MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi meninjau langsung lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-52 Tingkat Kota Medan di Jalan Rahmad Buddin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (31/1/2019) pagi.  

Peninjauan itu dilakukan Wakil Wali Kota didampingi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Khairul Syahnan,  Kabag Humasy Ridho Nasution serta sejumlah perangkat Kecamatan Medan Marelan. Meski kali ini Kecamatan Medan Marelan menjadi tuan rumah namun camat selaku kepala wilayah tidak berada di lokasi hingga peninjauan Wakil Wali Kota meninggalkan lokasi.

‘’Kita ingin memastikan sudah sejauh mana persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan MTQ yang direncanakan pada Maret mendatang. Hal ini agar saat pelaksanaan MTQ berlangsung, kita bisa menampilkan yang terbaik. Untuk itu saya meminta kepada seluruh OPD terkait agar saling berkoordinasi dan bekerjasama guna mewujudkan keinginan tersebut,” kata Wakil Wali Kota.

Usai meninjau lokasi, Wakil Wali Kota selanjutnya melihat sketsa rencana tata letak serta gambaran kondisi pelaksaan MTQ nantinya. Dalam sketsa yang diberikan oleh pihak Kecamatan Medan Marelan tersebut, Wakil Wali Kota mengatakan untuk memikirkan semua aspek. Tidak hanya soal penataan panggung yang akan digunakan oleh para qori dan qoriah, tapi juga soal akses pintu masuk dan keluar. Hal ini mengingat nantinya dipastikan akan banyak masyarakat yang akan datang berkunjung ke tempat diadakannya MTQ.

Di sela-sela peninjauan, mantan anggota DPRD Medan itu kembali mengingatkan dan berpesan kepada seluruh kepling, lurah dan camat untuk selalu mengimbau dan mengajak masyarakat di wilayahnya masing-masing agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan menyatakan, seluruh jajarannya siap untuk mensukseskan pelaksanaan MTQ, baik lokasi maupun infrastruktur jalan serta drainase. Meski kondisi lokasi sudah rata namun Syahan mengaku akan kembali melakukan penimbunan guna mengantisipasi lokasi acara nantinya digenangi air saat hujanm deras turun.

“Untuk lokasi acara, alhamdulillah,  saya rasa sudah tidak ada masalah lagi. Kita tinggal melakukan finishing dan penimbunan sehingga lokasi acara menjadi lebih baik. Di samping itu kita juga terus membersihkan drainase baik yang ada di lokasi acara maupun sekitar lokasi acara agar air tetap mengalir sehingga mampu menampung debit air saat hujan deras turun. Oleh karenanya setiap hari kita turunkan sejumlah petugas di lokasi acara,” jelas Syahnan. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Pasca  dilakukannya penertiban parkir liar di Jalan Sayum, Selasa (29/1/2019) kemarin, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menindaklanjutinya dengan memasang rambu-rambu peringatan guna menghindari adanya parkir liar kembali di kawasan tersebut. Pemasangan rambu dilakukan, Kamis (31/1/2019). 
Namun saat petugas Dishub hendak memasang rambu, sejumlah mobil masih tampak parkir di badan jalan. Namun petugas Dishub tidak melakukan penertiban, mereka fokus memasang rambu larangan parkir. Begitu rambu larangan parkir telah berdiri namun masih ada kenderaan bermotor yang parkir, Dishub langsung mengambil tindakan tegas sesuai aturan dan ketentuan berlaku.
Menurut salah seorang petugas Dishub, pemasangan rambu larangan parkir sekaligus sosialisasi kepada pihak Auto 2000 maupun Daihatsu bahwa sepanjang jalan itu tidak diperkenankan untuk parkir. Dengan sosialisasi ini diharapkan kedua showroom dapat menyampaikan kepada para konsumennya agar tidak memarkirkan kendaraannya di sepanjang Jalan Sayum.
Selain itu, sosialisasi tersebut juga ditujukan khusus kepada pihak Auto 2000 dan Daihatsu agar mobil derek milik mereka tidak terparkir di badan jalan. Sebab, akibat dari kebiasaan yang mereka lakukan itu sangat mengganggu aktifitas warga dan para pengguna jalan yang melintas.
“Nantinya jika setelah pemasangan rambu dan sosialisasi dilakukan masih dijumpai sejumlah kendaraan parkir, kita akan mengambil tindakan tegas. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus bentuk pembelajaran agar masyarakat tertib aturan,” kata Kadishub Kota Medan Renward Parapat.
Usai pemasangan rambu larangan parkir, jelas Renward, sejumlah petugas telah disiapkan untuk melakukan pengawasan di Jalan Sayum. “Begitu melihat ada kenderaan bermotor yang pakir di badan jalan, langsung ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Kita tidak ada kompromi lagi,” tegasnya.
Sebelumnya, Dishub Kota Medan telah melakukan penertiban kendaraan roda dua dan roda empat serta mobil derek milik Auto 2000 dan Daihatsu. Penertiban ini dilakukan untuk menyikapi pengaduan warga yang merasa terganggu dengan adanya sejumlah kendaraan yang terparkir di sepanjang Jalan Sayum selama ini. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut kini diemban oleh Djohan Alamsyah. Dalam rapat pleno yang digelar komisioner Bawaslu Sumut, Djohan mendapat 4 suara, sedangkan Syafrida Rasahan yang sebelumnya menjabat Ketua Bawaslu Sumut hanya mendapat 3 suara.

Seorang Komisioner Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang ketika dikonfirmasi terkait pergantian Ketua Bawaslu tersebut membenarkannya. ”Benar ada pleno terkait persoalan itu” kata Suhadi pada wartawan di Medan, Kamis (31/1/2019).

Diduga pergantian ini lantaran terjadi ‘keretakan’ internal melanda hubungan komisioner Bawaslu Sumut. ‘Keretakan’ itu terlihat juga ketika tidak ikutnya Syafrida ketika beraudensi dengan Kejatisu Senin (29/1/2019) lalu.

Syafrida dan Agussalam tidak ikut dalam audensi tersebut yang ada hanya lima komisioner saja yakni Djohan Alamsyah, Marwan, Herdi Munthe, Hendrik Sitinjak dan Suhadi Sukendar Situmorang.

Syafrida tercatat sebagai Ketua Bawaslu Sumut periode sebelumnya. Dimana ketika itu, Bawaslu Sumut hanya dijabat oleh tiga komisioner, yakni Aulia Andri dan Herdi Munthe.(maria)
Share Berita

MEDAN, POC- Begal kembali muncul di kota Medan, paling baru pembegalan di Jalan Sutrisno yang tersebar melalui video enam orang berkendara memepet dan membegal sepedamotor.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsuria Sitepu meminta agar aparatur pemerintahan memberdayakan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Dengan adanya siskamling, kriminalitas dapat berkurang.

"Selain siskamling, kita juga minta pihak kepolisian, khususnya jajaran Polrestabes Kota Medan untuk melakukan patroli rutin pada malam hari di jam-jam rawan,''kata Sabar, Kamis (31/1/2019).

Dia juga mengingatkan, komisi A membidangi pemerintahan, termasuk berkaitan dengan kepolisian. Selayaknya legislatif yang membidangi ini, memberi masukan pada pemerintah dan kepolisian untuk ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

"Kita meminta agar aparat kepolisian dan pemerintahan setempat, lebih meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan harus lebih ditingkatkan kembali. Sehingga, tertutup peluang untuk setiap pelaku kejahatan terutama begal. Jadi, di mana saja jalanan yang dianggap rawan harus diaktifkan rondanya (jaga malam). Jika dibutuhkan, tambahkan saja pos-pos pengamanan setiap malam khususnya pada jam-jam rawan personel melakukan patroli secara rutin,"ujar politisi Partai Golkar ini.

