karenanya Wali Kota mengajak masyarakat, terutama warga kurang mampu agar dapat memanfaatkan kehadiran pasar murah dengan sebaik-baiknya. “Selain harganya relatif jauh lebih murah, seluruh bahan pokok yang dijual pun berkualitas dan layak konsumsi. Dengan kehadiran pasar murah ini, warga kurang mampu dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Dengan demikian mereka dapat lebih tenang dan khusuk dalam menjalani ibadah puasa,” kata Wali Kota.

Agar pasar murah tepat sasaran sehingga keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh warga kurang mampu, Wali Kota selanjutnya menginstruksikan kepada seluruh camat, lurah dan seluruh panitia yang terlibat supaya berperan aktif untuk mengawasi dan mensukseskan pelaksanaan pasar  murah tersebut.

“Ingat, tujuan pelaksanaan pasar murah  untuk membantu meringankan beban warga kurang mampu dalam menyambut puasa dan lebaran. Di smaping itu yang lebih penting lagi, pastikan seluruh bahan kebutuhan pokok yang dijual di 151 titik di Kota Medan berkualitas dan layak konsumsi!” tegasnya.

Di hadapan Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli SE, Dandim 0201/BS Kol Inf Yuda Rismansyah, Danyon Marinir  Letkol Mar James Munthe serta perwakilan unsur Forkopimda Kota Medan lainnya, Wali Kota  kemudian berpesan kepada Kadis Perdangangan Kota Medan Damikrot  untuk terus melakukan pengawasan dan mengecek ketersediaan bahan kebutuhan pokok.

Pastikan tegas mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan itu, tidak ada distributor nakal yang melakukan penimbunan bahan-bahan kebutuhan pokok sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga karena dapat memberatkan masyarakat, terutama warga kurang mampu.

Pembukaan pasar murah ditandai dengan pemukulan bedug yang dilakukan Wali Kota didampingi unsur Forkopimda Kota Medan. Setelah itu Wali Kota bersama unsur Forkopimda melakukan penurunan harga sehingga seluruh bahan kebutuan pokok yang dijual di 151 titik pasar murah jauh lebih murah, seperti beras IR-64 dijual Rp.8.400/kg, harga pasarannya Rp.11.000/kg. Kemudian gula pasir, dijual Rp,9.300/kg, harga pasarannya Rp.12.000/kg.

Selanjutnya tepung terigu dari harga Rp.8.000/kg diturunkan menjadi Rp. 7.100/kg,  telur dari harga Rp.1.350/butir ditutunkan menjadi Rp.1.005/butir; margarin Simas 200 gram dijual Rp.3.334/sachet, pasarannya Rp.5.500/sachet. Lalu, minyak goreng Sania 1 Ltr dari harga Rp.14.000/ltr dijual menjadi Rp.10.500/ltr, minyak Fortune 1 ltr dari harga Rp.13.500/ltr menjadi Rp.10.000/ltr, minyak Palmanco 1 ltr dari harga Rp.13.000/ltr menjadi Rp.9.500/ltr serta  minyak Madina 1 ltr dari harga Rp.13.000/ltr menjadi Rp.8.984/ltr.

Kemudian sirup Kurnia dari harga Rp.17.800/botol menjadi Rp.16.688/botol, Pohon Pinang Super, dari harga Rp.19.850/botol menjadi Rp. 19.000/botol, Pohon Pinang Fresh Juice dari harga Rp.17.000/botol menjadi Rp.15.000/botol, Pohon Pinang Sirup Lychee dari harga Rp.17.000/botol menjadi Rp.15.000/botol, Pohon Pinang Sirup Melon dari harga Rp. 17.000/botol menjadi Rp.15.000/botol Sb  Pohon Pinang Syukur Rasberry dari harga Rp.16.000/botol menjadi Rp.14.500/botol.

