MEDAN, POC - Dalam rangka pengamanan Kirab Obor Asian Games, Selasa (31/7/2018), Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) menyiagakan personil gabungan sebanyak 1.121 orang.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan bahwa personil tersebut terdiri dari, Dit Intelkam, Dit Pamobvit, Jibom Sat Brimob, Dit Sabhara, Dit Lantas serta Dit Polair.

"Untuk pengamanan kirab obor Asian Games 2018, selama dua hari Polda Sumut telah menyiagakan personil," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (31/7/2018).

MP Nainggolan memaparkan, untuk Dit Intelkam melakukan kerjasama dan koordinasi dengan satuan wilayah yang dilalui serta Satwil lokasi giat Torch Relay Inasgoc. Sedangkan untuk Pam Obvit bersama Satwil Polres Deliserdang dan Taput memberikan penebalan di terminal Bandara KNIA dan keberangkatan di Bandara Silangit.

Selanjutnya, MP Nainggolan menjelaskan personil Jibom melakukan sterilisasi lokasi kedatangan di Kota Parapat dan Balige serta keberangkatan di Bandara Silangit. Begitupun Sat Brimob, menyiagakan personil pleton penindak 1 SST dan Tim escape mengikuti rombongan Torch Relay Inasgoc mulai dari kedatangan lokasi kegiatan hingga keberangkatan.

"Dit Sabhara siapkan 1 SST personil untuk tugas mengikuti rombongan, Dit Lantas melakukan pengamanan dan pengawalan dari KNIA, jalur Lalin yang dilalui di wilayah Deliserdang, Sergei. Tebing Tinggi, Siantar, Simalungun, Parapat, Tobasa hingga ke Pekanbaru dari Silangit. Selanjutnya Dit Polair melakukan pengamanan kapal untuk kegiatan berlayar Torch Relay Inasgoc di Danau Toba," jelasnya.

Lalu MP Nainggolan menerangkan, adapun rute rombongan tiba dari Banda Aceh di KNIA pada Selasa 31 Juli pukul 17.00 WIB. Yang selanjutnya melanjutkan perjalanan ke kota parapat dan api Asian Games menginap di rumah pengasingan Bung Karno.

Berikutnya, Rabu (1/8/2018) pagi, api Asian Games akan di bawa berlayar dengan kapal hias di Danau Toba dan bersepeda menuju pantai bebas Danau Toba serta mengikuti kegiatan yang sudah di persiapkan oleh Pemda, selanjutnya berlari ke pantai bulbul Parapat, dan api Asian Games di bawa ke Balige yang selanjutnya kembali ke bandara Silangit untuk take off pukul 12.00 WIB menuju Pekanbaru.

Sebelumnya Karo Ops Polda Sumut, Kombes Pol Makmur Ginting mengatakan, untuk pengamanan sebanyak 1.121 personil akan dikerahkan mulai untuk memantau keamanan di setiap titik kegiatan Torch Relay.

Jumlah total anggota yang mengamankan, kata dia, terdiri dari personil Polda sebanyak 204 personil dan kewilayahan jajaran ada 917 personil. Hal itu juga sudah melibatkan TNI.

"Saya berharap seluruh masyarakat dapat merasakan perhelatan Kirab Obor dengan aman dan tentram. Sehingga gaung Asian Games lebih terasa lagi," pungkasnya. (rel/rom)
Share Berita

MEDAN, POC - Akhirnya, Evan bocah 5 tahun yang ditemukan oleh petugas Polsek Medan Helvetia dijemput oleh ompungnya, Selasa (31/7/2018). Bocah itu ternyata warga Desa Habinsaran, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir (Porsea).

Keberadaan bocah tersebut diketahui ompungnya berkat informasi dari tetangganya yang melihat berita Evan viral di media sosial dan menyebar ke grup-grup aplikasi Whatsapp.

"Kami dari Desa Habinsaran, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir (Porsea). Kami lagi dirumah Ompungnya di Medan, kakak saya," kata Sitta Butarbutar saat ditemui di Polsek Medan Helvetia, Senin (30/7/2018).

Sitta memgatakan kebingungan usai menyadari cucunya menghilang. Ia mengaku itu akibat kelalaiannya sehinggga anak tersebut bisa keluar dari rumah saat pintu pagar rumahnya terbuka.

"Lama kami mencarinya ke sana ke mari. Akhirnya kami tahu dari tetangga, dari media sosial kalau cucu saya ini berada di Polsek Helvetia," terangnya.

Saat ditanya tentang orang tua bocah tersebut, Sitta mengatakan bahwa orang tua bocah tersebut telah bercerai dan menikah lagi.

"Evan itu cucu saya dari anak saya yang perempuan. Mamak - bapaknya sudah bercerai dan menikah lagi. Jadi saya membawanya ke Medan untuk ketemu kakak saya, yang juga opungnya. Saya sudah rindu sama cucuku itu. Aku yang membawanya itu dari kampung. Aku mau melihatnya," terangnya. (rom)
Share Berita

MEDAN, POC - Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H Tobing dan jajarannya menerima penghargaan dari Kapolrestabes Medan, Kombes Pol DR Dadang Hartanto, Senin (30/7/2018).

Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras tim pegasus Polsek Medan Baru bersama tim pegasus Polrestabes Medan dalam mengungkap kasus pembunuhan seorang waria di Hotel 61 Jalan Iskandar Muda medan dalam tempo 14 Jam.

Selain memberikan penghargaan, Kapolrestabes Medan mengucapkan terima kasih kepada personelnya khususnya Polsek Medan Baru yang cepat mengungkap sejumlah tindak kriminal yang ada di wilayah hukumnya.

Kapolsek medan baru Kompol Martuasah H Tobing SIK mengucap syukur atas penghargaan yang diterima. "Ini merupakan kerja keras anggota dan semoga menjadi penyemangat personil Polsek Medan Baru agar semakin semangat melayani masyarakat kota medan sesuai motto " Kita Jago Medan Kondusif". (rom)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung mengumpulkan seluruh camat di Kota Medan menyikapi cuaca ekstrim yang tengah menerpa Kota Medan belakangan ini, Senin (30/7/2018). Selain hujan deras yang menimbulkan genangan air, cuaca ekstrim  tak jarang diikuti dengan angin kencang yang merusak atap rumah warga serta menumbangkan pohon.


Apalagi sejumlah kawasan di Kota Medan digenangi air sehingga mengganggu aktifitas warga menyusul hujan deras mengguyur Kota Medan, Minggu (29/7) mulai petang hingga malam. Oleh karenanya Wali Kota minta kepada seluruh camat dan lurah agar siaga dan tanggap bencana di wilayahnya masing-masing.


"Saya minta tidak ada camat dan lurah yang meninggalkan wilayahnya di saat cuaca ekstrim, terutama ketika melihat cuaca mendung. Camat dan lurah harus tanggap serta siaga menghadapi bencana. Segera lakukan langkah-langkah antisipasi sebelum terjadi bencana seperti banjir maupun angin kencang," tegas Wali Kota.


Selanjutnya tegas Wali Kota, camat dan lurah juga harus turun langsung ke lokasi begitu wilayahnya diterpa bemcana baik banjir maupun angin kencang. Selain melakukan evakuasi, juga mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk melayani masyarakat yang mengalami musibah.


“Jangan biarkan air menggenangi ruas jalan sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Lakukan upaya untuk mengeringkan genangan air bersama dengan kepala lingkungan serta Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU). Jika butuh peralatan, segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum,” tandasnya.


Kemudian Wali Kota minta kepada camat dan lurah untuk terus berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang serta Dinas Pekerjaan Umum.


“Begitu wilayahnya diterpa bencana baik banjir maupun angin kecang, lakukan koordinasi dengan OPD terkait,” pesannya pada pertemuan dengan seluruh camat yang juga dihadiri Asisten Pemerintahan Musadad Nasution, sejumlah pimpinan OPD. (rel/mar)

Share Berita

MEDAN, POC – Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) segera menindaklanjuti proses inventarisasi dan penertiban aset milik daerah, yang saat ini dinilai belum optimal oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD SU).


Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD SU Penyampaian Nota Jawaban Gubernur Sumut (Gubsu) atas Pemandangan Umum Anggota Dewan atas nama Fraksi terhadap Ranperda perihal Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) APBD  2017 Provinsi Sumut dan Pembahasan Rekomendasi DPRD SU terhadap Laporan Panitia Khusus tentang Aset Pemprovsu, di Ruang Paripurna DPRD SU, Senin (30/7/2018).


“Saat ini, usaha yang sudah dilakukan Pemprovsu untuk menertibkan aset daerah yaitu melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dengan Badan Pertanahan Nasional. Hal ini untuk mempercepat pensertifikatan aset-aset daerah yang belum bersertifikat. Selanjutnya, kita akan lakukan penertiban aset-aset bergerak,” ujar Sabrina.


Hal tersebut disampaikan Sabrina, menjawab pertanyaan anggota DPRD Sumut pada rapat paripurna sebelumnya, tentang inventarisasi dan verifikasi faktual aset dalam rangka pengalihan P2D yang dinilai belum memadai, serta pencatatan dan penatausahaan aset belum tertib.


Sabrina juga menjelaskan, Pemprovsu telah melaksanakan upaya penyerahan pengalihan P2D melalui workshop inventarisasi, verifikasi faktual, dan penatausahaan ke dalam buku inventaris barang milik Pemprovsu. “Namun data yang diperoleh dari kabupaten/kota belum memiliki pencatatan yang seragam, begitu juga dengan metode penyusutannya, maka Pemprovsu akan melakukan inventarisasi kembali terhadap aset yang belum tertib pencatatannya,” jelasnya.


Tentang kinerja keuangan, Sabrina memaparkan bahwa realisasi pendapatan tahun anggaran 2017 meningkat sebesar Rp. 1.794.218.951.138,10 atau 17,18% dibandingkan realisasi pendapatan tahun anggaran 2016 sebesar Rp. 10.440.618.930.401,00. Begitu pula dari sisi belanja, meningkat 56,51% yakni dari Rp. 6.701.774.898.173,50 menjadi Rp. 10.489.397.363.653,00.


Selanjutnya, Sabrina juga menjelaskan upaya Pemprovsu dalam rangka pengendalian inflasi. Diantaranya, meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan rapat evaluasi dan rapat koordinasi tentang pengendalian inflasi, khususnya tingkat ketersediaan barang/bahan pokok dan tingkat keterjangkauan barang/bahan pokok dan bahan penting lainnya oleh masyarakat serta mengundang TPID Provsu. “Melakukan operasi pasar, mensosialisasikan website pusat informasi harga  pangan strategis (PIHPS), dan mengaktifkan tim Satgas pangan Sumut,” kata Sabrina.


Dalam Sidang tentang Pembahasan Rekomendasi DPRD SU terhadap Laporan Panitia Khusus (Pansus) tentang Aset Pemprovsu, Juru Bicara Tim Perumus H Muchrid Nasution SE, membacakan rekomendasi terkait pengelolaan barang milik daerah.


Turut hadir dalam Rapat Paripurna tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ibnu S Hutomo, Asisten Pemerintahan Drs Jumsadi Damanik SH MHum, Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis, para pimpinan dan anggota DPRD SU.(rel/mar)

Share Berita

MEDAN, POC - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak lagi menjamin atau menanggung tiga pelayanan kesehatan, per 25 Juli 2018. Yakni, persalinan bayi, katarak dan rehabiitasi medik.

Pencabutan 3 pelayanan kesehatan ini sangat disayangkan DPRD Medan. Seperti diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Medan H Rajudin Sagala SPdi usai pertemuan bersama BPJS Kesehatan dan sejumlah rumah sakit di Gedung DPRD Medan, Senin (30/7/2018).

“Kita menyayangkan kebijakan BPJS Kesehatan dengan pencabutan tiga layanan ini,” jelas Rajuddin.

Dia meminta BPJS Kesehatan mempertimbangkan kembali pencabutan ini. “Tadi sudah disampaikan kawan-kawan (Anggota DPRD Komisi B-red), kepada BPJS Kesehatan dan mereka berjanji akan menyampaikan keluhannya ke pusat,” jelasnya.

Politisi PKS ini menambahkan, umumnya peserta BPJS kesehatan kelas 3 yang tergolong tidak mampu. "Jika dicabut, dikhususkan lah bagi mereka yang di kelas 1, tapi untuk kelas 2 dan 3 apalagi BPJS PBI seharusnya tidak dicabut. Jika ini tetap dicabut Itu sama artinya orang miskin dilarang sakit,"tegas Rajudin.

Lanjutnya lagi, seharusnya pemerintah mengkaji dulu sebelum diputuskan layak atau tidak untuk pencabutan. "Mengingat masyarakat masih membutuhkan, jangan sampai terkesan BPJS hanya butuh iuran bulanan dari masyarakat. Ketika masyarakat peserta BPJS sakit ternyata ada penyakit yang tidak dapat dicover,"ujarnya.