Himbauan senada juga disampaikan Zulkarnaen Yusuf Nasution, anggota Komisi A. Dia mengimbau masyarakat, khususnya bagi pengendara sepeda motor jangan takut melaporkan tindak kejahatan tersebut.

"Cepat laporkan jika ada tindakan-tindakan yang mencurigakan. Masyarakat supaya aktif sehingga sejak dini pegal atau kejahatan sudah diketahui. Menjadi masukan kepada personel Kepolisian- untuk merespon laporan masyarakat dan bertindak,''himbau politisi PAN ini.

Menurutnya, Kota Medan yang sudah kondusif, jangan sampai terbuka untuk tindak kejahatan beraksi tengah malam. "Apalagi, menjelang Pemilu, jangan dikotori dengan berbagai bentuk kejahatan yang merusak kondusifitas Kota Medan,''tukasnya. (maria)
Share Berita

MEDAN – PT Toba Pulp Lestari,Tbk berkontribusi pada dunia pendidikan dengan bekerjasama IPTEKS USU untuk pemenuhan bahan baku riset  daun eucalyptus SP yang menghasilkan minyak atsiri dapat dijadikan pupuk bagi tanaman, Rabu (30/1/2019).

“Menurut saya pribadi ecalyptus tanaman yang luar biasa, tidak hanya sebagai bahan baku pembuatan pulp, ternyata daunnya yang tidak terpakai juga dapat menghasilkan minyak atisiri. Karena itu kita berupaya menjalin kerjasama dengan pihak swasta, dalam pemenuhan bahan bakunya bahkan sisa penyulingan dapat dimanfaatkan menjadi kompos dan menghasilkan ekonomi,” sebut Rektor USU Prof DR. Runtung Sitepu, ketika melakukan kesepakatan kerjasama dengan TPL.

Riset terhadap minyak atsiri dari daun eucalyptus oleh IPTEKS USU menurut Runtung Sitepu, memberikan hasil yang besar dalam dunia penelitian akademik. Sehingga pengetahuan terhadap pemanfaatan daun eucalyptus yang tidak terpakai, nantinya menjadi ilmu pengetahuan bagi para mahasiswa USU.  Riset penelitian terhadap pengembangan daun eucalyptus akan menjadi projek kerja di pusat  kajian IPTEKS USU.

“Saya sudah arahkan pusat kajian IPTEKS memberikan spesifikasi tentang materi program tersebut, agar dilakukan kelengkapan dan kebutuhan peralatan penelitian,” ujar Rektor USU, didampingi Ketua Pusat Kajian IPTEKS USU Prof DR Zul Alvian, Wakil Prof DR Harlem Marpaung, dan Sekretaris DR Taufik diruang Rektorat USU.  

Dewasa ini minyak atsiri banyak dimanfaatkan untuk aromaterapi, SPA dan lain sebagainya. Dari segi kebutuhan untuk ekspor masih akan meningkat terus sehingga peluang pengembangan minyak atsiri terbuka luas. Direktur TPL Mulia Nauli mengungkapkan minyak atsiri yang berpotensi untuk dikembangkan ada dalam daun eucalyptus jenis Citriodora.

Menurutnya tumbuhan ini berasal dari Australia, dan sekarang ditemukan tumbuh hampir diseluruh daerah tropis dunia termasuk Indonesia. Dalam upaya mendukung riset penelitian, IPTEKS USU TPL akan berupaya memberikan daun eucalyptus yang tidak digunakan, sebagai bahan baku penelitian minyak atsiri dan sisa hasil penyulingannya menjadi kompos.

“TPL mendukung kegiatan riset ini, bahkan kita berharap ada integrasi dalam penelitian daun  eucalyptus. Daun yang sudah disuling diharapkan dapat menghasilkan kompos terbaik dalam mendukung usaha pertanian, hingga market pendistribusian pupuknya,” ungkap Mulia Nauli, didampingi Manager Socap TPL Ir. Simon H. Sidabukke, M.Si Cand DR, Humas Ebenezer Simanullang, SH, MH, sekaligus menjelaskan kepada Rektor USU,  sejumlah kerjasama yang pernah dilakukan TPL salah satunya dengan penggerak lingkungan, dan penerima Kalpataru Marandus sirait untuk pengembangan tanaman endemik Tapanuli Andaliman. Kerjasama tersebut menghasilkan kontrak 20 ribu bibit andaliman untuk petani, kemudian hasilnya dikeringkan seperti merica dan menghasilkan bumbu andaliman.

Kerjasama antara IPTEKS USU dan TPL saling memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan khususnya penelitian dan riset. TPL yang merupakan perusahan yang bergerak di bidang usaha pemanfaatan hasil hutan tanaman industry, salah satu perusahaan penghasil pulp (bubur kertas) terbaik di dunia memiliki tanaman pokok eucalyptus, dengan sistem pembibitan, penanaman dan pemanenen.

Sedangkan IPTEKS USU berupaya melakukan riset penelitian terhadap daun eucalyptus yang tidak termanfaatkan, untuk dijadikan minyak atsiri eucalyptus SP dan sisa penyulingannya untuk produksi kompos. Kerjasama keduanya tercantum dalam surat perjanjian nomor: 08/LEG-TPL/I/19, dan nomor 01/PUI-EKLT/USU/2019. Kerjasama selama kurun waktu 5 tahun kedepan ini diharapkan memberikan hasil yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dan perekonomian di Sumatera Utara.  (Rom)
Share Berita

BELAWAN, POC - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan bersilaturahmi pada para buruh bongkar muat kapal ikan digabion belawan dan para nelayan dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif menjelang Pilpres dan Pileg 2019, Kamis (31/01/2019).

Kegiatan itu dilaksanakan di warung Buk Adek gudang ikan PMS gabion Belawan. Pada kesempatan itu Kapolres Belawan memberikan pesan yang positif kepada seluruh orang-orang yang berada disekitar gudang ikan gabion.

"Untuk menjaga Kamtibmas pada saat menghadapi Pemilu Pileg dan Pilpres,saling menjaga kekompakan dan tidak ada pertengkaran antara sesama buruh, jangan mudah terpengaruh berita yang tidak benar atau Hoax, selalu kita bimbing keluarga dan selalau diperhatikan kegiatan anak-anak jangan terpengaruh terhadap bahayanya Narkoba," pesan Kapolres.

"Terima kasih kepada Bapak Kapolres Belawan yang sudah menyambangi kami disini dan sudah dapat bertemu, sarapan bersama kami di lokasi PMS Gabion," ucap para buruh dan nelayan.

Dari pantauan awak media, kegiatan itu turut dihadiri oleh  Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan yang di dampingi oleh Kasi Propam Iptu Lili Tavip dan para Personil Polres Pelabuhan Belawan. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC - PT Pelindo I Cabang Belawan mendukung acara Indonesia off road expedition Andalas, Medan Bukit Tinggi yang akan dimulai tanggal 09 – 24 Februari 2019 di Medan Bukit Tinggi.

Kendaraan-kendaraan tim Indonesia Timur dan Pulau Jawa tiba di pelabuhan Belawan dari Jakarta diangkut kapal Serasi V, Rabu (30/01/2019).

Menurut Aswin Hutajulu dari PT Bubu Logistik, Kapal Serasi V ini membongkar ratusan kendaraan dan sekitar 60 unit diantaranya, kendaraan yang untuk kegiatan off road, kenderaan jenis jeep, Katana , Hartop dan lain-lain," kata Aswin.

"yang dari pulau Sumatera melalui jalan darat, misalnya Banda Aceh, Palembang, Lampung dan sekitar pulau Sumatera," ucap Aswin kepada Ocean Week di dermaga Belawan Lama.

