Pedagang Pasar Aksara Baru :"Tolong kami pak Polisi, kami mau cari makan"

Pedagang Pasar Aksara Baru :"Tolong kami pak Polisi, kami mau cari makan"

MEDAN, POC - Puluhan pedagang pasar Aksara Baru resah, pasalnya usaha mereka kerap diganggu dan dilempari preman Aksara, Ridwan Cs (35) warga Jalan Pancing Medan. Pelaku mengganggu pedagang disebut-sebut karena tidak diberikan "upeti". Ironisnya, saat ini pelaku mengancam akan menutup akses jalan pasar Aksara Baru hingga ditakutkan akan terjadi keributan dengan pedagang, Jumat (24/8/2018).

Menurut informasi, aksi brutal pelaku telah berulangkali terjadi. Pelaku merupakan 1 keluarga dan tinggal disekitar pasar Aksara. Akibat aksi brutal tersebut, banyak fasilitas Pasar Aksara Baru rusak hingga para pedagang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Merasa resah, pedagang pun melaporkan aksi brutal pelaku ke Polrestabes Medan. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjut dari Polrestabes Medan.

Salah seorang pedagang, ES berharap agar pihak Kepolisian segera menangkap pelaku. " Tolong kami pak Polisi, kami mau cari makan," jeritnya.

Salah seorang pengelola Pasar Aksara Baru, yang mewakili para pedagang, Erikson Simangunsong mengatakan kejadian pengerusakan yang dilakukan pelaku telah berulangkali dilakukan. " Ada aja tingkah pelaku yang merupakan 1 keluarga itu, seperti membanting meja, kursi, melempar para pedagang dengan batu, melempar atap pasar Aksara Baru hingga mengganggu para pedagang sekitar rumahnya," ujarnya.

Erikson menambahkan, saat ini pelaku mengancam para pedagang akan menutup akses keluar masuk jalan ke Pasar Aksara Baru hingga memicu kemarahan para pedagang Pasar Aksara Baru. "Para pedagang sudah banyak gak sabar lagi bang, takutnya kalau dibiarkan akan terjadi keributan. Kasus ini sudah kami laporkan ke Satreskrim Polrestabes Medan dengan No. STPL/1704/K/VIII/2018/SPKT RESTABES MEDAN," terangnya.

Lalu, Erikson berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengerusakan yang merupakan 1 keluarga tersebut. "Kami harap pelaku segera ditangkap, sudah jualan sepi, diganggu lagi para pedagang," harapnya mengakhiri. Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha tidak membalas konfirmasi wartawan. (Rom)