MEDAN, POC - Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjaring dan menemukan bibit atlet olahraga yang bisa membawa serta mengharumkan nama Kota Medan ketika mengikuti ajang pertandingan olahraga baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut menjadi kebanggaan sekaligus membuktikan bahwa Kota Medan mampu menghasilkan atlet berbakat yang handal di bidang olahraga masing-masing.

Selain itu melalui ajang bergengsi tersebut, para atlet dan generasi muda dapat dijauhkan dari perilaku negatif misalnya penyalahgunaan narkoba. Sebab, para atlet menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan lewat berolahraga serta senantiasa fokus untuk mengejar prestasi yang membanggakan. Untuk itulah, ke depan para atlet harus lebih menunjukan potensi terbaiknya dengan tetap rajin berlatih dan mengasah diri.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kadispora Marah Husin Lubis ketika menutup Porwil Kota Medan ke V Tahun 2019 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Medan Putri, Jalan Timur Ujung Medan, Sabtu (30/3/2019). Lewat kegiatan tersebut, kedepan Kota Medan akan terus melahirkan generasi yang membanggakan di bidang olahraga.

"Selamat kepada seluruh atlet yang keluar sebagai juara. Namun kemenangan yang telah diraih jangan cepat menjadikan kita merasa puas diri. Tetaplah berlatih, teruslah mengasah kemampuan yang dimiliki sampai semua orang melihat prestasi yang kita raih," kata Marah Husin.

Selain ucapat selamat, Marah Husin juga mengingatkan kepada seluruh atlet agar mempersiapkan diri untuk mengikuti jenjang kegiatan olahraga yang lebih tinggi. "Nantinya para atlet akan kita bina untuk persiapan di kegiatan lainnya. Untuk itu, tetap jaga stamina tunjukkan bahwa kita bisa," pesannya.

Selanjutnya, Marah Husin juga mengucapkan terima kasih kepada OPD terkait dan seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan jalannya kegiatan Porwil tersebut. Sebab, melalui kontribusi dan partisipasi semua pihak, Porwil Kota Medan ke V Tahun 2019 dapat berjalan dengan lancar. ‘’Terima kasih kepada semua pihak atas dukungan yang telah diberikan. Ini menjadi bukti bahwa kita ikut mendorong upaya Pemko Medan menggali sumber daya untuk mewujudkan Kota Medan menjadi kota berbasis atlet yang hebat dan handal,’’ pungkasnya.

Penutupan Porwil tersebut ditandai dengan penyerahan medali kepada para juara. Keluar sebagai juara umum wilayah I diraih Kecamatan Medan Denai, kemudian wilayah II Medan Baru sebagai juara dan di wilayah III berhasil diraih Kecamatan Medan Helvetia.

Porwil Kota Medan ke V Tahun 2019 dibuka oleh Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi di Sekolah Angkasa Medan, Sabtu (23/3). Sebanyak 2.028 atlet dari 21 kecamatan se-Kota Medan ikut bertanding dalam kegiatan tersebut. Selain itu, pelaksanaan Porwil dibagi menjadi tiga wilayah dengan total 19 jenis cabang olahraga yang dipertandingkan. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution S MSi bersama ratusan orang anggota komunitas peduli lingkungan melakukan penanaman 5.000 binit pohon di sepanjang sepanjang bantaran Sungai Deli Jalan Speksi, Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Minggu (31/3/2019). Selain mendukung penghijauan dan menciptakan suasana yang asri, kegiatan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir polusi udara.       

Selain menanam bibit  pohon, Wakil Wali Kota dalam acara itu juga menabur benih ikan. Dengan penaburan benih ikan tersebut, Sungai Deli nantinya kembali dipenuhi dengan ikan sekaligus mengembalikan fungsi sungai bagi seluruh makhluk hidup untuk mendapatkan tempat, ruang dan kondisi lingkungan yang bersih, layak dan menyehatkan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengatakan, penanaman 5.000 bibit pohon dan penaburan benih ikan patut diaresiasi. Sebab, kegiatan ini menyangkut kehidupan orang banyak. Dengan ditanamnya bibit pohon, maka menjadikan kawasan ini lebih asri dan sejuk.

“Ini menjadi bukti bahwa masih banyak pihak yang tidak hanya sekedar peduli lingkungan tapi juga peduli pada kehidupan sesama antar manusia. Karena melalui penanaman ini, efek jangka panjang pada kelestarian lingkungan akan kita rasakan," kata Wakil Wali Kota. 

Sekaitan itulah Wakil Wali Kota berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah tersebut untuk dapat menjaga bibit pohon yang telah ditanam sehingga dapat tumbuh dan berkembang. Selain sebagai penahan bantaran sungai dari pengikisan air sungai, juga akan membuat bantaran Sungai Deli semakin hijau dan asri.

"Kegiatan ini memberi penyadaran dan wawasan kepada kita bahwa memelihara dan menjaga lingkungan sangatlah penting, agar kita terhindar dari berbagai bencana yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan. Untuk itu saya berharap agar bibit pohon ini dijaga dengan rutin menyiramnya apalagi saat ini Kota Medan memasuki musim kemarau," ungkapnya.

Selain komunitas peduli lingkungan, kegiatan penanaman bibit pohon dan penaburan benih juga diikuti personil TNI, Karang Taruna, organisasi kepemudaan serta masyarakat sekitar. Itu sebabnya Wakil Wali Kota kembali mengingatkan agar  seluruh warga Kota Medan senantiasa menjaga kebersihan dengan tidak buang sampah sembarangan, terutama dalam parit dan sungai.

