15 Ribu Massa F-SPTI Sabam Manalu Turun ke Jalan Tolak Hoax

MEDAN - 15 ribu buruh yang tergabung dalam massa Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) melakukan orasi di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (20/1/2019). Mereka turun ke jalan guna menyampaikan pesan Pemilu damai dan menolak politik hoax.

Massa yang menggunakan mobil kontainer dan truk ini datang dari sejumlah daerah di Sumut. Tampak aparat kepolisian dan TNI bersenjata lengkap dikerahkan mengawal jalannya aksi.

Kendaraan taktis polisi seperti water cannon Dit Sabhara pun diturunkan ke sisi utara Lapangan Merdeka yang menjadi titik aksi setelah sebelumnya massa melakukan long march dari Lubuk Pakam menyerukan agar masyarakat menolak dan tidak terpengaruh hoax.

Massa diketahui tiba di Lapangan Merdeka Medan sekira pukul 13.30 WIB. Dalam orasinya, mereka terus menggaungkan penolakan politik adu domba dan penyebaran informasi bohong yang menjadi momok dalam kehidupan berbangsa yang heterogen.

"Kami ingin pemilu ini damai. Tak ada perpecahan. Aksi kami ini adalah deklarasi bahwa F-SPTI Sumut solit mendukung Pemilu 2019 yang damai, tanpa perpecahan," kata Ketua DPD F-SPTI Sumut, Sabam P Manalu.

Ia mengatakan, masyarakat di bawah begitu resah dengan hoax yang massif menyebar dan berpotensi menyebabkan Pemilu 2019 menjadi rusuh. Menurutnya, organisasi yang dirinya pimpin menolak praktik-praktik politik hoax.

"Untuk itu, kita melalui DPD F SPTI menolak hoax, informasi-informasi bohong yang berpotensi menyebabkan pemilu rusuh. Saya melihat penyebaran informasi hoax begitu massif di masyarakat," ungkapnya.

Sabam menyebut hoax yang terus menyebar melalui massif di media sosial sudah merambah ke anggota F SPTI itu sendiri. Sehingga menurutnya, deklarasi ini perlu dilakukan agar menjadi penegasan kepada para anggota kader yang ia pimpin agar berpikiran jernih dengan menolak politik hoax yang berpotensi memecah belah.

"Oknum-oknum tertentu yang memiliki kepentingan dalam Pemilu 2019 ini terus saja menyebarkan berita hoax akan kinerja pemerintah. Padahal, kami selaku buruh bongkar muat begitu terbantu dengan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini," sebutnya.

Ia menjelaskan, dengan pembangunan khususnya soal infrastruktur yang dibuat oleh pemerintah, kata Sabam begitu berpengaruh kepada kinerja dan pemasukan mereka sebagai buruh bongkar muat. Ia menerangkan, pembangunan infrastruktur telah meningkatkan arus bongkar muat dan distribusi barang.

"Mengapa saya bilang begitu, kami pekerja transport tentunya sangat terbantu dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah yang sah saat ini. Kerja kami sangat didukung oleh infrastruktur, karena apa, karena keberlangsungan arus barang masuk dan keluar dari provinsi ini semuanya ditentukan oleh infrastruktur," sebutnya.

Menurutnya, dengan pembangunan infrastruktur di Sumut, khususnya jalan toll telah meningkatkan kesejahteraan para pekerja transportasi.

"Juntrungnya, dengan peningkatan volume itu juga berpengaruh terhadap pemasukan kami. Semakin cepatnya arus transport maka berpengaruh kepada semakin banyaknya pekerjaan sehingga tentunya berpengaruh kepada kesejahteraan kami pekerja transport," pungkasnya.

Terakhir ia menegaskan F SPTI, kata Sabam, tidak akan terpengaruh dengan berita-berita hoax yang berkembang di masyarakat. "Kami intinya tetap akan mendukung pemerintahan yang sah. Sehingga kami tegaskan F SPTI tidak akan berpengaruh dengan kabar bohong itu," pungkas Sabam. (Rom)