Wali Kota: Jaga Terus Semangat Pejuang ‘45

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  mengajak semua untuk senantiasa menjaga semangat para pejuang 1945. Jika semangat itu dapat terus dijaga dan tetap menyala dalam diri masing-masing, diyakininya bangsa Indonesia bisa melakukan apapun yang dulu hanya bisa dimimpikan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia.


Ajakan ini disampaikan Wali Kota ketika menghadiri pelantikan pengurus Dewan Harian Cabang Badan Pengurus Pembudadayaan Kejuangan (DHC BPPK) ’45 Kota Medan periode 2017-2022 dan Santiaji di Gedung Juang ’45 Jalan Pemuda Medan, Kamis (9/8/2018).


Diungkapkan Wali Kota, tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai juang  ‘45 dengan realita di  abad ke-21. Apa yang dahului berlaku di tahun 1945 kini telah jauh berubah. Oleh karenanya  Wali Kota mengingatkan untuk selalu menjaganya dengan sepuh hati dan jiwa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan tanpa kenal menyerah, bukan kemerdekaan yang diberi sebagai hadiah dari bangsa pejajah,” kata Wali Kota seraya mengapresiasi digelarnya acara pelantikan pengurus DHC BPPK ’45 sekaligus Santiaji. Mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan itu menilai, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk tetap menjaga semangat para pejuang ’45. “Jika semangat itu tetap terjaga, insha Allah kita bisa melakukan apapun yang dulunya hanya bisa diimpikan oleh para pejuang kita,” ungkapnya.


Sebelumnya  Ketua DHD ’45 Provinsi Sumut Drs Nurdin Lubis MM dalam sambutan singkatnya mengatakan, organisasi ini dulunya berisikan para pelaku sejarah yang berjuang untuk memerdekan negeri ini dari belenggu penjajahan. Namun seiring dengan waktu, para pelaku sejarah tinggal beberapa orang saja.


Agar organisasi ini tetap ada, jelas Nurdin, kini terbuka bagi siapa saja yang ingin menajdi pengurus maupun anggotanya. “Hanya saja mereka harus memiliki jiwa semangat dan nilai juang  ’45.  Sebab, tujuan organisasi ini didirikan dalam upaya untuk melestarikan jiwa semangat dan nilai-nilai juang ’45,” jelas Nurdin. (mar/rel)