Terkait persoalan ini, Rajudin meminta BPJS Kesehatan memasang spanduk besar-besar di sejumlah rumah sakit yang berisi informasi penyakit apa saja yang bisa diklaim BPJS Kesehatan.

“Biar masyarakat mengetahui semuanya, BPJS Kesehatan kita sarankan buat spanduk yang memuat informasi penyakit apa saja yang bisa dicover BPJS,” ujarnya berharap, permasalahan ini tidak menjadi persoalan baru sehinga menjadi polemik di masyarakat.

“Kita tidak ingin persoalan ini menjadi keresahan baru di masyarakat. Dengan pencabutan ini, tidak terkecuali masyarakat yang mendapat bantuan iuran dari pemerintah juga harus membayar,” pungkasnya.(maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Hampir setahun honor tidak dibayar, sejumlah dokter spesialis yang pernah bekerja di Rumah Sakit (RS) Martha Friska Pulo Brayan mengadu ke DPRD Medan, Senin (30/7/2018).

Anggota Komisi B DPRD Medan, Irsal Fikri menerima kedatangan para dokter spesialis ini. Dalam pertemuan tersebut, Dr Denny Rifsal Siregar dan Dr Okti Trihandini menyampaikan bahwa honor mereka tidak dibayar oleh pihak RS Martha Friska Pulo Brayan sejak Mei 2017 hingga Mei 2018.
"Jumlahnya tiap dokter bervariasi yang mencakup honor jasa medis, pasien umum, BPJS serta asuransi, " kata Denny sembari mentaksir jumlah honor yang belum dibayar mencapai ratusan juta rupiah.

Mengenai hal tersebut, diakui Denny bahwa dirinya bersama sejumlah dokter spesialis lainnya sudah berulang kali mempertanyakannya kepada pihak Managemen RS Martha Friska.

Namun, sambungnya, dari pihak managemen RS Martha Friska menyebutkan bahwa belum dibayarkannya honor para dokter spesialis di rumah sakit tersebut karena alasan kesulitan dana serta belum adanya pelunasan dari klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Kami sudah berulangkali mempertanyakan honor kami itu.Tapi, tetap saja hingga saat ini honor kami belum dibayarkan oleh mereka (Martha Friska-red), " keluhnya.

Senada, juga disampaikan oleh Dr,Okti Trihandini yang menyebutkan bahwa pihaknya sebelum melaporkan hal tersebut ke DPRD Medan, sejumlah rekannya juga telah melakukan somasi ke managemen RS Martha Friska Pulo Brayan. "Sudah ada rekan kami yang melakukan somasi ke managemen Martha Friska Pulo Brayan. Namun, jawaban mereka selalu meminta kami menunggu tanpa ada kepastian hingga sampai kapan kami menunggu, " katanya.

Menyikapi itu, Irsal Fikri berjanji akan langsung mempertanyakan hal tersebut kepada pihak managemen RS Martha Friska Pulo Brayan. "Saya akan meminta kepada pimpinan Komisi B untuk segera memanggil managemen RS Martha Friska guna mempertanyakan permasalah keterlambatan pembayaran honor para dokter spesialis di rumah sakit tersebut,” ujar Sekretaris Fraksi PPP ini. (maria)

Share Berita

MEDAN, POC - Dalam  upaya meningkatkan keselamatan berlalulintas, khususnya di kalangan generasi muda, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Medan dan PT Jasa Raharja Medan menggelar  acara Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat SMA/SMK sederajat di Hotel Saka Jalan Ring Road Gagak Hitam Medan, Senin (30/7/2018).


Sebanyak 50 pelajar mengikuti kegiatan yang dibuka langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi tersebut. Pemilihan yang berlangsung selama empat hari ini digelar dalam rangka untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya, khususnya bagi kalangan generasi muda.


Dihadapan Kepala Jasa Raharja Kota Medan Muhammad Hidayat SE, AKP Neneng Armayanti mewakili Kasatlantas Polrestabes Medan, Kadishub Kota Medan Renward Parapat ATD MT serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Wali Kota  sangat mengapresiasi dan mendukung  penuh digelarnya kegiatan tersebut.


 “Saya sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perhubungan beserta Satlantas Polrestabes Medan dan Jasa Raharja ini.  Menurut penilaian saya, kegiatan ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kesadaran bagi kalangan generasi muda untuk mematuhi peraturan lalu lintas sekaligus mengurangi resiko terjadinya kecelakaan akibat perilaku tidak tertib di jalan raya,” kata Wali Kota.


Dia berharap kegiatan ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelajar mengenai keselamatan berlalu lintas. “Semoga pelajar yang terpilih nanti dapat menjadi pelajar pelopor berlalu-lintas dan menjadi panutan yang baik bagi teman-temannya,"ujarnya.


Yang tidak kalah penting lagi, tegas Wali Kota, melalui kegiatan ini diharapkan dapat terbangun budaya tertib lalu lintas sejak dini atas dasar kesadaran pribadi dan tanggung jawab moral untuk meningkatkan keselamatan. Kemudian menyebarluaskan indormasi ke kalangan generasi muda serta menyelamatkan generasi muda sebagai aset bangsa.


Sebelumnya Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat dalam laporannya menjelaskan,  sebanyak 50 pelajar yang mengikuti kegiatan ini selanjutnya akan diseleksi  untuk dipilih 5 yang terbaik menjadi Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat SMA/SMK 2018. Selanjutnya kelima pelajar akan mendapatkan hadiah  mulai Rp.3.000.000-Rp.5.000.000 serta tropi. (mar/rel)

Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi meninjau Sungai Sei Sikambing yang meluap, Senin (30/7/2018) sekitar pukul 02.00 WIB. Luapan yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan mulai sejak Minggu (29/7) petang hingga malam hari menyebabkan sungai tak mampu lagi menampung debit air. Tak pelak kondisi itu menyebabkan eumah dan sejumlah ruas jalan yang ada di sekitarnya tergenang air.


Meluapnya Sungai Sei Sikambing akibat sudah lama tidak dinormalisasi sehingga sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan. Selain maraknya pembangunan di bantaran sungai, perilaku masyarakat yang masih suka membuang sampah ke sungai ikut memicu terjadinya pendangkalan.


Didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni dan Camat Medan Petisah Parlindungan, Wali Kota langsung turun untuk melihat kondisi Sungai Sei Sikambing di tengah hujan yang masih belum reda. Meski sudah memasuki Senin dinihari namun sungai masih meluap dan menggenangi jalanan, hanya saja ketinggian air sudah jauh berkurang.


"Walaupun memiliki peralatan namun kita tidak bisa menormalisasi Sungai Sei Sikambing, sebab itu domaim atau wewenang pihak BWS. Itu sebabnya tengah dipersiapkan MoU antara BWS, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemko Medan untuk melakukan normalisasi sungai guna mengatasi banjir yang terjadi di Kota Medan.


"Salah satu sungai yang akan dinormalisasi dalam MoU itu adalah Sungai Sei Sikambing. Dengan adanya MoU itu, pembagian tugas jelas mana yang menjadi penanganan BWS, Pemprov Sumut dan Pemko Medan. Sudah itu pengerjaan dilakukan terintegrasi sehingga hasilnya lebih masih maksimal," kata Wali Kota.


Mengingat intensitas hujan cukup tinggi dan hujan pun diperkirakan terus turun, Wali Kota berharap MoU secepatnya selesai sehingga normalisasi dapat secepatnya dilakukan. "Di samping menunggu MoU, saya instruksikan kepada Dinas PU Kota Medan dan OPD terkait untuk melakukan tindakan guna meminimalisir terjadinya banjir. Kerahkan seluruh peralaran dan personel yang ada untuk mengatasnya!" tegasnya. (mar/rel)


Share Berita

MEDAN, POC - Seketika warga Jalan Kemiri, Helvetia dihebohkan dengan penemuan seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun. Anak lelaki tersebut memakai baju warna biru lengan pendek dan celana warna biru serta sepatu warna biru, Senin (30/7/2018).

Bocah lelaki tersebut diantar warga sekitar ke Polsek Helvetia dan mengaku bernama Evan.

"Mohon bantuannya disebarkan informasinya. Semoga orang tuanya cepat ditemukan," ujar Kapolsek Helvetia, Kompol Trima kepada wartawan. (rom)
Share Berita

SUNGGAL, POC - Unit reskrim Polsek Sunggal berhasil menangkap 2 residivis spesialis maling motor. Dari hasil interogasi, keduanya mengaku telah 11 kali berhasil beraksi di wilayah hukum Polsek Sunggal, Sabtu (28/7/2018).

Adapun identitas kedua tersangka adalah Suwandi Als Yandi Pretel (30) warga Jalan Turi Desa Sei Mencirim dan Nofyan Als Yayan (33) warga Jalan Karyawan Mencirim, Kutalimbaru.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan bahwa penangkapan tersangka berkat laporan salah seorang korban di Polsek Sunggal.

"Tim kemudiam mendapatkan identitas pelaku yang diduga kuat sering melakukan tindak pidana pencurian motor. Selanjutnya tim langsung mencari keberadaan pelaku. Akhirnya kedua tersangka terlihat melintas keluar dari Mencirim Pondok tepatnya di kebun tebu Pasar IV Sei Mencirim Sunggal. Namun saat ditangkap keduanya melakukan perlawanan hingga terpaksa dilumpuhkan petugas," terangnya.

Dari kedua tersangka ditemukan barang bukti 1 pasang kunci T terdiri dari mata dan gagang, 2 buah alat pembuka tutup kunci kontak, 1 buah alat untuk membuka gembok, 1 unit motor BK 5103 RAU yang sudah rusak kuncinya. (rom)

Adapun ke-10 lokasi dan sepeda motor yang pernah dicuri pelaku adalah :

TKP YANG PERNAH DI LAKUKAN
1.Jalan Seii Mencirim Pasar IV di kebun tebu dengan hasil 1 unit sp motor honda supra x
2. Jalan Johar di Perumahan Johar II berhasil mencuri sepeda motor Beat putih
3. Jalan Johar Perumahan Sapta Marga berhasil mencuri 1 unit Beat merah
4. Jalan Johar Perumahan Johar II berhasil mencuri vario 125 warna hitam
5. Jalan Johar Perumahan Johar II berhasil mencuri Vario putih
6. Jalan Johan Perumahan Sapta Marga berhasil mencuri Honda Spacy merah
7. Jalan Johar Perumahan Sapta Marga berhasil mencuri Jupiter MX dan Beat
8. Jalan Johar Perumahan Johar berhasil mencuri 1 beat orange
9. Jalan Johar Perumahan Johar II berhasil mencuri Mio soul
10. Pasar V Sekolah Negri 3 Kutalimbaru berhasil mencuri Mio Soul hitam hijau
11. Pasar V SD Negeri 3 Kutalimbaru berhasil mencuri Beat biru putih.
Share Berita

MEDAN, POC - Terhitung sejak dimulai keberangkatan jamaah calon haji (jch) di Asrama Haji Medan, sudah 7 kloter yang berangkat.

Keberangkatan pertama jamaah dimulai sejak tanggal 22 Juli 2018 dan berlanjut hingga kloter 7, tanggal 28 Juli 2018.

Berdasar data dari Kemenag Sumut, jamaah yang belum berangkat berjumlah 5.648 orang lagi atau sekitar 67,71 persen. Sementara jamaah yang sudah berangkat berjumlah 2.698 orang atau 32,29 persen.

Jamaah yang belum berangkat masuk dalam daftar gelombang kedua, yakni kloter 8 hingga kloter 17.

"Gelombang kedua di kloter delapan dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Medan tanggal 29 Juli dan berangkat tanggal 30 Juli,"sebut Imam Khair, Humas Kemenag Sumut pada awak media ini, Sabtu (28/7/2018).

Berikut rincian jadwal tiba dan keberangkatan jamaah calon haji di Medan;

1. Kloter 8, tanggal 29 Juli pukul 07.00 wib, 388 jamaah di 6 kabupaten masuk asrama haji. Yakni, 157 jamaah asal Tebing Tinggi, 115 jamaah asal Tanjung Balai, 2 jamaah asal Medan, 107 jamaah asal Madina, 6 jamaah asal Tobasa dan 1 jamaah dari Kabupaten Samosir. Keberangkatan tanggal 30 Juli pukul 02.30 wib.

2. Kloter 9, tanggal 30 Juli pukul 09.00 wib, 388 jamaah di 5 kabupaten masuk asrama. Dengan rincian, 135 jamaah Pematang Siantar, 33 jamaah Medan, 179 jamaah Simalungun, 39 jamaah Asahan dan 2 jamaah Tobasa. Keberangkatan dijadwalkan 31 Juli pukul 09.30 wib.

3. Kloter 10, tanggal 31 Juli pukul 10.00 wib, 388 jamaah asal Medan masuk asrama dan berangkat tanggal 1 Agustus pukul 10.10 wib.

4.Kloter 11, tanggal 1 Agustus pukul 11.00 wib, jamaah asal Medan berjumlah 388 orang masuk ke asrama haji dan berangkat tanggal 2 Agustus pukul 11.30 wib.

