Ratusan PK5 Depan Eks Aksara Plaza Ditertibkan

Ratusan PK5 Depan Eks Aksara Plaza Ditertibkan
MEDAN, POC - Sebanyak 350 personel  Satpol PP Kota Medan diturunkan untuk menertibkan ratusan lapak pedagang kaki lima (PK5)  yang didirikan di badan Jalan AR Hakim, persisnya depan  bangunan Aksara Plaza yang terbakar,  Kamis (13/9/2018) pagi. Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, penertiban dilakukan karena kehadiran lapak-lapak itu sangat mengganggu estetika.  Proses penertiban berjalan dengan lancar meski  para pedagang terus berteriak  menolak  penertiban disertai kalimat-kalimat umpatan.
Dalam melakukan penertiban tersebut, Satpol PP dibantu instansi samping seperti Polrestabes Medan sebanyak  100 personel dan  Kodim 0201/BS (50 personel). Di samping itu juga dibantu dengan petugas Satpol PP Deli Serdang (150 personel), Dinas Pekerjaan Umum (100 persolen), jajaran Kecamatan Medan Tembung dan Medan Perjuangan (200 personel) serta  Kecamatan Percut Sei Tuan (70 personel).
Menurut Sekretaris Satpol PP Rakhmat Adi Syahputra Harahap, keterlibatan petugas Satpol PP Deli Serdang dan Kecamatan Percut Sei Tuan karena lokasi berjualan PK5 tersebut ada yang berada di wilayah Deli Serdang. Oleh karenanya sebelum melakukan penertiban, Rakhmat mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi.
Tampaknya para PK5 pun sudah melakukan antisipasi terkait dengan penertiban, selain sudah menerima surat peringatan, sosialisasi juga terlah berulangkali mereka terima. Sebab, lapak-lapak para pedagang umumnya sudah kosong, tak satu pun barang dagangan mereka yang berada dalam lapak.
Ditegaskan Rakhmat, penertiban yang dilakukan diikuti dengan penyediaan tempat bagi PK5 untuk berjualan. Ada sekitar 728 tempat yang  telah disediakan untuk menampung para PK5. Di Terminal William Iskandar telah disediakan 120 tempat, kemudian pasar-pasar tradisionil terdekat seperti Pasar bakti (15 tempat), Pasar Halat (60 tempat), Pasar Sentosa (13 tempat),  Pasar Glugur (160 tempat), Pasar Sambu (200 tempat), Pendidikan (30 tempat) dan samping Tol Denai (250 tempat).
Pasca penertiban, Satpol PP bangun posko penjagaan guna mengantisipasi kemungkinan pedagang kembali berjualan. (mar/rel)