Bangunan Showroom Menyalah, Warga dan Pemilik Sepakat Mediasi

Bangunan Showroom Menyalah, Warga dan Pemilik Sepakat Mediasi
MEDAN, POC - Komisi D DPRD akhirnya menyepakati permasalahan bangunan Showroom Mitsubishi di Jalan Sei Besitang/Gatot Subroto diselesaikan dengan mediasi. Komisi D DPRD Medan melihat persoalan tersebut bisa diselesaikan secara mediasi karena warga yang berkeberatan dan pemilik bangunan sepakat menempuh jalan mediasi.

"Intinya kita mengharapkan persoalan ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan," ucap Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong yang memimpin rapat tersebut, Selasa (21/8/2018).

Parlaungan mengungkapkan, persoalan bangunan di Jalan Sei Besitang diharapkan bisa segera diselesaikan karena DPRD Medan sudah berulang kali melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Intinya warga di kawasan itu menyayangkan pemilik bangunan tidak membangun komunikasi dengan warga mengingat kemungkinan dampak dari pembangunan yang ditinbulkan," jelas Parlaungan.

Namun begitu, Parlaungan menyambut baik adanya itikad dan komitmen dari pemilik bangunan dan warga untuk menyelesaikannya dengan mediasi.

"Ini yang kami harapkan, persoalan ini bisa selesai," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Husin perwakilan PT. Sardana Indah Berlian Motor / Showroom Mitsubishi juga menyambut baik keputusan mediasi ini.

"Kita berkeinginan persoalan ini bisa segera di selesaikan. Nanti saya akan berkoordinaso dengan pak Henri Katio (Pemilik Showroom-red) untuk mengatur waktunya," jelas Husin.

Sementara itu, warga di Jalan Sei Besitang juga sebelumnya menyayangkan silap pemilik bangunan yang tidak meminta izin warga sekitar dalam mendirikan bangunan.

" Intinya kami (warga-red) mengharapkan bertemu Henri Katio, itu saja," jelas Edi Simanjuntak.

Sejak awal,  kata Edi Simanjuntak warga mengharapkan pemilik bangunan ada 'kulo nuwun'/memohon izin kepada warga sekitar dengan pembangunan Showroom tersebut sehingga warga di sekitar merasa dihargai.

"Itu yang diinginkan warga, kita mengharapkan pemilik bangunan ada 'Kulo Nuwun'" jelasnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya Heri Zulkarnain, yang mengatakan bahwa warga yang ada di kawasan itu tidak hanya mengharapkan uang semata.

"Warga di sana uangnya ada, tapi bukan itu yang diharapkan warga. Warga hanya ingin pemilik bangunan ada etika kepada warga dengan memohon izin," jelasnya.

Bagaimanapun, kata Heri, akibat pembangunan showroom itu sedikit besarnya warga pasti terdampak seperti limbah, kebisingan dan lainnya. (mar)