PARMAKSIAN, POC – Senyum sumringah terlihat di wajah para petani Desa Lumban Manurung, Kecamatan Parmaksian, karena jembatan dengan panjang 16 Meter dan lebar 1,2 Meter yang melewati sungai Aek Mandosi telah berdiri megah, Kamis (29/11/2018).

“Sebelum jembatan ini dibangun oleh PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL), para petani harus memutar jauh, ada yang berjalan kaki dan berkendara sepeda motor, sejauh 200 meter melalui jembatan Aek Mandosi IV untuk menuju ladangnya melewati sungai Aek Mandosi. Para petani kini lebih mudah dan lebih cepat menuju ladangnya 20 menit,” ujar Kepala Desa (Kades) Lumban Manurung, Hasoloan Sitorus.

Hasoloan menambahkan warga sangat terbantu karena perusahaan mendukung percepatan peningkatan ekonomi dengan kemudahan para petani menuju sawahnya.

“Terimakasih kepada PT TPL yang telah meringankan langkah para petani. Biasanya para petani harus berputar jauh sebanyak empat kali dalam satu hari. Perjalanan yang pertama di pagi hari adalah petani dari rumahnya menuju ladangnya, lalu yang kedua para petani pulang dari ladangnya ke rumah untuk beristirahat menikmati makan siang. Kemudian di siang hari, para petani kembali ke ladangnya dari rumah dan di sore hari mereka kembali dari ladangnya untuk pulang ke rumah,” ujar Hasoloan.

Camat Parmaksian, Paiman Butarbutar, berpesan kepada warga desa Lumban Manurung agar menjaga dan merawat jembatan yang sangat bermanfaat bagi para petani. “Kami apresiasi niat baik dan kepedulian perusahaan terhadap warga desa Lumban Manurung, khususnya para petani untuk bisa berjalan menuju ladangnya. Warga harus  menjaga dan rawat jembatan ini. Warga sebaiknya bergotong royong membersihkan jembatan ini setiap minggunya,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Community Development (CD) PT TPL, Ramida Siringoringo, mengatakan bahwa perusahaan memperhatikan infrasturktur yang dibutuhkan warga dan para petani untuk meningkatkan produktivitas lahan produktif di desa Lumban Manurung. “Tujuan utama pembangunan jembatan ini adalah memberikan akses kepada para petani untuk beraktivitas di sawah juga mengangkut hasil pertanian. Ini perwujudan kepedulian PT TPL terhadap sektor pertanian di sekitar wilayah operasional perusahaan dengan membangun akses transportasi yang baik bagi para petani,” ujar Ramida.

Desa Lumban Manurung yang berada di kecamatan Parmaksian ini memiliki 180 KK (kepala keluarga) atau sekitar 618 jiwa dengan mayoritas penduduk bermata pencarian sebagai petani. Desa ini memiliki luas lahan sawah padi dan jagung 75 hektar (Ha). Jembatan yang dibangun PT TPL ini dikerjakan dalam jangka waktu dua bulan dengan nilai Rp70 juta.

Sebelumnya, PT TPL juga telah memperbaiki jembatan di desa Siantar Utara (Siruar) yang memiliki panjang 82 m dan lebar 4 m yang menelan biaya Rp141 juta. (rel/rom)
Share Berita


BELAWAN, POC - Akhirnya setelah melakukan penyidikan selama sepekan, akhirnya personil gabungan Polres Pelabuhan Belawan berhasil menggulung komplotan perampokan dirumah toko Eddy Gunawan (75) di Pasarv 4 Marelan Raya, Kamis (22/11/2018) lalu. Adapun tersangka yang berhasil digulung berjumlah 3 orang yaitu Erik, Dendi Dan Eko. Ketiganya merupakan tetangga korban yang tinggal tak jauh dari rumah korban. 

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan dalam pemaparannya di Mako Polres Pelabuhan Belawan. Ia mengatakan bahwa tersangka ditangkap dirumah mertuanya di Pasar 1 Bederak. "Saat mau ditangkap tersangka mencoba melarikan diri. Terpaksa kita memberikan hadiah timah panas dikaki kanannya. Sedangkan orang yang menampung mobil hasil curian tersebut dengan modus gadai sudah kami periksa masih dalam saksi," terangnya.

Dari hasil keterangan tersangka (Erik) yang berhasil diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, ia mengaku bahwa sebelum beraksi para pelaku pagi dinihari telah bersembunyi diatas genteng ruko. Kemudian masuk dari jendela atas dan langsung menyekap pemilik rumah.

"Kami sekap orang yang ada didalam rumah tersebut. Temen saya yang bernama Eko mau memperkosa Sylvia (20) cucu acek tersebut, lalu saya larang, makanya cuma diraba-raba aja.Kalau yang memukul pakai linggis itu Eko," terang tersangka Erik.

Setelah itu, Erik menambahkan setelah berhasil mengambil uang dan harta korban, tersangka langsung kabur ke Binjai dengan menggunakan mobil Toyota Avanza milik korban. "Kami langsung gerak ke Binjai dengan mobil Toyota Avanza yang kami ambil hasil dari rampokan. Lalu balik lagi ke arah medan untuk menjual mobilnya dengan modus menggadai senilai Rp 62 jt di Amplas. Karena BPKB ada sama kami, saya dapat pembagian uang Rp 21 juta," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto menambahkan bahwa ketiga tersangka merupakan spesialis pembobol Ruko dikawasan marelan. "Dendi alias mege dan Eko masih dalam pengejaran, saya berharap kedua tersangka secepatnya menyerahkan diri,"Kata Rosyid dengan tegas. (Kinoi)
Share Berita

PARMAKSIAN, POC - Sebagai komitmen untuk mendukung Kecamatan Parmaksian sebagai Kecamatan terbaik di kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dan di provinsi Sumatera Utara (Sumut) khususnya di bidang lingkungan, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) melalui program community development (CD),  kembali menyerahkan 285 unit tong sampah kepada pemerintah kecamatan Parmaksian yang kemudian diserahkan langsung ke sejumlah sekolah dan desa di kecamatan Parmaksian, Kamis (29/11/2018). Hingga saat ini total penyaluran tong sampah sebanyak 300 unit di Kecamatan Parmaksian.

Camat Parmaksian, Paiman Butarbutar, mengapresiasi kepedulian perusahaan yang terus menerus mendukung kecamatan Parmaksian menjadi lebih bersih dan asri.

"Kami terus berbenah diri dan berusaha semaksimal mungkin agar Parmaksian semakin bersih. Kepada seluruh warga kami terus mengimbau untuk membiasakan hidup bersih dan selalu membuang sampah pada tempatnya, karena tong sampah dan bak sampah permanen sudah disediakan TPL,” ujar Paiman Butarbutar.

Hal senada diungkapkan Kepala SDN (Sekolah Dasar Negri) 173642 Hasahatan, Taruli Butarbutar yang mengatakan bahwa bantuan yang diberikan perusahaan sangat baik dan bagus.

"Kami berterimakasih karena sekolah kami menerima dua unit tong sampah, sehingga total tong sampah yang kami miliki menjadi tiga tong sampah,” ujar Taruli Butarbutar. SDN (Sekolah Dasar Negri) 173642 Hasahatan, Taruli Butarbutar saat ini memiliki 143 siswa.

Kepala SDN 173643 Pangombusan, Erika Purba, juga menyambut baik peran serta TPL dalam menjalankan program Sekolah Adiwiyata terhadap sekolah yang memiliki jumlah siswa 268 orang.

"Kami berterimakasih kepada perusahaan dan programmnya sangat bagus. Kami mendukung bantuan ini karena sekolah kami adalah Sekolah Adiwiyata. Kami selalu mengimbau para siswa untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujar Erika Purba.

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Manajer CD TPL, Ramida Siringoringo, mengatakan bahwa perusahaan mendukung penuh kecamatan Parmaksian sebagai contoh dan menjadi inspirasi bagi kecamatan lainnya di kabupaten Tobasa sebagai kecamatan yang bersih dan asri.

“Kami berharap bantuan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh warga dan adik-adik siswa sekolah di kecamatan Parmaksian sehingga pola hidup bersih dan sehat sudah tumbuh sejak dini,” ujar Ramida.

Sebelumnya, PT.Toba Pulp Lestari, Tbk juga menyerahkan15 unit tong sampah di desa Siantar Utara (Siruar) dan 12 unit bantuan bak sampah permanen kepada 11 desa di wilayah Kecamatan Parmaksian, Oktober lalu. Bantuan 12 ini menggunakan Dana CD TPL, yang menelan angaran sebesar Rp51,4 juta. Bak sampah permanen ini berukuran panjang 2 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1 meter.

Selain itu, TPL juga telah menyerahkan satu unit truk sampah kepada kecamatan Parmaksian untuk mengangkut sampah warga dari bak sampah permanen dan tong sampah.(rel/rom)
Share Berita

MEDAN, POC - Sinergitas antara manajemen PTPN IV dan Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) semakin baik dan berjalan searah. Hal ini terlihat dari kegiatan rapat kerja akhir tahun 2018 yang digelar setiap tahunnya di masing-masing Distrik I, II,II dan IV. Rapat kerja akhir tahun selain dihadiri General Manajer Distrik (GMD) juga hadir manajer kebun, pengurus SP-Bun ketua dan anggota, serta karyawan di masing-masing distrik.

