MEDAN, POC - Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).  Selain menciptakan generasi yang unggul dalam Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), juga membekali pendidikan agama yang baik.

"Karena itu, saya bangga dan berterima kasih kepada pendiri Yayasan Indah Medan, yang terus berupaya mengembangkan bidang pendidikan  di Sumut," ujar Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH  saat menghadiri buka puasa bersama keluarga besar Yayasan Indah Medan, Minggu (3/6/2018) di Kampus Yayasan Indah Medan Jalan Saudara Ujung.

Hadir pada acara tersebut Ketua Dewan Pembina Yayasan Indah Medan H Abdul Haris Hasibuan SE, Ketua Yayasan Indah Medan Dr Muhammad SH MKs, serta segenap para Direktur  Akademi/Keperawatan Indah Medan.

Wagubsu Nurhajizah mengatakan, pembangunan pendidikan merupakan investasi bagi sumber daya manusia. Karena itu, penyelenggaraan pendidikan perlu memperhatikan karakteristik, aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

Pendidikan juga selayaknya mampu memberikan respon kontekstual sesuai orientasi pembangunan daerah. "Saya yakin alumni  dari Yayasan Indah Medan kelak akan menjadi generasi yang handal dan lembaga ini merupakan salah satu yang dapat mengantisipasi peredaran narkoba, yang marak di Sumut," ujarnya.

Sementara, Ketua Yayasan Indah Medan Dr Muhammad menuturkan, bahwa Yayasan Indah Medan sudah berjalan 17 tahun. Meski ada pasang surut dalan pengurusan, Alhamdulillah sampai sekarang masih eksis.

" Kini Yayasan Indah Medan selain memiliki Pendidikan Kesehatan yakni Farmasi, Akbid dan Akper,  tahun ini juga ada Pendidikan Agama diantaranya Tarbiyah dan Pendidikan PAUD, juga SMP dan SMU Islam Terpadu," jelasnya. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bersama Wakapolri Komjen Pol Drs Syafruddin MSi meresmikan Masjid Al Muslimin di Jalan Bunga Raya, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (3/6/2018) sore. Selain menjadi tempat beribadah, kehadiran Masjid Al Muslimin diharapkan juga dapat menjadi wadah untuk membangun silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.
            Peresmian masjid ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita yang dilakukan Wali Kota dan Wakapolri selaku Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia. Setelah itu Wali Kota bersama Wakapolri meninjau areal Masjid Al Muslimin yang cukup luas tersebut.
            Ratusan masyarakat, alim ulam serta anak yatim yang sengaja diundang menyaksikan langsung peresmian Masjid Al Muslimin tersebut. Di samping itu peresmian juga turut dihadiri Kapoldasu Irjen Pol. Drs Paulus Waterpauw,  Wakapoldasu Brigjen Pol Drs Agus Andrianto SH serta  Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto serta pengurus Pimpinan Pusat Perhimpunan Remaja Masjid Dewan  Masjid Indonesia.
            Dikatakan Wali Kota, walaupun telah berdiri kokoh namun Masjid Al Muslimin masih membutuhkan bantuan dan kepedulian masyarakat. Untuk itu Wali Kota mengajak masyarakat agar menyisihkan sebagian rezekinya untuk terus menata masjid. "Insha Allah, rezeki yang kita sisihkan ini akan berfungsi sebagai bekal untuk bangunan istana kita di surga kelak," kata Wali Kota.
           Sebagai muslim yang baik, kata Wali Kota, tentunya akan mencintai masjid lebih dari pada mencintai rumahnya sendiri. Bahkan di masa lalu, Rasullah dan para sahabat menjadikan masjid sebagai lokasi favorit untuk berkumpul. Masjid dijadikan mercu suar yang mampu menerangi jalam umat agar tidak tersesat pada gemerlapnya pesona dunia.
            "Kita berharap, masjid ini dapat pula berfungsi sebagai mercu suar tersebut sehingga dapat memperkuat fondasi keislmanan di sanubari setiap muslim di Kota Medan," harapnya.
            Sementara itu Wakapolri Komjen Pol Drs. Syafruddin MSi berharap agar agar Masjid Al Muslimin ini tidak saja menjadi tempat beribadah, namun sesuai dengan salah satu program unggulan Dewan Masjid Indonesia yakni bisa mewujudkan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
       Selanjutnya ungkap Wakapolri, melihat luasnya lahan dan halaman Masjid Muslimin tersebut, dia menilai ada dua program yang dapat dijalankan yakni  wisata religi berbasis masjid dan pemberdayaan ekonomi dengan melaksanakan bazar kuliner.
            “Di samping itu  saya juga mengingatkan bahwa masjid juga harus dapat menjadi wadah untuk membangun selaturahmi dan ukhuwah islamiyah. Serta  menjadi tempat kedamaian dan perlindungan bukan saja bagi umat Muslim, namun juga umat lain,”pean Wakapolri.
Peresmian Masjid Al Muslimin ini juga dirangkaikan dengan  pelantikan pengurus Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia Sumut. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta buka puasa dan Shalat Maghrib berjamaah. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC – Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menggelar Sholat Tasbih Berjamaah dengan ribuan jamaah dari berbagai Majelis Taklim (TM) Kota Medan, di Lapangan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Minggu (3/6/2018). Usai sholat, dibagikan bingkisan berupa sarung dan hiasan dinding kaligrafi kepada ribuan jamaah.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Birgjen (Purn) Dr Hj Nurhazijah Marpaung SH MH didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ny. Hj. Evi Diana Sitorus menyampaikan bahwa sholat tasbih berjamaah ini dilaksanakan atas inisiatif dari Gubsu Dr Ir H T Erry Nuradi MSi.