5. Kloter 12, tanggal 2 Agustus pukul 17.00 wib, 388 jamaah dari 3 kabupaten tiba di asrama haji dan berangkat 3 Agustus pukul 19.40 wib. Yakni, 130 jamaah asal Medan, 72 jamaah asal Tapanuli Tengah dan 186 jamaah asal Tapanuli Selatan.

6. Kloter 13, tanggal 3 Agustus pukul 17.00 wib, jamaah asal Medan 172 orang dan jamaah asal Deliserdang 216 orang tiba di asrama haji dan berangkat 4 Agustus pukul 19.40 wib.

7. Kloter 14, tanggal 4 Agustus pukul 17.00 wib, dijadwalkan 64 jamaah Medan dan 324 jamaah Padang Sidempuan tiba di asrama dan diberangkatkan 5 Agustus pukul 19.40 wib.

8. Kloter 15, tanggal 5 Agustus pukul 21.00 wib, 251 jamaah asal Binjai dan 137 jamaah asal Medan tiba di asrama dan diberangkatkan 6 Agustus pukul 22.00 wib.

9. Kloter 16, tanggal 6 Agustus pukul 21.00 wib, 49 jamaah asal Medan dan 339 jamaah asal Labura tiba di asrama dan diberangkatkan 7 Agustus pukul 23.40 wib.

10. Kloter 17, tanggal 8 Agustus pukul 07.00 wib,

Diketahui, tahun ini sebanyak 8356 calon jamaah haji embarkasi Medan ditambah 66 petugas haji. Total, sebanyak 8466 calon jamaah haji akan diberangkatkan ke tanah suci. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC- Rombongan jamaah haji Kelompok terbang (kloter) 7 Embarkasi Medan yang berjumlah 389 orang, berangkat ke Madinah, Sabtu (28/7/2018). Namun dua jamaah batal berangkat.

Menurut Humas Kemenag Sumut Imam Khair, batalnya keberangkatan 2 jamaah tersebut disebabkan salah seorangnya sakit.

"Keduanya merupakan pasangan suami istri. Karena si istri sakit, keberangkatan mereka pun ditunda,"jelas Imam di Asrama Haji Medan.

Jamaah yang batal tersebut berasal dari Medan. Mereka yakni, Yuliar Muhamad Ilyas Binti HM Ilyas (66) dan Abdul Gani Muhamad Yatim Bin M Yatim (72). Keduanya merupakan warga Jalan Rahmad PIK, Medan Tenggara, Kota Medan.

Meski mengalami sakit, namun tidak tertutup kemungkinan 2 jamaah manula ini akan diberangkatkan kembali. "Jika kondisi kesehatan membaik, mereka akan diberangkatkan lagi ke kloter berikutnya,"jelas Imam.

Lanjut dipaparkan, secara keseluruhan jamaah kloter 7 yang berangkat berjumlah 389 orang. Dengan rincian, 366 jch asal Medan, 5 jch asal Kabupaten Asahan, 7 jch asal Binjai, 2 jch asal Deliserdang, 1 jch asal Mandailing Natal dan 1 jch asal Tanah Karo.

"Secara keseluruhan jumlah jamaah dan petugas yang berangkat 389 orang,"pungkas Imam. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  melepas  peserta Sepeda Nusantara 2018 di Jalan Pulau Pinang Medan, Minggu (29/7/2018).  Sebanyak 2.000 masyarakat maupun komunitas sepeda yang ada di Kota Medan mengikuti  event bersepeda yang merupakan gawean Kementerian Pemuda dan Olahraga  (Kemenpora)  Republik Indonesia tersebut. Selain mengajak masyarakat untuk gemar berolahraga, terutama bersepeda, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka untuk mendukung sukesnya Asian Games dan Asian Para Games 2018.


Pelepasan peserta dilakukan Wali Kota bersama Menpora diwakili Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI  Drs Imam Gunawan MAP. Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi ikut serta bersamaseluruh peserta menggowes mengikuti rute yang telah ditetapkan.


Diawali start dari  Jalan Pulau Pinang, para peserta selanjutnya bergerak menuju Jalan Gatot Subroto, Iskandar Muda, S Parman, Patimura, Mongonsidi, Juanda, Brigjen Katamso, Pemuda, Balai Kota serta finish kembali di Jalan Pulau Pinang. Selain bersepeda, event ini juga dimeriahkan dengan sejumlah permainan tradisionil seperti enggrang, terompah raksasa, galasin serta bola tangan.


Tidak hanya Kota Medan, Kemenpora menggelar Sepeda Nusantara di 70 kabupaten/kota  dari 34 provinsi se-Indonesia. Event ini telah digelar sejak 13 Mei 2018 dan berakhir 18 November mendatang. Tema  Sepeda Nusantara yang diusung masing-masing kabupaten/kota berbeda-beda, Kota Medan sendiri mengusung tema, “Nusantara Medan Rumah Kita”.


“Saya minta agar Sepeda Nusantara 2018 ini sukses seperti ketika kita menggelar  Gowes Sepeda Nusantara 2017 yang juga gawean Kemenpora dan diikuti ribuan peserta,” kata Wali Kota berharap event ini semakin meningkatkan gairah masyarakat untuk berolahraga, teruma bersepeda. Pemko Medan, ungkapnya, tak bosan-bosannya mengajak masyarakat untuk berolahraga melalui Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di Lapangan Merdeka


“Melalui CFD, kita memberikan ruang kepada masyarakat untuk berolahraga.  Selain melengkapi Lapangan Merdeka dengan sejumlah peralatan olahraga, kita juga rutin melaksanakan senam jantung sehat yang manfaatnya sangat baik untuk kesehatan jantung. Di samping itu sejumlah ruas jalan kita tutup sehingga masyarakat bisa menggunakannya untuk jogging, bersepeda maupun bermain sepatu roda,” ungkapnya. (mar/rel)

Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi melepas keberangkatan  389 orang calon jemaah haji asal Kota Medan yang tergabung dalam kelopok terbang (Kloter) 7 di Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, Sabtu (28/7/2018) malam. Selain calhaj Medan, Kloter 7 juga berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera Utara seperti Asahan, Binjai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Mandailing Natal dan Tanah Karo.


Pelepasan keberangkatan ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih dan surar-surat kepercayaan yang dilakukan Wali Kota didampingi Kakan Kemenag Kota Medan Al Ahyu, Asisten Pemerintahan Setdakot Medan Musadad Nasution, Kabag Agama Adlan, Camat Medan Polonia Ali Nafiah serta Kabag Humas Ridho Nasution.


Diungkapkan Wali Kota, jumlah calhaj asal Kota Medan tahun ini sebanyak 2.407 orang. Mereka selanjutnya tergabung dalam sejumlah kloter yang berangkat menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Kuala Namu International Airport (KNIA). Sebelum melepas keberangkan calhaj asal Medan yang pertama ini, Wali Kota mengaku Pemko Medan melalui organisasi perangkat daerah (OPD)  telah melakukan persiapan.


"Jangan pikirkan rumah maupun keluarga yang ditinggalkan, sebab saya sudah mengistruksikan kepada seluruh camat, lurah dan kepling untuk mengawasi serta menjaga rumah maupun keluarga yang ditinggalkan para calhaj. Jadi fokus dan khusyuklah dalam menjalankan ibadah haji," kata Wali Kota.


Terakhir, Wali Kota  mengingatkan agar seluruh calhaj untuk menjaga kesehatannya masing-masing. Sebab, dituntut fisik dan tubuh yang bugar agar dapat melaksanakan semua rukun ibadah haji. Ditambah lagi,  cuaca di Tanah Suci berbeda dengan di Tanah Air sehingga harus dapat disikapi oleh para calhaj. “Jika merasa tubuh tidak enak, segera laporkan kepada petugas keloter  guna mendapatkan perawatan dari dokter maupun petugas medis,” pesannya.


Di Kloter 7 yang dilepaskan Wali Kota tersebut, calhaj asal Kota Medan sebanyak 366 orang. Kemudian 5 calhaj dari Asahan, Binjai 2 orang, Deli Serdang 7 orang, Tebing Tinggi, Mandailing Natal dan Tanah Karo masing-masing 1 orang.  Ada 2 calhaj  asal Medan yang gagal berangkat dalam Kloter 7 yakni Yuliar Muhammad Ilyas (66) dan Abdul Gani Muhammad Yatim (72) karena sakit. (mar/rel)

Share Berita

MEDAN, POC - Gempa dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WIB telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik. Gempa susulan juga masih terus berlangsung.
Hingga pukul 09.20 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 66 kali gempa susulan. Gempanya dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami. Ini adalah hal yang alamiah dimana setelah terjadi gempa besar, akan diikuti oleh gempa-gempa susulan yang lebih kecil dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng atau sesar yang ada.

Dampak gempa juga terus bertambah. Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan terus melakukan penanganan darurat. Hingga Minggu (29/7/2018) pukul 09.45 WIB tercatat dampak gempa menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka dan puluhan rumah rusak. Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata.

Data sementara dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat tercatat:

Di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak. Dari 8 korban meninggal terdapat satu orang warga negara Malaysia.  Identitas korban meninggal dunia: Isma Wida/P/30 thn warga negara Malaysia, Ina Marah/P/60 thn, Ina Rumenah/P/58 thn, dan 5 orang meninggal dunia dalam pendataan identitas oleh petugas.

Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan.

Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR. Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada.

Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten/Kota terdampak gempa. Tim Reaksi Cepat BNPB telah menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pendampingan BPBD. Update dampak gempa dan penanganan darurat akan terus disampaikan.
Demikian rilis yang diterima dari Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. (rel/mar)
Share Berita

MEDAN, POC - Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Arif Haryadian melakukan inspeksi mendadak (sidak) pendistribusian air di Asrama Haji, Jumat (27/7/2018).

Arif Haryadian didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin dan Asisten 1 Sekretaris Perusahaan Zaman K. Mendrof tiba di asrama haji Medan sekitar pukul 11.00 WIB. Rombongan disambut oleh Kacab Padang Bulan Nasib Saul Parapat bersama Kabag Jaringan Perpipaan dan PKA Hasoloan Sotarduga, Kabag Pemasaran Abdi Ridha dan dua petugas bagian jaringan perpipaan, yang bertugas memantau pendistribusian air di asrama haji yakni Ridwan Sitorus dan Tri Ihwan.

Kepada wartawan, Arif mengatakan, kedatangan pihaknya untuk memastikan pendistribusian air berjalan dengan baik dan lancar.

“Saya hanya ingin memastikan kalau pendistribusian air di Asrama Haji berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Arif lalu meninjau Flange Gate Valve yang berfungsi sebagai pengatur aliran air ke Asrama Haji Medan. Dilanjutkan dengan memeriksa kondisi meteran air yang keduanya berada di sebelah luar pintu gerbang masuk Asrama Haji.

Pada pemeriksaan di kedua lokasi ini, tidak ditemukan kendala dan air lancar mengalir ke kompleks asrama haji.

Arif Haryadian yang dikenal ramah dan akrab dengan pegawai ini, tampak serius melakukan pemeriksaan kran-kran air di beberapa titik untuk memastikan air mengalir dengan baik dan lancar.

Tidak berhenti sampai disitu, Arif Haryadian kemudian menjumpai Kepala UPT Asrama Haji Sutrisno untuk menanyakan kondisi pendistribusian air secara keseluruhan di Asrama Haji Medan. Dalam perbincangan keduanya yang terlihat akrab, Sutrisno menyampaikan bahwa ketersediaan di Asrama Haji Medan relatif cukup dan lancar.

“Ketersediaan air di Asrama Haji Medan relatif cukup dan berjalan lancar. Kalaupun debit air yang mengalir dari pipa kecil, kami disupplai dengan mobil tangki dua kali sehari,” jelas Sutrisno.

Tak lupa Sutrisno mengucapkan terima kasih kepada PDAM Tirtanadi atas perhatian dan kepeduliannya, pada penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya, dan juga atas perhatiannya pada ketersediaan air di Asrama Haji Medan.

“Terima kasih kami kepada Direksi dan seluruh karyawan-karyawati PDAM Tirtanadi yang peduli pada penyelenggaraan ibadah haji dengan memberikan souvenir handuk kepada jamaah calon haji Embarkasi Medan beberapa waktu lalu. Terima kasih juga atas kepeduliannya dalam ketersediaan air di Asrama haji ini,” kata Sutrisno.

Kepada Sutrisno, Arif Haryadian mengatakan bahwa PDAM Tirtanadi siap membantu kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam penyediaan air bersih di Asrama Haji Medan.

Menurutnya, untuk menjaga kelancaran air di Asrama Haji, PDAM Tirtanadi menempatkan 6 orang petugas yang standby di asrama haji yang dibagi dalam 3 shift yang bertugas secara bergantian selama 24 jam.

“Bila ada kendala pendistribusian air di Asrama haji, Bapak dapat memberitahu Petugas kami yang standby disini atau menghubungi saya,” kata Arif kepada Sutrisno.