Corporate Secretary PTPN IV, BM Setio Baskoro mengatakan rapat kerja akhir tahun tidak hanya menghasilkan keputusan bersama, namun juga sebagai aktivitas dan silaturahmi antara manajemen PTPN IV dan para karyawan. Sehingga menurut Setio Baskoro, ide dan masukan dari keduanya dapat disampaikan melalui kegiatan tahunan (Rapat Kerja).

“Setiap tahun rapat kerja memang menjadi agenda antara manajemen PTPN IV dan SP-Bun, semua Ketua dan pengurus SP-Bun Basis sedang melakukan raker di masing-masing Distrik I, II, III dan IV. Tentunya berdasarkan undangan GMD, bahkan dalam rapat melibatkan seluruh SP-Bun PTPN IV dan manajemen Kebun/Unit serta sebagian karyawan untuk membahas pencapaian target 2018, mengingat akhir tahun tinggal sebulan lagi,” sebut Setio Baskoro, Kamis (29/11/2018)

Sementara itu terkait aksi damai didepan Kantor PTPN IV yang mengatasnamakan SP Bun basis, Setio Baskoro mengungkapkan pihaknya masih melakukan investigasi identitas karyawan yang melakukan aksi protes tersebut.
Karena menurutnya sesuai peraturan disiplin karyawan bahwa bila karyawan kebun maupun pabrik yang berkunjung ke Kantor direksi harus disertai surat tugas atau nota dinas. Bahkan kunjungan juga wajib mengenakan atribut karyawan yang telah diatur dalam perusahaan.

Sehingga menurut Setio Baskoro aksi damai yang dilakukan oleh sekelompok masa tersebut, dapat dianggap illegal karena tidak melengkapi surat pemberitahuan dan kelengkapan pendukung lainnya. Namun bila hasil investigasi manajemen PTPN IV membuktikan SP-Bun Basis yang melakukan aksi damai. Maka akan diberlakukan ketentuan dan peraturan yang berlaku di dalam organisasi oleh SP Bun, diantaranya mengetahui apa penyebab aksi damai. Misalnya aksi protes karena menginginkan pergantian ketua umum SP-Bun diganti, maka dalam hal ini manajemen PTPN IV tidak ikut campur dalam pemilihan atau pemberhentian ketua umum SP-Bun,” tegas BM Setio Baskoro.

Silahturahmi dan komunikasi antara manajemen PTPN IV dan SP Bun juga telah dilakukan dan terjadwal dalam setiap bulannya. Bahkan menurut Setio Baskoro belum lama ini direksi dan manajemen senior juga mengadakan ramah tamah. Menurutnya, selama ini direksi sangat terbuka dan menerima masukan dari SP-Bun maupun dari karyawan untuk kemajuan perusahan. (rel/rom)
Share Berita

BELAWAN, POC - Aksi brutal AAR (17) warga Griya Blok 7, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan yang nekat menginjak Alquran hanya untuk meyakinkan kekasihnya akhirnya harus mendekam dibalik terali besi. Ia terancam hukuman 5 tahun penjara.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan melalui press releasenya di Mako Polres Pelabuhan Belawan.

"Foto tersebut diambil oleh pacar pelaku, PA (17) dua bulan yang lalu, hal itu dilakukan untuk membuktikan kalau pelaku tidak akan berselingkuh dengan wanita lain," katanya, Kamis (29/11/2018).

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial jangan gampang menyebar berita baik itu hoak atau melanggar hukum.

" Saya harap masyarakat jangan sembarangan menyebar foto atau vidio yang dapat melanggar hukum, karena penyebar dan pelaku akan sama- sama dihukum," tutupnya

Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Pelaku masih menjalani pemeriksaan secara itensif,  hasil pemeriksaan sementara pelaku memang kurang pendidikan dan arahan dari orangtua," jelasnya.

Kapolsek Labuhan Kompol Rosyid menambahkan, pihaknya bergerak cepat untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan.

"Begitu kita mengetahui kediaman pelaku, saya perintahkan panit dan bhabinkamtibmas untuk menjemput pelaku dan sesuai arahan Kapolres kita langsung membawa pelaku ke Mapolres Belawan," ungkapnya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico mengatakan pacar pelaku yang ikut menyebarkan foto tersebut juga diamankan. "Penyebar foto juga sudah kita amankan, saat ini kedua pelaku masih kita periksa. Kedua pelaku masih anak dibawah umur, sehingga kita kita menggunakan UU perlindungan anak. Untuk  pelaku AAR kita jerat dengan pasal 156 dengan ancaman penjara 5 tahun, sedangkan PA pacar pelaku kita jerat dengan UU ITE pasal 28 dengan hukum penjara 6 tahun," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, AAR (16) warga Griya Blok 7, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan terpaksa diciduk petugas Polsek Medan Labuhan. Pasalnya ia nekat menginjak kitab suci Al Quran hanya untuk menyakinkan pada pacarnya bahwa ia tidak berselingkuh, Kamis (29/11/2018). (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN - AAR (16) warga Griya Blok 7, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan terpaksa diciduk petugas Polsek Medan Labuhan. Pasalnya ia nekat menginjak kitab suci Al Quran hanya untuk menyakinkan pada pacarnya bahwa ia tidak berselingkuh, Kamis (29/11/2018).

Informasi yang berhasil didapat dari berbagai sumber menyebutkan, pelaku yang masih bersatus pelajar itu harus diboyong ke Polres Pelabuhan Belawan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atas pasal penistaan agama Islam.

Adegan AAR nekat menginjak Alquran untuk menyakinkan pacarnya bahwa ia tidak berselingkuh direkam oleh temannya dengan menggunakan telpon genggam, kemudian hasil rekaman tersebut dishare ke pacarnya. Ironisnya, hasil rekaman tersebut dishare ke media sosial hingga membuat umat Islam marah dan memviralkannya.

Kesal melihat tingkah Bocah tersebut, komunitas Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) langsung bergerak mencari rumah pelaku, akhirnya pelaku berhasil diringkus dan dibawa ke Polres Pelabuhan Belawan.

Sementara itu Ketua DPP KAUMI, H Irfan Hamidi membenarkan adanya pelaku yang menginjak Al Qur'an. "Pelaku nekat menginjak Alquran untuk menyakinkan pacarnya bahwa ia tidak selingkuh. Saat ini pelaku sudah diboyong ke Polres Pelabuhan Belawan dan menjalani pemeriksaan," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Sudah ditangkap dan sudah dibawa ke Polres Pelabuhan Belawan. Laporannya juga sudah dibuat," tegasnya. (Kinoi)
Share Berita

SEMARANG, POC - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di suatu daerah. Terpenting bagaimana pemerintah setempat mampu menggali potensi-potensi wisata yang ada untuk dikelola dengan baik.

Kota Semarang misalnya. Ibukota Provinsi Jawa Tengah ini cukup jeli mengembangkan potensi daerahnya dalam mendongkrak kunjungan wisatawan lokal maupun internasional. Salah satunya menyulap sebuah kawasan menjadi Kampoeng Batik atau Kampoeng Jadoel.

Justru yang menjadi unik di Kampoeng Batik itu bukan karena dijual kain batik atau baju-baju batik. Tapi di sana sengaja terbuka bagi siapa saja yang datang untuk belajar membuat batik, khususnya batik tulis. Bagi yang ingin belajar akan dipandu ahlinya bagaimana mewarnai kain dengan beragam sketsa yang telah dibentuk.

"Sketsanya kita yang bentuk. Misalnya gambar bunga atau lainnya. Dan pendatang kita pandu bagaimana teknik mewarnai," kata salah seorang perempuan yang sedang membatik saat ditemui rombongan tim Persatuan Wartawan Pemerintah Kota Medan yang bertandang ke sana, Rabu (28/11/2018).

Kampoeng Batik terletak tak jauh dari Kota Lama dan Pasar Johar. Tepatnya di Kelurahan Rejo Mulyo RT 02.  Di antara keduanya terdapat Bundaran Bubakan. Di sini terdapat jalan masuk dengan gapura besar bertuliskan "Kampung Batik Semarang".

Kampoeng ini memang unik. Hanya satu RT. Ketua RT-nya Dwi Christianto. Kata Dwi, Kampoeng Batik hanya dihuni 24 kepala kelurga. Dari 24 kepala keluarga, hanya 12 kepala keluarga yang aktif memproduksi batik. Sebelum masuk kampung ini, di depannya dibatasi dengan stand-stand penjualan batik.

Pendatang yang ingin belajar membatik harus merogoh kocek Rp30 ribu. Setelah itu disediakan selembar kain putih. Setelah dipandu, pendatang praktek langsung membatik sampai proses mewarnai. Hasilnya boleh dibawa pulang untuk kenang-kenangan.

Kampoeng Batik, menurut Dwi Christianto, terbentuk atas inspirasi Wali Kota Semarang yang sebelumnya membuat acara membatik bersama di kampung tersebut.