Di samping itu pasar murah juga menjual sirup Sarang Tawon Super Quality dari harga Rp.19.500/botol menjadi Rp. 18.750/botol, Sarang  Tawon Standar Quality dari harga Rp.16.000/botol menjadi Rp.14.500/botol, Sarang Tawon Platinum dari harga Rp. 14.000/botol menjadi Rp.12.834/botol serta Sarang Tawon Raspbery Limknade dari Rp.16.000/botol menjadi Rp.15.000/botol

Sementara itu Kadis Perdagangan Kota Medan Dammikrot dalam laporanya menjelaskan, 151 titik pasar murah ini tersebar di  seluruh kelurahan di Kota Medan. Lokasinya jelas Damikrot,  diprioritaskan di wilayah yang dominan masyarakat berekonomi lemah, mayoritas beragama Islam dan jauh dari pasar medan berlangsung mulai 30 April-29 Mei mendatang.

“Kita akan melakukan pengawasan secara ketat sehingga pasar murah tepat sasaran sehingga warga kurang mampu dapat langsung merasakan manfaatnya,” ungkap Damikrot. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Menjelang bulan ramadan dan hari Raya Idul Fitri, DPRD Medan melalui Komisi C meminta agar Pemerintah Kota Medan memonitoring harga bahan pokok di pasar.

"Apalagi seolah sudah tradisi, harga bahan pokok kerap naik menjelang hari besar keagamaan. Jadi kita minta, Pemko melakukan pengawasan dan memonitoring harga bahan pokok, baik itu di pasar tradisional maupun di supermarket,"ujar Anggota Komisi C DPRD Medan, Jangga Siregar, Selasa (30/4/2019).

Dia menambahkan, pengawasan dilakukan agar 'permainan' distributor maupun pedagang yang melakukan penimbunan barang dapat segera diantisipasi.

"Jangan sampai kenaikan harga ini mengganggu kenyamanan umat muslim melaksanakan ibadah puasa, mereka jadi terbebani dengan tingginya harga bahan pokok,"kata politisi Hanura ini.

Jangga menegaskan, dalam pekan ini sebelum memasuki bulan puasa, Komisi C yang membidangi pasar akan meninjau ke lapangan.
"Mungkin pekan ini kami akan memonitoring ke pasar-pasar yang kuat dugaan melakukan hal-hal seperti itu,"tukasnya.

Menyoal adanya beberapa komoditi bahan pokok yang harganya mulai naik, anggota dewan yang vokal ini kembali mengingatkan agar Pemko Medan melalui dinas terkait segera sidak ke pasar maupun menggelar operasi pasar (op).

"Harga-harga yang naik ini segera ditinjau lagi, jangan dibiarkan. Karena banyak pelaku usaha yang nakal, sengaja melakukan penimbunan barang biar harga mahal. Dinas terkait, terutama PD Pasar dan dinas perdagangan harus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kenakalan pelaku usaha. Kalau perlu diberi sanksi tegas, agar ada efek jera,"tegasnya. (mar)
Share Berita

MEDAN - Masih ingatkah dengan kasus mutasi dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh Bank Danamon wilayah Sumatera Utara kepada Branch Manager Bank Danamon Gunung Sitoli, Eman Dharma Putra Zendrato? Akhirnya kasus tersebut bergulir di meja sidang Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan ditangan penyidik Ditreskrimsus Poldasu. Hal ini disampaikannya usai mengikuti sidang PHI di Pengadilan Negeri Medan, Senin (29/4/2019).

"Hari ini sidang kedua PHI bang, kemarin pihak Bank Danamon belum melengkapi surat kuasa dan berkas kelengkapan perusahaan, jadi hari ini sidang jawaban pengaduan penggugat dan kelengkapan AD/RT perusahaan terkait Hak yang tidak dibayarkan tidak sesuai perundang-undangan yang berlaku. Sidang ini, pihak Danamon diwakili oleh Budianto Sembiring," ujar Eman Dharma Putra Zendrato.
Sidang PHI di PN Medan
Selain itu, Eman menambahkan, ia mengucapkan terima kasih kepada Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto yang telah memproses laporan pengaduannya.