“Perilaku buang sampah dalam parit maupun sungai sangat tidak baik. Selain mencemari lingkungan dan mengakibatkan rusaknya ekosistem, juga akan mengakibatkan sungai mengalami pendangkalan. Ingat, jika kita mengotori lingkungan, maka kita sediri yang akan menerima dampak buruknya. Untuk itu mari kita ubah mindset dan perilaku buruk tersebut," pesannya.

Dalam kesempatan itu mantan anggota DPRD Kota Medan itu juga menyayangkan masih ada saja pihak yang seolah menciptakan image bahwa Medan adalah kota kotor. Padahal kotornya lingkungan akibat minimnya kesadaran masyarakat.

"Bisa dibayangkan, saat Pemko Medan bersama jajaran Kodam I/BB melakukan bersih-bersih Sungai Bedera beberapa waktu lalu, kita menemukan adanya tilam. Miris rasanya. Sulit dibayangkan akan jadi seperti apa kondisi parit dan sungai beberapa tahun ke depan jika kita tidak menjaganya. Ingat, Tuhan menitipkan alam ini untuk kita jaga, bukan malah sebaliknya," pungkasnya mengingatkan. (mar)
Share Berita

SIBOLANGIT, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengajak seluruh  jajaran Pemko Medan, terutama pimpinan organisasi perangka daerah (OPD) untuk menuangkan semua pemikiran, konsentrasi, inovasi serta kreatifitasnya guna  membangun Kota Medan sekaligus terus meningkatkan pelayanan kepada warga.

Diingatkan Wali Kota, pembangunan dan pelayanan yang diberikan itu harus mengutamakan transparansi dan sesuai prosedur.  Sebab, masyarakat saat ini sangat kritis dan selalu ingin mengetahui semua kinerja yang dilakukan seluruh jajaran Pemko Medan.  Hal itu tentunya harus mendorong semua untuk berbuat yang terbaik serta ketepatan  pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap hal ini dapat diwujudkan sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran Pemko Medan di tengah-tengah mereka. Pemko Medan yang saya harapkan ke depan adalah pemerintah yang mampu menjawab tantangan dan segala persoalan masyarakat dengan cepat dan tepat,” kata Wali Kota ketika membuka acara Penyegaran Minsdet Pola Kerja di Lingkungan Pemko Medan di The Hill Sibolangit, Sabtu (30/3/2019) malam.

Apalagi ungkap Wali Kota, saat ini tengah memasuki era digitalisasi dan revolusi industri 4.0. Tentunya dengan industri baru, pemerintah juga dituntut untuk menyikapinya dengan bijak, salah satunya adalah transparansi terhadap informasi pembangunan yang menjadi bagian dari konsumsi masyarakat.

Di samping itu lagi bilang Wali Kota, permasalahan yang dihadapi semakin hari semakin kompleks dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pemerintah. “Ini harus kita sikapi lebih baik lagi ke depannya. Saya menekankan agar organisasi besar yang bernama Pemko Medan  terus berjalan on the track. Antar OPD harus mau dan senang melakukan koordinasi. Saya tidak menginginkan ego sektoral merebak  sehingga nantinya dapat menghambat percepatan jalannya roda organisasi ini,” tegasnya.

Oleh karenanya Wali Kota sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM) Kota Medan dengan menggelar acara Penyegaran Minsdet Pola Kerja di Lingkungan Pemko Medan. Melalui kegiatan ini, Wali Kota berharap pemikiran seluruh peserta yang  umumnya seluruh pimpinan OPD semakin freshsehingga semakin kreatif dan inovatif dalam menjalankan tupoksinya masing-masing.

Ditegaskan Wali Kota, seluruh pimpinan OPD merupakan motor penggerak dari pembangunan dan pelayanan yang dilakukan Pemko Medan. “Usai mengikuti kegiatan ini, saya berharap akan membuat pemikiran seluruh pimpinan OPD semakin freshsehingga siap berlari kencang lagi  sehingga mampu menuangkan seluruh pemikiran dan inovasinya guna mewujudka Kota Medan menjadi kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religius,” harapnya.

Selain seluruh pimpinan OPD dan camat se-Kota Medan, acara Penyegaran Minsdet Pola Kerja di Lingkungan Pemko Medan turut dihadiri Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi, Dekan Fakultas FISIP USU DR Murianto Amin. Acara berlangsung selama dua hari, usai dibuka Wali Kota, acara kembali dilanjutkan keesokan paginya.

Sebelum mengikuti materi terkait penyegaran mindset pola kerja, seluruh peserta melaksanakan senam bersama dengan Wali Kota. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan olahraga lainnya. Usai berolahraga, seluruh pimpinan OPD dan camat terlihat lebih fresh dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir hingga siang hari. (rel)
Share Berita

MEDAN - PTPN III (Persero) kembali memberikan apresiasi kepada para karyawan yang berprestasi di bidang keagamaan untuk melaksanakan ibadah umroh. Sebanyak 62 orang diberangkatkan dalam acara pelepasan di Aula Elais Guinensis Kantor Direksi Medan pada Kamis (28/3/2019).

Senior Executive Vice President Koordinator PTPN III (Persero), Suhendri dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para calon jamaah umroh karena sudah terpilih menjadi tamu Allah dan wajib bersyukur karena telah mendapatkan nikmat yang tak ternilai harganya, sekaligus mengingatkan kepada peserta umroh untuk tetap menjaga kondisi fisik dan kesehatan selama menjalani umroh, jangan sampai kesehatan menghalangi khusuknya pelaksanaan ibadah umroh ini.