"Sejak itu kampung ini dinobatkan menjadi Kampoeng Batik. Hanya saja tidak bertahan lama. Kampung ini kembali sepi. Tspi sejak 2016, Kampoeng Batik menjadi viral di media sosial setelah dilukis oleh seorang seniman lukis, bernama Luwianto," jelas Dwi.

Bahkan lukisannya di dinding salah satu gang menceritakan sejarah terbentuknya Kampoeng Batik.

"Sekarang malah sudah diketahui mancanegara," tambahnya.

Sementara Luwianto menambahkan, ide menghidupkan kembali Kampoeng Batik ini lantaran lukisan dindingnya viral di media sosial. Sejak itu dirinya mulai menyadarkan kembali beberapa warga untuk menghidupkan Kampoeng Batik walau tanpa bantuan pemerintah.

"Perlahan-lahan kampung kami ini mulai kembali didatangi pelancong. Perekonomian masyarakat pun mulai membaik seiring kedatangan mereka yang datang untuk belajar membatik maupun belanja," sambung pria asal Jogyakarta ini.

Salah satu rumah yang sempat dikunjungi rombongan Tim Persatuan Wartawan Pemko Medan menunjukkan seorang wanita tengah membuat skets batik persis di depan rumahnya. Wanita paruh baya itu menyapa ramah.

Batik Semarang berbeda dengan batik Jogyakarta dan Solo. Perbedaan tersebut dari sisi motifnya.

"Ciri-ciri Batik Semarang bermotif kembang kangkung dan Manuk Pletuk," terang dia.

Harga Batik Semarang cukup variatif. Dari harga Rp150 ribu hingga Rp5 jutaan. Tergantung kualitas dan motifnya.

Edo Pramono (pemandu), yang ikut mendampingi mengunjungi tempat tempat wisata di Semarang menjelaskan, produksi Batik Semarang tidak kalah kualitasnya dengan batik Jogya, Solo dan Pekalongan.

"Batiknya ndak luntur mas. Ada malah yang makin dicuci makin cerah warnanya," ujarnya.

Kabag Humas Pemko Medan Ridho Nasution diwakili Kasubbag Humas Hendra Tarigan mengatakan tujuan mengunjungi Kampoeng Batik agar bisa diterapkan di Medan namun dengan mengadopsi kearifan lokal.

"Kampoeng Batik ini sangat menginspirasi kita. Apalagi dengan adanya Sentra Batik Medan yang diperkenalkan Ketua TPPK Ibu Hj Maharani dapat meniru tindakan Kampoeng Batik Semarang agar mampu mendatangkan wisatawan," kata Hendra. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Dalam rangka meningkatkan kinerja  di bidang kehumasan sekaligus membangun sinergitas yang lebih baik lagi dengan wartawan guna terwujudnya  citra pemerintahan yang baik dan bertanggungjwab di masyarakat, Bagian Humas Setdako Medan bersama  rombongan wartawan menggelar studi komparatif ke Pemko Semarang, Rabu (28/11/2018).
Rombongan dipimpin Kabag Humas Setdako Medan Ridho Nasution SSTP diwakili Kasubag Humas Hendra Tarigan diterima  Kedatagan mereka diterima Wali Kota Semarang diwakili Kabag Rumah Tangga Setda Kota Semarang Sugeng Pranoto didamapingi Kasubbag Pemberiataan Humas Protokol Pemko Semarang Siswo Purnomo, Kasubbag Peliputan Dian Aryanto serta Ketua Forum Wartawan Kota Semarang Hery.
Dikatakan Hendra, kunjungan  studi banding  yang dilakukan  itu berkaitan dengan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) bidang kehumasan, khususnya dalam menjalin hubungan koordinatif dan konsultatif dengan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga kehumasan serta media massa yang selama ini dilakukan Pemko Semarang.
“Artinya, studi banding yang dilakukan ini berkaitan dalam upaya menciptakan dan meningkatkan citra pemerinthan yag bersih dan bertanggungjawab di masyarakat. Untuk itulah kita berharap dalam studi banding ini, Pemko Semarang dapat memberikan berbagai informsi berkaitan dengan hal itu,” kata Hendra.
Di samping itu tambah Hendra yang hadir bersama Kasubbag Pengendalian Evaluasi  Kebijakan dan Pelayanan Administratif Rizka  Firdahlia beserta sehumlah ASN Bagian Humas Setdako Medan,  studi banding  yang dilakukan juga untuk mendapatkan informasi  terkait kontribusi wartawan  di Pemko Semarang terhadap tata kerja Bagian Humas Pemko Semarang.
“Dalam studi banding ini kita ingin mendapatkan masukan dari Pemko Semarang terkait manajemen pengelolaan wadah wartawan yang bertugas di lingkungan Pemko Semarang, termasuk tentang penanganan kerjasama dengan media cetak, elektronik serta online. Semua masukan ini akan kita jadikan bahan perbandingan dalam upaya peningkatan kinerja Bagian Humas Setdako Medan ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu Kabag Rumah Tangga Setdako Semarang Semarang  Sugeng Pranoto mengucapkan terima kasih dan menyambut baik dipilihnya Pemko Semarang menjadi tujuan studi banding ASN Bagian Humas Setdako Medan bersama rombongan wartawan yang bertugas di lingkungan Pemko Medan.
Selanjutnya, Sugeng dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan itu lebih banyak memaparkan tentang kondisi Kota Semarang, baik luas wilayah, jumlah penduduk, potensi wisata yang kini menjadi andalan karena dalam lima tahun belakangan ini jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara mencapai 11juta dalam setahun serta keberadaan para pelaku UMKM yang ada di Kota Semarang.
“Pemko Semarang menyambut baik dengan kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan BAgian Humas Setdako Medan dan rombongan wartawan yang bertugas di lingkungan Pemko Medan. Melalui kunjungan kerja ini, tentunya dapat kita jadikan sebagai sarana ajang tukar menukar informasi tentang potensi yang ada di Kota Semarang,” ungkap Sugeng.
Setelah itu Kasubbag Pemberitaan Humas Protokol Pemko Semarang Siswo Purnomo menjelaskan secara rinci tentang kinerja Bagian Humas dan Protokol Pemko Semarang, mulai tupoksi hingga menjadi corong bagi pimpinan daerah. Kemudian dilanjutkan sistem kerja peliputan, kerjasama degan media baik cetak, televisi maupun online serta upaya yang dilakukan dengan Forum Wartawan Kota Semarang melakukan verifikasi secara ketat wartawa yang bertugas meliput di lingkungan Pemko Semarang. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S MSi MH mengatakan salah satu upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan adalah dengan mengoptimalkan potensi dari sektor pariwisata. Ini dikarenakan pariwisata menjadi bagian penting dari sebuah kemajuan kota yang bisa menarik datangnya para wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang akan berkunjung dan berinvestasi. Untuk itu perlu dilakukannya riset guna mengembangkan sektor pariwisata di Kota Medan.
Demikian diungkapkan Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili oleh Kepala Balitbang Kota Medan Drs. H. Marasutan MPd dalam sambutannya di Seminar Laporan Akhir Penelitian Pengaruh Kunjungan Wisatawan Mancanegara Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Balai Kota Jalan Maulana Lubis Medan, Rabu (28/11/2018). Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkai dengan rapat bulanan Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Medan.
Wali Kota juga mengatakan bahwa Seminar Laporan Akhir Penelitian yang dilaksanakan tim ahli penelitian dari Politeknik Pariwisata Medan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DRD Kota Medan. Nantinya, hasil penelitian ini akan disampaikan kepada pihak Pemko Medan sebagai masukan guna melihat sejauhmana pengaruh kunjungan wisatawan mancanegara terhadap PAD Kota Medan.
“DRD Kota Medan akan melaporkan hasil akhir dari penelitian tersebut kepada Saya. Kita akan melihat gambaran seberapa besar tingkat pengaruh kunjungan wisatawan mancanegara dalam pengaruhnya terhadap peningkatan PAD Kota Medan, maka dari itu dilakukanlah riset tersebut,” kata Wali Kota.
Wali Kota juga berharap dan berpesan kepada semua pihak yang melakukan tugas riset untuk melakukan penelitian dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab karena nantinya melalui hasil penelitian inilah maju atau mundurnya sektor pariwista Kota Medan ditentukan.
Berkaitan dengan hal itu, Dr. Femmy Dalimunthe, SE, MSi selaku tenaga ahli dari Politeknik Pariwisata Medan yang juga bertindak sebagai narasumber dalam seminar tersebut mengatakan bahwa, adapun latar belakang penelitian ini dilakukan adalah untuk melihat gambaran yang lebih jelas bagi kota Medan khusunya dari sektor pariwisata dalam meningkatkan PAD Kota Medan yang bersumber dari datngnya para wisatawan khususnya wisatawan mancanegara.
‘’Selain daripada itu, manfaat yang bisa didapat dari riset ini adalah untuk menjadi landasan dan rekomendasi untuk mengambil  kebijakan strategis di bidang perkembangan pariwisata di Kota Medan, khususnya bagaimana mengoptimalkan variable yang diteliti dalam kontribusinya pada PAD Kota Medan,’’ ungkap Femmy.
Adapun 3 variabel utama dalam penelitian ini adalah pertama; pendapatan yang diperoleh Pemda, Kedua; Pajak yang difokuskan pada pajak hotel, pajak hiburan. Pajak restoran dan Ketiga; kunjungan wisatawan mancanegara. Dengan lokasi penelitian di tiga titik yakni Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan, Kantor Dinas Pariwisata dan Kantor Badan Pusat Statistik Kota Medan. (mar/rel)
Share Berita

SEMARANG, POC - Kampoeng Pelangi dulunya merupakan perkampungan kumuh di Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun kini, kawasan yang terletak di Jalan DR Sutomo itu menjadi salah satu lokasi favorit bagi wisatawan yang hobi swafoto.

