MEDAN, POC - Peringatan Hari Pramuka ke-57 Tingkat Kwartir Cabang Kota Medan Tahun 2018 berlangsung meriah di Lapangan Benteng Medan, Minggu (30/9/2018). Selain upacara, kegiatan yang diikuti sekitar 5.000 perwakilan dari seluruh kwartir ranting di Kota Medan juga diisi dengan karnaval serta pesta siaga. Di samping itu dilakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana gempa bumi serta tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan diwakili Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi bertindak sebagai pembina upacara. Yang menariknya dalam upacara tersebut, bertindak sebagai komandan upacara adalah bocah perempuan berusia 8 tahun bernama Naomi Telaumanua  dari Kwartir Pramuka Kecamatan Medan
Dalam sambutannya di peringatan Hari Pramuka yang mengusung tema, “Pramuka Perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” tersebut,  Wakil Wali Kota mengatakan,  sejak awal pramuka dirancang sebagai alat pendidikan bagi generasi muda untuk menjadi perekat NKRI. Itu sebabnya pramuka bisa hadir dan diterima masyarakat di semua daerah.
Atas dasar itulah kata Wakil Wali Kota, sebagaimana diamanahkan Undang Undang, Pemko Medan senantiasa memberikan dukungan secara maksimal terhadap kepramukaan di Kota Medan melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Medan. Kemudian Wakil Wali Kota mengajak semua komponen pemerintah di Kota Medan secara bersama memberikan dukungan kepada kakak-kakak penggiat kepramukaan.
Selanjutnya Wakil Wali kota berpesan kepada seluruh adik-adik pramuka  agar terus mengisi waktunya dengan kegiatan positif dan produktif. Sebab, dia yakin generasi muda yang ada merupakan generasi unggul, hebat, cerdas, kreatif dan petarung. “Jadilah patriot bangsa yang kokoh menghayati dan mengamalkan Pancasila. Serta senantiasa menjaga Bhinneka Tunggal Ika demi kejayaan NKRI,” harapnya.
Sebelumnya Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Medan HM Husni, peringatan Hari Pramuka dilakukan sebagai penguatan semangat emosional. Di samping itu juga melakukan penggalan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu sebagai bentuk empati.           “Jiwa-jiwa korsa harus terus kita bangun sedini mungkin sehingga peradaban akan muncul kembali,” ungkap Husni.
Selain 5.000 peserta, upacara peringatan Hari Pramuka turut dihadiri Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, unsur Forkopimda Kota Medan, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Medan Ridho Nasution, Ketua Panitia  Pelaksana Peringatan Hari Pramuka Zul F Akhmady serta Ketua Mabiran Pramuka se-Kota Medan.
Usai  upacara, Wakil Wali kota selanjutnya melepas karnaval yang diikuti adik-adik pramuka dari Kwaran   berasal dari 21 Kecamatan di Kota Medan. Selain mengenakan baju pramuka, mereka juga memakai pakaian etnis yang ada di Kota Medan.(mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Pemko Medan melakukan tata ulang  Jalan Guru Patimpus dalam upaya mengurai kemacetan yang terjadi selama ini. Jalan yang sebelumnya dua arah, kini dirubah menjadi satu arah kembali.  Perubahan itu kemudian diikuti pelebaran ruas jalan dengan membongkar median jalan yang ada.
Pembongkaran media Jalan Guru Patimpus dilakukan, Sabtu (29/9) dinihari. Wakil Wali Kota Medan Ir H  Akhyar Nasution MSi menyaksikan langsung proses pembongkaran yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.
Didampingi Kadis PU Khairul Syahnan dan Kadis Kebersihan dan Pertamanan HM Husni, Wakil Wali Kota mengatakan, pembongkaran median dilakukan untuk memperlebar ruas jalan. Selama ini Jalan Guru Patimpus terbelah menjadi  dua yang dipisah oleh media jalan di tenga-tengahnya.
“Dengan pembongkaran median yang dilakukan, Jalan Guru Patimpus akan semakin lebar sehingga memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan ketika melintasinya. Di samping itu tentunya sebagai upaya mengurai  kemacetan, terutama jam-jam sibuk,” kata Wakil Wali Kota.
Selama ini papar Wakil Wali kota, Jalan Guru Patimpus yang dua arah tidak mampu menampung kenderaan bermotor dari  arah Jalan Merak Jingga ke Jalan Balai Kota Menuju Gatot Subroto. Kondisi itu membuat arus kenderaan bermotor tertahan hingga terjadi kemacetan di seputaran kawasan tersebut.
“Sebagaimana diketahui bahwa, Jalan Guru Patimpus ini yang dahulunya dua arah, kini telah diberlakukan perubahan lalu lintas menjadi satu arah menuju jalan Gatot Subroto. Dengan pelebaran jalan ini diharapkan  Jalan Guru Patimpus mampu menampung kenderaan bermotor sehingga masyarakat pengguna jalan akan merasa lebih leluasa ketika berkendara, sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi,”  jelasnya.
Sebelumnya, jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada di Jalan Guru Patimpus juga telah  dibongkar oleh satpol PP kota Medan. Selain mengganggu estetika kota, keberadaan JPO itu sering dimanfaatkan untuk tempat memasang reklame.(mar)
Share Berita

BELAWAN, POC - Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan menghadiri Shalat Gaib di Mesjid Kampung Salam, Belawan. Kegiatan ini sebagai  wujud bela sungkawa terhadap Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Kegiatan Shalat Gaib ini juga dilaksanakan secara bersamaan dibeberapa Mesjid di Belawan.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan mengapresiasi kegiatan Shalat Gaib tersebut. "Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini Kegiatan ini sebagai  wujud bela sungkawa terhadap Korban Gempa dan Tsunami di Palu," jelasnya singkat.