Selesai berbincang dengan Kepala. UPT Asrama Haji, selanjutnya Arif Haryadian melihat kondisi 3 unit depot air siap minum yang ditempatkan di Asrama Haji Medan.

Kepada Kacab Padang Bulan, Arif Haryadian meminta agar Petugas selalu membersihkan depot air siap minum setiap harinya dan mengganti kran nya apabila rusak.

Arif Haryadian juga menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat yang sedang menggunakan depot air siap minum.

Warga mengaku bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya depot air siap minum ini karena selain menghemat, mereka juga tidak perlu keluar cukup jauh membeli minuman.

“Kami sangat terbantu Pak dengan adanya air siap minum ini, kami menghemat pengeluaran dan juga tidak perlu repot berjalan jauh keluar untuk membeli minuman,” kata salah seorang warga.

Hanya saja warga bertanya kenapa pada saat pertama kran dibuka air yang keluar panas, namun setelah beberapa saat airnya kemudian dingin.

Menjawab hal itu, Arif Haryadian menjelaskan bahwa air yang disuplay di Asrama Haji ini termasuk air di depot air siap minum ini bersumber dari Sibolangit yang masih alami dan dingin. Namun karena kran air terkena panas matahari maka air yang pertama keluar menjadi agak panas tapi setelah itu airnya akan dingin.

“Kami himbau kepada pengguna depot air siap minum agar terlebih dahulu membuang air yang keluar saat pertama kali kran di buka setelah itu baru dikonsumsi,” jelas Arif.

Arif Haryadian mengakhiri sidaknya dengan Sholat Jumat di Mesjid Namiroh yang berada di dalam kompleks Asrama Haji Medan.(maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T dzulmi Eldin S MSi mengajak seluruh anggota dan pengurus Dewan Pimpinan  Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Medan untuk terus menggalang kerjasama tim yang solid. Latar belakang  pemuda yang berbeda suku, agama, organisasi daerah maupun daerah asal bukanlah rintangan untuk merajut kebersamaan dalam wadah KNPI.


“Sehebat apapun anda sebagai seorang pribadi, anda masih memerlukan rekan-rekan  untuk bisa bersama-sama maju membangun KNPI Kota Medan.  Untuk itulah mari terus galang kejasama tim yang solid sehingga DPD KNPI Kota Medan lebih maju lagi ke depannya,” kata Wali Kota ketika meresmikan Kantor DPD KNPI Kota Medan Jalan Nibung II, kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (28/7/2018).


Wali Kota dalam sambutannya selanjutnya lebih jauh mengungkapkan, sejak kehadirannya 45 tahun lalu, KNPI telah mewarnai kehidupan demokrasi di Indonesia. KNPI yang lahir dari semangat generasi muda tak dinafikan lagi sebagai tempat berkumpulnya para pemuda yang memiliki dinamika, militansi dan idealisme serta  menonjol peranan dan kepeloporannya dalam mencetuskan ide-ide pembaharuan.


Peresmian Kantor DPD KNPI Kota Medan turut dihadiri Ketua Partai Perindo Sumut  Ir  Rudi Zulham Hasibuan, Ketua DPD KNPI Sumut Sugiat Santoso, Ketua DPD KNPI Kota Medan  El Adrian Shah, serta seluruh pengurus dan anggota KNPI. Selain peresmian yang ditandai dengan penarikan kain selubung penutup nama kantor oleh Wali kota, penandatanganan prasasti juga dilakukan pemotongan tumpeng.


Sementara itu Ketua DPD KNPI Kota Medan  El Adrian Shah mengatakan, peresmian gedung KPNI Kota Medan membuktikan bahwa status KNPI ada di Kota Medan. "Gedung ini kita harapkan dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan potensi yang mereka miliki. Tentunya kita harapkan melalui gedung yang baru ini akan lahir generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet pembangunan sekaligus pemimpin masa depan,” harap El Adrian.


Dalam membina dan menempa generasi, El Adriansyah menegaskan, tidak bisa dilakukan KNPI  semata tetapi harus dukungan penuh smeua pihak, terutama Pemko Medan. “Jadi kita mengharapkan Bapak Wali Kota tidak pernah bosan untuk membina, mengarahkan dan menasehati kita kearah yang lebih baik lagi, karena kita sadar namanya anak muda pasti banyak salahnya," ungkapnya. (mar/rel)

Share Berita

MEDAN, POC - Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA diwakili Kasatpol PP Provsu Anthony Siahaan memberangkatkan 284 orang Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumut untuk mengikuti Pesparawi Nasional 2018 di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada 28 Juli-3 Agustus 2018.

Acara pemberangkatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Sabtu (28/7/2018) pagi, dihadiri Ketua Lembaga Pengembangan Paduan Suara Gereja Daerah (LPPD) Sumut/Ketua Panitia Pesparawi Sumut Drs Jimmy Pasaribu MAP dan Ketua LPPD Kabupaten/Kota lainnya.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penampilan sejumlah kontingen Sumut yang akan tampil di Pesparawi Nasional. "Kepada para peserta dan panitia yang mewakili Sumut, kita harapkan dapat menjaga nama baik Provinsi Sumatera Utara, selama turnamen berlangsung. Kita mengharapkan kontingen ini dapat membawa piala ke Sumut," kata Anthony Siahaan.

Namun yang tidak kalah penting, lanjut Anthony, bagaimana melalui acara Pesparawi Nasional ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.  Kegiatan seperti merupakan hal yang positif, yang dapat meningkatkan aktifitas terutama generasi muda dan juga para pembimbing, sehingga dapat mengurangi kegiatan-kegiatan negatif yang terjadi bagi generasi muda seperti narkoba. “Para anak muda ini tak punya waktu dengan kegiatan-kegiatan negatif, karena fokus dengan kegiatan tersebut,” ujarmya.

Dia juga berpesan kepada peserta kontingen Pesparawi Sumut agar tidak menjadikan kegiatan itu sebagai beban, agar dapat menghadapi kompetisi dengan hati yang tenang dan lebih fokus. "Jangan jadi beban, senang-senang hati saja sehingga keluar auranya saat bertanding nanti," katanya.

Dikatakan juga, Pemprovsu sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini, sebab selain untuk keagamaan, kegiatan ini juga bisa sebagai ajang promosi seni dan budaya Sumut. "Pemprovsu siap mendukung kegiatan ini. Ini membuktikan bahwa Sumut tidak tergoyahkan dan kerukunan masih terus terjaga," ucapnya.

Dia juga mengimbau, agar kedepan pembinaan kepada generasi muda bisa lebih ditingkatkan, baik di tingkat desa maupun kabupaten/kota. "Dilakukan seleksi yang ketat untuk dilatih di tingkat provinsi, sehingga persiapan menghadapi tingkat nasional seperti saat ini bisa lebih siap. Jadi perekrutan itu harus dimulai dari tingkat bawah," paparnya.

Sementara Ketua Panitia Pesparawi Sumut Jimmy Pasaribu menyampaikan, kabupaten/kota hendaknya bisa melakukan turnamen Pesparawi setiap tahunnya, sekaligus untuk menjaring tim Pesparawi tingkat Sumut dan kemudian menjadi utusan Sumut dalam turnamen Pesparawi Nasional berikutnya.

"Kita juga selalu berharap ada anggaran atau bantuan dari kabupaten/kota sehingga dapat memacu kebolehan utusan Sumut kedepannya. Makanya kita meminta perhatian dari pemerintah kabupaten/kota untuk memasukkan anggaran pembinaan di APBD-nya masing-masing," paparnya.

Dia juga menyampaikan, kontingen yang akan diberangkatkan mengikuti Pesparawi tingkat nasional di Pontianak tersebut merupakan peserta dari seluruh daerah se-Sumut yang mengikuti Pesparawi pada tahun 2017 yang lalu.

Disampaikan juga, Tim Pesparawi Sumut akan mengikuti 12 Kategori, yaitu ; Solo Anak usia 8 -10 tahun dari Sibolga, Solo Anak usia 10-13 tahun dari Medan, Solo Remaja Putra dari Medan, Solo Remaja Putri dari Tapanuli Tengah, Vocal Group dari Medan, Musik Pop Gerejawi dari Asahan, Paduan Suara Anak (PSA) dari Dairi, Paduan Suara Remaja (PSR) dari Medan, Paduan Suara Wanita (PSW) dari Medan, Paduan Suara Pria (PSP) dari Medan, Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dari Tapanuli Tengah, dan Paduan Suara Etnik dari Nias Utara.(rel)
Share Berita

MEDAN BARU, POC- Polsek Medan Baru berhasil menciduk 5 orang penyabu dari 2 lokasi berbeda Jalan Taruma Belakang dan Jalan M. Idris, Medan Petisah yang diduga kuat menjadi sarang peredaran sabu, Jumat (27/7/2018).

Adapun kelima tersangka yang berhasil ditangkap adalah Abdul Rasyid (22) warga Jalan Paya Geli Sei Mencirim, Sunggal, Pertiwi Ika Sari (27) warga Jalan M. Idris Gang. Madras, Medan Petisah, Anjelai (60) warga Jalan M. Idris Gang. Madras, Medan Petisah, Juanda Syahputra (36) warga Jalan Pasundan Gang Ayah Ali, Medan Petisah dan Custo (31) warga Jalan Panci, Medan Petisah.

Dalam rilisnya, Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan bahwa penggrebekan dilakukan dibeberapa rumah yang sudah menjadi target kepolisian sektor Medan Baru.

"Penggeledahan di beberapa rumah tersebut membuahkan hasil dengan ditemukannya Narkotika jenis sabu-sabu, bong sebagai alat penghisap sabu berikut ribuaan plastik klip bening.
Awal penggeledahan di mulai dari Jalan Taruma Belakang dan setelah selesai penggeledahan kembali dilanjutkan ke Jalan M. Idris," terangnya singkat.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 2 plastic klip kosong, 1 unit HP Merk Xiomi, 1 unit HP Merk Mito, 1 paket sabu-sabu bungkus plastic putih, 6 buah plastic kosong yang berada dalam dompet kecil warna merah, 1 paket sabu-sabu bungkus plastic putih, 4 buah bong sabu, 16 buah mancis, 9 buah kaca pirex, 1 buah bong dari botol aqua, 1 paket sabu-sabu dan 1 botol aqua. (rom)
Share Berita

BELAWAN, POC - Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap 4 pelaku pencurian kelapa sawit di Pasar 9 Desa Manunggal milik PTPN II, Jumat (27/7/2018).

Adapun keempat tersangka yang diamankan adalah AS (32) warga Simpang Sukaramai, LK (25) warga Helvetia, ST (29) warga Simpang Kantor dan RK (35) warga Mangke Baru, Kecamatan Limapuluh.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan yang diwakili oleh Kompol Erinal mengatakan bahwa dari para pelaku diamankan barang bukti 8 ton kelapa sawit.

"Dalam beraksi, modus operandi para tersangka mengambil buah kelapa sawit tanpa seizin pihak PTPN II dan barang bukti yang berhasil kita dapat 8 ton kelapa sawit dan 2 truck," jelasnya singkat. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Berkali ucapan syukur dilafazkan wanita renta 71 tahun ini. Tangannya yang penuh kerutan mengusap wajah basahnya saat memijakkan kaki di asrama Haji Medan, kemarin.

"Alhamdulillah ya Allah," ucap Nenek Zakiya saat berbincang-bincang dengan awak media, menjelang keberangkatannya ke tanah suci. Impian yang selama puluhan tahun dirajutnya kini terwujud.

Ya, Nek Zakiya merupakan salah seorang jamaah calon haji (jch) yang masuk dalam daftar kelompok terbang (kloter) 4 tahun 2018, bersama ratusan jamaah asal Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Warga Jalan Garu 10, Tanjung Morawa ini menceritakan, kisah hidupnya yang pahit sejak suaminya pergi begitu saja meninggalkan dia dan 10 anak mereka.

"Sudah lama sekali peristiwa itu, nenek sampai lupa tahun berapa suami lari dari rumah," katanya sembari tersenyum.

Awal menjalani hidup sebagai single parent terasa berat, namun semua dilewati dengan ketabahan dan tawakalnya pada Allah SWT. Nek Zakiya percaya, dibalik penderitaan hidup yang dialaminya akan berbuah kebahagiaan yang hakiki.

"Saya jualan gorengan sejak nikah dulu. Jadi setelah ditinggal suami, otomatis semua beban keluarga dan anak-anak saya tanggung sendirian,"ujarnya.

Nek Zakiya berjualan berbagai macam aneka gorengan tak jauh dari rumahnya. Seperti pisang goreng, tahu isi, tempe, bakwan, risol dan ubi.

Penghasilannya dari berjualan gorengan tidak menentu. Terkadang habis, terkadang juga bersisa.

