Seminar Perkebunan, Dadang: Biarkan Saya Mengecat Langit

TEBING TINGGI, POC - Dadang Darmawan akhirnya memutuskan untuk menyampaikan perspektif berbeda dengan ketiga pembicara lain yang telah menyapu paparan penjelasan sektor perkebunan dari hulu ke hilir.

Sebelumnya, Marimbun Marpaung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi menjelaskan paparan teknis mengenai peran Pemkot Tebing Tinggi mengatasi masalah fluktuasi harga sawit dan karet.

Disambung Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Timbas P Ginting yang mengungkapkan instrumen dan informasi dari organisasinya mengenai kondisi terkini perkebunan sawit dan karet.

Lalu, Tio Handoko, Kabag Sustaianability PTPN III, yang mengutarakan lebih dalam lagi kinerja perkebunan Sumut serta kesiapan PTPN III sebagai BUMN holding dalam mendorong hasil petani.

"Karena tiga pembicara awal menjelaskan kondisi di bawah, yang realitas, maka saya berpikir untuk berbicara di langit-langitnya. Saya mau ngecat langit dulu karena di bumi sudah diisi semua," ujar Dadang Darmawan Pasaribu, Calon DPD RI Dapil Sumut, mengawali pengantarnya dalam Seminar Majelis Daerah Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Tebing Tinggi, Rabu (19/12/2018).

Bertempat di Gedung Sawiyah, kompleks perkantoran pemkot, KAHMI Tebing Tinggi menggelar sebuah seminar yang mengetengahkan tema mengenai Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Tengah Fluktuasi Komoditas Perkebunan. Keempat tokoh di atas didaulat menjadi para nara sumber.

Apa yang diucapkan Dadang tentu bukan dalam arti yang sebenarnya. Dia bermaksud memaparkan berbagai hal yang terkait dengan Ekonomi Politik Sawit dan Karet. Bagaimana melihat dan meneropong secara teoritik atau konseptual tema yang diusung dalam seminar.

Menurut Muhammad Fadli, Ketua Majelis Daerah (MD) KAHMI Tebing Tinggi, seminar menjadi salah satu sarana terbaik untuk mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di tengah dinamika masyarakat.

Sebagai daerah yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan karet, perekonomian Kota Tebing Tinggi sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kedua komoditas tersebut.

Beberapa waktu terakhir, harga kedua komoditas cukup berfluktuasi dan mulai menekan daya beli warga Tebing sehingga MD KAHMI berinisiatif mengangkat masalah ini untuk dibicarakan dalam seminar.

Berbagai kalangan terkait pun diundang dan memenuhi ruang aula, di antaranya dari elemen aparatur kota, pengusaha, LSM, ormas, akademisi, politisi sampai unsur kemahasiswaan. (maria)