Inilah Rekayasa Lalu Lintas Saat Penyelenggaraan MTQN XXVII

MEDAN, POC - Dalam pelaksanaan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVII yang digelar di Medan dan Deliserdang, 4 – 13 Oktober 2018, Panitia melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas selama even tersebut berlangsung. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan khususnya pada saat kegiatan malam ta’aruf, pawai ta’aruf serta pembukaan dan penutupan MTQN XXVII.

Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut, Darwin Purba mengatakan berdasarkan hasil rapat panitia yang menangani transportasi, lalu lintas dan parkir, Rabu (3/10) di Astaka MTQN XXVII, Jalan Williem Iskandar Medan yang menyepakati Pam Lalin dan parkir di lokasi acara pembukaan dan penutupan di Astaka Jalan Pancing. Selain itu diatur juga rekayasa lalu lintas pada saat malam ta’aruf di Istana Maimun serta pengaturan arus lalu lintas saat pawai ta’aruf.

Turut hadir dalam rapat tersebut Dirlantas Polda Sumut beserta jajaran, Kasatlantas Kota Medan, Dinas Perhubungan Sumut, Dinas Perhubungan Kota Medan serta Dinas Perhubungan Deli Serdang.

“Rekayasa arus lalu lintas ini kita lakukan hanya pada kegiatan-kegiatan seperti malam ta’aruf, pawai ta’aruf, serta pada saat pembukaan dan penutupan MTQN XXVII. Selebihnya arus lalu lintas tetap normal seperti biasa,” ujar Darwin, Kamis (4/10/2018).

Lebih lanjut dijelaskan Darwin, pada saat malam ta’aruf yang berlangsung di Istana Maimun, Jumat (5/10/2018), manajemen rekayasa arus lalu lintas yang digelar hampir sama seperti rekayasa arus lalu lintas pada saat digelarnya even Ramadan Fair.

Dikatakannya, sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Maimun akan ditutup pada Jumat (5/10) mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Pada penyelenggaraan malam ta’aruf ini, satu jalur di jalan Masjid Raya akan ditutup dan akan dijadikan tempat parkir bus, sementara satu jalur jalan Masjid Raya menuju Jalan Amaliun masih dibuka. Satu jalur Jalan Mahkamah akan ditutup dan akan digunakan untuk lokasi parkir roda empat (dibelakang Masjid Raya). Sementara satu jalur Jalan Mahkamah yang menuju Jalan Juanda dibuka. Begitu juga satu jalur Jalan Mahkamah menuju Jalan Soeprapto akan ditutup dan dijadikan lokasi parkir roda empat, sementara satu jalur Jalan Mahkamah menuju Jalan Masjid Raya dibuka.

Kemudian, satu jalur Jalan Katamso tepatnya berada di depan Istana Maimun akan ditutup dan sebagian jalur jalan yang ditutup akan digunakan untuk lokasi parkir VIP. Namun jalur Jalan Brigjen Katamso menuju Jalan SM Raja tetap dibuka. Sementara untuk lokasi parkir roda dua akan ditempatkan di kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso.

Selanjutnya, untuk rekayasa arus lalu lintas pawai ta’aruf yang akan digelar Sabtu (6/10), sejumlah ruas jalan juga akan ditutup. Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Lokasi kendaraan hias akan dikumpulkan dari eks Bandara Polonia Medan kemudian menuju ke lokasi start Pawai Ta’aruf yang berada di Jalan Diponegoro Medan.
Adapun rute pawai ta’aruf ini dimulai dari Jalan Diponegoro-Jalan Pengadilan-Jalan Kapten Maulana Lubis- Jalan Raden Saleh-Jalan Balai Kota- Jalan Bukit Barisan- Jalan Stasiun Kereta Api- Jalan Pulau Pinang- Jalan Ahmad Yani VII- Jalan Hindu- Jalan Perdana- Jalan Imam Bonjol- dan kembali balik ke arah Jalan pulang.

“Selama pawai ta’aruf berlangsung, seluruh jalan rute pawai akan kita tutup mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Sebab nanti akan ada sebanyak 100 kendaraan hias dan 10 marching band yang akan mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, kami imbau kepada masyarakat yang tidak berkepentingan diharapkan dapat menghindari jalan-jalan tersebut, namun bagi masyarakat yang ingin melihat pawai ta’aruf kami persilahkan untuk datang menyaksikannya,” papar Darwin.

Sedangkan untuk rekayasa lalu lintas pada saat Pembukaan dan Penutupan keigatan MTQN XXVII, dikatakan Darwin akan dilakukan dengan rekayasa lalu lintas yang sama. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan pada Minggu (7/10) dan Sabtu (13/10). Penutupan ruas Jalan di daerah Gedung Serba Guna Pancing akan dilakukan mulai pukul 15.00 WIB.

Dikatakan Darwin, satu jalur Jalan Williem Iskandar menuju Jalan Aksara akan ditutup. Sementara jalur Jalan Aksara menuju jalan Williem Iskandar tetap dibuka. Sementara Jalan Pasar V akan ditutup hingga simpang Jalan Perjuangan. Di lokasi ini juga akan digunakan untuk area drop off para kontingen dan tamu.

“Para kontingen dan tamu yang datang nantinya hanya bisa di drop off, kemudian kendaraan akan parkir di lokasi yang telah ditempatkan di Jalan Selamet Ketaren,” terang Darwin.

Selanjutnya, satu jalur Jalan Selamet Ketaren menuju Jalan Rumah Sakit Haji akan ditutup dan digunakan untuk lokasi parkir bus dan parkir roda empat.  Sementara satu jalur dari Jalan Rumah Sakit Haji menuju Jalan Selamet Ketaren tetap dibuka. Sedangkan untuk lokasi parkir roda dua akan di tempatkan di Komplek MMTC Pancing.

Untuk mengatasi kemacetan dan mengatur arus lalu lintas dikarenakan adanya rekayasa arus lalu lintas ini, Darwin menyebutkan kalau pihaknya bersama aparat kepolisian akan menurunkan petugas. Dari Dishub Sumut sendiri akan mengerahkan sekitar 400-an petugas yang akan berjaga di sekitar lokasi dan di sekitar persimpangan Jalan menuju lokasi kegiatan.(mar/rel)