"Laporan pengaduan kita tentang dugaan pelanggaran pasal 28 Yo Pasal 43 UU No 21 Tahun 2000 tentang Serikat pekerja/Serikat buruh juga sudah diproses di Ditreskrimsus Poldasu. Jadi saya sangat berterima kasih," tambahnya.

Eman menjelaskan, akibat kejadian ini ia harus mengalami kerugian baik materil maupun imateril. Ia harus terbang dari Gunung Sitoli - Medan dengan biaya yang tidak sedikit.

"Sekali berangkat dari Gunung Sitoli-Medan untuk mengikuti pemanggilan Poldasu dan PN Medan bisa jutaan biayanya. Saya berharap pihak Bank Danamon memberikan apa yang menjadi hak saya," harapnya.

Dilokasi yang sama, Kuasa Hukum Eman, Luqman Sulaiman didampingi rekannya, Indra berharap Hakim mengabulkan gugatannya. "Kami berharap hakim mengabulkan gugatan kami seutuhnya," harapnya singkat.

Sebelumnya, Mutasi dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh Bank Danamon wilayah Sumatera Utara kepada Branch Manager Bank Danamon Gunung Sitoli, Eman Dharma Putra Zendrato berbuntut panjang. Pasalnya untuk mencari keadilan, ia pun terpaksa melaporkan perlakuan manajemen Bank Danamon ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

"Ada dugaan saya, apa yang dilakukan oleh pihak menejemen merupakan pemberangusan berserikat. Soalnya saya merupakan salah seorang pengurus SP Danamon. Apalagi surat mutasi saya ke Padang Sidempuan, sedangkan disurat tugas SPSI saya melingkupi wilayah Gunung Sitoli dan Sibolga. Saya bukannya menolak pindah ke Padang Sidempuan, tapi saya ada pertimbangan lainnya, apalagi saat ini istri saya hamil tua," ujar Eman Dharma Putra Zendrato kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Eman menjelaskan bahwa awal mutasi yang dilakukan menejemen Bank Danamon pada tanggal 14 Desember 2018. Saat itu ia mendapat email surat mutasi dari Area manager.

"Mutasi ini dilakukan tanpa pemberitahuan, saat itu kondisi istri saya hamil tua. Jarak Nias - Padang Sidempuan sangat jauh dan anak-anak juga masih kecil," ucapnya.

Lalu, Eman menambahkan, bersama pengurus SP Danamon ia pun mengundang pihak Danamon untuk dilakukan bipatrit, namun setelah beberapa kali dikirimkan undang, tidak pernah sekalipun pihak menejemen menghadiri undangan.

"Karena tidak digubris, saya kemudian melaporkan permasalahan ini ke Disnaker dan PNM Gunung Sitoli dikarenakan adanya perlakuan mutasi dan PHK sepihak dari Bank Danamon," terangnya.

Kemudian, pada tanggal 24 Januari 2019 ia di PHK melalui email, didiskualifikasi, dianggap mengundurkan diri sesuai pasal 168 undang-undang Ketenaga kerjaan, yang efektifnya tanggal 28 Januari 2019.

"Lalu tanggal 1 Februari 2019, saya dibayarkan pesangon sebesar Rp 6,8 Juta. Sangat diluar ketentuan berlaku. Lalu saya pun melaporkan permasalahan ini ke Disnaker Provinsi, namun oleh pihak menejemen Bank Danamon kembali tidak menghadiri," jelasnya.

Dari usahanya mencari keadilan, ia berharap pihak Bank Danamon membatalkan PHK terhadap dirinya, dikarenakan bukan PHK yang ia inginkan.

"Adapun harapan saya adalah, pertama PHK dibatalkan, dipekerjakan kembali dan ketiga, jika memaksakan, pihak menejemen harus memberikan pesangon saya sesuai peraturan yang berlaku," harapnya mengakhiri. (Red)
Share Berita

MEDAN, POC - Pemerintah Kota Medan diminta memberi jaminan ketersediaan daging yang layak dikonsumsi masyarakat. Apalagi saat ini menjelang bulan puasa, kebutuhan masyarakat terhadap daging semakin tinggi.

