Warga Lingkungan 31 Kebun Bundar Menjerit "Dihajar" Banjir, Pemko Medan Terkesan Cuek

Warga Lingkungan 31 Kebun Bundar Menjerit "Dihajar" Banjir, Pemko Medan Terkesan Cuek

MARELAN, POC - Meningkatnya curah hujan khususnya diwilayah Kota Medan kerap membuat sejumlah wilayah menjadi banjir, salah satunya di Jalan M.Basir, Linkungan 31, Kebun Bundar, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Ironisnya, keadaan ini terkesan tidak mendapat perhatian dari Pemko Medan, Minggu (14/10/2018).

Dari hasil pantauan wartawan, banjir yang kerap terjadi diwilayah tersebut dikarenakan saluran drainase yang tersumbat, terlebih lagi terjadinya pendangkalan saluran parit dikarenakan tertimbun pasir dan batu.

Saat ini warga masih menunggu perhatian dari Pemko Medan. Terlebih lagi, saat ini dilingkungan tersebut muncul kecemburuan dengan lingkungan lain yang mendapat perhatian dari Pemko Medan yang melakukan perbaikan drainase.

Dan untuk mengantisipasi banjir diwilayah Jalan M.Basir, Linkungan 31, Kebun Bundar, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, warga beramai-ramai melakukan gotong royong membersihkan saluran drainase dan parit-parit yang tersumbat.

Salah seorang warga yang mewakili warga lainnya, Heri sangat berharap kepada Pemko Medan dan instansi terkait agar membenahi parit diwilayahnya.

"Kami sangat berharap kepada Pemko Medan dan intansi terkait agar dapat membenahi parit-parit atau drainase diwilayah kami, seperti terlihat parit-parit yang sudah dibenahi di lingkungan yang lain," harapnya yang tidak bisa menutupi kecemburuannya dengan lingkungan lain.

Kepling Linkungan 31, Legiman yang dimintai keterangannya mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal ke pihak Kecamatan setempat.

"Sudah kita buat proposal ke pemerintahan setempat untuk pembenahan parit atau drainase khususnya di lingkungan kita ini, saat ini kita hanya bisa menunggu dan menunggu," ujarnya.

Legiman menambahkan, parahnya penyumbatan parit terdapat di titi yang dulu sempat ambruk dan menutupi saluran sungai kecil tersebut.

"Masalahnya juga soal titi yang dulu pernah sempat ambruk dikarenakan lalu lalang dumptruk tanah timbun disalah satu gudang diwilayah sini. Lalu oleh pemilik gudang kembali diperbaiki namun sisa jembatan yang ambruk tidak diangkat sehingga saat ini saluran airnya tersumbat," jelasnya.

Camat Medan Marelan, Chairuniza yang dikonfirmasi mengatakan akan segera berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat.

"Akan kita panggil pak kepling lingkungan 31 untuk memusyawarahkan tentang parit dan titi yang tersumbat di lingkungannya.Nanti akan kita turunkan anggota pembersih parit," ucapnya mengakhiri. (Kinoi)