Lindung Pandiangan :"Berdirinya HBB ingin menyatukan langkah dalam kebersamaan dari setiap suku Batak"

MEDAN - Suku Batak adalah satu suku (bangso) yang maju di dunia dan memiliki populasi terbesar ketiga setelah Suku Jawa dan Sunda. Dapat dibuktikan memiliki bahasa sendiri, tulisan batak (buku laklak), silsilah (tarombo), tanah wilayah yang indah (Danau Toba), budaya dan seni yang mendunia, memiliki hukum adat, Kelender Batak, dan lainnya, dikatakan Ketua umum DPP Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul, SH, MH pada sambutan Deklarasi DPP HBB bertempat di Grand Antares Hotel, Sabtu (19/1/2019).

Prosesi Deklarasi dihadiri Dewan Pembina, Dewan penasehat, Dewan Pakar, tokoh Batak, dan para pejabat Pemerintah, pejabat hukum serta tamu undangan. Deklarasi dibuka dengan sambutan dari ketua panitia Deklarasi HBB, Lindung Pandiangan, SE,SH,MH.

Dalam sambutannya, Lindung Pandiangan selaku panitia pelaksana Deklarasi mengucapkan terimakasih atas segala kerjasama dan support yang diberikan kepada panitia atas terlaksananya Deklarasi Horas Bangso Batak yang sekaligus akan melantik pimpinan Wilayah, Daerah dan Kota Horas Bangso Batak.

Lindung Pandiangan mengatakan latar belakang berdirinya Horas Bangso Batak ingin menyatukan langkah dalam kebersamaan dari setia suku Batak yang tidak membedakan agama demi terciptanya keharmonisan dan rasa kekeluargaan yang berazaskan Pancasila dan UUD45, serta seluruh amandemennya dan falsafah Dalihan Natolu Bangso Batak, sehingga perkumpulan organisasi masyarakat suku Batak juga diharapan dapat menaikkan dan menjaga harkat dan martabat Bangso Batak di Negara RI bahkan di dunia melalui pengurus yang akan dilantik.

Dilanjut dengan Deklarasi dan pelantikan DPP HBB yang dilantik oleh para Dewan Pendiri Horas Bangso Batak. Pengurus DPP periode 2019 - 2024 yang dilantik adalah Lamsiang Sitompul, SH,MH sebagai Ketua Umum DPP HBB  didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Luhut Situmorang, SH serta Bendahara Umum Nurlinda Simanjorang, SH, SpN, MKN., dan seratusan pengurus dan anggota dari berbagai marga.

Ketua Umum DPP HBB yang terlantik Lamsiang Sitompul,SH,MH menjelaskan pada sambutannya, Perkumpulan Horas Bangso Batak secara de facto terbentuk pada 28 Juni 2018 dan secara de jure yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Ham RI No Administrasi Hukum Umum : 0010471 AH 0107 Tahun 2018, dan Kepengurusan Perkumpulan HBB yang sudah terbentuk DPD Jabodetabeka, DPD Bali, DPC Tapanuli Utara, DPC Tobasa, DPC Tapanuli Tengah dan DPC Batubara.

Lanjut Lamsiang, kehadiran Perkumpulan Horas Bangso Batak dapat mengangkat harkat dan martabat Bangso Batak dalam segala bidang sebagai bagian dari NKRI menciptakan manusia seutuhnya.

Dilanjut Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Dinas BPSDM Provsu dalam sambutan arahannya mengharapkan kehadiran Perkumpulan Horas Bangso Batak untuk bisa bersinergi dengan Pemprovsu pada bidang pariwisata yang ada di tano batak (Danau Toba). Banyaknya destinasi dan ikon pariwisata yang bisa digali dan lebih lagi dikembangkan, mengingat pariwisata Danau Toba sudah ditabalkan destinasi pariwisata prioritas dunia urutan ketiga. Dan Pemprovsu sendiri sudah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk Destinasi Pariwisata Danau Toba.

Dilanjut dalam sambutan dan arahannya Kapolda Sumut yang diwakili Dit Babinkantibmas Poldasu mengajak seluruh elemen pengurus Horas Bangso Batak untuk bersama menciptakan kondisi kantibmas khusunya menjelang pesta demokrasi Indonesia yang semakin dekat. Lahirnya Perkumpulan Horas Bangso Batak kiranya menjadi mitra Polri dan TNI dalam cipta kondisi kantibmas dengan mengakhiri ucapan  selamat pada pengurus yang terlantik.

Acara diakhiri dengan foto bersama pengurus dan perkenalan para calon legeslatif yang akan maju dalam pesta demokrasi 2019. (Rel/rom)