"Pemko Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya, yakni PD Rumah Potong Hewan agar menjamin ketersediaan daging layak dikonsumsi dan halal,"ujar Anggota DPRD Medan, H. Rajuddin Sagala SPdI, Senin (29/4/2019). 

Menurut Rajuddin, PD RPH harus menjalankan Perda No 11 Tahun 2014 untuk perbaikan manajemen. Hal ini juga untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat yang selama ini menilai, PD RPH kurang menjalankan fungsinya sehingga banyak berkembang rumah potong liar.

Hal ini berdampak berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PD RPH, karena pedagang maupun peternak lebih memilih memotong hewan di rumah potong liar ketimbang di PD RPH.

“Selama ini kepercayaan masyarakat dalam hal penyembelihan hewan tidak baik dan perda ini salah satu alat untuk menghimbau pedagang daging agar memotong hewan di Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Medan,” jelas politisi PKS ini.

Sebagai anggota Komisi B yang membidangi kesehatan, Rajudin mengimbau masyarakat agar menyembelih hewan di PD RPH guna terhindar dari penyakit. Dengan begitu akan terjamin kelayakan daging untuk dikonsumsi dan halal bagi umat muslim.

Rajudin mengatakan, dengan payung hukum ini, pihaknya berharap keberadaan daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Medan benar-benar halal dan baik. 

“Kita sangat menekankan ini, maka PD RPH sebagai lembaga yang mengontrol kegiatan penyembelihan dan peredaran daging di Medan harus benar-benar bisa memberikan kepastian dan menjamin keberadaan daging di pasaran,” tukasnya. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Bagi perusahaan yang sembarangan membuang limbah usahanya, akan terancam sanski pidana dan denda sebesar Rp 1 miliar.
Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli SE mengingatkan pada pengusaha agar mematuhi peraturan daerah (perda) Kota Medan.

"Kita juga mendorong Pemko Medan agar lebih gencar mensosialisasikan Perda Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Sehingga masyarakat dan pihak pengusaha dipastikan mengetahui dan tidak terjadi lagi pelanggaran hukum terhadap Perda,"tukas pria yang akrab disapa Nanda ini, Senin (29/4/2019).

Pemko Medan juga dituntut memaksimalkan pengawasan penerapan Perda No 1 Tahun 2016 agar terwujud pembangunan berwawasan lingkungan dan melindungi kesehatan generasi sekarang dan mendatang.

"Pelaku usaha dan masyarakat harus dipastikan terlebih dahulu mengetahui isi Perda. Dimana disebutkan Limbah B3 adalah usaha penyimpanan, pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan yang dapat merusak lingkungan sehingga merusak kesehatan,"kata politisi Golkar ini.

Untuk itu, Pemko Medan diwajibkan terlebih dahulu memberi tahu dan mengawasi dengan maksimal lalu menindak bila terjadi pelanggaran. “Kita sangat mendukung Perda ini diterapkan dengan benar,” imbuhnya.

Selain itu, pimpinan dewan ini mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan dapat mengkaji ulang izin perusahaan yang membuang limbahnya sembarangan. Bahkan, bila ada perusahaan yang membuang limbah ke sungai dan ke laut supaya di tindak tehas. Karena, hal tersebut dapat berdampak populasi ikan dan tangkapan ikan para nelayan yang akan dikonsumsi.