Adapun beberapa lokasi Mesjid yang melaksanakan Sholat Ghoib adalah Mesjid Taqwa Belawan. Kegiatan Sholat Ghoib di Mesjid Taqwa dihadiri oleh Kanit Intelkam Polsek Belawan diikuti  sekitar 100 Jemaah yang dipimpin oleh Imam Ustad Murzaman, S.Pdi, Mesjid Al Ikhlas Desa Hamparan Perak. Kegiatan dihadiri Kapolsek Hamparan Perak yang diikuti sekitar 60 orang jemaah yang dipimpin oleh Imam Abdul Hafiz Hasibuan, Mesjid Jami Al Hidayah
Kegiatan Sholat Ghoib di Mesjid Taqwa dihadiri oleh Kanit Sabhara Polsek Hamparan Perak yang diikuti oleh 60 orang jemaah yang dipimpin oleh Imam Muhammad Daud. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto ikut gotong royong bersama dengan para tokoh lintas agama,  jamaah masjid maupun jemaat gereja beserta  warga sekitar dan pelajar di Jalan Taduan, kelurahan Sidirejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (29/9/2018). Selain  mempererat jalinan  tali silaturahmi dan kebersamaan, gotong royong yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Medan juga untuk mendukung kebersihan lingkungan. 
Wakil Wali kota langsung menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.Tak lama berselang Dinas PU menurunkan 1 unit excavator mini, 40 pekerja darinUPT Wilayah III serta serta sejumlah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dan lumpur hasil gotong royong yang dilakukan.Untuk mengatasi parit yang tersumbat dan rata dengan tanah itu, Wakil Wali Kota pun minta agar Dinas PU melakukan pengerukan dengan menggunakan excavator mini tersebut. “Jika tidak (parit tersumnbat) dikorek, maka banjir selalu terjadi. Setelah itu seluruh kios yang ada di atas parit dipindahkan!”  kata Wakil Wali Kota.
Wakil Wali Kota sangat mengapresiasi kegiatan bertajuk Gotong Royong Kerukunan yang diselenggarakan FKUB Kota Medan tersebut. Dia menilai,  gotong royong yang dilakukan kembali menegaskan akan  pentingnya kebersamaan dalam keberagaman. Sebab, kebersamaan dan sikap saling menghormati yang tercemin dari kegiatan ini adalah modal besar dalam mencapai keberhasilan pembangunan.
“Kebersamaan dalam keberagaman ini juga  merupakan semangat Medan Rumah Kita. Di mana seluruh warga dari berbagai etnis dan agama dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai, serta bergandengan tangan untuk  mewujudkan kehidupan bersama yang harmonis,” ujar Wakil Wali Kota. Ungkapan senada disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes  Pol  Dr Dadang Hartanto.Menurut penilaiannya, Gotong Royong Kerukunan sangat baik untuk mempererat hubungan antarwarga yang berbeda agama maupun suku. “Melalui kegiatan ini akan terjalin komunikasi yang baik.Dengan demikian semua persoalan tentunya  dapat diselesaikan dengan baik pula,” ungkap Kapolrestabes.
Sedangkan  menurut  Ketua FKUB Medan  H  Ilyas Halim, Gotong Royong Kerukunan ini merupakan pgoram rutin yang terus digalakkan FKUB Kota Medan. Selain membersihkan lingkungan, gotong royong yang diikuti antarumat beragama ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga kerukunan di Kota Medan. (mar)
Share Berita

MARTUBUNG, POC -Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan menghadiri undangan sosialisasi 4 pilar kebangsaan bersama anggota MPR RI , Drs. Asrul Azwar di sekolah MAN -4 Medan Labuhan, Sabtu (29/09/2018).

Dalam pidatonya Drs.H.Asrul Azwar MM menyampaikan pendalaman tentang 4 pilar kebangsaan, UUD 1945 dan Pancasila sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam NKRI.

"Dengan mendalami 4 Pilar Kebangsaan, UUD 1945 dan Pancasila akan menumbuhkan rasa cinta tanah air," ujarnya.

Dari pantauan wartawan, kegiatan juga dimeriahkan dengan sejumlah atraksi kesenian dari para siswa-siswi MAN-4 diantaranya menampilkan kesenian Nasyid langsung dibawakan siswa-siswi MAN-4 Medan. (Kinoi)
Share Berita

SURABAYA - Mungkin tak pernah terbayang oleh para siswa Sekolah Teknisi Telepon Seluler Indonesia (STTSI) untuk bertemu dengan salah satu band terkenal Indonesia, The Changcuters.

Namun, hal tersebut dilakukan oleh Pak Jo, selaku owner di Warung Segobedjo pada Jumat (28/9/2018) petang. Dimana dirinya sengaja mengundang The Changcuters agar para siswa dapat bersantai sambil ngopi bareng dengan para personel band The Changcuters.

Selain itu, Pak Jo juga mengatakan bahwa kehadiran The Changcuters ke Warung Segobedjo, agar para personel The Changcuters bisa merasakan sajian yang ditawarkan di Warung Segobedjo.

"Saya sengaja memanfaatkan waktu sela jadwal show The Changcuters ini di Surabaya dengan mengundang mereka kesini (Warung Segobedjo, -red). Tujuannya saya ingin memperkenalkan warung saya ini dan juga tentunya saya ingin memperkenalkan pada mereka (The Changcuters,-red), selain ada Cafe, di Gedung gsmNetindo ini juga ada sarana pendidikan untuk menjadi teknisi telepon seluler yakni Sekolah Teknisi Telepon Seluler Indonesia (STTSI)," ungkap Pak Jo.

Menanggapi perihal undangan dari Pak Jo, vokalis band The Changcuters, Tria mengatakan bahwa dirinya dan personel lainnya merasa senang karena dapat undangan langsung dari pemilik Warung Segobedjo. Dimana hal tersebut pun di buktikan The Changcuters yang baru saja mendarat di Bandara Juanda Surabaya dan langsung menuju ke Warung Segobedjo untuk memenuhi undangan Pak Jo sekaligus isitrahat sejenak dari lelahnya penerbangan yang mereka lakukan.

"Tentu saya senang bisa diundang kemari, apalagi yang mengundangnya adalah owner dari warung ini langsung," ucap Tria.

Tria selaku pentolan di The Changcuters juga berharap agar di Indonesia, khususnya Surabaya, kedepannya banyak lagi restoran ataupun cafe yang menyajikan menu lokal khas rumahan dan identik dengan lidah orang Indonesia seperti yang dibuat di Warung Segobedjo.

"Saya harap kedepannya semakin banyak lagi cafe ataupun restoran dengan menu lokal khas Indonesia yang 'ciamik gong-gong' (enak dan murah dalam bahasa gaul Surabaya, -red) seperti yang ada di Warung Segobedjo ini," katanya.

Selain itu untuk STTSI yang juga ada dalam gedung gsmNetindo, Tria pun mengucapkan agar STTSI dapat terus sukses dalam melahirkan para teknisi handal telepon seluler di Indonesia. Terlebih, katanya, STTSI adalah satu-satunya sekolah teknisi telepon seluler di Indonesia bagi mereka yang ingin menjadi seorang teknisi handphone (HP).

"Sukses selalu buat STTSI dan para siswanya," singkat Tria.

Sebagaimana diketahui, Warung Segobedjo adalah salah satu cafe tempat tongkrongan para anak muda yang ada di Kota Surabaya. Dimana Warung Segobedjo itu sendiri berada di Gedung gsmNetindo di Jalan Manyar Kertoardjo 5 No. 2, Surabaya.

Selain menjadi tongkrongan, Warung Segobedjo juga dapat dijadikan sebagai tepat berkumpulnya para siswa ataupun alumnus dari STTSI. Sehingga para siswa ataupun alumnus STTSI dapat berbagi ilmu dan pengalamannya sebagai seorang teknisi HP.

Adapun menu andalan yang ditawarkan di Warung Segobedjo, antara lain Pepes Tahu, Sayur Asem, Nasi Goreng Bedjo Gila, Nasi Rendang Bedjo, Nasi Samber Gledek, Rujak Buah Serut, Nasi Bedjo Gila, dan menu lainnya yang mayoritasnya adalah masakan rumahan. (rel/rom)
Share Berita

BELAWAN, POC - Kegiatan Jumat Barokah yang dilaksanakan Polres Pelabuhan Belawan mendapat apresiasi dari masyarakat luas. Terlebih lagi dengan adanya bakti sosial seperti pengobatan gratis dan pembagian nasi kepada Abang-abang becak (AAB) dan tukang ojek di Rumah Singgah Sahabat Polisi(RSSP)Polres Pelabuhan Belawan, Jum'at (28/09/2018).

"Alhamdulillah dek, kami cukup terbantu dengan kegiatan Jumat Baroqah ini," ujar salah seorang warga, Bu Nurul.

