Dewan Kritik Polri Bentuk Densus Anti Korupsi

Dewan Kritik Polri Bentuk Densus Anti Korupsi
MEDAN, POC- Wacana pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi atau Densus Antikorupsi di tubuh Polri tidak hanya mendapat kritikan dari politisi senayan, namun juga menjadi perhatian serius politisi daerah. Pasalnya jika hal tersebut tetap dipaksakan, maka akan terjadi tumpang tindih tugas dan tanggung jawab di masing-masing instansi.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Hasyim SE, meminta kepada pemangku kebijakan hendaknya meninjau ulang kembali wacana tersebut. "Pembentukan Densus Antikorupsi ini mubazir. Kita kan sudah punya KPK. Lagi pula di tubuh Polri kan sudah ada Dirkrimsus, di situ kan sudah ada bidang yang mengawasi ini, kenapa ada lagi dibentuk tim yang baru," ucapnya mempertanyakan, Selasa (17/10/2017).

Dikatakan pembentukan Densus Antikorupsi terkesan bermuatan politis. Sebab nantinya akan ada pengambil alihan tugas dan tanggung jawab baik yang selama ini dimiliki KPK maupun Dirkrimsus itu sendiri.

"KPK itu sudah di akui Undang-Undang sebagai lembaga yang fokus mencegah tindak pidana korupsi. Seharusnya internal Polri mendukung KPK dalam penegakan hukumnya, bukan membuat keadaan menjadi abu-abu," sebutnya.

"Kepada para pemangku kebijakan, jangan lah buat masyarakat bingung. Mari dukung lembaga yang sudah ada agar praktik korupsi ini tak terlihat lagi," pungkasnya.

Untuk diketahui, wacana pembentukan Densus Antikorupsi mencuat dalam rapat dengar pendapat Komisi Dewan Perwakilan Rakyat dengan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, Selasa (23/5) lalu. Sejak itu, Korps Tri Brata menyusun kajian untuk merealisasikannya.

Polri berencana merekrut 3.560 anggotanya untuk mengisi detasemen yang ditargetkan akan mulai bekerja pada 2018 tersebut. Tito pun mengajukan anggaran Rp2,64 triliun, yang akan menjadi tambahan rencana budjet Polri tahun depan.

Densus Antikorupsi ini juga akan dibentuk mirip seperti Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satunya dengan menempatkan penyidik dan jaksa penuntut di bawah satu atap guna mempermudah koordinasi keduanya. (maria)