Reklame Menjamur, Kondisi Kota Medan Memprihatinkan

Reklame Menjamur, Kondisi Kota Medan Memprihatinkan
MEDAN, POC- Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan H lhamsyah SH mengaku prihatin melihat kondisi pembangunan kota Medan saat ini yang masih carut marut. Masih buruknya penataan lalulintas, pembangunan infrastruktur, penataan reklame, pengelolaan aset serta minimnya perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuktikan kepala daerah dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan belum bekerja serius.

"Cukup banyak potensi PAD namun tidak dikelola dengan baik. Banyak aset lahan tidur yang terlantar dan sistem kontrak dengan pihak ke tiga yang perlu dikaji ulang. Perolehan PAD sangat menentukan maju mundurnya pembangunan, " ujar Ilhamsyah kepada wartawan, Senin (2/10/2017).

Politisi Golkar yang membidangi komisi pembangunan ini menambahkan, ada beberapa hal penting yang pantas dilakukan Walikota Medan untuk peningkatkan PAD cukup signifikan yakni pemanfaatan lahan tidur. Seperti lahan tidur seluas 56 Ha Kelurahan Sei Mati di Kecamatan Medan Labuhan.

Dikatakan Ilhamsyah hingga saat ini lahan itu terlantar begitu saja. Sebaiknya lahan tersebut dimanfaatkan menjadi lahan produktif yang dapat menghasilkan PAD. Seperti mendirikan bangunan yang dapat difungsikan usaha.

Masih terkait peningkatan PAD, dari sisi pengelolaan aset, Pemko Medan dinilai masih buruk. Banyak aset bangunan ruko di Sambu dan Petisah terlantar tidak dikelola dengan baik. Begitu juga aset bangunan yang di BOT kan dengan pihak ke tiga seperti Medan Plaza, Hotel Sochi dan lainnya perlu dikaji ulang.

Keprihatinan lain disampaikan Ilhamsyah melihat keberadaan warga miskin yang bermukim disepanjang pinggir pantai laut Belawan. Pemukiman tampak kumuh dan tidak layak huni karena ekonomi warga yang terbatas.

Dikatakan Ilhamsyah, saatnya Pemko Medan memperhatikan hidup nelayan tradisional di Belawan. Untuk membantu kehidupan masyarakat Belawan Pemko Medan diharapkan membangun rumah susun sewa murah (rusunawa). Sehingga masyarakat terhindar dari pemukiman kumuh dan kemiskinan. (maria)