Selain itu, kegiatan juga dilakukan oleh jajaran Polres Pelabuhan Belawan. Polsek Medan Labuhan mengunjungi rumah Ibu Ramlah warga Jalan Yong Panah Hijau Kelurahan Labuhan Deli. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolsek Medan Labuhan AKP Ponijo.SH. yang didampingi oleh Kanit Binmas Iptu Sutrisno dan anggota Bhabinkamtibmas memberikan tali asih berupa sembako dan uang santunan kepada Ibu Ramlah.(Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menggelar jamuan  makan siang dengan seluruh peserta  Musyawarah Kerja Nasional Asosiasi  Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Mukernas AMPHURI) di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan, Jumat (28/9/2018).  
Jamuan makan siang turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pusat AMPHURI H Asmoro SE MM, Ketua DPD AMPHURi Sumut H Maulana Andi Surya LC MA, sejumlah pimpinan organisasi pimpinan daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan serta  seluruh pengurus DPP dan DPD AMPHURI, termasuk salah satunya dari Kota Madinah, Arab Saudi.
“Sebailknya  jika amanah para jamaah baik haji maupun umroh, insya Allah saudara sekalian akan memperoleh kehinaan di dunia dan akhirat kelak. Sudah banyak kita lihat contoh di sekitar kita dimana para pengusaha haji dan umroh yang awalnya memiliki bisnis lancar dan bagus namun akhirnya tergelincir  dalam kehinaan karena tidak kuat menghadpi godaan duniawi,” kata Wali Kota dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Kabag Agama Setdako Medan Adlan.
Oleh karenanya Wali Kota berharap agar hal itu tidak terjadi dengan para pengusaha haji dan umroh yang tergabung dalam AMPHURI.  Mereka, tegas Wali Kota, harus menjalankan amanah dan kepercayaan yang diberikan para jamaah dengan sebaik-baiknya. Jika itu dilakukan, Wali Kota optimis  usaha mereka akan terus maju dan berkembang.
Sementara itu Ketua Umum Dewan Pusat AMPHURI H Asmoro SE MM menyampaikan aprasa terima kasih dan apresiasinya atas jamuan makan siang yang digelar Wali Kota. Selama ini setiap kali AMPHURI menggelar kegiatan di Kota Medan, jelas Asmoro, Wali Kota selalu mendukungnya.
Kepada Kabag Agama yang mewakili Wali kota, Asmoro mengatakan, AMPHURI dilahirkan oleh pemerintah dan menjadi anak kandung Kementrian Agama Republik Indonesia. “Kami merupakan asosiasi pengusaha penyelenggara haji dan umroh terbesar saat ini dari seluruh asosiasi yang ada di Indonesia. Selama ini pun tidak pernah ada pengusaha penyelenggara haji dan umroh yang tergabung dalam AMPHURI  bermasalah sehingga merugikan jamaahnya,” tegas Asmoro.(mar/rel)
Share Berita

LABUHAN, POC - Bremen Purba(19) warga Jalan Sinar Gunung Dusun XIV Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli terpaksa menginap di sel Mapolsek Medan Labuhan. Pasalnya ia ketangkap usai merampok sepeda motor, Zul (51) warga Jalan Almunium Raya Komplek Barakuda, Tanjung Mulia, Kamis (27/9/2018).

Menurut informasi, kejadian bermula saat korban melintas di kawasan KIM IV. Tiba-tiba korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X BK 6668 CA dirampas oleh pelaku bersama rekannya, Jesen (DPO). Tak terima, korban pun melaporkan kasus ini kepada keluarganya. Beruntung, salah seorang tersangka Bremen berhasil ditangkap dan diserahkan ke Polsek Medan Labuhan.

"Awalnya pada hari Rabu (12/9/2018) sekira pukul 22.00 wib, anak Korban melintas di KIM-IV dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X BK 6668 CA, tiba-tiba dipepet oleh kedua tersangka yang mengenderai sepeda motor dan disuruh berhenti oleh tersangka dan rekannya, Jesen (DPO)", ucap Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, Iptu Bonar H Pohan SH.

Beruntung, tersangka lebih dulu diamankan oleh keluarga korban, Minggu, (23/9/2018) pukul 02.00 WIB dan diserahkan ke Polsekta Medan Labuhan.

"Hasil introgasi terhadap  tersangka, ia mengakui perbuatannya bersama seorang temannya bernama Jesen dan tersangka mengaku sepeda motor milik korban dijual Jesen di Pasar 7 Martubung dan tersangka mendapat bagian sebesar Rp250 ribu," jelasnya mengakhiri.(Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Kasus pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sudah 6 tahun, namun tak kunjung kelar, menimbulkan keprihatinan kalangan DPRD Medan.

Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga SE bahkan menyatakan heran lantaran selama 6 tahun mengurus, warga tak juga mendapat KTP.

"Saya prihatin masalah ini. Harusnya Pemko melalui Disdukcapil menelusuri kasus ini. Aneh kan, selama 6 tahun warga gak dapat-dapat KTP nya," heran Irwan menanggapi persoalan tersebut, Kamis (27/9/2018).

Lanjutnya lagi, selama 6 tahun warga tersebut sudah 6 kali foto. Tapi KTP yang diidamkan tak kunjung diperoleh. "Rasanya tak mungkin selama bertahun-tahun tak selesai pengurusan KTP,"kata politisi Gerindra ini seraya mengingatkan agar hal ini jadi perhatian Wali Kota Medan dan menindak para aparatur yang tidak melayani masyarakat dengan maksimal.

Ihwan juga menyetujui langkah Komisi A DPRD Medan yang akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas permasalahan ini.

"Tidak seharusnya peristiwa ini terjadi, dan masalah ini bukan hanya di Kecamatan Medan Perjuangan saja, tapi di semua kecamatan. Kita berharap agar Disdukcapil benar-benar melayani masyarakat dengan maksimal,” sebutnya lagi.

Ihwan meminta agar Walikota Medan mengevaluasi kinerja SKPD nya. Sebab KTP merupakan identitas sah dan merupakan hak bagi warga Medan.

"Evaluasi kinerja SKPD nya, beri sanski tegas pada aparatur yang tidak melayani masyarakat. Biar jadi pembelajaran, dan peristiwa serupa tak lagi terulang,"tegasnya.

Masyarakat sangat membutuhkan KTP. Banyak kebutuhan yang mengharuskan adanya KTP. Seperti kepengurusan bank, bpjs, mencari kerja dan banyak lagi.

"KTP ini hak warga, jangan sampai ada yang dipersulit lagi,"tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, beberapa warga di Kecamatan Medan Perjuangan selama bertahun-tahun kesulitan mengurus KTP. Persoalan ini pun disampaikan ke kecamatan dengan dimediasikan oleh anggota dewan Paul Mei Anton Simanjuntak.  (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Penyelenggara Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) harus terus berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Cara - cara tradisional seperti pencatatan manual diharapkan mulai beralih pada pemanfaatan teknologi digital yang sudah berkembang pesat saat ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Pemprov Sumut Ismael Parenus Sinaga saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Administrasi Kependudukan Bagi Aparat Kabupaten Kota Bidang Pencatatan Sipil se-Sumatera Utara (Sumut), di Ballroom Diponegoro Le Polonia Hotel & Convention Medan, Rabu malam (26/9/2018).