“Untuk itu, setiap perusahaan atau industri yang menghasilkan limbah B3 wajib menyediakan prasarana dan sarana pengolah limbah,”tegasnya seraya menambahkan supaya diberi sanksi penegakan hukum dengan ketentuan Undang-Undang RI No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam kesempatan ini Nanda berharap bagi masyarakat supaya melaporkan siapa saja baik itu perusahaan maupun oknum yang kedapatan membuang limbah ke sungai sehingga mencemari lingkungan. “Sebab bagi pelaku perusakan lingkungan hidup diancam pidana 1 tahun penjara dan denda minimal Rp1 miliar, ” tegasnya. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan  Musaddad Nasution  pimpin rapat persiapan Ramadhan Fair ke XVI  di Balai Wali Kota Medan, Senin (29/4/2019). Direncanakan, perhelatan bernuasa religi itu akan berlangsung 5 Mei - 4 Juni 2019.
Meskipun  sudah dimulai sejak 5 Mei namun pembukaan Ramadhan Fair secara resmi dilakukan, Rabu (8/5) malam. Direncanakan, pembukaan event tahunan yang telah menjadi ikon Kota Medan itu akan dimeriahkan dengan penampilan salah satu band papan atas asal ibukota Jakarta yakni Wali Band.
Demi suksesnya perhelatan Ramadhan Fair, Musaddad berpesan agar seluruh OPD terkait dapat menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing. “Bapak Wali Kota menginginkan agar pelaksanaan Ramadhan Fair tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jadi kita semua harus saling bekerjasama mensukseskannya,” kata Aspem.
Dalam rapat yang turut dihadiri Kadis Kebudayaan  OK Zulfi, Kasatpol H M Sofyan, perwakilan Kapolrestabes Medan, perwakilan Dandim 0201, perwakilan Kejari Medan serta para camat, Musaddad juga menjelaskan, Ramadhan Fair tahun ini juga akan diisi dengan taushiah ramadhan, kuliner ramadhan, hiburan Islami, bazaar serta berbagai perlombaan seperti lomba sholawat, marhaban dan pildacil.
Untuk itulah, Aspem berharap agar seluruh OPD dapat menjalankan tupoksinya masing-masing demi suksesnya acara tersebut. Terlebih, melalui rapat ini, Aspem mengungkapkan bahwa perlunya penguatan koordinasi yang dilakukan antar OPD agar tidak terjadi kesalahpaham yang berakibat pada berkurangnya esensi dari Ramadhan Fair.
‘’Ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menghadirkan yang terbaik bagi masyarakat. Untuk itu saya berharap agar semua pihak terkait, dapat memahami dan menyadari apa yang menjadi tanggungjawabnya. Dengan demikian pelaksanaan Ramdhan Fair dapat berjalan sesuai yang diinginkan,’’ harap Aspem.
Ramadhan Fair telah menjadi agenda rutin sekaligus event besar yang digelar Pemko Medan setiap kali bulan Ramadhan tiba. Oleh karenanya, Aspem kembali mengingatkan kepada seluruh OPD dan pihak terkait agar benar-benar memikirkan, memperhatikan dan mempersiapkan segala keperluan dengan benar dan terperinci. ‘’Ini menyangkut nama baik Pemko Medan. Maka, sudah selayaknya kita memberikan dan melakukan yang terbaik,’’ pungkasnya.  (mar)
Share Berita

MEDAN – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Poldasu berhasil mengungkap jaringan narkoba Internasional. Dalam pengungkapan, 2 orang Warga Negara Asing (WNA) ditembak mati, dan 16 tersangka serta 14 Kg Sabu berhasil diamankan dari lokasi-lokasi berbeda.

Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Direktur Narkoba Kombes Pol Hendri Marpaung bersama PJU Poldasu memaparkan, adapun lokasi penangkapan tersebut meliputi, Komplek Multatuli Kecamatan Medan Maimun, Jalan Gatot Subroto Kecamatan Medan Sunggal dan Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas. Kemudian di pintu Tol Tebing Tinggi, Jalan Handoko Gang Kutilang Tanjungbalai Selatan, serta perempatan lampu merah Jalan Letjen Suprapto Kecamatan Medan Maimun.
Foto : Tersangka yang berhasil ditangkap
Sementara untuk identitas tersangka yang diamankan yakni, MRI alias R, AS alias A, LHG alias A, A, IB, Y alias S, M alias A, W, M alias M, FS, AM, IP, M dan I alias I. Sedangkan 2 WNA yang tewas, yakni WNA asal Malaysia berinisial KPP dan seorang WNA India dengan inisial S.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat pada Senin (8/4/2019) malam. Dimana ada dua orang laki-laki yang memiliki narkoba jenis sabu di Komplek Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. Selanjutnya petugas unit 2 Subdit II Ditresnarkoba melakukan penyelidikan. Kedua tersangka berinisial MRI alias R dan AS alias A. Dari mereka diamankan 5 kg sabu,” ungkapnya di RS Bhayangkara Medan, Senin siang (29/4) siang.

