Komisi D Minta Usut Hilangnya Buku Speksi Dishub

MEDAN, POC - Peristiwa hilangnya ribuan buku speksi di Dinas Perhubungan (Dishub) beberapa waktu lalu harus diusut tuntas. Pihak inspektorat Pemko Medan dan instansi berwenang lainnya harus turun melakukan pemeriksaan dan menyelesaikan kasus ini hingga ke penyidik Polri agar jelas kejadiannya dan pelakuknya ditangkap.

"Harus tuntas dan jelas penyebab hilangnya ribuan buku speksi itu," ujar Ketua Komisi D Abdul Rani SH dan anggota Komisi D, Ir Parlaungan Simangunsong, Rabu (16/1/2019).

Abdul Rani menyebutkan, pihaknya akan segera membicarakan dan menyikapi hal ini dengan memanggil Kadishub bila perlu.

Aneh kalau hingga ribuan buku speksi bisa hilang di Dishub Kota Medan, sementara semua pihak nampaknya tenang-tenang saja. Berapa banyak kerugian kas Pemko Medan yang timbul akibat hilangnya ribuan buku speksi itu.

Bukan hanya itu saja, PAD yang diharapkan datang dari sektor itu sudah pasti berkurang. “Jangan sampai ada ‘permainan’ dalam hilangnya buku speksi ini,” ujar keduanya saat ditemui di ruang kerjanya.

 “Jangan hanya disebut-sebut hilang, namun tidak ada tindaklanjut dalam kasus hilangnya dokumen tersebut,” sebut Politisi PPP dan Partai Demokrat ini lagi.

Polisi juga harus menyelidiki kasus hilangnya ribuan buku speksi di Dishub Medan, karena menurut Kadishub Renward Parapat kasus itu sudah diadukan ke Polsek Sunggal pada tahun 2018 lalu. "Kami minta agar pihak kepolisian Polisi bergerak cepat untuk mengungkap siapa sebenarnya pelaku pembobolan buku speksi ini,"imbuh Parlaungan Simangunsong.

Sementara itu, Kadishub Medan Renward Parapat saat dikonfirmasi sebelum pertemuan di Komisi A DPRD Medan mengatakan, pihaknya benar-benar kehilangan buku speksi itu. 

“Maling membobol gudang kita dengan cara merusak gudang dan hal itu sudah kita laporkan ke polisi,” kata Renward. (maria)