Sambungnya, rencananya Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi akan melepas kegiatan tersebut pada tanggal 09 Februari 2019 dilapangan Merdeka Medan. “Peserta tim off road ada yang disebut badak, serigala, singa, harimau, buaya dan binatang buas lainya," ucapnya.

Aswin juga menjelaskan, bahwa kegiatan Off road ini akan menelusuri hutan hutan dari Medan hingga Bukit Tinggi, setelah sampai di bukit tinggi sesuai jadwal yang di tentukan, Para peserta nantinya kembali melalui jalan darat dengan touring car atau kendaraan pesertanya diangkut melalui truck," jelas Aswin.

"Saya berterima kasih kepada Pelindo I cabang Belawan yang telah membantu memberikan kemudahan sehingga dari sandar kapal sampai bongkar kendaraan tidak ada kendala," kata Aswin mengakhiri. (Kinoi)
Share Berita

KISARAN - Rapat realisasi pajak daerah dan retribusi daerah di Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) dengan menargetkan pajak daerah di tahun 2019 sebesar Rp 54 miliar, Rabu (30/1/2018)

Rapat yang berlangsung di Aula Bappenda yang dipimpin oleh wakil Bupati Asahan, H Surya.Turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Rahmad Hidayat Siregar, Kepala Bappenda, Mahendra, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Mahendra mengatakan, jika pajak yang sudah memenuhi ketetapan agar segera menyetorkannya kepada kas daerah.

"Target tahun 2018 pajak daerah sebesar Rp. 48.809.641.016.00 dan terealisasi Rp 42.852.881.287.00 . Sedangkan untuk tahun 2019 kita mempunyai target Rp 54 miliar,” ujarnya.Wakil Bupati.

Surya menyampaikan, OPD agar dapat memperbaiki perjanjian kepada para pihak pengelola. Menurutnya, Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini juga dapat melaksanakan perubahannya.

“Diminta kepada Kepala Bappenda Pemkab Asahan untuk dapat lebih baik lagi dalam pengutipan pajak daerah serta retribusi daerah,” ujar Wabup.
Dia juga menegaskan, agar meletakan tanggal masa berlaku pada reklame yang dipasang di papan reklame. Juga mencopot atau menurunkan reklame yang sudah habis masa berlakunya. Lalu memperbaiki aset pemerintah daerah agar kedepannya dapat meningkatkan pendapatan pajak daerah. (yudi)
Share Berita

MEDAN, POC - Pembangunan Gedung Pusdiklat dan Pesantren Buddhis Sigalovada di  Jalan Perak, Kebun Sayur, Kota Bangun, Medan Deli, diminta ditinjau ulang. Sebab perlu kajian lebih mendalam ke lapangan. 

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak dalam rapat dengar pendapat (rdp) dengan pihak PT Alam Tamanindo Indah Lestari dan pihak Buddhis Sigalovada, Rabu (30/1/2019).

"Untuk pembangunan pesantren Buddhis Sigalovada, kita berharap rekan-rekan di Komisi D DPRD Medan untuk turun terlebih dahulu ke lapangan agar lebih cermat dan teliti mengetahui persoalan yang sebenarnya.Jadi kita tidak secara pihak memutuskan," kata Paul.

Rapat tersebut dilakukan setelahnya adanya pengaduan dari PT Alam Tamanindo Indah Lestari yang mempersoalkan adanya penyerobotan lahan untuk pembangunan pesantren Buddhis Sigalovada dan pembangunan pusdiklat diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sambung Paul, dengan adanya peninjauan ke lapangan tersebut sangat diperlukan sehingga apa yang dipersoalkan bisa diketahui dengan cermat.
Namun untuk persoalan penyerobotan lahan sendiri dapat ditempuh melalui proses hukum. "Persoalan sengketa lahan sendiri bila memang perusahaan laganya diambil bisa ditempuh melalui jalur hukum. Biarkan seluruhnya prosesnya hukumnya berjalan dengan adanya keputusan pengadilan," kata Paul.

Ia mengatakan apa yang dipersoalkan merupakan persoalan pembangunan rumah ibadah. "Ini tahun politik yang sangat rawan sekali, jangan sampai timbul hal-hal yang tidak diinginkan.Sehingga seluruhnya harus jeli dan teliti. Jangan sampai timbul riak di lapangan. Bagaimana pun situasi yang kondusif perlu kita ciptakan saat ini," bilang politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, pihak Komisi D DPRD Medan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin oleh Ihamsyah, Sekretaris Komisi D bersama Ahmad Arif dan Paul Mei Anton Simanjuntak, anggota Komisi D dengan PT Alam Tamanindo Indah Lestari yang menghadirkan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) dan Satpol PP Kota Medan.

Dimana pihak PT Alam Tamanindo Indah Lestari merasa Keberatan atas pembangunan pesantren Buddhis Sigalovada yang diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan melakukan penyerobotan lahan milik perusahaan. Namun dalam pertemuan itu hanya pihak PT Alam Tamanindo Indah Lestari yang hadir, sedangkan pihak Buddhis Sigalovada tidak hadir dalam pertemuan tersebut.(maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan, Iswanda Ramli menjelaskan status tanah Sari Rejo berada ditangan Kementrian Pertahanan (Kemenhan).

Hal itu didapatinya setelah DPRD Medan bersama warga Sari Rejo mengunjungi Komisi 3 DPR RI dan Kemenhan.

"Kita sudah kunjungi Komisi 3 DPR RI, langsung kita ke Kementrian Pertahanan. Sekarang kuncinya ditangan Menhan, dari Menhan ke Kementrian Keuangan (Kemenkeu). Karena aset itukan di keuangan," jelas Iswanda di Medan, Rabu (30/1/2019).

Saat pertemuan di Kemenhan bersama Panglima TNI, Iswanda menjelaskan tugas TNI hanya menjaga aset. Namun, Ia heran kenapa beberapa bagian tanah Sari Rejo bisa diambil pengembang.

"Panglima bilang tugas TNI menjaga aset negara.Tapi aset itukan ada juga ke pengembang, kenapa aset bisa keluar. Kenapa nggak keluar ke masyarakat," heran pimpinan dewan yang akrab disapa Nanda ini.

Dalam persoalan ini, dia menegaskan DPRD Medan akan terus berkoordinasi dengan Kemenhan.

"Langkah DPRD terus berkoordinasi dengan kemenhan. Sekarang warga ke Seskab bersama anggota DPRD Sumut. Inikan sudah lama, tapi DPRD Medan akan terus mendesak," tukas politisi Golkar tersebut.

Untuk diketahui, persoalan tanah Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia ini sudah berlangsung lama. Warga yang sudah puluhan tahun menetap di sana tak kunjung mendapatkan alas hak tanah. Hal itu lantaran pihak TNI AU mengklaim lahan di sana juga merupakan kawasan mereka.

Perjuangan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) dan diketuai oleh H Riwayat Pakpahan telah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Bahkan perseteruan warga dengan pihak TNI AU ini telah berlanjut di Mahkamah Agung, dan dimenangkan warga.

Formas mengklaim sesungguhnya mereka sudah mendapatkan alas hukum yang sah dan jelas atas kepemilikan tanah di Sari Rejo tersebut hal itu sesuai dengan, 1 Putusan PN Medan Nomor :310/PDt.G/1989/PN Mdn tanggal 8 Mei 1990.2 Putusan PT Medan No.294/PDT/1990/PT- MDN/ tanggal 26 September 1990, 3 Putusan MA RI No 229 K/Pdt/1991 tanggal 18 Mei 1995.

