Waspada!!! Pil PCC Beredar di Kota Medan, 2 Pelaku Ditangkap Polisi

Waspada!!! Pil PCC Beredar di Kota Medan, 2 Pelaku Ditangkap Polisi
POLRESTABES MEDAN, POC- Warga Kota Medan tampaknya harus lebih waspada, pasalnya ribuan pil PCC telah beredar di Kota Medan. Hal ini terbukti saat Satres Narkoba Polrestabes Medan menyita 2.130 butir pil PCC dari dua pelaku, JP (49) dan EW (55). Obat terlarang yang diedarkan ke semua kalangan di Medan ini dijual Rp 10 ribu perbutirnya, Jumat (22/9/2017).

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ganda Saragih mengatakan pengungkapan obat terlarang yang sedang viral di media sosial (medsos) ini berawal dari informasi masyarakat dimana adanya peredaran pil PCC di Jalan Mandala By Pass.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas pun langsung turun melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pembeli (undercover buy).

"Setelah kita melakukan penyamaran, kita pun berhasil meringkus tersangka JP bersama barang bukti sebanyak 186 butir pil PCC," ungkapnya.

Ganda menjelaskan bahwa dari pengakuan tersangka, pil terlarang tersebut didapat dari salah satu apotek milik tersangka EW yang berada di Jalan Krakatau Kecamatan Medan Timur.

"Dari apotek milik tersangka EW yang sebelumnya juga pernah digerebek tim BPPOM Sumut, petugas menemukan barang bukti 1944 pil PCC dan kami juga mengamankan jenis obat keras lainnya di antaranya, 137 butir atarax, 30 butir prisium, 4 ampul fentanyl, 10 ribu butir tramodol, 12 butir valisambe, 15 butir librax, 10 butir alpraszolam, 8 codifront, 1170 butir THCL," jelasnya.

Ganda menyebutkan bahwa tersangka JP membeli pil PCC di apotek EW seharga Rp 7 ribu perbutirnya, lalu pil terlarang tersebut dibongkar dari dalam kemasan dan dipindahkan ke dalam kemasan plastik klip.

"Pil terlarang ini dijual tersangka kepada pembeli dengan harga Rp 10 ribu perbutirnya," sebut Ganda.

Ganda menambahkan jika saya ini pihaknya tengah melakukan pengembangan untuk mendalami siapa produsen pil terlarang tersebut.

"Tersangka melanggar Pasal 197 jo 106 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan atau Pasal 204 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ucapnya.(Riz)