Pada kesempatan yang sama, Suhendri juga menghimbau kepada peserta umroh untuk dapat mendoakan keluarga, kerabat, dan yang paling penting adalah mendoakan PTPN III (Persero) agar semakin baik kinerjanya dan tetap jaya sehingga program program seperti ini bisa terus diselenggarakan. “ Kami ucapkan selamat menunaikan ibadah umroh bagi Bapak/Ibu sekalian semoga diberikan kesehatan dan keselamatan dari keberangkatan sampai kembali ketanah air nantinya” tutup Suhendri.

Pittor Hidayatullah Siregar, karyawan yang mewakili para calon jamaah umroh mengucapkan terima kasih kepada PTPN III yang telah memberikan kesempatan kepada karyawan sehingga berkesempatan pergi ke tanah suci sekaligus memberikan fasilitas yang diperlukan selama menjalani umroh. “ Kami doakan semoga Perusahaan yang kita cintai ini bertambah maju dan memperoleh keuntungan yang berlimpah” tambah Pittor.
 (Rel/rom)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri acara Peluncuran Logo Baru TVRI di Studio TVRI Sumut Jalan Putri Hijau Medan, Jumat (29/3/2019) malam. Dengan logi baru ini, TVRI  diharapkan dapat melahirkan semangat perubahan dan kreativitas baru hingga media publik ini tetap dapat bertahan dan bersaing di era teknologi komunikasi.

Peluncuran Logo Baru TVRI digelar serentak di seluruh stasiun TVRI di Indonesia yang ditayangkan secara nasional. Selain Wakil Wali Kota, peluncuran logo baru ini turut dihadiri  Kepala LPP TVRI Sumut Wisnugroho, Kapendam I BB Kolonel TNI Roy Sinaga, tokoh masyarakat H Syamsul Arifin.

Saat memberikan sambutan singkat, selain mengucapkan selamat atas peluncuran logo  baru yang bertagline "TVRI Media Pemersatu Bangsa", Wakil Wali Kota juga mengharapkan agar TVRI terus mengudara dan menjadi pemersatu kehidupan masyarakat Indonesia.

“Dengan peluncuran logo baru ini, semoga TVRI semakin maju lagi dan mampu bersaing, terutama di era digital saat ini. Selain kita berharap TVRI terus menyajikan informasi-informasik penting dan senantiasa mengedukasi masyarakat melalui siaran-siaranya,” kata Wakil Wali Kota.

Peluncuran logo baru itu ditandai penarikan tirai oleh Wakil Wali Kota didampingi Kepala LPP TVRI Sumut, Wisnugroho, Kapendam I BB Kolonel TNI Roy Sinaga  dan tokoh agama H Amiruddin MS. Kemudian acara diisi dengan hiburan musik dan tari-tarian.

Sementara itu Kepala LPP TVRI Sumut  Wisnugroho, mengungkapkan terima kasih atas kerja sama yang telah diberikan berbagai pihak kepada TVRI selama ini, termasuk Pemko Medan. “TVRI Sumut siap menjadi mitra terbaik Pemko Medan dalam mengawal kesuksesan pembangunan di ibu kota Sumut ini,” ungkap Wisnugroho. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan  Drs H T Dzulmi Eldin S M Si MH kembali mendapatkan penghargaan. Orang nomor satu di Pemko Medan dinilai sebagai salah satu kepala daerah di Indonesia yang visioner sehingga dianugrahi penghargaan Indonesia Visionary Leader. Penghargaan membanggakan ini diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tjahjo Kumulo di Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Selain Wali Kota Medan, ada 15 kepala daerah lainnya juga mendapatkan penghargaan serupa diantaranya Wali Kota Malang Drs  H Sutiaji, Wali Kota Bontang  Dr Neni Moerniaeni, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunut  serta Bupati Solok Gusmal. Sebelum menerima penghargaan Indonesia Visionary Leader (IVL) 2019 season 3 dan 4, para kepala daerah, termasuk Wali Kota Medan telah diuji visinya pada Oktober dan November 2018.

Silaturahmi Nusantara merupakan ajang inisiatif untuk mempertemukan kepala daerah yang telah mengikuti program Indonesia Visionary Leaderdan Tokoh Bangsa. Setelah mengikuti acara ini, para kepala daerah dan tokoh bangsa diharapkan akan bersinergi dan berkolaborasi untuk semakin terpacu dalam meningkatkan produktifitas dan kinerja guna kemajuan dan pembangunan.

Selain pemberian  penghargaan Indonesia Visioner Leader, Silaturahmi Nusantara juga diisi dengan pembacaan Deklarasi Kebangsaan Sinergi dan Kolaborasi Untuk Bangsa. Dalam acara itu Mendagri juga menjadi inspiring speech bersama Ketua Dewan Juri Indonesia Visionary LeaderSumarsono dengan mengusung tema, “Bersinergi dan Berkolaborsi Untuk Bangsa”.

Dalam sambutannya, Mendagri menegaskan akan pentingnya dibangun sinergitas dan konektivitas  antara seluruh daerah karena sudah sesuai dengan mandat dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Dikatakannya, konetivitas harus dibangun antardaerah karena Presiden dan Wapres membangun Indonesia sentri dalam upaya menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di samping itu ungkap Mendagri lagi, kepala daerah juga harus memiliki visi dan misi dengan berbagai terobosan dan kebijakan-kebijakan serta harus punya inovasi sekecil apapun. “Terutama yang berkaitan dengan satu pelayanan publik, reformasi birokrasi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha ini kata kuncinya,” kata Mendagri.