Selain itu Formas juga mengungkapkan lahan seluas 591,3 Ha yang selama ini diklaim merupakan kawasan Pangkalan Udara Swondo Medan sebagian besar telah menjadi lahan investasi bagi pengusaha besar di Medan.(maria)
Share Berita

KISARAN - Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu merebus 11 Kg sabu di dandang dan membakar 20 Kg ganja. Sabu dan ganja yang direbus dan dibakar tersebut merupakan hasil tangkapan Sat Narkoba, Rabu (30/1/2019).

Pemusnahan barang bukti ini dilaksanakan di halaman Mapolres Asahan. Sabu dimusnahkan dengan cara direbus itu kemudian dibuang langsung ke dalam parit. Sementara barang bukti ganja dibakar dengan cara disiram minyak lampu.

“Ini barang bukti terdiri dari dua kasus narkoba, dengan dua orang tersangka. Dua tersangka untuk kasus sabu. Sedangkan 20 Kg ganja diamankan tanpa disertai dengan tersangkanya,” kata AKBP Faisal.

Kedua tersangka tersebut masih dalam penyidikan pihak Polres Asahan. “Kedua pelaku tersebut dijerat pasal 114 Ayat 2 junto pasal 111 ayat 2 undang undang narkotika nomor 35 tahun 2009,” imbuhnya.

Kapolres mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini sudah mendapat persetujuan dari Kejari Asahan. Hal ini dibuktikan dengan surat penetapan pemusnahannya.

“Sesuai penetapan pihak Kejaksaan, barang bukti tersebut semuanya dimusnahkan dengan disaksikan dan diuji oleh tim laboratorium forensik Polda Sumut,” katanya.

“Kita juga melakukan gerakan moral sebagai bentuk pencegahan. Gerakan tersebut berupa tagline bahwa Kabupaten Asahan harus bebas Narkoba, di samping itu, bentuk kegiatan ini akan terus dilakukan guna menasosialiasikan bahaya narkoba di masyarakat,” tandasnya. (yudi)
Share Berita

BELAWAN, POC - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan membagikan nasi bungkus dan santunan berupa uang kepada puluhan anak yatim piatu, Rabu (30/01/2019).

Pembagian itu dilaksankan di masjid AL- Amin Polres Belawan usai shalat dzuhur. Selain itu, Kapolres juga mengingatkan kepada seluruh personil yang hadir pada shalat dzuhur berjama'ah, agar kita selalu menyisikan sebagian rezeki kita untuk diserahkan kepada orang yang kurang mampu dan anak yatim piatu," kata Kapolres.

"Menyisihkan sebagian rezeki kepada anak yatim merupakan bentuk ibadah dan diharapkan membawa berkah bagi Polres Pelabuhan Belawan,” ucap Ikhwan.

Pemberian itu menunjukan adanya rasa keperdulian Polres Pelabuhan Belawan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Turut mendampingi Kapolres, Kasat Binmas AKP Justar Purba, Kasat Narkoba AKP Edy Safari, Kabag OPS Kompol Erinal, Bagian Humas Polres Belawan Khairil Amri. (Kinoi)
Share Berita

MARTUBUNG, POC - Ratusan warga martubung yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Sumut (Gerbraksu) melakukan aksi demo di Jalan Pancing I Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (29/01/2019).

Aksi tersebut mendapatkan pengawasan ketat dari aparat kepolisian sehingga aksi bakar ban terpaksa dipadamkan petugas, hingga lalulintas jalan kembali normal yang sebelumnya sempat macet.

"Kondisi infrastruktur badan jalan saat ini berlobang dan tergenang saat musim hujan turun, sudah banyak yang menjadi korban," ucap Saharudin sebagai kordinator aktifis.

Sambungnya, Ia menilai perbaikan jalan itu merupakan tanggung jawab PU Bina Marga Medan," tegas saharudin.

Rusaknya jalan dimungkinkan karena kwalitas pengerjaan atau tingginya mobilitas angkutan berupa truk, trado, tangki yang bermuatan melebihi tonase dari kapasitas kekuatan jalan.

5 tahun belakangan menjamur pembangunan gudang dan penimbunan lahan-lahan perusahaan itu, oleh karenanya "Gerbrak" perlu mempertanyakan peruntukan wilayah pemukiman tersebut apakah di benarkan oleh peraturan berdasarkan RTRW.

"Pemerintah perlu menjelaskan dengan mengkalirifikasi proses perizinan baik izin lingkungan UKL/UPL maupun Amdal nya," tegas saharuddin mengakhiri. (Kinoi)
Share Berita

Anggota DPRD Medan Parlaungan Simangunsong.
MEDAN, POC - Komisi D DPRD Medan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan intensif melakukan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang bukan areal parkir, terutama di zona terlarang maupun pemukiman warga.

Seperti di Jalan Rumah Sumbul dan Jalan Sayum, Kecamatan Medan Kota. Setiap hari berjejer belasan mobil, maupun mobil derek di jalan yang berada tepat di samping showroom mobil tersebut. Sehingga warga sekitar yang menggunakan kenderaan roda empat sering kesulitan masuk ke jalan itu, karena kiri kanan jalan digunakan untuk parkir mobil-mobil.

"Kita minta dishub memasang rambu larangan parkir di jalan-jalan yang bisa mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Jangan sekedar menertibkan saja, tapi dipasang rambu-rambunya. Jadi jika ada yang masih parkir, langsung ditilang,"tegas Parlaungan Simangunsong, Anggota Komisi D DPRD Medan yang membidangi Dinas Perhubungan, Selasa (29/1/2019).

Politisi Demokrat ini juga mengingatkan para pengusaha sebelum membuka usahanya di suatu tempat, agar terlebih dulu menyediakan pelataran parkir untuk karyawan maupun konsumennya. Dengan begitu kenyamanan warga sekitar tidak terganggu.

"Selayaknya sebelum memulai usaha, pengusaha sudah ada amdal lalu lintasnya. Jadi warga tak terganggu. Kita juga mengingatkan pada dishub agar melakukan penertiban tidak separuh-separuh. Jika memang di kawasan itu sering macet karena jejeran parkir, segera lah dipasang rambu larangan parkir di sana,''tegas Parlaungan.

Senada juga disampaikan Daniel Pinem, anggota Komisi D. Menurutnya, Dishub jangan hanya fokus menertibkan pool-pool liar, tapi juga harus diiringi dengan penertiban parkir liar. Karena saat ini, parkir liar semakin mewabah. Bahkan hampir di setiap ruas jalan, selalu ada penarikan retribusi untuk parkir.

"Inilah yang seharusnya ditertibkan dishub, parkir liar seperti ini. Mereka menarik retribusi di lokasi yang bukan areal parkir, tapi uangnya tidak masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD)''tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Untuk diketahui, hal ini terkait dengan laporan warga Jalan Sumbul dan Sayum yang resah lantaran jalan warga dijadikan areal parkir oleh showroom mobil di Jalan Sisingamangaraja. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Kota Medan memiliki slogan kota religius. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah panti pijat dan spa yang ada di Kota Medan. Ironisnya, panti pijat yang ada di Medan mayoritas telah berubah fungsi menjadi tempat prostitusi terselubung.

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi C DPRD Medan, Jangga Siregar saat rapat bersama sejumlah perwakilan tempat hiburan di gedung DPRD Medan, Selasa (29/1/2019).

"Berdasarkan daftar dari Dinas Pariwisata jumlah spa dan panti pijat di Medan mencapai 300. Itu menjadi terbanyak di Indonesia, jadi Medan bisa dijuluki kota spa," jelasnya.

Hasil kunjungan ke daerah beberapa waktu lalu, jumlah panti pijat atau spa di Bandung serta Surabaya hanya berkisar 100. "300 itu yang terdaftar, belum lagi yang tidak. Banyak kita cek dilapangan yang belum terdaftar," jelasnya.

