Berbahaya, Darah Anak-anak Disedot, Rumah Sakit Diduga Terlibat

Berbahaya, Darah Anak-anak Disedot, Rumah Sakit Diduga Terlibat
MEDAN, POC - Kasus 'sedot' darah anak-anak yang terjadi di kawasan Medan Amplas, menghebohkan masyarakat. Bermoduskan akan memberi santunan pada anak yatim dan anak jalanan, diduga merupakan ulah sindikat untuk mengambil darah anak-anak yang masih dibawah umur.

Hal ini menjadi perhatian anggota DPRD Medan Surianto SH. Anggota Komisi B yang membidangi kesehatan ini meminta agar pihak kepolisian mengusut kasus tersebut. Dia menduga ini merupakan sindikat calo darah. "Jika dibiarkan akan semakin berbahaya, karena darah yang diambil darah anak-anak. Berbahaya bagi anak-anak, juga bagi yang menerima transfusi darah. Sebab sebelum diambil darah, harus dicek dulu kesehatan dan kelayakannya. Bukan sembarangan. Salah satu penyebaran hiv aids melalui jarum suntik,"kata Surianto yang akrab disapa Butong ini, Selasa (11/9/2018).

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak. Sebab dia meyakini, saat ini para calo darah mengintai anak-anak. "Anak-anak korban yang lemah dan mudah,"ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan ini.

Pihak rumah sakit diduga memiliki andil, karena darah yang disedot dari anak-anak itu dijual ke sana. Sayangnya tanpa melalui proses standar kesehatan maupun kelaikan darah.

Selain meminta agar pihak kepolisian mengusut sindikat calo darah, dia mengingatkan masyarakat dan pelaku medis bahwa perdagangan organ tubuh merupakan suatu hal yang dilarang.
"Kita minta polisi mengusut kasus ini. Masyarakat sudah takut karena sekarang ini calo-calo darah mengintai anak-anak mereka. Tangkap para pelakunya, rumah sakit yang terlibat juga harus diproses hukum. Biar ada efek jera,"tegasnya.

Untuk diketahui, beberapa hari lalu, puluhan anak yang diperkirakan berjumlah 30 orang dikumpulkan di rumah kosong di Jalan Tuar, Amplas. Mereka berkumpul lantaran dibilang akan diberi santunan untuk anak yatim dan jalanan. Tak nyana, ternyata darah mereka disedot dengan jarum suntik. Lalu mereka diberi uang Rp 50 ribu dan sebungkus nasi.

Kasus ini terkuak setelah Lela, ibu salah seorang korban melapor ke Polsek Patumbak. Wanita ini melaporkan seorang pelaku yang disebut 'Mamak Anjing'. Berdasar pengakuan Anggi (12), putra Lela, selain Mamak Anjing ada 4 lagi pelaku lainnya yang ikut menyedot darah dia dan kawan-kawannya. "Mereka ada 5 orang. Satu satu kami disuntik, lalu darah kami diambil,"kata bocah SD ini pada polisi. (maria)