Usai menerima penghargaan, Wali Kota mengaku sangat gembira karena mendapatkan Penghargaan Indonesia Visionary Leader. Tentunya penghargaan itu semakin memotivasinya untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam peningkatan pelayanan publik, reformasi birokrasi serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha.

“Berkat kerja keras dan dukungan yang diberikan selama ini, alhamdulillah,  malam ini saya mendapatkan penghargaan ini. Mari kita jadikan penghargaan ini sebagai motivasi dan spirit untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjadikan Medan Rumah kita lebih baik lagi ke depannya,” kata Wali Kota.

Kemudian Wali Kota mendedikasikan penghargaan yang baru diberikannya itu kepada seluruh warga Kota Medan. Sebab, dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam  mendukungan seluruh program pembangunan yang dijalankan semakin meningkat.

“Insya Allah dengan sinergitas dan kebersamaan yang kita bangun ini, maka keinginan menjadikan Kota Medan sebagai kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera  dan religius  dapat terwujud,” harapnya. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara, Sri Ayu Mihari menghadiri serah terima jabatan Ketua Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI)Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provsu, Jalan Balaikota, Medan (29/3/2019).
Dalam kesempatan tersebut, Ayu mengatakan bahwa organisasi PIPEBI mirip dengan PKK. Keduanya merupakan mitra kerja pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan dan melakukan pembinaan kepada keluarga.
Keluarga dan masyarakat pada dasarnya tidak lagi hanya dijadikan sebagai objek pembangunan saja. Dikatakan Ayu saat ini keluarga dan masyarakat harus dijadikan sebagai subjek pembangunan.
"Untuk itu kita perlu bersinergi agar dapat bersama-sama membangun daerah ini, dimulai dari keluarga. Saya yakin kita dapat bersama- sama bersinergi dan berkolaborasi membangun bangsa khususnya Sumatera Utara" kata Sri Ayu Mihari.
Dalam kesempatan itu, Ayu mengucapkan selamat bertugas kepada Ketua PIPEBI yang baru. Ia mengharapkan ke depan, hubungan yang selama ini telah terjalin baik dapat dilanjutkan seterusnya. "Selamat bertugas ibu Susi Wiwiek SistWidayat, semoga apa yang telah terjalin selama ini dapat terus kita jaga dan akan semakin baik ke depannya," paparnya.
Kepada Ketua PIPEBI yang lama, Ayu mengapresiasi sinergi yang selama ini telah terjalin. "Terima kasih atas pengabdian dan dedikasinya selama ini dan bisa menjalin kerjasama yang baik," katanya.
Ketua PIPEBI Medan yang lama, Andi Wiyana berpesan kepada Ketua PIPEBI yang baru agar bisa mempertahankan prestasi yang sudah diraih selama ini. Serta dapat menjaga hubungan dengan organisasi perempuan lain seperti PKK dan organisasi dari instansi lainnya.
“Sehingga bersinergi menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat lagi,” kata Andi.
Sementara itu Ketua PIPEBI yang baru, Susi Wiwiek Sisto Widayat mengatakan sebagai pendatang baru tentu banyak hal yang perlu dipelajarinya. Untuk itu Ia mengharapkan kerjasama dari anggota PIPEBI dan seluruh organsisasi perempuan yang ada untuk bersinergi membangun negeri.
Turut hadir anggota PIPEBI, dan anggota Ikatan Wanita Perbankan Sumut, serta Istri Wakil Wali Kota Medan, Nurul Khairani Akhyar. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengharapkan Bank Indonesia  bersamadengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapatmempertahankan pertumbuhan ekonomi Sumut. Hal ini dikarenakan tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 5,18 persen sudah berada di atas pertumbuhan ekonomi rata-rata nasional.

"Bahkan dari sisi inflasi Sumatera Utara cukup stabil dengan 1,23 persen," ujar Wagub Sumut pada acara serah terima jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dari Arief Budi Santoso kepada Wiwiek Sisto Hidayat di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provsu, Jalan Balaikota Medan, Jumat (29/3/2019).

Lebih lanjut dikatakan Wagub Sumut, Perbankan memiliki peran penting di Sumatera Utara. Semula Sumut merupakan wilayah yang berbasis ekonomi agri kini mulai memasuki ekonomi perindustrian. Hal tersebut tidak akan berkembang tanpa peran penting bank sebagai mitra pemerintah.

"Bank adalah salah satu tempat yang penting dalam lingkup pemerintahan, dimana bank adalah lokomotif dari sebuah negara atau daerah yang baik," kata 
Wagub Sumut.

Selain itu
, Wagub Sumut juga berpesan kepada Bank Indonesia beserta jajarannya di Sumut agar dapat memfasilitasi dan terus meningkatkan fungsi intermediasi perbankan melalui pembiayaan kepada pelaku UMKM.

Se
mentara itu, Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadimengharapkan, kondisi pertumbuhan ekonomiSumatera tetap baik dan inflasi tetap berjalan stabil. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Sumut didorong oleh sektor pengilahan dan perdagangan besar serta eceran. Begitu pun, Pemprov Sumut perlu melakukan diversifikasi dan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
 
Dikatakan
nya, pariwisata adalah sumber pertumbuhan ekonomi baru. Selain itu pariwisata merupakan sektor yang tidak akan terpengaruh fluktuasi meski pertumbuhan ekonomi melambat. Untuk itu, Rosmaya Hadi mengharapkan PemprovSumut dapat mendorong akses atraksi amenitas promosi dan pelaku bisnis (3A2P) agar pariwisata Sumut khususnya Danau Toba berkembang.