Ismael mangakui, tidak mudah untuk melakukan perubahan terhadap cara-cara lama yang telah biasa dilakukan. Tetapi, perekaman pendudukan saat ini membutuhkan kecepatan dan ketepatan dimana teknologi digital mampu mendukung aktivitas tersebut.

"Mungkin bisa kita buat nanti ada yang khusus standby di rumah sakit, setiap ada yang lahir laporkan lewat handphone, cepat informasinya. Tapi itu sederhananya, mungkin kalau ada sistem digitalisasi yang lebih baik, ide bapak/ibu bisa kita kembangkan," ujarnya.

Selain itu, Ismael juga mengingatkan bahwa saat ini penyelenggara pelayanan dukcapil juga butuh pendekatan sosialisasi yang lebih kreatif terhadap masyarakat. Untuk itulah, Ismael memandang perlu Bimtek ini diadakan. Untuk mengembangkan wawasan dan keahlian para penyelenggara pelayanan disdukcapil.

"Selain menambah wawasan, Bimtek ini juga perlu untuk kita sebagai momen untuk sambung rasa antara provinsi dan kabupaten/kota. Menyatukan dan menyelaraskan tujuan, ego sektoral harus kita buang jauh-jauh demi penyempurnaan adminisrasi kependudukan yang lebih baik, menuju gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan," tutur Ismael.

Lebih lanjut, Ismael juga mengingatkan para peserta Disdukcapil kabupaten/kota se-Sumut agar menjunjung transparansi dan integritas dalam bekerja. "Beberapa waktu yang lalu, jajaran Disdukcapil se-Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan aparat Dukcapil yang terciduk pungli. Lain kali kita undang juga dari Saber Pungli hadir di Bimtek, untuk antisipasi kejadian seperti itu tidak terjadi di Sumut," pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Fasilitasisasi Pencatatan Sipil Eko Irawan menyampaikan bahwa hal yang mendasari dilaksanakannya Bimtek ini adalah untuk mensinergikan pelaksanaan tugas-tugas kabupaten/kota sebagai penyelenggara administrasi kependudukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan serta pencapaian cakupan dokumen kependudukan Indonesia.

"Kemudian, Bimtek ini juga bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan guna membuka wawasan pengalaman tentang administrasi pendudukan khususnya pada bidang catatan sipil agar lebih baik dan profesional, mampu, dan handal dalam memberikan pelayanan keadministrasian penduduk kepada masyarakat," paparnya.

Bimtek Pengelolaan Administrasi Kependudukan Bagi Aparat Kabupaten/Kota Bidang Pencatatan Sipil se-Sumut berlangsung selama tiga hari, yakni 26 – 28 September 2018. Peserta sebanyak 66 orang, yang terdiri dari 1 orang kepala bidang 1 orang kepala seksi yang menangani catatan sipil pada masing-masing Disdukcapil kabupaten/kota.(mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi sangat mengapresiasi  dan mendukung penuh digelarnya Lomba Bulan Kreasi Anak ke – V oleh Kecamatan Medan Tuntungan di di Aula Kantor Kecamatan Medan Tuntungan, Kamis (27/9/2018). Sebab, kegiatan itu dinilai sebagai wadah dalam menyalurkan dan mengembangkan bakat anak mulai sejak dini. Diharapkan melalui kegiatan ini sang anak menjadi insan yang cerdas dan kreatif.
Menurut Wakil Wali Kota,  pada dasarnya untuk menggali potensi diri seorang anak, baik dari segi pendidikan maupun keterampilan harus dimulai sejak usia dini. Artinya, anak - anak seusia dini adalah masa depan bangsa yang harus ditumbuhkembangkan jiwa dan raganya untuk menjadi anak yang cerdas, terampil dan berakhlak mulia.
Wakil Wali Kota juga memuji Kecamatan Medan Tuntungan karena telah menunjukkan suatu kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui lomba bulan kreasi anak yang menampilkan berbagai jenis perlombaan bagi anak - anak PAUD dan TK. Oleh sebab itu dia berharap agar kegiatan ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi semua dalam meningkatkan potensi diri anak - anak.
Atas dasar itulah mantan anggota DPRD Medan itu berharap agar bulan kreasi anak ini dapat dijalankan secara berkesinambungan. Wakil Wali Kota ingin kegiatan itu tidak hanya di Kecamatan Medan Tuntungan saja, tetapi juga di seluruh Kecamatan di Kota Medan, sehingga dapat mewujudkan Kota Medan Menjadi kota Layak Anak.
Sementara itu menurut Camat Medan Selayang Gelora KP Ginting didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Medan Tuntungan Ny Rehmilna Gelora Ginting mengatakan, lomba bulan kreasi ini sudah digelar untuk ke lima kalinya dan tetap mendapat antusias dari para orang tua siswa. Sebab, melalui kegiatan ini menambah pengalaman sekaligus menyediakan ruang bagi anak untuk menyalur bakat maupun kreatifitasnya sejak dini sesuai umur dan kemampuannya.
“Kita akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan Lomba bulan Kreasi Anak ini setiap tahunnya jauh lebih baik. Kita menyadari, bakat dan minat anak harus diarahkan agar pada saatnya nanti seluruh bakat yang mereka miliki sudah terasah.  Artinya, mereka telah memiliki skill yang tentunya sangat berguna untuk dirinya masing-masing,” jelas Gelora.
Dijelaskan Gelora, Lomba Bulan Kreasi Anak ke -V ini berbeda dari tahun sebelumnya dimana tahun ini Perlombaan tingkat SD berbeda dengan tingkat PAUD dan TK. Kegiatan ini melibatkan 42 SD dan 32 PAUD dan TK.  Anak-anak ini mengikuti sejumlah lomba yang dipertandingkan seperti lomba baca puisi, lomba vokal solo, fashion show busana daerah, tari kreasi daerah dan lomba mengurutkan angka untuk Anak PAUD dan TK. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengharapkan dukungan PTPN 3, PTPN 4 dan perkebunan swasta dalam pengembangan peternakan di Sumut. Antara lain, bekerjasama dengan masyarakat setempat dalam pengembangan peternakan di daerah masing-masing.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah pada Pertemuan Kelompok Ternak dan Petugas Inseminator se Sumut, Kamis (27/9/2018) di Hotel Grand Kanaya Jalan Ayahanda/Darusalam Medan.

Untuk itu, menurut Wagub Musa Rajekshah, Pemprov Sumut segera mengeluarkan  instruksi kepada pihak PTPN dan perkebunan swasta. “Tujuan dari instruksi ini agar masyarakat di Sumut mampu meningkatkan hasil peternakan dan menjadikan Provinsi Sumut tercinta kita menjadi nomor satuh penghasil ternak sapi,/kerbau, kambing, babi, ayam dan itik,”katanya.

Wagub menyebutkan, permintaan terhadap bahan pangan asal ternak seperti daging, telur dan susu terus meningkat, seiring dengan peningkatan penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat. Karena itu, Provinsi Sumut sebagai kawasan industri peternakan, pertanian dan perkebunan, harus mampu meningkatkan produksi peternakan.