"Saat suami nenek pergi, di situ nenek memasrahkan diri pada Allah. Semoga Allah memberi jalan yang lebih baik. Dari hasil jualan gorengan, sedikit demi sedikit nenek nabung buat bisa berhaji. Kalau Allah masih beri nenek umur dan kesempatan," kata Nek Zakiya sambil tersipu malu. Wajahnya tampak bahagia, senyumnya tak pernah lepas.

Ditengah kegigihannya menabung uang demi menjalankan rukun islam kelima ini, Nek Zakiya kembali mendapat cobaan dari Allah SWT. Tiga anaknya berpulang ke rahmatullah mendahuluinya.

Tahun 2011, Nek Zakiya bersama rombongan pengajian di kampungnya mendaftarkan diri ikut ibadah haji. Bermodalkan uang Rp10 juta yang ditabungnya berpuluh tahun, Nek Zakiya dijadwalkan berangkat di tahun 2018.

"Allah selalu memberikan kita ujian supaya kita kuat, sekarang keinginan nenek agar bisa melihat baitullah bersama jutaan umat muslim lainnya, hal yang sudah lama nenek nantikan. Allah baik sekali, kalau kita terus berusaha dan berdoa Allah pasti berikan kemudahan. Saya diberi usia yang panjang dan kesempatan menunaikan ibadah," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Nek Zakiya berharap, setibanya di Madinah, Allah memberikan dirinya kesehatan dan kesempatan mengelilingi kabah dan mencium Hajar Aswat.

"Semoga Allah memberikan nenek kesempatan melihat Kabah dan mendoakan anak-anak disana. Tidak ada yang mustahil jika kita terus berdoa dan berikhtiar,"kata Nek Zakiya. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Anggota DPRD Medan, H.Ilhamsyah, SH menyayangkan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tidak lagi menjamin atau menanggung tiga pelayanan kesehatan yaitu katarak, persalinan bayi yang lahir sehat dan rehabilitasi medik, per 25 Juli 2018.


Ilham menilai dua pelayanan kesehatan yakni katarak dan persalinan bayi sehat masih sangat diperlukan masyarakat, khusunya di Kota Medan. "Terus terang kita menyesalkan ini, kenapa harus dihilangkan. Sampai saat ini masyarakat sangat memerlukan program ini," jelas anggota Komisi D DPRD Medan kepada wartawan, Jumat (27/7/2018).


Bayangkan saja, kata anggota dewan yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, banyak masyarakat di Medan yang hidup dibawah garis kemiskinan seperti di daerah pinggiran yang sudah barang tentu tidak akan sanggup membayar uang persalinan bayi yang terlahir sehat.


"Masyarakat sangat memerlukan pelayanan ini, dimana keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil," ucap politisi Golkar ini.


Begitu juga soal katarak, BPJS Kesehatan harusnya memberikan prioritas pada penyakit ini.


"Katarak juga termasuk yang harus mendapatkan prioritas, katarak ini banyak diderita masyarakat bawah. Kalau juga pelayanannya dihilangkan, pakai apa mereka berobat," tanya Ilham.


Ilham mengharapkan, BPJS bisa mempertimbangkan kembali pencabutan ini mengingat pelayanan kesehatan seperti persalinan dan katarak masih sanagat diperlukan masyarakat. "Harapan kita layanan persalinan dan katarak terap dalam jaminan BPJS," jelasnya.


Seperti diketahui, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat membenarkan, per Rabu (25/7), BPJS Kesehatan menerapkan beberapa implementasi.


"Pertama, Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, kedua Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan ketiga Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik," katanya.(maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan H.Rajudin Sagala SPdI menilai sistem zonasi pada peneriman peserta didik baru (PPDB) belum layak untuk diterapkan di kota Medan, sebab sistem ini sama dengan mendzolimi anak yang akan bersekolah di lembaga pendidikan negeri di kota Medan.

"Kita meniai sistem zonasi PPDB khusus untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum layak diterapkan di kota Medan," ujar Rajuddin Sagala kepada wartawab  di gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan Jumat (27/7/2018).

Sebab lanjut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, tidak semua kecamatan yang ada di Kota Medan memiliki SMP Negeri, sehingga sistem zonasi ini terkesan telah mendzolimi proses pendidikan di kota Medan.

Diakui Rajuddin, disaat kota itu sudah maju, kebutuhan lembaga pendidikan negeri sudah terpenuhi, semua kecamatan memiki sekolah negeri, sistem zonasi tersebut boleh diterapkan. Namun untuk kota Medan yang merupakan kota terbesar No 3 di Indonesia, belum sepenuhnya bisa dilakukan sistem zonasi tersebut.

Contoh kata Rajudin, di Belawan yang memiliki 5 Kelurahan hanya memiliki 1 SMPN, itupun letaknya di daerah Sicanang. Sedangkan di Marelan, dengan 5 Kelurahan justru memiliki 4 SMPN. Sementara anak-anak yang akan masuk SMP Negeri cukup banyak.
"Dengan demikian juga di Kecamatan Medan Tuntutan, dan kecamatan lain yang ada di wilayah pinggiran kota Medan, sehingga kalau sistem zonasi ini tetap diterapkan ada anak yang terdzolimi tidak bisa masuk di sekolah negeri, kalau sistem Zonasi ini diterapkan, bisa dipastikan banyak anak-anak yang tidak bisa masuk di SMP Negeri," tandas Rajuddin.

Padahal pada pasal 14 ayat 2 Peraturan Menteari Pendidikan dan Kebadayaan (Permendikbud) No 14 tahun 2018, menegaskan untuk masing-masing daerah di kabupaten/kota dipersilakan mencari cara sendiri
Artinya masih ada ruang bagi kabupaten/kota untuk menerapkan cara sendiri dalam PPDB ini. "Sehingga tidak murni harus menggunakan sistem zonasi," sebutnya.

Namun Dinas Pendidikan Kota Medan tidak menerapkan pasal 14 ayat 2 tersebut, Dinas Pendidikan Kota Medan masih terlalu kaku dalam menyikapi Permendikbud tersebut. Sehingga banyak ditemukan di lapangan banyak anak yang dekat dengan sekolah tapi tidak lulus.
"Kedepannya sistem seperti ini tidak lagi diterapkan, Dinas Pendidikan Kota Medan harus juga melihat prestasi anak, sehingga semua anak berhak dan layak masuk ke sekolah negeri.Sehingga kebijakan tersebut ditunjau ulang," tandasnya.(maria)
Share Berita

BELAWAN, POC - Tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan bersama POM AL menggrebek di 2 lokasi yang diduga merupakan basis peredaran narkoba dan judi di Kampung Kolam Kelurahan Belawan Bahagia dan Kampung Kolam II, Kamis (26/7/2018).

Dari hasil penggrebekan, petugas berhasil mengamankan beberapa orang pemain judi dinding dan pemakai sabu.

"Sebelum terjadi penggerebekan para BD sabu-sabu itu kami lihat sudah pada kabur. Diduga informasi penggrebekan ini sudah bocor bang," ujar salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan.

Ketika dikonfirmasi, Kasat Narkoba Polres Belawan, AKP Edi Safari membenarkan penggrebekan tersebut.

"14 orang yang kita aman am, 11 orang pria, 3 wanita," jelasnya singkat. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Sebanyak 32 jemaah calon haji (calhaj) Kabupaten Karo menunaikan ibadah haji pada musim haji 1439 H /2018 M.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo Dr H Dur Brutu kepada wartawan, Jumat (27/7/2018).

Kakankemenag Karo mengatakan, sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Medan, jemaah calhaj dilepas oleh Wakil Bupati Karo Cory Sri Wati Br Sebayang di Aula Kantor Bupati, Kamis (26/7)

Dur Brutu menyampaikan, Wakil Bupati berpesan kepada calhaj agar selama di tanah suci fokus melaksanakan ibadah haji, menjaga kesehatan dan perilaku, memperbanyak sabar serta mendoakan karo agar tetap kondusip

“Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi setiap umat Muslim yang mampu, dan berangkat menunaikan ibadah haji merupakan hal yang patut disyukuri,” pesan Wabup kepada calhaj.

Kakankemenag Karo juga mengatakan, jemaah calhaj Karo tergabung dalam Kloter 06/MES bersama calhaj Medan, Karo, Langkat, Labuhanbatu dan Serdang Bedagai.
Kloter 06/MES dijadwalkan take off dari Bandara Kualanamu Deli Serdang menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah? Sabtu (28/7) pukul 00.20 wib. (maria)

Share Berita

MEDAN, POC - Irsan Ardansyah (24) warga Jalan Budi Luhur, Dwikora Kec. Medan Helvetia babak belur dihajar massa. Pasalnya ia ketangkap tangan mencuri kotak infaq di Mesjid Mesjid Jamik Jalan Sei Mencirim Desa Medan Krio, Sunggal. Beruntung nyawa korban diselamatkan petugas Polsek Sunggal, Rabu (25/7/2018).

Menurut informasi, terbongkarnya pencurian kotak infaq ini berkat informasi dari Jamaah Mesjid Jamik yang memergoki pelaku bersama temannya, Yuda Irawan (DPO) membawa kotak infaq. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menangkap pelaku. Namun sayang, rekan pelaku Yuda Irawan berhasil kabur. Warga yang emosi langsung menghakimi pelaku. Beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan petugas Polsek Sunggal saat melintas dilokasi. Pelaku pun langsung dipotong ke Mako Polsek Sunggal.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Budiman Panjaitan membenarkan penangkapan tersebut.

"Terhadap tersangka di kenakan Pasal 363 ayat (2) Subs 362 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara," ujarnya.

Budi menjelaskan bahwa tersangka ditangkap setelah dipergoki jemaah mesjid saat membawa kabur kotak infaq.

"Modusnya pelaku pura-pura shalat, pelaku datang dengan mengendarai becak barang. Dari lokasi kita amankan barang bukti 1 unit becak barang, 2 buah tang, 1 buah gunting, 3 buah obeng, 1 buah kunci ring, 1 set shock, mata anak kunci T dan
1 buah kotak infaq warna coklat," jelasnya mengakhiri. (rom)
Share Berita

MEDAN, POC - Mengantisipasi terjadinya pemadaman aliran di IPA Deli Tua maka PDAM Tirtanadi melakukan perbaikan di Panel Pompa Distribusi agar dapat berfungsi mengalihkan power ke mesin genset pada saat aliran listrik dari PLN padam.

Hal ini disampakan Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi, Jumirin dalam siaran persnya kepada wartawan, Kamis (26/07/2018).

“Untuk mengantisipasi pemadaman aliran listrik, kami akan melaksanakan perbaikan di Panel pompa distribusi pada hari Jumat malam Sabtu (27/07/2018),” kata Jumirin.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan mulai pukul 23.00 WIB dan diperkirakan selesai pada pukul 01.00 WIB.

“Selama pelaksanaan pekerjaan perbaikan panel, IPA Deli Tua stop beroperasi selama 3 jam,” jelas Jumirin.

Pada saat yang sama, PDAM Tirtanadi juga melakukan pekerjaan penggabungan pipa transmisi 350 mm yang direlokasi akibat pekerjaan underpass di Jl. Katamso Titi Kuning.

“Memanfaatkan momen terhentinya operasi IPA Deli Tua maka kami melakukan pekerjaan penggabungan pipa transmisi 350 mm dilokasi proyek underpass Jl. Katamso agar gangguan air tidak berulang kali terjadi,” ujar Jumirin.

Pada dinihari Sabtu (28/07/2018) sekitar pukul 02.00 WIB, IPA Deli Tua akan beroperasi kembali namun karena pengisian pipa dan pemerataan tekanan memerlukan waktu lama maka pendistribusian air kepada pelanggan baru akan normal kembali pada siang hari Sabtu (28/07/2018).

Akibat terhentinya operasional IPA Deli Tua selama 3 jam, beberapa wilayah pelayanan mengalami gangguan air baik dari segi kualitas, kuantitas maupun kontinuitas.

Adapun wilayah pelayanan yang mengalami gangguan akibat pekerjaan tersebut yaitu :

1. Cabang Deli Tua :

Jl. Medan Deli Tua dari Pekan Deli Tua s/ Titi Kuning, Jl. Stasiun, Jl. Sari/ Jl. Benteng, Jl. Marindal, Kompleks Perumahan Bumi Serdang Damai, Jl. Kedai Durian

2. Cabang Medan Amplas :

Jl. Brigjend. Katamso, Jl. STM, Jl. Sakti Lubis, Jl. Garu I – II.

3. Cabang Medan Kota :

Jl. SM. Raja, Jl. Air Bersih, Jl. Avros, Jl. Saudara, Jl. Pelangi, Jl. Sempurna, Jl. HM. Joni, Jl. Halat, Jl. Amaliun, Jl. Laksana, Jl. Ismailiyah.

4. Cabang Tuasan :

Jl. Pancing, Jl. Selamet Ketaren, Jl. Perjuangan, Jl. Keruntung, Jl. Letda. Sujono, Jl. RSU. Haji.

5. Cabang HM. Yamin

Jl. Gurilla, Jl. Serdang, Jl. Pimpinan, Jl. Sentosa Baru.