"Kami bangga karena Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu destinasi wisata yang harus kita dorong karena termasuk 10 destinasi 
wisata prioritas," kata Rosmaya Hadi.

Turut hadir pada kesempatan itu anggota DPD RI
,Parlindungan Purba, Konjen Amerika Serikat Juha P Salin, perwakilan Forkopimda Provsu, Kepala perwakilan BPK RI Sumut, Vincentia Moli Ambar Wahyuni, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution serta undangan lainnya yang turut hadir. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC -  Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu menyayangkan adanya insiden kekerasan  dan intimidasi yang terjadi terhadap Budi Hariadi wartawan harian Posmetro Medan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Politikus partai Golkar ini meminta agar  Kapolres Pelabuhan Belawan mengusut kasus dan menangkap pelaku yang melakukan tindakan kekerasan tersebut.

"Wartawan dilindungi UU saat menjalankan tugas, tidak boleh ada ancaman atau tindakan kekerasan. Kapolres Pelabuhan Belawan harus cepat mengusut peristiwa itu dan menangkap para pelakunya," ujar Sabar pada wartawan di Medan, Jumat (29/3/2019).

Jika pihak kepolisian tidak segera menuntaskan kasus ini, ia khawatir akan banyak wartawan lain yang akan mengalami perlakuan serupa seperti Budi Hariadi.

Apalagi, lanjut dia, lokasi yang didatangi oleh Budi Hariadi diduga sebagai tempat judi tembak ikan. "Kalau betul lokasinya memang tempat judi, kita minta segera ditutup, jangan dibiarkan. Dengan informasi ini polisi bisa melakukan pengecekan," paparnya.

Untuk diketahui sebelumnya, wartawan  Posmetro Medan, Budi Hariadi (38) dianiayadi lokasi judi tembak ikan, Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kamis (28/3) sekira jam 14.00 WIB.

Penganiayaan itu terjadi ketika Budi ingin mengkonfirmasi ke areal perjudian tersebut. Namun niat konfirmasi itu menimbulkan ketidaksenangan oleh pemilik judi. Budi malah dipukuli sehingga sekujur tubuhnya memar-memar.

Pasca kejadian itu, Budi melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor LP/198/III/SU/2019/PEL-BELAWAN/SEK-MEDAN LABUHAN. (mar)
Share Berita

MEDAN - Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Peduli Aset Negara (DPP LIPAN) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara dijalan Brigjend Katamso, Medan, Kamis (28/3/2019).

"Kami mendesak agar pihak Badan Pertanahan Nasional Wilayah Sumatera Utara agar membuka data HGU dibeberapa perusahaan yang ada di Labuhan Batu Utara. Salah satunya perusahaan asing seperti PT. Socfindo dan masih banyak perusahaan asing yang kami anggap sudah menzolimi masyarakat sekitarnya," ujar Ketua DPP LIPAN, Aki Sastra Siregar.
Ketua DPP LIPAN, Aki Sastra Siregar
Sesuai amat bapak Presiden H. Ir Jokowi yang mengintruksikan agar membuka akses data HGU seluas-luasnya untuk Informasi Publik.

"Pihak BPN Sumut harus menjalankan amat bapak presiden tersebut dan Mahkamah Agung juga memerintahkan kepada BPN se-Indonesia untuk membuka data HGU kepada FWI sesuai Putusan Mahkamah Agung pada tanggal 6 Maret 2017 dengan nomor register 121 K/TUN/2017 tapi sampai detik ini putusan tersebut belum juga bisa di realisasikan," pintanya.

Dalam orasinya, massa memberikan penjelasan kepada BPN Sumut bahwa di beberapa daerah terjadi tumpang tindih atas hak Seperti di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Akhirnya perwakilan massa aksi diterima oleh pejabat BNPN Sumut untuk berdialog. Adapun pejabat BPN yang menerima adalah Marulam Siahaan, Kasi Landreform dan konsolidasi, Mindo Sianturi, Kasi Konflik dan Pengendalian Tanah serta Bahryn Simanjuntak, Kasi Pendaftaran Hak Tanah.

Usai berdialog, perwakilan mahasiswa pun menyerahkan beberapa dokumen pengajuan informasi soal HGU di sejumlah Kabupaten di Sumut. BPN Sumut menyatakan akan memberi jawaban selama 14 hari  sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik. (Tim)
Share Berita

BELAWAN, POC- Kapolres Belawan, AKBP Ikhwan Lubis menegaskan kepada masyarakat serta pelajar untuk menjaga kekondusifitas kamtibmas.

Penegasan tersebut disampaikan orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan menyusul beredar kabar sejumlah masyarakat akan melakukan pembalasan dendam pasca meninggalnya pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ditikam pengendara sepeda motor (Sepmor) di Titi Sei Deli, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan pada hari Senin 25 Maret 2019 kemarin.

"Sekali lagi saya selaku Kapolres Belawan menegaskan kepada seluruh elemen masyarakat serta pelajar untuk bisa menahan diri dan menjaga Kekondusiftas kamtibmas. Percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini," tegas AKBP Ikhwan Lubis didampingi Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto SIK saat mengunjungi rumah duka di Jalan Pasar Lama Lingkungan 29, Medan Labuhan, Kamis (28/3/2019).

Selain itu, mantan Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Sumut ini tak lupa mengucapkan belawasungkawa terhadap ali bait sekeluarga.

"Dalam kesempatan ini, kami beserta jajaran Polres Belawan mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya anak kita bernama Muhammad Rizki Hamdandi. Semoga almarhum husnul khotimah," imbuhnya seraya memberikan tali asih kepada pihak keluarga korban.

