Debit Air Sungai Meningkat, Walikota Medan Minta Warga Pinggiran Sungai Untuk Pindah

Debit Air Sungai Meningkat, Walikota Medan Minta Warga Pinggiran Sungai
Untuk Pindah
MEDAN, POC- Walikota Medan Drs T Dzulmi Eldin meminta warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) agar mewaspadai hujan deras dan banjir. Dia mengingatkan warga tak lagi tinggal di bantaran, melainkan sudah di badan sungai. Kondisi ini mengakibatkan warga di bantaran sungai kerap mengalami banjir setiap kali hujan mengguyur maupun saat banjir kiriman melanda.

"Lihat saja data maupun peta di Balai Wilayah Sungai (BWS), memang tingginya sungai seperti sekarang ini. Jadi jika hujan normal saja, warga di seputaran DAS pasti kebanjiran,"ujar Eldin pada wartawan usai menghadiri paripurna di DPRD Medan, Rabu (27/9/2017).

Eldin juga mengakui, pihak BWS saat ini terkendala pembebasan lahan untuk menormalisasi sungai karena banyaknya warga bermukim di bantaran sungai. "Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU dan BWS untuk mensikronkan semua. Masyarakat juga kami harapkan memahami bahwa mereka bukan tinggal di bantaran sungai tapi sudah di badan sungai,"sebutnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan mencari solusi agar normalisasi sungai dapat dilakukan. "Kalau memang warga dipindahkan, ya untuk sementara akan dibangun rusunawa tapi dengan kompensasi.  Mungkin juga dengan cara menggeser, karena intinya kita harapkan normalisasi sungai dapat dilakukan sehingga air yang keluar dari drainase dapat tertampung,"bilang Eldin.

Sementara menyoal adanya wacana relokasi warga bantaran sungai, beberapa warga yang ditemui wartawan saling berbeda pendapat. Ada yang menyetujui, namun ada juga yang menolak.

Seperti diungkapkan Pay (35), warga Jalan Mulatatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. Pay yang sudah puluhan tahun tinggal di bantaran daerah aliran Sungai Deli menolak rencana pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di sekitar lokasi permukiman mereka.

"Kami pindah ke rusunawa tentunya diharuskan bayar sewa. Belum lagi kondisi rumahnya sempit dan harus naik turun tangga. Gak lah, mending tinggal di rumah sendiri, gak bayar sewa, gak bising, gak harus turun naik tangga kalau mau keluar dan pastinya lebih nyaman," bilang Pay, Minggu (1/10/2017)

Meski diakuinya rumah mereka kerap banjir jika air sungai naik, namun tak membuat keluarganya ingin pindah dari lokasi tersebut.

"Bapakku udah tua, mana mungkin dia naik turun tangga kalau mau solat ke mesjid. Selama puluhan tahun kami tinggal di sini, udah biasa kena banjir. Makanya rumah di sini rata-rata 2 tingkat, jika banjir kami angkut barang-barang ke lantai atas,''ujarnya.

Namun lain pengakuan Irma (40l) warga Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun. Dia tak menolak pindah jika pemerintah memberi rumah gratis sebagai pengganti. "Berilah kami rumah gratis, gak mungkin kami nolak pindah. Kami pun bosan selama bertahun-tahun dilanda banjir trus, setiap hari cemas kalau hujan datang," ucap ibu anak lima ini mengaku tak nyaman tinggal di bantaran Sungai Deli karena barang-barangnya sering rusak akibat banjir.

Sekadar informasi, berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kota Medan pada Rabu (27/9/2017) pukul 24.30 WIB, sungai di Kota Medan seperti Sungai Babura, Sungai Deli, Sungai Denai, Sungai Sunggal dan lainnya mengalami peningkatan tinggi muka air di kisaran 20 cm hingga 130 cm.

Akibatnya ratusan rumah di Kota Medan terendam banjir yang disebabkan luapan Sungai Deli dan Sungai Babura usai hujan deras.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan, banjir merendam sekitar 355 rumah warga di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

Kemudian, di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, khususnya di lingkungan IV ada 25 rumah dengan 140 jiwa. Di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor ada berkisar 85 rumah yang terdampak.

Selanjutnya di Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Lingkungan VI sedikitnya 20 rumah terendam banjir.

Saat ini, ada 13 kecamatan di Medan yang rawan terjadi bencana banjir dan angin puting beliung. Diantaranya, Kecamatan Medan Deli,Labuhan, Marelan,  Belawan, Johor, Petisah, Maimun, Denai, Selayang, Polonia dan Amplas. (maria)