“Pembangunan ketahanan pangan dan peternakan harus ditingkatkan, guna tersedianya pangan yang cukup, kesehatan yang prima, mata pencarianan yang menyenangkan, serta harga-harga barang yang terjangkau,”jelas Musa Rajekshah .

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, populasi sapi potong di Sumut saat ini sebanyak 712.106 ekor, sapi perah 1.948 ekor dan kerbau 108.792 ekor. Sementara kebutuhan daging sapi/kerbau per tahun 24.539 ton. Kebutuhan ini dipenuhi dari produksi lokal sebanyak 19.100 ton, sedangkan sisanya masih dipenuhi dari impor sebanyak 5.439 ton setara dengan 29.232 ekor per tahun.

“Sebagai konsekuensinya penyediaan produk ternak terutama daging sapi/kerbau dituntut untuk terus meningkat, menyikapi hal tersebut, perlu dilaksanakan percepatan populasi ternak di Sumut,”jelasnya.

Dengan potensi sumber daya alam yang tersedia, berupa padang penggembalaan dan lahan perkebunan, baik PTPN ataupun perkebunan swasta di Sumut seluas lebih kurang 1,2 juta hektar, menurut Wagub penyediaan ternak sapi lokal masih sangat berpeluang untuk dikembangkan. “Karena itu, pentingnya dukungan PTPN dan perkebunan swasta dalam hal ini,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wagub Sumut Musa Rajekshah menyerahkan secara simbolis bantuan ternak sapi, kerbau, kambing, babi, ayam dan itik untuk kelompok ternak dan menyerahkan handphone kepada petugas inseminator se Sumut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Dahler Lubis menyampaikan, dalam rangka peningkatan populasi ternak, tahun ini pihaknya menyebarkan ternak sapi potong sebanyak 2.016 ekor untuk 252 kelompok, kerbau 424 ekor untuk 53 kelompok, kambing 2.000 ekor untuk 100 kelompok, babi 1.600 ekor untuk 80 kelompok, ayam 1.750 ekor untuk 5 kelompok, dan itik 6.250 ekor untuk 25 kelompok.

Kata Dahler, demi tercapainya percepatan peningkatan populasi dan sejalan dengan program nasional, telah dilaksanakan kegiatan Upsus Siwab (upaya khusus sapi/kerbau indukan wajib bunting) di 27 kabupaten/kota dengan memberdayakan 350 orang petugas inseminator. “Setiap petugas memiliki wilayah kerja yang dapat dihubungi oleh peternak ketika ternaknya birahi atau ada masalah, kemudian petugas akan melakukan inseminasi buatan (kawin suntik) pada sapi/kerbau setiap hari dan  melaporkannya melalui SMS (pesan singkat) atau internet ke sistem pelaporan nasional bernama iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional). Jadi, setiap petugas wajib memiliki handphone untuk menerima laporan dari peternak dan melaporkan kegiatan inseminasi buatan setiap hari ke isikhnas,”paparnya.

Disebutkan juga, target kawin inseminasi buatan di Sumut tahun ini sebanyak 103.800 ekor dan telah tercapai 111.200 ekor (106%) sampai dengan September 2018. “Dan tujuan pelaksanaan pertemuan ini adalah memberikan bimbingan dan pelatihan kegiatan pengembangan budidaya ternak, evaluasi kegiatan Upsus Siwab Provinsi Sumatera Utara,memotivasi kelompok ternak dalam mendukung keberhasilan Upsus Siwab, pengembangan pola kemitraan peternakan di daerah ini,” jelasnya.

Sementara, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Sugiono menjelaskan di tahun 2017 Sumut masuk nomor 3 besar dalam bidang produksi sapi, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah.  “Atas prestasi ini pantas kita apresiasi kepada Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, juga di kabupaten /kota, serta peran para petugas inseminasi ternak yang loyal dan rutin melakukan kegiatan, juga mencatat langsung dan melaporkan  setiap kegiatan yang dilakukan,”paparnya.

Turut hadir di acara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut A Rifai Tambunan, sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut dan kabupten/kota,  perwakilan perguruan tinggi, para  kelompok tani dan inseminator se Sumut. (mar/rel)
Share Berita

HAMPARAN PERAK, POC - Petugas unit reskrim Polsek Hamparan Perak berhasil mengungkap sindikat curanmor sadis menggunakan senjata softgun, Rabu(26/09/2018).

Petugas berhasil menangkap 5 tersangka yang memiliki peran berbeda. Tiga orang tersangka berperan sebagai eksekutor adalah adalah Khairudin Siregar (62) warga Dusun III Depok , Desa Kelumpang Kebun, Abdul Halim (36) warga Dusun I, Desa Sialang Muda, Herianto (45) warga Dusun V, Desa Kelumpang Kampung, Kecamatan Hamparan Perak. Sedangkan 1 orang tersangka lainnya, Ramli (44) warga Jalan Almanar Desa Kelumpang Kebun, Hamparan Perak dan Wijiantoro (45) warga Jalan Mangaan IV, Link.14 Mabar berperan sebagai penghubung terhadap pembeli dan penadah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan saat memaparkan kasus tersebut. Ia mengatakan bahwa dari tersangka berhasil mengamankan belasan sepeda motor sebagai barang bukti hasil kejahatan.

"Adapun bukti-bukti yang berhasil di sita 14 unit sepeda motor, 28 plat TNKB dan 2 pucuk senjata berjenis air suft gun. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Hingga sampai tahun 2017, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan memiliki aset sebesar Rp 179.706.270.857.
Dengan perincian aktiva lancar Rp 1.626.605.333.- aktiva tetap Rp 177.445.974.038,- aktiva tidak berwujud Rp.256.139.943,- dan aktiva lain-lain Rp.377.551.543.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dalam nota Jawaban kepala daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Medan terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) Kota Medan tentang PUD Pembangunan di paripurna DPRD Medan, Rabu (26/9/2018).

Akhyar menjawab soalan Fraksi PKS yang disampaikan di paripurna sebelumnya. F-PKS mempertanyakan jenis dan jumlah aset yang dimiliki PUD Pembangunan Kota Medan sampai dengan tahun 2017 dan berapa total nilai yang dimiliki.

Menjawab soalan Fraksi PDI Perjuangan tentang bentuk usaha bidang hiburan, pariwisata, pengangkutan, property dan pergudangan yang akan dikelola PUD Pembangunan di masa datang. Akhyar menjelaskan, PUD Pembangunan Kota Medan berencana melakukan kegiatan bisnis dalam bidang property seperti pembangunan perumahan, hotel dan property lainnya. 

Atas pertanyaan tentang mengapa sampai saat ini Perusahaan Daerah Pembangunan kota Medan tidak mampu memberikan keuntungan ke kas Pemko Medan, Akhyar mengatakan, hal itu disebabkan karena ada hutang PBB yang membebani perusahaan, dan besarnya biaya-biaya operasional lainnya.
     
Mengenai saran agar perusahaan daerah pembangunan kota Medan menjadi PUD Pembangunan Medan, maka usaha terhadap pengelolaan taman marga satwa (Kebun Binatang) menjadi lebih serius. "Ini akan menjadi perhatian kami,"ujarnya dalam paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli dan Ikhwan Ritonga. (mar)
Share Berita

KABANJAHE, POC – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menjadi inspektur upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2018 di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Rabu (26/9/2018). Peringatan Haornas juga diisi dengan kegiatan gerak jalan dan pemberian penghargaan kepada para atlet berprestasi, serta insan olahraga.