Lanjut Agus, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan 14 tersangka lainnya dalam waktu dan lokasi berbeda. Dua tersangka yang merupakan warga negara asing terpaksa ditembak mati, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. “Tersangka KPP dan S (WNA) terpaksa ditembak mati, setelah sebelumnya tidak mengindahkan tembakan peringatan dari petugas,” jelasnya.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana dengan paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Dengan tangkapan sabu sebanyak 14 kg ini, kita bisa menyelamatkan anak bangsa sebanyak 140.000 orang dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna,” pungkasnya. (rom)
Share Berita

Walikota Medan menerima penghargaan LPPD dari Gubsu.
MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini penghargaan yang diterima yakni Laporan Penyelenggara Pemerintah Daerah (LPPD) Terbaik Tingkat Sumut Tahun Anggaran 2017. 

Penghargaan membanggakan ini diserahkan Gubsu Edy Rahmayadi di sela-sela upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-23 di halaman Kantor Gubsu, Senin (29/4/2019) pagi. Selain Pemko Medan, penghargaan serupa juga diserahkan kepada Pemko Binjai, Pemko Tebing Tinggi, Pemko Pematang Siantar, pemkbad Deliserang, Pemkab Humbang Hasundutan, pemkab Asahan serta Pemkab Samosir.

Menurut Gubsu, penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemprov Sumut kepada sejumlah pemerintah kabupaten/kota yang dianggap telah berhasil menyelenggarakan pemerintahan daerah sesuai dengan capaian kerja yang telah direncanakan di berbagai bidang.

‘’Penghargaan ini hendaknya kita harapkan dapat menjadi energi dan motivasi bagi kita semua, khususnya para kepala daerah dalam meningkatkan mutu dan pelayanan bagi masyarakat. Sebab, muara dari adanya otonomi daerah adalah kesejahteraan bagi masyarakat yang dapat dirasakan secara adil dan merata,’’ kata Gubsu.

Usai mengikuti upacara, Wali Kota mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pemprov Sumut kepada Pemko Medan tersebut. Dikatakannya, penghargaan ini tentunya sangat membanggakan bagi seluruh jajaran Pemko Medan. Sebab, Pemko Medan dinilai sangat baik dalam menjalankan tata kelola pemerintahan.

Atas dasar itulah Wali Kota mengajak seluruh jajaran agar menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik lagi ke depannya. “Dengan kebersamaan dan semangat kerja keras yang kita lakukan, insya Allah apa yang kita peroleh ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi,”  kata Wali Kota.

Di samping itu Wali Kota juga mengajak seluruh jajarannya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kemudian mengimbau kepada seluruh pimpinan OPD  untuk terus melakukan inovasi dan mempermudah segala bentuk pelayanan kepada masyarakat sehingga kehadiran pemerintahan dapat dirasakan di tengah-tengah masyarakat. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berjanji akan memberikan hadiah umrah bagi para peserta kontingen Sumut yang berhasil meraih juara pertama pada Seleksi Tilawatil Quran Tingkat Nasional (STQN) pada awal Juli mendatang di Pontianak, Kalimantan Barat.
Hal ini disampaikannya saat meninjau proses pelatihan peserta sekaligus memberikan arahan dan bimbingan, di Gedung Raudah Asrama Haji Embarkasi Medan Jalan Jenderal AH Nasution, Pangkalan Masyhur, Senin (29/4/2019). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan motivasi dan menyemangati para peserta agar gigih dalam berlatih dan bisa mengharumkan Sumut nantinya.