Semantara itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto SIK mengungkapkan, bahwa dalam kasus penikaman terhadap Muhammad Rizki Hamdandi (17) pihaknya sudah mengamankan pelaku.

"Setelah peristiwa penikaman, petugas yang bergerak cepat langsung mengamankan Bembeng (18) satu dari 2 pelaku penikaman. Sedangkan pelaku lain yang sudah teridentifikasi tengah dalam pengejaran personel Polsek Medan Labuhan," ungkap Rosyid.

Dari itu, mantan Wakasatres Narkoba Polrestabes Medan ini juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang tak diinginkan.

"Kita berharap masyarakat serta pelajar untuk tidak melakukan pembalasan. Sebab, saat ini
personel Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan dikerahkan semua untuk mengungkap kasus tersebut. Itu dilakukan agar kasus tersebut segera terungkap dan pelaku lainya bernama Ramadhan Tambunan segera diadili," tandas Alumnus Akpol Tahun 2004. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan kembali menertibkan parkir liar di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, Kamis (28/3/2019) pagi. Selain melakukan penilangan, Dishub juga melakukan pengembosan. Langkah tegas ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pengemudi kenderaan bermotor  karena kedapatan parkir berlapis dan sembarangan sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu-lintas.
Penertiban tersebut dilakukan Dishub di dua ruas jalan berbeda yakni Jalan Sei Batang Hari dan Jalan Brigjen Katamso. Guna melakukan penertiban, Dishub menurunkan 2 unit mobil patroli. Selain menegakkan peraturan, penertiban dilakukan guna mengembalikan fungsi jalan karena telah diokuvasi oleh kenderaan bermotor  yang parkir berlapis dan sembarangan tersebut.
Dishub melakukan penertiban pertama kali di Jalan Sei Batang Hari. Di tempat itu tercagtat 4 unit kenderaan bermotor roda empat ditilang karena kedapatan parkir liar. Ulah pengemudi kenderaan bermotor menyebabkan ruas jalan menyempit sehingga mengganggu kelancaraan arus lalu lintas.
Selain penilangan, petugas Dishub juga menggembosi ban depan kenderaan bermotor yang parkir sembarangan.  Setelah itu penertiban dilanjutkan ke Jalan Brigjen Katamso, ada sejumlah mobil yang digembosi karena kedapatan parkir berlapis. Dengan penggembosan yang dilakukan diharapkan  dapat memberikan efek jera kepada pengemudi lainnya sehingga senantiasa mematuhi aturan yang berlaku.
Dari Jalan Brigjen Katamso, dua unit mobil patroli Dishub selanjutnya menyisiri  Jalan Sisingamangaraja. Tidak hanya untuk parlir berlapis dan sembarangan, Dishub juga untuk mengecek sejumlah loket bus yang telah ditertibkan sebelumnya seperti PT Paradep, PT Karya Agung, PT Simpati dan PT Sartika. Keempat loket bus itu tidak beroperasi karena sudah dikosongkan pemiliknya.
Sedangkan di loket bus Putra Melayu, Dishub mendapati masih beroperasi sehingga menilang 1 unit bus yang sedang menunggu calon penumpang. Sedangkan di loket bus KUPJ, Dishub melakukan pengusiran bus karena masih beroperasi dan memerintahkan loket bus ditutup.
Usai penertiban, Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt Kadishub Kota Medan Renward Parapat menjelaskan, penertiban yang dilakukan ini merupakan lanjutan dari penertiban yang telah dilakukan sebelumnya. Selain penegakan peraturan, penertiban dilakukan dalam upaya untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Medan.
“Penertiban ini merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan. Intinya untuk memberikan efek jera kepada pengemudi kenderaan bermotor yang tidak mematuhi peraturan serta memarkirkan kenderaan bermotor miliknya dengan sesuak hati sehingga mengganggu kelancarana rus lalu lintas. Itu sebabnya dalam penertiban ini, selain penilangan, kita juga melakukan penggembosan,” kata Renward. (rel)
Share Berita

MEDAN, POC- Drs H.N Serta Ginting merayakan ulang tahun ke 72 dan launching bukunya di aula Medan Club, jalan R.A Kartini Medan, kamis (28/03/2019).

Mantan DPR RI Sumut ini menulis buku berjudul "Serta Ginting Sang Centeng Ke Senayan" yang menceritakan kisah perjalanan hidupnya dari dulu hingga sekarang.

Ketekunan dan keseriusannya dalam suatu pekerjaan yang dilaksanakan, Drs H Serta Ginting berhasil menjadi orang yang sukses.

Dalam kata sambutannya, Serta Ginting mengatakan, "Terimakasih buat para undangan yang sudah hadir diacara saya terutama istri saya tercinta, buku ini saya buat tentang perjalanan hidup saya. Semoga buku saya dapat diterima oleh masyarakat banyak," ucap Serta Ginting.

Diusianya yang sudah genap 72 tahun ini, beliau terlihat masih sehat, itu karena do'a dari keluarga serta para rekan-rekan semua.