Menjadi inspektur upacara, Wagub Sumut Musa Rajekshah membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Imam Nahrawi. Menpora dalam sambutannya, menyampaikan, olahraga bagian dari partsipasi membangun Indonesia. “Untuk itu, olahraga harus jadi kebutuhan hidup,” katanya.

Menpora juga mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan olahraga secara massif dan meluas di lapisan masyarakat. “Hal tersebut sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,  dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Nomor 18 tahun 2017 tentang Gerakan Ayo Olahraga,” ujarnya.

Permasalahan terbesar saat ini, kata Menpora, adalah derajat kebugaran masyarakat Indonesia yang masih rendah, yakni di bawah 18 persen. Maka dengan ‘Gerakan Ayo Olahraga’ diharapkan akan menjawab permasalahan tersebut. “Dengan kesehatan yang bagus maka akan memudahkan lahirnya bibit-bitit yang berpotensi menuju pentas dunia di masa selanjutnya,” katanya.

Meski begitu, Menpora mengatakan tahun 2018 banyak generasi muda yang telah menorehkan prestasi di bidang olahraga. Menpora mencontohkan Muhammad Zohri yang telah berpretasi di kejuaraan dunia untuk lari 100 meter. Selanjutnya, ada pecatur yang berusia 10 tahun Samantha, wuhsu dan sepakbola U-16 serta cabang lain.

“Itu pertanda bahwa kita telah menata pondasi olahraga prestasi yang cukup kuat dimulai dari usia dini. Dengan demikian kita memiliki harapan besar untuk membangun olahraga prestasi dengan melakukan pembinaan berjenjang,” ujarnya.

Menpora juga  menyebut kesuksesan Asian Games yang belum lama digelar di Indonesia berkat kerjasama semua komponen bangsa. Kesuksesan tersebut meliputi sukses pelaksanaan dan sukses prestasi yang mengantarkan Indonesia berada di peringkat ke 4. “Terima kasih semua komponen dengan kerja ikhlas menghasilkan penyelenggaraan yang mengagumkan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Wagub Sumut Musa Rajekshah memberikan tanda penghargaan di bidang olahraga dan tali asih kepada para atlet asal Sumut yang berprestasi di Asian Games 2018. Diantaranya Lindswell dari cabang wuhsu, Jintar Simanjuntak cabang karate, Dr Novita dari wushu, Donny Dharmawan dari cabang karate, serta Deni Zulfendi dari cabang kurash. Selain itu diberikan juga penghargaan di bidang olahraga kepada insan olahraga.

Sebelum upacara dimulai, Wagub Musa Rajekshah juga melepas peserta gerak jalan dalam rangka Hari Olahraga Nasional. Peserta gerak jalan tersebut meliputi TNI/Polri, ASN, pelajar dan masyarakat.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis, Bupati Karo Terkelin Brahmana,  Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Forkopimda Kabupaten Karo, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Kepala OPD Pemprov Sumut dan Kepala OPD Pemkab Karo.(mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata berupaya  membantu meningkatkan SDM seluruh pekerja usaha pariwisata yang ada di Kota Medan. Selain menambah wawasan dan kemampuan sehingga siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar,  juga diharap dapat membantu untuk memajukan pariwisata. Salah satu bantuan yang dilakukan dengan menggelar  Bimbingan Teknis (Bimtek) Pekerja  Usaha Pariwisata di Hotel Daruda Plaza Medan, Rabu (26/9/2018).
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Kadis Pariwisata Agus Suriono yang membuka bimtek menilai, kegiatan ini  sangat penting  dalam upaya memajukan industri pariwisata di Kota Medan. Di samping itu juga agar pekerja usaha pariwisata yang ada siap bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Ditegaskan Wali Kota, salah satu tantangan di era MEA adalah meningkatkan kemampuan SDM pekerja usaha pariwisata di Indonesia.  “Tanpa SDM yang mumpuni  dan kerja yang profesional, niscaya kita akan tertinggal dari  pekerja usaha pariwisata wilayah lain yang terus gencar mempromosikan wilayahnya masing-masing,” kata Agus membacakan sambutan tertulis Wali Kota.
"Saya ingatkan, tidak ada yang tidak penting dalam usaha pariwisata. Saudara semua merupakan rantai yang saling memperkuat satu sama lain. Jika salah satu rantai kurang kuat, maka secara keseluruhan akan melemahkan bagian rantai yang lain," pesannya.
Ketua PHRI Kota Medan Deni S Wardhana menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Pemko Medan karena telah menggelar bimtek kepada pekerja usaha pariwisata, khususnya perhotelan dan restoran di Kota Medan. Dia menilai bimtek ini sebagai aplikasi menyikapi  tuntutan zaman yang menghendaki profesionalisme dalam segala bidang, termasuk usaha pariwisata.
Di samping itu, jelas Deni, bimtek ini sebagai bekal para pekerja usaha pariwisata untuk mengikuti sertifikasi  seperti yang  diinstruksikan Menteri Pariwisata.  Oleh karenanya  seluruh pekerja usaha pariwisata wajib memiliki sertifikasi, sebab  ke depan akan ada satgas yang ditugaskan untuk  melihat apakah pekerja usaha pariwisata memiliki sertifikasi atau tidak.
“Itu sebabnya PHRI sangat mendukung  digelarnya bimtek ini. Saya ingatkan, sertifikasi bukan untuk menakut-nakuti tapi sebagai dukungan agar kita bisa bersaing dengan SDM pekerja usaha pariwisata dari luar negeri. Tentunya kita tidak ingin  SDM dari Philipina atau India yang bekerja di sini (Medan),”pungkasnya. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, MSi kembali menghadiri undangan  untuk mengikuti Forum Global Harbor Cities di Kota Khaosiung, Taiwan, yang berlangsung mulai 25-27 September 2018. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari forum yang telah digelar pertama kali dua tahun silam (2016).
Dalam forum yang kedua ini, para peserta yang berasal dari 25 pelabuhan terbesar di dunia, termasuk Kota Medan membahas pentingnya menjalin kerja sama sekaligus upaya mengendalikan pembangunan industri baru, keberlanjutan dan ekonomi samudera. Di samping itu juga sebagai sarana bertukar informasi tentang peluang dan tantangan yang muncul dengan adanya perkembangan teknologi dan restrukturisasi perekonomian dunia.

Dikatakan Wali Kota, dipilihnya Kota Kaoshiung sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum ini untuk kedua kalinya karena kota yang merupakan hasil penggabungan Kota Kaohsiung dan Kabupaten Kaohsiung sejak 25 Desember 2010 dianggap berhasil dalam merevitalisasi kawasan industri lama yang identik sebagai kawasan bersejarah menjadi kawasan industri baru.

“Forum ini sangat penting digelar guna membicarakan tentang bagaimana pentingnya sebuah kota pelabuhan dalam menghadapi landscape global yang selalu berubah. Kemudian  bagaimana mengatasi tantangan serta upaya membangun kerjasama antar anggota forum untuk berkembang bersama,” kata Wali Kota.

Forum ini dihadiri perwakilan kepala daerah yang memiliki wilayah pelabuhan terbesar, seperti Hong Kong, Singapura, Rotterdam (Belanda) dan Selandia Baru.