“Acara kita hari ini, yakni sholat tasbih berjamaah, dzikir dan doa bersama, merupakan inisiatif dari Bapak Gubernur. Harapannya, melalui acara ini kita berdzikir dan sama-sama mendoakan agar Sumut yang kita cintai ini beserta pemerintah dan masyarakatnya mendapat berkah dari Allah SWT,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurhajizah mengatakan, bahwa acara ini juga digelar untuk menjalin silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan ukhuwah, tidak hanya sesama pejabat pemerintah tetapi juga dengan seluruh lapisan masyarakat.

“Bulan Ramadhan ini adalah momentum untuk mendekatkan diri bukan hanya kepada Allah SWT tetapi juga dengan sesama manusia. Siapapun kita, jalin terus silaturahmi dengan sesama. Tidak ada yang membedakan baik pemerintah, masyarakat kita semua satu dan sama. Semakin erat silaturahmi kita, semakin lancar kita bersinergi untuk memberikan yang terbaik bagi Sumut,” katanya.

Nurhajizah berharap sarung yang dibagikan kepada masyarakat bermanfaat dan digunakan untuk aktivitas ibadah. Mewakili Gubernur, Nurhajizah juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat apabila selama keduanya menjabat masih ada kebijakan yang belum menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat di daerah-daerah.

Sementara itu, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Medan Hj Aminah Yunus Rasyid selaku kordinator acara Sholat Tasbih Berjamaah melaporkan bahwa ribuaan jamaah yang hadir berasal dari berbagai majelis taklim (MT). Tidak hanya BKMT Medan, ada pula Al-Hidayah Medan dan Provinsi, pengajian Jabal Noor Medan, Muslimah NU Sumut, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Sumut dan KBIH Kantor Gubsu.

“Selaku kordinator, saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih pada seluruh jamaah yang hadir dan meluangkan waktu untuk memenuhi undangan Bapak Gubernur hari ini. Dengan berdzikirnya kita di sini, sholat tasbih dan doa, semoga kantor gubernur ini, beserta Bapak Gubernur dan Ibu Wagub dan semua masyarakat Sumut mendapat berkah dari Allah SWT,” ujar Aminah.