Dari pantauan awak media, turut hadir dalam acara tersebut, Rudolp Tarigan wakil ketua DPRD Medan, pemerintahan Kota Medan, mewakili PTPN III, insan Pers dan ratusan para undangan. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Pemko Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Wali Kota Medan (Perwal) Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Pedoman dan Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial di Balai Kota, Kamis (28/3/2019) pagi. Diharapkan melalui sosialisasi ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang berwenang untuk melakukan evaluasi maupun pihak yang menerima hibah dan bantuan sosial  dapat pengetahui prosedur yang telah ditetapkan dalam Perwal No. 7/2019 tersebut.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili  Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setda Kota Medan Irwan Ritonga yang membuka sosialisasi menjelaskan, tujuan diterbitkannya Perwal No.7/2019 agar fleksibilitas dalam implementasi kebijakan pemberian hibah dan bantuan sosial dalam berjalan dengan baik dan tertib administrasi.

“Melalui sosialisasi yang kita lakukan ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui bagaimana proses penyaluran dan pemberian hibah maupun bantuan sosial yang bersumber dari APBD. Dengan demikian prosedur pemberian hibah dan bantuan sosial  dapat terkendali,” kata Irwan.

Pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial, tegas Irwan, jangan sampai diabaikan. Sudah banyak pejabat pemerintah di tanah air, termasuk Sumatra Utara tersandung kasus hukum hanya karena abai terhadap sistematika dalam memberikan hibah dan bantuan sosial. “Untuk menghindari hal itu tak terjadi, maka sosialisasi ini kita gelar agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,’’ paparnya.

Di hadapan ratusan peserta sosialisasi yang diikuti perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemko Medan dan pihak penerima hibah yang berasal dari sejumlah lembaga, yayasan, organisasi dan kelompok masyarakat, termasuk pengurus sekolah dan rumah ibadah, Irwan selanjutnya menekankan agar pihak penerima hibah dan bantuan sosial juga harus mengerti hak dan kewajiban yang terkandung dalam Perwal No.7/2019.

‘’Sebisa mungkin jangan sampai karena kita mengharapkan bantuan untuk kepentingan lembaga, justru malah membawa kita masuk ke dalam lingkaran hukum dan berurusan dengan pihak berwajib. Dengan memahami hak dan kewajiban serta sistematika peraturan yang berlaku, saya yakin kita dapat memberikan hibah dan bantuan sosial secara tepat guna dan tepat sasaran serta memberikan manfaat optimal bagi pembangunan Kota Medan,’’ ungkapnya.

Kemudian Irwan lebih jauh mengungkapkan, isi dari Perwal No.7/ 2019 terdiri dari tata cara bermohon, persyaratan kelengkapan dokumen, terpenuhinya syarat kepengurusan dan masa terdaftar serta terpenuhinya program kegiatan yang mendukung program pemerintah yang dianggap patut dan layak untuk dibantu. Hal tersebut yang menjadi tugas OPD terkait untuk mengevaluasi atau melakukan verifikasi survey terhadap permohonan proposal yang disampaikan kepada Pemko Medan.

Selanjutnya OPD terkait sambung Irwan, menyampaikan hasil evaluasi atau verifikasi kepada Wali Kota melalui BPKAD Kota Medan untuk dibahas di DPRD Medan. Sementara itu bantuan sosial dapat diberikan kepada kelompok dan perorangan yang tidak punya sumber penghidupan, sebab apabila tidak dibantu maka dapat menimbulkan kesenjangan sosial.

’Bantuan sosial ada dua sistem yaitu terencana dan tidak terencana. Bantuan sosial terencana yang dilakukan lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat seperti kegiatan sosial membantu fakir miskin dan panti asuhan. Sedangkan yang tidak terencana seperti musibah bencana alam,"pungkasnya. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang diwakili Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Sumatera Utara, Agus Tripriyono, menekankan kalau Sumut harus mengantisipasi isu yang menghalangi ekspor kelapa sawit ke Uni Eropa. 
Hal itu disampaikan Agus Tripriyono dalam kata sambutan Gubernur Sumut saat membuka acara Workshop Road To May Day 2019, di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel Medan, Jl. Kapten Maulana Lubis Medan, Kamis (28/3/2019).
Dalam acara yang bertemakan Sawit Indonesia Ramah Anak ini, Gubernur Sumut menyebutkan ada tiga persyaratan tambahan untuk sawit yang bisa masuk ke Uni Eropa selain dari kualitas, yaitu kerusakan lingkungan, isu perburuhan dan isu pekerja anak.
“Selama ini banyak negara di dunia khususnya Uni Eropa yang memberlakukan adanya persyaratan tambahan bagi produk sawit yang akan masuk ke Uni Eropa,” kata Gubernur Sumut.
Dijelaskannya, di samping kualitas ada tiga isu yang membebani produk sawit. Pertama kerusakan lingkungan seperti perusakan hutan, pencemaran atau penggundulan hutan. Kedua isu perburuhan seperti adanya tudingan tentang rendahnya taraf hidup buruh di perkebunan karena upah yang terlalu murah. Ketiga, isu pekerja anak. Memperkerjakan anak di perkebunan dinilai sebagai bentuk pencederaan hak asasi manusia (HAM) anak.
“Jadi, ketiga isu ini harus diantisipasi agar jangan melekat pada produk sawit nasional khususnya yang akan di ekspor ke pasar internasional,” katanya.
Dikatakan Gubernur Sumut, perkebunan kelapa sawit Sumut pada tahun 2018 mencapai 1.209.580,95 Ha dengan produksi minyak sawit sebesar 18.631.570,76 ton. Areal sawit ini merupakan yang terbesar kedua di Indonesia setelah Riau. 
Oleh karena itu, lanjut dia, kondisi ini mendorong pengembangan infrastruktur pedesaan, pusat ekonomi baru di pedesaan, menyediakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Sayangnya, masih ada isu-isu soal lingkungan, perburuhan dan memperkerjakan anak-anak.
Sebenarnya peraturan perundang-undangan yang mengatur dan melindungi anak agar terbebas dari pekerjaan ilegal sudah banyak disahkan misalnya UU Nomor 20 tahun 1999 tentang pengesahaan konvensi ILO soal usia yang diperbolehkan bekerja. UU No.1 tahun 2000 tentang pengesahaan konvensi IO 182 soal larangan dan tindakan bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, UU No.39 tahun 1999 dan UU 13 tahun 2003 soal ketenagakerjaan.
Pada workshop kali ini dihadirkan narasumber Sony Sucihati dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak, Irfan Afandi dari Internasional Labour Oganization (ILO), Asistant Manager Training & TQM PT. Lonsum Adi Sumantri dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara Hj. Nurlela. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Aksi bersih-bersih Pemko Medan dengan Kodam I/BB kembali berlanjut, Kamis (28/3/2019). Setelah Sungai Bedera, kali ini yang menjadi fokus  pembersihan adalah Sungai Kera. Pasalnya, Sungai Kera kini mengalami pendangkalan akibat banyak dipenuhi sampah. Kondisi itu menyebabkan kawasan  yang dialiri sungai itu rentan  meluap ketika hujan deras turun sehingga menggenangi jalan dan rumah warga.