“Dalam konteks pengalaman pembangunan yang sama, kota-kota pelabuhan dunia harus bisa saling berbagi pengalaman untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang,” pesan Wali Kota.

Itu sebabnya Wali Kota menilai forum ini sesuai dengan rencana pembangunan Pemko Medan. Sebab, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berkomitmen untuk mengembangkan kawasan Utara khususnya seputaran pelabuhan Belawan.

“Diharapkan hasil dari forum ini bisa membuka wawasan tentang pengembangan kawasan pelabuhan secara berkelanjutan, terutama pengembangan Belawan menjadi Water Front City,” harapnya.

Usai acara pembukaan Forum Global Harbor Cities, Wali Kota bersama perwakilan dari 25 kota pelabuhan terbesar bersilaturahmi guna mempererat persahabatan antar kota serta dilanjutkan dengan foto bersama. Di sela-sela silaturahmi, Wali Kota bertukaran cindera mata dengan Wali Kota Kaohsiung Hsu Li Ming. (mar/rel)
Share Berita

Gusti Diah Setiawan, SPd
MARELAN, POC - Untuk mempengaruhi minat belajar siswa-siswi, Kepala Sekolah SD IT Putri Aliifah, Gusti Diah Setiawati, SPd mengutamakan kebersihan lingkungan sekolah, Rabu (26/9/2018).

Hal ini disampaikannya saat ditemui diruang kerjanya. Gusti mengatakan bahwa kebersihan lingkungan sekolah sangat mempengaruhi minat belajar para peserta didik.

"Perasaan nyaman yang diterima siswa-siswi dilingkungan sekolahnya akan membangkitkan gairahnya untuk belajar. Selain mendapatkan keasrian lingkungan sejauh mata memandang, yang
tampak adalah keindahan," ujarnya.

Gusti menghimbau kepada kepada siswa-siswi, para guru dan seluruh komponen sekolah untuk dapat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekolah.

"Tentunya kebersihan tersebut menjadi
tanggung jawab Kepala Sekolah, guru, petugas kebersihan dan para siswa. Karena kalau tak
diperhatikan secara otomatis warga sekolah dengan mudah terserang berbagai penyakit seperti DBD," terangnya.

Lanjutnya, Gusti menjelaskan bahwa jika suasana sudah nyaman, proses belajar mengajar di SD IT Putri Aliifah akan berjalan lancar.

"Ilmu yang diberikan guru pasti akan langsung diserap siswa-siswi. Selain itu, peran guru juga telah memberikan moril kepada siswanya untuk lebih kepada lingkungan dan alam dan pasti tertanam dibenaknya pentingnya mencintai lingkungan," jelasnya mengakhiri. (Rahmad)
Share Berita

MEDAN, POC - Tim Pegasus Polsek Medan Kota berhasil mengamankan 2 orang tersangka penjualanan anak dibawah umur di Danau Toba Jalan Imam Binjai, Medan. Ironisnya, kedua pelaku berstatus pelajar disalah satu sekolah di Kota Medan, Rabu (25/9/2018).

Adapun kedua tersangka adalah MAS (17) warga Jalan Mandala/Jl.Selam, Kel.Tegal Sari Mandala I Kec.Medan Denai dan NYL (17) warga Jalan Pembangunan III Karakatau.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya transaksi penjualanan anak dibawah umur, SCS (15) yang masih berstatus pelajar. Selanjutnya petugas pun melakukan penyamaran dengan berpura-pura perempuan (korban) melalui via telepon. Dari hasil negosiasi, korban dihargai sebesar Rp 12 Juta. Setelah disetujui, akhirnya korban datang bersama mucikarinya. Oleh petugas tersangka langsung diamankan ke Mako Polsek Medan Kota.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani membenarkan penangkapan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa tersangka dan korban  mengakui perbuatannya.

"Rencana uang hasil dari transaksi tersebut akan dibagi rata," ujarnya singkat.

Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan barang bukti 2 unit Handphone dan 2 unit Sepeda Motor. (Rom)