Berdasarkan pengalamannya sidak (inspensi mendadak) beberapa waktu lalu di sejumlah tempat hiburan atau spa, tawaran prostitusi itu bahkan dilakukan ketika dipintu masuk.

"Di Bow Art Spa, itu tawaran esek-esek disampaikan ketika berhadapan dengan customer servisnya, terang-terangan disampaikan. Ada beberapa tempat lain juga seperti itu, saat sidak itu kita temukan," jelasnya.

Zulkifli Siregar, perwakilan manajemen Blow Art Spa membantah tudingan tersebut. Menurutnya, tempat usahanya tidak seperti yang disampaikan oleh anggota dewan.

"Tidak seperti itu, tidak ada prostitusi ditempat kami. Pegawai yang kemarin menawarkan seperti itu sudah dipecat," bantahnya.

Dalam kesempatan itu, Lian Sitanggang, perwakilan Grand Diamond Spa menyebut besaran tarif pajak sebesar 30 % bagi panti pijat atau tempat hiburan dikeluhkan para pengusaha. Tarif tersebut dianggapnya terlalu besar dan bisa mengurangi jumlah pengunjung.

"Kalau boleh dibilang 30 % tarif pajak hiburan terlalu besar. Karena pajak itu oleh pengusaha dibebankan kepada pelanggan, secara tidak langsung mengurangi jumlah pelanggan yang datang karena akan berpengaruh terhadap harga," ujarnya

Selain itu dia juga mengeluhkan adanya pemasangan tapping box oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD). Sebab, ia menyebut keberadaan tapping box itu mempengaruhi perhitungan pajak yang selama ini menggunakan metode self assesment.

Belum lagi, tidak semua tempat hiburan, panti pijat ataupun spa yang dipasangi tapping box. "Kalau mau adil dipasangi semua tempat hiburan, kan ini tidak," jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan menyarankan agar pengusaha tempat hiburan membuat asosiasi. Sehingga ketika ada usulan atau keberatan tentang regulasi bisa disampaikan melalui asoisasi secara resmi.

"Misalkan tarif pajak 30 % terlalu besar, bisa diajukan ke DPRD untuk penurunan. Kami pun bisa menggunakan hak inisiatif untuk merevisi aturan yang ada termasuk tentang jam operasional," ungkap Politikus PDI Perjuangan ini. (maria)
Share Berita

KISARAN - Dana hibah bantuan sosial dari APBD Kabupaten Asahan tahun 2017 patut dipertanyakan. Pasalnya, organisasi atau  penerima dana hibah kebanyakan tidak memiliki alamat yang jelas sehingga diragukan keabsahannya.

Hal ini disampaikan oleh salah satu Koordinator Forum Aktivis Muda Kabupaten Asahan. Ia mengatakan sebanyak 70 persen alamat penerima bansos atau sekretariat tidak sesuai.

"Sebanyak 70 persen penerima dana bansos itu diduga fiktif. Alamat sekretariat yang tercantum tidak sesuai kenyataan," ujarnya.

Pria ini juga menambahkan bahwa beberapa organisasi juga baru terdaftar kurang dari satu tahun. "Seharusnya organisasi yang berhak mendapat bantuan sudah terdaftar paling tidak tiga tahun. Ada alamat yang memang benar, tapi ketika didatangi kantor kosong, tidak ada aktivitas. Bahkan Ada juga alamatnya benar tetapi tidak ada kantor sekretariatnya," bebernya.

Terpisah, Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kabupaten Asahan, Lusiana saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti terkait permasalahan tersebut.

“Kita tidak mengetahui secara pasti, apakah lembaga atau organisasi penerima bansos maupun hibah itu fiktif atau tidak. Selagi ada proposal permohonannya, pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kabupaten Asahan berhak untuk mengeluarkan dana tersebut,” kata Lusiana.

Dirinya menjelaskan, pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kabupaten Asahan tidak bisa melangkah lebih jauh terkait pengawasan terhadap lembaga atau organisasi penerima bansos maupun hibah. (yudi)
Share Berita


MEDAN, POC - Sebagaimana disiarkan media massa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI menyebut Medan, Bandar Lampung dan Manado menjadi kota kotor di Indonesia. Hal ini ditanggapi ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung yang segera menyarankan agar pemko menyiapkan tabung perapian untuk memusnahkan sampah.

Namun dari hasil konsultasi langsung kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) M Husni dengan Kementerian KLHK, Selasa lalu (15/1/2019) di Jakarta, Kota Medan nilainya rendah dalam pengelolaan TPA. Sebab penilaian berdasarkan bobot yang ditentukan.

“Dalam pengelolaan TPA ini, kita (Kota Medan) mendapat nilai rendah karena masih menggunakan sistem open dumping, seharusnya menggunakan sistem sanitary landfill. Jadi bukan kota terkotor seperti yang dilansir sejumlah media,” bantah Husni ketika itu.

Untuk itu, kata Henry Jhon, agar secepatnya dipikirkan menyiapkan alat pengelolaan sampah secara mekanis. "Kalau APBD tidak mampu, kita bisa menggunakan investor," ujar Henry Jhon, Senin (28/1/2019).

Menurut pimpinan dewan ini, Pemprov DKI sudah menggunakan alat tersebut di daerah Sunter. "Cukup menyiapkan lahan 2,5 hektar, setiap hari sampah bisa dimusnahkan,” sebutnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, kalau Medan masih mengandalkan tempat penampungan akhir (TPA) sudah tidak memungkinkan lagi. Mengingat jumlah penduduk makin banyak, luas lahan tidak bertambah, sementara untuk TPA membutuhkan tanah yang luas.

“Hasil pembakaran sampah bisa digunakan untuk membuat batako, pupuk bahkan menjadi bahan pembangkit listrik (energi terbarukan). Mungkin pihak Kementerian LHK melihat yang kotor itu di TPA. Memang TPA kalau kita lihat sangat jorok dan bau, bisa menimbulkan wabah penyakit bagi warga sekitar TPA,” katanya. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH langsung menyikapi pengaduan warga terkait amblasnya Jalan Bunga Pariama Ujung di Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan. Senin (28/1/2019), Wali Kota pun mengerahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan segera  melakukan perbaikan sehingga aktifitas warga tidak terganggu.
            
“Saya minta Dinas PU Kota Medan segera memperbaiki jalan yang amblas itu. Jangan sampai aktifitas warga terganggu, sebab jalan itu sangat vital bagi warga sehari-hari. Dengan demikian warga dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah,” kata Wali Kota.

Instruksi Wali Kota tersebut pun langsung ditindaklanjuti. Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan pun turun ke lokasi.  Selain membawa 60 personel, Syahnan juga mengerahkan satu unit backhoe loader serta 4 unit truk yang digunakan untuk membawa material guna menimbun jalan yang amblas.

Dikatakan Syahnan, amblasnya Jalan Pariama akibat hujan deras yang terjadi Minggu (27/1/2019) petang. Di waktu bersamaan di bagian hulu sungai juga pun hujan deras sehingga Sungai Nangka tidak mampu menampung debit air hujan. Apalagi air dari hulu membawa sampah dan sejumlah pohon tumbang sehingga kelancaran air teganggu sehingga melimpah.

Selain halaman dan rumah warga, air sungai juga menggenangi Jalan Bunga Pariama. Kondisi itu menyebabkan Jalan Bunga Pariama mengalami erosi sehingga  amblas yang menyebabkan warga sekitar sulit melaluinya. “Ada sekitar 1 meter lebar  jalan yang amblas sehingga tak dapat dilalui warga baik menggunakan kenderaan bermotor roda empat maupun dua,” kata Syahnan.

