Pemko Medan Tolak Penambahan Honor Bilal Mayat dan Guru MDTA

Pemko Medan Tolak Penambahan Honor Bilal Mayat dan Guru MDTA
MEDAN, POC- Penambahan belanja pada Rencana Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RP-APBD) khusus hanya untuk belanja modal, sehingga usulan penambahan kuota penerima bantuan iuran (PBI) Kesehatan dan honor bilal jenazah dan guru MDTA tidak bisa ditambah.

"Belanja modal itu untuk menunjang pembangunan Kota Medan," kata Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dalam Rapat Paripurna DPRD Medan dengan agenda jawaban Walikota Medan atas pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Medan atas Ranperda P-APBD 2017, Senin (25/9/2017).

Penjelasan itu disampaikan wakil Walikota menjawab petanyaan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) yang menilai tak ada program prioritas pada RP-APBD Medan 2017. FPKS menilai dana Rp 60,64 miliar rencana penambahan disebar ke SKPD sehingga terlihat kecil.

Diusulkan agar penambahan belanja difokuskan pada program peningkatan pelayanan publik dan penambahan kuota PBI BPJS Kesehatan, beasiswa untuk siswa miskin tingkat SD-SMP negeri dan swasta di kota Medan, menaikkan honor untuk guru MDTA, honor bilal jenazah , honor penggali kubur.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, Akhyar juga menjelaskan bahwa Pemko Medan berupaya maksimal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, untuk mencapai peningkatan 8-10% sebagaimana pandangan umum Fraksi Partai Demorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum bisa dilaksanakan.

"Estimasi tersebut dalam pandangan kami kurang didukung perkiraa yang realistis berdasarkan potensi dan asumsi yang logis. Namun demikian prinsip peningkatan PAD 8-10% dapat kami pertimbangkan dalam APBD sebelum perubahan," katanya.

Pertambahan PAD harus memperkirakan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang direncanakan. Sedangkan perkiraan PAD dalam APBD sesudah perubahan asumsinya harus lebih mempertimbangkan tingkat capaian realisasi PAD dalam semester I dan waktu tahun berjalan yang hanya tinggal 3 bulan lagi.

Sebelumnya, dalam nota pengantar RP-APBD Medan 2017 disebutkan, proyeksi pertambahan pendapatan Rp 259,425 miliar atau 4,93% dari Rp 5,264 triliun menjadi RP 5,523 trilun.

Pertambahan PAD hanya Rp 58,215 miliar atau 2,95% dari Rp 1,973 triliun menjadi Rp 2,031 triliun. Dana perimbangan tidak mengalami perubahan, tetap Rp 2,236 triliun. Pertambahan terbesar dari  pos penerimaan lain-lain yang sah Rp 201,209 miliar atau 19,09%, dari Rp 1,053 triliun menjadi Rp 1,255 triliun.  (maria)