“Kalian dua puluh peserta yang akan diberangkatkan ini adalah duta dari Sumut. Mewakili empat belas juta lebih masyarakat Sumut. Kalian harus bangga untuk tanggung jawab besar yang telah kalian emban hari ini. Jangan tanggung-tanggung, sejak awal tekadkan dan targetkan raih juara pertama,” ujarnya.

Di masa lalu, kata Gubernur, Sumut merupakan salah satu gudang qari dan qariah. Namun sayang saat ini, sudah mulai banyak berkurang. Untuk itu, dirinya berharap semakin banyak pembinaan dan pelatihan Tilawatil Quran khususnya untuk generasi muda Sumut. “Mudah-mudahan, jika kita perjuangkan Kalam Allah, semakin banyak berkah yang Allah turunkan untuk Sumut, dan semakin bermartabat provinsi kita ini,” ucapnya.

Edy Rahmayadi pun berpesan agar para pelatih dan peserta tidak ragu-ragu untuk menyampaikan kepada dirinya kebutuhan yang diperlukan untuk keberangkatan. Katanya, para peserta sudah merupakan ibarat anak-anaknya sendiri. “Saya sangat iri dengan kemampuan yang kalian miliki, karena saya tidak bisa seperti kalian. Setidaknya, ini lah yang bisa saya lakukan membantu memudahkan perjuangan kalian,” tuturnya.

Selain memberikan arahan dan bimbingan. Edy Rahmayadi pun menyempatkan beramah-tamah dan memberikan tali asih bagi para peserta. Selanjutnya, dirinya juga ikut menyimak peserta berlatih melantunkan Quran.

Sementara itu, Ketua Training Center (TC) untuk persiapan STQ Nasional Palit Muda Harahap melaporkan bahwa peserta kontingen Sumut yang akan berangkat berjumlah 20 orang dan merupakan hasil dari STQH ke XVI di Kota Tebingtinggi yang dilaksanakan baru-baru ini.

“Hari ini, saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk Bapak Gubernur yang telah bersedia hadir hari ini memantau perkembangan anak-anak kita. Ini menjadi penyemangat bagi kami pelatih dan peserta, mudah-mudahan kita doakan bersama kita bisa meraih yang terbaik di Pontianak nantinya,” katanya.

Palit juga menjelaskan TC akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama berlangsung selama sepuluh hari sejak 23 April sampai 2 Mei di Asrama Haji. Tahap kedua, berlangsung sejak 16-26 Juni di Jakarta. Turut hadir Ketua LPTQ Sumut H Fuad Helmi Lubis, para peserta, dan pelatih. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Menjelang sepekan memasuki  bulan suci Ramadhan 1440 H, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  meninjau Pasar Tradisionil Sei Sikambing  dan Pasar Modern Brastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto Medan,  Senin (29/4/2019). Selain mengecek harga, peninjauan juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi. Dengan demikian masyarakat, terutama umat Islam tenang dalam menyambut datangnya bulan yang penuh kemuliaan tersebut.
Peninjauan dilakukan Wali Kota bersama unsur Forkopimda Kota Medan diantaranya Dandim 0201/BS Kol Inf Yuda Rismansyah, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhawan Lubis, perwakilan dari Polrestabes Medan dan Kejari Medan, Asisten Ekbang Khairul Syahnan, sejumlah  pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta Kabag Humas Ridho Nasution.

Melalui peninjauan yang dilakukan tersebut dapat diketahui kondisi harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisionil maupun modern.  Sebab, ada kencendrungan harga bahan kebutuhan pokok merangkak naik jelang datangnya  hari besar keagamaan, salah satunya bulan puasa.  Dengan demikian Pemko Medan melalui OPD terkait dapat melakukan langkah-lagkah antisipasi  sehingga harga bahan kebutuhan pokok relatif stabil.

Wali Kota beserta rombongan mengawali peninjauan di Pasar Tradisionil Sei Sikambing. Harga bahan kebutuhan masih relatif stabil, kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa komiditi seperti gula putih yang kini harga jualnya menjadi Rp.12.500/kg, sebelumnya hanya Rp.11.500/kg. Berdasarkan pengakuan  Udin MS (52), salah seorang pedagang, kenaikan gula terjadi karena kekosongan barang di gudang.