Hal ini tak lepas dari perhatian pemerintah setempat yang patut diberi acungan jempol. Memberdayakan perkampungan kumuh menjadi kawasan nyentrik, tanpa harus menggusur pedagang-pedagang kecil, tampaknya bisa menjadi pembelajaran bagi pemerintah kota lainnya. Khususnya untuk pemerintah Kota Medan.

Kabag Humas Pemko Medan Ridho Nasution yang diwakili Kasubbag Humas Pemko Medan, Hendra Tarigan S.Sos saat mengunjungi Kampoeng Pelangi bersama rombongan Wartawan Unit Pemko Medan mengatakan, apa yang dilakukan Pemko Semarang dapat menjadi inspirasi dan diadopsi Pemko Medan untuk diterapkan.

“Seperti Kampoeng Pelangi, awalnya daerah kumuh di pinggiran sungai yang kotor dan rawan tindak kriminal, berhasil diubah menjadi kawasan sangat menarik dan menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Semarang. Jadi yang baik-baik ini bisa ditiru untuk kebaikan Kota Medan,” kata Hendra Tarigan pada wartawan, Rabu (28/11/2018).

Edo, pemadu wisata yang mendampingi rombongan studi komperatif Humas Pemko Medan menjelaskan, ide kreatif menyulap perkampungan kumuh ini muncul dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Saat itu Hendrar ingin mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Semarang. Di depan Kampoeng Pelangi dibangun kios-kios untuk pedagang bunga.

Namun perkampungan kumuh di belakang kios, menjadi lokasi yang tak mengenakkan mata. Muncullah ide mengubah perkampungan kumuh ini menjadi Kampoeng Pelangi dengan mengecat rumah-rumah warga.

Dia menuturkan, awal pembenahan pemukiman warga tersebut dimulai 2012. Lalu pada 2017 dikucurkan anggaran sebesar Rp9 miliar dari APBD Kota Semarang.”Tidak ada kontribusi diberikan masyatakat dari sini. Sebab, tidak ada retribusi yang ditarik. Namun, kunjungan wisata cukup mendongkrak pendapatan warga setempat,” kata pemandu wisata yang murah senyum ini.

Selain sarana dan prasarana yang diperbaiki dan ditata, pedagang kaki lima juga diberdayakan. "Maklum sebelumnya perekonomian masyarakat setempat sangat memperihatinkan” ungkap Edo menambahkan, ada 300 Kepala Keluarga (KK) di Kampoeng Pelangi saat ini yang dulunya bekerja sebagai buruh dan pedagang kecil.

Para pedagang sendiri tampak sangat ramah dengan wisatawan. Berbagai jenis bunga dijual dengan harga terjangkau. Begitu juga makanan dan minuman yang dijual, harganya tak membuat wajah wisatawan kecewa. Satu mangkok mi instan ditambah teh, cukup mengocek selembar 10 ribuan.

Tak hanya wisatawan lokal, namun wisatawan mancanegara juga banyak berkunjung di kampung nyentrik ini. Selain melihat berbagai jenis tanaman yang dijual, mereka juga memanfaatkan untuk berfoto. Maklum hampir seluruh bangunan rumah di kawasan tersebut di cat warna – warni mirip pelangi. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Sabrina melaunching Sistem Koordinasi Perangkat Daerah (SISKOPAD), Rabu (28/11/2018) di Aula Raja Inal Siregar (RIS) Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. Tujuannya, menciptakan koordinasi dan sinergitas yang baik dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan program dan kegiatan.

“Untuk membangun koordinasi dan sinergitas yang baik, pada kesempatan yang berbahagia ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melaunching atau meluncurkan satu sistem aplikasi baru yang disebut sebagai SISKOPAD,” ujar Sabrina.

SISKOPAD adalah sistem aplikasi berbasis teknologi informasi yang membantu memudahkan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) guna efisiensi dan efektivitas terwujudnya visi dan misi Provinsi Sumut. Melalui sistem ini dimungkinkan untuk menjadwalkan, menginformasikan, mengagendakan, mendokumentasikan, mengarsipkan dan mengevaluasi penyelenggaraan rapat pimpinan, Rakor bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, dengan menggunakan teknologi informasi.

Dengan dukungan SISKOPAD ini, kata Sabrina, diharapkan penyelenggaraan rapat-rapat koordinasi pembangunan dapat berjalan secara efektif dan efisien, terekam dengan baik, dan termonitor perkembangan langkah tindaklanjutnya. “Sehingga seluruh program dan kegiatan dapat terlaksana secara optimal. Dan pencapaian visi dan misi Pemprov Sumut dapat terwujud dalam waktu yang lebih singkat,” katanya.

Selain itu, kata Sabrina, penerapan SISKOPAD, juga bagian dari upaya mewujudkan sistem administrasi tanpa kertas (paperless). Tujuannya, untuk mewujudkan sistem administrasi pemerintahan yang efektif dan efisien, serta mendukung clean government di lingkungan Pemprov Sumut secara sistematis dan terpadu.

“Mengurangi penggunaan kertas juga berarti mengurangi biaya pengeluaran. Serta bermanfaat bagi pelestarian lingkungan, mengurangi pohon yang ditebang untuk membuat kertas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sabrina juga meminta seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumut untuk segera menerapkan SISKOPAD. Sehingga bermanfaat dalam mendukung koordinasi dan sinergitas antar OPD, yang bermuara pada percepatan pencapaian visi dan misi pembangunan Pemprov Sumut. “Saya memerintahkan kepada kita semua, untuk benar-benar melaksanakan rapat-rapat koordinasi dengan dukungan SISKOPAD ini,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara itu, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setdaprov Sumut Muhammad Faisal Hasrimy, mewakili OPD Pemprov Sumut serta undangan lainnya. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Pemko Medan akan membuka pasar murah di 53 titik di Kota Medan dalam rangka menyambut Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Nantinya pasar murah akan dibuka selama 10 hari terhitung sejak tanggal 11 s/d 20 Desember 2018 mendatang. 

Demikian yang disampaikan Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kadis Perdagangan Kota Medan S. Armansyah Lubis dalam rangka rapat pelaksanaan pembukaan pasar murah menyambut Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Kantor Dinas Perdagangan Jalan A. H. Nasution Medan, Rabu (28/11/2018).

“Program yang setiap tahunnya selalu diadakan ini diharapkan mampu membantu saudara-saudara kita umat kristiani, terutama  yang kurang mampu untuk menyambut sekaligus merayakan Hari Natal dan Tahun Baru 2019,"kata Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota juga menghimbau kepada seluruh OPD yang terlibat khususnya kepada Dinas Perdagangan untuk memastikan pasokan setiap bahan-bahan pokok yang menjadi kebutuhan umat kristiani nantinya dapat terpenuhi dan tidak kurang jumlahnya.

Rapat yang dimulai dari pukul 09.00 WIB turut dihadiri Kabid Perdagangan Luar Negri Sugihartono, Kasubbag Program dan Keuangan Sri Miwarti, perwakilan OPD serta  perwakilan dari tiap kecamatan se Kota Medan. Adapun tujuan diadakannya pasar murah ini ditujukan bagi umat kristiani di kota Medan yang akan merayakan Hari Natal dan Tahun Baru 2019 nantinya. Diharapkan dengan adanya pasar murah tersebut, seluruh umat kristiani dapat menjangkau semua kebutuhan pokok yang dibutuhkan dalam perayaan hari besar mereka.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Kadis Perdagangan Kota Medan S Armansyah Lubis mengajak  kepada semua pihak yang terkait dalam rangka proses penyaluran bahan-bahan pokok sampai nantinya sampai di masyarakat agar menjalankan tupoksinya masing-masing. Ini diharapkan agar seluruh bahan-bahan pokok yang menjadi kebutuhan umat kristiani selama merayakan Hari Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi sesuai dengan yang dibutuhkan.

Disamping itu, Arman mengatakan dan menghimbau kepada seluruh OPD dalam hal ini turut serta dan bersungguh-sungguh membantu kelancaran kegiatan pasar murah nantinya, semisal untuk Dinas Pekerjaan Umum kiranya dapat memperbaiki jalan yang rusak di sekitar Lapangan Kantor Lurah Sei Putih Barat - Jalan Buku dan mengaspal lokasi Gelanggang Remaja yang mana nantinya akan digunakan sebagai gudang peyimpanann barang. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S, MSi, MH diwakili Sekretaris Daerah Kota Medan Ir Wiriya Al Rahman MM memimpin rapat Pemaparan Desain Kawasan Kumuh di Kota Medan di Ruang Rapat Bappeda Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No 2, Selasa (27/11).