Sebagai langkah darurat, jelas Syahnan, warga pun membuat jembatan sederhana dari beberapa potong bambu agar bisa dilalui dengan berjalan kaki.  Oleh karenanya begitu tiba di lokasi, Syahnan pun langsung  menginstruksikan anggotanya untuk melakukan perbaikan. “Untuk langkah awal, kita menimbun jalan yang amblas tersebut agar dapat dilalui warga kembali,” jelasnya.

Selain penimbunan jalan amblas, backhoe loader yang dibawa diturunkan untuk membersihkan sampah di sekitar jembatan Sungai Nangka yang dipenuhi sampah dan potongan batang pohon agar aliran sungai lancar kembali. Proses pembersihan berjalan dengan lancar, tanpa kesulitan alat berat milik Dinas PU berhasil mengangkut seluruh sampah  dan potongan batang pohon.

Usai penimbunan dan pembersihan dilakukan, Syahnan mengatakan pihaknya akan membeton jalan yang amblas tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menhantisipasi jalan yang tidak akan amblas kembali, sebab kondisi jalan yang amblas terletak di kawasan yang lebih rendah. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi dan Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Hj Rita Maharani SH, menyaksikan serah terima jabatan  Ketua DWP Kota Medan masa bakti 2014-2019 dari Ny Yurina Khairul Syahnan kepada Ny Ismiralda Wirya Alrahman  di Gedung Dharma Wanita Jalan Rotan Medan, Senin (28/1/2019). 
                
Prosesi serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan dilanjutkan penyerahan memorandum dari ketua lama kepada ketua baru. Di bawah kepimpinan ketua baru, DWP Kota Medan diharapkan dapat mendukung penuh Pemko Medan untuk bersama-sama mengatasi berbagai permasalahan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
                
Selain Wakil Wali Kota dan Penasehat DWP Kota Medan, serah terima jabatan yang berlangsung penuh khidmat juga turut dihadiri Sekda Kota Medan Ir Wiriya Al Rahman, Ketua DPC GOPTKI Kota Medan  Hj Nurul Khairani Akhyar,  pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, camat serta seluruh  jajaran pengurus dan anggota DWP Kota Medan.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota mengatakan, Pemko Medan sangat menaruh harapan besar kepada DWP Kota Medan.  Sebab, DWP merupakan wadah berhimpunnya para istri apratur sipil negara (ASN) dan melaksanakan beberapa agernda yang bertujuan mendukung kegiatan suami dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan.

“Tentunya ini sangat vital karena suami tidak dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik tanpa didukung peran aktifitas para ibu-ibu Dharma Wanita sekalian. Di samping itu juga DWP turut berperan dalam membangun karakter wanita yang tangguh dan kuat tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita yang seutuhnya,” kata Akhyar berharap agar DWP Kota Medan di bawah kepemimpinan Ny Ismiralda Wirya Alrahman  semakin maju  dan aktif mendukung pembangunan Kota Medan.

Sebelumnya, Penasehat DWP Kota Medan Hj Rita Maharani Lubis mengawali sambutannya,lebih dulu menyampaikan ucapan selamat kepada Ny Ismiralda Wiriya Al Rahman sebagai Ketua DWP Kota Medan masa bakti 2014- 2019. "Semoga Ketua DWP yang baru beserta jajarannya dapat menjalankan kepercayaan yang telah di amanahkan,” ujar Hj Rita.
  
Selanjutnya. Hj Rita yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK  dan Dekranasada Kota Medan itu  menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ny Yurina Khairul Syahnan  atas sumbangsih dan dedikasi yang telah diberikan selama menjabat sebagai Ketua DWP.

Di hadapan pengurus dan anggota DWP Kota Medan, Hj Rita kemudian memaparkan, kebijakan pembangunan Kota Medan tidak akan berjalan dengan mulus tanpa ada dukungan dari masyarakat, termasuk ibu - ibu DWP Kota Medan. Diharapkannya, pengurus yang baru dapat melanjutkan kinerja pengurus lama selama ini dinilainya sudah cukup baik. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN LABUHAN, POC - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan beserta rombongan giat safari Kamtibmas di Masjid Al-Muhajirin,
Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan, Senin (28/01/2019).

Dalam kata sambutannya Ikhwan mengatakan, selama 7 bulan saya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan, ternyata baru kali ini menyempatkan diri bersilaturahmi dengan masyarakat di Kampung Nelayan indah ini," kata Kapolres.

"Saat ini masuk menjadi polisi tidak bayar atau gratis, sudah banyak yang terbukti anak orang yang kurang mampu, contohnya seperti anak tukang jual jagung rebus dan supir angkot ada yang masuk menjadi polisi tanpa bayar," sebut Kapolres.

Pada kesempatan itu, Kapolres juga mengingatkan kepada warga, agar tidak termakan isu berita Hoax di media sosial, seperti isu penculikkan anak, pencoblosan surat suara sebanyak 7 kontaener, serta berita hoax lainnya yang dapat membuat situasi tidak kondusif," ucap Ikhwan.

Sambungnya, Kapolres juga mengatakan, hendaknya sebagai orang tua harus senantiasa mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh taat beribadah, hingga nanti dapat mendoakan kedua orang tuanya," kata orang nomor satu dimedan utara itu.

Dalam pantauan awak media, selain dihadiri Kapolres Pelabuhan Belawan, kegiatan itu juga dihadiri Kapolsek Medan Labuhan diwakili Wakapolsek Medan Labuhan AKP Ponijo, Kasat Binmas AKP Justar Purba, personil Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Para Kepling mewakili Lurah Nelayan Indah, Serta ratusan ibu perwiritan pesisir. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meresmikan Sarana Air Bersih dan Sanitasi di Kelurahan Sicanang Kecamatan Belawan dan Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Senin (28/1/2019), yang dipusatkan di Lingkungan III, Kelurahan Sicanang, Belawan, Kota Medan. Sarana Air bersih dan sanitasi tersebut merupakan bantuan dari Komunitas Sumatera Berdoa yang diketua JA Ferdinandus.

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Gubsu Edy Rahmayadi dan pengguntingan pita yang didampingi oleh Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, dan Koordinator Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) Anita.

Gubsu Edy pada kesempatan itu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan dan menjaga sarana air bersih dan sanitasi yang baru diresmikan tersebut. “Masyarakat sudah diberikan sarana seperti ini, bukan hanya ucapan terima kasih yang kita ucapkan. Mari sama-sama kita jaga ini. Karena kalau kita tidak bersama-sama menjaganya tidak ada gunanya ini,” ujar Gubsu Edy.

Gubsu Edy juga mengapresiasi Sumatera Berdoa atas kepeduliannya terhadap kepentingan masyarakat dan merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, khususnya lokasi yang sulit akan air bersih. “Terima kasih kepada Om Ferdinandus, saya salut, seumur beliau masih memikirkan tentang ini. Tidak lain tidak bukan karena cinta yang datang dari Tuhan,” ucap Gubsu, seraya mengatakan dengan diundangnya meresmikan sarana sanitasi tersebut dirinya melihat keadaan masyarakat Sumut yang masih banyak memerlukan perhatian dan bantuan dari Pemprovsu.

Menanggapi keluhan masyarakat tentang Jembatan Titi Dua di Kelurahan Sicanang yang ambruk, Gubsu mengatakan bahwa Pemprovsu akan datang dan segera mencari solusi. “Nanti kita lihat, ada apa itu kenapa bisa ambruk,” sebut Gubsu.

Sementara itu, Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus mengatakan bahwa Sumatera Berdoa adalah kumpulan dari gereja-gereja. Selain berdoa, keberadaanya juga haru bermanfaat bagi masyarakat, sesuai visi dari Sumatera Berdoa.

