Warga Tangguk Bongkar Kecewa, Parlaungan Akan Paripurnakan Masalah BPJS

MEDAN, POC- Anggota DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong melakukan kegiatan dialog langsung atau tatap muka bersama masyarakat guna menampung aspirasi serta keluhan dalam reses ke III tahun 2017 yang digelarnya di Jalan Tangguk Bongkar 8, Kecamatan Medan Denai, Senin (13/11/2017).

Salah satu permasalahan yang dikeluhkan masyarakat tentang pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Selain itu, masyarakat juga menyoalkan banyaknya lampu jalan padam sehingga rawan kriminalitas dan drainase rusak yang mengakibatkan banjir setiap kali diguyur hujan.

S Tampubolon, salah seorang warga yang mengeluhkan pelayanan BPJS. Warga Tangguk Bongkar ini menilai BPJS tak tanggap terhadap permasalahan pasien BPJS yang kerap 'dianak tirikan' pihak rumah sakit.

"Setiap kali mau rawat inap, selalu dibilang ruangan kelas III penuh dan dianjurkan menggunakan kelas II maupun kelas I, tapi dengan tambahan biaya ekstra," kata peserta BPJS dengan iuran Rp 25.500 per bulan untuk satu anggota keluarganya ini.

Persoalan sama dikemukakan Lubis, warga Trikora. Keluarganya tak mendapat pelayanan baik dari pihak rumah sakit yang menjadi provider BPJS. "Lima hari keluarga saya opname di rumah sakit, malah disuruh pulang. Padahal keluarga saya masih sakit. Pokoknya kalau udah pasien BPJS yang masuk, buruklah pelayanan rumah sakit,"ungkap Lubis dengan raut kesal.

Sementara warga lainnya menyoalkan pembayaran iuran BPJS yang dianggap mahal karena diharuskan membayar premi seluruh anggota keluarga. "Semisal di dalam Kartu Keluarga ada 6 orang, semua diharuskan bayar untuk setiap bulan. Bagi kami yang penghasilan pas-pas an, terasa sangat berat," sebut seorang wanita parobaya.

Menanggapi keluhan itu, Parlaungan mengaku kecewa terhadap BPJS yang dinilai tidak optimal mempertanggungjawabkan peserta BPJS kesehatan. "Saya kecewa sekali pada BPJS, karena banyak masyarakat mengeluhkan pelayanan BPJS terutama soal fasilitas rumah sakit dan sejauhana pertanggung jawaban mereka. Apalagi sering pihak rumah sakit kurang melayani peserta BPJS yang berasal dari warga kurang mampu,"ujar politisi Partai Demokrat ini.

Dia menegaskan, permasalahan BPJS akan diagendakan untuk dibahas di paripurna DPRD Medan.

"Masalah BPJS akan saya sampaikan di paripurna nanti," sebut Calon Ketua Komisi D DPRD Medan ini.

Menyoal lampu jalan, Parlaungan berjanji pihaknya yang akan melakukan perbaikan sendiri jika Pemko Medan tak membantu. "Pokoknya sebelum Natal ini, lampu jalan sudah bagus. Jika pemko tak bisa memperbaiki, saya yang akan memperbaikinya,"katanya optimis.

Sementara, Camat Medan Denai Hendra Asmilan yang hadir di reses mengatakan, pihaknya akan meninjau drainase bermasalah. "Jika drainase tak berfungsi karena tumpukan sampah, saya akan mengerahkan tim buser untuk pengerukan sampah. Tapi jika kerusakannya teknis, saya akan kordinasikan dengan dinas terkait,"ujarnya. (maria)