Wiriya menjelaskan, rapat yang digelar ini bertujuan untuk memberdayakan kawasan yang dianggap kumuh oleh masyarakat Medan menjadi Kampung Kreatif dan lebih tertata. Sehingga estetika Kota Medan kembali dapat dinikmati masyarakat Kota Medan.

"Kita berdayakan kawasan yang dianggap kumuh oleh segelintir masyarakat Medan menjadi Kampung Kreatif dan lebih tertata. Kita wujudkan estetika kota Medan yang lebih indah dan menarik lagi agar menjadi daya tarik minat wisatawan," jelas Wiriya.

Lanjut Wiriya menuturkan, dalam Pengembangan Pembangunan di Kawasan Timur yang meliputi Kecamatan Medan Area dan Kecamatan Medan Denai diperlukan ide-ide kreatif agar kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai permukiman yang sehat, asri dan produktif. Selain memerlukan ide kreatif, juga perlu adanya pengembangan usaha perdagangan dan jasa dalam skala lingkungan maupun kota, serta pengembangan potensi wisata sebagai daya tarik wisatawan.

"Dalam menata kawasan kumuh sangat diperlukan ide kreatif dan inovatif agar kawasan tersebut dapat dijadikan permukiman yang sehat, asri dan produktif. Selain itu, menggembangkan usaha dan objek wisata juga harus sejalan dalam penataan tersebut. Lalu setelah ditata dengan baik kawasan kumuh tersebut, selanjutnya tugas kita yaitu bagaimana menjaga dan merawat sarana, prasarana dan utilitas kawasan tersebut agar tetap utuh dan tidak kembali kumuh," tutur Wiriya.

Sekaitan dengan itu, Kurniawan Effendy menyampaikan strategi penangangan kawasan ini yakni untuk penataan permukiman dengan peningkatan kualitas bangunan perumahan dan layanan infrastruktur yang memadai, menata permukiman yang sehat dan produktif, mempercepat pengurangan kawasan kumuh dengan peran serta masyarakat dimana Pemda sebagai nahkoda dan meningkatkan sumber daya masyarakat dan juga untuk meningkatkan perekonomian kawasan tersebut.
"Harus dengan strategi khusus untuk menata permukiman kumuh. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas bangunan perumahan dan layanan infrastruktur yang memadai, menata permukiman yang sehat dan produktif serta mempercepat pengurangan kawasan kumuh," kata Kurniawan selaku narasumber dari Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Untuk itu dalam hal ini, lanjut Kurniawan, perlu dilakukan penyiapan masyarakat melalui pemberdayaan  secara berkelanjutan, peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui potensi home industri masyarakat, melakukan sosialisasi untuk PHBS, dan memberlakukan Perda No 13 Tahun 2010.. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Seketika warga Jalan Jermal IV Kecamatan Medan Denai dihebohkan dengan aksi nekat Saiful Azhar Chaniago (59) yang nekat bakar diri dikarenakan himpitan ekonomi, Rabu (28/11/2018).

Menurut informasi, aksi nekat korban yang merupakan pedagang roti bakar ini merupakan kali kedua. Korban nekat melakukan aksi nekat ini dikarenakan himpitan ekonomi setelah istrinya sakit tak kunjung sembuh. Tak tahan, korban pun mencoba mengakhiri hidupnya dengan membakar diri menggunakan bensin.

Salah seorang warga, Sutan mengatakan bahwa kejadian ini merupakan yang kedua kalinya. "Kalo kata tetangga sini, sudah 2 kali dia mencoba bunuh diri," terangnya.

Menurut Ruslan (30) yang merupakan anak angkat korban mengatakan bahwa saat kejadian ia sempat meminta pertolongan warga.

"Warga yang membantu memadamkan api dengan menyiramkan air,. Lalu dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah," jelasnya.

Dikarenakan kondisi korban yang parah, akhirnya pihak rumah sakit merujuk korban ke Rumah Sakit Haji Jalan Pancing Medan.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi mengatakan bahwa korban nekat membakar diri dikarenakan himpitan ekonomi.

"Korban nekat membakar diri karena stres himpitan ekonomi,” katanya. (rom)
Share Berita

KISARAN -  Polsek Kota Kisaran berhasil meringkus kawanan pencuri sarang burung walet saat berada di dalam gedung penangkaran buatan di Jalan Kereta Api, Kelurahan Kisaran Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat, Selasa pagi (27/11/2018)

Hal itu dikatakan Kapolsek Kota Kisaran, AKP Edi Siswoyo didampingi Kanit Reskrim Iptu Arbin Rambe saat dikonfirmasi diruang kerjanya, penangkapan terhadap tiga pelaku pencuri sarang burung walet milik Naharudin itu berawal dari laporan dua orang penjaga dengan si pemilik.

Malam itu saksi, Jumadi (59) dan Rendi (26) melihat tiga orang sedang memanen liur burung walet dari monitor televisi yang tersambung dengan kamera Closed Circuit Television (CCTV), kemudian melaporkan kepada pemiliknya dan kemudian Maharudin melaporkan ke Polsek Kota Kisaran, jelasnya.

Selanjutnya, setelah menerima laporan awal dari korban, pihaknya langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendapati ketiga pelaku yang masih berada di dalam gedung penangkaran buatan.

Ketiga pelaku yang diamankan masing – masing, AS (30) warga Jalan Diponegoro Gang Bebas Kelurahan Kisaran Baru, FP (26) warga Jalan Penggalang Lingkungan II Kelurahan Kisaran Kota dan ESP (23) warga Jalan RA Kartini Gang Selamat Kelurahan Sendang Sari.

Masih kata Edi Siswoyo, pelaku kemudian diboyong ke Mapolsek bersama barang bukti kelopak liur walet hasil jarahan. Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian sekitar 5 juta.

Terpisah, tersangka AS saat dikonfirmasi membenarkan jika mereka diamankan Polisi saat berada di dalam gedung penangkaran burung walet, ” lagi memanen, tiba – tiba Polisi datang, ” ungkap AS yang diamini kedua rekannya itu.(ran)
Share Berita

BELAWAN, POC - Sikap kekeluargaan Kapolres Pelabuhan  Belawan, AKBP Ikhwan patut kita acungi jempol. Pasalnya untuk mewujudkan sinergitas antara Polri dan wartawan, ia terlihat bergandengan bersama Ketua Umum PWI, Atal Depari, Minggu (25/11/2018).

Pada kesempatan tersebut ,Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan mengatakan bahwa  silaturahmi juga merupakan giat untuk mempererat hubungan kekeluargaan dengan insan pers, menciptakan dan memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif.

"Karena  hubungan antara kepolisian khususnya Polres Pelabuhan Belawan sudah terjalin baik dengan seluruh elemen masyarakat dan insan pers. Diharapkan kedepannya kita dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan efektif serta bersinergi antara Polri dengan pihak media," tegasnya. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC - Unit reskrim Polsek Belawan berhasil meringkus Febri Ardiansyah Tanjung alias Black (30) warga Jalan Stasiun PJKA samping puskesmas Belawan, Link 3, Belawan II, Medan Belawan. Tersangka ditangkap karena nekat mencuri di rumah pejabat PT KAI, Ridwan (32) di Jalan Marelan I Pasar V Gang Jagung Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Selasa (27/11/2018).

Menurut informasi, tersangka ditangkap di Jalan Stasiun PJKA tepatnya disamping Puskesmas Lingkungan III, Belawan II, Medan Belawan dengan barang bukti broti kayu ukuran 2 x 2 dengan panjang 1 meter.

Saat dikonfirmasi, Kanit Polsek Belawan, Iptu B Sibayang membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Tersangka sudah kita amankan," tegasnya. (Kinoi)
Share Berita

LABUHAN, POC- Unit reskrim Polsek Medan Labuhan berhasil meringkus 3 orang pengedar sabu dari 2 lokasi berbeda, Rabu (28/11/2018).

Adapun ketiga tersangka yang berhasil diamankan adalah Imam (29), Chairul (37), Putro (36). Ketiganya merupakan warga Jalan Tanjung Mulia Kawat IV, Medan Deli. Tersangka ditangkap petugas di depan Alfamidi dan Kawat IV , Tanjung Mulia, Medan Deli.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti 2 unit HP Nokia, 2 Plastik klip berisi sabu, 6 plastik klip kosong, 1 bong berisi kaca, 1 bungkus kotak rokok magnum yabg berisi klip kecil sabu dan 1 buah mancis.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Iptu B Pohan membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Ketiganya masih kita periksa," katanya singkat. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Tiga orang kontingen bela diri Yongmoodo Kodam I/Bukit Barisan sukses meraih prestasi dalam ajang kejuaraan nasional (Kejurnas) beladiri Yongmoodo Kasad Cup ke-8 tahun 2018 yang berlangsung di GOR Praja Raksasa, Kepaon, Denpasar, Bali, Selasa (27/11/2018)


Ketiga kontingen tersebut diantaranya Pratu Marulitua Gultom dari Batalyon Arhanud 11 WBY berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan seorang kontingen Kodam XVI/Pattimura,Serda Randa Pinem (sabuk merah) meraih medali perunggu kelas 90 kg putra.