Salah satu usahanya adalah membuat sumut bor yaitu sarana air bersih dan sanitasi, karena di daerah Kelurahan Sicanang dan Mabar yang dekat dengan laut ini airnya sangat keruh. “Kenapa air, karena manusia hidup membutuhkan air. Oleh karenanya Sumatera Berdoa merasa terpanggil untuk ini,” ujar Ferdinandus.

Kepada masyarakat, Ferdinandus berpesan agar tetap menjaga sarana yang telah dibangun tersebut. “Masyarakat harus menjaga dan merasa memiliki sarana ini. Sehingga dapat dimafaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak,” kata Ferdinandus.

Ferdinandus juga mengapresiasi Gubsu Edy Rahmayadi karena kesediaanya hadir untuk meresmikan sarana tersebut di lokasi yang masih terlihat kumuh. Dia menceritakan bahwa dirinya ketika ingin mengundang Gubsu Edy merasa khawatir jika Gubsu tidak akan hadir melihat kondisi lokasi yang akan didatangi.
“Namun kenyataannya Pak Gubernur ketika diundang menyatakan bersedia hadir. Ini merupakan kehormatan bagi saya. Bapak Gubernur Edy hadir di sini. Masyarakat harus terus mendoakan pemimpin kita yang perduli kepada masyarakatnya, masyarakat Sumatera Utara,” ucap Gubsu.

Mewakili tokoh masayarakat Sicanang Edison Silalahi mengucapkan terima kasih kepada Sumatera Berdoa dan Gubernur Sumatera Utara atas dibangunnya sarana air bersih dan Sanitasi di daerahnya. Kepada Gubsu Edison berharap agar Pemprovsu dapat membantu membangun Jembatan Titi Dua yang telah dua kali ambruk. “Terima kasih kepada Sumatera Berdoa atas sarana yang telah dibangun. Pak Gubsu kami memohon agar membantu kami untuk kembali membangun jembatan Titi Dua yang dua kali ambruk,” pinta Edison.

Turut hadir mendampingi Gubsu Edy Rahmayadi,  Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provsu Lukmanul Hakim, aparat kecamatan dan kelurahan setempat, dan pengurus Yayasan Sumatera Berdoa. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Medan menggelar kegiatan Tabligh Akbar Kebangsaan dengan Penceramah Tokoh Nasional Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, SE ME Wakil Ketua LHKP PP Muhammadiyah.

Kegiatan yang mengambil tema "Menggembirakan Dakwah Islam, Meraih Kemenangan yang tujuan utama adalah untuk meningkatkan tali persaudaraan (silaturahim) dan menggembirakan dakwah Islam kepada umat islam sumatera utara,"

Acara dipusatkan di Masjid Raya Taqwa Jalan.KL Yos Sudarso KM 22,5 Belawan dihadiri lebih dari 1000 umat Islam Sumatera Utara yang rindu akan tausiah kebangsaan dari dan Dahnil Anzar Simanjuntak. Acara ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB, dilanjutkan setelah shalat zhuhur dengan acara ramah tamah dan makan siang bersama.

Hadir dalam kesempatan tersebut Musadat, Asisten I Pemko Medan. Dalam sambutannya Mewakili Walikota Medan mengapresiasi Kegiatan Tabligh Akbar Kebangsaan tersebut. Selain itu Hadir juga tokoh masyarakat seperti H. Irwan Amin, Anggota DPRD Medan, HT. Bahrumsyah, Anggota DPRD Medan, Ibrahim Sakty Batubara, Wakil Ketua PWM Sumut, M. Basir Hasibuan Ketua PWPM Sumut, Taufiq Elhafizi, Ketua PDPM Labuhanbatu, Adek Maqfiroh Sikumbang, Ketua PDPM Tanah Karo, Deni Boys Ketua PDPM Kota Binjai dan Irwansyah, Perwkailan Pemuda Muhammafiyah Deli Serdang, serta perwakilan dari Polres dan Lantamal I Belawan.

Muhammad Sundus, selaku ketua Panitia menyampaikan bahwa acara Tabligh Akbar kebangsaan ini sengaja digelar di Belawan karena banyak jamaah yang merindukan kehadiran Dahnil Anzar di Belawan, "selain itu komplek Masjid Taqwa Muhamadiyah belawan sangat strategis tempat terletak dipinggir jalan raya dan lokasi sangat luas, sehingga sangat tepat untuk digelar acara ini disana," ujarnya, Senin (28/1/2019).

Eka Putra Zakran, Ketua PDPM Medan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang tinggi atas berkenannya Dahnil Anzar Simanjuntak memenuhi undangan panitia untuk memberi ceramah di Belawan. "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada umat Islam sumatera utara yang telah antusias menghadiri majelis taklim tersebut,"ujarnya seraya membacakan pantun ,"kalau hendak membeli bakwan, jangan lupa belikan martabak, hari ini kita pengajian, penceramahnya ustazd Dahnil ," cetusnya.

Dahnil Anzar dalam pidato ceramahnya menekankan betapa pentingnya menggembirakan dakwah Islam. Menurutnya Islam itu berdakwah dan dakwah itu harus menggembirakan, bukan memprovokasi, pecah belah atau membuat resah. "Islam pedomannya dua yaitu Al-quran dan As-sunnah dan umat Islam harus meraih kemenangan, di tahun 2019 ini umat Islam harus rajin mengaji Ke Masjid, itulah ciri kemenagan umat Islam," kata Dahnil.

Saat sampai di Komplek Masjid Raya Taqea Belawan, Dahnil dan rombongan disambut dengan arak-arakan dari warga Muhammadiyah Belawan dengan Tambur dan Silat, salah satu penampilan adat kesenian Minang Kabau yang berasal dari Sumatera Barat. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI diharapkan meninjau ulang penjatuhan denda kepada kontraktor Pasar Kampung Lalang, sebesar Rp3,1 miliar. BPK RI berpendapat, penerapan denda karena keterlambatan penyelesaian pembangunan pasar tersebut.

“Kita berharap, BPK RI dapat mengeluarkan kebijakan untuk pengurangan denda. Hal ini melihat kondisi pasar yang cukup baik, dan uang yang diambil kontraktor dari negara baru 20 persen dari nilai proyek,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan, didampingi Sekretaris Komisi C DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, anggota Komisi C DPRD Medan, Jangga Siregar, dan Modesta Marpaung, saat melakukan kunjungan ke Pasar Kampung Lalang, Senin (28/1/2019).

Menurut Boydo, terbengkalainya penggunaan Pasar Kampung Lalang oleh para pedagang untuk berjualan karena pasar tersebut belum diserahterimakan dari kontraktor kepada Dinas Perkim Kota Medan. Sehingga, pasar yang telah selesai sejak Oktober 2018 lalu, belum dapat dioperasionalkan.

“Dengan adanya pengurangan denda tersebut, pihak kontraktor dapat mengajukan tagihan kepada Pemko Medan untuk selanjutnya dapat diserahterimakan. Kalau belum masuk tagihan, bagaimana pasar ini bisa dioperasionalkan. Tentu juga akan menimbulkan kerugian bagi PAD Kota Medan,” tukasnya.

Boydo berjanji, Komisi C DPRD Medan akan mengundang pihak Dinas Perkim Kota Medan, Badan Pengelolaan Aset Daerah Kota Medan, PD Pasar, BPK RI, kontraktor dan pedagang untuk mengikuti RDP di DPRD Medan guna membahas perkembangan Pasar Kampung Lalang.

“Minggu depan kita panggil pihak-pihak terkait. Sebab, tertundanya peralihan pasar ini akan berdampak kepada PAD Kota Medan, dan fisik bangunan karena tidak dipergunakan,” ucapnya.

Dia juga meminta pedagang Pasar Kampung Lalang agar bersabar menunggu proses peralihan Pasar Kampung Lalang tersebut kepada Pemko Medan. Dia mengingatkan, pedagang agar tetap solid dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan pedagang sendiri.