Share Berita

MEDAN, POC - Ketua Komisi C DPRD Medan Hendra DS menuding Pemerintah Kota Medan tidak lagi mempedulikan nasib pedagang di Pasar Aksara yang kini nasibnya masih terkatung-katung.
Kekesalan ini disampaikan Hendra menyikapi ketidakhadiran perwakilan Pemko Medan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas Pasar Aksara di Ruang Rapat Komisi C DPRD Medan, Selasa (25/9/2018).
"Kami melihat Pemko Medan tidak memiliki tranparansi soal Pasar Aksara. Mereka (Pemko Medan-red) seperti membiarkan supaya menjadi konflik," jelas Hendra.
Dengan kondisi sekarang ini, Pemko Medan menjadikan DPRD sebagai bumper dalam permasalahan Pasar Aksara ini.
"Ada empat instansi di Pemko Medan yang kita undang, Asisten Umum, Bappeda, Bagian Aset dan Bagian Hukum. Tapi satu pun tak ada yang hadir, dan tak ada konfirmasi," ucapnya.
Dijelaskannya, saat ini sesuai data ada 735 pedagang pasar aksara harus menghidupi keluarganya dan kini kondisinya sangat memprihatinkan.
"Mereka pedagang resmi, bayangkan saja ada 700 lebih pedagang, jika satu pedagang harus menghidupi anak istrinya lima orang saja, berarti ada 3.500 jiwa yang tergantung hidupnya di pasar Aksara," papar politisi Hanura ini.
Dalam rapat yang dihadiri anggota Komisi C, Dame Duma Hutagalung, Modesta Marpaung dan Perwakilan PD Pasar, Komisi C merekomendasikan agar seluruh Pedagang Aksara diperbolehkan untuk berjualan di lahan eks Pasar Aksara yang terbakar.
"Kita rekomendasikan pedagang bisa berjualan di lahan Pasar Aksara yang terbakar," jelas Hendra seraya mengatakan jika tidak diperkenankan pedagang dipersilahkan menggelar jualannya di Depan Kantor Walikota Medan.
Sementara itu, terkait rencana PD Pasar yang akan menempatkan pedagangnya di beberapa pasar, Hendra menilai rencana itu bukan jalan keluar.
"Kita sudah melakukan kunjungan ke beberapa
Pasar, kita melihat pasar-pasar yang akan ditempati pedagang adalah pasar pasar yang sedikit pengunjungnya alias Pasar Buangan.
"Yang akan dilakukan PD Pasar dengan menempatkan pedagang ke pasar-pasar di sekitaran Aksara, bukanlah solusi yang baik karena pasar itu bisa dikategorikan pasar buangan," jelasnya.
Hal senada juga diamini Dame Duma Hutagalung yang meminta Pemko Medan tidak senaknya memindah-mindahkan pedagang, sementar pasar yang menjadi tempat mereka merupakan pasar buangan.
Dalam pertemuan tersebut, Perwakilan PD Pasar Ismail Pardede mengatakan, saat ini sebagian dari 725 pedagang sudah ditempatkan sementara di eks terminal (persimpangan Pasar Aksara) yang lokasinya berada di wilayah Kabupaten Deliserdang.
"Lahan yang sudah dipersiapkan ada di Terminal Deliserdang saat ini ada 50 tempat. Kedepan kemungkinan juga bisa ditambah," jelasnya.
Sementara itu untuk penempatan pedagang di sejumlah pasar di seputaran Aksara, ada beberapa kendala yang dihadapi diantaranya banyak pedagang merasa jauh dari kediamannya. "Seperti di Glugur bisa menampung 200 pedagang, begitu juga di Pasar Bakti, Halat, Pasar Mandiri dan Pasar Denai," jelasnya. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi sangat mengapresiasi  dan menyambut positif digelarnya Sosialisasi Peraturan Jasa Konstruksi  di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang digelar di Fave Hotel Medan, Selasa (25/9/2018). Dia menilai kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka mewujudkan tertib penyelenggaraan jasa konstruksi antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam menjalankan hak dan kewajiban sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Sosialisasi diikuti 110 peserta yang berasal dari pejabat eselon, kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), kepala unit pelayanan teknis (UPT), kasubbag, konsultan supervisi jalan dan drainase, konsultan perencanaan jalan dan drainase serta kontraktor pelaksana di Dinas PU Kota Medan.
Dikatakan Wakil Wali Kota, sosialisasi yang diselenggarakan itu mengacu pada undang-undang terbaru yakni UU No.2 /2017.  Dimana dalam sosialisasi tersebut, penyedia jasa konstruksi dan pengguna jasa konstruksi  diberi pemahaman agar mereka dapat memberikan hasil maupun kualitas pekerjaan konstruksi yang berkualitas sesuai dengan aturan terbaru.
Atas dasar itulah dihadapan Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Sumut Ir Abdul Kosim, Andar Kumban Raja ST MSi mewakili Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut dan seluruh peserta yang hadir, Wakil Wali Kota berharap melalui sosialisasi ini, semua pihak, khususnya pelaku jasa konstruksi dapat lebih mengetahui dan menambah wawasan guna mewujudkan rangkaian proses pekerjaan konstruksi yang berkualitas.
“Semoga dengan sosialisasi ini, para  pelaku jasa konstruksi dapat menghasilkan pekerjaan konstruksi berkualitas baik dari awal pekerjaan sampai dengan diserahterimakannya hasil  pekerjaan tersebut. Dengan begitu hasil setiap pekerjaan benar-benar memenuhi standar dan kriteria sesuai ketentuan peraturan berlaku di bidang jasa konstruksi, sehingga memberikan manfaat besar bagi kepentingan masyarakat Kota Medan,” kata Wakil Wali Kota ketika membuka sosialisasi tersebut.
Mantan anggota DPRD Medan itu selanjutnya menjelaskan, keluarnya UU No.2/2017 sangat berpengaruh  kepada penyedia  maupun pengguna jasa konstruksi karena di dalamnya ada beberapa sunbtansi pentinseperti keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan konstruksi, tenaga kerja konstruksi serta sistem informasi jasa konstruksi yang berbasis data base.
“Jadi saya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti sosialisasi dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian ilmu yang diperoleh dari nara sumber nantinya dapat diaplikasikan dan dilaksanakan dalam upaya peningkatan kinerja di instansi masing-masing. Di samping itu juga kita dapat melaksanakan industri jasa konstruksi yang lebih baik,” harapnya. (mar/rel)
                
Share Berita

MEDAN, POC – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah bersilaturahmi dengan pemimpin redaksi dan wartawan di Gedung Binagraha, Medan, Selasa (25/9/2018).  Edy menyampaikan, tanpa media atau pers, negara tidak akan maju, dan tanpa wartawan, bubar Sumut ini.

Untuk itu, menurut Edy Rahmayadi, diskusi dengan insan pers sangat penting. Diharapkan, pertemuan seperti ini digelar secara rutin. “Tiap dua bulan saya pengen ketemu, saya akan bikin media center tempat kita berdiskusi untuk membangun Sumatera Utara. Pertemuan ini untuk mengawali saja, kalau Sumatera Utara tak ada wartawan, bubar Sumut ini,” katanya.

Dikatakannya, media memiliki tugas untuk mengawal pemerintahan agar berjalan dengan baik, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. “Tolong wartawan kontrol sosial, tolong kawal saya sehingga saya bisa berbuat jauh lebih baik, jangan yang disorot receh-recehnya saya, sorot visi saya, kita ini anak Medan, jangan korbankan yang besar demi yang receh, saya tak akan menyeleweng dan mengkhianati jabatan saya,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan Edy semata untuk membangun Sumatera Utara sesuai dengan visi dan misinya pada saat kampanye lalu. Dikatakannya, ada tanggungjawab kepada 14 juta warga Sumatera Utara di pundaknya. “Sekarang ini saya imamnya, nakhoda Sumatera Utara, ijinkan saya berbuat untuk kampung halaman saya ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Edy juga membahas isu-isu yang menimpanya di media massa. Isu pertama yang dibahas Edy adalah tentang dirinya yang disebut arogan. “Media-media ini bantu saya membangun Sumut, jangan diprovokasi, jangan yang disorot arogannya saya, saya tak pernah emosi, gaya saya memang begitu, kalau iya iya, nggak-nggak,” ungkapnya.

Meski begitu, Edy Rahmayadi siap untuk dibicarakan seperti apapun. “Kita sudah siap untuk tidak populer, kalau kita masih mengharapkan diri kita hanya untuk popularitas yang hasilnya hanya popularitas saja,” ujarnya.

Edy juga membahas tentang kejadian yang terjadi di Stadion Teladan, Jumat (21/9) lalu. Saat itu Edy menemui suporter yang menyalakan flare di tribun. Edy mengatakan flare dilarang oleh FIFA lantaran faktor kesehatan para pemain di lapangan.

Katanya, PSMS sering dikenai denda puluhan juta lantaran suporter yang tidak mengikuti aturan seperti menyalakan flare di tribun. “Ini wartawan malah ribut saya nempeleng anak kecil, padahal kan tidak,  selain itu di situ persoalannya bukan hanya denda, tapi harga diri Sumatera Utara,” ungkapnya.

Terkait pilihan presidennya yang sering ditanyakan wartawan, Edy mengatakan tidak akan menyetir masyarakat Sumatera Utara untuk memilih satu pihak. “Saya tidak akan mempengaruhi warga Sumut, saya tahu persis karena tak semua pilihan warga Sumut sama, saya hanya memilih rakyat Sumut, saya harus tahu menempatkan diri saya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan banyak hal yang menjadi masukan untuk Sumut ke depan. Wakil Gubernur meminta media untuk memberikan masukan hal-hal baik yang bisa dilakukannya. “Visi apa yang saya kampanyekan akan saya jalankan, media harus bantu untuk mewujudkan itu, Sumatera Utara tidak akan maju tanpa media,” ujarnya.

Terkait dengan program perlindungan perempuan dan anak, Musa Rajekshah mengatakan Ranperda untuk itu akan disahkan menjadi peraturan daerah. “Kita harapkan media, LSM dan pemerhati untuk memberikan masukan, generasi di depan kalau mendapatkan perlakuan yang tidak baik, bagaimana kita akan menghasilkan generasi yang baik?” ujarnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, para pemimpin redaksi dan wartawan dari berbagai media lokal/nasional yang ada di Sumut. (mar/rel)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.