"Selain prajurit Arhanud 11/WBY yang menyabet emas,petarung Rusli Anggreani asal Pengda Sumut yang tergabung dalam kontingen Kodam I/BB juga meraih medali emas kelas 65 kg putri setelah mengalahkan petarung asal Pengda Bali, "terang Kapendam I/BB Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, Selasa (27/11/2018),malam. 


Roy berharap kepada kontingen Yongmoodo Kodam I/BB lainnya bisa meraih prestasi dalam ajang Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8 tersebut. "Kita berharap petarung-petarung dari prajurit TNI dan yang tergabung dalam kontingen Kodam I/BB
bisa berhasil meraih prestasi agar mengharumkan nama Kodam I/BB dalam Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8,"harap Roy. (Rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Memasuki hari ke empat diselenggarakannya Kejurnas Yongmoodo memperebutkan Piala Kasad Cup ke-8 tahun 2018,salah satu kontingen terbaik Kodam I/Bukit Barisan Pratu Marulitua Gultom dari Batalyon Arhanud 11/Wira Buana Yudha (WBY) berhasil meraih medali emas kelas 85 kg setelah mengalahkan petarung dari Kodam XVI/ Pattimura, sore tadi, Selasa (27/11/2018).

Kejurnas beladiri Yongmoodo yang digelar di GOR Praja Raksasa Kepaon, Denoasar, Bali ini seluruh Kodam menurunkan kontingen-kontingen terbaiknya. Salah satunya Kodam I/BB. Dengan berbekal tekad ingin meraih emas menjadi sang juara seluruh Kodam  menurunkan talenta-talenta terbaik dari masing-masing provinsi yang bertanding.

"Pratu Marulitua Gultom dari Batalyon Arhanud 11/Wira Buana Yudha, satu di antara peserta mewakili Kodam I/BB yang bertanding hari ini berhasil meraih medali emas, "ungkap Kapendam I/BB Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga

Pada pertandingan sore tadi, prajurit yang pernah menyandang gelar Best Of The Best tersebut berhasil mengalahkan kontingen asal Kodam XVI/Pattimura.

"Dirinya menargetkan juara dalam kejurnas Yongmoodo Piala Kasad Cup ke-8 tersebut, dan Pangdam I/BB juga berharap kontingen Kodam I/BB yang lainnya bisa meraih prestasi seperti Pratu Marulitua tersebut, "sebut Roy.

Roy berharap semoga kontingen Kodam I/BB bisa memberikan hasil terbaik dalam ajang bergengsi tersebut. "Meskipun  harus ekstra hati-hati terhadap lawan,dan ingat pesan Pangdam I/BB jika mau jadi sang juara, "tegas Roy.

Sementara itu, Marulitua mengatakan bahwa dirinya bertekad ingin mengharumkan nama satuan Kodam I/BB dalan Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8 ini. "Saya akan berusaha mengharumkan satuan, mohon do'a dari seluruh prajurit Kodam I/BB, "ungkapnya. (Rel/rom)
Share Berita

MEDAN, POC - Himpunan alumni AOTS Medan yang bernaung dibawah HASSI (Himpunan Alumni AOTS-HIDA Sumatera Indonesia) menyelenggarakan Pelatihan Jangka Pendek tentang Perbaikan di Lapangan dengan Teknologi IoT (Internet of Things) di Hotel Aston dari tanggal 26 - 27 November 2018.

The Association Technical and Sustainable Partnership (AOTS) adalah lembaga pengembangan sumber daya manusia yang mengembangkan pelatihan terutama untuk sumber daya manusia di bidang industri pada negara negara berkembang, serta mendukung kerjasama teknis seperti pengiriman para ahli.
Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Heri Batangari Nasution selaku pengurus harian HASSI pada sambutannya mengatakan bahwa persaingan industri manufaktur di Indonesia saat ini semakin ketat dan semakin canggih.

“Menghadapi persaingan industri yang semkain ketat dan semakin canggih dewasa ini, diperlukan peningkatan produktivitas melalui perbaikan di lapangan dan penghematan energi serta peningkatan minat terhadap teknologi Internet of Things untuk menjalankan perbaikan tersebut secara terus menerus dan lebih efisien,” kata Heri Batangari.

Namun, lanjut Heri Batangari, banyak perusahaan yang masih kesulitan dalam memasukkan dan memanfaatkan IoT di lapangan.

Pelatihan ini bertujuan selain untuk mempelajari bagaimana mengadaptasi IoT secara efektif di tempat kerja, juga untuk mempraktekkan perbaikan pada perusahaan, meningkatkan kemampuan dalam perbaikan tersebut dan berkontribusi pada penghematan energi di perusahaan masing-masing,” jelas Heri Batangari.

Pelatihan ini mendatangkan dua Instruktur dari Jepang yaitu Ryuzi Kurokawa (COO i Smart Tech.Co., Ltd., Japan) dan Katsunari Torii (Ahisahi Tekkoe Co., Ltd.,Japan).

Peserta pelatihan diikuti sebanyak 23 orang ini berasal dari perusahaan yang ada di Medan seperti PDAM Tirtanadi, PT. Industri Pembungkus Internasional, PT. Rapi Ray Putra Pratama, PT. Industri Karet Deli, PT. Sanobat Gunajaya, PT. Padi Saga Utama dan PT. Ahindo Sukses Sejati.

Pada acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Hayato Tanaka selaku Chief Representative AOTS di Indonesia, Sutedi Raharjo, ST selaku Dirut PDAM Tirtanadi, Abdi Sucipto, Kabir Bedi dan HR. Umeda dari Pengurus HAASI, Alumni AOTS Medan. (maria/rel)
Share Berita

PERCUT SEITUAN, POC - Petugas Polsek Percut Seituan berhasil mengamankan 5 unit mesin jackpot TK Rejeki 89 dari Pasar 7 Tembung saat melaksanakan Grebek Kampung Narkoba (GKN). Selain itu, petugas juga mengamankan alat hisap sabu, Selasa (27/11/2018).

Penggrebekan dilaksanakan di 2 lokasi berbeda yaitu di Kampung Bombay, Medan Tembung dan di  eks-sekolah Dinul Islam Jalan Letda Sujono, Medan Tembung dan Jalan Perintis Gg. Lingga Ujung, Percut Seituan.

Penggrebekan dimulai dari Eks Sekolah Dinul Islam Jalan Letda Sujono Kampung Bombay. Dari lokasi ditemukan alat penghisab sabu, plastik tempat bungkus sabu dan mancis. Kemudian dari Jalan Perintis Gg. Lingga pasar 7 Tembung, petugas mengamankan 5 unit  mesin jackpot TK Rejeki 89.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri membenarkan adanya penggrebekan tersebut.

"Dari lokasi kita amankan 5 unit mesin jackpot, 2 buah alat hisap sabu dan plastik kecil bekas pembungkus sabu," jelasnya. (rom)
Share Berita

PEMATANG JOHAR, POC - Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto menghadiri giat acara "Cakap-cakap" dengan warga diaula Kantor Kepala Desa Pematang Johar yang masih diwilayah hukumnya, Senin (26/11/2018).

Dalam kesempatan itu Kapolsek mendengarkan aspirasi warga mengenai kondisi keamanan di wilayahnya. Permasalahan yang wajib ditindak tegas tersebut adalah peredaran Narkoba, Perjudian, Prostitusi dan Pencurian sepeda motor.

Setelah mendengarkan keluhan warga, Rosyid menyampaikan arahannya untuk mengidentifikasi masalah-masalah keamanan di desa tersebut. Memberikan masukan untuk penguatan sistem keamanan lingkungan (SISKAMLING) di desa Pematang Johar.

Turut hadir diacara tersebut
Bhabinkambtibmas Pematang Johar, Aiptu H. Simanjuntak, Kades Sudarman, Babinsa koramil, Serda Syaiful, Ketua BPD Buhari Muslim, Para Kadus dan 80 orang warga. (Kinoi)
Share Berita



MARELAN, POC- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dicanangkan pemerintah ternyata memberatkan masyarakat. Pasalnya akibat tidak memiliki laptop, banyak siswa SMA yang tidak diijinkan mengikuti ujian. Salah satunya terjadi di SMA Negeri 16 Medan di Jalan Kapten Rahmad Buddin, Medan Marelan, Selasa (27/11/2018).

Salah seorang orang tua murid, IM mengatakan kekecewaannya dikarenakan tidak memiliki laptop anaknya sempat dilarang masuk untuk mengikuti UNBK.

"Kami merasa terbebani, Ibu Kepala Sekolah mengeluarkan kebijakan siswa wajib memiliki laptop," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Humas SMA Negeri 16 Medan, Drs. Dompak Hutabarat mengatakan bahwa UNBK merupakan kurikulum membimbing siswa untuk ujian dengan system online.

"Bagi siswa yang tidak memiliki laptop untuk mengikuti ujian susulan,” katanya.

Dompak menambahkan, pihak sekolah tidak pernah memaksa murid untuk mempunyai laptop. Kebijakan ini sesuai dengan program pendidikan kurikulum No.13," terangnya. (Kinoi)
Share Berita

PN MEDAN, POC - Suparman, terdakwa kasus dugaan penipuan penggelapan ratusan juta rupiah dengan modus memasukkan pegawai negeri sipil (PNS) merasa menjadi korban seseorang bernama Abdul Gani.