Acara Sholat Tasbih Berjamaah dimulai sejak pagi, dirangkai dengan dzikir, doa bersama dan tausiyah, serta pembagian sarung dan hiasan dinding kaligrafi. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua BKMT Provsu Rosmawati Harahap, para pimpinan OPD Provsu dan pengurus PKK. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Tim Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian (Binwasdal) yang diturunkan Pemko Medan kembali menciduk sejumlah tempat usaha hiburan yang melanggar Surat Edaran Wali Kota Medan No.503/4789 tanggal 9 Mei 2018 tentang Penutupan Sementara Usaha Hiburan dan Rekreasi Pada Hari Besar Keagamaan, Sabtu (2/6/2018) malam sampai Minggu (3/6/2018) dinihari.
Ada 4 tempat usaha hiburan dalam bentun tempat pijit, refleksi dan caffe yang melanggar Surat Edaran Wali Kota rersebut. Keempatnya masing-masing Wulan Refleksi Jalan Mandala By Pass, Sakura Kusuk Jalan Menteng Raya, The Nen Bistro and Caffe Jalan Imam Bonjol dan A Dua Coffe Jalan Abdullah Lubis.
Selain beroperasi di bulan Ramadhan, Wulan Refleksi dan Sakura kusuk juga terbukti tidak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Oleh karenanya Tim Binwasdal langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara usaha tersebut selama bulan Ramadhan.
Sedangkan untuk The Nen Bistro and Caffe dan A Dua Coffe,kedua tempat usaha itu melakukan pelanggaran berupa menyajikan live music. Padahal dalamSurat Edaran Wali Kota sudah ditegaskan, kafe dan sejenisnya dilarang menyajikan live music selama Ramadhan. Oleh karenanya Tim Binwasdal pun langsung menghentikan kegiatan live music tersebut.
Menurut A Uno Harahap dari Dinas Parisiwata Kota Medan selaku pimpinan tim mengatakan,  Tim Binwasdal akan terus melakukan pengawasan selama Ramadhan untuk memastikan apakat para pengusaha tempat hiburan dan rekreasi mematuhi Surat Edaran Wali Kota atau tidak.
“Bagi yang kedapatan beroperasi, kita langsung buat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam BAP tersebut, pengusaha berjanji akan mematuhi surat Edaran Wali Kota tersebut. Apabila dalam pengawasan yang kita lakukan berikutnya kedapatan beroperasi kembali, maka akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Uno.
Oleh karenanya tegas Uno, Tim Banwasdal yang terdiri dari sejumlah unsur seperti Polrestabes Medan, Denpom I/5 Medan, Kejari Medan, Kodim 0201/BS, Dinas Pariwisata, Satpol PP  serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan terus melakukan pengawasan. Ditegaskan Uno, selain malam hari, pengawasan juga dilakukan siang hari.
“Untuk itu kita berharap kepada seluruh pengusaha tempat hiburan dan rekreasi agar mematuhi Surat Edaran Wali Kota. Bagi pengusahatempat hiburan yang telah melaksanakan Surat Edaran Wali Kota, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” pungkas Uno. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Niat belasan remaja yang ingin melaksanakan asmara subuh usai makan sahur dan Shalat Subuh kandas, Minggu (3/6/2018). Mereka terciduk Tim Pemantauan Asmara Subuh ketika melintasi Jalan Ring Road, kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, persisnya seputaran eks SPBU Petronas. Selain tidak mengenakan helm, para remaja ini ada yang bonceng tiga serta tidak membawa kelengkapan dokumen kenderaan seperti STNK dan SIM.
                Penertiban terhadap pelaku asmara subuh dilakukan Tim Pemantauan Asmara subuh usai menggelar apel dipimpin Panit I Intel Polsekta Medan Sunggal Ipda Oloan Lubis SH. Tim gabungan yang terdiri dari unsur Pemko Medan seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, jajaran Kecamatan Medan Sunggal serta Polrestabes  Medan, Kodim 0201/BS, Denpom I/5 Medan langsung memasang dua plang tanda dilakukannya razia di bahu kiri dan kanan Jalan Ring road.
                Selain sepeda motor, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan terhadap kenderaan roda empat yang  dinilai mencurigakan, terutama angkutan umum dari luar kota maupun pick-up serta truk. Namun setelah diperiksa ternyata surat lengkap dan tidak ditemukan ada barang mencurigakan, tim gabungan kembali memepersilahkan pengemudi untuk melanjutkan perjalanan.
                Untuk kenderaan bermotor roda empat, tim gabungan tidak ada melakukan penilangan maupun penahanan kenderaan. Sebaiknya untuk kenderaan bermotor roda dua, tim gabungan melalui petugas Satlantas Polrestabes Medan dan Polsekta Medan Sunggal mengambil tindakan tegas. Pasalnya, para pengendaranya selain tidak menggunakan helm, juga tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat kenderaan.
                Ada 10 sepeda motor berbagai jenis yang diamankan tim gabungan, sebab pengendaranya tidak ada membawa SIM maupun STNK. Alasan mereka klasik, selain lupa membawa, ada juga yang beralasan baru kena tilang. Namun alasan yang disampaikan tidak membuat tim gabungan luruh, sepeda motor mereka pun langsung ditahan.
                Berdasarkan amatan di lapangan, umumnya kesepuluh pengendara sepeda motor masih remaja dan berusia belasan tahun. Mereka pun pasrah sepeda motornya ditahan, begitu pun ada juga seorang pengendara yang menghubungi keluarganya yang bertugas di Polrestabes Medan. Walaupun petugas itu sudah datang namun tim gabungan tak melepaskan sepeda motor tersebut.
                “Mohon maaf pak, kami hanya melaksanakan tugas. Apabila surat kenderaannya bisa ditunjukkan, sepeda motor kami lepas,”  ungkap salah seorang tim gabungan dari Polsekta Medan Sunggal.
                Selain mengamankan 10 unit sepeda motor, tim gabungan juga melakukan penilangan 5 STNK karena pengendaranya tidak membawa SIM dan menilang 1 SIM lantaran pengendaranya tidak membawa STNK.  Dalam penertiban yang dilakukan tersebut, tim gabungan tidak hanya memeriksa kelengkapan surat kenderaan tetapi juga bagasi sepeda motor, tas serta pinggang pengendara guna memastikan tidak membawa senjata tajam.
                Usai melakukan penertiban, Panit I Intel Polsekta Medan Sunggal Ipda Oloan Lubis SH mengucapkan terima kasih kepada seluruh  personel yang tergabung dalam Tim Pemantauan Asmara Subuh. “Terima kasih atas kerjasama yang dilakukan dalam penertiban ini. Mari terus kita tingkatkan kerjasama ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan,” kata Oloan Lubis.
                Selesai apel, seluruh personel membubarkan diri untuk melanjutkan tugas masing-masing. Sementara itu kesepuluh sepeda motor yang terjaring itu selanjutnya dibawa menuju Polsekta Medan Sunggal dibawa menggunakan truk. Bagi pengendara yang ingin mengambil sepeda motornya kembali, mereka diharuskan membawa seluruh kelengkapan surat-surat sepeda motornya tersebut. (mar)
Share Berita

