PKPI Siap Bertarung Rebut 1 Fraksi di DPRD Sumut

MEDAN, POC - Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia  (PKPI) Sumut Ir Juliski Simorangkir MM menegaskan, PKPI telah resmi mendaftarkan  100 persen bakal calon legislatifnya dengan keterwakilan 30 persen perempuan.

Pendaftaran tersebut langsung diterima oleh Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan Komisioner Benget Silitonga dan Iskandar Zulkarnaen, Selasa (17/7/2018).

Saat dikonfirmasi wartawan seusai pendaftaran. Jusliski menjelaskan, kalau PKPI tidak memiliki target yang melangit, cukup hanya mencapai 6 kursi dan jika rakyat menghendaki bisa bertambah lebih banyak.

"Target kita untuk pemilihan legislatif tahun 2019 tidaklah terlalu melangit hanya 6 kursi saja atau mencapai 1 Fraksi. Untuk periode sebelumnya kita mendapatkan 3 kursi, " ungkap Juliski optimis.

Menurutnya  partainya bergerak cepat untuk menentukan calon-calon legislatifnya setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan gugatan PKPI.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan PKPI tidak bisa berlaga dalam pemilu 2019. Sebab, dalam verifikasi faktual, partai tersebut tidak memenuhi persyaratan di 73 kabupaten atau kota yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Papua.

Namun PKPI mengajukan gugatan ke PTUN yang akhirnya gugatan partai dikabulkan. Setelah gugatan dikabulkan, PKPI bisa menjadi peserta pemilu 2019.

Juliski mengatakan PKPI langsung menggelar rapat kerja untuk menyiapkan calon anggota legislatif (caleg) dalam upaya memenuhi tahapan seperti yang ditentukan KPU. Persiapan untuk menghadapi pemilu 2019, kata dia, juga dilakukan sampai tingkat daerah. Terutama untuk membantu merekrut calon (legislatif) yang akan diusung.

Lebih lanjut Juliski memaparkan, selama proses penyelesaian sengketa, PKPI mengalami kerugian. Namun demikian semua dapat teratasi  karena kerja keras dan semangat seluruh kader PKPI yang siap menyongsong menjadi peserta Pemilihan Legislatif 2019.

"Semoga para Caleg PKPI menjadi pilihan rakyat yang akan membawa perubahan kepada pencerahan Sumatera Utara ke depannya,"harap Jusliski. (mar)