“Para pedagang harus bersabar untuk masuk ke pasar ini. Kita juga ingin semuanya, cepat tuntas,” tambah Boydo. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Beberapa wilayah pelayanan PDAM Tirtanadi akan mengalami gangguan pendistribusian air pada hari Rabu (30/01/2019).

Demikian disampaikan Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin kepada wartawan melalui siaran persnya, Senin (28/01/2019)

Adapun wilayah pelayanan yang mengalami gangguan pendistribusian air yakni :

1. Cab. Medan Amplas (Jln Panglima Denai, Jln M.Nawi Harahap, Jln Selamat sktrnya)

2. Cab. Medan Denai (Jln Menteng, Jln Bromo, Jln Jermal sktrnya)

3. Cab. Medan Kota (Jln Pelajar, Jln Bahagia by Pass, Jln Gedung Arca sktrnya)

4. Cab. HM.Yamin (Jln Denai, Jln Mandala by Pass sktrnya)

5. Cab. Deli Serdang (Jln Pasar III/ Datuk Kabu, Jln Pasar V Tembung sktrnya)

Jumirin menjelaskan bahwa gangguan pendistribusian air ini terjadi sehubungan dengan penggantian Flange Gate Valve (Penyekat) diameter 500 mm di Booster Pump (Rumah Pompa) Jl. Garu.

“Flange Gate Valve 500 mm di Booster Pump Garu 1 mengalami kerusakan dan akan dilakukan penggantian pada hari Selasa malam Rabu (29/1/2019) mulai pukul 20.00 WIB dan diperkirakan akan selesai pada pukul 03.00 WIB dinihari Rabu,” kata Jumirin.

Selama pelaksanaan pekerjaan itu, IPA Tirta Lyionnaisse Medan (TLM) yang mensuplai Booster Pump Garu 1 mengalami penurunan kapasitas produksi dari 500 liter per detik menjadi 300 liter per detik.

IPA TLM akan beroperasi normal kembali pada dini hari Rabu namun karena pengisian pipa dan pemerataan tekanan memerlukan waktu lama, kemungkinan pendistribusian air baru akan normal pada malam hari Rabu.

“Selama pelaksanaan pekerjaan, IPA TLM turun produksi dari 500 l/d menjadi 300 l/d sehingga terjadi penururnan debit dan tekanan air di beberapa wilayah pelayanan,” jelas Jumirin.

Jumirin juga memohon maaf atas gangguan ini, dia mengatakan bahwa ganguan ini tidak dapat dielakkan karena adanya kerusakan pada penyekat di pipa transmisi air keluar dari Booster Pump Garu 1.

Selain itu Jumirin juga mengatakan bahwa pelanggan yang mengalami gangguan air akan disuplai dengan menggunakan mobil tangki.

“Kami mohon maaf atas gangguan ini, pelanggan kami yang mengalami gangguan air dapat menyampaikan keluhannya ke cabang terkait atau melalui layanan halo tirtanadi ke nomor 1500922 dan akan kami suplai dengan mobil tangki,” pungkas Jumirin. (maria)
Share Berita

MARTUBUNG, POC - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan beserta jajaran menghadiri acara peresmian tempat ibadah Jemaat GBI, Minggu (27/01/2019).

Tempat ibadah umat nasarani itu tepatnya di jalan Rawe Komplek MU CITY Grya Martubung Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

Orang nomor satu di medan utara itu didampingi pendeta GBI Jan Fransman Saragi memotongan pita untuk pertanda peresmian gedung ibadah tersebut.

"Semoga jemaat GBI di tempat yang baru ini bisa melaksanakan kegiatan ibadah dan selalu menjalin hubungan baik dengan warga lain, sebagai bentuk kerukunan beragama agar lebih baik lagi " ucap kapolres.

Pendeta Jan Frasman Saragi juga menyampaikan, terima kasih kepada Kapolres Pelabuhan Belawan beserta jajaran dan juga Muspika Kecamatan Medan Labuhan atas upaya dan perhatianya kepada jemaat GBI sehingga para jemaat dapat kembali melaksanakan ibadah," ucap Pendeta.

Sambungnya, setelah permasalahan tgl 13 Januari 2019, semoga Tuhan memberi kekuatan dan kesehatan kepada bapak Kapolres dan seluruh rombangan," kata Jan Frasman Saragi.

Dari pantauan awak media, turut hadir dalam peresmian rumah ibadah umat nasrani itu wakapolres pelabuhan belawan kompol Taryono Raharja, kabag Ops Kompol Erinal, kasat shabara AKP Eriyanto, kasat lantas AKP MH Sitorus, kasat narkoba AKP Edy Safari, kasat Intelkam, Kasi Propam, wakapolsek Medan Labuhan AKP Ponijo dan sebagian personil Polsek Labuhan, Sekcam medan labuhan, Seketaris lurah, serta para kepling. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota  Ir H Akhyar Nasution  MSi melepas Fun Walk Semarak Berkah Energi  Pertamina  (BEP) di Lapangan Benteng Medan, Minggu (27/1/2019). Event yang diselenggarakan Pertamina  sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih kepada pelanggan setianya yang diikuti lebih dari seribu warga.

Saat pelepasan, Wakil Wali kota turut didampingi Senior Vice President (SVP) Retail Marketing Bussines Pertamina Jumali, Vice Presdient (VP) Marketing Communication Pertamina Arifun Dhalia, General manager (GM) Pertamina Marketing Operation Rgion (MOR) I Agustinus Santanu Basuki dan pedangdut papan atas Siti Badriah (Sibad) selaku Brand Ambassador  BEP.

Usai pelepasan, seluruh peserta yang telah berkumpul di Lapangan Benteng sejak pukul 06.00 WIB langsung bergegas mengikuti rute yang telah ditetapkan dengan penuh semangat. Mereka mengitari sejumlah ruas jalan di Kota Medan seperti Jalan  Imam Bonjol, Diponegoro dan Jalan Kejaksaan.

Wakil Wali Kota sangat mengapresiasi digelarnya fun walk tersebut.Selain mengajak masyarakat gemar berolahraga, fun walk tentunya dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktifitas sehari-harinya dengan baik. Dikatakannya, Pemko Medan juga sangat concern mengajak warganya untuk rutin berolahraga.

“Setiap Minggu pagi, kita menggelar Car Free Daydi Lapangan Benteng Medan. Selain senam jantung sehat, sejumlah kegiatan olahraga lainnya digelar dalam CFD sehingga masyarakat tertarik untuk berolahraga. Oleh karenanya kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih karena pihak Pertamina telah menggelar Fun Walk BEP,” kata Wakil Wali Kota.

Tak lupa Akhyar mengingatkan agar seluruh peserta tetap menjaga kebersihan di seputaran Lapangan Benteng selama kegiatan berlangsung dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan. “Meski kita telah menyediakan petugas kebersihan namun tanpa dukungan seluruh peserta tentunya sia-sia. Untuk itu atas dukungan dan kepedulian untuk tidak buang sampah sembarangan, saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya.  
Usai mengikuti fun walk, para peserta kembali berkumpul di Lapangan Benteng. Selain menunggu pembagian hadiah yang dilakukan dengan lucky draw, para peserta juga mengikuti rangkaian kegiatan yang lainnya seperti zumba, lomba goyang BEP, lomba fotoselfie, lomba dress code unik dan games  yang diikuti komunitaas Kids Area, Booth Komunitas  Motor dan Mobil serta hiburan dengan menghadirkan Sibad lewat sejumlah lagunya, termasuk Syantik guna menghibur seluruh peserta dan pengunjung yang hadir. (mar/rel)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.