6. Cabang Medan Denai

Jl. Bakti, Jl. Pasar merah, Jl. Pelajar Timur, Perumnas Mandala, Jl. Mandala By Pass.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, pelanggan yang mengalami gangguan air dapat melapor ke cabang terdekat atau melalui Halo Tirtanadi ke nomor 1500 922,” tutup Jumirin.(maria)
Share Berita

BELAWAN, POC - Kapal Tunda MT Anoman VI milik Pelindo 1 yang merupakan hibah dari Menteri Perhubungan Laut di tahun 1986 nyaris tenggelam. Ironisnya, kapal tersebut dalam kondisi mengkhawatirkan tanpa perhatian dari PT Pelindo 1 dan menjadi tontonan warga/nelayan, Kamis (26/7/2018)

Menurut informasi, Kapal Tunda MT Anoman VI milik pelindo 1 ini sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan. Sebelumnya kapal tersebut, terpacak di Dermaga Ujung Baru Pelabuhan Belawan. Namun saat ini, kapal tersebut dipindahkan dan dipacakkan di Dermaga Gudang 104 Pelabuhan Belawan dengan keadaan nyaris tenggelam.

Manajer Umum Pelindo 1 Cabang Belawan, Khairu Ulya membenarkan adanya kapal Tunda Anoman VI milik Pelindo 1 dalam keadaan miring nyaris tenggelam terpacak di dermaga Pelabuhan Belawan, Rabu (25/07/2018).

"Kapal tersebut hibah dari Menteri Perhubungan Laut pada tahun 1986 yang sekarang termasuk barang yang sudah dihapuskan," ujarnya.

Namun Khairu membantah pihaknya mengabaikan kapal Tunda hibah dari menteri perhubungan laut itu. "Kapal milik pelindo 1 itu sudah tidak dapat dioperasikan lagi, tinggal menunggu lelang untuk dihapuskan," terangnya.

Khairu juga menambahkan, Kapal Anoman VI ini sengaja di pacakan didermaga milik pelindo 1 agar dapat diawasi dan di kontrol oleh petugas keamanan pelindo 1.

"Jika dipacakan di tempat lain atau dikandaskan dipantai pantai yang berada diareal Pelabuhan Belawan dikhawatirkan aset aset kapal tersebut akan hilang," jelasnya mengakhiri. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC - Unit reskrim Polsek Labuhan terpaksa menangkap Sukani (56), pasalnya pria paruh baya yang tinggal di Jalan Young Panah Hijau, Belawan Bahari, Belawan kepergok mencuri kabel listrik milik PT PLN Persero, Kamis (26/7/2018).

"Sudah 2 kali saya mencuri pak, uangnya buat makan, saya gak ada kerja pak," ujar tersangka, Sukani kepada wartawan.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Pelabuhan Belahan, AKBP Ikhwan mengatakan bahwa tersangka tersangka telah melakukan berulangkali.

"Kita amankan pelaku tepat di Jalan Pelabuhan Raya depan Bank BRI, Selasa (24/07/2018) lalu dengan barang bukti,1 batang besi,1 batang kayu,1 buah tali untuk memanjat tiang,1 buah obeng,1 buah gergaji,1 buah tang potong,1 buah tang, tas dan sisa kupasan kabel "jelasnya singkat. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Komisi D DPRD Medan kembali menggelar rapat dengar pendapat (rdp) membahas permasalahan Masjid Amal Silaturahim yang bertempat di Komplek Rusun Sukaramai, Jalan Timah Putih, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, Rabu (25/7/2018).

Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturahim (APMAS) menolak rencana pemindahan masjid oleh Perum Perumnas dalam proyek peremajaan dan pembangunan rumah susun Sukaramai.
Masyarakat menuding Perum Perumnas memperlakukan masjid seperti pedagang kaki lima dan menyesalkan sikap pemerintah yang seolah membiarkan mesjid dipindahkan.

Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi D Salman Alfarisi dan didampingi Ketua Komisi D Parlaungan Simangunsong, Affan Lubis Ketua APMAS menyebutkan, masjid tersebut merupakan tanah wakaf. Dan menurut undang-undang, harta benda yang sudah diwakafkan dilarang dihibahkan maupun dialihkan dalam bentuk yang lain.

"Kecuali untuk kepentingan umum dan tidak bertentangan dengan syariat. Tapi ini kan untuk komersial, makanya kami menolak pemindahan ini meskipun hanya digeser dan dibangun masjid pengganti,"sebut Affan Lubis didampingi kuasa hukum APMAS Irwansyah SH MHum.

Sementara pihak Perum Perumnas yang diwakili Hari Raharjo mengatakan, pihaknya sudah membangun masjid pengganti yang berjarak sekitar 50-60 meter dari lokasi masjid lama. "Meski kami sudah bangun masjid pengganti, tapi sampai sekarang masjid lama tetap berdiri. Artinya masalah ini kami sangat berhati-hati dan berusaha tidak salah langkah. Tapi kami juga sudah mengirimkan surat ke kementrian agama. Jika sudah keluar dari kementrian, kami mohon maaf jika harus memindahkan mesjid,"ucap Hari.

Salman Alfarisi menanyakan adakah dilampirkan pemindahan masjid dalam berkas IMB yang diajukan pihak Perum Perumnas.

Kepala Bidang Penataan dan Lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Kota Medan, Ashadi Cahyadi beralasan pihaknya hanya meneliti kelengkapan berkas. "Kami tidak tahu ada perpindahan masjid. Kami hanya berpegangan pada undang undang tata ruang. Karena kami nilai layak, makanya IMB dikeluarkan,"sebut Ashadi.

Salman menilai ada kesalahan dalam penerbitan IMB dan diduga tak ditinjau. "Apakah di lokasi masjid lama itu akan dibangun bangunan atau tidak?" Ujar Salman seraya menyebutkan IMB yang dikeluarkan PKP2R cacat hukum dan harus dilakukan peninjauan kembali.

Sementara jamaah masjid tetap kukuh menolak pemindahan masjid dan berencana merenovasi rumah ibadah tersebut lebih besar serta indah.

Rdp tersebut dihadiri, Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Medan Prof M Hatta dan sejumlah jamaah masjid. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Kabar duka didapat dari Madinah. Seorang jamaah calon haji (jch) kloter 02 asal Kabupaten Asahan meninggal dunia.

Berdasar informasi yang diperoleh awak media dari Humas Kemenag Sumut, jch Indonesia asal kloter 02 MES atas nama Katio Simanjuntak bin Abdul Majid meninggal dunia sekitar pukul 10.15 WAS di Rumah Sakit al Anshor Madinah.

Pria 59 tahun ini merupakan warga Dusun II Alang Bonbon, Aek Kuasan, Kabupaten Asahan. Namun sayangnya tidak diketahui penyebab jamaah ini meninggal.
"Sampai sekarang belum diketahui apa penyebab jamaah ini meninggal," ujar Imam Khair, Humas Kemenag Sumut, Rabu (25/7/2018).

Untuk diketahui, sebelumnya jumlah jamaah di kloter 2 sebanyak 395 orang. Terdiri dari 375 jamaah calhaj asal Asahan, 2 berasal dari Labuhan Batu, 5 Tanjung Balai, 1 Sergai dan 2 dari Kabupaten Langkat. Selanjutnya didampingi 8 petugas selama menjalankan ibadah haji di tanah suci.
Kloter 2 berangkat dari Bandara Kualanamu, Senin (23/7/2018) dan tiba di Madinah, Selasa (24/7/2018). (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Bupati Labuhan Batu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhan Batu, untuk mengisi kekosongan jabatan, setelah Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi.


Hal itu ditandai dengan penyerahan surat Gubernur Sumatera Utara Nomor 005/5478 tentang Pelaksana Tugas Bupati Labuhan Batu tertanggal 24 Juli 2018, oleh Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (25/7/2018).


"Saya menyerahkan surat penunjukan Pelaksana Tugas Bupati kepada Wakil Bupati untuk melanjutkan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Labuhan Batu," ujar Eko Subowo, yang didampingi Asisten Pemerintahan Drs Jumsadi Damanik SH MHum, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus SE MPd, dan Kepala Biro Otonomi Daerah Drs Basarin Yunus Tanjung MSi.


Eko berharap, seluruh bupati dan walikota, khususnya  Plt Bupati Labuhan Batu Andi Suhaimi Dalimunthe tetap waspada terhadap area rawan korupsi dan menghindarkan diri dari tindakan potensial yang mengarah pada korupsi. "Bupati dan walikota harus  waspada  dan menghindarkan diri dari tindakan yang potensial  mengarah pada korupsi," tegasnya.


Disampaikannya, ditunjuknya Andi Suhaimi sebagai Plt Bupati Labuhan Batu berawal dari keluarnya surat Deputi Bidang Penindakan KPK RI No.B/518/dik.00/23/7/2018 tanggal 18 Juli 2018 tentang pemberitahuan penahanan Bupati Labuhan Batu, bahwa KPK melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan sejak 18 Juli 2018 hingga 6 Agustus 2018.


Berdasarkan surat itu, Mendagri lalu menyurati Pj Gubsu untuk menyahuti surat KPK dan menunjuk Wakil Bupati Labuhan Batu sebagai Pelaksana Tugas, agar tidak terjadi kekosongan jabatan dan menjaga jalannya roda pemerintahan di Labuhan Batu. Surat Mendagri itu bernomor 13.12/5084/SJ tentang Penugasan Wakil Bupati Labuhan Batu selaku Pelaksana Tugas Bupati Labuhan Batu, tertanggal 23 Juli 2018.


Penunjukan Plt Bupati Labuhan Batu tersebut juga sesuai dengan pasal 65 ayat 3 UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menyebutkan, kepala daerah yang sedang menjalani masa tahanan, dilarang melaksanakan tugas dan kewenangannya. Kemudian pasal 66 ayat 1 menyebutkan, wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah, apabila kepala daerah menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara.


Disampaikan juga, sesuai  dengan ketentuan, wakil kepala daerah yang melaksanakan tugas dan kewajiban kepala daerah, tetap dibayarkan gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya. Serta biaya operasional selaku wakil kepala  daerah, sesuai  ketentuan perundang-undangan.


Juga dapat menggunakan biaya penunjang operasional kepala daerah untuk koordinasi, penanggulangan kerawanan sosial masyarakat, pengamanan dan kegiatan khusus lainnya, dengan mempertimbangkan azas penghematan, kepatutan, sesuai dengan ketentuan perundang undangan.


Sementara  itu, Plt Bupati Labuhan Batu H Andi Suhaimi mengatakan dalam sisa masa jabatan  2,5 tahun kedepan akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat Labuhan Batu. " Insya Allah, saya akan  memberi yang terbaik kepada masyarakat Labuhan Batu dan melaksanakan  tugas  dengan sebaik baiknya," ujarnya.(mar/rel)

Share Berita

TARAKAN, POC - Ribuan warga Kota Tarakan, Kalimantan Utara yang tumpah memenuhi Jalan Kol L Yos Sudarso menyaksikan Pawai Budaya Nusantara guna memeriahkan pembukaan Rapat Kerja Nsional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XIII memberikan aplaus cukup meriah kepada tim pawai Pemko Medan, Rabu (25/7/2018).


Dengan mengenakan Batik Medan hasil kerajinan tangan para pengerajin batik di Kota Medan yang didominasi warna hijau dan kuning serta mengusung motif tepak sirih,tari Melayu, payung serta bunga tembakau tersebut, tim pawai Pemko Medan berhasil menarik  sekaligus mencuri perhatian warga yang telah berkumpul sejak pukul 12.00 WIB.


Hal ini tidak terlepas dari penampilan atraktif para peserta pawai yang dipimpin Asisten Pemerintahan Setdakot Medan Musadad Nasution. Sejumlah pemusik tampil menawan memainkan alat musik tradisionil Melayu seperti biola, gendang serta  arkadion di atas mobil pick-up yang telah  dihias bernuansa Melayu disertai logo besar Pemko Medan di bagian depan, membuat para pengunjung ikut latah berjoget sambil berteriak, “Horas Medan” berulangkali.



Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  diwakili Asisten Pemerintahan Setdakot Medan Musadad Nasution mengatakan, tim pawai Pemko Medan mengusung tema Colorful Medan dalam Pawai Budaya Nusantara tersebut. Dijelaskannya, Colorful Medan  sebagai bentukrefleksi menggambarkan kondisi Kota Medan yang kayaakan  alam, budaya, modernisasi, kuliner, sejarah serta warganya yang multicultural namun hidup damai berdampingan.


“Colorful Medan kini menjadi logo tipe dalam brand destinasi Pariwisata Kota Medan yang digunakan untuk menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang mengunjungi Kota Medan. Oleh karennya Pawai Budaya Nusantara ini kita jadikan sebagai momen untuk lebih mengenalkan  colorful Medan tersebut. Alhamduliillah, ribuan warga Tarakan sangat mengapresiasi dan mengapalus tim pawai kita,” kata Musadad.


