Warga Resah, Narkoba Marak Di Desa Namorambe

Warga Resah, Narkoba Marak Di Desa Namorambe
MEDAN, POC - Maraknya peredaran narkoba saat ini di wilayah Kecamatan Namorambe membuat warga menjadi gerah dan kesal. Pasalnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan orang dewasa hingga saat ini juga belum ada tindakan tegas dari pihak Polsek Namorambe, Senin (6/11/2018).

Adapun beberapa titik atau wilayah yang menjadi basis peredaran narkoba adalah perumahan Xenia, Desa Sudirejo, Pasar IV Jati Kesuma, Pasar 3 Batu Penjemuran dan seputaran Pasar Namorambe.

Menurut informasi, peredaran narkoba tersebut diedarkan oleh 2 orang bandar sabu yang disebit-sebut berinisial BK dan BB. Keduanya silih berganti mengedarkan sabu disekitar Kecamatan Namorambe.

"Bagaimana kita tidak resah bang, narkoba ini sudah jelas-jelas merusak anak-anak kami namun hingga sekarang belum ada tindakan tegas dari pihak Kepolisian," ujar salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan.

Pria berperawakan sedang ini menambahkan, bahwa selama ini bandar narkoba diwilayah mereka bebas berkeliaran hingga saat ini peredaran narkoba terus meningkat.

"Selama ini yang ditangkap cuma pemakainya aja bang, kalo mau memberantas narkoba, tangkap bandar dan pengendarnya bang. kalo begini terus, kami akan turun kejalan nantinya," tegasnya.

Peredaran narkoba saat ini sudah sangat meresahkan, terlebih lagi untuk mendapatkan barang haram tersebut semudah orang membeli rokok.

"Ada beberapa titik untuk belanja narkoba seperti perumahan Xenia, Desa Sudirejo, Pasar IV Jati Kesuma, Pasar 3 Batu Penjemuran dan seputaran Pasar Namorambe. Akibat peredaran narkoba ini, sudah banyak maling dan pelaku kejahatan meningkat ditempat kami gara-gara narkoba ucapnya kesal.

Pria yang mengenakan kemeja putih ini berharap pihak ke Polisian untuk lebih mengoptimalkan kinerja untuk segera memberantas narkoba diwilayahnya.

" Kami cuma berharap pihak kepolisian segera memberantas narkoba diwilayah kami ini," harapnya mengakhiri.

Namun sayang, saat dikonfirmasi, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Eddy S Tarigan tidak membalas konfirmasi wartawan. (rom)