Ada lima kecamatan yang ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih karena wilayahnya dilintasi Sungai Kera. Kelima kecamatan itu masing-masing Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Barat serta Medan Timur. Selain jajaran lima kecamatan, aksi bersih-bersih juga menurunkan personil Petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) beserta aparat TNI.

Pembersihan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, sebelum pembersihan dilakukan seluruh personel yang terlibat lebih dulu menggelar apel di wilayahnya masing-masing. Selain menggunakan peralatan manual seperti cangkul, arit serta  penggaruk, pembersihan juga didukung alat berat untuk memaksimalkan proses pembersihan, terutama mengangkut sampah yang menutupi permukaan sungai serta mobil penyedot lumpur.

Aksi pembersihan dimulai dari Jalan Wahidin, seluruh personel yang terlibat dalam aksi bersih-bersih ini bahu membahu mengangkat sampah yang menutupi permukaan Sungai Kera. Selain sampah, lumpur yang menjadi penyebab pendangkalan juga dikorek, termasuk sejumlah pohon dan semak belukar yang tumbuh di sungai. Berkat kerjasama yang dilakukan, sampah yang menutupi permukaan sungai langsung diangkut.

Selanjutnya sampah dan lumpur diangkut menggunakan truk pengangkut sampah yang telah disediakan. Perlahan permukaan Sungai Kera mulai dari Jalan Wahidin sampai Jalan Bilal Ujung  mulai bersih dari sampah. Padahal sebelumnya dipenuhi sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja tanpa mempedulikan dampak negatifnya. Dikhawatir, kondisi ini tidak bertahan lama karena warga yang tidak bertanggungjawab kembali membuang sampah dalam Sungai Kera.

Aksi bersih-bersih ini mendapat apresiasi dari warga, salah satunya Ilyas (38). Dikatakannya, dia sangat mendukung penuh aksi bersih-bersih yang dilakukan Pemko Medan bersama Kodan I/BB tersebut. Diharapkannya kegiatan ini dapat menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan lagi ke dalam sungai. “Mari kita jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai, buktikan bahwa kita cinta Kota Medan,” ungkap Ilyas.

Sementara itu Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menjelaskan, aksi bersih-bersih dilakukan sebagai langkah awal upaya normalisasi sungai-sungai yang melintasi Kota Medan. Pasalnya, sungai-sungai yang ada telah mengalami penyempitan dan pendangkalan.

‘’Ini menjadi kesepakatan bersama antara Pemko Medan dan Kodam I/BB. Kegiatan bersih-bersih akan terus kita lakukan di sejumlah titik di Kota Medan sebelum dilakukannya normalisasi. Sebab, kita melihat kondisi sungai di seputaran Kota Medan kondisinya kian memprihatinkan,’’ kata Wali Kota.

Kegiatan bersih-bersih yang dilakukan itu, jelas Wali Kota, sekaligus bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama dalam parit maupun sungai. Dengan demikian masyarakat sadar sehingga  senantiasa menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

‘’Setelah kegiatan bersih-bersih ini, kami berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk menyadari bahwa tindakan dan kebiasaannya membuang sampah ke sungai adalah sebuah perilaku yang buruk. Ke depan, semoga masyarakat dapat menahan diri untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai. Kita harus menyadari bahwa kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah lewat petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab semua pihak,’’ ungkapnya.

Untuk itu, Wali Kota berharap kepada semua pihak untuk turut membantu dan mendukung upaya Pemko Medan bersama Kodam I/BB mewujudkan Kota Medan menjadi Kota yang bersih dan asri. Sebab, sebesar dan sekuat apapun upaya Pemko Medan untuk Medan bersih tidak akan terwujud tanpa dukungan dari masyarakat.

'’Kebersihan lingkungan harusnya menjadi sebuah kebutuhan. Jika kita menerapkan itu dalam kehidupan kita, sudah pasti kita akan senantiasa menjaga kebersihan di manapun kita berada. Lagi pula, jika lingkungan bersih maka yang akan merasakan manfaatnya pasti masyarakat sendiri. Begitu pula sebaliknya, jika lingkungan kotor maka masyarakat pula yang akan merasakan dampaknya. Sebab, tidak menutup kemungkinan berbagai bibit penyakit akan timbul jika lingkungan kita kotor,’’ pungkasnya. (rel)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.