Pawal Budaya Nusantara ini digelar setelah berakhirnya pembukaan Rakernas APEKSI XIII. Peserta pawai dilepas Ketua APEKSI didampingi Wali Kota Tarakan. Sebanyak 98 kota ikut serta dalam Pawai Budaya Nusantara tersebut. Pelepasan dilakukan dari panggung utama di Jalan Kol Yos Sudarso, persisnya samping  Kantoe Pos/Balai POM Tarakan dan  finish di depan Masjid Al Ma’arif.(mar/rel)

Share Berita

MEDAN, POC – Bidang kehumasan punya peranan penting di era digital saat ini. Karena publik membutuhkan informasi yang cepat, luas dan akurat. Semua itu dapat difasilitasi dengan kemajuan teknologi informasi.

Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu Zonny Waldi pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kehumasan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)  dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara (Sumut) yang diadakan oleh Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu di Hotel Hermes Medan, Rabu (25/7/2018). "Dengan dukungan teknologi informasi, semua kegiatan Pemerintah Provinsi maupun kabupaten/kota dapat dikabarkan langsung kepada masyarakat," katanya.


Humas, kata Pj Gubsu, berfungsi  mengabarkan pelaksanaan program unggulan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). "Itu agar semua bisa diketahui publik dan masyarakat dapat mengevaluasi kemanfaatan sebuah kegiatan dengan memberikan tanggapan, komentar serta masukan atas kegiatan yang dilaksanakan," katanya.


Pj Gubsu juga  mengharapkan, Kehumasan harus selalu berbenah dan menyiapkan kemampuan terkait perkembangan teknologi informasi. "Kegiatan kehumasan bersentuhan langsung dengan perubahan perkembangan teknologi. Untuk itu Humas harus selalu melakukan peningkatan kemampuan dan kapasitas seperti pembuatan berita, foto, video, komunikasi antar lembaga, dan media informasi," katanya.


Karena itu, Pj Gubsu berharap, melalui rapat koordinasi ini akan lahir sinergitas antar pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota. "Semoga muncul kekompakan antar Humas, sekaligus menguatnya Humas secara kelembagaan dan anggaran dalam menunjang tugas pemerintah dan pelayanan publik, serta penyelenggaraan pembangunan dan kemasyarakatan," katanya.


Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus yang juga sebagai nara sumber mengatakan, agar Humas pemerintah kabupaten/kota mengutamakan fungsi Humas. "Kita berharap tidak menitikberatkan pada lembaga. Kita di manapun, fungsi Humasnya harus diangkat," katanya.


Rakor tersebut, kata Ilyas, bertujuan mengumpulkan Humas kabupaten/kota untuk menyamakan persepsi. "Tapi bukan dari sisi lembaganya. Kita ingin melakukan penguatan dari sisi Humasnya. Dalam acara ini kita akan mencoba memberikan pemahaman dan kebersamaan dari sisi peran Humas itu sendiri, karena keberadaan pimpinan kita, walikota bupati, gubernur, wagub, sekda akan tercermin pada kerja Humas," ujar Ilyas.


Sebelumnya, Ketua Panitia Rakor Bidang Kehumasan yang juga Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Dra Indah Dwi Kumala menyampaikan, Rakor tersebut bertujuan untuk memperkuat silaturahmi antara pejabat kehumasan pemerintah provinsi dan daerah kabupaten/kota. “Membangun sinergitas dan sinkronisasi program kehumasan, serta membangun jaringan kerjasama antar pemerintah provinsi dengan kabupaten kota," ujar Indah.


Selain itu, Indah juga melaporkan, target yang menjadi keberhasilan rakor tersebut dintaranya terbentuknya forum dan jaringan kehumasan provinsi serta kabupaten/kota. "Selain itu nantinya akan tersedia dokumen program kerja yang termaktub dalam Renja masing masing kabupaten/kota," ujarnya, sembari menyampaikan Rakor berlangsung mulai 25-26 Juli 2018.(mar/rel)

Share Berita

MEDAN, POC- Sesuai jadwal kelompok terbang (kloter) 383 jamaah calon haji (jch) asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina)  berangkat malam ini, Selasa (24/7/2018). Namun 2 jamaah batal berangkat karena kondisi kesehatan.

Hal ini diketahui setelah para jamaah menjalani proses pemeriksaan kesehatan. Bahkan seorang jamaah terpaksa dirawat di Rumah Sakit Haji Medan dan seorang lagi dirujuk ke klinik haji.
Mereka yakni, Sutan Mahmud Nasution Bin Jaborayun (77) asal Purba Julu Puncak Sorik, Kotanopan, Mandailing Natal dan Jamilah Husin Jambak Binti Sahara Lubis (69), warga asal Simpang Gambir Lingga Batang, Kabupaten Mandailing Natal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madina Muksin Batubara menyatakan jemaah  dari Madina seluruhnya dalam keadaan sehat walafiat kecuali ada 2 yang dirawat di rumah sakit.

Menurut Muksin para jemaah calon haji ini bagian pertama dari jemaah Madina yang nantinya juga akan ada 100 orang bergabung dengan kloter 8.

Dikatakan Muksin, jamaah Madina mayoritas berusia 60 tahun ke atas. Namun dari segi fisik mereka tampak sehat dan latar belakang dari keseharian mereka adalah petani dan pedagang.

Sebelumnya diinformasikan, jamaah calhaj Madina diberangkatkan dari Panyabungan dan dilepas oleh Bupati Madina Dahlan Hasibuan.(maria)
Share Berita

TARAKAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menghadiri acara Welcome Dinner yang digelar dalam rangka menyambut pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas APEKSI) XIII tahun 2018 di Taman Sekampung Jalan Sei  Sesayap, Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (24/7/2018).


Dalam sambutannya, Wali Kota Tarakan Ir Sofian Raga MSi mengucapkan terima kasih kepada Ketua APEKSI Airin Rachmi Diani SH MH beserta seluruh Wali Kota yang tergabung dalam APEKSI, karena telah mempercayakan Kota Tarakan sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI XIII tahun 2018  yang berlangsung mulai 24-28 Juli mendatang.


Secara ringkas Sofian memaparkan tentang Kota Tarakan yang memiliki luas sekitar 258  km2 dengan jumlah penduduk 253.000 jiwa. Diungkapkannya, ada 2 sejarah yang terjadi di Kota Tarakan yang tidak bisa dilupakan masyarakatnya. Pertama di tahun 1896, Pemerintah Hindia Belanda sudah datang ke Kota Tarakan untuk mengeksploitasi minyak. Sedangkan yang kedua, pecahnya perang dunia kedua tahun 1942, dimana Kota Tarakan menjadi tempat pertempiran sengit antara Belanda, Jepang dan Australia.


"Guna mengingatkan peristiwa penting dan bersejarah ini, kami mendirikan dua museum yakni museum perminyakan serta museum perang dunia kedua yang terjadi di Tarakan,” katanya menambahkan akan berupaya menjadikan Tarakan sebagai kota perdagangan, industri, jasa, perikanan dan pariwisata.


Sementara itu Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi yang hadir didampingi sejumlah pimpinan organisasi pimpinan daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan, termasuk Kabag Hubungan Kerjasama M Rivai Nasution berharap Rakernas APEKSI menghasilkan keputusan yang bermanfaat dalam upaya memajukan kota yang tergabung di APEKSI.


Apalagi ungkap Wali Kota, sebelum Rakernas APEKSI, para Wali Kota telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah usulan disampaikan kepada Presiden. “Semoga apa yang kita usulkan itu dapat ditindaklanjuti Bapak Presiden, sebab intinya untuk kemajuan seluruh kota,” jelas Eldin.


“Di samping itu dalam Rakernas APEKSI ini, seluruh Wali Kota akan membahas tentang permasalahan yang dialami kota serta memberikan masukan kepada pemerintah melalui rekomendasi yang dihasilkan nantinya. Yang lebih penting lagi, melalui Rakernas APEKSI ini terus kita bangun semangat kebersamaan untuk terus membangun dan melakukan inovasi sehingga masing-masing kota menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkapnya.


Pelaksanaan welcome dinner berlangsung meriah. Wali Kota Tarakan menyambut satu persatu Wali Kota yang datang, termasuk Wali Kota Medan. Setelah itu Wali Kota Tarakan memberi cindera mata sebagai ungkapan rasa terima kasih sekaligus bentuk penghormatan atas kedatangan mereka ke kota yang dikenal dengan julukan Bumi Paguntaka tersebut. (mar/rel)

Share Berita

SURABAYA, POC - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Yoha Yambise memberikan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Pratama 2018 kepada Pemko Medan di Dyandra Convention Centre, Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/7/2018) malam. Penghargaan itu diberikan karena Pemko Medan dinilai berkomiten penuh dan sangat peduli memenuhi hak dan perlindungan anak.


Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan Damikrot Harahap yang menerima penghargaan tersebut. Penghargaan itu diberikan pada peringatan puncak Hari Anak Nasional 2018.


Selain Kota Medan, ada 177 kabupaten kota yang mendapatkan penghargaan KLA dengan berbagai kategori dari Kementrian PPPA tersebut. Untuk kategori  Pratama sebanyak 113 kabupaten/kota, Madya 51 kabupaten/kota, Nidya 11 kabupaten/kota dan Utama 2 kabupaten/kota.


Dikatakan Menteri PPPA, baru sekitar 35% daritotal 508 kabupaten/kota yang ada di Indonesia menuju KLA. Oleh karenanya melalui penghargaan yang diberikan tersebut, Menteri PPPA berharap dapat menjadi spirit dan motivasi bagi kabupaten/kota yang belum mendapatkan KLA untuk berbenah. Dengan demikian ke depannya semakin bertambah jumlah kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan KLA tersebut.


Selain itu Kementrian PPPA juga memberikan penghargaan lain, seperti penghargaan Pemenuhan Hak Sipil Terbaik, Pembinaan Anak Daerah terbaik, Pencegahan Pernikahan Dini Terbaik, Puskesmas Terbaik, Pelayanan Ramah Anak Terbaik, serta  Sekolah Ramah Anak Terbaik,


Usai menerima penghargaan, Damikrot menjelaskan, keinginan Pemko Medan Medan sebagai Kota Layak Anaktelah dilakukan sejak tahun 2011 dengan menetapkan 2 dari 151 kelurahan yang ada di Kota Medan sebagai Kelurahan Layak Anak. .


Lanjut Damikrot, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menerbitkan Surat Keputusan No.463/1100.K/XII/2017 tentang pembentukan Gugus Kota Layak Anak Kota Medan yang mempunyai tugas diantaranya mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan dan pengembangan KLA. Kemudian sosialisasi, advokasi, informasi dan edukasi kebijakan KLA.


“Semua yang dilakukan ini demi anak kita, sebab mereka merupakan generasi penerus bangsa, termasuk penerus estafet pembangunan di Kota Medan. Oleh karenanya kita harus berupaya memenuhi  segala hak anak sekaligus memberikan perlindungan terhadap mereka,” jelas Damikrot.(mar/rel)

Share Berita

MEDAN, POC – Seluruh elemen masyarakat dan stakeholder diharapkan terlibat dalam mensukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Naisonal (MTQN) XXVII yang akan digelar di Sumatera Utara (Sumut). Karena, kesuksesan MTQN XXVII diharapkan menjadi marwah atau kehormatan bagi daerah ini.


Hal itu terungkap dalam acara coffee morning yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) dengan stakeholder dalam rangka sosialisasi penyelenggaraan MTQN XXVII di Aula Transparansi Diskominfo Provsu, Medan, Selasa (24/7/2018). “Untuk itu, MTQN kali ini harus bisa lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya,” kata Kepala Diskominfo Provsu M Fitriyus.


Dukungan dan keterlibatan semua pihak dalam mensosialisasikan MTQN sangat dibutuhkan. “Bagi BUMN, BUMD, Ormas, tokoh masyarakat, semua harus terlibat untuk mensukseskan MTQN,” ujar Fitriyus.


Fitriyus menyebutkan ada 3 jenis media yang bisa digunakan untuk mensosialisasi dan mempublikasikan MTQN. “Jadi kita bisa manfaatkan media cetak seperti surat kabar, majalah, leaflet, brosur, spanduk, bando dan baliho. Elektronik itu bisa TV dan radio pemerintah daerah, dan media sosial,” katanya.


Selain itu, semua pihak juga diharapkan secara berantai melakukan sosialisasi. Ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, termasuk masyarakat, mahasiswa atau universitas, BUMN/BUMD, instansi vertikal, pegawai pemerintahan dan kelurahan. Diskominfo, kata Fitriyus, telah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan MTQN. Di antaranya bekerjasama dengan provider dan menyebarkan SMS tentang penyelenggaraan MTQN ke masyarakat.


Sementara itu, Ketua LPTQ Sumatera Utara Asren Nasution mengatakan kunci sukses MTQN itu adalah publikasi kepada masyarakat. “Jika publikasi berhasil, maka akan banyak pengunjung yang mendatangi arena setiap hari,” ujarnya.