MEDAN, POC – Ramadhan Fair bermanfaat secara sosial ekonomi bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Secara sosial, Ramadhan Fair menjadi sarana untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah di tengah tengah masyarakat. Sedangkan secara ekonomi, Ramadhan Fair meningkatkan sektor perekonomian umat khususnya UMKM.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi saat membuka Ramadahan Fair yang ke-15 secara resmi di Taman Sri Deli, Medan, Sabtu malam (19/5/2018). “Kami merasa gembira dengan berbagai program yang mengisi kegiatan ini, yang bernuansa religi dan lokasinya juga dikelilingi para pedagang UMKM dan barang-barang kebutuhan lainnya,” kata Gubsu Erry Nuradi.

Dikatakan Gubsu, dengan diadakannya Ramadhan Fair, ukhwah Islamiyah, harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama bisa ditingkatkan. “Secara umum tentunya saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Kota Medan yang telah memprakarsai kegiatan ini dalam rangka menumbuhkan rasa keberagaman maupun juga kebersamaan umat,” katanya.

Kepada masyarakat Kota Medan, Erry Nuradi berharap Ramadhan Fair bisa jadi syiar Islam yang sejuk dan penuh pesona. Sedangkan kepada para peserta atau para pedagang UMKM, diharapkan, nilai produk baik kualitas maupun pelayanan yang diberikan lebih baik dari tahun lalu. “Para penyelenggara dan peserta Ramadhan Fair dan masyarakat saya imbau mampu menjaga suasana lingkungan ini tetap religius,” ujarnya.

Gubsu Erry juga mengatakan Ramadhan Fair telah melekat di hati masyarakat. Hal tersebut terjadi karena  Ramadhan Fair selalu mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat setiap kali digelar.

“Acara ini adalah kegiatan yang masuk agenda nasional yang dilaksanakan secara terus menerus setiap tahun. Selain Ramadhan Fair, Sumatera Utara memiliki dua agenda nasional lain yaitu PRSU, dan Pesta Ya’ahowu di Nias,” katanya.

Terkait pesta demokrasi yang sebentar lagi dilaksanakan di Sumut, Erry berpesan kepada masyarakat agar menjaga suasana demokrasi sebaik-baiknya. Serta tetap menjaga kedamaian dan kesatuan. “Mudah- mudahan ke depan Pempvosu yang dipimpin gubernur dan wakil gubernur yang baru akan lebih baik lagi dan akan membuat semua komponen di Sumatera Utara terus bahu membahu untuk menjadikan Sumatera Utara yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi mengatakan Ramadhan Fair merupakan ikon yang identik dengan suasana Ramadhan. “Pengunjungnya tidak terbatas umat muslim, hal ini menunjukan bahwa Kota Medan menjunjung tinggi keberagaman. Keberagaman merupakan salah satu unsur budaya khazanah Kota Medan. Saya berharap Ramadhan Fair jadi cerminan religius, toleransi, sekaligus multikultural,” katanya.