Hal itu diungkapkan Suparman saat memberikan keterangannya dihadapan Ketua Majelis Hakim, Tengku Oyong dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 6, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (26/11) sore.

"Waktu itu tahun 2014 yang mulia. Dia (Abdul Gani) datang ke rumah saya. Saya nanya kerjaan untuk anak saya. Terus dia bilang masukkan PNS saja. Syaratnya bayar Rp100 juta kalau anak saya S1," ucap Suparman yang merupakan pensiunan pegawai PT Inalum ini.

Lanjut Suparman, karena saat itu Abdul Gani menjabat sebagai Asisten II di Pemkab Batubara membuatnya percaya. Selanjutnya Abdul Gani menyuruhnya untuk dicarikan orang yang mau dimasukkan PNS.

"Abdul Gani bilang kalau ada yang mau jadi PNS syaratnya untuk SLTA Rp50 juta kalau D3 Rp75 juta dan S1 Rp100 juta," beber Suparman.

Singkat cerita, Suparman kemudian mencarikan orang yang mau masuk PNS. Dia kemudian berkenalan dengan saksi Erna.

"Dari Erna saya terima uang muka sebesar Rp40 juta untuk nama Sulaiman D3 yang mau dimasukkan PNS. Kemudian dari Erna saya kenal yang lainnya," tutur Suparman.

Ditanya Majelis Hakim berapa sebenarnya total uang yang sudah diterimanya, Suparman mengaku bervariasi.

"Yustina Rp300 juta lebih, Salamah Rp600 juta dan Erna Rp40 juta. Dan semua uang itu saya serahkan semua kepada Abdul Gani. Saya hanya mengambil ongkos saja," ungkap Suparman.

Setelah menerima uang dari para saksi, sambung Suparman, Abdul Gani tak kunjung menepati janjinya memasukkan orang menjadi PNS.

"Sayapun dikejar-kejar. Bahkan saya harus mengganti uang Rp100 juta kepada seseorang yang kerabatnya seorang oknum TNI. Karena saya merasa ditipu selanjutnya saya melaporkan Abdul Gani ke Polres Batubara tahun 2015 lalu. Sayangnya laporan saya jalan di tempat," ujar Suparman.

Suparman menjelaskan bahwa untuk pengurusan CPNS tamatan SLTA, D3 dan S1 dikenakan biaya bervariasi.

"Biayanya itu, untuk SLTA Rp 50 Juta, D3 Rp 75 Juta dan S1 Rp 100 Juta. Jadi tidak benar kemarin keterangan pelapor saya meminta uang SLTA Rp 80 Juta, D3 Rp 120 Juta dan S1 Rp 200 Juta," jelasnya mengakhiri.

Dalam keterangannya, Kuasa Hukum terdakwa, Dedi Suheri mengatakan bahwa ia berniat mengungkap jaringan atau keterlibatan orang-orang tertentu yang menyebabkan kliennya dipenjara.

"Ini ada jaringannya, Suparman korban Abdul Gani, Salamah, Ernawati, Salamah dan Yustina. Saya mau semuanya juga diperiksa, karena semuanya juga calo CPNS," harap ya.

Namun, ada yang menarik saat Suparman memberikan keterangan, para saksi yang hadir di persidangan sempat komplain dengan keterangan Suparman.

Mereka tidak sepakat dengan keterangan yang diberikan oleh Suparman.

"Sudah-sudah jangan ribut yang di belakang. Ini keterangan terdakwa," tegas Majelis Hakim.

Hingga akhirnya Majelis Hakim menunda persidangan dan melanjutkannya pekan depan dengan agenda tuntutan.

Sebelumnya, dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren menjerat terdakwa dengan Pasal 378 ayat (1) ke 1 KUHPidana.  (rom)
Share Berita

MARELAN, POC - Seketika warga Jalan Marelan Pasar II Barat Link.II, Gg. Mawar 3, Rengas Pulau, Medan Marelan mendadak heboh dengan ledakkan tabung gas 3 Kg yang mengakibatkan 1 keluarga mengalami luka bakar, Selasa (27/11/2018).

Adapun 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang tersebut adalah Rubiah (57), Reni Andari (anak Korban) (18), Nanda (Cucu korban) (12) dan Edi (34). Kesemuanya mengalami luka bakar disekujur tubuh.

Menurut informasi, kejadian menghebohkan bermula saat warga mendengar teriakkan anak korban, Nanda (12) meminta tolong seraya mengatakan tabung gas 3 Kg milik keluarganya bocor. Mengetahui hal itu, warga beramai-ramai mencoba menolong. Namun naas, saat warga mencoba menolong, tiba-tiba tabung gas korban meledak. Akibatnya, tubuh 1 keluarga melepuh terkena ledakkan tabung gas. Warga yang melihat langsung membawa keempat korban ke Rumah Sakit.

Saksi mata, Anto (52) mengatakan bahwa saat itu ia sedang bekerja merenovasi rumah tetangga korban yang letaknya berhadapan dengan rumah tersebut. Tiba-tiba melihat korban, Nanda keluar dari rumah dan meminta tolong kepadanya.

"Saat itu dibilangnya tabung Gas kami ada yang bocor," katanya.

Mendengar hal tersebut, saksi mata bersama temannya Edi lari menuju rumah korban. "Saat itu kami lihat tabung gasnya sudah dimasukkan kedalam ember berisi air dengan posisi terbalik. Karena merasa sudah aman, kami keluarga lagi melanjutkan pekerjaan, ehhh...tiba-tiba saja 5 menit kemudian kami dengar ada suara ledakkan besar," jelas Anto.

Akhirnya, warga bersama saksi mata beramai-ramai mencoba menyelamatkan korban dari kobaran api akibat ledakkan tabung gas tersebut.

"Warga spontan memadamkan api dan memberi pertolongan terhadap keempat korban yang mengalami luka bakar ke Rumah Sakit terdekat," terangnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu B Pohan yang mengetahui kejadian tersebut langsung menuju kelokasi untuk olah TKP. "Masih kita tangani. Korban saat ini sudah di Rumah Sakit," ujarnya singkat. (Kinoi)
Share Berita

SUNGGAL, POC - Kaki Ricad Trumen (23) ditembak petugas Polsek Sunggal, pasalnya ia tega membunuh seorang pembantu rumah tangga (PRT) karena kepergok mencuri di Jalan Ngumban Surbakti Gang Sedap Malam XV, Medan Selayang, Minggu (25/11/2018).

Menurut informasi, pembunuhan bermula saat tersangka mencoba mencuri dirumah majikan korban yang terletak di Jalan Ngumban Surbakti Gang Sedap Malam XV, Medan Selayang. Saat mengacak-acak lemari rumah, korban yang mendengar keributan langsung terbangun. Melihat korban terbangun, tersangka langsung kalap dan  menikam korban sebanyak dua kali diarah leher sebelah kiri korban. Usai membunuh, tersangka langsung melarikan diri. Mendapat laporan warga, petugas pun langsung melakukan pengejaran. Dalam hitungan jam, petugas berhasil mengamankan tersangka dipersembunyiannya tak jauh dari lokasi kejadian. Namun dikarenakan melakukan perlawanan, tersangka yang beridentitas mahasiswa terpaksa ditembak petugas dibagian kaki sebelah kiri.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Philip Purba membenarkan penangkapan tersebut.

"Telah diamankan barang bukti 1bilah pisau lipat, jam tangan, parpum, baju kaus tersangka, 1 potong  celana panjang warna hitam dan sebongkah batu giok," ujarnya singkat. (rom)
Share Berita


BELAWAN, POC - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan diwakilkan oleh Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Taryono Raharja membuka langsung Tournament Troup Gembira memperebutkan Piala Kapolres Pelabuhan Belawan Cup di tingkat Se-kecamatan yang dilaksanakan dirumah Singgah Sahabat Polisi (RSSP) Jalan Veteran, Belawan 1, Medan Belawan, Sabtu ( 24/11/2018).

Dalam arahannya, Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Taryono Raharja mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk cipta kondisi mendekatkan diri kepada masyarakat.

Pertandingan tersebut dalam satu group terbagi 4 orang. Begitu juga lawan main, masing-masing pada setiap Kecamatan di wakili 2 tim dengan jumlah pemain 50 orang. "Jadi bisa selesai dalam 1 hari," ujarnya.

Selain itu, Polres Pelabuhan Belawan juga akan melaksanakan pertandingan Sepak Bola dan Volly. "Yang menang di tingkat Polres Cup akan di tandingkan ditingkat Polda Cup yang rencananya di buka pada, Rabu (12/01/2019)," jelasnya Taryono.

Sambungnya, Kapolres juga berpesan kepada masyarakat, menjelang Pilpres 2019 agar saling menjaga Kamtibmas sehingga pesta demokrasi nantinya berjalan dengan aman, damai dan kondusi. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan bersama Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Taryono Raharja memimpin langsung apel gabungan Dalam rangka Kegiatan Kepolisian Yang Dioptimalkan (K2YD), Sabtu,(24/11/18) Pukul 20.30 WIB - 00.30 WIB

Patroli skala besar ini bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif dengan sasaran Curas, Curat,Curanmor dan Premanisme. Dalam giat tersebut melibatkan 217 personil yang dilaksanakan saat  jam-jam rawan kejahatan dan kriminalitas.