MTQ Nasional, kata Asren, tidak hanya sekadar lomba. MTQN yang diadakan di Sumatera Utara akan jadi sejarah bagi generasi di masa depan. “Indonesia merupakan negara satu-satunya yang menyelenggarakan MTQ dari tingkat desa hingga nasional, tentu saja ini merupakan sejarah bagi masyarakat Sumatera Utara, selain itu perlu 47 tahun agar kita bisa menjadi tuan rumah MTQ Nasional ini,” ungkapnya.


Asren mengatakan, semua jajaran Pemprov harus ikut menyukseskan event nasional ini. “Tidak ada alasan bagi seluruh jajaran Pemprov untuk tidak menyukseskan MTQN XXVII ini, kita ingin buat sejarah,” katanya.


Saat ini pengerjaan pembangunan Astaka MTQN yang ada di Jalan Pancing sudah mencapai 85%. Selain lomba, banyak kegiatan yang diselenggarakan saat MTQN. Mulai dari lomba hingga pameran yang akan diisi oleh berbagai komponen masyarakat sampai kementrian.


Asren menyampaikan, 108 peserta MTQN dari Sumatera Utara yang telah didaftarkan dan lolos 100 persen. Sementara itu ada 122 peserta dari provinsi lain yang gugur lantaran masalah administrasi. Asren juga menginformasikan bahwa sekretariat MTQN saat ini berada di kantor Gubsu lantai 8. Sekretariat atau posko juga telah didirikan di masing-masing kantor bupati dan walikota di Sumut, serta Bandara Kualanamu.


Dalam pelaksanaan MTQ nasional ini, Diskominfo bersama Biro Humas dan Keprotokolan serta instansi penyiaran terkait bertanggungjawab pada publikasi dan siaran. Turut hadir pada kesempatan tersebut, OPD Pemprovsu, senat mahasiswa, serta pihak terkait.(mar/rel)

Share Berita

MEDAN, POC - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut akhirnya menetapkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah sebagai Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Terpilih periode 2018-2023.

Penetapan tersebut dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka KPU Sumut di salah satu hotel berbintang di Medan, Selasa malam (24/7/2018) dan dituangkan dalam SK KPU Sumut nomor 160/PL.03.7/Kpt/12/Provinsi/VII/2018.

Dalam rapat pleno tersebut, KPU menyatakan pasangan Edy-Musa meraih 3.291.137 suara atau 57,58 persen.
Usai ditetapkan, KPU Sumut menyerahkan berita acara rapat pleno itu ke Wagubsu terpilih Musa Rajekshah, sedangkan Gubsu Terpilih Edy Rahmayadi tidak hadir dalam rapat pleno tersebut.

Berita acara penetapan pasangan terpilih itu juga diserahkan kepada pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang diwakili Ketua Tim Pemenangan mereka, Jumiran Abdi.

Usai menyerahkan berita acara, Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea, mengatakan pihaknya akan segera menyerahkan hasil rapat pleno tersebut ke DPRD Sumut untuk selanjutnya memproses surat pelantikan.

"Dengan penyerahan berita acara penetapan tersebut ke DPRD Sumut untuk menyiapkan pelantikan Gubsu dan Wagubsu terpilih, maka tugas KPU Sumut telah usai.
Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada dua pasangan cagub-cawagub dan tim pemenangannya, parpol, serta Polda Sumut dan Kodam I Bukit Barisan yang mendukung kesuksesan pelaksanaan Pilgubsu 2018,"ujar Mulia seraya meminta maaf jika ada kekurangan pihaknya sebagai penyelenggara pemilu.

Menurut catatan, Pilgubsu 2018 diikuti dua pasangan calon yakni pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (nomor urut 1) yang diusung Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, Partai Gerindra, PAN, dan PKS.
Sedangkan nomor urut 2 adalah pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PDI Perjuangan.

Pada kesempatan itu, Wagubsu terpilih H Musa Rajekshah mengatakan, sejumlah hal yang merupakan kebutuhan masyarakat Sumut akan menjadi prioritas pertama mereka setelah nantinya dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut.

"Apa-apa yang terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara akan kami lakukan. Untuk saat ini pendidikan, infrastruktur, lapangan kerja akan jadi prioritas kami," kata pria yang akrab disapa Ijeck itu kepada wartawan usai penetapan oleh KPU Sumut

Ijeck juga mengucapkan syukur kepada Allah. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para partai pendukung serta masyarakat Sumatera Utara yang telah menggunakan hak pilihnya serta mempercayakan pilihannya kepada mereka.

"Semoga dengan kepemimpinan lima tahun ke depan kami bisa menjawab semua harapan masyarakat Sumut," katanya. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC – Pihak developer pelaksana pembangunan revitalisasi Pasar Timah di Jalan Timah Kecamatan Medan Area dari CV Dwi Jaya, Sumandi Wijaya berharap Pemko Medan bersifat tegas soal kelanjutan revitalisasi pasar. Sebab, persyaratan untuk membangun sudah terpenuhi keseluruhan.

“Apalagi yang harus saya kerjakan, seluruh kelengkapan syarat pembangunan sudah saya penuhi. Kita berharap ada ketegasan Pemko untuk menata pedagang, biar kita dapat kerja”, harap Sumandi Wijaya di gedung DPRD Medan saat menghadiri undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi C DPRD Medan, Selasa (24/7/2018).

Menurut Sumandi, terkait masih adanya sengketa dan proses hukum sehingga Pemko Medan belum melakukan pengosongan lahan tersebut merupakan 'tameng' untuk mengulur-ulur dilakukannya revitalisasi.

Sebab, proses gugatan baik itu di PTUN maupun Kasasi hingga Mahkamah Agung (MA) tetap menolak gugatan dari para pedagang yang menolak revitalisasi pasar tersebut.

Sumandi juga menekankan, bahwa terkait pengosongan pedagang di kawasan pasar timah, pihaknya sudah berulangkali menyurati pihak Pemko Medan dalam hal ini Satpol PP. Kemudian, juga telah menyurati pihak kepolisian.

"Jadi, sekali lagi saya tekankan sampai kapan lagi kami (Pengembang-red) menunggu pengosongan pedagang disana? Harusnya Pemko Medan tegas lah!" tukasnya pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi C Hendra DS dm dihadiri anggota komisi diantaranya Beston Sinaga, Kuat Surbakti, Zulkifli dan Dame Duma.

Ia menjelaskan, pembangunan pasar ini dirancang tiga lantai. Dengan tiap-tiap lantai dasar untuk pedagang lama disediakan 200 kios, lantai dua akan dikelola pengembang dan lantai tiga akan diperuntukkan bagi usaha kecil menengah (UKM) secara gratis.

Anggaran pembangunan pasar Timah ini ditanggung pengembang dengan perkiraam harga senilai Rp30 miliar secara sistem BTO (Build Transfer Operatational).

“Jadi bukan seperti selama ini memakai sistem BOT, setelah kita bangun, bayar lalu operasikan pasar tersebut,” ujarnya.

Sekretaris Satpol PP, Rahmat Harahap yang hadir di rdp tersebut, mengakui bahwa persoalan pasar timah terjadi akibat adanya ketidakharmonisan antara Pemko Medan terkait persoalan hukum yang sedang berjalan mengenai pasar timah.

Hendra DS juga menyesalkan kelambanan Pemko Medan merevitalisasi Pasar Timah. "Kalau sudah merupakan program diharapkan harus terealisasi dan jangan ditunda tunda. Pemko harus tegas soal penataan dan revitalisasi pasar. Bagaimana mungkin kota Medan menjadi maju dan bagus kalau program saja tidak dijalankan. Pogram revitalisasi pasar tradisional di Medan ini bertujuan untuk menyejahterakan pedagang serta penataan kota lebih baik," ujar Hendra.

Persoalan ini muncul lantaran sebagian pedagang menolak pindah dari lokasi semula. Hal ini dikarenakan, pedagang menilai lokasi jualan mereka masih layak dan tidak perlu relokasi.

Selanjutnya, rapat ditunda dan dijadwalkan akan kembali digelar Senin 30 Juli 2018. Komisi C akan mengundang Sekda Pemko Medan, Asisten Umum, Dinas PKP2R, serta kabag hukum. (maria)
Share Berita

MEDAN, POC - Pimpinan DPRD Medan setuju menggulirkan kembali Panitia Khusus (Pansus) aset ditengah keprihatinan banyaknya aset milik Pemerintah Kota Medan yang terancam dimiliki pihak lain.


Wakil Ketua DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu, SH mengatakan penyelamatan aset Pemko Medan sangat diperlukan mengingat sampai saat ini banyak aset Pemko Medan yang berpotensi lenyap.


"Melihat potensi ini, kita melihat perlu kembali digulirkan Pansus Aset ini," jelas Burhanuddin kepada wartawan saat ditanya persoalan aset di Kota Medan, Selasa siang (24/7/2018).


Burhanuddin mengatakan, penyelamatan aset harus terus dilakukan dan DPRD yang terikat dengan fungsi pengawasan memiliki peran sangat penting.


"Kita akan terus mendorong agar supaya aset Pemko Medan diinventarisir," imbuh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan ini.


Senada juga disampaikan Anggota Komisi D DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, pihaknya mengharapkan permasalahan aset Pemko Medan bisa segera dituntaskan. "Dari apa yang kita dengar soal potensi aset Pemko Medan yang terancam hilang, kita mengharapkan aset pemko Medan perlu segera diinventarisir," jelasnya.(maria)
Share Berita

BELAWAN, POC - Seorang wanita yang belum diketahui identitasnya tewas dengan cara mengenaskan usai ditabrak truk di Jalan Kol. Yos Sudarso Km 10,5 tepatnya didepan Klinik Mutiara Baru, Medan Deli, Selasa (24/07/2018).

Korban diketahui mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 2995 AHB warna hitam. Korban tewas dengan kepala pecah. Oleh petugas, korban dievakuasi kerumah sakit Pirngadi Medan.

"Kalau ada yang mengenali korban dan keluarga korban, tolong diberitahukan agar kami bisa menghubungi keluarga korban," himbau Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution kepada warga. (Kinoi)
Share Berita

BELAWAN, POC - Kasar Lantas Polres Pelabuhan Belawan, AKP MH Sitorus memimpin upacara kenaikan bendera di Yayasan Sekolah Budi Agung Jalan Platina Raya Marelan yang diikuti seluruh siswa siswi budi agung, Senin (23/07/2018).

Dalam sambutannya, Kasat Lantas mengajak seluruh siswa-siswi untuk tertib berlalu lintas dimanapun berada dan menjauhi narkoba.

"Kegiatan Police Goes to School ini sengaja dilakukan sesuai arahan oleh polda sumut Irjen Paulus Waterpauw kepada seluruh jajaran untuk memberikan himbauan kepada para pelajar. Dan para pelajar khususnya siswa-siswi Yayasan Budi Agung dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas sehingga angka kecelakaan lalulintas semakin berkurang," jelasnya singkat. (Kinoi)
Share Berita

MEDAN, POC - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Satuan Mahasiswa (Satma) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Medan menggelar unjukrasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (23/7/2018) siang.

Kedatangan mereka ke gedung dewan tersebut didasari banyaknya tempat hiburan malam yang melanggar waktu operasional (jam tayang) serta dinilai sebagai sarang peredaran narkoba.

"Komisi III DPR RI telah memberikan perhatian khusus kepada Sumut sebagai daerah peredaran narkoba terbesar setelah Jakarta. Ini merupakan preseden buruk bagi Sumut, khususnya Medan,"ucap Koordinator Aksi Dimas dalam orasinya.

Massa juga meminta Walikota Medan untuk mencopot Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Agus Suryono. Mereka menilai, Agus gagal menindak tegas tempat hiburan malam yang melanggar Perda dan Perwal.

"Kami minta walikota untuk segera mencopot Agus Suryono sebagai Kadis Pariwisata karena tidak mampu menindak tegas tempat hiburan malam yang melanggar Perda nomor 4 tahun 2014 dan Perwal nomor 29 tahun 2014,"tuntut massa.

Mereka juga meminta kepada jajaran Polrestabes Medan beserta DPRD dan walikota  untuk menutup dan menindak tegas tempat hiburan malam yang terbukti menjual narkoba. Karena, mereka menilai keberadaan tempat hiburan malam tersebut sangat meresahkan dan merusak mental generasi muda di Kota Medan.

"Tempat hiburan malam yang terindikasi adanya peredaran narkoba itu antara lain, Stroom, Delta, Classical, New Zone, D'Blues dan Inul Vizta Family KTV yang disinyalir menjual minuman keras,"ungkap Dimas.

Sementara, Anggota DPRD Medan dari Komisi B Irsal Fikri yang menerima kedatangan massa aksi menyebutkan pihaknya akan segera membawa tuntutan mereka ke dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus)

"Terima kasih adinda, tuntutan kalian kami terima dan saya akan bawa ini ke rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP)  agar segera dipanggil pihak terkait,"kata Irsal. (maria)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.