Selain itu, kata Eldin,  Ramadhan Fair juga sangat efektif bagi UMKM untuk mengenalkan produk-produknya. “Selain silaturahmi dan interaksi sosial, di even ini, UMKM dapat berkembang sekaligus dapat mengembangkan segmen pasarnya. Hingga bisa bersaing dengan pasar modern,” ujarnya.

Ramadhan Fair telah dilaksanakan sejak 2003. Even ini diisi bazar produk UMKM, termasuk kuliner berbuka puasa. Even ini juga diisi tausiyah agama dan bermacam lomba yang berhubungan dengan Ramadhan. Ramadhan Fair 2018 digelar mulai tanggal 16 Mei hingga 14 Juni 2018.

Pada acara tersebut turut hadir  Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw, Panglima Kosek Hanudnas III Medan Marsekal Pertama Ir Tri Bowo Budi Santoso MM MTr, Wakil Walikota Medan  H Akhyar Nasution, Anggota DPR RI Drs H Hasrul Azwar MM, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Iswanda Nanda Ramli SE, Ketua MUI kota Medan Prof Dr H Mohd Hatta dan OPD Pemprovsu/Pemko Medan, serta ribuan masyarakat Medan.(mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH buka puasa bersama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II A Tanjung Gusta Medan, Rabu malam (30/5/2018). Kedatangan Wagubsu disambut dengan penampilan group nasyid warga binaan Lapas Tanjung Gusta.

Dalam kesempatan itu, Wagubsu Nurhajizah mengatakan, upaya pembinaan yang komprehensif sangat dibutuhkan para warga binaan.  “Dengan upaya pembinaan kepada para warga binaan ini, mudah-mudahan mereka tidak lagi merasa ada di Lapas, tetapi tetap bersama kita,” ujar Wagubsu dalam sambutannya.

Binaan secara komprehensif tersebut, lanjut Wagubsu, adalah upaya agar warga binaan (narapidana) memiliki harapan di masa depan, setelah sekian lama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas. Berbagai keterampilan dan kepercayaan yang diberikan kepada mereka, diyakini akan mengubah pandangan negatif selama ini terhadap narapidana.

“Kalau kita berpangku tangan, bukan tidak mungkin kita akan tertinggal dari yang lain. Mungkin kami bersama Pak Gubernur (HT Erry Nuradi) tidak akan lama lagi. Tetapi saya sendiri, akan tetap ada di Sumut. Kita sudah bekerja dan wajib merebut apa yang harus kita raih. Kita harus ‘berlari’, agar ketertinggalan ini bisa kita lewati,” ungkapnya, terkait berbagai upaya menjadikan warga binaan lapas menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumut Priyadi mengatakan bahwa dalam upaya  pembinaan, ada tiga komponen penting yang harus dilihat yakni warga binaan, petugas lapas dan ketiga adalah masyarakat. Karena itu, dirinya berterimakasih kepada Wagubsu Nurhajizah yang telah mendorong keterlibatan masyarakat, peduli terhadap kondisi narapidana di  lapas.

“Ini bentuk konkrit apa yang kita inginkan. Saya sepakat bila upaya paling tepat adalah pencegahan. Jadi tidak perlu lagi datang kemari, keluar biaya lagi,” sebutnya.

Hal tersebut katanya, mengingat dari laporan yang diterima, jumlah napi maupun tahanan di wilayah Sumut mencapai 32 ribu lebih. Sehingga dengan pembinaan yang melibatkan unsur masyarakat, kesempatan bagi warga binaan menjadi lebih baik dan semakin terbuka luas.  “Masih ada kesempatan kedua yang bisa kita lakukan. Mudah-mudahan ini tidak sekedar seremonial, karena ini adalah cita-cita kita semua,” katanya.

Ketua Inspirasi Bangsa (IB) Foundation Agus Setiawan yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut menyampaikan, didirikannya yayasan IB adalah untuk memperhatikan warga binaan lapas. Bagaimana mengubah stigma negatif pengusaha yang khawatir menerima mantan napi untuk dipekerjakan. Sehingga jalan yang mereka tempuh adalah membina napi agar siap untuk dipekerjakan di berbagai sektor usaha, termasuk dalam perusahan miliknya.