Dalam susunan Team menjadi 3 bagian
Tim 1 berjumlah 70 personil yang dipimpin oleh Kapolsek Medan Belawan KOMPOL Safarudin Tama dengan rute Patroli Jalan KL. Yos Sudarso - Pangkal Titi Belawan Sicanang , Pajak Baru Jl. Belanak , Kampung Kolam , Belawan Bahagia , Gudang Arang ,Lorong Melati ,Jl.  Stasiun ,Jl. Sumatera ,Jl. Slebes ,Kampung Salam ,Jl.  Pelabuhan 1 , Jl. Pelabuhan raya dan stasioner dikuburan Gudang Arang Lorong Melati.

Tim 2 berjumlah 80 Personil langsung dipimpin Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan dengan
rute Patroli ,Jl.  KL. Yos Sudarso ,Jl. Kayu Putih , Jl. Aluminium raya , Jl. Alfaka raya ,Jl.  Yos sudarso, Simpang Brayan, Jl. Kapt.  Sumarsono, Jl. Veteran Raya ,Jl.Simpang Mandiri ,Jl. Platina Raya, Jl. Datuk Rubiah ,Jl.  Aloha ,Jl. Pasar 5 Marelan, Jl.Titi Pahlawan,Simpang Kantor dan Stasioner di SPBU Tanah 600 serta SPBU Titi Pahlawan.

Tim 3 berjumlah 57 Personil yang dipimpin oleh Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol Taryono Raharja dengan patroli,Jl. KL. Yos Sudaro ,Jl.Terjun ,Jl.  Besar Hamparan Perak ,Jl. Besar Klumpang,Jl.  Besar Klambir 5, Jl. Lapas Tanjung Gusta ,Jl. Kapten Rahmadbudin dan Stasioner di Simpang Beringin Hamparan Perak. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi  melakukan penanaman pohon mangrove di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Deli, Minggu (25/11/2018). Ada 3000 batang mangrove yang ditanam untuk menghijaukan kawasan itu  hasil kerjasama Komunitas Lions Club bersama dengan Yayasan Budaya Hijau Indonesia. Penanaman ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Menanam se Indonesia.
Penanaman 3000 batang mangrove turut dihadiri Asisten Deputi Lingkungan Kemenko Kemaritiman RI Sahat,  Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan H M Husni, Kadis Kehutanan Pemprov Sumut Halen Purba, Ketua Yayasan Budaya Hijau Batara Surya Yusuf, Camat Medan Labuhan Arrahman Pane, seluruh lurah dan kepling se-Kecamatan Medan Labuhan serta relawan pemerhati lingkungan dan  pelajar dari beberapa sekolah di Kota Medan.
Selain penanaman 3000 batang mangrove, kegiatan juga diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti donor darah, lomba mewarnai bagi anak-anak sekolah dasar tingkat kecamatan serta dibukanya beberapa stand  oleh ibu-ibu kelurahan dengan memanfaatkan pohon mangrove dan menghasilkan berbagai makanan dan kerajinan tangan.
Wakil Wali Kota menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut serta mengambil bagian dalam kepeduliannya terhadap lingkungan. “ Ini tanggung jawab kita semua, sebab menjaga lingkungan dan ekosistem yang ada merupakan tugas mulia. Jadi masing-masing dari kita memiliki tanggung jawab untuk itu,” kata Akhyar.
Kemudian Akhyar berharap  agar semua untuk terus mengembangkan potensi yang ada dari tanaman mangrove, sehingga ekonomi masyarakat dapat terus bergerak dan berkembang.  “Kita semua adalah agen kebersihan. Mari sama-sama menjaga ekosistem dan kebersihan lingkungan yang dimulai dari diri sendiri", ungkapnya.
Sebelumnya Asisten Deputi Lingkungan Kemenko Kemaritiman RI Sahat dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan memiliki perhatian yang luar biasa dalam kegiatan penanaman pohon mangrove tersebut.
Sedangkan Ketua Lions Club District Sumatera Kendra Maruli mengatakan, kegiatan penanaman 3000 batang mangrove dilakukan selain dalam rangka memperingati hari menanam se Indonesia,  juga sebagai wujud bentuk kepedulian komunitas-komunitas pemerhati lingkungan terhadap masyarakat yang tinggal di pinggir laut.
Penanaman 3000 batang mangrove didukung oleh berbagai elemen masyarakat, siswa siswi dari beberapa sekolah serta komunitas pemerhati lingkungan yang ada di Kota Medan. Seluruh elemen masyarakat ini bahu membahu mennama bibit pohon mangrove. Selain menghijaukan kawasan itu, pohon mangrove juga diharapkan dapat mencegah terjadinya abrasi. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH  menghadiri Kompetisi Biola dan Piano Nasional yang diselenggarakan Parahyangan Classical Community di Sekolah Maitreyawira Jalan Boulevard Utara Komplek Cemara Asri, Sabtu (24/11/2018). Melalui event ini diharapkan dapat melahirkan violis dan pianis yang handal.
Menurut Wali Kota, tidak mudah untuk bisa menghasilkan pemusik yang handal. Tentunya perlu bakat dan juga ketekunan berlatih sehingga dapat memainkan musik yang indah dan bisa dinikmati oleh para penikmat musik.
Sebagai ilustrasi, Wali Kota selanjutnya menceritakan tentang kiprah Joey Alexander, seorang pianis muda berusia 15 tahun yang sangat piawai memainkan piano. Di ajang penghargaan bergengsi sekelas Grammy Award bahkan mengakui kemampuan pianis cilik  berbakat tersebut.
Untuk itu, Wali Kota berpesan kepada semua peserta yang berkompetisi untuk terus berusaha dan berlatih mempelajari teknik-teknik bermusik yang baik dan benar. "Saya yakin anak-anak saya ini mampu untuk menjadi pemain piano dan biola yang handal nantinya. Yakinlah bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha yang telah kita lakukan", kata Wali Kota.
Kegiatan dirangkai dengan pemberian hadiah oleh Wali Kota kepada para pemenang lomba Biola dan Piano dengan kategori Pemula, Prepatory dan Junior dengan jumlah pemenang sebanyak hampir 50 pemenang yang kesemuanya berasal dari siswa siswi Maitreyawira.
Sementara itu  Husni Hasibuan selaku perwakilan dari Sekolah Maitreyawira, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota dan Pemko Medan yang telah mendukung Kompetisi Biola dan Piano Nasional tersebut.
Acara ini turut dihadiri Kepala Badan Pengurus Harian Sekolah Maitreyawira Tekjan ST, perwakilan Parahiyangan Classical Community Nancy Lukman,  sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan serta para orang tua murid peserta kompetisi. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Seribuan warga  dengan penuh antusias  mengikuti Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (25/11/2018) pagi.   Umumnya mereka datang dengan membawa anggota keluarganya masing-masing. Selain berolahraga, tidak sedikit warga juga menggunakan momen CFD untuk  mengajak anak-anaknya bermain. Sebab, Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan menyediakan fasilitas bermain bagi anak-anak di lapangan bersejarah dan kebangaan warga Kota Medan tersebut.
CFD merupakan kegiatan rutin Pemko Medan setiap Minggu pagi. Mulai pukul 06.00 sampai 10.00 WIB, seputaran Lapangan Merdeka ditutup sehingga tak satu pun kenderaan bermotor yang bisa melintas. Hal itu sengaja dilakukan untuk memberikan ruang kepada masyarakat untuk berolahraga. Dengan demikian tidak hanya Lapangan Merdeka, jalan seputaran Lapangan Merdeka juga bisa digunakan warga untuk berolahraga.
Selain mengikuti senam jantung sehat hasil kerjasama dengan Yayasan  jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Sumut, warga yang mengikuti CFD juga dapat mengikuti senam aerobik, jogging dengan mengelilingi Lapangan Merdeka, sepeda santai, sepatu roda, jalan santai maupun mempergunakan fasilitas peralatan olahraga di pinggiran lapangan. Itu sebabnya Lapangan Merdeka setiap Minggu pagi ramai dikunjungi warga.
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH pun senantiasa mengajak seluruh warga Kota Medan untuk mengikuti CFD setiap Minggu pagi di Lapangan Merdeka. Selain mengajak masyarakat gemar berolahraga, Wali Kota berharap melalui CFT juga dapat mengedukasi masyarakat agar mengurangi polusi  udara yang disebabkan asap kenderaan bermotor.
“Melalui CFD diharapkan masyarakat gemar berolahraga, lebih dari itu kita berharap olahraga dapat menjadi budaya sehingga masyarakat akan lebih sehat. Di samping itu melalui CFD, kita juga berharap agar masyarakat mengurangi ketergantungan dengan kenderaan bermotor guna mengurangi polusi udara. Mari kita hidup sehat melalui CFD,” kata Wali Kota.
Guna menarik perhatian warga untuk mengikuti CFD, Wali Kota juga mengajak kepada semua stakeholder  untuk membuat kegiatan olahraga setiap Minggu pagi di Lapangan Merdeka. Dengan keikutsertaan para stakeholder tersebut, pelaksanaan CFD tidak monoton sehingga mengundang masyarakat yang datang semakin banyak lagi. (mar/rel)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.