Kemudian cabai merah, harganya mulai pedas dari Rp.36.000/kg kini mulai merangkak naik sehingga dijual kepada masyarakat di kisaran Rp.38.000-Rp.40.000/kg. Diikuti cabai hijau, harga jualnya kini Rp.28.000/kg, sedang sebelumnya hanya Rp.24.000/kg. Kemudian tomat, harga jual di pasaran naik Rp.1.000/kg  dari Rp.12.000/kg kini menjadi Rp.13.000/kg. “Kenaikan terjadi mulai hari ini,” beber Jeni (48), salah seorang pedagang sayur kepada Wali Kota.

Meski harga sejumlah komiditi mulai merangkak naik namun  ada juga yang mengalami penurunan, sebut saja  bawang putih, sebelumnya dijual dengan harga Rp.51.000/kg, kini turun menjadi Rp.48.000/kg.  Begitu juga dengan bawah merah, mengalami penurun sebesar Rp.4.000/kg karena harga sebelumnya sebesar Rp.36.000/kg kini menjadi Rp.32.000/kg.

Sedangkan harga daging masih relatif stabil, belum ada kenaikan. Berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang dari los (tempat penjual) daging, harga daging sapi masih stabil di kisaran Rp.110.000/kg.  Begitu juga dengan harga daging kambing, tetap stabil Rp.85.000/kg. Mereka memprediksi kenaikan harga daging baru terjadi tiga hari jelang bulan puasa. “Kemungkinan harga daging sapi bisa naik di kisaran Rp.120.000-Rp.130.000/kg,” ungkap salah seorang pedagang daging sapi.

Dari hasil peninjauan yang dilakukan, Wali Kota melihat harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisionil masih relatif stabil. Meski demikian Wali Kota mengakui ada kenaikan seperti cabai merah, gula pasir, cabai hijau dan tomat. Meski demikian kenaikan yang terjadi masih relatif aman dan tidak terlalu signifikan.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga, kita bersama instansi terkait akan melakukan operasi pasar.  Dengan operasi pasar yang akan dilakukan, insya Allah harga bahan kebutuhan pokok yang sempat naik dapat  turun kembali. Di samping itu pasokan stok bahan kebuthan pokok akan terus disuplai ke pasar guna mencegah terjadinya kelangkaan. Sebab, stok bahan kebutuhan pokok kita aman hingga 3 bulan ke depan,”  kata Wali kota.

Selanjutnya guna mengantisipasi terjadi penimbunan barang, jelas Wali Kota, Tim Satgas Pangan akan diturunkan  untuk melakukan pengawasan di seluruh pasar tradisionil  di Kota Medan, termasuk seluruh distributor. “Jangan lakukan penimbunan, sebab stok bahan kebutuhan pokok di Kota Medan dipastikan aman,” tegasnya.

Tidak itu saja sambung Wali Kota,  Pemko Medan dalam rangka untuk mengendalikan harga bahan pokok tetap aman akan membuka pasar murah di 151 kelurahan di Kota Medan. Ditegaskan Wali Kota, harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasdar murah itu jauh relatif lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran.

Usai meninjau Pasar Tradisionil, Wali Kota beserta rombongan selanjutnya melakukan pengecekan harga di Pasar Moder Brastagi. Hal itu dilakukan untuk membandingkan harga jual bahan kebutuhan pokok di pasar tradisonil dengan pasar modern. Dari hasil peninjauan terjadi perbedaan harga, seperti harga daging sapi Rp.139.900/kg, ayam boiler 36.900/kg dan ayam kampung Rp.69.900/ekor.

Perbedaan harga ini terjadi karena  daging sapi maupun ayam dijual dalam bentuk telah dikemas dengan baik. Sedangkan harga bahan kebutuhan pokok lainnya seperti tepung terigu, minyak goreng, gula pasir juga masih relatif stabil dan belum ada menunjukkan tanda-tanda kenaikan. (mar)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.