“Mari mengulurkan tangan dan membuka diri kepada mereka semua. Supaya setelah keluar, para napi bisa mandiri dan bekerja serta punya keterampilan. Jadi jika kita ingin mengentaskan kriminalitas, maka jalannya adalah pencegahan,” katanya.

Acara berbuka puasa bersama tersebut juga diisi dengan penampilan group nasyid warga binaan lapas wanita (Kelas II A) Tanjung Gusta Medan. Serta penyampaian tausiyah dari penceramah, yang mengajak hadirin untuk mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah dan mendekatkan diri para Allah SWT. 

Usai acara, Wagubsu Nurhajizah pun berkeliling mengunjungi warga binaan yang telah memasuki sel. Dari dalam ruangan, para napi wanita menyapa Wagubsu dengan antusias, yang menurut mereka, telah memberikan perhatian besar kepada warga di lapas.

“Terimakasih Ibu Wagub sudah mau mengunjungi kami di sini. Semoga Ibu panjang umur, sehat, banyak rezeki,” sebut para napi wanita yang antusias menyambut sapaan dan jabat tangan Wagubsu.

Turut hadir mendampingi Wagubsu Nurhajizah Marpaung, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut Nurlela, Plt Kepala Disdukcapil Sumut Zaki Abdullah dan Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Ilyas Sitorus. (mar/rel)
Share Berita

MEDAN, POC - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi berharap kehadiran Majelis Puan Puan Melayu (MPM) Sumatera Utara (Sumut) bisa menjadi mitra pemerintah dalam memajukan nasib kaum perempuan di Sumut, khususnya perempuan Melayu.

Hal ini disampaikan Gubsu Erry Nuradi saat menerima audiensi MPM Sumut, di Ruang Marah Halim Kantor Gubernur Sumut, Kamis (24/5/2018). Gubsu menyambut baik serta mengapresiasi terbentuknya MPM Sumut.

Menurut Erry, organisasi seperti MPM Sumut bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menjangkau kelompok-kelompok perempuan yang mungkin belum tersentuh oleh kebijakan pemerintah.

“Organisasi seperti MPM ini tentunya sangat membantu pemerintah, khususnya dalam mengkomunikasikan program-program pemerintah dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan perempuan Melayu yang ada di daerah pesisir atau daerah lain. Nantinya, MPM ini bisa memberikan masukan kepada kami, pemerintah, dan kami pun selaku pemerintah bisa melahirkan kebijakan yang mendukung kemajuan kaum perempuan,” katanya.

Selain itu, Erry berpesan kepada MPM agar aktif melakukan kegiatan-kegiatan produktif yang bisa memberikan manfaat kepada perempuan. Sehingga nantinya, semakin banyak bermunculan perempuan-perempuan Melayu yang unggul dan ikut berkiprah membangun Sumut.

Erry juga mengingatkan bahwa MPM harus aktif dalam mensosialisasikan semangat Melayu yang mulai pudar di tengah masyarakat. “Jangan sampai generasi muda Melayu lupa dengan adat istiadat dan budaya Melayu. MPM harus giat lakukan sosialisai untuk melestarikan kebudayaan Melayu, seni, kuliner, pakaian, berbalas pantun, dan lainnya,” ujar Erry.

Sementara itu, Ketua MPM Hj Zunaidar Sutanto berharap bisa memenuhi harapan dan pesan-pesan yang telah disampaikan Gubsu Erry. Dikatan Zunaidar, MPM ini memang bertujuan untuk memajukan perempuan Melayu, sekaligus membangkitkan kembali harkat dan martabat Melayu di Sumut.

“Untuk mencapai tujuan-tujuan MPM, insya Allah kita akan lakukan kerja sama dengan Malaysia yang serumpun dengan kita, Melayu Indonesia, juga dengan Brunei dan seluruh Melayu yang ada di Asia. Mudah-mudahan bisa dicapai, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat-masyarakat Melayu di Sumut serta pemerintah, khususnya Bapak Gubernur,” ujarnya.

Zunaidar kemudian menyampaikan bahwa kedatangannya beserta rombongan bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus meminta Gubsu Erry untuk melantik kepengurusan MPM bulan Juni mendatang. Meski belum dilantik, sejauh ini MPM telah rutin melakukan pertemuan bulanan. Agenda pertemuan diantaranya pengajian dan pemberian bantuan kepada kaum dhuafa.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu Hidayati,  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provsu Nurlela. (rel)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.