Anggota Dewan Kecewa, Pemko Medan Tak Akomodir Hasil Reses


MEDAN, POC - Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali diingatkan agar aspirasi masyarakat dalam reses yang digelar anggota DPRD Medan segera diakomodir. Bagaimana tidak, hampir di setiap kegiatan reses, warga selalu mengajukan keluhan yang sama. 

"Kapan jalan kami direhab? Kapan parit kami dikorek? Kapan lampu jalan diperbaiki? Selalu permasalahan ini yang dikemukakan warga. Saya malu pada masyarakat jika hasil reses tak digubris pemerintah,''kata Zulkifli Lubis, Anggota DPRD Medan pada reses ke III tahun 2018 yang digelar di Jalan Bajak II, Medan, Sabtu (22/12/2018).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini tak menutupi kekecewaannya terhadap Pemko Medan yang dinilai lamban merespon aspirasi warga. Ditambah lagi, kawasan Jalan Bajak, Medan Amplas merupakan wilayah tempat tinggalnya. Beban moral yang ditanggung pun semakin besar.

"Aspirasi warga dalam reses saya sebelumnya sudah disampaikan di rapat paripurna, termasuk untuk perbaikan di kawasan ini (Jalan Bajak). Tapi sampai hari ini saya masih melihat jalan yang sudah diusulkan, belum juga  diperbaiki. Ini harga diri bagi saya, saya benar-benar malu,''ujar Zulkifli kecewa seraya meminta pada petugas Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang hadir di reses tersebut agar memberi penjelasan atas pertanyaan warga.

Sebelumnya dalam sesion tanya jawab di acara reses yang dihadiri 400-an warga itu, beberapa orang menanyakan perbaikan infrastruktur jalan, parit dan lampu jalan. Seperti dikemukakan Sumini, warga Lingkungan IX yang mengeluhkan jalan menuju Bajak V rusak parah dan lampu jalan padam serta minim.

Permasalahan hampir sama juga disampaikan Abdul Rahman Rangkuti, warga Gang Ikhlas, Lingkungan II, Kelurahan Timbang Deli, Amplas. Dia menyebutkan, persoalan infrastruktur sudah berulangkali disampaikan dalam reses dewan. Namun tak kunjung ada perubahan maupun perbaikan. "Persoalan jalan dan parit  dari mulai Jalan Bajak II hingga Bajak V sudah disampaikan di reses-reses sebelumnya, tapi sampai sekarang kami tetap saja banjir kalau hujan,''keluhnya.

Sementara Budi, warga Kelurahan Harjosari I meminta agar segera ditambah dan diperbaiki lampu jalan. Karena di lingkungan mereka, jika malam hari sangat  rawan begal dan kecelakaan lalu lintas.     

Menanggapi perbaikan drainase, petugas PU mengakui ada parit melintang di Jalan Bajak sehingga tidak maksimal pembuangan air. "Kami minta warga mengusulkan melalui kepala lingkungan (kepling) agar dibuat parit baru. Lalu ditindaklanjuti kelurahan dan disampaikan ke PU. Saat ini kami sudah melakukan pembenahan di jalan dan parit yang masuk dalam musrenbang. Jika tak ada dalam daftar di musrenbang, kami minta diusulkan kembali,"ujar perwakilan dari Dinas PU tersebut. 

Pada kesempatan itu, Zulkifli kembali mengingatkan warga yang belum memperoleh Kartu Indonesia Sehat (KIS) agar segera melapor ke kepala lingkungan setempat. Sebab,  tahun depan Pemerintah Kota Medan akan menambah 75 ribu warga untuk mendapat program pelayanan kesehatan gratis. 

"Jadi mulai 1 Januari 2019 nanti, akan ada tambahan 75 ribu warga Medan yang mendapat KIS. Kami dari DPRD Medan sudah mensahkan anggaran sebesar Rp 21,5 miliar untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Silahkan bapak dan ibu yang belum mendapat KIS segera melapor ke kepala lingkungan dan minta surat keterangan tidak mampu ke kelurahan,''himbau pria yang kembali ikut bertarung di pemilihan legislatif (pileg) DPRD Medan periode 2019-2024 di Dapil Medan I, meliputi Kecamatan Medan Barat, Medan Baru, Medan Helvetia dan Medan Petisah ini. (maria)